cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
PERAN RASA SYUKUR DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEPIAN PADA LANJUT USIA DI PANTI WREDA Sri Karina
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30475

Abstract

Lansia (lanjut usia) merupakan periode perkembangan dewasa akhir. Pada masa dewasa akhir terjadi tahap perkembangan integrity versus despair. Seringkali lansia mengalami ketidakberdayaan dikarenakan menurunnya fungsi fisik dan terbatasnya mobilitas. Lansia yang tinggal di panti wreda cenderung lebih rentan mengalami kesepian karena jauh dari  keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran rasa syukur dan dukungan sosial guna mengurangi kesepian pada lansia di panti wreda. Penelitian ini menggunakan single case experiment design A-B dengan satu orang partisipan. Penelitian ini menggunakan WHODAS 2.0 dan UCLA Loneliness. Hasil yang diperoleh adalah partisipan sudah tidak bisa berfungsi secara baik dan tidak bisa melakukan kegiatan secara mandiri. Tingkat kesepian berada pada kategori sedang dan aspek paling tinggi berada pada aspek social desirability. Berdasarkan hasil maka penelitan memberikan 3 sesi terkait rasa syukur dan 1 sesi terkait dukungan sosial. Setelah intervensi, diperoleh hasil bahwa rasa syukur dan dukungan sosial berpengaruh mengurangi kesepian pada lansia di Panti Wreda.
MOTIVASI BERPRESTASI SISWA DI SEKOLAH, BAGAIMANA PERAN RELASI GURU DAN SISWA? Mamang Efendy; Danardana Murwani; Imanuel Hitipeuw; Hetti Rahmawati
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.29301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara relasi guru dan siswa dengan motivasi siswa disekolah, Sampel penelitian sebanyak 300 siswa SMP Negeri 1 Pamekasan yang diambil secara acak dengan rumus slovin dari populasi 992 siswa. Skala pada penelitian ini menggunakan skala motivasi siswa yang disusun sendiri oleh peneliti dan skala relasi guru-siswa yang mengadaptasi dari Pianta (2001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara relasi guru dan siswa dengan motivasi berprestasi, hal ini juga berarti semakin tinggi relasi guru dan siswa maka motivasi berprestasi juga akan semakin tinggi. Maka hipotesis penelitian yang menyatakan ada hubungan antara dengan motivasi berprestasi diterima. Relasi siswa yang positif dengan guru dapat menjadi motivator yang kuat dan sangat berarti bagi siswa, selain itu relasi positif guru-siswa menyediakan sumber daya tambahan dan bantuan untuk siswa untuk dapat mengatasi hambatan bagi motivasi berprestasi dan keberhasilan akademis siswa disekolah
Peran Self-Esteem dan Stress terhadap Harassment Pada Pemain Online Game Dewasa Awal Angeline Vivian Tjahyadi; Ersa Lanang Sanjaya
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.23845

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji korelasi antara self-esteem dan stress terhadap perilaku harassment di online game. Ada 136 responden dewasa awal yang berpartisipasi dalam penelitian ini, mereka semua dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Setiap partisipan diminta menyelesaikan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), Kessler Psychological Distress Scale, dan skala The Video Game Harassment Scale milik Fox and Tang. Semua skala telah terbukti reliable dimana alpha cronbach untuk RSES adalah 0.856, 0.917 untuk Kessler Psychological Distress Scale, dan 0.806 untuk skala The Video Game Harassment Scale. Hasil menunjukan bahwa ada korelasi yang signifikan antara stress dan harassment (r = 0.197, p = 0.022), dan tidak ada korelasi signifikan antara self-esteem dan harassment (r = -0.062, p = 0.472)
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMA AL-AZHAR 3 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Muhammad Odis Nursyhabudin; Hetti Rusmini; Supriyati Supriyati; Nina Herlina
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.31593

Abstract

Bullying cases that often occur in the world of education in Indonesia are increasingly alarming. The impact of bullying can cause a child who is a victim to be hampered in self-actualization. There are several factors that influence bullying behavior, one of which is parenting style or parenting. The purpose of this research was to determine the correlation between parenting style with bullying behavior in high school students.This type of research is a descriptive observational analytic method using the Cros Sectional design. The sample in this study was that all students of class XII Natural Sciences / Social Sciences at Al-Azhar 3 Bandar Lampung High School were 176 students. Data obtained through filling the bullying behavior scale consists of 29 items and the parenting scale consists of 30 items. Data analysis technique to test the hypothesis is Anova One Way. The results showed that most of the respondents with democratic parenting were 113 respondents (64.2%), the majority of respondents with low bullying behavior were 119 respondents (67.6%) and there was a relationship between parenting patterns with bullying behavior in SMA AL-AZHAR 3 students in Bandar Lampung (p value 0,000). The research showed a correlation between parenting style with behavior bullying in senior high school students of Al-Azhar 3 Bandar Lampung 2019.
DINAMIKA KEPRIBADIAN PASIEN SHIZOPHRENIA YANG RELAPSE KEMBALI SETELAH 2 MINGGU KELUAR RSJ Ika Famila Sari
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30443

Abstract

Skizofrenia merupakan salah satu gangguan mental  yang cukup berat yang ditandai oleh berbagai simtom (gejala), salah satunya adalah hilangnya kontak dengan realita. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dinamika psikologis serta faktor-faktor penyebab munculnya gangguan skizofrenia, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Jumlah partisipan yang digunakan adalah 1 orang, bernama Iyan (nama samaran) berusia 28 tahun. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal yang berpengaruh yaitu riwayat genetik dalam keluarga, kepribadian, serta kurangnya asertifitas. Sedangkan faktor eksternal, yaitu tidak terpenuhinya kebutuhan afeksi, tidak adanya dukungan sosial serta adanya stresor dari lingkungan. Selain itu, Iyan mengalami kekambuhan dan relapse kembali 2 minggu kemudian. Faktor yang diduga memberikan pengaruh pada kekambuhan partisipan adalah tingginya asupan konsumsi caffeine dan rokok (nikotin). Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bahwa selain faktor internal dan eksternal yang perlu mendapatkan penanganan, asupan konsumsi pasien yang keluar dari rumah sakit jiwa  juga harus menjadi perhatian.
HUBUNGAN ANTARA CULTURE SHOCK DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA PAPUA TAHUN PERTAMA YANG MERANTAU DI UKSW SALATIGA Elisabeth Tekege; Berta Esti Ari Prasetya
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30437

Abstract

Kebudayaan dan lingkungan yang baru membuat individu seperti mahasiswa berada di dalam kondisi yang berbeda dari lingkungan daerahnya, perubahan ini apakah akan mengakibatkan prestasi belajar akan berada pada taraf yang baik atau tidak pada setiap mahasiswa yang merantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara culture shock dan prestasi belajar pada mahasiswa tahun pertama yang merantau di UKSW Salatiga. Metode penelitian dalam pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling dengan melibatkan 102 mahasiswa angkatan 2019 yang berasal dari Papua. Pengambilan data melalui kuesioner yang disebarkan ke setiap responden dengan teknik analisa data menggunakan uji korelasi spearman’s rho dengan bantuan aplikasi SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai r = 0.068 (P>0,05) yang berarti tidak adanya hubungan signifikan antara culture shock dengan prestasi belajar. Dengan demikian hipotesis (H1) ditolak dimana hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang singnifikan antara culture shock dan prestasi belajar.
Citra Diri Penyandang Tunanetra terhadap Diskriminasi dari Lingkungan Sosial Widya Lestari; Rizki Fitlya
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30476

Abstract

Citra diri adalah konsep yang dibentuk di dalam pikiran mengenai seperti apa seseorang individu sebagai manusia sosial. Semua individu dapat menarik gambaran mental akan diri sendiri dan gambaran ini akan cenderung bertahan secara stabil seiring waktu kecuali individu tersebut mengambil langkah – langkah pertimbangan untuk mengubahnya. Individu dengan citra diri positif seringkali akan tampak lebih optimistik dalam hidup dan lebih percaya diri akan kemampuan diri karena merasakan kontrol yang lebih besar terhadap diri sendiri dan terhadap hidup begitu juga sebaliknya untuk citra diri negatif. Diskriminasi dari lingkungan tidak jarang terjadi pada penyandang tunanetra, sehingga hak-hak sebagai warga Negara sulit didapatkan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra diri penyandang tunanetra terhadap diskriminasi dari lingkungan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain penelitian adalah studi kasus yang melibatkan 6 penyandang tunanetra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan pada dasarnya keenam subyek memiliki citra diri positif yang artinya subjek memiliki kepercayaan diri yang cukup baik, walaupun terkadang rasa percaya diri itu tidak stabil dikarenakan seringnya intensitas diskriminasi yang diterima. Secara keseluruhan keenam subjek memiliki ambisi atau rasa optimis dalam mencapai tujuan hidup dan cita-cita tetapi terkadang menjadikan beberpa subjek kurang dapat maksimal dalam mengorganisir diri. Hampir seluruh subjek merasa mampu untuk mencoba sesuatu yang baru dan dirasa orang lain bahwa subjek tidak dapat melakukannya. Kendali diri penyandang tunanetra cukup baik dalam menghadapi diskriminasi dimana subjek tidak mudah marah dan meluapkan emosinya di depan orang lain.
Hubungan Antara Interaksi Teman Sebaya Dan Efikasi Diri Dengan Motivasi Belajar Nur Kur'ani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30435

Abstract

Motivasi belajar dalam diri siswa mempunyai peran penting dalam menjalani proses pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi teman sebaya dan efikasi diri dengan motivasi belajar. Hipotesis yang diajukan yaitu 1) Ada hubungan antara interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar; 2) Ada hubungan antara efikasi diri dengan motivasi belajar; 3. Ada hubungan antara interaksi teman sebaya dan efikasi diri dengan motivasi belajar. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX di SMP N 16 Pontianak. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 30 siswa diambil dengan menggunakan proporsional random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Ada hubungan yang signifikan antara interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar; 2. Ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan motivasi belajar; 3. Ada hubungan  antara interaksi teman sebaya dan Efikasi diri dengan motivasi belajar dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,125. Nilai ini mengandung arti bahwa interaksi teman sebaya dan efikasi diri dan motivasi belajar berkontribusi pada penelitian ini sebesar 12.5% dan sisanya sebesar 87.5% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama interaksi teman sebaya dan efikasi diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar sehingga motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan meningkatkan interaksi teman sebaya dan efikasi diri
Emotional Intelligence Training to Improve the Efficacy of Primary School Teachers Cicilia Hendarto
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.24035

Abstract

The aim of the current study was to investigate the effect of emotional intelligence training toward elementary teacher. The training given to increase the teachers’ efficacy in students’ engagement, instructional strategies and classroom management. There are three sessions during the training included identifying and understand the emotions of himself and others, identifying and understanding the impact of the emotion used in adopting decisions and managing the emotions of himself and others. Participant were 25 elementary teachers in Intan Permata Hati School. The result taken using the Teacher’s Efficacy Scale (Tschannen-Moran, M., & Woolfolk Hoy, A., 2001) before and after training to investigate the impact of the training. Overall the result showed that the students’ engagement has the biggest impact and emotional intelligence is significant increase teachers’ efficacy. The students’ engagement has the biggest impact
KESIAPAN BELAJAR MANDIRI PADA PELAKSANAAN METODE E-LEARNING PADA MASA PANDEMI COVID-19 MAHASISWA KEDOKTERAN MALAHAYATI ANGKATAN 2019 Sri Maria Puji Lestari; Yesi Nurmalasari; Desi Hermawan; Siti Auliya Rakhma
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30473

Abstract

Pemerintah mengeluarkan kebijakan terbaru dibidang pendidikan selama pandemi covid-19, yaitu dengan pembelajaran elektronik. Mahasiswa angkatan 2019 Universitas Malahayati yang menerapkan strategi pembelajaran yaitu Problem Based Learning (PBL), dimana pembelajaran berpusat pada mahasiswa. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana Kesiapan belajar mandiri pelaksanaan metode E-learning pada masa COVID-19 Mahasiswa Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif. Alat ukur yang digunakan yaitu Kuesioner Kesiapan Belajar Mandiri dengan Metode E-learning. Hasil penelitian mendapatkan responden penelitian 216 dengan tingkat SDLR dengan metode E-learning terbanyak dengan kategori tinggi berjumlah 119 responden (94,4%) untuk SDLR rendah 7 responden (5,6%).