cover
Contact Name
Anderson Aloanis
Contact Email
andersonaloanis@unima.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fullerenejournal@unima.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Fullerene Journal of Chemistry
ISSN : 25981269     EISSN : 25985868     DOI : -
Core Subject : Science,
Fullerene Journal Of Chemistry is an chemistry indonesian journal presented by chemistry department, State University of Manado.
Arjuna Subject : -
Articles 160 Documents
Aplikasi Metode Titrasi Iodometri Untuk Determinasi Kadar Vitamin C Pada Jambu (Myrtaceae Family Muhammad Abdurrahman Munir; Nur Syafitri; Veriani Aprilia; Emelda Emelda
Jurnal Kimia Fullerene Vol 8 No 2 (2023): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v8i2.492

Abstract

Vitamin merupakan senyawa penting di dalam makanan walaupun kandungan yang terdapat di dalam makanan tersebut sedikit, hal ini disebabkan vitamin memiliki peranan vital di dalam tubuh manusia. Vitamin dapat dikelompokan dalam 2 golongan yaitu vitamin yang larut di dalam lemak yaitu A, D, E, F dan K, sedangkan untuk vitamin yang larut dalam air diantaranya adalah vitamin C dan vitamin B. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan sekunder yang bekerja dengan cara menangkap senyawa radikal bebas. Kandungan vitamin C mudah ditemukan di dalam sayur-sayuran dan buah-buahan. Salah satu buah-buahan yang mengandungi vitamin C adalah buah jambu (Myrtaceae family). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kadar vitamin C yang terkandung dalam beberapa jenis buah jambu (Myrtaceae family). Metode yang digunakan adalah metode titrasi iodometri. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif-kualitatif eksperimental laboratorium. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu jambu biji merah (Psidium guajava L.), jambu kristal (Psidium guajava, L.), dan jambu air merah (Syzygium aqueum). Penelitian diawali pembuatan iodium 0,05 N, pembakuan iodium, kemudian pembuatan indikator amilum 3%. Selanjutnya penetapan kadar vitamin C pada sampel jambu menggunakan metode titrasi iodometri. Rata-rata kadar sampel jambu biji merah, jambu kristal, dan jambu air merah 2,42 mg/100 gram.
Pengaruh Penambahan FAME Terhadap Parameter CCR (Condradson Carbon Residu) Dan Sulfur Content Pada Produk Biosolar Komis komis; Dwi Fitri Yani; Aji Nugraha
Jurnal Kimia Fullerene Vol 8 No 2 (2023): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v8i2.533

Abstract

The increasing number of vehicles in Indonesia causes the need for energy to increase. This situation has an impact on the decreasing availability of fuel oil. Currently, the Government of Indonesia has stipulated in the Regulation of the Minister of Energy and Mineral Resources No. 12 of 2015 the use of FAME mixed fuel by 30% in diesel products (B30). But it does not rule out the possibility that Indonesia will increase the content of FAME. So this study aims to determine the effect of adding FAME to Biosolar products on CCR and Sulfur Content parameters. The methods used are CCR (condradson carbon residue) analysis using ASTM D-189 and Sulfur Content Analysis using ASTM D-4294. The results showed that the higher the FAME, the higher the residual carbon value and the results for B0, B30, B35, and B40 were 0.0257; 0.039; 0.063; 0.0787%. While the value of sulfur content is decreasing where the more FAME is added to biodiesel products, the sulfur content in these products decreases in B0, B30, B35, and B40, namely 0.181; 0.114; 0.104; 0.096%.
Studi Senyawa Metabolit Sekunder Dari Fraksi Etil Asetat Daun Pare Hutan (Momordica balsamina L.) claudia christy senduk; Rymond Rumampuk; Ardi Kapahang; Emma Pongoh
Jurnal Kimia Fullerene Vol 8 No 2 (2023): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v8i2.562

Abstract

Daun pare hutan (Momordica balsamina L) merupakan tanaman asli wilayah yang beriklim tropis yang tumbuh liar dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat herbal. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari, senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam fraksi etil asetat daun pare hutan (momordica balsamina L.), dengan cara di isolasi dan di identifikasi. Proses isolasi dilakukan menggunakan metode maserasi, untuk pemisahan dan pemurnian senyawa menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Kromatografi Kolom Gravitasi sehingga diperoleh isolat (F1.6.1) dengan berat sampel 1,4 mg. Identifikasi senyawa mengunakan Nuclear Magnetic Resonance Proton (1H-NMR) dan Nuclear Magnetic Resonance Carbon (13C-NMR). Hasil identifikasi isolat ditentukan sebagai suatu senyawa carbinol dengan usulan nama struktur 2,2,3,3-tetramethylcyclohexane-1,1-diol dengan rumus molekul C10H18O2.
"Optimasi Absorpsi Ion Logam Zn Menggunakan Arang Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Sebagai Absorben" hesky julio koloay; Abdon Saiya; Soenandar Tengker
Jurnal Kimia Fullerene Vol 8 No 2 (2023): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v8i2.566

Abstract

Tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes) sebagian besar tersusun dari selulosa dimana selulosa yang terdapat dalam eceng gondok ini yang menjadi situs aktif dalam proses penyerapan ion logam. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi terhadap absorpsi ion logam Zn dengan menggunakan arang daun eceng gondok. Arang eceng gondok dikontakkan pada larutan seng dengan menggunakan parameter waktu kontak dan pH kemudian diukur nilai absorpsinya dengan spektrofotometer serapan atom. Dari data yang diperoleh, waktu kontak optimum terjadi pada 60 menit dengan nilai absorpsi 1,91 ppm. Untuk pH optimum dari penyerapan ion logam seng terjadi pada pH 6 dengan konsentrasi ion logam yang terserap sebesar 93,062 ppm.
Synthesis of Diazo Quinolinone Stefan Marco Rumengan; Khoirotul Ummah; Robby Gus Mahardika; Ana Mardliyah; Mariam Ulfah; Ajeng Triane Syawila
Jurnal Kimia Fullerene Vol 8 No 2 (2023): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v8i2.600

Abstract

Quinolones are important heterocyclic compounds in medicine and materials for DSSC or OLED. This study aims to make a quinolinone framework that has several functional groups. These functional groups can be coupled with various other heterocyclic compounds. The synthesis of the target compound consists of forming a quinolinone framework using phenyldiamine and ethyl aceto acetate via the Penchmann reaction then iodination using ICl. The Penchmann reaction succeeded in forming a quinolinone framework as indicated by shown a proton signal at 11.22 ppm. The iodination reaction was successfully carried out by adding iodo to the benzene ring and the appearance peak of (M+H) m/z was 300.9839 on mass spectroscopy. The compound 7-amino-8-iodo-4-methyl-2-quinolinone (compound 2) has been successfully synthesized. Compound 2 has 3 functional groups (amine, iodo and alkene) that can be used for coupling with the other heterocycles.
Pengaruh Katalis Terhadap Rendemen Reaksi Transesterifikasi Br Tarigan, Romi Yana Widiawati; Gugule, Sanusi; Tuerah, Jeanne Maria; Maanari, Chaleb
Jurnal Kimia Fullerene Vol 8 No 2 (2023): Fullerene Journal of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v8i2.494

Abstract

Research has been carried out on the effect of a catalyst on the yield of transesterification reactions. Pure coconut oil is made mechanically without heating using fresh coconut meat or what is called non-copra, followed by a base-catalyzed transesterification reaction using KOH and NaOH. The purpose of this study was to determine the effect of the catalyst on the yield of the transesterification reaction. The results of the reaction were analyzed by determining the physico-chemical properties and analysis of Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-SM). The results showed that the average reaction yield with KOH catalyst was 74.3% and 70% NaOH catalyst. The most dominant GC-SM identification results were ethyl caproate 4.12%, ethyl capricate 4.99%, ethyl laurate 54.97%, ethyl myristate 18.49%, ethyl palmitate 8.13%, 9.12 octadecatrin-1-ol 5.24% and ethyl strearate 2.28%.
Degradasi Zat Warna Congo Red Menggunakan Komposit TiO2 Termodifikasi Bentonit-Alginat Paramitha, Sylvia; Riyani, Kapti; Setyaningtyas, Tien
Jurnal Kimia Fullerene Vol 9 No 2 (2024): Fullerene Journal Of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v9i2.705

Abstract

Congo red is a synthetic dye whose waste needs to be minimized using a photodegradation method with bentonite-alginate-modified TiO2 composite as a photocatalyst. This research aims to determine the characteristics of bentonite-alginate modified TiO2 composite and its effect as a photocatalyst in the degradation of congo red. The bentonite-alginate modified TiO2 composite has a characteristic band gap energy of 3.07 eV with TiO2 diffraction peaks in the anatase, bentonite, and semi-crystalline alginate phases with irregular sphere-like morphology. Bentonite-alginate modified TiO2 composite showed the best activity at pH 7 for 3 hours of irradiation with a TiO2-bentonite mass ratio of 2:4 which showed a degradation percentage of 38.86% in UV light and 44.95% in visible light.
Penetapan Kadar Logam Berat Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) pada Ikan Kakap Putih, Ikan Kerapu dan Ikan Tigawaja di Perairan Kota Pekalongan Suryani, Irma; Nur, Achmad Vandian; Rahmasari, Khusna Santika; Wirasti, Wirasti
Jurnal Kimia Fullerene Vol 9 No 2 (2024): Fullerene Journal Of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v9i2.694

Abstract

Kota Pekalongan adalah daerah industri batik yang limbahnya mengandung logam berat berakibat tercemarnya perairan. Pencemaran dapat mempengaruhi kualitas air serta diserap oleh biota perairan sehingga membuat hasil tangkapan ikan tercemar, sehingga jika dikonsumsi oleh manusia menyebabkan toksisitas. Logam kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) bersifat karsinogenik, memberikan efek genotoksik, sitotoksik, kerusakan pada paru-paru, ginjal, hati, sistem saraf dan darah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan kadar logam berat kadmium (Cd) dan timbal (Pb) pada ikan kakap putih, ikan kerapu dan ikan tigawaja di Perairan Kota Pekalongan. Metode dalam penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan instrumen AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar kadmium (Cd) dalam ikan kakap putih sebesar 0,17 mg/Kg, ikan kerapu sebesar 0,22 mg/Kg dan ikan tigawaja sebesar 0,19 mg/Kg. Kandungan kadar timbal (Pb) pada ikan kakap putih, ikan kerapu dan ikan tigawaja secara berurutan sebesar 1,64 mg/Kg, 2,63 mg/Kg dan 1,35 mg/Kg. Ketiga sampel kadar kadmiumnya melebihi batas ambang yang ditetapkan oleh BPOM No. 5 Tahun 2018 sebesar 0,10 mg/Kg. Kadar timbal dalam ketiga sampel melebihi batas ambang yang ditetapkan oleh BPOM No. 9 Tahun 2022 sebesar 0,3 mg/Kg.
Impact of different heating duration on water content in ore samples: analysis, regression insights, and implications for sustainable energy sources Utami, Hermin Hardyanti; Nensi, Ariskawati; Pratiwi, Hermin Lutfiah Mita
Jurnal Kimia Fullerene Vol 9 No 2 (2024): Fullerene Journal Of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v9i2.693

Abstract

This study investigates the impact of heating duration on the water content of five different ore samples (ore_A, ore_B, ore_C, ore_D, ore_E) using a systematic experimental approach and advanced data analysis techniques. The ore samples were homogenized and subjected to heating at 105°C for durations of 2, 4, 6, and 8 hours. Water content was determined gravimetrically, with the data showing that water content generally increased with heating time. For example, ore_A's water content rose from 22.00% ± 7.94 after 2 hours to 40.00% ± 7.94 after 8 hours, while ore_B's water content increased from 6.50% ± 10.54 to 29.00% ± 10.54 over the same period. Statistical analyses, including Shapiro-Wilk normality tests, ANOVA (F-statistic = 4.706, p-value = 0.0116), and Tukey's HSD post-hoc tests, revealed significant differences in water content among certain ore samples. Linear regression analysis showed a strong relationship between heating duration and water content, with R-squared values ranging from 0.83 (ore_A) to 0.99 (ore_D), confirming the robustness of the model. These findings provide valuable insights into the thermal properties of ores, with implications for optimizing processing conditions in ore treatment.
Pengaruh Ekstraksi Bertingkat Terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) Fitriyani, Nisa; Haresmita, Perdana Priya; Wardani, Arief Kusuma; Rawar, Ellsya Angeline
Jurnal Kimia Fullerene Vol 9 No 2 (2024): Fullerene Journal Of Chemistry
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37033/fjc.v9i2.652

Abstract

Binahong ( Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan tumbuhan yang memiliki banyak khasiat dan sering digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satu kandungan senyawa yang terdapat dalam daun binahong adalah flavonoid yang berfungsi sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstraksi maserasi bertingkat terhadap kadar total flavonoid ekstrak binahong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental. Daun binahong di ekstraksi secara maserasi bertingkat dengan menggunakan pelarut yang memiliki kepolaran berbeda. Pelarut yang digunakan terdiri atas pelarut n-heksana (nonpolar), etil asetat (semi polar), dan etanol 96% (polar). Analisis kualitatif pada penelitian ini menggunakan uji tabung dan analisis kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 417,5 nm dengan pembanding standar rutin. Hasil analisis kualitatif ekstrak n-heksan, ekstrak etil asetat, dan ekstrak etanol 96% mengandung flavonoid positif. Berdasarkan pengujian kuantitatif diperoleh kadar flavonoid total ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% berturut-turut yakni sebesar 2,3102%; 3,6124%; dan 1,0264%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan ekstraksi maserasi bertingkat memberikan pengaruh terhadap kadar total flavonoid yang dihasilkan pada masing-masing ekstrak.