E-JUPEKhu
JUPPEKhu: Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus is a peer-reviewed, publishes research manuscripts in the field of special education. The Focus and scope of the journals are to: 1) Early Intervention of Children with Special Needs 2) Identification and Assessment of Children with Special Needs 3) Modification of the Curriculum for Children with Special Needs in Inclusive Education Schools 4) Compensatory Education Services 5) Creative Learning 6) Assistive Technology for Children with Special Needs 7)Physical Adaptive for Children with Special Needs
Articles
1,086 Documents
Meningkatkan Kemampuan Mencuci Pakaian melalui Teknik Modeling pada Anak Tunagrahita Sedang Kelas V di SLB N 1 Padang
Mulya Mastri;
Fatmawati Fatmawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.531 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kemampuan mencuci pakaian pada anak tunagrahita sedang di SLB N 1 Padang. Permasalahan yang ditemukan yaitu anak belum mampu melakukan kegiatan menolong diri sendiri dalam mencuci pakaian. Program bina diri dalam mencuci pakaian diberikan dengan tujuan membantu agar anak lebih mandiri. persoalan dikaji dalam penelitian ini adalah apakah teknik modeling dapat meningkatkan kemampuan mencuci pakaian pada anak tunagrahita sedang kelas V di SLB N 1 Padang. Jenis penelitian menggunakan penelitian eksperimen yang berbentuk Single Subject Research (SSR) dengan desain grafik A-B-A. Subjek penelitiannya yaitu seorang anak tunagrahita sedang yang berjenis kelamin laki-laki.. Pengukuran data menggunakan persentase untuk dapat melihat anak mampu melakukan kegiatan mencuci pakaian. pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan langsung dengan menggunakan analisis dalam bentuk penyajian analisis visual dan grafik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik modeling dapat meningkatkan kemampuan mencuci pakaian pada anak tungrahita sedang sesuai dengan analisis data dalam kondisi dan antar kondisi.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENJUMLAHAN BILANGAN PECAHAN SEDERHANA MELALUI MEDIA BATANG CUISENAIRE BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR X (Single Subject Research di Kelas V SD Negeri 18 Koto Luar Padang)
MONA YELISA
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (137.509 KB)
|
DOI: 10.24036/jupe70590.64
Abstrak: Penelitian ini berawal dari ditemukannya seorang anak yang mengalami kesulitan belajar X di kelas V SDN 18 Koto Luar Padang yang memiliki masalah dalam pelajaran matematika khususnya penjumlahan bilangan pecahan sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penjumlahan bilangan pecahan sederhana bagi anak berkesulitan belajar matematika.Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dalam bentuk Single Subject Reasearch (SSR) dengan desain A-B-A. Penilaian penelitian ini adalah seberapa besar kemampuan anak dalam melakukan penjumlahan bilangan pecahan sederhana. Pengamatan dilakukan dengan melihat kondisi baseline sebelum diberikan perlakuan (A1), kemudian pada kondisi intervensi (B) dengan media batang cuisenaire, lalu kemampuan awal anak setelah tidak lagi diberikan perlakuan pada kondisi (A2). Data diperoleh melalui observasi langsung. Hipotesis dalam penelitian ini adalah kemampuan menjumlahkan bilangan pecahan sederhana dapat ditingkatkan melalui media batang cuisenaire bagi anak berkesulitan belajar kelas V SD. Analisis data dalam penelitian ini adalah data visual berupa grafik.Analisis data menunjukkan kemampuan penjumlahan bilangan pecahan sederhana meningkat secara signifikan setelah diberikan perlakuan dengan media batang cuisenaire. Hal ini menunjukkan pada kondisi baseline (A1) kemampuan penjumlahan bilangan pecahan sederhana 0%,. Kondisi intervensi (B) meningkat 16,6 %, dan kemampuan setelah tidak diberi intervensi (A1) 40%. Terbukti dari hasil analisis dalam kondisi dan antar kondisi menunjukkan estimasi kecenderungan arah, kecenderungan kestabilan, jejak data dan tingkat perubahan yang meningkat secara positif, serta overlape pada analisis data kondisi A1 23% dan kondisi A2 27,3%.Kata Kunci: penjumlahan bilangan pecahan sederhana; media batang cuisenaire; anak berkesulitan belajar;
MENINGKATKAN KESEIMBANGAN BERJALAN MELALUI BERMAIN BAKIAK PADA ANAK TUNAGRAHITA SEDANG
Cica Idrus;
Fatmawati Fatmawati;
Markis Yunus
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24036/jupe7640.64
The research was motivated by the problems that researchers found in the field. Identification and assessment of results, the child has a disorder on the balance runs (usually a straight forward way). Thus the researchers help to improve balance through play clogs. This study aims to prove that by playing clogs can improve balance walking (ordinary road straight ahead) in children Tunagrahita is X. Based on the results of this study shows that the ability to walk the balance (usually a straight forward way) children can be improved through the playing of clogs. At baseline conditions in the seven-time observation dilakuakan children can run balanced in two steps, the intervention conditions increased the ability of the child is a child could run balanced as much as 5 steps. This means that hypothesis is accepted for data analysis between the estimated state has a tendency toward (+), the stability trend variable, the trace data and the increased level changes in a positive and overlope data on the condition of the smaller (0%). Means playing clogs can improve walking balance in children is a class trunagrahita DI / CI in SD N stars. 35 (SDLB) North Painan. Of this study is expected to be useful for teachers, parents, researchers use to play next to clogs in improving walking balance in children Tunagrahita is another
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN METODE ABACA-BACA PADA ANAK KESULITAN BELAJAR X DI KELAS 2 SD NEGERI 01 ALANG LAWAS (Single Subject Design)
Meta Nurjanah
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.696 KB)
|
DOI: 10.24036/jupe38430.64
Abstrack: Penelitian ini bertujuan membuktikan metode Abaca-baca dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi anak kesulitan belajar. Subjek penelitian adalah satu orang anak berkesulitan belajar yang duduk di kelas 2 SD. Metode penelitian yang digunakan adalah SSD yaitu metode penelitian yang membandingkan antara kondisi baseline dengan kondisi treatment. Prosedur perekaman data melalui pencatatan kejadian. Teknik analisis data dalam bentuk Visual Analysis of Grafik. Hasil penelitian berdasarkan analisis dalam dan antar kondisi yaitu arah kecenderungannya dan jejak datanya meningkat, serta hasil overlap datanya 10%. Kata kunci: Metode Abaca-baca; Anak Kesulitan Belajar; Kemampuan Membaca Permulaan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA DRUM UNTUK MENINGKATKAN PENGENALAN BILANGAN 1 – 10 BAGI ANAK TUNARUNGU DI SLB SABILUNA PARIAMAN
Silvi - Harmaini
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.576 KB)
|
DOI: 10.24036/jupe7840.64
this study begins with the observation by the author in SLB Sabiluna Pariaman, found that deaf children do not been able to show aims to prove that through the medium of drumcan improve recognition number 1-10 for children with hearing impairment in SLB Sabiluna Pariaman. Subjects with hearing impairment is one person who sits in class D.1B. this type of study is a single subject research method to see the trend graphs that compare the baseline is not given treatment. The procedure of data recording by means of direct observations of media drum providedto children in raising familiar number of 1-10. Data recorded by event recording procedure is to give a check mark(V) at a number that is read correctly. Data analysis of graphs. The results are analyzed include the number of observations at five times thee baseline condition, treatment condition as much as six times and five times the baseline. The result indicate that the drum through the media can increase significantly the introduction of number 1-10. This is evident from the results of the analysis is the tendency to increase. At baseline condition the ability to correctly recognize number 1-3. After being treated by the media drum proven ability to recognize the increasing numbers of children can recognize number 1-10 correctly. So the researcher suggest to the teacher to apply learning with media druma to boost the introduction of number 1-10 for number 1-10 for further learning.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT PALAI BILIH MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA ANAK TUNARUNGU KELAS D.V DI SDLB N 20 NANBALIMO)
Wartini -
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.148 KB)
|
DOI: 10.24036/jupe72020.64
Abstract. The purpose of this research are:1) Improve the implementation of the process of learning the skills to make palai bilih through demonstration method for deaf children in the DV class SDLB No. 20 Nan Balimo Solok. 2) Prove that the method can improve the skills demonstration make palai bilih DV class of deaf children in SDLB No. 20 Nan Balimo Solok. This type of research is classroom action research, conducted in the form of collaboration with colleagues. Subject three children with hearing impairment DV class and one teacher. Data obtained through observation, testing. Then analyzed qualitatively and quantitatively. The results showed that 1) the learning process makes palai bilih using the demonstration carried out by two cycles. Cycle I and II with four meetings. Each cycle begins with the planning, implementation (initial activities, core and end), observation, analysis and reflection. 2) The results of the study by using demonstration method in making palai bilih increased. It can be seen from the data before the action children's ability to perform 18 steps to make palai bilih namely: SI (38.9%), RA is a (47.2%) and BP (52.8%). Whereas at the end of the first cycle SI capability increased to (66.7%) and RA (69.4%) and TD (75%). After the second cycle SI capability increased to (94.4%) and RA (97.2%) and TD became (100%). It can be concluded that these three children have increased ability to make Palai bilih after being given intensive method of demonstration to the class of deaf children in SDLB DV 20 Nanbalimo Solok. It is suggested to teachers the skills to be able to use the demonstration method in teaching other skills. Kata kunci: Palai Bilih; Metode Demonstrasi; Anak Tunagrahita Ringan
EFEKTIFITAS METODE GILLINGHAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KESULITAN BELAJAR KELAS III SD N 01 LIMAU MANIS PADANG
A Rahim Kurniawan Anwar
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.256 KB)
|
DOI: 10.24036/jupe38660.64
Abstract: This research is motivated by problems in a child's learning difficulties in SDN 01 Class III Sweet Lemons who have difficulty in reading the beginning so that even if the child is in class III he was not able to read well. Under these conditions, the researchers want to prove that the use of Gillingham method can boost children's reading skills beginning in third grade learning difficulties in SDN 01 Limau Manis. This study uses a Single Subject Research approach, with desian A –B- A and data analysis techniques using visual analysis chart. fungtions this study indicate that Gillingham method is able to improve the reading skills of learning difficulties for children beginning Grade III Sweet SDN 01 Limau Manis Padang Kata Kuci :Kesulitan Belajar ; kemampuan ; Membaca ; Gillingham
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN 1 SAMPAI 10 MELALUI METODE VAKT BAGI ANAK TUNAGRAHITA SEDANG
Zulkifli Zulkifli;
Fatmawati Fatmawati;
Tarmansyah Tarmansyah
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (179.849 KB)
|
DOI: 10.24036/jupe11610.64
Children's mental retardation moderate grade IV had difficulty in recognizing numbers. The perceived difficulty of teachers, providing guidance not optimal, media less have variation, while VAKT method has never been used in learning. The purpose of this study the ability of the child to know that numbers 1 to 10 increased. The study was designed using classroom action research methodology. Data obtained through the introduction of number child observation and tests. The results of the cycle I and II that VAKT method can increase the ability of mental retardation moderate in children recognize numbers.
Meningkatkan Keterampilan membuat Piring Anyaman Lidi melalui Strategi Joyful Learning bagi Anak Tunagrahita Ringan
Fatimah Azzahra;
Yarmis Hasan
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.18 KB)
The purpose of this research to find out joyful learning strategies in improving the skill of making woven sticks plate for Mild Intellectually Disabled. The research method use is classroom action research, carried out in the form of collaboration with classroom teachers. Besides the class teacher, student were also include in this study. Student involved in this study amounted two tenth grade mild intellectually disabled children. This research was conducted in two cycles. In the first cycle, observations were made regarding the learning process and the learning outcomes of making woven sticks plate with joyful learning strategies. In the second cycle, observations were made the skills to make woven sticks plate were emphasized in steps students had not mastered. The results of the first cycle students get an average of 70% and 65%. The results of the second cycle students get an average of 87,5% and 84%.
EFEKTIVITAS PERMAINAN ENGKLEK UNTUK MENGENALKAN KONSEP HURUF VOKAL BAGI ANAK BERKESULITAN BELAJAR
Dian Febriani
Jurnal Penelitian Pendidikan Khusus Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.441 KB)
|
DOI: 10.24036/jupe43470.64
Abstrack :Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ada dilapangan yaitu seorang anak kesulitan belajar membaca kelas II SDN 01 Alang Laweh Padang yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan yaitu mengenal huruf vokal [a][i][u][e][o]. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk membuktikan keefektifan permainan engklek untuk mengenalkan konsep huruf vokal bagi anak berkesulitan belajar kelas II SDN 01 Alang Laweh Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan Single Subject Research dengan desain A-B-A. Kondisi baseline (A1) yaitu kemampuan awal anak dalam mengenal huruf vokal sebelum diberikan perlakuan, kondisi intervensi (B) yaitu kondisi dimana anak diberikan perlakuan dengan permainan engklek, sedangkan kondisi baseline (A2) yaitu kemampuan anak setelah tidak diberikan perlakuan lagi. Target behavior dalam penelitian ini adalah anak mampu dalam mengenal huruf vokal dengan benar yang diukur dengan persentase. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis visual grafik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan engklek efektif dalam mengenal huruf vokal bagi anak kesulitan belajar. Panjang kondisi baseline (A1) sebanyak enam kali, kondisi intervensi (B) sebanyak 12 kali, dan kondisi baseline (A2) sebanyak enam kali. Analisis dalam kondisi level perubahan kemampuan mengenal huruf vokal pada kondisi baseline (A1) meningkat (+20%), kondisi intervensi (B) meningkat (+80%), dan kondisi baseline (A2) meningkat (+20%). Pada analisis antar kondisi dengan jumlah variabel yang dianalisis satu variabel yaitu kemampuan mengenal huruf vokal, dengan level perubahan pada kondisi B/A1 +20%, dan B/A2 +80% artinya bahwa persentase kemampuan anak dalam mengenal huruf vokal meningkat. Persentase overlape pada kondisi baseline (A1) dengan kondisi intervensi sebesar 0%, dan pada kondisi baseline setelah intervensi (A2) dengan kondisi intervensi sebesar 30%. Dengan demikian terbukti bahwa hipotesis diterima, berarti permainan engklek efektif dalam mengenalkan huruf vokal bagi anak kesulitan membaca kelas II di SDN 01 Alang Laweh Padang. Kata-kata kunci : Anak Berkesulitan Belajar, Konsep Huruf Vokal, Permainan Engklek