cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Peran Public Relations dalam Membangun Komunikasi Karyawan dan Pimpinan yang Konstruktif pada Perusahaan Natasha Ismail, Aisha; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27563

Abstract

In this research author analyzes the role of PR in building constructive internal communication at Megatama Internal company. Communication is an important thing that is needed in life, including for conveying ideas and messages, as well as conveying messages to understand each other, so communication is really needed in the company to create better relationships and build constructive communication. To build constructive communication Public Relations is needed to maintain good values ​​and mutual understanding between audiences. Public Relations divided by two audiences, one of which is internal Public Relations which serves as a liaison between audiences within the company, namely between management and employees so that there are no misunderstandings within a company. Therefore, the aim of this research is to determine the role of PR in building good internal communication. building between employees and leaders at the Megatama Internal company. This research uses qualitative research methods, interviews with internal parties, and connects it with interpersonal communication which has five aspects, namely Equality, Empathy, Expressiveness, Cooperation and Proximity. The conclusion of this research is to find out that Public Relations has four roles in trying to build constructive communication at the Megatama Internal company.  Dalam penelitian ini penulis memiliki tujuan menganalisis peran PR dalam membangun komunikasi internal yang konstruktif pada perusahaan Megatama Internal. Komunikasi merupakan hal penting yang diperlukan dalam kehidupan antara lain untuk penyampaian ide dan gagasan, juga penyampaian pesan agar saling memahami, maka komunikasi sangat dibutuhkan dalam perusahaan guna menjalin hubungan yang lebih baik dan membangun komunikasi yang konstruktif. Guna membangun komunikasi yang konstruktif pada perusahaan Megatama Internal        Public Relations  atau PR dibutuhkan untuk menjaga nilai baik dan saling pengertian antar khalayak. PR terbagi menjadi dua khalayak salah satunya merupakan internal PR yang bertugas sebagai penghubung antara khalayak di dalam perusahaan yaitu antara manajemen dan karyawan agar tidak terjadi kesalah pahaman pada suatu perusahaan. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran PR dalam membangun komunikasi internal yang konstruktif antara karyawan dan pimpinan pada perusahaan Megatama Internal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, wawancara dengan pihak internal dan menghubungkan dengan komunikasi interpersonal yang mempunyai lima aspek yaitu Equality, Empathy, Expresiveness, Coorperation dan Immediacy Kesimpulan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bahwa Public Relations  memiliki empat Peran dalam mencoba untuk membangun komunikasi yang konstruktif pada perusahaan Megatama Internal. yaitu communication, relationship,back up management dan good image maker untuk membangun komunikasi yang konstruktif.
Pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WoM) terhadap Keputusan Pembelian Tiket Film Oppenheimer Fahlevy, Erlangga Putra; Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27568

Abstract

Creating films is a risky business that requires a profound understanding of audience motivation and strategies to bring them to the cinemas. In the digital era, electronic word of mouth (e-WoM) as a means to exchanging information on social media, particularly through platforms like X, plays a key role in influencing film ticket purchase decisions. e-WoM activities on X, such as tweets and retweets, serve as crucial indicators of a film's popularity. However, it is essential to note that popularity on social media is not always positive. This motivates the aim of this research, which focuses on examining the influence of e-WoM on X on the decision to purchase tickets of film "Oppenheimer." The study was conducted among the followers of @moviemenfes as the research population, with a sample size of 100 followers chosen through nonprobability sampling (specifically, purposive sampling) methods. Data were gathered through the  questionnaires distribution to the sample, and data analysis was assisted by using SPSS 27th version, employing techniques such as validity testing, normality testing, reliability testing, T-test, F-test, simple linear regression analysis, Pearson's correlation test, and linearity test. The research findings indicate that e-WoM significantly influences the decision to purchase tickets for the film "Oppenheimer". Membuat film merupakan bisnis berisiko yang membutuhkan pemahaman mendalam terhadap motivasi penonton dan strategi untuk membawa mereka ke bioskop. Dalam era digital, electronic word of mouth (e-WoM) sebagai metode pertukaran informasi di media sosial, terutama melalui platform seperti X memainkan peran kunci dalam memengaruhi keputusan pembelian tiket film. Aktivitas e-WoM di X, seperti tweet, retweet, dan lainnya, menjadi penanda penting popularitas suatu film, namun perlu dicermati bahwa popularitas di media sosial tidak selalu bersifat positif, sehingga mendorong penelitian ini untuk melihat pengaruh e-WoM pada platform X terhadap keputusan pembelian tiket film "Oppenheimer". Penelitian dilakukan pada para pengikut @moviemenfes sebagai populasi penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 100 pengikut yang dipilih melalui metode pengambilan sampe non-probabilitas (khususnya purposive sampling). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner terhadap sampel dan proses analisis data dikerjakan menggunakan aplikasi SPSS versi 27 dengan menggunakan teknik uji validitas, uji normalitas, uji reliabilitas, uji T, uji F, uji regresi linear sederhana, uji korelasi Pearson's, dan uji linearitas. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa e-WoM memiliki pengaruh yang signifikan pada keputusan pembelian tiket film "Oppenheimer".
Strategi Komunikasi di Media Sosial PT. Pos Logistik Indonesia dalam Membangun Brand Awareness Kurniawan, Caroline; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27569

Abstract

One of the most popular applications today is Tik Tok by providing an opportunity for promotional events. This study aims to describe communication in the Tik Tok social media application of PT Pos Logistics Indonesia's account @officialposlog. The strategy carried out is with the communication mix theory, namely there is a marketing communication strategy, the 4C theory of social media, and the theory of the brand awareness pyramid triangle. The research was conducted using qualitative methods, the results of this research were carried out because they recently started utilizing the social media Tik Tok account @officialposlog. So that the audience knows what services are provided through the @officialposlog social media account starting from stori, stend and super cargo. So the audience recognizes what products are provided by PT Pos Logistics Indonesia so that it becomes an attraction because the content consistently provided by the @officialposlog account communication strategies are made in hard selling and soft selling. So followers of the @officialposlog account see the PT Pos Logistics Indonesia brand as cheap and fast delivery. The author concludes that the aim of his research is to build brand awareness. PT Pos Logistik Indonesia creates social media content consistently on the @officialposlog account. So that Tik Tok follower clients have also spread the word to their closest friends and family to use super cargo products from PT Pos Logistik Indonesia. Salah satu aplikasi yang paling digemari saat ini adalah Tik Tok dengan memberikan suatu peluang untuk ajang promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi di aplikasi media sosial Tik Tok akun PT Pos Logistik Indonesia yaitu @officialposlog. Strategi yang dilakukan adalah dengan teori bauran komunikasi yaitu ada strategi komunikasi pemasaran, teori 4C media sosial, dan teori segitiga piramida brand awareness. Penelitian yang dilakukan dengan metode kualitatif, hasil penelitian ini dilakukan karena baru – baru ini mulai memanfaatkan media sosial Tik Tok akun @officialposlog. Dengan banyak persaingan jasa kurir diperlukan brand awareness yang kuat di media sosial Tik Tok @officialposlog. Agar khalayak mengetahui layanan apa saja yang diberikan melalui akun media sosial @officialposlog mulai dari stori, stend dan super kargo. Jadi followers dari akun @officialposlog melihat brand PT Pos Logistik Indonesia murah dan pengiriman cepat. Penulis menyimpulkan tujuan penelitian adalah dalam membangun brand awareness PT Pos Logistik Indonesia membuat konten sosial media secara konsisten di akun @officialposlog. Sehingga klien followers Tik Tok pun juga sudah menyebarluaskan ke teman – teman terdekat dan keluarga untuk menggunakan super kargo produk dari PT Pos Logistik Indonesia. 
Marketing Public Relations dalam Mempopulerkan Seni Modern dan Kontemporer di Museum Emerald, Serena; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27575

Abstract

The tourism industry is a growing economic sector worldwide. Art museums are one of the tourism attractions in Indonesia. Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum MACAN) is the first museum in Indonesia to display a collection of modern art from Indonesia and around the world. Modern and contemporary art is still relatively new for the Indonesian public. This poses as a challenge for Museum MACAN to introduce itself and communicate modern and contemporary art to the public. As the industrial landscape evolves and competition becomes fiercer the fields of marketing and public relations are becoming more closely intertwined. Marketing Public Relations is the process of planning and evaluating programs by communicating information and creating a credible impression to attract attention and to connect an organization with the public. This research aims to discuss how Marketing Public Relations is implemented by Museum MACAN in popularizing modern and contemporary art. Through a qualitative approach with a case study method, the result shows that Museum MACAN applies Marketing Public Relations which includes push, pull, and pass strategies to popularize modern and contemporary art.  Industri pariwisata merupakan sektor ekonomi yang terus berkembang di seluruh dunia. Museum seni merupakan salah satu daya tarik pariwisata di Indonesia, salah satunya adalah Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (Museum MACAN). Museum MACAN merupakan museum pertama di Indonesia yang menampilkan koleksi seni rupa modern dari Indonesia dan internasional. Seni modern dan kontemporer masih tergolong sebagai hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Museum MACAN untuk memperkenalkan dirinya dan mengkomunikasikan seni modern dan kontemporer ke masyarakat luas. Seiring dengan perkembangan industri dan persaingan yang semakin ketat, dunia pemasaran (marketing) dan hubungan masyarakat (public relations) memiliki keterkaitan yang semakin erat. Marketing Public Relations dipahami sebagai proses perencanaan dan pengevaluasian program dengan cara mengkomunikasikan informasi dan menciptakan kesan kredibel untuk menarik perhatian dan menghubungkan perusahaan dengan publik. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana Marketing Public Relations yang diterapkan Museum MACAN dalam mempopulerkan seni modern dan kontemporer. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, hasil penelitian menunjukkan Museum MACAN menerapkan Marketing Public Relations yang mencakup strategi push, pull, dan pass untuk mempopulerkan seni modern dan kontemporer. 
Keterlibatan Penggemar K-Pop Melalui Dance Challenge NCT di TikTok Graciella, Gidhea; Utami, Lusia Savitri Setyo
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27587

Abstract

In the ever-evolving landscape of technology, particularly with the rise of social media platforms like TikTok, there has been a transformative impact on how people interact, communicate, and consume information. This shift has created new avenues for brands and entities to broaden their influence, enhance their brand image, and increase popularity. Within the K-Pop industry, TikTok has emerged as a strategic tool for expanding reach and building brand image and popularity. Specifically, this study focuses on the utilization of dance challenges, such as the #YogurtShakeChallenge, by NCT fans on TikTok to contribute to the group's brand image and popularity. This research uses the concepts of social media, popular culture, fan engagement, brand image, and popularity, the research adopts a qualitative approach and employs a case study method. The findings reveal that TikTok serves as a platform for K-Pop enthusiasts to connect, share information, and support their favorite groups, such as NCT. Through initiatives like the #YogurtShakeChallenge, fans not only expand the content's reach but also foster a positive connection between the group and its supporters, ultimately contributing to the growth of NCT's brand image and popularity. Di era teknologi yang terus berkembang, media sosial khususnya TikTok telah mengubah cara interaksi, komunikasi, konsumsi informasi, serta memberikan peluang baru bagi merek dan identitas lainnya untuk memperluas jangkauan, mengembangkan brand image dan popularitas. Terutama dalam industri K-Pop yang memanfaatkan TikTok sebagai strategi untuk memperluas jangkauan dan membangun brand image serta popularitasnya. Salah satu strategi yang dilakukan adalah menciptakan konten dance challenge yang menarik keterlibatan penggemar. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kontribusi penggemar dalam mengembangkan brand image dan popularitas NCT melalui dance challenge dengan tagar #YogurtShakeChallenge di media sosial TikTok. Penelitian ini menggunakan konsep media sosial, budaya populer, keterlibatan penggemar (fan engagement), brand image, dan popularitas. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, metode studi kasus. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa media sosial TikTok menjadi platform bagi penggemar K-Pop untuk bersosialisasi dan berbagi informasi. Selain itu, penggemar memanfaatkan TikTok sebagai wadah untuk mendukung dan memperkenalkan NCT ke jangkauan yang lebih luas. Dengan adanya antusias dari para penggemar tidak hanya memperluas jangkauan konten dengan berkontribusi dalam dance challenge dengan tagar #YogurtShakeChallenge, tetapi juga membentuk ikatan positif antara grup dan penggemar, dan menumbuhkan perkembangan brand image dan popularitas NCT.
Strategi Manajemen Krisis PT. Z dalam Membangun Reputasi Perusahaan di Bidang Otomotif (Studi Kasus Rangka Q) Jackson; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27602

Abstract

Social media holds significant influence in shaping public opinion. With the freedom to upload and share content, along with features such as sharing and reposting, a crisis can quickly go viral, reaching a massive audience in a short amount of time. This can have an impact on the reputation of a company, which plays a crucial role and can have far-reaching effects on long-term success. One specific area of public relations focused on company reputation is crisis public relations. Crisis public relations refers to a situation, rumor, or information that negatively affects a company's reputation, image, and credibility. This research discusses the analysis of crisis public relations, covering the responses and public relations strategies experienced by PT. Z to maintain the company's reputation, with a focus on the case study of the Q frame in the automotive sector. Using a qualitative approach, this study reveals the crisis communication strategies employed by PT. Z in addressing the challenges faced. The research findings indicate that PT. Z has engaged in crisis public relations activities to safeguard its reputation. Media sosial memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk opini publik. Dengan adanya kebebasan untuk mengunggah dan membagikan konten, adanya fitur share dan repost, sebuah krisis yang terjadi dapat viral dengan cepat, mencapai audiens yang masif dalam waktu yang singkat. Hal ini bisa berdampak pada reputasi perusahaan, dan memiliki peranan yang penting dan dapat memberikan dampak yang luas pada kesuksesan jangka panjang. Ada satu bidang public relations yang berfokus pada reputasi perusahaan, yaitu crisis public relations. Crisis public relations adalah suatu situasi, rumor, atau informasi yang berdampak negatif terhadap reputasi, citra, dan kredibilitas perusahaan. Penelitian ini membahas analisis crisis public relations yang melingkupi respon serta strategi public relations yang dialami oleh PT. Z dalam upaya untuk mempertahankan reputasi perusahaan, dengan fokus pada studi kasus rangka Q dalam bidang otomotif. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengungkapkan strategi komunikasi krisis yang digunakan oleh PT. Z dalam mengatasi tantangan yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan crisis public relations telah dilakukan oleh PT. Z dalam menjaga reputasinya.
Analisis Regresi User Generated Content terhadap Brand Image Produk Skintific di Aplikasi TikTok Untuk Generasi Z Jesselyn, Eunike; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27604

Abstract

In the dissemination of information in this highly advanced era, there exists a type of marketing content known as User Generated Content (UGC). This content comprises reviews or evaluations from internet users who have tested a product or service and shared their experiences through social media. Due to the perception that these reviews are neutral and trustworthy, the researcher conducted this study to understand the influence of User Generated Content on the Brand Image of Skintific products on the TikTok application. The process of forming a brand image is essentially similar to the perception process, as the brand image is shaped by perceptions that have existed over an extended period. This research employed a quantitative method by distributing questionnaires targeted at the Generation Z. Data analysis of 100 respondents was conducted using SPSS version 26. The results of the correlation coefficient revealed a positive relationship, indicating that an increase in User Generated Content corresponds to an increase in Brand Image. The coefficient of determination results indicated that User Generated Content has an influence of 78% on Brand Image. Penyebaran informasi di era yang sangat canggih ini, terdapat suatu jenis konten pemasaran yang dikenal sebagai user generated content. Konten ini merupakan ulasan atau tinjauan dari pengguna internet yang telah menguji suatu produk atau jasa dan berbagi pengalaman mereka melalui media sosial. Oleh karena kesan bahwa tinjauannya bersifat netral dan dapat dipercaya, Peneliti melakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh user generated content terhadap brand image produk Skintific di aplikasi TikTok. Proses pembentukan brand image pada dasarnya mirip dengan proses persepsi, karena brand image terbentuk dari persepsi yang telah ada dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan membagikan kueisoner yang akan ditunjukkan kepada generasi Z. Analisis data terhadap 100 responden menggunakan aplikasi SPSS ver. 26. Pada hasil koefisien korelasi diperoleh hubungan yang bersifat positif. Hal ini berarti setiap kenaikan dari user generated content akan diikuti juga pada kenaikan dari brand image. Pada hasil koefisien determinasi didapatkan bahwa user generated content memberikan pengaruh sebesar 78% terhadap brand image.
Strategi Komunikasi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Labuan Bajo dalam Mempromosikan Objek Wisata Premium Rose, Maria Melanie Della; Loisa, Riris
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27628

Abstract

Indonesia is a country that has so many abundant natural resources. Tourism development is an important sector in improving the standard of living of the community and the region. Tourism activities cannot be separated from communication. Communication is very necessary in the world of tourism to introduce tourism products to the wider community. Likewise with Labuan Bajo. This research uses promotion, strategy and tourism theory in a communication context. A qualitative approach and case study method were used in this research. The research results were obtained through interview methods, literature study and documentation. Research shows that media can help promote premium tourist attractions. Media such as YouTube, Instagram, Facebook, other applications and websites can make it easier to search for tourist attractions you want to visit. Apart from using media, in promoting premium tourist attractions, the Creative Economy and Culture Tourism Office prepares a strategic plan for 5 years and implements it every year. In this plan, tourism events will be created that can attract the attention of tourists. Apart from the department itself, tourism actors in Labuan Bajo also have their own strategies so that places that become tourist attractions in Labuan Bajo become better known. Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki begitu banyak kekayaan alam yang melimpah. Pengembangan pariwisata menjadi sektor yang penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan daerahnya. Kegiatan pariwisata tidak terlepas dari adanya komunikasi. Komunikasi sangat di perlukan dalam dunia pariwisata untuk mengenalkan produk pariwisata kepada masyarakat luas. Begitu juga dengan Labuan Bajo. Penelitian ini menggunakan teori promosi, strategi dan pariwisata dalam konteks komunikasi. Pendekatan kualitatif dan metode studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil  penelitian diperoleh dengan teknik pengambilan data melalui metode wawancara, studi kepustakaan dan juga dokumentasi. Penelitian menunjukkan bahwa, media dapat membantu mempromosikan objek wisata premium. Media seperti Youtube, Instagram, Facebook, aplikasi dan website lain dapat mempermudah dalam pencarian wisata yang ingin dikunjungi. Selain menggunkakan media, dalam mempromosikan objek wisata premium Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan menyususn rencana strategi untuk lima tahun dan menerapkannya setiap satu tahun. Dalam rencana tersebut akan dibuat seperti event-event pariwisata yang bisa menarik perhatian wisatawan. Di samping dari dinas sendiri, pelaku pariwisata di Labuan Bajo juga memiliki strategi masing-masing agar tempat yang dikelola menjadi objek wisata semakin dikenal.
Strategi Promosi Karya Musik Label Musik Bagus Indonesia melalui Akun Instagram @musikbagusrecords Roseline, Cheyene Nadine; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27638

Abstract

Social media has become one of the primary needs of everyone. Many things can be done on social media, one of which is as a place to do marketing or promotion. Whatever products and services are offered have a very big chance of being sold on social media. Currently, there are so many kinds of social media used for promotion, one of which is Instagram. So many industries use Instagram as a tool for marketing or promoting the products and services offered, and it is possible for music labels that use Instagram as a tool to promote the music works owned by musicians contained in the music label. One of the music labels that uses Instagram social media as a forum to promote the musical works of the creators under its auspices is the Musik Bagus Indonesia label. The purpose of this research is to find out how the promotion strategy carried out by Musik Bagus Indonesia for the music works of its musicians using Instagram. This research uses a qualitative approach with the method of case studies. The data collection method in this research is by means of interviews, observation, and documentation. The result of this research is the utilization of Instagram social media by uploading creative content that informs, persuades, increases and can modify public behavior. Media sosial telah menjadi salah satu bagian yang sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Banyak yang dapat dilakukan dalam media sosial, salah satunya adalah untuk melakukan pemasaran atau promosi. Sangat besar peluang untuk terjual ketika menawarkan produk dan jasa di media sosial. Salah satu media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk melakukan promosi, yaitu Instagram. Begitu banyak industri yang menggunakan Instagram sebagai alat untuk melakukan pemasaran atau promosi terhadap produk dan jasa yang ditawarkan, dan tak menutup kemungkinan bagi label musik untuk menggunakan Instagram sebagai alat untuk melakukan promosi karya-karya musik yang dimiliki oleh musisi suatu label musik. Salah satu label musik yang menggunakan media sosial Instagram sebagai wadah untuk mempromosikan karya musik para pencipta di bawah naungannya yaitu label Musik Bagus Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana strategi promosi yang dilakukan oleh Musik Bagus Indonesia bagi karya-karya musik para musisinya menggunakan Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan media sosial Instagram dengan melakukan pengunggahan konten-konten kreatif yang sifatnya memberitahu, membujuk, meningkatkan serta dapat memodifikasi tingkah laku publik.
Pemanfaatan Media Sosial Tiktok oleh Adira Finance dalam Menyampaikan Content Marketing Winata, Maria Evelyn; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 8 No. 1 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i1.27640

Abstract

Over time, a great deal of technology has been purposefully built to make human activities easier. The internet, inextricably linked to social media, is one of the technical innovations most frequently utilised for communication. Due to the onset of the Covid-19 pandemic, not only have individuals been affected, but the situation has also compelled the entire economy, including financial institutions, to revamp their communication strategies in order to sustain marketing efforts for their products. Adira Finance is a finance company under the supervision of OJK (Financial Services Authority) that provides various product services. The presence of TikTok social media creates ease of effective communication between consumers and companies. Adira Finance utilizes TikTok social media as a medium to deliver marketing content. This research uses the theory of the four pillars of social media support strategies according to Lon Safko and K. Brake (2009), namely communication, collaboration, education, and entertainment. TikTok features a variety of interesting content that is packaged differently, namely short videos. Content formulation of the message to be conveyed is important in using this digital platform. This study collects data through observation and interviews using a qualitative methodology. This research was conducted to find out how the utilization of social media, especially TikTok, by a finance company, namely Adira Finance. The results of this research show that Adira Finance's TikTok content focuses on current trends in social media and the content is packaged in a relaxed and humorous manner. Seiring berjalannya waktu, begitu banyak teknologi yang sengaja diciptakan dan dikembangkan untuk mempermudah aktivitas manusia. Salah satu kemajuan teknologi yang paling sering dimanfaatkan sebagai alat komunikasi yaitu Internet yang tidak lepas dari media sosial. Pandemi COVID-19 membuat seluruh sektor ekonomi, termasuk perusahaan pembiayaan, perlu mengubah strategi komunikasi mereka untuk tetap memasarkan produk mereka. Adira Finance merupakan perusahaan pembiayaan di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang memberikan berbagai pelayanan produk. Kehadiran media sosial TikTok menciptakan kemudahan komunikasi yang efektif antara konsumen dengan perusahaan. Adira Finance memanfaatkan media sosial TikTok sebagai media untuk menyampaikan konten marketing. Penelitian ini menggunakan teori empat pilar strategi pendukung media sosial menurut Lon Safko dan K. Brake yaitu komunikasi, kolaborasi, edukasi, dan hiburan. TikTok menampilkan berbagai konten menarik yang dikemas berbeda yaitu video berdurasi singkat. Formulasi konten terhadap pesan yang ingin disampaikan menjadi hal penting dalam penggunaan platform digital ini. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Adira Finance, sebuah perusahaan pembiayaan menggunakan media sosial TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten TikTok Adira Finance berfokus pada tren yang sedang berjalan di media sosial tersebut serta konten dikemas dengan santai dan lucu.