cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Portal: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20857454     EISSN : 2622576X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Portal: Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal berkala ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai wadah menyebarluaskan hasil penelitian dalam bidang ilmu Teknik Sipil untuk Dosen, Praktisi dan Mahasiswa. Portal terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
Analysis of Investment Feasibility Study of Bandung Intra Urban Toll Road in Bandung City Putri, Ghinaa Salsabila; Akbardin, Juang; Nurasiyah, Siti
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.7755

Abstract

This study aims to analyze the investment feasibility of the Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) construction project using Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), and Benefit-Cost Ratio (BCR) methods. The research employs a quantitative descriptive approach, analyzing investment and operational costs projected over a 45-year concession period. Data were processed into project cash flows and evaluated using investment feasibility indicators. The results show that under the Rp1,600 tariff scenario, the project yields a positive NPV of Rp90.66 billion and an IRR of 11.04%, which exceeds the Minimum Attractive Rate of Return (MARR) of 9.31%. The payback period is reached in year 22, month 7, and day 14, indicating the project begins to generate net profit before the concession ends. A BCR value greater than 1 also indicates that the financial benefits outweigh the incurred costs. These findings are expected to serve as a reference for the government and investors in making strategic decisions regarding toll road infrastructure investments based on financial feasibility.
Analisis Kemacetan Arus Lalu Lintas pada Ruas Jalan KH. Zainul Arifin Kota Medan Huzairi, TM Naufal; Nasution, Mahliza
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.7569

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama di kota-kota besar Indonesia, termasuk Kota Medan, yang berdampak pada efisiensi waktu, konsumsi energi, dan pencemaran udara. Salah satu lokasi yang mengalami tekanan arus lalu lintas tinggi adalah ruas Jalan KH Zainul Arifin, yang terletak di pusat aktivitas komersial kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ruas jalan tersebut berdasarkan pendekatan kuantitatif dengan mengacu pada standar Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan langsung, mencakup pencatatan volume kendaraan pada tiga waktu puncak (pagi, siang, sore), pengukuran geometri jalan, dan klasifikasi hambatan samping. Data volume dikonversi ke satuan mobil penumpang (smp) untuk perhitungan kapasitas dan derajat kejenuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume kendaraan pada jam puncak pagi mencapai 1.368 smp/jam dengan derajat kejenuhan sebesar 0,78, yang masuk dalam kategori Level of Service D. Tingginya hambatan samping seperti parkir di badan jalan dan aktivitas PKL menjadi faktor utama penurunan kinerja lalu lintas. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi penertiban hambatan samping, pengaturan zona parkir, dan penerapan rekayasa lalu lintas untuk menjaga kapasitas dan efisiensi ruas jalan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan transportasi perkotaan yang berkelanjutan.
Evaluasi Kepadatan Lapisan Tanah Menggunakan Metode Sand Cone: Studi Kasus pada Ruas Jalan Kancebungi Liana Banggai, Desa Gundu-Gundu Rausy, Endang Pratiwi; Mokui, Minson Simatupang Hasmina Tari
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8227

Abstract

Pemadatan tanah dasar merupakan salah satu tahap paling krusial dalam pekerjaan konstruksi jalan karena berpengaruh langsung terhadap kekuatan, kestabilan, dan daya dukung lapisan perkerasan. Tanah dasar yang memiliki derajat kepadatan rendah dapat menyebabkan deformasi, retak, atau penurunan permukaan jalan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap tingkat kepadatan lapangan perlu dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan standar teknis yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepadatan lapisan tanah menggunakan metode Sand Cone pada ruas Jalan Kancebungi Liana Banggai, Desa Gundu-Gundu, serta menganalisis variasi nilai derajat kepadatan di setiap stasiun pengujian sebagai indikator keseragaman pemadatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan pelaksanaan uji lapangan berdasarkan SNI 03-2828-2011 dan ASTM D1556-00, serta uji Standard Proctor di laboratorium sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai derajat kepadatan tanah bervariasi antara 77,03% hingga 101,56%, di mana hanya stasiun STA 1+600 yang memenuhi standar minimal ≥95%. Variasi ini dipengaruhi oleh perbedaan jenis dan sifat tanah, kadar air, intensitas alat pemadat, serta faktor lingkungan seperti kelembapan dan topografi lokasi. Analisis menunjukkan bahwa kadar air yang tidak optimum mengurangi efisiensi pemadatan dan menghasilkan distribusi kepadatan yang tidak seragam. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan pemadatan sangat bergantung pada keseragaman material, pengendalian kadar air mendekati nilai optimum, dan penerapan metode pemadatan yang konsisten. Penelitian ini merekomendasikan pemadatan ulang pada titik di bawah standar, peningkatan pengawasan mutu lapangan, serta penerapan monitoring kadar air dan tekanan alat pemadat secara real time untuk menjamin mutu dan stabilitas tanah dasar pada proyek jalan di wilayah tropis lembap.
Concrete Quality Control on Rigid Pavement in The Petamanan - Sidomulyo Road Rehabilitation Project Limpung Sub-District Batang District Jamal, Jamal; Rizal, Zahrul; Ian, M. Rezki; Prasetyo, Rendy
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2025): April Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i1.8242

Abstract

The implementation of rigid pavement construction, in fact, has concrete quality results that do not meet the applicable criteria or specifications so that concrete work on rigid pavement can experience cracks or concrete fractures. The research was conducted by direct observation in the field and collecting laboratory testing data, then analyzing by comparing the results of concrete work against the Indonesian National Standard (SNI) and the acceptance of concrete quality based on the 2018 Bina Marga General Specifications (Revision 2) on the Petamanan - Sidomulyo Road Rehabilitation project, Limpung District, Batang Regency. The results showed that the Job Mix Formula (JMF) used in the field produced slump values that met the criteria. The level of uniformity of the quality of concrete implementation on the results of the bending strength of the beam shows the value of the standard deviation with the classification of "excellent" and the level of variation is included in the classification of "very good". The conclusion from the calculation shows that the flexural strength of the beam samples during implementation at each station meets the specification fs'45 kg/cm2 (4.41Mpa) at the age of 28 days.
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Akibat Beban Gempa dengan Metode Pushover (Studi Kasus: Gedung Presisi 3 Mabes Polri) Pratiwi, Hilda Febriyani; Istiqomah, Istiqomah; Batubara, Ben Novarro
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.7741

Abstract

Indonesia is located in the ring of fire and at the convergence of three tectonic plates, making it highly prone to earthquakes. This study aims to evaluate the seismic performance of the Presisi 3 Building at the Indonesian National Police Headquarters and determine its performance level based on displacement. The analysis was carried out using the response spectrum, equivalent static, and pushover methods with ETABS 18.1. The results indicate variations in maximum displacement and drift across the three methods. The pushover analysis produced a performance point with a base shear of 56,270.2575 kN and displacement of 461.685 mm in the x-direction, as well as a base shear of 49,926.4545 kN and displacement of 565.955 mm in the y-direction. According to ATC-40 and FEMA-440, the building’s performance level is categorized as Immediate Occupancy (IO), indicating that the structure remains safe and functional after an earthquake.Keywords: Displacement, Equivalent Static, Inter-story Drift, Pushover, Response Spectrum.
Analisis Struktur Sederhana Rel Kereta Api: Studi Kasus Balok Rangkaian Rel dengan Beban Merata Roda Kereta Sakti, Bima
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.7419

Abstract

Rel kereta api merupakan komponen struktural penting dalam sistem perkeretaapian yang berfungsi menyalurkan beban dinamis dari roda kereta ke sistem bantalan dan balas. Pemahaman terhadap perilaku struktural rel sangat diperlukan dalam pendidikan teknik sipil, khususnya dalam konteks pembelajaran mekanika struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya dalam dan tegangan yang terjadi pada potongan rel kereta api menggunakan pendekatan balok sederhana dua tumpuan yang diberi beban merata. Metode yang digunakan adalah pendekatan analitis berbasis persamaan mekanika teknik untuk menghitung momen lentur maksimum, gaya geser maksimum, dan tegangan normal maksimum. Parameter yang dianalisis meliputi panjang bentang 0,75 meter, beban merata sebesar 15 kN/m, serta karakteristik penampang baja rel. Hasil analisis menunjukkan bahwa momen lentur maksimum yang terjadi sebesar 1,05 kNm, gaya geser maksimum sebesar 5,63 kN, dan tegangan lentur maksimum sebesar 22,5 MPa. Nilai tegangan tersebut berada jauh di bawah batas tegangan izin material baja, yang menunjukkan bahwa struktur rel dalam studi ini aman secara struktural. Penelitian ini merekomendasikan agar pendekatan balok sederhana tetap digunakan sebagai dasar perhitungan awal dalam pembelajaran maupun perencanaan infrastruktur rel sebelum menggunakan metode analisis lanjutan.
Analisis Daya Dukung Tanah Dasar terhadap Rencana Pelebaran Jalan Berdasarkan Nilai CBR dan LHR di Kecamatan Sunggal Qolby, Annisa Adika
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8163

Abstract

Peningkatan volume lalu lintas di Kecamatan Sunggal mengakibatkan kapasitas jalan eksisting tidak lagi memadai untuk menampung beban kendaraan yang terus meningkat. Kondisi tersebut menuntut adanya pelebaran jalan guna meningkatkan kinerja pelayanan lalu lintas. Namun, sebelum pekerjaan pelebaran dilakukan, perlu dilakukan analisis terhadap daya dukung tanah dasar untuk memastikan kemampuan tanah dalam menopang beban tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung tanah dasar terhadap rencana pelebaran jalan dengan menggunakan parameter California Bearing Ratio (CBR) dan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) sebagai dasar perhitungan tebal perkerasan rencana berdasarkan metode Bina Marga (2017). Metode penelitian meliputi pengambilan data CBR lapangan menggunakan alat Dynamic Cone Penetrometer (DCP) di beberapa titik uji pada ruas Jalan Pembangunan, Kecamatan Sunggal, serta survei lalu lintas untuk memperoleh nilai LHR. Data tersebut dianalisis untuk menentukan klasifikasi daya dukung tanah, kelas lalu lintas, dan tebal perkerasan rencana sesuai grafik desain Bina Marga. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai CBR rata-rata tanah dasar sebesar 11%, yang termasuk kategori tanah dengan daya dukung baik. Nilai LHR sebesar 13.233 smp/hari menunjukkan kelas lalu lintas berat (Kelas II). Berdasarkan kombinasi CBR dan LHR, diperoleh kebutuhan tebal total perkerasan sebesar 660 mm, terdiri atas lapisan aus 100 mm, pondasi atas 200 mm, dan pondasi bawah 360 mm. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kondisi tanah dasar pada lokasi penelitian masih layak untuk mendukung pelebaran jalan, dengan catatan dilakukan pemadatan ulang hingga 98% MDD, perbaikan sistem drainase, serta pemasangan geotekstil pada area dengan potensi penurunan tanah. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam perencanaan pelebaran jalan di wilayah dengan karakteristik tanah serupa.
Quantity Take-off Using Building Information Modeling on Superstructure Works Bahtiar, Farhan Rafid; Nurasiyah, Siti; Istiqomah, Istiqomah
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.7788

Abstract

Technological advancements in the construction industry have encouraged the adoption of Building Information Modeling (BIM) as a digital approach in project implementation. This study discusses the implementation of BIM in calculating work volumes (Quantity Takeoff/QTO) and project scheduling by considering labor fluctuations through resource leveling analysis. The objective of this research is to compare QTO results between BIM and conventional methods, as well as to analyze labor requirements and project duration. This research uses a case study method on the superstructure phase of a building project. The comparison results show a difference in work volumes between the BIM and conventional methods, namely 8.98% for reinforcement work, 13.23% for concrete casting, and 8.57% for formwork. Based on these findings, this study provides a quantitative overview of the differences between the conventional and BIM-based methods in terms of work volume. Further studies are recommended using more diverse case objects and a broader scope of construction work.
Analisis Kehilangan Air pada Sekunder BKTM.1 Daerah Irigasi Way Seputih UPTD Seputih Mataram Lampung Tengah Wijaya, Kodirman; Sadad, Ilyas
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8257

Abstract

Air merupakan unsur vital bagi pertumbuhan tanaman karena berperan dalam proses penyerapan unsur hara dari tanah yang dibutuhkan untuk pembentukan jaringan dan perkembangan sel tanaman. Ketersediaan air yang tidak merata sering menimbulkan ketidakefisienan dalam sistem irigasi, sehingga diperlukan analisis terhadap kehilangan air guna meningkatkan efektivitas distribusi dan efisiensi penggunaan air pada lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya kehilangan air pada saluran sekunder BKTM.1 di Daerah Irigasi Way Seputih, UPTD Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, serta mengidentifikasi faktor penyebab dan implikasinya terhadap kinerja saluran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan pengukuran langsung di lapangan. Data primer mencakup kecepatan aliran, dimensi penampang saluran, dan volume sedimentasi yang diukur menggunakan alat current meter, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pengelola jaringan irigasi. Analisis debit dilakukan dengan metode mean section, dan kehilangan air dihitung menggunakan persamaan 𝐻𝑛 = 𝐼𝑛 – 𝑂𝑢𝑡. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa debit rencana pada saluran sekunder BKTM.1 sebesar 1,46 m³/dt. Berdasarkan hasil survei lapangan, debit aktual di bagian hulu sebesar 0,87 m³/dt dan di bagian hilir sebesar 0,86 m³/dt, sehingga kehilangan air hanya sebesar 0,01 m³/dt atau tergolong sangat kecil. Faktor utama penyebab kehilangan air adalah sedimentasi dengan volume total 3,405 m³ (3,40%), yang masih jauh di bawah ambang batas pengerukan, yaitu ≥20 m³ (20%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa saluran sekunder BKTM.1 masih berfungsi secara efisien dengan tingkat kehilangan air yang rendah. Rekomendasi diberikan agar dilakukan pemeliharaan berkala, pengendalian sedimentasi, dan peningkatan kapasitas saluran untuk menjaga kontinuitas aliran. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perencanaan rehabilitasi jaringan irigasi lainnya serta mendukung kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan nasional.
Analisa Perencanaan Kolom Bulat Beton pada Proyek Vihara Prasadha Jinadhammo Medan Yuono, Hafiiz Putra
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8250

Abstract

Abstract — The column, which is a very important part of the structural system, functions as the main element that transfers the entire load of the building to the foundation. Columns serve as the primary structural members that carry the building’s self-weight, live loads, as well as wind and earthquake loads. The column design is carried out based on SNI 2847:2019, and the structural analysis is performed using the SAP2000 application, allowing the results to be examined and understood before proceeding to the next stage of construction. The analysis results show a column reinforcement design of 36D25 with a reinforcement area (As) of 17,678.58 mm², spiral tie area (Ds) of 340 mm², load factor (Pu) of 14,551 kNm, and nominal compressive strength (Pn) of 46,074 kg. The comparison between Pu and Pn indicates that the column’s capacity meets the required standards, thus the design is declared safe.