cover
Contact Name
I Gusti Putu Ngurah Adi Santika
Contact Email
ngurahadisantika@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpkrmahadewa@gmail.com
Editorial Address
Universitas PGRI Mahadewa Indonesia Jln. Seroja, Tonja, Denpasar, (0361)431434 E-Mail : jpkrmahadewa@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi
ISSN : 23379561     EISSN : 25801430     DOI : -
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi adalah jurnal pendidikan dan kesehatan yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Januari dan Juni. Memuat tulisan berbahasa Indonesia maupun Inggris yang berasal dari hasil penelitian, kajian teoretis dan aplikasi teori dengan kajian masalah pendidikan olah raga dan kesehatan. Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi telah melaksanakan (MOU) dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI).
Articles 406 Documents
Tingkat Motivasi Mahasiswa dalam Melakukan Aktivitas Olahraga
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3411

Abstract

Olahraga berperan penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Kurang olahraga dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan tubuh. Faktor seseorang terdorong untuk melakukan aktifitas fisik olahraga salah satunya adalah motivasi. Masing-masing dari setiap individu memiliki karakter yang berbeda sehingga mempengaruhi motivasi mereka dalam hal olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi mahasiswa untuk berolahraga. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara pengisian survei. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 35 responden mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah angket yang disebarkan melalui Google Form dan diisi secara sukarela. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan deskriptif statistik. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh data bahwa tingkat motivasi mahasiswa dalam berolahraga diantaranya 14,29% sangat buruk, 11,43% buruk, 37,14% cukup, 25,71% baik, dan 11,43% sangat baik. Dan sebagian besar motivasi yang dimiliki mahasiswa teerletak pada motivasi intrinsik yaitu sebesar 58,32% sedangkan pada motivasi ekstrinsik sebesar 41,68%. Melakukan olahraga rekreasi dapat meningkatkan motivasi olahraga karena ringan dan menyenangkan serta meredakan stres.
Self Body Image pada Remaja
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3412

Abstract

Standar tubuh ideal adalah dengan memiliki fisik yang tinggi dan langsing. Hal ini menyebabkan kebanyakan orang merasa tidak dapat memenuhi standar di benak khalayak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mengenai citra tubuh (body image) pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 60 sampel remaja dengan 50 putri dan 10 putra dari rentang usia 17 hingga 21 tahun. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner yang disebarkan melalui tautan google form. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan statistic deskriptif. Berdasarkan analisis yang dilakukan setelah pengumpulan kuesioner, maka ditemukan bahwa terdapat 68,33% responden memiliki body image positif dan 31,67% responden memiliki body image negative. Berdasarkan hasil dari data penelitian yang telah dilakukan, didapati bahwa remaja yang mengisi kuesioner dengan body image positif lebih banyak dari pada body image negatif karena 40% remaja jarang memikirkan dan membandingkan tentang persepsi citra tubuh dirinya terhadap orang lain. Hal ini sesuai karena 55% remaja jarang mencerminkan sikap yang fokus terhadap citra tubuh. Bahkan, sebagian besar remaja dengan persentase 65% tidak pernah mengalami perubahan drastis terhadap persepsi mengenai tubuh.
Pemahamam Mahasiswa tentang Olahan Cepat Saji (Fast food) Sari, Eliska; Pranata, Rio
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3413

Abstract

Pola makan tidak sehat dengan mengkonsumsi olahan cepat saji dapat menyebabkan resiko beberapa penyakit di usia remaja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pemahaman mahasiswa tentang olahan cepat saji (fast food). Instrumen yang dipakai berupa kuisioner. Sampel yang diambil adalah 36 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) kelas 1A Reguler Angkatan 2023. Data yang telah diperoleh selanjutnya dijelaskan dengan bentuk deskriptif statistik. Hasil penelitian menunjukan pada aspek tahu dan aplikasi, sebanyak 35 mahasiswa dengan tingkat pengetahuan sedang dan 1 orang dengan tingkat pengetahuan rendah. Pada aspek memahami sebanyak 14 mahasiswa dengan tingkat pemahaman tinggi dan 22 orang dengan pemahaman sedang. Secara keseluruhan tingkat pemahaman mahasiswa tentang olahan cepat saji (fast food) adalah sedang.
Deskripsi Kualitas Tidur dan Pengaruhnya terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Wulandari, Salsa; Pranata, Rio
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3414

Abstract

Tidur adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental serta memiliki peran dalam meningkatkan kinerja akademik mahasiswa. Gangguan tidur, terutama insomnia, seringkali dialami oleh mahasiswa dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kualitas konsentrasi belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan pentingnya kualitas tidur bagi mahasiswa dalam mendukung konsentrasi belajar yang optimal. Menggunakan penelitian kuantatif deskriptif dengan sampel sebanyak 52 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebar melalui googleform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki indeks kualitas tidur pada aspek kualitas tidur yang tergolong sangat baik ada 9%, baik 58%, buruk 29% dan sangat buruk 4%, indeks kualitas tidur pada aspek latensi tidur yang tergolong sangat baik ada 21%, baik 33%, buruk 35% dan sangat buruk 11%, indeks kualitas tidur pada aspek durasi tidur yang tergolong sangat baik ada 10%, baik 31%, buruk 42% dan sangat buruk 17%, indeks kualitas tidur pada aspek efisiensi tidur yang tergolong sangat baik ada 77%, baik 19%, buruk 2% dan sangat buruk 2%, indeks kualitas tidur pada aspek gangguan tidur yang tergolong sangat baik ada 0%, baik 48%, buruk 52% dan sangat buruk 0%, indeks kualitas tidur pada aspek penggunaan obat sangat baik ada 92%, baik 0%, buruk 2% dan sangat buruk 0% dan indeks kualitas tidur pada aspek disfungsi di siang hari yang tergolong sangat baik ada 2%, baik 4%, buruk 38% dan sangat buruk 56%. Sehingga pada aspek keseluruhan yang telah dianalisis, responden yang memiliki indeks kualitas tidur yang tergolong sangat baik ada 8%, baik 65%, buruk 27% dan sangat buruk 0%.
Perilaku Diet di Kalangan Remaja Syarifullah, Muhammad; Pranata, Rio
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3415

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang dimana seseorang banyak mengalami perubahan, baik secara fisik maupun psikis. Perubahan dalam bentuk tubuh membuat para remaja melakukan diet yang tidak sehat. Diet yang tidak sehat tersebut dilakukan oleh remaja karena kurangnya pengetahuan mengenai perilaku diet yang sehat. Maka, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku diet dikalangan remaja, apakah tergolong rendah, sedang, atau tinggi. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik yang menggunakan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh adalah data primer dengan menggunakan angket diukur dengan 28 pertanyaan yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya yang terdiri dari 2 kategori yaitu diet sehat dan diet tidak sehat. Sampel dari penelitian ini adalah remaja dengan rentang usia 15-19 tahun sebanyak 30 orang remaja. Hasil penelitian menunjukkan perilaku diet sehat yang tergolong tinggi adalah 3,3%, sedangkan perilaku diet tidak sehat yang tergolong tinggi adalah 23,3%. Dapat dilihat bahwa perilaku diet dikalangan remaja masih banyak yang melakukan diet tidak sehat. Secara keseluruhan perilaku diet dikalangan remaja adalah sedang dengan frekuensi 60%. Walaupun begitu, para remaja masih perlu diberi pengetahuan tentang diet agar tidak terjadi permasalahan gizi.
Manfaat Senam Rematik bagi Pra Lansia terhadap Intensitas Nyeri Sendi pada Penderita Rheumatoid Arthritis Amelia, Nita; Pranata, Rio
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3416

Abstract

Seiring dengan meningkatnya usia maka akan terjadi perubahan pada tubuh, hal itu dapat berdampak pada sistem moskuloskeletal dan jaringan yang lain yang dapat menyebabkan penyakit Rheumatoid Arthritis, penyakit ini ditandai dengan adanya rasa nyeri pada persendian. Namun penyakit pada persendian tersebut dapat dikurangi dengan melakukan senam rematik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat senam rematik bagi pra lansia terhadap intensitas nyeri sendi pada penderita Rheumatoid Arthritis. Penelitian ini dilakukan pada 16 orang pra lansia yang terdiri dari 11 orang perempuan dan 5 orang laki-laki yang sedang melakukan senam rematik di Taman D`Gulis Pontianak guna mengatasi sakit pada persendian. Metode penelitian yang digunakan ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggambarkan hasil dan disertai dengan penjelasan secara deskriptif yang sesuai dengan fakta dilapangan. Hasil penelitian Selain itu kriteria rasa nyeri kerena rematik bagi pra lansia dengan kriteria tinggi dan sangat tinggi berjumlah 5 orang dengan presentase sebesar 31,25%, dan kriteria yang paling rendah kurang berjumlah 2 orang dengan presentase sebesar 12,5%. Sedangkan kriteria penyakit di persendian menunjukkan karakteristik dengan katagori sangat tinggi berjumlah 7 orang dengan presentase sebesar 43,75%, dan kriteria yang paling rendah kurang berjumlah  1 orang dengan presentase sebesar 10,0%. Sedangkan kriteria akibat dari rematik menunjukkan karakteristik  dengan katagori sangat berjumlah 7 orang dengan presentase sebesar 43,75%, dan kriteria yang paling rendah kurang berjumlah 1 orang dengan presentase sebesar 6,25%. Sedangkan kriteria cara mengatasi rematik menunjukkan karakteristik dengan katagori sangat berjumlah 8 orang dengan presentase sebesar 55,25%, dan kriteria yang paling rendah tidak berjumlah 1 orang dengan presentase sebesar 10,00%.
Pengaruh Masa Pandemi Covid-19 terhadap Status Gizi dan Kelangsungan Hidup Lansia
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3448

Abstract

Tujuan dari Penelitian ini adalah : 1) untuk mengetahui status gizi para lansia pada Pos Lansia Wredho Mulyo Kelurahan Kadipiro setelah masa pandemi dua tahun ini; 2) untuk mengetahui kelangsungan hidup para lansia pada Pos Lansia Wredho Mulyo Kelurahan Kadipiro setelah masa pandemi. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh peserta posyandu lansia Wredho mulyo Kelurahan Kadipiro Kecamatan Banjarsari Surakarta sebanyak 186. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta posyandu lansia Wredho mulyo Kelurahan Kadipiro Kecamatan Banjarsari Surakarta. Oleh karena ada perbedaan data bulan Maret 2020 dan data akhir bulan Agustus 2022. Penelitian ini dilakukan selama dua tahun masa pandemi ada beberapa yang sudah meninggal baik karena  Covid-19 atau meninggal karena sakit biasa sehingga jumlah peserta terakhir yang lengkap data akhir dan data awal berjumlah 90 orang. Teknik sampling total sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SPSS 25. Hasil analisis data diperoleh nilai korelasi antara dua variabel sebelum pandemi dan sesudah pandemi angka = 0,942 artinya ada korelasi yang kuat dan positif Sig. (2-tailed). Nilai probanilitas/p value uji t-paired = 0,279 artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum pandemi dan sesudah pandemi terhadap status gizi lansia pada posyandu Wredho Mulyo kelurahan Kadipiro kecamatan Banjarsari Surakarta. Sebab nilai p value >0,05. Untuk kelangsungan hidup lansia diperoleh dengan membandingkan jumlah total sebanyal 177 dengan jumlah lansia yng meninggal antara bulan Maret 2020 sampai bulan agustus 2022 sebanyak 35 orang. Jika dipersentasekan terdapat angka19,8%. 21 orang meninggal karena  Covid-19 = 11,9% dan 14 orang meninggal bukan karena  Covid-19 = 7,9%.
Bagaimana Intervensi Gaya Hidup Aktif melalui Aktifitas Fisik pada Anak? Sebuah Tinjauan Sitematis
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3480

Abstract

Gaya hidup aktif pada anak merupakan suatu pendekatan yang menekankan pentingnya melibatkan anak dalam kegiatan fisik secara teratur. Gaya hidup aktif ini mencakup berbagai aspek, termasuk partisipasi dalam olahraga, bermain di luar ruangan, dan aktivitas fisik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak intervensi gaya hidup aktif melalui aktivitas fisik pada perkembangan anak-anak. Melalui sebuah tinjauan sitematis terhadap artikel penelitian yang relevan, kami menganalisis pengaruh intervensi ini pada berbagai aspek, termasuk keterampilan motorik, fungsi kognitif, kesehatan, dan perilaku anak-anak. Pencarian untuk penelitian ini menggunakan database Science Direct dengan subjek area pisikologi. Dalam penelitian ini mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Setelah kriteria eksklusi, hanya 5 artikel yang masuk kategori. Temuan utama menunjukkan bahwa campur tangan yang melibatkan keterlibatan dalam aktivitas fisik secara teratur, terutama yang terstruktur, memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan keterampilan motorik kasar dan halus pada anak-anak. Aktivitas fisik terbukti sebagai faktor kunci dalam mendukung perkembangan motorik dalam jangka panjang. Selain itu, terdapat hubungan positif antara aktivitas fisik dan fungsi kognitif pada anak-anak. Oleh karena itu bahwa berpartisipasi dalam aktivitas fisik, terutama pada tingkat intensitas tertentu, dapat meningkatkan kemahiran dalam kefasihan kognitif, orisinalitas, dan fleksibilitas kognitif.
Efektivitas Latihan Vertimax jump dan Modern Depth jump terhadap Peningkatan Kecepatan dan Power Utomo, Gatot Margisal; Kusuma, Angga Indra; Utamayasa, I Gede Dharma; Putra, Ismawandi Bripandika; Zen, Mohammad Zaim
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3481

Abstract

Kemampuan menghasilkan daya ledak bagian bahwah yang diangggap penting dalam banyaknya aktivitas. Pelatihan memiliki tujuan meningkatkan kemampuan atlet, baik kemampuan fisik, teknik maupun mental. Untuk meningkatkan kualitas fisik harus melakukan latihan fisik yang efektif untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Latihan vertimax jump merupakan latihan loncat tegak menggunakan alat vertimax. Latihan modern depth jump yaitu pengembangan dari depth jump. Penelitian ini bertujuan untuk mengakaji pengaruh antara latihan wetimax jump dan modern depth jump terhadap peningkatan kecepatan dan power. Penelitian ini tergolong penelitan kuantitatif, meggunakan metode quasy-experiment. Sampel yang digunakan mahasiswa laki laki usia 21-23 tahun sebanyak 36 orang. Analisis data dilakukan dengan SPSS menggunakan uji Beda Multivariat  dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Hasil yang didapatkan latihan vertimax jump dan depth jump memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kecepatan dan power. Vertimax jump lebih efektif dalam meningkatkan kecepatan dan power. Pada kelompok kontrol mengalami peningkatan yang tidak signifikan. Para pelatih dan pelaku olahraga khususnya yang dominan menggunakan komponen biomotor kecepatan dan power dapat mengadopsi kedua latihan ini sebagai opsi latihan.
Kepatuhan terhadap Pedoman Aktivitas Fisik WHO pada Anak Usia Dini : Evaluasi dengan Metode Machine learning Ramdhan, Akhmad Faizal; Suherman, Adang; Jajat; Sultoni, Kuston; Damayanti, Imas; Ruhayati, Yati
Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP Universitas PGRI Mahadewa Indonesia bekerjasama dengan Asosiasi Prodi Olahraga Perguruan Tinggi PGRI (APOPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59672/jpkr.v10i1.3490

Abstract

Studi ini berupaya untuk mengevaluasi dan mengukur tingkat aktivitas fisik anak usia dini sejalan dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menggunakan teknik klasifikasi machine learning pada data yang diperoleh dari kuesioner. Menyadari pentingnya aktivitas fisik di tahun-tahun formatif, penelitian ini bertujuan untuk menilai kepatuhan terhadap ambang batas aktivitas yang direkomendasikan WHO pada anak usia dini. Metodologi ini mengintegrasikan kuesioner komprehensif yang mengungkap beragam aspek pola aktivitas fisik anak usia dini, yang mencakup durasi, intensitas, dan jenis aktivitas yang dilakukan dalam berbagai situasi. Sebanyak 99 orang tua siswa melaporkan aktivitas keseharian anak mereka yang berusia 4 sampai 5 tahun (M = 4,59±0,41). Dengan memanfaatkan model klasifikasi algoritma machine learning decision tree, penelitian ini memproses data yang dikumpulkan untuk membedakan pola dan mengklasifikasikan tingkat aktivitas berdasarkan kriteria WHO. Hasilnya menunjukkan, indikator waktu aktivitas, waktu tidur dan waktu bermain menjadi indikator penentu decision tree dalam mengklasifikasi kepatuhan anak usia dini terhadap rekomendasi aktivitas fisik WHO. Lebih lanjut, machine learning decision tree sangat efektif dalam mengevaluasi dan mengklasifikasikan kepatuhan aktivitas fisik anak usia dini dengan performa akurasi 90%. Efektivitas pendekatan machine learning decision tree dalam mengevaluasi dan mengkategorikan tingkat aktivitas fisik anak usia dini secara akurat, menyoroti bidang-bidang potensial untuk intervensi dan strategi yang ditargetkan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aktivitas fisik yang direkomendasikan oleh WHO. Metodologi ini menawarkan instrumen yang menjanjikan bagi para profesional kesehatan, pembuat kebijakan, dan pendidik untuk lebih memahami dan mengatasi perilaku aktivitas fisik anak usia dini, sehingga berkontribusi terhadap promosi gaya hidup sehat sejak usia dini.