cover
Contact Name
Dwi Novi Wulansari
Contact Email
nop_phi13@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
nop_phi13@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
ISSN : 23031409     EISSN : 25028456     DOI : -
Jurnal ini adalah Jurnal online yang berisi karya ilmiah bagi para peneliti Teknik Sipil, sebagai bagian dari publikasi karya ilmiah penelitian.Jurnal ini terbit setiap enam bulan dengan kontent dari berbagai keminatan teknik sipil, antara lain: struktur, keairan, transportasi, geoteknik dan manajemen konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 139 Documents
STUDI HUBUNGAN VOLUME KENDARAAN DENGAN TINGKAT KECELAKAAN PADA JALUR UTAMA KOTA LAMONGAN: STUDI KASUS JALAN JAKSA AGUNG SUPRAPTO Neli Zulfani; Ahmad Ridwan; Nur Indah Mukhoyyaroh
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2026): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i1.8627

Abstract

Jalan Jaksa Agung Suprapto merupakan jalur utama di Kota Lamongan dengan volume lalu lintas yang tinggi, terutama saat musim liburan. Tingginya volume kendaraan di ruas ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara volume kendaraan dan tingkat kecelakaan lalu lintas pada ruas jalan tersebut, serta untuk mengidentifikasi titik-titik rawan kecelakaan (black spot). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi Spearman Rank. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat dan positif antara volume kendaraan dan tingkat kecelakaan dengan nilai koefisien (rs) sebesar 0,8. Semakin tinggi nilai rasio volume terhadap kapasitas jalan (V/C Rasio), maka kecenderungan terjadinya kecelakaan juga meningkat. Segmen jalan dengan V/C Rasio tertinggi yaitu 0,99 tercatat memiliki arus lalu lintas mendekati kapasitas maksimum. Namun demikian, frekuensi kecelakaan tertinggi justru ditemukan pada segmen dengan V/C Rasio sebesar 0,82 yaitu segmen 2.
STUDI LITERATUR : HAMBATAN DAN PELUANG DALAM MANAJEMEN KONSTRUKSI BANGUNAN Reivicca - Auliarachman
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i2.9040

Abstract

Manajemen konstruksi adalah disiplin yang melibatkan perencanaan, koordinasi, dan pengawasan proyek konstruksi dari awal hingga selesai, dengan tujuan memastikan proyek selesai sesuai anggaran, waktu, dan standar kualitas yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan dan peluang dalam manajemen konstruksi bangunan. Melalui studi literatur dan pendekatan naratif, penelitian ini menemukan bahwa teknologi digital, seperti Building Information Modeling (BIM) dan Kecerdasan Buatan (AI), memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di industri ini. Hambatan utama yang dihadapi termasuk pembengkakan biaya dan keterlambatan, yang dapat diatasi dengan manajemen risiko yang efektif, adopsi teknologi canggih, serta peningkatan kolaborasi dan keterampilan tenaga kerja. Penerapan strategi-strategi ini diharapkan dapat mendorong inovasi dan meningkatkan efisiensi sektor konstruksi secara keseluruhan, yang akan berkontribusi pada pertumbuhan dan keberlanjutan di masa depan.
ANALISIS REKAYASA INVERT LEVEL DASAR SALURAN TERHADAP KINERJA HIDROLIS DAN DEVIASI KURVA-S PADA PEKERJAAN PEMASANGAN BOX CULVERT Didimus Dedy; Nur Satria Firmansyah; Fadli Irmansyah; Dwiki Setiawan; Sandi Ardiansyah; David Juanto
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i2.9654

Abstract

Penerapan komponen pracetak kaku seperti Box Culvert pada drainase urban mempercepat konstruksi tetapi rentan terhadap kendala lapangan tak terduga (unforeseen site conditions). Penelitian kuantitatif ini mengkaji rekayasa lapangan dinamis pada Proyek Pembangunan Saluran di Jalan Nusantara X dengan kontrak ketat 90 hari kalender. Masalah muncul pada Minggu ke-4 (M4) berupa genangan air limbah domestik setinggi 24 cm akibat ketidaksesuaian dokumen perencanaan (Detail Engineering Design). Solusi teknis dilakukan melalui perubahan elevasi dasar (invert level) secara radikal dengan memperdalam Manhole PR2 sebesar 23 cm, PR3 sebesar 70 cm, dan PR4 sebesar 80 cm. Evaluasi hidrolis membuktikan rekayasa ini meningkatkan gradien kemiringan efektif hingga +1,30% pada segmen kritis, menghasilkan efek hisap yang menjamin self-cleansing velocity untuk mencegah sedimentasi jangka panjang. Namun, penanganan kendala selama M4 hingga M7 (23,07% durasi kontrak) menghantam fase puncak akselerasi proyek di mana 44,74% bobot rencana dipertaruhkan, memicu varians negatif signifikan pada Kurva-S. Penelitian ini menyimpulkan adanya paradoks teknik di mana pengorbanan jadwal konstruksi jangka pendek akibat hambatan bawah permukaan pada hakikatnya merupakan bentuk investasi struktural jangka panjang (lifecycle investment) yang krusial demi mengamankan keberlanjutan fungsi hidrolis drainase perkotaan.
PENERAPAN CRITICAL PATH METHOD DALAM PENGENDALIAN WAKTU PROYEK KONSTRUKSI TANGGUL PELABUHAN SUNDA KELAPA Samsul Muarif; Denny M. Sundara; Arnoldus J. Cornelis
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i2.9632

Abstract

Proyek konstruksi tanggul Pelabuhan Sunda Kelapa memerlukan manajemen waktu yang efektif untuk menghindari keterlambatan pada struktur pekerjaan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Critical Path Method (CPM) dalam pengendalian waktu proyek serta mengidentifikasi lintasan kritis dan durasi optimal penyelesaian. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengolah data aktivitas dan hubungan ketergantungan melalui metode analisis jaringan kerja (network planning). Analisis dilakukan dengan membandingkan perhitungan manual berbasis hubungan Finish to Start (FS) terhadap hasil perangkat lunak Microsoft Project yang mengombinasikan hubungan FS dan Start to Start (SS). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perhitungan manual secara serial menghasilkan estimasi durasi sebesar 1.078 hari. Namun, melalui penerapan overlapping pekerjaan dengan hubungan SS, durasi proyek dapat dioptimalkan secara signifikan menjadi sekitar 210 hari. Temuan ini menegaskan bahwa struktur hubungan antaraktivitas berpengaruh krusial terhadap total durasi proyek. Selain itu, analisis total float mengidentifikasi bahwa mayoritas aktivitas struktur berada pada lintasan kritis, sehingga memerlukan pengawasan ketat. Kesimpulannya, metode CPM terbukti efektif sebagai instrumen analisis dan pengendalian waktu konstruksi. Keberhasilan efisiensi waktu tidak hanya bergantung pada durasi individu setiap aktivitas, melainkan pada perancangan jaringan kerja yang strategis dan tepat guna.   
PEMODELAN PERSEPSI KEAMANAN PEJALAN KAKI PADA KAWASAN TRANSIT-ORIENTED DEVELOPMENT Manlian R. A. Simanjuntak
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i2.9699

Abstract

Keberhasilan pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD) sangat bergantung pada kualitas koneksi first-mile, khususnya keamanan yang dirasakan (perceived safety) oleh pejalan kaki menuju stasiun. Namun, pemodelan konvensional sering kali gagal menangkap sifat persepsi manusia yang subjektif, bertahap, dan ambigu. Penelitian ini mengusulkan kerangka kerja pemodelan berbasis logika fuzzy untuk mensimulasikan tingkat keamanan pejalan kaki dengan mengintegrasikan variabel lingkungan yang kompleks. Sistem Inferensi Fuzzy (FIS) tipe Mamdani dibangun dengan tiga variabel masukan: kualitas pencahayaan, aktivitas pejalan kaki, dan kecepatan lalu lintas. Model dievaluasi menggunakan simulasi grid terstruktur (1.331 vektor) dan simulasi stokastik Monte Carlo (1.000 sampel) untuk memetakan permukaan respons keamanan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa keamanan pejalan kaki memiliki karakteristik non-linear dengan efek ambang batas (threshold) yang kuat. Kecepatan lalu lintas di atas 50 km/jam ditemukan sebagai faktor pembatal (override) negatif yang secara drastis menurunkan skor keamanan meskipun kondisi lain ideal. Sebaliknya, pencahayaan yang memadai dan aktivitas pejalan kaki yang tinggi berfungsi sebagai faktor penguat yang saling bergantung untuk mencapai skor keamanan tertinggi. Pendekatan fuzzy terbukti efektif dalam merepresentasikan kompleksitas persepsi keamanan dan dapat menjadi alat bantu pengambilan kebijakan dalam perencanaan infrastruktur pejalan kaki di kawasan transit.
PENGEMBANGAN BASIS DATA SPASIAL KERUSAKAN JALAN BERBASIS ArcGIS UNTUK MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN (Studi Kasus Jalan R.E Martadinata, Jakarta Utara) Denny Magni Sundara
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i2.9655

Abstract

Kerusakan jalan merupakan permasalahan serius di wilayah perkotaan yang berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan,efisiensi transportasi, serta biaya operasional kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, tingkat, dan distribusi kerusakan jalan pada ruas Jalan R.E Martadinata, Jakarta Utara, sepanjang 1,5 kilometer menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis ArcGIS. Metodologi yang digunakan meliputi survei lapangan untuk mengamati jenis dan dimensi kerusakan, pencatatan koordinat menggunakan GPS, serta pengolahan data spasial dengan metode Bina Marga untuk menentukan tingkat kerusakan jalan. Data kerusakan kemudian dimasukkan ke dalam database ArcGIS untuk divisualisasikan dalam bentuk peta tematik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan jalan paling dominan adalah retak buaya dengan total luas kerusakan mencapai 15,21 m², sementara kerusakan dengan luas terendah adalah lubang sebesar 1,201 m². Faktor penyebab kerusakan antara lain beban lalulintas berlebih, sistem drainase yang tidak memadai, mutu perkerasan yang rendah, serta kondisi tanah dasar yang kurang stabil. Selain itu, ditemukan bahwa implementasi GIS secara signifikan meningkatkan efektivitas dalam pemetaan kerusakan dan perencanaan pemeliharaan jalan. Peta kerusakan yang dihasilkan memungkinkan identifikasi cepat terhadap titik-titik kritis yang membutuhkan penanganan segera.Studi ini membuktikan bahwa teknologi ArcGIS mampu memberikan gambaran spasial yang akurat dan informatif, serta mendukung pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan infrastruktur jalan.Dengan memanfaatkan pendekatan ini, pengelola jalan dapat menyusun prioritas pemeliharaan secara tepat sasaran dan efisien, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan transportasi di kawasan perkotaan.
KERANGKA KERJA (FRAMEWORK) EVALUASI DESAIN VENTILASI ALAMI UNTUK KEPATUHAN STANDAR KENYAMANAN TERMAL SNI Nazaruddin Khuluk; Irnanda S. Soerjatmodjo; Denny M. Sundara; Arnold J. Cornelis
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i2.9686

Abstract

Kenyamanan termal pada bangunan di iklim tropis lembap seperti Indonesia sering kali menjadi tantangan besar yang berdampak pada konsumsi energi sektor tata udara. Ventilasi alami merupakan solusi pasif yang efektif, namun penerapannya sering kali tidak terukur dengan baik pada tahap desain awal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sebuah kerangka kerja (framework) evaluasi deterministik yang sistematis untuk menilai kepatuhan desain ventilasi alami terhadap standar nasional Indonesia, khususnya SNI 03-6572-2001 dan SNI 6381:2020. Metode yang digunakan adalah sintesis formula aerodinamika dasar, model kenyamanan adaptif, dan matriks keputusan berbasis regulasi tanpa memerlukan simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) yang kompleks. Hasil penelitian berupa alur keputusan 4-fase yang mengintegrasikan variabel spasial, okupansi, data iklim sekunder, dan suhu operasional ke dalam metrik kepatuhan kuantitatif. Kerangka kerja ini divalidasi melalui studi kasus ruang kerja standar. Hasilnya diharapkan menjadi alat bantu praktis bagi arsitek dan auditor energi dalam mengevaluasi performa tata udara pasif secara cepat pada tahap pra-konstruksi.
BACKLOG PERUMAHAN SEBAGAI TANTANGAN UTAMA DALAM PENYEDIAAN HUNIAN LAYAK DI KOTA SUNGAI PENUH Mery Monica
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i2.9389

Abstract

Perumahan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, penyediaan perumahan di Indonesia masih menghadapi permasalahan backlog perumahan, yaitu kesenjangan antara jumlah rumah tangga dan ketersediaan rumah milik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran dan sebaran backlog perumahan di Kota Sungai Penuh sebagai dasar penyusunan kebijakan penyediaan perumahan yang lebih tepat sasaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh. Perhitungan backlog dilakukan berdasarkan perspektif kepemilikan rumah yang digunakan oleh BPS dengan asumsi satu rumah tangga menempati satu unit rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2025 Kota Sungai Penuh mengalami backlog perumahan sebesar 4.081 unit rumah. Kecamatan Sungai Penuh memiliki backlog tertinggi sebesar 1.149 unit rumah, sedangkan Kecamatan Koto Baru memiliki backlog terendah sebesar 22 unit rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan rumah tangga belum diimbangi oleh ketersediaan rumah milik yang memadai. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam penentuan prioritas wilayah dan penyusunan kebijakan penyediaan perumahan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kota Sungai Penuh
EKSPERIMENTAL KEKUATAN LEKATAN PADA SAMBUNGAN GROUTING BETON – TULANGAN DENGAN UJI PULL-OUT Kasih Jhoniper Simanjuntak; Eka Apriliasi
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2026): Jurnal Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i2.9612

Abstract

Konstruksi precast memberikan efisiensi waktu tinggi dibandingkan beton cor di tempat karena elemen diproduksi di pabrik dan tidak perlu proses pengeringan di lapangan. Pengurangan durasi konstruksi berdampak langsung pada penurunan biaya proyek. (Sunishtha et al., 2019). Namun, tanpa sambungan monolit pada struktur precast dapat menurunkan kinerja struktur terhadap beban gempa. Oleh karena itu, kualitas sambungan antar elemen menjadi faktor penting yang menentukan keamanan dan perilaku struktur saat terjadi gempa (Kıpçak, 2026).Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kuat lekatan sambungan grouting pada sistem sambungan tulangan precast melalui pengujian pull-out. Dua spesimen beton mutu f’c 40 MPa berukuran 200 × 200 × 500 mm dibuat dengan variabel jenis material grouting, yaitu ConsolGrout 700 MF dan BASF MasterFlow 810. Pada pusat spesimen dipasang pipa hollow berdiameter luar 35 mm yang berfungsi sebagai saluran grouting dan tempat penempatan tulangan D25. Setelah beton mencapai umur 28 hari, pengujian dilakukan dengan menarik tulangan menggunakan mesin hidrolik. Beban tarik dicatat menggunakan pressure gauge, sedangkan perpindahan diukur dengan dial gauge.Hasil pengujian menunjukkan kuat lekatan sambungan grouting BASF dan Consol masing-masing sebesar 5,933 MPa dan 7,674 MPa. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan tahanan geser beton normal sebesar 2,5–3,8 MPa. Pola kerusakan yang terjadi berupa concrete spalling, bukan debonding, yang mengindikasikan ikatan sambungan lebih kuat daripada beton sekitarnya. Hubungan bond-slip yang diperoleh masih menunjukkan perilaku linear tanpa penurunan tegangan yang signifikan