cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sukma: Jurnal Pendidikan
Published by Yayasan Sukma
ISSN : 25485105     EISSN : 25979590     DOI : -
Core Subject : Education,
SUKMA: Jurnal Pendidikan is an academic journal bi-annually published in Indonesia. It covers issues related to education in general: teacher, student, school management, curricula, teaching methods, teaching evaluations, education best practices, learning materials, et cetera.
Arjuna Subject : -
Articles 94 Documents
Landasan Filosofis Pendidikan Dalam Perspektif Guru Dardiri, Achmad; Purwastuti, Lusila Andriani; Thontowi, Zulkifli Syauqi
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05204.2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tentang landasan filosofis pendidikan dalam perspektif Guru, yang meliputi landasan ontologis pendidikan, landasan epistemologis pendidikan dan landasan aksiologis pendidikan dalam perspektif guru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan guru senior dan guru yunior, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan guru mengenai landasan ontologis pendidikan yaitu yang menyangkut konsep realitas terdapat perbedaan antara guru senior dan guru yunior. Bagi guru senior realitas difahami sebagai realitas fisik dan non fisik, sedangkan bagi guru yunior realitas bersifat fisik semata. Pandangan tentang manusia sebagai realitas, keduanya sefaham bahwa manusia memiliki aspek fisik-lahiriah dan aspek rohani-batiniah. Pandangan tentang peserta didik keduanya juga sefaham sebagai sosok manusia yang sudah memiliki bakat, dan dapat dikembangkan lewat pendidikan. Pandangan guru mengenai landasan epistemologis pendidikan yaitu yang menyangkut konsep pengetahuan terdapat perbedaan formulasi antara guru senior dan guru yunior. Dalam pandangan guru senior, pengetahuan merupakan kumpulan pengalaman yang dialami seseorang dari orang lain. Sedangkan bagi guru yunior, pengetahuan manusia sifatnya universal dan bersumber tidak hanya dari guru atau sekolah melainkan juga dari sumber lain. Dalam masalah metode pembelajaran keduanya berbeda, namun keduanya sepakat bahwa metode dapat diganti saat proses pembelajaran, disesuaikan dengan kondisi real di kelas. Dalam masalah kebenaran, terdapat perbedaan formulasi. Bagi guru senior, kebenaran sifatnya lentur, fleksibel dan relative, karena melihat realitas di SMAN 3 Yogyakarta warga sekolahnya sangat beragam. Sedangkan dalam pandangan guru yunior, norma yang digunakan untuk menilai benar salahnya sesuatu hal sifatny universal yakni yang dapat diterima oleh semua warga sekolah, karena warga sekolah khususnya peserta didiknya sangat beragam dari latar belakang agama, dan budaya yang berbeda. Dalam hal landasan aksiologis, bagi guru senior, nilai yang dikembangkan di SMAN 3 Yogyakarta adalah nilai prestasi, kesalehan, kemanfaatan, kebersamaan, kepedulian sosial dan demokrasi. Sedangkan bagi guru yunior, nilai dominan yang dikembangkan di SMAN 3 Yogyakarta adalah nilai tanggung jawab, nlai persatuan, dan nilai kreativitas.
Kebijakan Pendidikan Kewirausahaan dalam Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara bagi Generasi Muda Herawati, Susetya
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/04204.2020

Abstract

Kebangkitan Nasional yang dimulai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, berlanjut pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah sebuah kesadaran dari kaum muda terdidik yang bangkit dengan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan tersebut saat ini diisi oleh generasi muda melalui peran sertanya dalam pembangunan. Mencintai negara bangsa dan daerahnya dengam melakukan pembangunan melalui nilai-nilai budaya lokal sebagai wujud dari kesadaran bela negara. Pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu upaya pemuda untuk dapat mengembangkan dirinya sesuai minat, bakat dan potensi untuk menjadi pemuda yang mandiri secara ekonomi. Kesadaran bela negara melalui kewirausahaan dengan mengutamakan nilai -nilai budaya lokal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan konsep Dynamic Governance (thinking ahead, thinking again dan thinking across) yang oleh Ki Hadjar Dewantara direpresentasikan dalam berkarya yang produktif melalui cara Niteni, Niroke dan Nambahi. Keberhasilan Pendidikan kewirausahaan sebagai bagian dari belanegara merupakan perwujudan dari sila ke lima Pancasila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita Tahu, Kita Siaga, Kita Belajar Putra, Muchlisan
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05101.2021

Abstract

Artikel yang berjudul “Kita Tahu, Kita Siaga, Kita belajar” ini ditulis bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan guru, siswa, dan masyarakat terhadap penyebaran virus covid-19 di kalangan Sekolah Sukma Bangsa Pidie dan masyarakat Pidie pada umumnya. Metode yang diterapkan untuk pengelolaan risiko bencana adalah sistem pembelajaran jarak jauh dengan penerapan metode society, family and friendly. Metode ini dilaksanakan di SMA Sukma Bangsa Pidie untuk melindungi siswa dari virus dan memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung dengan aman dan murah. Setiap proses pembelajaran diselipkan proses mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di dalamnya. Hasilnya, siswa dapat memahami mayoritas pembelajaran dan belum ada siswa dan masyarakat sekitar SMA Sukma Bangsa Pidie yang terpapar virus covid-19. Siswa mengetahui sistem mitigasi terhadap covid-19, mampu bersiap siaga dalam menghadapi pandemi ini, dan terus belajar untuk keberlanjutan proses pendidikan. Hal itu terlihat dari proses pembelajaran yang dapat berlangsung dengan baik dan siswa mampu mendeskripsikan permasalahan yang dihadapi dan solusi yang ditawarkan.
Role of Supervisors in Improving Islamic Education Teachers’ Professionalism During Covid-19 Pandemic Sinar, Sinar
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05205.2021

Abstract

The quality of teacher teaching focuses on two aspects, namely in terms of process and in terms of results. This study aimed to determine (1) the implementation of learning in the target area of the district Cluwak, Gunungwungkal, Margoyoso and Wedarijaksa in 2020-2021, (2) increasing Islamic Education teachers’ professionalism in the target area of the district. Cluwak, Gunungwungkal, Margoyoso and Wedarijaksa for 2020-2021, and (3) the role of supervisors in increasing the professionalism of Islamic Education teachers during the Covid-19 pandemic. This study was focused on primary education teachers carried out with a supervisory research approach (Action Research). This study used two cycles that contained planning, action, observation, and reflection in each cycle. This study used analytical descriptive research as data processing/analysis.  This study showed that Islamic Education Supervisors and Principals always provide supervision, both through class visits, and in teacher coaching in online KKG forums. The supervision material includes 2 components, namely the development of knowledge about the professionalism of Islamic Education teachers and academic observation materials.
Pendidikan Karakter Dalam Novel Sunset Bersama Rosie Karya Tere Liye: Kajian Sosiologi Sastra Husna, Nurul Fadzilatul
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/04205.2020

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis untuk membenrtuk sebuah karakter generasi selanjutnya. Sastra tidak hanya bertujuan sebagai bacaan yang sekadar dinikmati namun juga berusaha menyampaikan nilai-nilai di dalamnya, juga salah satunya adalah nilai-nilai pendidikan karakter. Pada saat ini telah terjadi penurunan kualitas karakter yang terjadi pada peserta didik di berbagai jenjang pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah menguraikan pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Sunset Bersama Rosie karya Tere Liye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut memiliki dua belas nilai karakter yang dapat digunakan sebagai rujukan pembelajaran sastra.
Relationships Social Environment and Self-Efficacy of Learning Results of Bugis Bridal Processes Sabet, Meli; Atmanto, Dwi; Siregar, Jenny Sista; Wastira, Jarudin
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05102.2021

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between social environment and self-efficacy on learning outcomes of Bugis bridal make-up. Using a quantitative approach with a correlation test. Purposive sampling technique is carried out by taking the subject not based on strata, random or regional but based on the existence of a specific goal, namely by involving 34 students who are following the subject of Bugis bridal make-up. Based on the results of the Pearson correlation test, it was shown that the relationship between social environment variables and learning outcomes of Bugis bridal make-up was obtained as ⍴-Value <Sig. 0.05 means it can be concluded that there is a relationship. The results of the correlation test for variable X2, namely ρ-value 0.247> 0.05, means that there is no significant relationship, while for the correlation test between social-environmental variables on self-efficacy it is obtained ρ-Value 402> Sig. 0.05, it can be concluded that the social environment variable has no significant relationship to the self-efficacy variable. that the social environment variables and self-efficacy together on learning outcomes of Bugis bridal make-up have no significant relationship because of ρ-Value 0.675> Sig. 0.05. This means that the social environment and self-efficacy cannot shape students to improve learning outcomes of Bugis bridal make-up.
Enigma Pluralisme Bangsa: Memposisikan Peran Perguruan Tinggi Islam Lukito, Ratno
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/04101.2020

Abstract

Pluralisme merupakan kosa kata baru bagi orang Indonesia, meskipun pengalaman dalam hal pluralisme ini sudah lama ada. Kosa kata ini semakin menjadi asing di tengah masyarakat, terlebih sejak keluarnya fatwa MUI tahun 2005 yang menolak ide pluralisme keagamaan. Indonesia dengan ribuan pulaunya tentu saja menganut pluralisme karena perbedaan kultur dan nilai budaya yang ada. Pluralistic state adalah sebuah kenyataan. Bagaimana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia menghadapi problem pluralisme ini? Bagaimana pula posisi perguruan tinggi ini di tengah mayoritas umat Islam sebagai penduduk dominan di negeri ini? Dengan orientasi baru sebagai pluralistic university, PTKI mampu merevitalisasi perannya dalam negara Indonesia modern. Hubungan antar unsur civitas academica di dalamnya tidak lagi merefleksikan bentuk relasi atas-bawah melainkan lebih sebagai hubungan sejajar dari berbagai bentuk asosiasi yang beragam. Hanya dengan perspektif pluralistis inilah, kajian-kajian yang dilakukan di dalamnya akan mampu merefleksikan Islam sebagai raḥmah lil-‘ālamīn.
Manajemen Organisasi Pendidikan: Studi tentang Yayasan dan Sekolah Sukma Bangsa di Aceh Moerdijat, Lestari; Supratikno, Hendrawan; S. Ugut, Gracia Shinta; Bashori, Khoiruddin; Pramono, Rudy
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05106.2021

Abstract

Manajemen organisasi dengan learning organization telah terbukti berhasil meningkatkan kapasitas dan perubahan sistem, namun belum begitu banyak penelitian yang memfokuskan diri tentang implementasi learning organization pada organisasi yang baru terbentuk dan membentuk manajemen organisasinya. Penelitian tentang Yayasan dan Sekolah Sukma Bangsa di Aceh ini memfokuskan diri pada hal tersebut. Penelitian konsern dengan 3 hal yaitu learning organization, knowledge creation dan dynamic capability pada sekolah Sukma yang didirikan di Aceh dengan latar belakang konflik dan bencana alam yang terjadi sejak 2000-2004. Penelitian ini menyimpulkan bahwa learning organization (LO) tidak dapat berdiri sendiri. Keberadaannya yang sering terhubung sebagai referensi bagi subyek penelitian ini (baik informan kunci, narasumber dan partisipan aktif) menempatkannya dalam tataran strategis dalam manajemen organisasi. Konsep LO di Yayasan Sukma yang sering ditemukan dalam penelitian adalah sub konsep personal mastery diikuti oleh mental model, system thinking. Kemudian shared vision dan terakhir adalah team learning. Kemudian, pada konsep knowledge creation dalam model socialization externalization collaboration internalization (SECI) yang sering ditemukan adalah sub konsep socialization diikuti oleh eksternalisasi, kombinasi dan terakhir adalah internalisasi. Selanjutnya pada konsep dynamic capabilities (DC) di Yayasan Sukma yang sering diperlihatkan adalah sub konsep transforming  yang diikuti oleh sensing. 
Objek Material dan Objek Formal Pada Lagu Bertema Covid-19 Putri, Indah Wigati; Markhamah, Markhamah
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05103.2021

Abstract

Filsafat merupakan induk dari seluruh ilmu yang memiliki objek material dan objek formal. Lirik sebuah lagu ialah sebagai sebuah bentuk puisi yang disebutkan menjadi karya sastra yang indah yang didalamnya dapat bermanfaat membuat motivasi, hiburan pagi penyanyi maupun pendengarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan dan menjelaskan bentuk dari objek material dan objek formal dalam lagu bertemakan pencegahan COVID-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik simak catat dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini diketahui dalam lagu bertema pencegahan virus corona terdapat bentuk objek material antara lain yang ditemukan bentuk Virus Corona, tangan, hidung, mulut, mata, masker, air, madu, batu, empedu. Objek formalnya dari beberapa objek material yang ada tersebut terdapat beberapa sudut pandang ilmu seperti ilmu kesehatan, ilmu ekonomi, ilmu agama, ilmu biologi, ilmu geografi, ilmu kimia
Madrasah Diniyah dan Pesantren sebagai Penyeimbang Modernitas Nizar, Muhammad
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/04102.2020

Abstract

Pembahasan tentang pendidikan pesantren selalu mengundang diskusi dan bahasan-bahasan yang tidak berkesudahan karena pesantren memiliki magnet tersendiri yang mampu menarik minat masyarakat untuk dipelajari dan dikaji secara berkesinambungan. Kekhasan pesantren sebagai lembaga pendidikan meliputi sistem, manajemen, dan tata kelola lembaga serta model adopsi dan adaptasi yang diterapkan terhadap pendidikan modern. Begitu halnya dengan Madrasah Diniyah, yang umumnya memiliki kurikulum yang tertinggal yang disusun oleh pendirinya. Kedua model lembaga pendidikan ini semakin terabaikan perannya, meskipun keduanya sering dipandang sebagai lembaga pendidikan yang menawarkan nilai lebih dibandingkan dengan lembaga pendidikan lainnya.

Page 6 of 10 | Total Record : 94