cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 356 Documents
Strategi Coping Pada Remaja yang Hamil Diluar Nikah Dalam Menjalani Pernikahan Dini dan Berkeluarga (Married By Accident) Happy Ayu; Anandha Sherly Erlina; Tinon Citraning Harisuci
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/aedkmr97

Abstract

Kehamilan di luar nikah pada remaja sering berujung pada pernikahan dini (married by accident) dan menimbulkan berbagai tekanan psikologis, sosial, serta tuntutan penyesuaian diri. Penelitian ini dilakukan untuk memahami strategi coping yang digunakan remaja perempuan dalam menghadapi pernikahan dini akibat kehamilan pranikah. Kajian pustaka merujuk pada teori Lazarus dan Folkman yang membagi coping menjadi problem focused coping dan emotion focused coping. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Tiga remaja perempuan berusia di bawah 19 tahun dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi, kemudian dianalisis dengan mengkoding data berdasarkan kategori coping Lazarus dan Folkman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek menggunakan berbagai strategi coping, antara lain seeking social support, planful problem solving, accepting responsibility, positive reappraisal, distancing, serta pada beberapa subjek muncul self-controlling, escape avoidance, dan confrontative coping. Strategi yang paling dominan adalah seeking social support karena keluarga dan lingkungan memiliki peran besar dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan terkait pernikahan dini. Temuan ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan kemampuan regulasi emosi berkontribusi penting dalam proses adaptasi remaja yang menjalani married by accident. Penelitian selanjutnya disarankan menggali aspek psikologis dan dinamika keluarga secara lebih mendalam.
Program Penyiapan Arah Karir Siswa: Diagnosis Dan Konsultasi Minat, Bakat Dan Inteligensi Berbasis Tes Rafael Lisinus Ginting; Mirza Irawan; Elizon Nainggolan; Erwita Ika Violina; Asiah
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/g70k0f49

Abstract

Pada program ini yang menjadi mitra adalah Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tigabinanga, Sumatera Utara. Sekolah ini sangat membutuhkan pendampingan terkait dengan permasalahan karir siswa karena terbatasnya program dan instrumen tes inteligensi, bakat dan minat. Tujuan program kemitraan masyarakat ini adalah untuk mengentaskan masalah yang dihadapi oleh mitra yakni terbatasnya akses untuk mendapatkan alat-alat tes yang berguna bagi penyiapan karir siswa,dana yang diperlukan untuk tes inteligensi, minat dan bakat sangat besar, adanya keterbatasan guru dalam melakukan pelayanan bimbingan untuk perkembangan karir siswa, tidak tersedianya panduan pelaksanaan program bimbingan konseling karir untuk membantu dalam pengembangan karir. Pelaksanaan program penyiapan arah karir siswa: Diagnosis dan Konsultasi Minat, Bakat dan Inteligensi Berbasis asesmen tes ini dilakukan dengan metode workshop diagnosis psikologis siswa dalam bidang minta bakat dan kecerdasan yang secara umum meliputi kegiatan tes minat bakat dan inteligensi menggunakan alat tes. Metode kedua adalah dengan FGD untuk program penyiapan arah karir siswa berbasis test. Keberhasilan kegiatan PKM ini dapat diukur berdasarkan luaran yang dihasilkan antara lain) terbantunya guru dan siswa dalam profiling minat bakat da kecerdasan mereka, siswa lebih percaya diri dalam menentukan arah karir untuk masa yang akan datang; tersedianya program BK karir bagi siswa di sekolah, peningkatan keterampilan guru dalam merancang instrumen kebutuhan karir.
Identifikasi Tingkat Kecenderungan Perilaku Adiktif Mahasiswa Generasi Z Erwita Ika Violina; Rafael Lisinus Ginting; Fadinda Aisyah; Salsabila Nasution
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 19 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/hq7p2r22

Abstract

In today's digital era, the tendency of addiction to technology, social media, and certain substances is increasing, which has the potential to harm the well-being of students. This study aims to identify the level of addictive behavior tendencies in students at Medan city, focusing on two main factors: individual predisposition and specific areas of addiction. Through a descriptive quantitative approach, data were collected from 491 students using a questionnaire that measured addictive tendencies based on various variables, including learning patterns, emotional regulation, impulsivity, and addictive behaviors related to technology, drugs, gambling, and pornography. The results showed that Internet & Technology was the domain with the highest addiction tendencies (M = 17.44), followed by emotional regulation (M = 15.86). Although addiction to Cigarettes, Alcohol, and Drugs showed the lowest mean value (M = 9.53), the high kurtosis value indicates the presence of a group of students with very high addiction. On the other hand, psychological factors such as Impulsivity and low Executive Function contribute to impulsive decision-making that exacerbates addictive behavior. This study recommends the development of more holistic prevention and intervention programs, including enhanced guidance and counseling services and effective coping skills training, to help college students overcome addictive behaviors and improve their psychological well-being.
Hubungan Antara Sense Of Belonging Dengan Kepuasan Kerja Pegawai Balai Pemasyarakatan Kelas II Bukittinggi Sufi Ramadani; Dani Yoselisa; Desmita; Wahidah Fitriani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/yt6z7y73

Abstract

Kepuasan kerja adalah hal yang sangat penting karena berpengaruh terhadap bagaimana karyawan bekerja di suatu organisasi. Salah satu faktor psikologis yang memengaruhi kepuasan kerja adalah rasa memiliki atau merasa termasuk dalam kelompok. Studi ini bertujuan untuk menggali hubungan antara rasa memiliki dan kepuasan kerja, menggunakan alat pengukuran yang telah diujikan sebelumnya. Untuk menganalisis datanya, dilakukan uji asumsi prasyarat dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara rasa memiliki dan kepuasan kerja di BAPAS Kelas II Bukittinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang positif serta perasaan dihargai dan diakui dapat meningkatkan kepuasan kerja. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat membantu memahami faktor psikologis yang memengaruhi kepuasan kerja dan memberikan masukan untuk pengembangan kebijakan organisasi.
STUDI EKSPLORASI AWAL PENGEMBANGAN SKALA PENGAMPUNAN KRISTIANI Soejanto Sandjaja; Kezia Wuitaniago; Alycia Averlyn Julianta; Jhessica Nieta Tasmin
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pkbqkb40

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan skala pengampunan Kristiani yang valid dan reliabel dengan menambahkan dimensi religiusitas pada kerangka alat ukur Transgression-Related Interpersonal Motivations Inventory (TRIM-18). Adapun pengampunan kristiani dipahami sebagai proses memaafkan dan melepaskan dendam dan penyesalan yang dirasakan dengan melakukan transformasi pribadi berdasarkan ajaran Kristianitas yang mencakup dimensi psikologis dan religiusitas. Penelitian dilakukan dalam dua tahap dengan 146 partisipan dengan kriteria yaitu beragama Kristen atau Katolik, berusia di atas 12 tahun, dan berdomisili di DKI Jakarta. Alat ukur yang dikembangkan terdiri dari empat dimensi yaitu motivasi balas dendam, motivasi menghindar, motivasi kebaikan hati, dan religiusitas. Data dianalisis menggunakan analisis faktor eksploratori. Hasil menunjukkan bahwa skala pengampunan Kristiani memiliki struktur faktor sesuai dengan konsep pengampunan Kristiani, meskipun reliabilitas skala mengalami penurunan pada studi dua sehingga memerlukan pengembangan lebih lanjut. Kajian ini memberikan fondasi baru untuk memahami konteks pengampunan dan menyediakan alat ukur yang potensial bagi konselor, praktisi pastoral, serta komunitas Kristiani lainnya.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN HANDPHONE TERHADAP NOMOPHOBIA PADA SISWA KELAS VIII DI MTS NEGERI 1 PONTIANAK Ria Tri Lestari; Yuline; Luhur Wicaksono
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/p5jwq867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan handphone terhadap nomophobia pada siswa kelas VIII di MTS negeri 1 pontianak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk studi hubungan. Adapun sampelnya berjumlah 45 orang siswa yang diambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik komunikasi tidak langsung menggunakan kuesioner. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan bantuan program SPSS (statistical product and service solution) versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara intensitas penggunaan handphone terhadap nomophobia yakni dengan nilai signifikansi sebesar 0,048 sedangkan intensitas penggunaan handphone dan nomophobia siswa berada pada kategori “sedang”. Besarnya pengaruh intensitas penggunaan handphone terhadap nomophobia adalah 8,8%.
PERSEPSI SITUATIONSHIP PADA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI QUARTER-LIFE CRISIS Eka Setiawati; Friska Berliana Berliana; Lita Rasonia Saragih; Tasya Salsabila; Dotor Hartaty Silaban; Fadhillah Salsabila Putri; Taqiyah Anasa Irsyah; Rifa Mulyani; Risydah Fadilah; Suaidah Lubis; Raja Bob Ridwan
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ved76552

Abstract

This study aims to explore and understand the perception of situationship in young adults experiencing a quarter-life crisis. The method used is a qualitative approach with a phenomenological design to determine the subjective experiences and perceptions developed by respondents. In this study, respondents were selected using a purposive sampling technique, with the following criteria: (1) aged 21–40 years, (2) currently experiencing or having experienced a situationship for at least three months, (3) experiencing signs of a quarter-life crisis, and (4) willing to participate in in-depth interviews. The number of participants was determined based on the principle of data saturation, namely when no new themes were found from the data collection process, amounting to 3 respondents. The results show that young adults experiencing a quarter-life crisis view situationship as a relationship without clear official status that is emotional and often used as a form of escape from life's pressures and uncertainties. In addition, those experiencing situationship also tend to be ambivalent. On the one hand, respondents feel comfort, relief, and emotional closeness. On the other hand, this relationship also causes anxiety, uncertainty, emotional confusion, and insecurity, especially when emotional expectations between the two parties are not balanced. This situation has the potential to cause negative psychological effects, such as anxiety and discomfort, in respondents experiencing a quarter-life crisis if not managed properly. Overall, this study provides an in-depth understanding of young adults' perceptions and experiences of situationship in the context of a quarter-life crisis.
MEKANISME INTERPERSONAL EFEKTIVITAS TIM KERJA DI ERA FLEKSIBEL: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW PREDIKTOR PSIKOLOGIS DAN KOMUNIKASI Lovenia Daeka; Felicya Maheswari Syahrian; Allamanda Nayla Dira Marshela
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/145dj833

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan penerapan sistem kerja fleksibel sejak 2021 telah mengubah pola kolaborasi organisasi, sehingga efektivitas tim menjadi faktor penting dalam pencapaian tujuan. Dalam Psikologi Industri dan Organisasi, efektivitas tim dipengaruhi tidak hanya oleh kompetensi teknis anggota, tetapi juga oleh faktor psikologis dan proses interpersonal. Dua variabel utama yang berperan adalah psychological safety dan komunikasi tim. Psychological safety memungkinkan anggota menyampaikan ide, pendapat, dan kesalahan tanpa takut konsekuensi negatif, sedangkan komunikasi tim mendukung kesamaan pemahaman, koordinasi, dan kerja sama. Penelitian ini bertujuan melakukan Systematic Literature Review terhadap artikel periode 2021–2026 yang membahas kedua variabel sebagai penentu efektivitas tim kerja. Kajian dilakukan secara sistematis melalui identifikasi, seleksi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil diharapkan memberikan pemahaman komprehensif mengenai hubungan antarvariabel serta kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi organisasi dan praktik peningkatan efektivitas tim di era digital.
MENGHADAPI QUARTER LIFE CRISIS: KONTRIBUSI IDENTITY EXPLORATION DAN RESILIENSI PADA FRESH GRADUATE   Annisa Azzahra Aprisyana; Eva Palupi
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/2ce28j86

Abstract

Quarter-life crisis merupakan isu psikologis yang sering dialami lulusan baru selama fase transisi menuju kedewasaan. Fenomena ini berkaitan erat dengan kapabilitas individu dalam mengeksplorasi identitas diri serta mengelola tekanan eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh eksplorasi identitas dan ketahanan (resiliensi) terhadap quarter-life crisis pada lulusan baru Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Mengadopsi desain kuantitatif bersifat kausal, penelitian ini mengambil populasi dari lulusan baru UIN Salatiga dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert lima poin, kemudian diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis mengungkap pengaruh negatif signifikan dari eksplorasi identitas dan resiliensi terhadap quarter-life crisis. Secara khusus, semakin optimal kemampuan eksplorasi identitas dan tingkat resiliensi, semakin minim risiko mengalami krisis tersebut. Penelitian ini menegaskan peran krusial eksplorasi identitas dan resiliensi dalam mendukung lulusan baru mengatasi tuntutan perkembangan pada tahap awal kedewasaan.
PENGARUH 'IFFAH DAN REGULASI EMOSI TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESI PADA REMAJA Silviana Tri Rahmawati; Eva Palupi
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kf6r8p06

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kecenderungan perilaku agresi pada remaja di lingkungan sekolah, baik dalam bentuk agresi fisik maupun verbal. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh ‘iffah terhadap kecenderungan perilaku agres pada remaja di SMP X Kota Salatiga, 2) Mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap kecenderungan perilaku agresi pada remaja di SMP X Kota Salatiga, 3) Mengetahui pengaruh ‘iffah dan regulasi emosi terhadap kecenderungan perilaku agresi pada remaja di SMP X Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Sampel penelitiann terdiri dari siswa SMP X Kota Salatiga yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ada pengaruh negatif dan signifikan (14,8%) dari ‘iffah terhadap kecenderungan perilaku agresi pada remaja di SMP X Kota Salatiga, yang ditunjukkan dari nilai thitung sebesar -2.356 dan nilai ttabel sebesar 1,990 (thitung>ttabel), serta nilai sig. sebesar 0,021 (p<0,05). 2) Ada pengaruh negatif dan signifikan (20,8%) dari regulasi emosi terhadap kecenderungan perilaku agresi pada remaja di SMP X Kota Salatiga, yang ditunjukkan dari nilai thitung sebesar -3.489 dan nilai ttabel 1,990 (thitung>ttabel), serta nilai sig. 0,001 (p<0,05). 3) Ada pengaruh yang signifikan dari ‘iffah dan regulasi emosi terhadap kecenderungan perilaku agresi pada remaja di SMP X Kota Salatiga. yang ditunjukkan dari nilai fhitung sebesar 14.156 dan nilai ftabel 3.12 (fhitung > ftabel), serta nilai sig. 0,000 (p<0,05). Besarnya sumbangan efektif ‘iffah dan regulasi emosi secara simultan terhadap kecenderungan perilaku agresi pada remaja di SMP X Kota Salatiga (R2) sebesar 25,9%.