cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 203 Documents
ANALISIS UJI KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA BATU BATA DENGAN PENAMBAHAN SERBUK LIMBAH CANGKANG BIJI KARET Riszka Wulandari; Henggar Risa Destania; Marguan Fauzi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i1.240

Abstract

Pesatnya perkembangan pembangunan di Indonesia membuat kebutuhan akan batu bata semakin meningkat. Oleh karena itu dilakukan penelitian pembuatan batu bata dengan campuran cangkang biji karet sebagai inovasi meningkatkan mutu batu bata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah cangkang biji karet terhadap nilai uji kuat tekan dan daya serap air pada batu bata. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode eksperimental. Hasil penelitian dan pengujian ini adalah setiap variasi benda uji (BT – 2, BT – 5, BT – 10, BT – 12) menunjukkan bahwa daya serap air pada batu bata dengan campuran cangkang biji karet lebih kecil dari 20%, maka daya serap air memenuhi standart SNI-15-2094-2000,sedangkan kuat tekan yang dihasilkan setiap penambahan persentase cangkang biji karet pada campuran batu bata diperoleh nilai kuat tekan semakin kecil. Berdasarkan ketentuan SNI-15-2094-2000, maka batu bata dengan campuran variasi cangkang biji karet tidak memenuhi standart.
PENENTUAN DESAIN INSTALASI PENGOLAHAN AIR DI MUARA RENGAS Aan Sefentry; M. Bakrie; Muhammad Firdaus; Rut Faruki; Kiki Hardiyanti; Lelawati Lelawati
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i1.253

Abstract

Air bersih di daerah Kecamatan Muara Lakitan terutama Desa Muara Rengas dengan jumlah penduduk 12,723 jiwa (tahun 2019) merupakan salah satu kebutuhan pokok. Tujuan dari penelitian ini dapat memprediksi pertumbuhan penduduk dihubungkan kebutuhan akan air bersih sampai tahun proyeksi 2029 di daerah Muara Lakitan, mengetahui kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) di yang akan direncanakan dan menentukan desain instalasi pengolahan air (IPA). Adapun prosedur penelitian dengan mengumpulan data dan koordinasi yang diperlukan dengan aparat setempat lalu survey lokasi penelitian guna mendapatkan gambaran umum daerah studi dan kondisi eksisting juga manyajikan kondisi sistem dan perhitungan kebutuhan air minum untuk daerah pelayanan dan melakukan survey lapangan dengan menggunakan GPS pada unit transmisi, dan sistem distribusi air minum dengan Sistem Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA), juga melakukanan analisa kebutuhan air minum domestik dan non domestik dan akhirnya melakukan penggambaran teknis sistem penyediaan air minum baik yang sifatnya tipikal/estándar maupun spesifik sesuai kondisi di lapangan sehingga didapat kapasitas Instalasi Pengolahan Air sebesar 30 liter/detik. Kata kunci : Instalasi Pengolahan Air (IPA); Global Positioning System (GPS).
KUAT GESER TANAH LEMPUNG LUNAK DI KABUPATEN BANYUASIN Reffanda Kurniawan; Syarif Hidayat; Dwi Wahyuni; Yulindasari Sutejo
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i1.239

Abstract

Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. Lokasi penelitian ini berada di daerah Kabupaten Banyuasin yaitu KTM Telang Sari Mulya, Dusun 1 Banyu Urip, dan Dusun 3 Banyu Uri. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium. Nilai yang didapat dari pengujian ini adalah sifat fisik dan sifat mekanis tanah lempung lunak. Sifat mekanis tanah yang di uji adalah kuat geser tanah (t). Pengujian kuat geser tanah menggunakan alat uji Direct Shear dengan beban 12,25 kPa, 24,50 kPa dan 49 kPa. Berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO, tanah termasuk kedalam golongan A-7-5 yang termasuk klasifikasi tanah lempung atau lanau. Sedangkan menurut klasifikasi USCS, maka tanah termasuk kedalam golongan ML. CL, dan OL. Nilai kadar air (w) tanah lempung dari Daerah KTM Telang Desa Sari Mulya dengan nilai 67,30 % nilai kadar air dari Daerah Banyu Urip Dusun 1 dengan nilai 60,00 %, dan nilai kadar air dari Daerah Banyu Urip Dusun 3 dengan nilai 62,05 %. Nilai kohesi tanah lempung lunak di lokasi Banyu Urip Dusun 3 yaitu sebesar 17,83 kPa, di lokasi Banyu Urip Dusun 1 yaitu sebesar 18,83 kPa, dan di lokasi Banyu Urip Dusun 3 yaitu sebesar 18,86 kPa. Nilai kuat geser (t) tanah lempung lunak di Daerah KTM Telang Desa Mulya Sari sebesar sebesar 17,87 kPa, di Daerah Banyu Urip Dusun 1 sebesar 18,79kPa, dan di Daerah Banyu Urip Dusun 3 sebesar 18,56 kPa.
UJI KUAT LENTUR BETON MENGGUNAKAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN REDUKSI SEMEN PADA BETON DENGAN KUAT TEKAN RATA-RATA 25MPa Karimah, Arridhatul; Farlianti, Sari; Sapta, Sapta; Rajela, Amelia; Asmadi, Asmadi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.163

Abstract

Fly Ash dikategorikan sebagai limbah berbahaya dan beracun yang dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Fly Ash ini terdapat dalam jumlah yang cukup besar, sehingga memerlukan pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan seperti pencemaran udara, atau perairan dan penurunan kualitas ekosistem. Salah satu alternatif untuk mengurangi limbah tersebut yaitu digunakan sebagai campuran pada beton sebagaimana dilakukan pada penelitian ini. penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh fly ash (abu batubara) sebagai bahan reduksi semen pada campuran beton. Persentase Fly Ash yang digunakan pada penelitian ini adalah 5%, 15%, dan 25 % dari berat semen yang digunakan pada campuran beton. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang, dengan menggunakan benda uji ukuran 15cm x 15cm x 60cm dengan kuat tekan beton rata-rata 25 MPa. Dari hasil uji kuat lentur pada umur 28 hari untuk beton tanpa fly ash, 5% fly ash, 15% fly ash, dan 25% fly ash didapatkan kuat lentur rata-ratanya secara berurutan sebesar 5,48MPa, 7,38MPa, 4,57MPa dan 4,93 MPa. Hasil uji kuat lentur tersebut didapatkan peningkatan koefisien konversi kuat tekan secara berurutan sebesar 0,63, 1,07, 0,42 dan 0,5 terhadap nilai koefisien konversi berdasarkan SNI 2847:2013 pers. 9-10 sebesar 0,62. Bila dilihat dari komposisi campuran dengan menggunakan fly ash didapatkan pengurangan pemakaian jumlah semen dalam campuran 1 m3 beton sebesar 22,55kg (5% fly ash), 67,65 kg (15% fly ash), dan 112,75 kg (25% fly ash). Kata Kunci: kuat lentur, reduksi semen, fly Ash
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN SERBUK KAYU KULIM TERHADAP KUAT TEKAN BETON K-225 Amiwarti, Amiwarti; setiobudi, agus; Firdaus, Muhammad
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.277

Abstract

ABSTRAK Penambahan serbuk kayu kulim diharapkan memberikan tambahan kekuatan daya ikat antar partikel, serta menghambat difusi air dalam material akibat sifat hidrofobnya dengan demikian dapat menghasilkan beton yang kuat, tidak tembus air, dan dapat sebagai bahan konstruksi. Penelitian serbuk kayu kulim dilakukan sebagai penambahan bahan pengganti semen dengan variasi persentase 0%, 1,5%, 2% dan 2,5% dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk kayu kulim terhadap kuat tekan beton K-225. Benda uji yang digunakan yaitu kubus beton dengan ukuran panjang 15 cm, lebar 15 cm dan tinggi 15 cm, pengujian dilakukan pada saat umur beton 7 hari dan 28 hari. Hasil penelitian bahwa hasil uji kuat tekan beton campuran serbuk kayu kulim pada umur 7 hari mengalami penurunan dari setiap variasi pada variasi 1,5% dengan kekuatan 154,091 kg/cm2 dari kekuatan beton normal 157,87 kg/cm2, pada variasi 2% dengan kekuatan 149,56 kg/cm² dari kekuatan beton 157,87 dan 2,5% dengan kekuatan 139,74 kg/cm² dari kekuatan beton 157,87 kg/cm². Sedangkan pada umur 28 mengalami peningkatan pada variasi 1,5% dengan kekuatan 258,33 kg/cm2 dari kekuatan beton normal 242,87 kg/cm2, pada variasi 2% terjadi penurunan dengan kekuatan 209,23 kg/cm² dari kekuatan beton 242,87 dan 2,5% terjadi penurunan dengan kekuatan 230,38 kg/cm² dari kekuatan beton 242,87 kg/cm². Kata kunci : Serbuk Kayu Kulim, Beton K-225, Kuat Tekan Beton.
ANALISA TITIK KEBOCORAN TUBE HRSG BERDASARKAN FAKTOR PENGARUHNYA PLTGU UP GRESIK RISALDI, HALFIC; Wibawa, Agus; Susanto, Edy
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.244

Abstract

Komponen PLTGU terdiri dari beberapa komponene pendukung mulai dari starting unit, turbin gas, turbin uap dan juga HRSG (Heat Recovery Steam Generator). HRSG mempunyai permasalahan yang sering terjadi yaitu kebocoran pada Tube. Kebocoran sering terjadi dikarenakan gas buang yang mengandung zat kimia menyebabkan tingkat korosi melaju lebih cepat. Penggunaan HRSG yang sering mati dan menyala menjadi penyebab utama terjadinya kebocoran pada Tube HRSG. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis titik lokasi kebocoran pada tuba HRSG dengan beracuan pada buku manual HRSG untuk menyatakan adanya permasalahan kebocoran. Faktor untuk menyatakan kebocoran menggunakan tiga cara dengan Data penggunaan air make up. Faktor umur juga dapat menyebabkan factor utama yang mempengaruhi keadaan efisiensi kerja HRSG. HRSG dengan umur pemakaian yang lama mengalami penuruanan mempengaruhi efisiensi dengan perbandingan data komisioning. Perbaikan kebocoran pada Tube HRSG merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi penurunan efisiensi kerja dari HRSG. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu ditemukannya titik kebocoran pada Tube HRSG dan penentuan perbaikan yang akan dilakukan. Pekerjaan perbaikan dilakukan berdasarkan standar yang telah di setujui menurut keamanan perusahaan dan sesuai pihak fabrikasi HRSG. Kata kunci : HRSG, Kebocoran, Faktor Kebocoran
ANALISA KAPASITAS PEMUTUS TENAGA SISI 20 KV PADA PENYULANG KUTILANG GARDU INDUK SEDUDUK PUTIH Pebrianti, Irine Kartika; Azis, Abdul; Rhamadhon, Muhammad Syahrul
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.279

Abstract

Pemutus Tenaga merupakan peralatan yang berfungsi sebagai alat pembuka atau penutup suatu rangkaian listrik dalam kondisi berbeban, serta mampu membuka atau menutup saat terjadi arus gangguan (hubung singkat) pada jaringan atau peralatan lain. Pemutus Tenaga umumnya dirancang untuk berbagai kapasitas arus nominal pemutusan. Arus nominal pemutusan menunjukkan seberapa besar arus maksimum yang Pemutus Tenaga dapat putuskan tanpa mengalami kerusakan. Hasil penelitian adalah arus hubung singkat tiga fasa untuk gangguan di dalam Transformator 30 MVA #2 70/20 kV adalah 15,7502 kA, kapasitas Pemutus Daya untuk proteksi transformator adalah 25,2003 kA, dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang adalah 31,5 kA. Arus hubung singkat tiga fasa untuk gangguan pada Busbar 20 kV adalah 6,9728 kA, kapasitas Pemutus Daya untuk proteksi busbar adalah 11,1565 kA, dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang adalah 12,5 kA. Arus hubung singkat tiga fasa untuk gangguan pada Busbar 20 kV adalah 6,9728 kA, kapasitas Pemutus Daya untuk proteksi busbar adalah 11,1565 kA, dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang adalah 12,5 kA. Perbandingan antara kapasitas Pemutus Daya hasil perhitungan dan rating Pemutus Tenaga yang terpasang menunjukkan bahwa rating Pemutus Tenaga yang terpasang lebih besar dari kapasitas Pemutus Daya hasil perhitungan, sehingga Pemutus Tenaga yang terpasang masih mampu untuk memutuskan arus hubung singkat tiga fasa yang terjadi di lokasi pemutus daya tersebut terpasang.
ANALISIS ERGONOMI PADA POSTUR DUDUK SISWA MENGGUNAKAN METODE QUICK EXPOSURE CHECK Diansari, Brillian Nur; Saputro, Fery Wisnu; Wijaya, Sandy Danu
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.274

Abstract

Ergonomics is a science that studies interactions between humans and system elements based on human strengths and limitations. One of the applications of ergonomics is the interaction between students and learning facilities. Students study at school for more than 8 hours with sitting for their dominant activity. Not ergonomics sitting posture, such as: bending over, tilting to one side, supporting the chin, resting the chin on the table and bending the neck can cause the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs). Currently, students have complaints of pain in the neck and lower back. Therefore, this research aim is analyzing unergonomics sitting posture of student from an ergonomics perspective to avoid the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs). The method used in this research is Quick Exposure Check (QEC), which is generally used to detect fatigue and musculoskeletal disorders in workers, but as an innovation this method is used to analyze the phenomenon of students sitting posture. The assessment using this method produces an Exposure Score of 61,73%, it means that further research and improvement are needed in this condition. So, it is recommended that students have to sitting in ergonomics posture to avoid the risk of musculoskeletal disorders, creating an effective, comfort, safe, and efficient learning conditions and improving the quality of learning. Keywords: Students, Assessment, Improvement
ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI 20 KV PADA GARDU INDUK SUNGAI JUARO Azis, Abdul; Emidiana, Emidiana; Mirgawansyah, Gagah
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.280

Abstract

Keandalan dapat dinyatakan dengan seberapa seringnya sistem tenaga listrik mengalami pemadaman, berapa lama durasi pemadaman terjadi dan berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sistem dari pemadaman sampai ke kondisi normal. Indeks keandalan yang biasa digunakan pada sistem distribusi adalah SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI, ASUI. Penelitian dilaksanakan pada Gardu Induk Sungai Juaro Palembang yang mempunyai delapan penyulang, yaitu Penyulang Kelingi, Penyulang Kikim, Penyulang Enim, Penyulang Belabak, Penyulang Rawas, Penyulang Lematang, Penyulang Komering, Penyulang Ogan. Hasil penelitian adalah nilai SAIFI untuk seluruh Penyulang memenuhi standar SPLN 68-2 : 1986. Kemudian nilai SAIFI untuk Penyulang Kelingi, Penyulang Enim, Penyulang Rawas, Penyulang Lematang, dan Penyulang Komering memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003, sedangkan nilai SAIFI untuk Penyulang Kikim, Penyulang Belabak, dan Penyulang Ogan tidak memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003. Nilai SAIDI untuk seluruh Penyulang memenuhi standar SPLN 68-2: 1986. Kemudian nilai SAIDI untuk Penyulang Enim, dan Penyulang Rawas memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003, sedangkan nilai SAIDI untuk Penyulang Kelingi, Penyulang Kikim, Penyulang Belabak, Penyulang Lematang, Penyulang Komering dan Penyulang Ogan tidak memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003. Nilai CAIDI untuk Penyulang Kikim memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003, sedangkan nilai CAIDI untuk Penyulang Kelingi, Penyulang Enim, Penyulang Belabak, Penyulang Rawas, Penyulang Lematang, Penyulang Komering dan Penyulang Ogan tidak memenuhi standar IEEE Std 1366™-2003. Nilai ASAI untuk seluruh Penyulang sudah baik, dimana kemampuan seluruh Penyulang untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2021 lebih besar daripada 99,999%. Nilai ASUI untuk seluruh Penyulang sudah baik, dimana ketidakmampuan seluruh Penyulang untuk menyediakan/menyuplai sistem selama tahun 2021 lebih kecil daripada 0,001%. Kata kunci : Keandalan, Penyulang, SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI, ASUI
PENINGKATAN KEANDALAN TURBIN ANGIN VAWT DARRIEUS DENGAN VARIASI BENTUK DEFLEKTOR Ulil Absor, Muhammad Iqbal Iszuddin; Susanto, Edy
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 10 No 2 (2023)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v10i2.265

Abstract

Energi angin dihasilkan dari radiasi matahari yang tidak merata mengenai permukaan bumi yang menghasilkan temperatur berbeda-beda. Sehingga, mengakibatkan udara mengalir dari tempat yang memiliki temperatur tinggi ke temperatur rendah. Energi angin merupakan energi yang ketersediaannya melimpah dan mudah untuk dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatannya yang paling berpengaruh pada kehidupan adalah dalam bidang industri produksi listrik. Untuk mengkonversi energi angin menjadi energi listrik adalah menggunakan turbin angin. Turbin angin berdasarkan porosnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu HAWT (Horizontal Axis Wind Turbines) dengan posisi poros horizontal dan VAWT (Vertical Axis Wind Turbines) dengan posisi poros vertikal. Turbin angin jenis VAWT memiliki keunggulan tidak menimbulkan getaran dan mengekstraksi angin dengan baik tanpa dipengaruhi arah angin. Pada penelitian ini menggunakan turbin jenis VAWT dengan tipe Darrieus rotor dan sudu tipe NACA 0015. Nilai efisiensi yang dapat dicapai oleh turbin Darrieus rotor hingga 40%. Poros yang vertikal sangat cocok untuk digunakan pada tempat yang memiliki arah angin yang sering berubah. Penelitian ini berbentuk simulasi udara dengan kecepatan 10 m/s yang dialirkan ke turbin angin menggunakan software solidwork. Pada penelitian ini, dilakukan perlakuan hambatan pada aliran udara sebelum mengenai turbin angin. Hambatan yang diberikan berupa deflektor yang berjumlah 3 jenis bentuk deflektor. Hasil nilai kecepatan aliran udara yang prosentase kenaikan yang paling besar adalah bentuk deflektor segitiga sebesar 16,8%. Sedangkan, untuk prosentase kenaikan kecepatan aliran udara yang paling kecil adalah lingkaran sebesar 8,783%. Nilai intensitas turbulensi rata-rata yang memiliki prosentase paling besar adalah bentuk deflektor segitiga sebesar 2,96212%. Sedangkan, untuk prosentase yang paling kecil adalah lingkaran sebesar 2,34376%. Dari perlakuan variasi bentuk deflektor yang berbeda dapat diambil kesimpulan bahwa bentuk deflektor mempengaruhi fenomena aliran udara yang terjadi pada turbin angin. Kata kunci : Wind Power, Darrieus Rotor, Deflektor