cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
IBU MILENIAL DAN SHARENTING LIFESTYLE DI IBU KOTA Rizqi Fauziah; Allika Nur Ramdina Syahas; Mayang Salsabila Lubis; Mirdat Silitonga
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27831

Abstract

Narrative review ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai ibu mileneal dan sharenting lifestyle. Penulisan ini memiliki beberapa tema diantaranya Peran Ibu Muda Milenial Pada Komunitas Virtual, Pemanfaatan teknologi digital di kalangan Ibu muda milenial, Sharenting lifestyle di Ibu Kota, Aplikasi media sosial yang paling berpengaruh pada proses sharenting, Motif Ibu Pada perilaku Sharenting, Literasi digital sebagai upaya preventative, Persoalan Pengasuhan pada pertumbuhan anak. Kesimpulan dalam penulisan ini adalah Pada saat ini ibu membesarkan anak yang dalam budaya yang mengutamakan digital. Ibu muda juga memanfaatkan budaya baru ini untuk mendapatkan informasi mengenai pengasuhan. Pengetahuan Ibu muda di Ibu Kota terkait sharenting hanya mengetahui tanpa memahami bahaya dari membagikan informasi anak di media sosial Selain itu ibu memanfaatkan budaya sharenting  ini untuk berbagi dalam informasi pengasuhan dan mendapatkan penegasan atau pengakuan yang dilakukan ibu dalam mengasuh anak. Ibu melakukan sharenting bukan tanpa alasan terdapat enam motif ibu melakukannya di antaranya 1) motif ingin tahu; 2) motif kompetensi; 3) motif cinta; 4) motif harga diri; 5) kebutuhan akan nilai; 6) kebutuhan pemenuhan diri. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku sharenting yang dilakukan orang tua mempunyai motif bermacam-macam.
HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DENGAN PERILAKU DIET PADA SISWI DI SMA KRISTEN 1 SALATIGA Chatarina Anita Lyana Sari; Christiana Hari Soetjiningsih
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27822

Abstract

Body image adalah proses memahami gambaran mental terhadap bentuk dan ukuran tubuh seseorang individu. Kepedulian terhadap penampilan dan body image yang ideal dapat mengarah kepada upaya obsesif seperti mengontrol berat badan terlebih pada siswi SMA yang sering merasa memiliki body image negative, sehingga banyak dari mereka yang melakukan diet untuk mendapatkan body image yang mereka inginkan. Pengambilan sampel dengan menggunakan non-random sampel yaitu peneliti memilih Snowbal sampling. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat korelasional yang bertuuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan perilaku diet pada siswi SMA Kristen 1 Salatiga. Populasi dan sampel penelitian ini adalah 50 orang siswi di SMA Kristen 1 Salatiga. Penelitian ini menggunakan dua buah skala sebaga alat ukur, yaitu Skala Bodi Image dan Skala Perilaku Diet. Skala Body Image terdiri dari 25 item dan dengan koefisien 0,896 sedangkan skala perilaku diet terdiri dari 19 item dengan koefien 0,198.Analisa penelitian menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil analisa bahwa terdapat hubungan negative antara body image dengan perilaku diet dengan nilai r = -0,484 dengan sig. = 0,000 (p<0,05). Yang artinya semakin positing body image maka intensitas perilaku diet yang dilakukan akan semakin rendah begitu pula dengan sebaliknya, semakin negative body image maka intensitas perilaku diet yang dilakukan akan semakin tinggi
RESILIENSI ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI MASA PANDEMI Rahma Kusumandari; Isrida Yul Arifiana; Janata Saprida; Abad Gading
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27827

Abstract

Masa pandemi tentunya memberikan dampak tersendiri bagi orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Salah satu dampak yang paling terasa berat adalah tidak adanya akses untuk melakukan terapi secara langsung. Selain itu, karena semua siswa harus belajar di rumah maka orangtua yang harus mengambil peran untuk melakukan pendampingan belajar. Kondisi tersebut tentunya menimbulkan kesulitan tersendiri bagi para orangtua, terutama bila mereka belum terbiasa melakukan pendampingan secara mandiri pada anaknya yang berkebutuhan khusus. Untuk dapat mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut tentunya dibutuhkan resiliensi dari para orangtua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi para orangtua yang memiliki anak berkebutuhan di masa pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Alat ukur yang digunakan adalah skala resiliensi yang disusun oleh peneliti dengan mengacu pada konsep teori pengasuhan dari Davis (1999).
EFEKTIVITAS PELATIHAN MAKE DREAM COME TRUE TERHADAP KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIER PADA SISWA SMA Eunike Evangelista Hiandarto
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27818

Abstract

Siswa SMA mengalami permasalahan dalam mengambil keputusan mengenai karier. Kebingungan ini muncul salah satunya karena tidak memiliki kemampuan perencanaan karier yang baik. Persiapan pendidikan lanjutan perlu dilaksanakan secara efektif dan efisien sehingga sekolah memiliki peran penting dalam mengedukasi siswa mengenai karier. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karier adalah pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah modul Make Dream Come True meningkatkan kemampuan perencanaan karier. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Pelatihan ini meliputi pemberian materi karier, pengenalan bakat dan minat, cita-cita, dan cara membuat perencanaan karier. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA berusia 15 sampai dengan 17 tahun di Denpasar yang diperoleh dengan melakukan two stages cluster sampling. Subjek berjumlah 10 orang. Subjek diberikan pre-test berupa skala kemampuan perencanaan karier. Kemudian, subjek diberikan perlakuan berupa pelatihan Make Dream Come True berdurasi 9 jam. Setelah itu, subjek diberi post-test berupa skala kemampuan perencanaan karier. Hasil uji hipotesis dengan Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai signifikansi selisih pre-test dan post-test pada kelompok subjek sebesar 0.001 yang kurang dari 0.05 (p<0.05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan Make Dream Come True meningkatkan kemampuan perencanaan karier siswa SMA.
GAMBARAN STRES TENAGA KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Nindia Pratitis; Astri Haryanti; Nur Ajeng Irma Hariyanti; Elza Kusumawati
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27832

Abstract

Covid-19 telah ditetapkan sebagai pandemi global. Kemunculan covid-19 memberikan dampak besar bagi banyak pihak. Kasus kejadian Covid-19 terus meningkat dari hari ke hari. Setiap harinya jumlah kasus positif covid selalu bertambah. Pihak yang paling terdampak dalam penanganan Covid adalah tenaga kesehatan. Para tenaga kesehatan yang berperan sebagai garda terdepan penanganan Covid-19 menghadapi berbagai macam tantangan baik resiko tertular penyakit, harus hidup terpisah dari keluarga, dan berbagai macam tantangan lainnya. Menindaklanjuti permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres tenaga kesehatan pada masa Pandemi Covid-19. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif, dengan partisipan 101 orang. Teknik sampling yang digunakan ialah convenience sampling. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan skala depression anxiety stress scale (DASS-21). Hasil analisis data menunjukkan bahwa 67,3% tenaga kesehatan yang menjadi responden dalam penelitian ini memiliki tingkat stres dalam kategori sedang, 17,9% dalam kategori tinggi, dan 17,8% dalam kategori rendah.
DINAMIKA PSIKOLOGIS PEMBUNUH USIA DEWASA: SEBUAH STUDI KASUS Christina Fieliani Octavia
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27823

Abstract

Kriminalitas terus terjadi disekitar kita dan dapat mengancam siapa saja. Pembunuhan adalah salah satu perilaku kriminal yang sangat kejam dan juga mampu membuat individu berhadapan dengan hukuman yang sangat berat. Pada kenyataannya, banyak individu memutuskan tetap melakukan pembunuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dinamika psikologis seorang pembunuh usia dewasa. Penelitian ini akan mencoba mengetahui faktor internal dan eksternal yang menyebabkan individu melakukan pembunuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study). Partisipan dalam penelitian ini berjumlah satu orang, yaitu Danang (bukan nama sebenarnya). Danang terbukti secara sah melakukan pembunuhan dan mendapatkan vonis 7 tahun penjara. Data pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dan beberapa tes psikologi. Hasil pemeriksaan menunjukkan faktor internal seperti regulasi emosi yang maladaptif, rendahnya empati, kecenderungan impulsif, dan rendahnya moralitas ataupun norma menyebabkan partisipan melakukan pembunuhan. Faktor eksternal yang berperan seperti pola asuh pengabaian (neglect) dan menjalin relasi dengan orang yang mendukung serta juga melakukan perilaku kriminal. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam memberikan intervensi bagi para pelaku pembunuhan ataupun membantu mengurangi terjadinya pembunuhan seperti melalui pelatihan empati ataupun regulasi emosi.  
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KREATIVITAS GURU DALAM MENGAJAR DENGAN MINAT BELAJAR SISWA Mamang Efendy; Amanda Pasca Rini
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27828

Abstract

Minat belajar penting untuk mendorong siswa lebih giat dan aktif mencapai tujuannya dalam belajar di sekolah. Minat belajar juga penting untuk pencapaian dan prestasi akademik. Guru memiliki peran sentral dalam membantu meningkatkan minat belajar siswa disekolah. Melalui metode mengajar yang kreatif dan menyenangkan, diharapkan guru dapat membantu meningkatkan minat belajar siswadi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kreativitas guru dalam mengajar dengan minat belajar siswa di sekolah. Sampel penelitian sebanyak 100 siswa SMP Negeri 1 Galis Pamekasan yang diambil secara acak. Skala pada penelitian ini menggunakan skala persepsi siswa terhadap kreativitas guru dan skala minat belajar yang disusun sendiri oleh peneliti. Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara  kreativitas guru dalam mengajar dengan minat belajar siswa. Hasil penelitian menegaskan bahwa kreativitas seorang guru dalam mengajar memainkan peran penting terhadap minat belajar siswa. Melalui cara mengajar yang kreatif, guru membantu menciptakan suasana belajar yang efektif, membuat siswa lebih tertarik dan membuat suasana belajar yang lebih stabil sehingga membantu meningkatkan keterlibatan siswa di sekolah, prestasi akademik, minat, kepercayaan diri dan ketahanan, selain itu  siswa terhindar dari kekakuan, ketegangan dan kecemasan dalam belajar, yang pada akhirnya menciptakan minat belajar siswa lebih tinggi.
DUKUNGAN SOSIAL DAN INTERNAL LOCUS OF CONTROL DENGAN RESILIENSI PADA KARYAWAN YANG TERKENA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA AKIBAT PANDEMI COVID-19 Ria Indi Setia Nugrahini; Andik Matulessy; Rr. Amanda Pasca Rini
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27819

Abstract

Pandemi Penyakit Coronavirus (Covid-19) merupakan krisis kesehatan dunia yang belum pernah terjadi di era modern ini yang berdampak signifikan terhadap dunia kerja, termasuk di Indonesia. Merujuk Kementerian Tenaga Kerja, 2.084.593 pekerja di-PHK dan diberhentikan kerja akibat pandemi Covid-19 pada April 2020. Pemutusan Hubungan Kerja berdampak pada pekerja yang ada di Indonesia. Keadaan yang seperti ini diharapkan untuk setiap individu harus memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan kondisi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan resiliensi antara dukungan sosial dan internal locus of control pada karyawan yang terkena pemutusan hubungan kera karena pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dan memanfaatkan 78 responden yang mengalami PHK akibat pandemi Covid-19. Teknik pengambilan sampel menggunakan isidental sampling, dimana pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Metode pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial, skala internal locus of control dan skala resiliensi. Berdasarkan analisis regresi diperoleh nilai korelasi F regresi = 37,813; p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan internal locus of control dengan resiliensi pada karyawan yang terkena PHK akibat Covid-19
ADAPTASI ALAT UKUR QUALITY OF WORK LIFE VERSI BAHASA INDONESIA Nisa Indah Pertiwi; Diana Harding
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27834

Abstract

Quality of work life merupakan persepsi pekerja terhadap kualitas hidup di tempat kerja, yang dapat berdampak positif pada pekerja serta organisasi tempat kerja. Quality of work life telah banyak diteliti di Indonesia, namun alat ukur quality of work life dalam bahasa Indonesia masih sangat terbatas khususnya untuk subjek Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan belum menikah. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk melakukan adaptasi alat ukur quality of work life sebagai research tool dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan adaptasi alat ukur quality of work life versi bahasa Indonesia dengan memastikan bahwa instrumen alat ukur memiliki karakteristik good measurement yaitu validitas dan reliabilitas. Penelitian ini menggunakan metode non-experimental quantitative. Penelitian dilakukan kepada 63 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belum menikah, menggunakan kuesioner yang berisi 27 item. Bukti validitas didapatkan melalui expert judgement pada saat perancangan alat ukur dan validitas item melalui nilai Corrected item-total correlation. Reliabilitas diuji menggunakan koefisien Cronbsch’s alpha (α). Analisis item menemukan bahwa nilai Corrected item-total correlation berkisar antara 0,48 sampai 0,86. Pengujian reliabilitas memperoleh nilai α = 0,96. Dapat disimpulkan bahwa instrumen alat ukur quality of work life versi bahasa Indonesia ini valid dan reliabel.
PERAN CITRA TUBUH DAN KONSEP DIRI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF DALAM MEMBELI KOSMETIK PADA SISWI SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA DENPASAR Dewa Nyoman Yogananda Saputra; Dewi Puri Astiti
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27824

Abstract

Siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang tergolong dalam kategori remaja merupakan individu yang sedang mengalami masa perubahan, baik perubahan biologis, kognitif maupun sosioemosional. Perubahan biologis yang terjadi menyebabkan siswi SMA semakin memperhatikan tubuh dan mengarah pada perilaku untuk beradaptasi dengan keadaan tersebut, salah satunya dengan membeli sesuatu yang dapat menunjang penampilan, seperti kosmetik. Pembelian kosmetik secara berlebihan sebagai upaya untuk menunjang penampilan dapat menjadi kebiasaan yang konsumtif, selain itu konsep diri sebagai kerangka acuan individu untuk berinteraksi dengan lingkungan diduga kuat berperan terhadap perilaku konsumtif dalam membeli kosmetik pada sisiwi SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran citra tubuh dan konsep diri terhadap perilaku konsumtif dalam membeli kosmetik pada siswi SMA di Kota Denpasar. Responden dalam penelitian ini adalah 116 siswi SMA di Kota Denpasar yang dipilih menggunakan teknik two stage cluster sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Citra Tubuh, Skala Konsep Diri dan Skala Perilaku Konsumtif yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji regresi menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,326 dan koefisien determinasi sebesar 0,106 dengan signifikansi sebesar 0,002 (p<0,05) yang berarti citra tubuh dan konsep diri secara bersama-sama berperan sebesar 10,6% terhadap perilaku konsumtif. Citra tubuh secara mandiri berperan terhadap perilaku konsumtif sedangkan konsep diri secara mandiri tidak berperan secara signifikan terhadap perilaku konsumtif. Konsep diri hanya dapat berperan ketika bersama-sama dengan citra tubuh