cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 356 Documents
PENGARUH WORK-LIFE BALANCE DAN PSYCHOLOGICAL DETACHMENT TERHADAP EMOTIONAL EXHAUSTION PADA KARYAWAN BUTIK PUSPITA KEBAYA SALATIGA Livia Sania Dewi Ayuni; Ahmad Minan Zuhri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ak89a837

Abstract

Emotional exhaustion merupakan kondisi kelelahan emosional akibat tekanan kerja yang berlangsung secara terus-menerus sehingga dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance dan psychological detachment terhadap emotional exhaustion pada karyawan Butik Puspita Kebaya Salatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Populasi penelitian berjumlah 64 karyawan dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Likert yang disusun berdasarkan teori Greenhaus dan Allen untuk work-life balance, teori Sonnentag dan Fritz untuk psychological detachment, serta teori Maslach dkk. untuk emotional exhaustion. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 27 melalui uji deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance dan psychological detachment secara simultan berpengaruh signifikan terhadap emotional exhaustion dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan nilai F sebesar 91,680. Secara parsial, work-life balance memiliki pengaruh negatif signifikan dengan nilai t sebesar -9,216 dan signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan psychological detachment memiliki pengaruh negatif signifikan dengan nilai t sebesar -2,078 dan signifikansi 0,042 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,742 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 74,2% terhadap emotional exhaustion.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU CYBERLOAFING DI TEMPAT KERJA PADA KARYAWAN GENERASI Z Cindy Arianti Lim; Sri Tiatri; Helena Puspita Mulyono
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/w4ebay58

Abstract

Karyawan Generasi Z di Indonesia tumbuh sebagai digital native dengan akses internet yang tinggi, sehingga rentan terhadap perilaku cyberloafing (penggunaan internet untuk keperluan pribadi saat jam kerja). Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara kontrol diri dan cyberloafing pada karyawan Generasi Z di Indonesia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan melibatkan 227 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Kriteria partisipan meliputi: usia 18–29 tahun (Generasi Z), berstatus karyawan tetap atau kontrak, masa kerja minimal enam bulan, memiliki pekerjaan berbasis meja (desk job) dengan sistem kerja WFO, WFH, atau hybrid, serta menggunakan komputer/laptop dan internet dalam operasional kerja sehari-hari di berbagai wilayah Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Brief Self-Control Scale (BSCS) versi Indonesia (10 item, α = 0,887) dan Employee's Workplace Cyberloafing Scale (EWCS) (20 item, α = 0,945). Hasil analisis nonparametrik Spearman's rho menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara kontrol diri dan cyberloafing (r = -0,374; p < 0,001). Hal ini berarti semakin tinggi kontrol diri, semakin rendah kecenderungan cyberloafing. Secara deskriptif, mayoritas partisipan memiliki tingkat kontrol diri (64,8%) dan intensitas cyberloafing (66,1%) dalam kategori sedang. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kontrol diri internal sebagai strategi esensial untuk meminimalkan cyberloafing dan menjaga produktivitas kerja Generasi Z.
PERAN PEMBELAJARAN PAK DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA KRISTEN DI ERA DIGITAL: KAJIAN LITERATUR boimin sirait; Albert Pauli Sirait
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/v1167883

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang rentan secara psikologis, ditandai dengan gejolak emosi yang belum stabil dan pencarian identitas diri yang intensif. Di era digital yang terus berkembang, remaja Kristen menghadapi tantangan tambahan berupa paparan media sosial, konten negatif, dan krisis identitas yang semakin kompleks. Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) diyakini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus mendorong kematangan emosi remaja Kristen di tengah arus digitalisasi ini. Kajian literatur ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran PAK terhadap dua aspek tersebut berdasarkan penelitian-penelitian yang diterbitkan dalam kurun waktu 2020 hingga 2024. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran PAK berkontribusi signifikan dalam internalisasi nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan penguasaan diri yang menjadi fondasi karakter remaja. Selain itu, PAK juga terbukti mendukung kematangan emosi remaja melalui pembentukan regulasi diri berbasis iman, penguatan kesehatan mental rohani, serta pengembangan kecerdasan emosional yang berakar pada spiritualitas Kristen. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pendekatan pembelajaran PAK yang kontekstual, integratif, dan berpusat pada pengembangan whole-person remaja Kristen.
PENGARUH ADIKSI MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA GENERASI Z DI KOTA PONTIANAK anggun nuraini
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/cw3edd56

Abstract

Perkembangan media sosial telah memberikan berbagai kemudahan dalam memperoleh informasi dan menjalin interaksi sosial, terutama bagi Generasi Z yang tumbuh di era digital. Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis, salah satunya Fear of Missing Out (FOMO), yaitu perasaan takut tertinggal informasi, pengalaman, atau aktivitas yang dialami orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adiksi media sosial TikTok terhadap Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z di Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas Generasi Z pengguna aktif TikTok yang berdomisili di Kota Pontianak dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala adiksi media sosial TikTok dan skala Fear of Missing Out (FOMO) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adiksi media sosial TikTok berpengaruh positif dan signifikan terhadap Fear of Missing Out (FOMO) pada Generasi Z di Kota Pontianak (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat adiksi media sosial TikTok, semakin tinggi pula tingkat FOMO yang dialami individu. Adiksi media sosial TikTok memberikan kontribusi terhadap variasi FOMO, meskipun masih terdapat faktor-faktor lain di luar penelitian yang turut memengaruhi munculnya FOMO. Hasil penelitian ini mengindikasikan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak dan terkontrol untuk meminimalkan dampak psikologis negatif pada Generasi Z.
STUDI KUALITATIF MENGENAI LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DALAM MENGATASI MASALAH PERILAKU DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA DI SMA EXCELLENT AL YASINI Khumairo Wardatul Jannah; Risqi Dwi Cahyati; Laily Divia Amlati
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gebxar44

Abstract

Pendidikan SMA tidak hanya fokus pada pencapaian akademis tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang utuh dan kesejahteraan psikologi siswa. Masa remaja yang penuh perubahan membuat siswa rentan menghadapi tantangan yang dapat memicu masalah perilaku dan menurunkan kesejahteraan psikologis mereka. SMA Excellent Al Yasini sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi unggul berupaya menciptakan lingkungan kondusif, namun masih dihadapkan pada berbagai permasalahan perilaku siswa yang berdampak pada kondisi mental mereka. Peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis sebagai fungsi korektif, preventif, dan pengembangan potensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas layanan BK dalam mengatasi masalah siswa, mengidentifikasi persepsi siswa terhadap kualitas layanan, menganalisis dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis, serta merumuskan solusi untuk mengatasi tantangan implementasi layanan. Luaran yang diharapkan meliputi dokumen evaluasi efektivitas layanan, inventarisasi tantangan beserta rekomendasi, draf rencana program BK terintegrasi, dan pengurangan stigma negatif terhadap layanan BK. Kegunaan penelitian ini sangat luas bagi sekolah, guru BK, siswa, serta peneliti/pengabdi dalam mengembangkan layanan BK yang lebih efektif dan mendukung perkembangan holistik siswa.
HUBUNGAN INTERPERSONAL ONLINE: DAMPAK PSIKOLOGIS KENCAN ONLINE (ONLINE DATING) PENGGUNA DATING APPS PERSEPKTIF PSIKOLOGI CYBER Imam Zulkhairi; Masyhuri Masyhuri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rj904v36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak psikologis penggunaan aplikasi kencan online dalam konteks hubungan interpersonal di era digital. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, dan laporan statistik terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi kencan online meningkat signifikan secara global maupun di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Temuan menunjukkan bahwa kencan online memiliki dampak psikologis yang bersifat ambivalen. Di satu sisi, aplikasi ini memperluas peluang relasi sosial, meningkatkan kepercayaan diri, dan memfasilitasi interaksi interpersonal. Di sisi lain, penggunaan yang intensif berkorelasi dengan peningkatan kecemasan, depresi, kesepian, kelelahan emosional (dating fatigue), serta fluktuasi harga diri akibat perbandingan sosial dan kebutuhan validasi eksternal. Selain itu, ditemukan risiko perilaku adiktif dan masalah interpersonal seperti penipuan, pelecehan, dan ghosting. Secara teoretis, fenomena ini dijelaskan melalui integrasi Social Comparison Theory, Attachment Theory, Self-Presentation Theory, Uses and Gratifications Theory, dan Cognitive Dissonance Theory. Penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan berupa inkonsistensi temuan, dominasi pendekatan kuantitatif, keterbatasan konteks budaya, serta minimnya kajian kualitatif. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang lebih komprehensif dan kontekstual, khususnya dalam budaya Indonesia. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan teori, literasi digital, serta intervensi psikologis yang adaptif