cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
BUDAYA ORGANISASI DAN KOMITMEN ORGANISASI PADA THE EMMERICK HOTEL SALATIGA Manuela Ranske Halim; Sutarto Wijono
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27829

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara budaya organisasi dengan komitmen organisasi. Subjek dari penelitian ini adalah karyawan dari the Emmerick Hotel Salatiga. Penentuan subjek tersebut dilakukan dengan teknik sampling jenuh, yang terdiri dari 90 orang karyawan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan alat ukur Pengumpulan data menggunakan yaitu skala psikologi Original Commitment Scale Items yang dikembangkan oleh Allen & Meyer (1990) dan skala yang dikembangkan dari 7 karakteristik budaya organisasi menurut Robbins (2013) yang di modifikasi oleh Tazkia (2017). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis didapat hasil sebesar 0,541 dan diketahui bahwa taraf signifikansi x dan y lebih kecil dari α= 0,05. Hal ini berarti bahwa variabel budaya organisasi dengan komitmen organisasi sebesar, 54,1%. Hasil temuan menunjukkan bahwa ada hubungan antara budaya organisasi dengan komitmen organisasi.
HUBUNGAN ANTARA KEBERMAKNAAN KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI Abraham Irianto; Berta Esti Ari Prasetya
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27820

Abstract

This research aimed to knew the relationship between meaningful work and organizational commitment. The participants of this study consisted of 52 partisipants. The hypothesis in this research was the existence of a positive significant relation between meaningful work and organizational commitment. Measurement instruments in this research was a Work and Meaning Inventory by Steger, Dik, and Duffy (2012) and Organizational Commitment Questionnaire by Meyer and Allen (1990). Data analysis technique used Product Moment Correlation by Karl Pearson and helped by SPSS ver 16.00 for Windows. The result in this research found there was a positive and significance correlation between meaningful work and organizational commitment that r = 0,442 with a significance of p = 0,001 (P<0,005) which meant with higher meaningful work, the organizatinal commitment would be high. Otherwise with lower meaningful work, organizational commitment would be low.
PSIKOEDUKASI "PEPRO" UNTUK MENURUNKAN PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN MENGGUNAKAN MANAJEMEN WAKTU PADA SISWA SISWI SMP DAN SMA/SMK Luh Nyoman Alit Saraswati Sarasija; Anindya Ayu Nariswari; Dinda Aisha Dewanggana; Venya Alya Arghita; Tyvania Shalsabilla Wilhelmina Patty; Harijanto Tjahjono
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27835

Abstract

Fenomena menunda- nunda suatu pekerjaan yang seharusnya dapat dikerjakan secara tepat waktu dikenal dengan sebutan prokrastinasi. Untuk menurunkan tingkat prokrastinasi, maka dilakukan psikoedukasi mengenai manajemen waktu terkait teknik penentuan skala prioritas dan menumbuhkan konsistensi perilaku. Hasil dari psikoedukasi ini menunjukkan jika peserta didik dapat membuat teknik pembuatan 4 Kuadran Covey, To Do List dan teknik pilihan terhadap pengorganisasian. Guna melihat perubahan perilaku peserta didik maka perlu melakukan pemantauan secara berkala untuk melihat konsistensi perilaku dan juga melakukan follow up pada lima hari setelah diadakan psikoedukasi. Hasil dari pemberian psikoedukasi ini menyebabkan angka post-test meningkat sebesar 30% dari hasil pre test. Hal ini menandakan bahwa tingkat prokrastinasi meningkat dan pemberian manajemen waktu pada siswa SMP dan SMA/SMK belum cukup efektif untuk menurunkan perilaku prokrastinasi. Peningkatan angka pada hasil post-test disebabkan oleh banyaknya jumlah butir yang diberikan pada saat post-test sehingga peserta tidak memperhatikan kondisi yang sebenarnya yang dirasakan pada saat menjawab. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa peserta didapatkan bahwa mereka belum terbiasa untuk membuat jadwal belajar, lebih menyukai bekerja dengan tidak memiliki target setiap harinya dan beban tugas yang diberikan sekolah terlalu banyak sehingga hal ini juga memicu meningkatnya angka pada hasil post-test.
PENGALAMAN AYAH DALAM MERAWAT ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER (ASD) Diessa Restikaning Galih; Muhammad Luthfi Oktarianto
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.27825

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi kesulitan dalam interaksi sosial dan komunikasi pada perkembangan anak yang berlangsung seumur hidup. Pola pengasuhan terhadap anak ini menjadi tantangan tersendiri terhadap orang tua khususnya seorang ayah. Tujuan review ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman ayah dalam merawat anak dengan Autism Spectrum Disorder. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi pustaka. Peneliti menemukan jurnal internasional pada beberapa database yang meliputi Science Direct, Sage Pub, Springer, Elsevier, Tandfonline dan JStor dari tahun 2011-2020. Kegiatan ini meliputi review terhadap jurnal yang membahas mengenai pengalaman ayah dalam merawat anak dengan autism spectrum disorder. Setelah melakukan serangkaian screening ditemukan enam jurnal yang sesuai dengan topic tersebut. Hasil  penelitian ini menunjukan bahwa pengalaman merawat anak dengan autism spectrum disorder dapat memperkaya pengalaman, membutuhkan penerimaan dan dukungan lingkungan sekitar untuk mengurangi stressor yang didapatkan. Diperlukan adanya kegiatan untuk memperkaya pemahaman dalam pola pengasuhan anak kepada ayah agar kualitas hidup anak penderita Autism Spektrum Disorder semakin baik.
PELAYANAN POLA MAKANAN SEHAT DAN GIZI TERHADAP TAHANAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS I DEPOK Herdiana Ramadhan; Padmonoi Wibowo
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v18i1.28731

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara sebagaimana yang di atur di dalam Pasal 1 Angka 1 UU Pemasyarakatan merupakan tempat dilaksanakannya penghukuman dan pembinaan bagi narapidana dengan sistem kelembagaan, pembinaan ini menjadi satu tujuan akhir dari sistem pemidanaan. Berdasarkan Pasal 14 UU Pemasyarakatan ini narapidana berhak mendapatkan pengayoman pelayanan kesehatan dan makanan yang layak. Adapun berkenaan dengan proses pelayanan konsumsi makanan untuk narapiana di dalam Lapas/Rutan, Idealnya yang berdampak pada peningkatan kualitas SDM, maka dengan demikian dalam hal ini dari segi kualitas maupun kuantitas gizi harus seimbang serta layak dan aman untuk dikonsumsi. Pada kenyataannya pelayanan kesehatan dan konsumsi yang penulis teliti baik di Rutan Kelas I Depok masih kurang memadai dan belum memenuhi standar yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis pemenuhan hak-hak dasar narapidana atas pelayanan kesehatan dan konsumsi, faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan upaya peningkatan pemenuhannya. Jenis penelitian hukum dan pendekatan yuridis empiris, atau penelitian hukum sosiologis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data kualitatif, metode kualitatif ini digunakan agar penulis dapat mengerti dan memahami gejala yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian penulis diketahui bahwa pelayanan kesehatan dan konsumsi di Lapas dan Rutan masih belum efektif, terlihat dari sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan, frekuensi kunjungan tenaga kesehatan, dan anggaran yang tersedia, Upaya Peningkatan Pemenuhan nya secara internal maupun eksternal berupa sosialisasi, memperjuangkan anggaran melalui legislatif, dan optimal menjalankan aturan untuk pelayanan hak narapidana, baik pelayanan kesehatan dan makanan yang layak.
Pola Kecemasan Perempuan Penyintas Kekerasan Dalam Pacaran: Kajian Perspektif Behavioral Sofyan Aye; Sutarto Wijono; Arianti Ina Restiani Hunga
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30474

Abstract

Tujuan review ini adalah untuk mendeskripsikan perspektif behavioral teknik desensitisasi sistematis, dan bagaimana terapi ini dapat menjadi terapi yang tepat untuk memulihkan kecemasan  penyintas yang mengalami kekerasan dalam berpacaran. Metode pengumpulan data bersumber dari jurnal elektronik dan buku yang relevan dengan kajian. Pertama, dibahas mengenai kasus kekerasan dalam berpacaran di Indonesia. Selanjutnya, dibahas mengenai teknik desensitisasi sistematis, dan hasil-hasil penelitian sebelumnya mengenai teknik desensitisasi sistematis. Berdasarkan kajian ini, teknik desensitisasi sistematis terbukti efektif menurunkan tingkat kecemasan pada individu. Karena penyintas kekerasan dalam berpacaran juga mengalami kecemasan, maka diharapkan pendekatan teknik desensitisasi sistematis dapat digunakan sebagai metode pemulihan untuk menurunkan tingkat kecemasan. Kesimpulan kajian ini, agar dapat dilakukan pilot study  untuk menguji efektifitas teknik desensitisasi sistematis dalam konteks kekerasan dalam berpacaran di Indonesia.
EMOTIONAL INTELLIGENCE DAN STRES PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI QUARTER-LIFE CRISIS Akta Ririn Aristawati; Tatik Meiyuntariningsih; Firmansyah Dwi Cahya; Ananda Putri
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.31121

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat emotional intelligence dengan tingkat stres pada mahasiswa yang mengalami quarter life crisis. Adapun hipotesa yang diajukan adalah adanya hubungan negatif antara tingkat emotional intelligence dengan tingkat stres pada mahasiswa yang mengalami quarter life crisis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 100 mahasiswa yang masih berada pada masa dewasa awal dengan rentang usia 20 hingga 30 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan 2 skala yaitu skala emotional intelligence dan stress. Data tersebut dianalisis menggunakan program Statistic Package for Social Science 25 for windows version dengan teknik korelasi product moment. Hasil analisa data menunjukkan nilai korelasi sebesar -0,643 dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05). Hal ini dapat diartikan bahwa emotional intelligence berhubungan negatif dan signifikan terhadap stres pada mahasiswa yang mengalami quarter-life crisis. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tingginya tingkat emotional intelligence pada mahasiswa yang mengalami quarter-life crisis, maka semakin rendah tingkat stresnya. Sedangkan, rendahnya tingkat emotional intelligence pada mahasiswa yang mengalami quarter-life crisis, maka semakin tinggi tingkat stresnya.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DPT PADA BAYI DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT DIFTERI PERTUSIS DAN TETANUS DI PUSKESMAS KORPRI BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 Ringgo Alfarisi; Jordy Oktobiannobel; Tri Wibowo Julianto
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.31389

Abstract

DPT immunization is the basic immunization used to prevent diphtheria pertussis and tetanus. According to data from the Bandar Lampung City Health Office from 30 health centers in Bandar Lampung, the Korpri Puskesmas in Sukarame District is the health center with the lowest complete basic immunization coverage, which is 60.8% in 2015. The low immunization coverage rate is inseparable from health behavior and parental knowledge about DPT immunization. Purpose of this study to determine the relationship between the level of mother's knowledge about DPT immunization in infants with the prevention behavior of diphtheria pertussis and tetanus at the Korpri Puskesmas Bandar Lampung in 2020. This study used an observational and analytic type of study with a cross sectional approach and a questionnaire interview method. The sample used in this study were mothers who had babies in the work area of the Korpri Bandar Lampung Community Health Center in 2020. Data analysis used Chi-Square. The result It is known that 7 mothers (77.8%) have bad knowledge about DPT immunization and bad behavior towards DPT disease prevention, as many as 2 mothers (22.2%) have bad knowledge about DPT immunization and good behavior towards DPT disease prevention. A total of 28 mothers (33.3%) had good knowledge about DPT immunization and bad behavior towards DPT disease prevention, as many as 56 mothers (66.7%) had good knowledge about DPT immunization and good behavior towards DPT disease prevention. Chi-square test results obtained p-value = 0.024 (p ≤ 0.05), which means that there is a relationship between the level of maternal knowledge and the prevention behavior of diphtheria, pertussis and tetanus. There is a significant relationship between the level of maternal knowledge about DPT immunization in infants with the prevention behavior of diphtheria pertussis and tetanus at the Korpri Puskesmas Bandar Lampung in 2020 with a p-value = 0.024 (p ≤ 0.05). 
STRES PADA TENAGA KESEHATAN SAAT PANDEMI COVID-19: TINJAUAN LITERATUR Shenna Mentari Ayuningtyas; Wiwin Hendriani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30442

Abstract

Sejak dideklarasikannya COVID-19 sebagai pandemi oleh WHO, tenaga kesehatan sebagai profesi yang memiliki peran yang signifikan terhadap penanganan pandemi, lebih berisiko untuk mengalami stres dibandingkan profesi lain. Tujuan studi ini adalah untuk memperoleh fakta terkait stres pada tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19. Pencarian basis data elektronik melalui Google Scholar, Springer Link, Sage Journals, Science Direct, dan basis data WHO dilakukan untuk mengidentifikasi penelitian tentang stres pada tenaga kesehatan saat menghadapi pandemi COVID-19 yang dirilis sejak tahun 2019 yang merupakan awal teridentifikasinya COVID-19 di Wuhan, Cina. Lima penelitian diperoleh berdasarkan kriteria inklusif dan eksklusif pada tinjauan literatur ini. Kelima penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan kelima penelitian tersebut, tenaga kesehatan menunjukkan tingkat stres ringan hingga berat saat menghadapi pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh faktor sosiodemografis, kondisi personal, tuntutan organisasi, dan dukungan sosial.
BERSYUKUR PADA REMAJA PEREMPUAN DARI KELAS EKONOMI MENENGAH YANG MENGALAMI BODY DISSATISFACTION Aliffia Ananta; Rina Dwi Purwanti
PSIKOLOGI KONSELING Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v19i2.30436

Abstract

Bersyukur atau gratitude adalah bentuk apresiasi yang dilakukan oleh individu ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik atau membantu. Secara spesifik bersyukur dapat diartikan perasaan bahagia ketika menerima kebaikan atau melihat suatu kebaikan yang terjadi secara alamiah. Bersyukur dapat memberikan manfaat beberapa diantaranya adalah mencegah perasaan negatif, memotivasi adanya peningkatan diri, meningkatkan self-esteem, serta terbuktinya bersyukur memiliki kaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik. Hal ini bisa jadi bertolak belakang Body Dissatisfaction atau ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh. Body Dissatisfaction adalah penialaian negatif terhadap bentuk tubuh yang dimiliki. Remaja yang menghalami Body Dissatisfaction akan berfokus pada hal-hal negatif yang terjadi, mengalami kesulitan untuk melihat hal-hal positif, kelebihan, dan hal-hal apa yang mereka miliki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran beryukur pada remaja perempuan dari kelas ekonomi menengah yang mengalami Body Dissatisfaction. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Gratitude Questionaire-Six Item Form (GQ-6) yang disusun oleh McCullough et al., (2002)