cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Perhitungan Quantity Take Off Pekerjaan Beton pada Proyek X dengan Aplikasi Tekla Structures Maulina, Ervita Eka; Wiryasuta, I Ketut Hendra; Rodiyani, Megalita
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2023): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i2.4276

Abstract

Proyek konstruksi yang semakin kompleks dan sulit untuk dikelola menyebabkan peningkatan permasalahan selama siklus proyek. Salah satu contoh permasalahan tersebut dapat ditemukan pada proyek X yaitu adanya perubahan gambar kerja yang menyebabkan perhitungan ulang volume pekerjaan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan quantity take off pada pekerjaan beton dengan metode perhitungan dari output pemodelan elemen struktur menggunakan software Tekla Structures. Hasil pemodelan volume pekerjaan beton dan baja tulangan selanjutnya dibandingkan dengan Bill of Quantity (BoQ).  Penelitian ini menunjukkan hasil pemodelan pekerjaan beton dengan Tekla Structures sebesar 702,78 m3 atau 0,505% lebih kecil dibandingkan volume BoQ. Sedangkan hasil perhitungan pekerjaan tulangan dengan Tekla Structures yaitu 29.459,8 kg atau 61,166% lebih kecil dari BoQ. Faktor yang menyebabkan perbedaan volume pekerjaan adalah perbedaan asumsi perhitungan, detail perhitungan, ketelitian, serta human error.
Analisis Percepatan Waktu dan Biaya pada Proyek Pembangunan Gedung Sekolah Dasar Wachid Hasyim Kota Surabaya Menggunakan Metode Crashing Sutrisno, Wahyu Tri; Beatrix, Michella; Fatmawati, Laily Endah
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4784

Abstract

Proyek konstruksi merupakan rangkaian pekerjaan yang sensitif karena setiap aspeknya saling mempengaruhi satu sama lain. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi konflik antara jadwal rencana kerja yang tidak sesuai dengan realisasai pada lapangan. Penyebab sering keterlambatan karena adanya perubahan situasi selama pelaksanaan proyek, perubahan design, faktor cuaca, kebutuhan tenaga kerja, dan lain sebagainya.  Proyek Pembangunan Gedung 4 lantai Sekolah Dasar Wachid Hasyim Kota Surabaya yang memiliki estimasi waktu pekerjaan selama kurang lebih 48 minggu ini sedang mengalami permasalahan yaitu adanya permintaan percepatan waktu pekerjaan proyek yang dalam pelaksanaannya sedang mengalami keterlambatan pekerjaan. penelitian ini bertujuan menganalisa percepatan durasi waktu dan biaya proyek menggunakan metode crashing program yang bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas jaringan kerja dan mengoptimalkannya dengan bantuan software microsoft project. Hasil yang didapat adalah durasi waktu normal 377 hari kalender setelah dilakukan kegiatan crashing dengan penambahan jam kerja (lembur) menjadi 232 hari kalender sedangkan jika menggunakan alternatif penambahan tengaa kerja menjadi 248 hari kalender. Dengan penambahan biaya akibat kegiatan crashing dengan penambahan jam kerja (lembur) 4 jam selama 105 hari adalah sebesar Rp. 2,994,111,616.08. Sedangkan perbandingan biaya yang dibutuhkan untuk percepatan dengan alternatif penambahan tenaga kerja selama 89 hari adalah sebesar Rp. 1,775,009,149.13.
Meningkatkan Efisiensi Perhitungan Material dengan Implementasi Autodesk Revit 2022 Sari, Rizki Yunita; Safri, Safri; Alfiansyah, Farhan
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2024): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i2.4972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil perhitungan material antara penggunaan metode Building Information Modelling (BIM) menggunakan Autodesk Revit 2022 dan metode CAD konvensional pada Proyek Menara X. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi kasus pada proyek tersebut serta wawancara dengan para pakar BIM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Autodesk Revit 2022 dalam perhitungan QTO memberikan hasil yang lebih akurat dan konsisten. Dalam pekerjaan pembetonan, estimasi menggunakan BIM lebih tinggi 5,01% dan dalam pekerjaan bekisting, lebih tinggi 9,39% dibandingkan metode CAD konvensional, sedangkan dalam pekerjaan pembesian, estimasi lebih rendah 7,25%. Hal yang serupa juga terjadi pada volume realisasi, di mana BIM menghasilkan volume yang lebih tinggi 2,56% dalam pekerjaan pembetonan dan 6,58% dalam pekerjaan bekisting, sementara lebih rendah 3,73% dalam pekerjaan pembesian. Temuan ini menunjukkan bahwa BIM dapat mengurangi kesalahan dan ketidakakuratan dalam perhitungan material, dan oleh karena itu, dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi proyek konstruksi. Dengan demikian, implementasi BIM menggunakan Autodesk Revit 2022 menjadi pilihan yang lebih baik daripada metode CAD konvensional pada proyek-proyek konstruksi di masa depan.
Analisa Perbandingan Pengaruh Gempa terhadap Gedung Bertingkat Berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 Triayaska, Aviska; Trimurtiningrum, Retno
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4720

Abstract

Earthquakes are one of the important factors that need to be considered in planning building structures considering that Indonesia is an earthquake-prone country. Therefore, all building structures must be able to withstand vertical forces (field loads) and horizontal forces (wind and earthquake loads). In designing buildings, especially in earthquake-prone areas, the structure in receiving earthquake loads is very important to analyze. In conducting the analysis, it is necessary to have the latest earthquake regulations used as a reference, one of which is SNI 1726: 2019. This study aims to determine the effect of earthquake forces such as mass participation values, base shear force values, and inter-floor deviation values based on old earthquake regulations and the latest earthquake regulations, namely SNI 1726: 2012 and SNI 1726: 2019. The results of the analysis show that the comparison of the spectrum response values has increased the S¬a value by 5.35%, the mass participation value increased by 0.4% for the x direction and by 0.2% for the y direction, the internal force value in the x direction has a smaller percentage than the beam and column in the y direction, the base shear force value increased by 17.72% for the x direction and 16.81% for the y direction, the deviation between floors increased by 0.0583% to 0.0920%.
Identifikasi Faktor Penyebab Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan pada Proyek Konstruksi Desiana, Siska; Nuswantoro, Waluyo; Gawei, Apria Brita Pandohop
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2024): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i2.5302

Abstract

Proyek konstruksi yang dikerjakan semakin besar dan rumit. Setiap proyek konstruksi yang akan dikerjakan selalu mempunyai batas waktu yang ditentukan dalam kontrak proyek yang telah disepakati. Dari sekian banyak proyek konstruksi yang telah dilakukan, sering kali terjadi keterlambatan yang tidak diinginkan dan tidak disengajakan, dan sangat berpengaruh dalam tiap aspek pekerjaan pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan pekerjaan pada proyek konstruksi. Metode yang digunakan adalah studi literatur mengenai faktor penyebab keterlambatan pelaksanaan pekerjaan pada proyek konstruksi, dengan membandingkan beberapa jurnal terkait. Hasil menunjukan bahwa terdapat 9 (sembilan) faktor yang menjadi penyebab keterlambatan pelaksanaan pekerjaan pada proyek konstruksi, yaitu : tenaga kerja, bahan/material, peralatan, keuangan, lokasi proyek/lingkungan, metode pelaksanaan, desain, hubungan dengan pemerintah, dan faktor situasi. Serta didapatkan 32 (tiga puluh dua) sub-faktor  yang menjadi penyebab penyebab keterlambatan pelaksanaan pekerjaan pada proyek konstruksi.
Analisis Perbandingan Biaya dan Waktu Rigid Pavement antara Cast In Situ dengan Precast Menggunakan Metode AHP pada Proyek Peningkatan Ruas Jalan Banyakan - Tiron, Kabupaten Kediri, Jawa Timur Ardiansyah, Ilmam; Beatrix, Michella
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4667

Abstract

The development of infrastructure in land transportation, namely roads, is one of the supports for economic growth in Indonesia. Road Functional Worthiness is the condition of a road section that meets the technical requirements for suitability to provide security and safety for its users as well as administrative requirements that provide legal certainty for Road Operators and Road users so that the Road can be operated for the public. The Banyakan – Tiron section is a road section in the district Kediri is the access road for Dhoho International Airport, Kediri. This research aims to determine the type of pavement that is more efficient and effective in the continuation of the Banyakan - Tiron road improvement project by comparing in terms of cost and time between the Precast Prestress Concrete Pavement (PPCP) method and the Cast in Situ method. The results of the analysis using the AHP method were obtained in terms of costs, according to respondents who preferred the Cast in Situ (CiS) method with a percentage of 80% and the CiS cost was IDR 7,693,476,000.00, while for Precast Prestress Concrete Pavement (PPCP) it was 20% with a cost of Rp. 9,292,262,000.00, Meanwhile, in terms of time between Conventional and Precast Prestress Concrete Pavement (PPCP), it is concluded that the PPCP implementation time is shorter than CiS with a percentage of 62% for PPCP and 38% for CiS from the calculation that PPCP implementation takes 29 days faster than CiS with 106 days while CiS takes 135 days.
Analysis of Water Availability and Demand in The Kromong II Dam Irrigation Mojokerto Regency Kameswara, Nanda Galuh; Nusantara, Danayanti Azmi Dewi
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2024): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i2.5067

Abstract

East Java Province has authority over the irrigation area of Mojokerto Regency, one of which is the Irrigation Area of Kromong II which has an area of 1,055 Ha. Kromong Dam is located in the Kromong River, Sajen Village, Mojokerto Regency. The main problem in the Kromong II Irrigation Area is the lack of irrigation water available with the water needs of the rice fields during the dry season, and this was caused by changes in farmers' cropping patterns that exceed planning. Because of this, it is necessary to optimize profits with the land area that best suits the type of plant and water availability. Calculation of water availability uses the F.J Mock method by including rainfall and potential evapotranspiration data. This calculation is followed by an analysis of plant water needs which are adjusted to the planned planting pattern. The analysis in this research used a linear program assisted by QM for Windows 5. From the optimization results after adding water from four pump wells with a capacity of 20 lt/sec, a planting intensity of 200% was obtained in the paddy-paddy-crop planting pattern, with profits obtained greater than the existing amount of Rp 43.176.461.200,-.Keywords: Irrigation Area; Irrigartion; Planting Patterns; Linear Program; Optimization.
Studi Perencanaan Jetty pada Muara Pembuangan Air (Stormwater Outfall) di PT Perta Arun Gas, Lhokseumawe Tursina, Tursina; Fahmi, Mirza; Ibrahim, Ibrahim; Fachrurrazi, Fachrurrazi; Al’ala, Musa
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2023): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i2.4618

Abstract

Drainase stormwater atau saluran air hujan di area industri memiliki beberapa fungsi krusial terkait pengelolaan air hujan dan kepatuhan lingkungan. Fungsi saluran air hujan ini membantu mencegah banjir di dalam fasilitas industri dengan mengalirkan air hujan dan  polutan hasil industri yang telah disterilkan ke badan air terdekat melalui stormwater outfall. Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada stormwater outfall  adalah sedimentasi. Stormwater outfall di PT Perta Arun Gas Lhokseumawe mengalirkan air buangan ke laut. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah sedimentasi akibat sedimen yang dibawa oleh gelombang laut dan menutupi stormwater outfall sehingga aliran air terganggu. Hal ini  dapat menyebabkan luapan atau banjir di area pabrik.  Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi sedimen pantai di outlet saluran adalah pembangunan pelindung pantai jetty. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan tentang tahapan perencanaan jetty mulai dari survey lapangan, pengumpulan data, analisis data oceanongrafi, dan perhitungan dimensi bangunan jetty. Melalui hasil studi perencanaan ini diketahui arah angin dominan berasal dari arah Barat Laut dengan tinggi gelombang maksimum Ho=1.717 m. Jetty direncanakan dengan panjang 90 m, lebar puncak 3 m  dan tinggi adalah 5 m. Material jetty adalah batu gunung (rouble mount) yang disusun dengan talud 1V:2H dengan berat batu lapis 1 W1= 1500 – 2500 kg/unit dan lapis 2 W2= 150 – 250 kg/unit.
Pengaruh Penggunaan Serbuk Kayu sebagai Bahan Tambah terhadap Berat Isi Beton Alir Irfan, Muhammad Andy; Rochmah, Nurul
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2024): Special Edition January 2024: Improving skills and ease in various civil engine
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i1.4869

Abstract

Perkembangan  di bidang konstruksi semakin maju dan  canggih. Salah satunya adalah teknologi beton, teknologi beton sendiri memiliki potensi yang  besar dalam bidang konstruksi, antara lain kontruksi bangunan, gedung, jembatan,  dan lain-lain. Dalam pengujian ini digunakan bahan tambah serbuk kayu pada campuran beton alir. pada serbuk kayu sendiri mengandung kadar selulosa, hemilosa dan lignin, yang mempunyai manfaat untuk mengikat material dengan baik dan juga memiliki sifat adhesi maupun dispersi yang berkerja untuk menghambat difusi air dalam material, serta meningkatkan mutu kuat tekan beton. Persentase serbuk kayu yang digunakan dalam pengujian ini yaitu 0%, 0,25%, 0,50%, 1%, 2%, 3% dan 5% dengan campuran bahan tambah Superplasticizer (âViscoCreteâ-3115N) sebesar 1,5%. Pengujian dilakukan pada beton yang berumur 7 dan 28 hari. Dari hasil pengujian didapat nilai rata-rata berat isi variasi 0% sebesar 2345,81 Kg/ m3, variasi 0,25% sebesar 2365,29 Kg/ m3, variasi 0,50% sebesar 2327,32 Kg/ m3, variasi 1% sebesar 2354,58 Kg/ m3, variasi 2% sebesar 2321,69 Kg/ m3, variasi 3% sebesar 2319,93 Kg/ m3 dan variasi 5% sebesar 2322,10 Kg/ m3.Kata kunci : Beton Alir, Berat Isi, Serbuk Kayu
Analisis Gap dan Lag pada Persimpangan Jalan Nyai Undang – Jalan Seth Adji Sinurat, Rena Maryati; Robby, Robby; Riani, Desi
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2024): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v16i2.5065

Abstract

Simpang tak bersinyal (unsignalized Intersection adalah perpotongan atau pertemuan pada suatu bidang antara dua atau lebih jalur jalan raya dengan simpnag masing-masing, dan pada titik-titik simpang tidak dilengkapi dengan lampu sebagai rambu-rambu simpang. Persimpangan Jalan Nyai Undang dan jalan Seth Adji, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, sering terjadi konflik lalu lintas yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan. Konflik lalu lintas di definisikan sebagai kejadian lalu lintas yang melibatkan dua atau lebih pengguna jalan dimana salah satu pengguna jalan (pengemudi) membuat tipikal tindakan yang tidak biasa seperti mengubah arah, kecepatan yang menempatkan pengguna jalan lainnya dalam kondisi berbahaya kecuali pergerakan mengelak dilakukan. Berdasarkan hasil analisis persimpangan Jalan Nyai Undang – Seth Adji didapat nilai gap untuk pendekat A sebesar 50,388 m, untuk pendekat C sebesar 60,632 m dan lag kritis untuk pendekat A sebesar 4,535 detik, untuk pendekat C sebesar 5,451 detik. Unsignalized intersection is the intersection or meeting of a plane between two or more lanes of highway with their respective implets, and at intersection points are not equipped with lights as intersection signs. The intersection of Jalan Nyai UU and Jalan Seth Adji, Palangka Raya, Central Kalimantan, often has traffic conflicts that have the potential to cause accidents. Traffic conflict is defined as a traffic event involving two or more road users where one of the road users (the driver) makes a typical unusual action such as changing direction, speed that puts the other road user in dangerous conditions unless evasive movement is made. Based on the results of the intersection analysis of Jalan Nyai UU – Seth Adji,  the gap  value for short A is 50,388 m, for short C is 60,632 m and  critical lag for short A is 4.535 seconds, for short C is 5,451 seconds.