cover
Contact Name
Abdul Sakban, M.Pd
Contact Email
lpp.mandala@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
semnasmandala@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LEMBAGA PENELITIAN DAN PENDIDIKAN (LPP) MANDALA
ISSN : 26230291     EISSN : 26232774     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
Efektifitas Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didikdi SMA Negeri 1 Karas Kabupaten Magetan Irwan Irwan; Maridi Maridi; Sri Dwiastuti
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.385 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Karas Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2017/2018. Sampel penelitian diambil secara simpelrandom sampling dengan jumlah sampel sebanyak 59 orang peserta didik yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas eksperimen dengan menerapkan pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dan kelas kontrol dengan menerapkan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan berupa soal tes pilihan ganda dan soal tes essay. Hasil belajar dalam penelitian ini dibatasi hanya pada ranah kognitif saja. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata hasil belajar kognitif peserta didik di kelas eksperimen yaitu sebesar 81,13 termasuk ke dalam kategori baik dengan nilai N-Gain sebesar 0,71 termasuk ke dalam kategori tinggi, sedangkan rerata nilai hasil belajar kognitif peserta didik di kelas kontrol yaitu sebesar 65,25 termasuk ke dalam kategori cukup dengan nilai N-Gain sebesar 0,49 termasuk ke dalam kategori sedang.Hasil analisis data statistik menggunakan aplikasi SPSS v.21 menunjukkan bahwa data hasil penelitian kelas eksperimen tidak berdistribusi normal sehingga uji statistik selanjutnya digunakan uji Mann-Whitney Udengan nilai taraf signifikan sebesar 0,05.Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai Sig (2-tailed)0,00<0,005 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan atara hasil belajar kognitif peserta didik di kelas eksperimen dan kelas kontrol.Berdasarkan hasil analisis data tersebut maka disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik
Terorisme di Bima : Kajian Perubahan Perilaku Individu Biasa Menjadi Teroris Adilansyah Adilansyah; Aini Annisya; Adi Hidayat Argubi
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.47 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.378

Abstract

Penelitian dengan judul Terorisme Di Bima : Kajian Perubahan Perilaku Individu Biasa Menjadi Teroris ini diharapkan dapat menghasilkan sebuah produk berupa informasi bagaimana perubahan perilaku individu biasa menjadi terorisme di Kota Bima sebagai dasar kebijakan penanganan teroris di Kota Bima. Tujuan penelitian yaitu 1). Ingin mengetahui bagaimana informasi mengenai terorisme dan  radikalisme di Bima ; 2). Ingin mengkaji bagaimana perubahan perilaku individu biasa menjadi teroris dan radikal di Bima.  Hasil penelitian diharapkan menjadi input bagi penanganan terorisme serta dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan. penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Sumber data primer diperoleh dari kuesioner, wawancara dan pengamatan langsung di lapangan. Sumber data primer dan sekunder juga diperoleh dari beberapa pihak terkait seperti data yang dimiliki oleh BNPT NTB terkait aktivitas terorisme di Kota Bima, Kepolisian, Bakesbanglinmas, Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan serta masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini selain menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dan Focus Group Discussion (FGD), juga menggunakan metode Rapid Rural Apprasial (RRA),  Indept Interview, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data Analisis menggunakan perpaduan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa proses menjadi teroris dimulai pada tahapan perubahan perilaku. Pada tahapan kedua mulai muncul semangat untuk mencari musuh dan melawan pihak (kambing hitam) yang dianggap melakukan ketidakadilan terhadap kelompok sendiri. Tahapan ketiga terjadi proses pengolahan ideologi untuk melakukan perlawanan terhadap pihak-pihak yang telah membuat ketidakadilan terhadap kelompok. Tahap keempat yaitu aktifitas yang dilakukan dalam bentuk melihat dunia sebagai hal yang hitam dan putih. Tahap kelima terjadi proses polarisasi kelompok kawan dan lawan. Dan pada tahap terakhir seseorang mulai terlibat dalam aksi terorisme karena doktrin yang ditanamkan kelompok begitu sudah masuk dan susah untuk diluruskan kembali. Pada tahapan pemikiran yang seperti ini anggota kelompok mudah sekali untuk tunduk pada kata-kata guru dan pemimpin mereka bahkan untuk melakukan hal dalam bentuk teror sekalipun
Peningkatan Model Pembelajaran Langsung berbantuan Prototype Benda Langit Terhadap Hasil Belajar Siswa Tuna Netra Fitria Sarnita; Andy Eddy
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.002 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.451

Abstract

Tujuan penelitian ini melihat sejauh mana pengaruh model pembelajaran langsung (Direct Intruction)  berbantuan Prototype benda langit terhadap hasil belajar siswa tuna netra pada materi tata surya di SLBN Kota Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R& D dengan desain penelitian pretest post test control group design yang dilakukan di SLBN Kota Bima. Hasil analisis data akumulasi hasil belajar fisika siswa tuna netra pada materi tata surya dengan data Pretest 0,38% dan posttest 0,95% dapat disimpulkan bahwa Peningkatan Hasil Belajar siswa Tuna Netra model  pembelajaran  langsung  (Direct  Intruction)  dengan Alat penunjang Prototype Benda Langit  pada materi Tata surya relatif meningkat
Pengaruh Metode Hermeneutikdalam Penguasaan Figuratif Terhadap Kemampuan Mengapresiasi Puisi Pada Peserta Didik MAN 2 Mataram Tahun Pelajaran 2017/2018 Sukran Makmun; Rabiyatul Adawiyah
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.158 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.442

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode hermeneutik dalam penguasaan bahasa figuratif terhadap kemampuan mengapresiasi puisi pada peserta didik di MAN 2 Mataram Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode tes. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas X Mia sebanyak 30 peserta didik di MAN 2 Mataram. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel bertujuan atau purposive sample. Analisis data menggunakan rumus t = tes dapat diketahui angka pengaruh metode hermeneutik dalam penguasaan bahasa figuratif. Hasil penelitian dengan taraf signifikan 5% dengan t hitung adalah 3.17 dan t tabel sebesar 1,782. Ini menunjukkan bahwa nilai  t hitung (3.17)>nilai t tabel (1,782) sehingga ada pengaruh  metode hermeneutik dalam penguasaan bahasa figuratif terhadap kemampuan mengapresiasi puisi pada peserta didik MAN 2 Mataram. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima.
Korelasi Antara Peran BK Dengan Optimalisasi Potensi Siswa Untuk Menghadapi Tuntutan Perubahan Lingkungan Di SMA Negeri 1 Jonggat H Amin
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.785 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.403

Abstract

Kehidupan modern sekarang ini penuh dengan permasalahan yang cenderung membuat kebanyakan orang yang mengalaminya sering lepas kontrol, frustrasi dan hilang arah. Berbagai kesenjangan, harapan-harapan, dan persaingan membuat orang tidak tahu apa, mengapa, dan bagaimana seharusnya mendapatkan solusi dari berbagai penyebab permasalahan yang menimpanya. Hal ini bukan saja menghambat potensi diri tetapi membuat orang yang mengalaminya melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan tuntutan masyarakat modern. Permasalahan di atas terjadi pada hampir semua setting kehidupan, termasuk di sekolah. Kenakalan remaja, perkelahian antar pelajar, merosotnya minat belajar dan sebagainya merupakan indikasi dari banyaknya permasalahan yang terjadi di sekolah. Sementara itu, peningkatan kualitas SDM merupakan prasyarat mutlak dalam pembangunan bangsa. Penyelenggaraan pendidikan yang selaras dengan tuntutan kebutuhan akan membuat bangsa tersebut mampu menjadi pemenang di arena persaingan global. Sebaliknya, bangsa akan dengan mudah terseret dan terpinggirkan jika pendidikannya tak mampu mencetak SDM yang sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan ranah ketrampilan (skill), pengetahuan (knowledge), dan sikap (attitude) peserta didik yang terintegrasi sangat menuntut kreativitas para guru dan sistem pendidikan yang menunjang. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) telah membuka kesempatan yang luas bagi guru bimbingan dan konseling untuk dapat mengembangkan daya nalar dan kreativitasnya dalam menciptakan proses belajar mengajar yang optimum. Tentu saja semua permasalahan di atas harus ditangani secara tepat dan memerlukan pengelolaan yang efektif , diberikan dalam corak dan nuansa yang sensitif, antisipatif, serta responsif. Dengan demikian peserta didik dapat mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki. Untuk itulah pemerintah memandang perlu adanya komponen pelayanan khusus yang menangani permasalahan yang dapat menghambat pengembangan diri peserta didik, yaitu komponen pelayanan Bimbingan dan Konseling. Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah merupakan usaha membantu peserta didik dalam mengembangkan kehidupan pribadi, sosial, belajar serta perencanaan dan pengembangan karier. Pelayanan diberikan dalam bentuk individu maupun kelompok agar peserta didik mampu mandiri dan berkembang secara optimal melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma yang berlaku. Kemampuan guru Bimbingan dan Konseling dalam memahami, memaknai dan mengembangkan program akan sangat menentukan kualitas siswa. Untuk itu, diperlukan guru Bimbingan dan Konseling yang memiliki kompetensi yang mumpuni di bidang pencarian informasi (information seeking), orientasi pada hasil (achievement orientation), daya dobrak atau inovasi (breakthrough), komunikasi (communication skills), kerjasama (teamwork) dan bidang.
Efektifitas Penggunaan Modul Multipel Representasi Berbasis Inkuiri Pada Materi Laju Reaksi Terhadap Pemahaman Konsep Calon Guru Kimia Pahriah Pahriah; Hendrawani Hendrawani
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.682 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.435

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas penggunaan modul multipel representasi berbasis inkuiri pada materi laju reaksi terhadap pemahaman konsep calon guru kimia. Metode penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa yang menempuh mata kuliah kimia umum yaitu semester satu. Teknik pengumpulan data dengan angket, lembar observasi, dan tes pemahaman konsep. Teknik analisis data menggunakan One Group Pretest Posttest Design kemudian diuji menggunakan uji t-test (paired samples t-test) dan dihitung dengan N-gain ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keefektifan modul pembelajaran pada pemahaman konsep sebesar 0,91 dikategorikan tinggi dengan hasil signifikansi sebesar p = 0,000. Data tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum penerapan modul pembelajaran dengan setelah diterapkan modul pembelajaran.Berdasarkan perolehan rata-rata nilai pretes 17,14 dan nilai postes 74,42 disimpulkan pemahaman konsep mahasiswa meningkat dari sebelum penerapan modul pembelajaran dengan setelah penerapan modul pembelajaran
Upaya Menurunkan Kadar Logam Tembaga (Cu) Pada Limbah Kerajinan Perakdi Lombok Tengah dengan Memanfaatkan Karbon Baggase Teraktivasi Dahlia Rosma Indah; Safnowandi Safnowandi
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.501 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.393

Abstract

Kadar logam tembaga pada limbah kerajinan perak dapat menyebabkan gangguankesehatan pada manusia dan mencemari lingkungan sekitar. Salahsatucarapengolahanairlimbah yaitudengan teknikadsorpsi menggunakankarbon baggase teraktivasi. Langkah pertama yaitu menentukan terlebih dahulu kadar logam tembaga pada limbah kerajinan perak di Desa Ungga, Lombok Tengah. Selanjutnya air limbah tersebut dikontakkan dengan karbon baggase teraktivasi. Pembuatan karbon bagasse teraktivasi terdiri dari 3 tahap yaitu pertama dehidrasi dengan pembakaran bagasse hingga berubah menjadi karbon, kedua karbonasi yaitu pemanasan suhu 500ºC, hasil karbon diayak 100-200 mesh dan ketiga, aktivasi yaitu dengan merendam 50 gram karbon dalam 500 mL NaOH 15% selama 12 jam. Setelah itu karbon dikeringkan pada suhu 110ºC dan terakhir dipanaskan pada suhu 500ºC selama 1 jam. Karbon bagasse yang telah dibuat dimasukkan ke 25 mL sampel air limbah dengan massa adsorben 2 gram. Sampel kemudian diaduk pada variasi waktu kontak 30, 60, 90, 120 dan 150 menit dengan kecepatan 180 rpm menggunakan systembatch. Waktu  kontak dan konsentrasi optimum tersebut yang digunakan untuk menghitung efisiensi penurunan kadar logam tembaga yaitu dengan menghitung selisih kadar logam logam tembaga sebelum diadsorpsi dan setelah diadsorpsi menggunakan karbon baggase teraktivasi. Konsentrasi semua logam Cu (II) dianalisis menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA).Dari penelitian didapatkan bahwa kadar logam tembaga pada sampel yaitu 14,5710 ppm. Waktu kontak optimum pada adsorpsi logam tembaga yaitu pada waktu kontak 120 menit yang menghasilkan efisiensi adsorpsi optimum pada logam besi yaitu 84,88 %
Revitalisasi Kearifan Lokal Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Pelajar Kota Bima Junaidin Junaidin; Hadi Santoso; Adi Hidayat Argubi
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.477 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.426

Abstract

Penelitian dengan judul “Revitalisasi Kearifan Lokal Dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Di Kalangan Pelajar Kota Bima” ini memiliki tujuan, yaitu mengetahui bentuk revitalisasi kearifan lokal dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar Kota Bima serta mengkaji langkah strategis implementasi revitalisasi kearifan lokal dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar Kota Bima. Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, penelitian ini mengunakan metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan partisipatif. Penelitian ini dilakukan di Kota Bima dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi partisipatif, wawancara tak terstruktur dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi) dengan pendekatan menggunakan analisis FGD, RRA,  PRA dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan oleh SMK Negeri 1 Kota Bima dan SMP Negeri 13 Kota Bima dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, yaitu pertama ”mbolo weki” dan ”mbolo rasa” dan kedua majelis taqlim. Revitalisasi nilai kearifan lokal inilah yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak terutama pihak sekolah untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Pihak sekolah dapat berperan sebagai fasilitator untuk menghubungkan diri dengan orang tua siswa dan masyarakat untuk bersama-sama menjadikan narkoba sebagai musuh bersama. Selain itu, peran sekolah dalam hal ini adalah dengan mendesain kurikulum yang dapat menfasilitasi siswa agar terlibat aktif dalam kegiatan majelis taqlim yang ada di lingkungan masyarakatnya. Kurikulum yang didesain dapat didesain integral dan terpadu sehingga dapat berjalan selaras antara kurikulum sekolah dengan majelis taqlim yang ada di lingkungan masyarakat menjadi satu kesatuan utuh kegiatan pembelajaran yang harus diikuti oleh siswa.
Implementasi Problem Based learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Hasil Belajar Siswa Aminullah Aminullah
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.247 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.383

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu permasalahan kehidupan sesuai dengan tuntutan keadaan zaman dan sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah atau soal dalam proses belajar mengajar khususnya matematika. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan carameningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika melalui implementasi metode problem based learning.Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan skenario tindakan menggunakan model Kemmis dan Taggart (1988) yang membagi prosedur penelitian tindakan dalam empat tahap kegiatan pada satu putaran (siklus) yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakandi  kelas IXdengan subyek sebanyak 30 orang siswa. Hasil penelitian ini yaitu: 1) Pembelajaran dengan problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa yang awalnya secara klasikal dengan rata- rata 61,67 dalam kategori sedang menjadi 76,33 dengan kategori tinggi, secara individual yang kategori sangat tinggi awalnya 0% menjadi 10%, kategori tinggi dari 16,67% menjadi 56,67%, kategori sedang dari 60% menjadi 26,67%, dan kategori rendah dari 23,33% menjadi 6,67%. 2) Pembelajaran dengan metode problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan keterlaksanaan pembeljaran pada akhir siklus mencapai 86,67%. 3) Siswa yang lulus KKM pada pembelajaran dengan metode problem based learningsebesar 66,67% dengan rata- rata siswa 76,33 dari 30 siswa dengan target KKM tercapai 75 dan yang tuntas 66,67% atau 20 dari 30 siswa
Evaluasi Mata Kuliah Pendidikan Multimedia Untuk Menghasilkan Tenaga Pengembang Media Pembelajaran Wiwien Kurniawati; Muhtar Ahmad
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.919 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.447

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan oleh peneliti menunjukkan bahwa pembelajaran di jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP), khususnya pada mata kuliah pendidikan multimedia dapat menarik perhatian karena dapat menciptakan atau membuat banyak media pembelajaran sehingga dapat menghasilkan tenaga pengembang media pembelajaran. Mahasiswa juga dapat menyalurkan bakat dan minat yang dimilikinya untuk dijadikan sebagai kemampuan dalam menciptakan media pembelajaran yang dapat digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran. Dalam mata kuliah pendidikan multimedia, mahasiswa dapat langsung mengembangkan keahlian dan keterampilan mereka. Dalam mengevaluasi hasil pembuatan media mahasiswa pada mata kuliah pendidikan multimedia di program studi Teknologi Pendidikan, peneliti menggunakan model evaluatif case study inquiry dan peneliti peneliti menggunakan metode pengumpulan data yang terdiri dari beberapa langkah yaitu: (1) observasi, (angket), dan (Interview). Produk hasil dari pembuatan media mahasiswa program studi Teknologi Pendidikan di IKIP Mataram telah dikategorikan sangat baik dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran, hal ini dapat dilihat  dari kesesuaian antara media yang dibuat sesuai dengan pemanfaatan dan tujuan pembelajaran. sehingga hal ini dapat disimpulkan bahwa mata kuliah pendidikan multimedia dapat menghasilkan tenaga pengembang.

Page 2 of 10 | Total Record : 97


Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue