cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Electronic Word of Mouth dan Citra Merek The Originote di Kalangan Generasi Z Christina, Christina; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27570

Abstract

Nowadays, skincare products are widely promoted on social media. This is an example of the impact from social media development. Marketing that was done through conventional media is now starting to utilize the existence of social media and choosing Generation Z as the target market because this generation dominates the use of social media in this era. Electronic Word of Mouth marketing communication makes The Originote brand become increasingly recognized and attracts so much attention since 2022. This research aims to determine how is the impact of Electronic Word of Mouth on The Originote’s brand image. This research uses quantitative method and utilizes survey as the data-collector method. The data that has been collected from 124 respondents then tested with validity test, reliability test, and normality test. The results show the measuring instrument and data is valid, reliable, and normally distributed. The answers then processed with T-test, simple linear regression analysis and coefficient of determination. The result of T-test is 13.634 > 1.9796.  The simple linear regression analysis indicates that the significance is less than 0.05. The coefficient of determination is 0.604 or 60,4%. Research result shows that Electronic Word of Mouth can helps business in creating Brand Image effectively.  Produk perawatan kulit yang kini marak dipromosikan di media sosial merupakan salah satu contoh dampak perkembangan media sosial. Pemasaran yang awalnya dilakukan melalui media konvensional kini mulai memanfaatkan keberadaan media sosial dengan menetapkan Generasi Z sebagai target pasar. Komunikasi pemasaran Electronic Word of Mouth yang terjadi terhadap merek The Originote membuat merek ini menjadi semakin dikenal dan menarik perhatian para peminat skincare. Mengetahui apakah Electronic Word of Mouth mempengaruhi citra merek The Originote adalah tujuan penelitian ini dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa survei. Data yang telah terkumpul dari 124 responden selanjutnya diuji keabsahannya dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji normalitas. Hasilnya, alat ukur dan data dinyatakan valid, reliabel, dan berdistribusi secara normal. Jawaban responden selanjutnya diolah melalui uji T, analisis regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi. Hasil uji T adalah 13,634 > 1,9796. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan signifikansi lebih kecil dari 0,05. Koefisien determinasi menunjukkan angka 0,604. Disimpulkan bahwa Electronic Word of Mouth secara cukup kuat berpengaruh terhadap citra merek The Originote sebesar 60,4%. Maka, dapat dikatakan pemanfaatan Electronic Word of Mouth secara efektif membantu pelaku bisnis dalam membentuk citra merek.
Pengaruh Brand Ambassador Korea vs Indonesia pada Scarlett Whitening terhadap Keputusan Pembelian Bella, Madeline Sofia; Junaidi , Ahmad
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27574

Abstract

The increasing development of the Korean wave in Indonesia, especially in the skincare sector, has made many local companies compete with each other in introducing their products through several ways, especially by using Brand Ambassadors which are certainly considered effective in increasing product sales figures. However, with the emergence of the pros and cons of using Brand Ambassadors in Indonesia, the author wants to research further using the Viscap and AIDA models. So this research aims to know the influence of use Korean vs Indonesian Brand Ambassadors on Scarlett Whitening on purchasing decisions among Gen Z. The method used in this research is quantitative research , with a sample size of 122 women in DKI Jakarta. This research uses a questionnaire survey instrument. Based on the research results, the difference in influence given by Korean VS Indonesian Brand Ambassadors was that the Korean Brand Ambassador got a t value of 9.251 and a t value of 6.559 for Indonesia, with a p-value of 0.000. If the p-value smaller than alpha (5%) then the Korean Brand Ambassador is superior to the Indonesian Brand Ambassador in providing influence, but based on the value obtained, the Indonesian Brand Ambassador also have an influence on purchasing decisions. Perkembangan Korean wave yang semakin meningkat di Indonesia khususnya di bidang skincare membuat banyak perusahaan lokal saling berlomba-lomba dalam memperkenalkan produknya melalui berbagai cara, terutama dengan menggunakan Brand Ambassador yang tentunya dinilai efektif dalam meningkatkan angka penjualan produk. Penulis ingin meneliti dan mengetahui lebih jauh dengan menggunakan model Viscap dan AIDA dalam penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meotde penelitian kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 122 wanita yang merupakan gen z yang ada di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode survei instrumen kuesioner dan menyebarkan kueisoner melalui gform. Berdasarkan hasil penelitian perbedaan pengaruh yang diberikan oleh Brand Ambassador Korea VS Indonesia adalah Brand Ambassador Korea mendapatkan nilai t sebesar 9,251 dan nilai t sebesar 6,559 untuk Indonesia dengan p-value sebesar 0,000. Jika p-value lebih kecil dari alpha (5%) maka Brand Ambassador Korea lebih unggul dibandingkan Brand Ambassador Indonesia dalam memberikan pengaruh, namun berdasarkan nilai yang diperoleh Brand Ambassador Indonesia juga mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian. 
Aplikasi Customer Service Commitment dalam Menjaga Loyalitas Konsumen Starbucks Signing Store Salsabila, Salsabila; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27597

Abstract

Maintaining product quality, providing good service and meeting consumer expectations is the key for Food and Beverage industry activists to maintain consumer loyalty. This research aims to identify the application of Customer Service Commitment in maintaining consumer loyalty at the Starbucks Signing Store. The method used is a qualitative descriptive approach through in-depth interviews. Based on research results, Starbucks Signing Store uses the concept of Customer Relationship Management to get closer to consumers in order to create two-way communication and both Starbucks and its consumers get information which will later become material for evaluating a marketing program in Marketing Public Relations which is specifically aimed at forming a positive image of a company. brand in the long term, namely Customer Service Commitment. By implementing the Customer Service Commitment program, Starbucks Signing Store has never received negative reviews from consumers, has become a store that consistently conveys positive messages to consumers, and most importantly can retain consumers from before this store was renovated and changed the concept from a regular Starbucks to a Starbucks Signing Store. Mempertahankan kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik dan sesuai ekspektasi konsumen adalah kunci bagi pegiat industri Food and Beverage untuk mempertahankan sebuah loyalitas dari konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan Customer Service Commitment dalam memelihara loyalitas konsumen Starbucks Signing Store. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian Starbucks Signing Store menggunakan konsep Customer Relationship Management untuk mendekatkan diri kepada konsumen agar terciptanya komunikasi dua arah dan baik Starbucks maupun konsumennya mendapatkan informasi yang nantinya akan menjadi sebuah bahan evaluasi sebuah program pemasaran dalam Marketing Public Relation yang khusus ditujukan untuk membentuk citra positif sebuah brand dalam jangka waktu panjang, yaitu Customer Service Commitment. Program Customer Service Commitment, Starbucks Signing Store tidak pernah mendapatkan ulasan negatif dari konsumen, menjadi toko yang konsisten menyampaikan pesan positif untuk konsumen, dan yang terpenting dapat mempertahankan konsumen dari sebelum toko ini direnovasi dan berubah konsep dari Starbucks biasa menjadi Starbucks Signing Store. 
Efektivitas Komunikasi Pemasaran Melalui Key Opinion Leader (KOL) dalam Meningkatkan Brand Awareness SH-RD Indonesia Kellin, Thio; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27599

Abstract

The use of Key Opinion Leaders (KOL) to increase brand awareness is a very common marketing communications strategy and considered as one of the most effective ways to introduce products and brands. The use of KOL as a marketing communication strategy is also carried out by SH-RD Indonesia and is an interesting phenomenon to research because the brand has developed quite rapidly since its initial appearance in 2019. The aim of this research is to determine the effectiveness of marketing communications through KOL used by SH-RD Indonesia to increase brand awareness. On this research, the approach that been using is  a quantitative approach by distributing questionnaires to followers of the TikTok social media account @yourminbite who know or follow the @shrd.id account. Based on the data obtained in the research, it was found that marketing communication through KOLs for the SH-RD Indonesia brand was declared effective because the influence of KOLs on brand awareness was found through descriptive statistical tests. Apart from that, in simple linear regression tests, t tests and correlation coefficient test it was also found that there was a positive relationship between key opinion leaders and brand awareness. Pemanfaatan Key Opinion Leader (KOL) guna meningkatkan brand awareness merupakan sebuah strategi komunikasi pemasaran yang sangat lazim dan dinilai sebagai salah satu cara paling efektif dalam mengenalkan produk dan merek. Penggunaan KOL sebagai strategi komunikasi pemasaran ini juga dilakukan oleh SH-RD Indonesia dan merupakan suatu fenomena yang menarik diteliti karena perkembangan merek yang cukup pesat dari awal kemunculannya pada tahun 2019 lalu. Adapun tujuan penelitian ini ialah guna mengetahui efektivitas komunikasi pemasaran melalui KOL yang digunakan SH-RD Indonesia guna meningkatkan brand awareness. Adapun penedekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif dengan membagikan kuesioner pada pengikut akun media sosial TikTok @yourminbite yang mengetahui atau mengikuti akun @shrd.id. Berdasarkan data yang didapatkan dalam penelitian, didapatkan bahwa komunikasi pemasaran melalui KOL pada brand SH-RD Indonesia dinyatakan efektif karena ditemukan pengaruh antara KOL terhadap brand awareness yang didapatkan melalui uji statistik deskriptif. Selain itu, pada uji regresi linear sederhana, uji t hingga uji koefisien korelasi juga didapatkan bahwa terdapat hubungan positif antar key opinion leader dengan brand awareness.
Membangun Personal Branding 'Positif Energy' Melalui Media Sosial Shasa Zhania Khotimah, Aliya; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27605

Abstract

TikTok's popularity rising. Number of women 16-24 years old considering it their "favorite" has jumped more than a third. The power of personal branding creates new opportunities in TikTok content creator accounts (Shasa Zhania). Shasa Zhania's personal branding to increase followers on TikTok social media and see social responses about the value of feminine energy. The research uses a qualitative-descriptive method, through the semantic approach of the Semiotic code according to Charles Sanders Peirce which relates to the 8 concepts of personal branding from Peter Montoya. The author collects information through the tiktok @_shaz, based on library sources and the results of data reduction through journals related to "Utilization of Social Media, TikTok for Personal Branding". The results of data presentation become informative, and conclusions are clearly verified. The results of the semiotic model analysis successfully identified the appropriate trichotomy component, it is known that the sign in the selected video uses Qualisign. The index object: the shape of each video. The interpretant uses rheme, argument based on text The results of the theory of 8 personal branding concepts in relation to Shana Zania, in these findings, have fulfilled 8 personal branding concepts to survive as a content creator. Popularitas TikTok meningkat dengan jumlah perempuan antara 16-24 tahun menganggapnya sebagai platform sosial “favorit” telah melonjak lebih dari sepertiga selama setahun terakhir. Kekuatan personal branding menciptakan peluang baru di akun TikTok content creator, seperti Shasa Zhania. Menariknya, personal branding Shasa Zhania untuk meningkatkan followers di media sosial TikTok dan melihat tanggapan sosial tentang nilai feminine energy dari dirinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif-deskriptif, melalui pendekatan semantik kode Semiotika menurut Charles Sanders Peirce yang berhubungan dengan 8 konsep personal branding menurut Peter Montoya secara terperinci dalam bentuk pemaknaan tanda. Penulis mengumpulkan informasi melalu objek penelitian pada akun media sosial tiktok @_shaz, berdasarkan sumber pustaka dan hasil reduksi data melalui jurnal-jurnal yang berkaitan dengan “Pemanfaatan Media Sosial, TikTok untuk Personal Branding”. Hasil penyajian data menjadi lebih informatif dan simpulan terverifikasi dengan jelas. Hasil analisa model semiotika, berhasil didentifikasi komponen trikotomi yang sesuai, maka diketahui bahwa tanda pada video yang dipilih menggunakan Qualisign. Objek indeksnya: bentuk dari setiap frame video, sedangkan interpretant menggunakan rheme dan argumen berdasarkan teks yang sedikit rancu sehingga memungkinkan adanya penafsiran multitafsir. Hasil teori 8 konsep personal branding hubungannya dengan Shana Zania, pada temuan ini, telah memenuhi 8 konsep personal branding untuk dirinya dapat bertahan menjadi seorang content creator.
Mengukur Pengaruh Kreativitas: Campaign “Hot Chilli Chicken” terhadap Brand Awareness KFC di Instagram Susanto, Angeline; Sukendro, Gregorius Genep
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27606

Abstract

This research aims to assess the creative impact of the "Hot Chilli Chicken" social media campaign on KFC Brand Awareness on the Instagram platform. This research uses theoretical foundations from the fields of advertising, advertising creativity, new media, and brand awareness. KFC, a fastfood restaurant that specializes in producing and selling fried chicken originating from the United States, started its operations in Indonesia in 1978. The research method applied was a quantitative method combined with a survey method. The research population involved Instagram users who follow the official KFC account, with a sample of 125 people selected using a non-probability sampling approach and purposive sampling technique. Data was collected through questionnaires. The research results show that there is a simultaneous impact between the creativity of the "Hot Chili Chicken" advertising campaign via social media on KFC brand awareness on Instagram. From the results of the analysis and discussions carried out, it can be concluded that the use of new media in advertising creativity has an influence on perceptions of the KFC brand. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak kreativitas kampanye sosial media "Hot Chilli Chicken" terhadap Brand Awareness KFC di platform Instagram. Riset ini menggunakan landasan teori dari bidang iklan, kreativitas iklan, new media, dan brand awareness. KFC, sebuah restoran cepat saji yang khusus memproduksi dan menjual ayam goreng dengan asal daging ayam dari Amerika Serikat, memulai operasinya di Indonesia pada tahun 1978. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode kuantitatif yang dikombinasikan dengan metode survei. Populasi penelitian melibatkan pengguna Instagram yang mengikuti akun resmi KFC, dengan sampel sebanyak 125 orang yang dipilih menggunakan pendekatan non-probability sampling dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dampak secara bersamaan antara kreativitas kampanye iklan "Hot Chili Chicken" melalui media sosial terhadap kesadaran merek KFC di Instagram. Dari hasil analisis dan diskusi yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media baru dalam kreativitas periklanan memiliki pengaruh terhadap persepsi terhadap merek KFC.
Peran Interaksi Simbolik dalam Perencanaan Komunikasi Pemasaran pada Brand Recognition Toko Online P Mart Darmadi, Rifanny; Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27614

Abstract

Researchers made this report which contains a discussion of the marketing communication strategies used by the Paniy Mart store to create brand recognition among consumers. The choice of Paniy Mart as the thesis title topic was based on its uniqueness in maintaining brand recognition by using several quite unique marketing communication strategies such as the use of brand ambassadors, special game content for young people, the use of transaction testimonials to increase consumer trust, the use of group communities and advertising. via Instagram ads. This research was conducted to determine the strategy used by the Paniy Mart store to reach its target consumers, namely young people or teenagers. This research uses Symbolic Interaction theory as a reference for the report. This research uses a case study method and the research approach used is qualitative. Researchers used data reduction techniques for data analysis. Apart from that, the researcher used data collection methods as evidence for validating the thesis including observation, literature study, interviews and documentation. The results of this study show that Paniy Mart's target market is mostly young people, so the selection of content and publications must be adjusted to youth trends. Peneliti membuat laporan ini yang berisikan pembahasan mengenai strategi komunikasi pemasaran yang digunakan toko Paniy Mart untuk menimbulkan brand recognition pada konsumen. Pemilihan Paniy Mart sebagai topik judul skripsi didasari dari keunikannya dalam mempertahankan brand recognition dengan menggunakan beberapa strategi komunikasi pemasaran yang cukup unik seperti penggunaan brand ambassador, konten-konten permainan khas untuk anak muda, penggunaan testimoni transaksi untuk menambah kepercayaan konsumen, penggunaan komunitas grup serta periklanan melalui ads Instagram. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi yang dilakukan toko Paniy Mart untuk menjangkau konsumen yang dituju yaitu kaum muda atau remaja. Penelitian ini menggunakan teori Interaksi Simbolik sebagai acuan laporan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Peneliti menggunakan teknik reduksi data sebagai analisis data. Selain itu, peneliti menggunakan metode pengumpulan data sebagai bukti validasi skripsi meliputi observasi, studi pustaka, wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian ini target pasar Paniy Mart yang rata-rata anak muda sehingga pemilihan konten dan publikasi harus menyesuaikan dengan tren anak muda.
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran dalam Meningkatkan Customer Engagement Produk Kecantikan di TikTok Angelin, Angelin; Paramita, Sinta
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27615

Abstract

The presence of TikTok as one of the most widely used social media platforms has been notable. According to data from datareportal.com, the advertising reach potential on TikTok in Indonesia has increased by 40 million, or 58 percent. Alongside this development is the growing popularity of the beauty industry as one of the largest industries in Indonesia. The beauty industry continues to experience significant growth, driven by emerging beauty trends and increased societal awareness of the importance of personal appearance. This situation places Barenbliss, as a beauty brand, in the position of needing to compete in a highly competitive beauty industry.The focus of this research is to analyze marketing communication strategies to enhance customer engagement on the TikTok account Barenbliss_id. The research method employed is a case study with a qualitative approach. The analysis and findings in this research are constructed from the marketing communication theory through the five elements of the promotional mix: advertising, personal selling, public relations, sales promotion, and direct marketing. The results of this research highlight the aspects emphasized in the marketing communication strategy on the Barenbliss TikTok account in enhancing implemented customer engagement. The conclusion drawn is that Barenbliss utilizes a promotion mix in the process of enhancing customer engagement on its TikTok account. Hadirnya tiktok sebagai salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan masyarakat. Dilansir dari datareportal.com, potensi jangkauan iklan di TikTok di Indonesia meningkat sebesar 40 juta atau 58 persen. Seiring perkembangan tersebut, disusul dengan meningkatnya popularitas industri kecantikan sebagai salah industri terbesar di Indonesia. Perkembangan industri kecantikan terus meningkat secara signifikan seiring dengan munculnya tren kecantikan terbaru, dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya penampilan diri. Hal tersebut membuat Barenbliss selaku salah satu brand kecantikan harus mampu bersaing dalam persaingan industri kecantikan yang sangat ketat. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan customer engagement pada akun TikTok Barenbliss_id. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Analisis dan kajian dalam penelitian ini dikonstruksi dari teori komunikasi pemasaran melalui lima elemen bauran promosi yaitu periklanan, penjualan pribadi, hubungan masyarakat, promosi penjualan, dan pemasaran langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukan aspek-aspek yang ditonjolkan dari strategi komunikasi pemasaran pada akun TikTok Barenbliss dalam meningkatkan customer engagement yang diimplementasikannya. Didapatkan kesimpulan bahwa Barenbliss mengimplementasikan promotion mix dalam proses meningkatkan customer engagement pada akun tiktoknya.
Analisis Gaya Hidup Shoppertainment Melalui Shopee Live Montera, Visca; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27621

Abstract

The increasingly rapid advances in technology, especially in the marketing sector, have brought a new lifestyle for young adults in satisfying their daily needs. Active media users, especially young adults, have an active role in choosing media that has the most influence in satisfying needs, therefore this research uses the Uses and Gratification theory. The purpose of this research is to analyze whether Shopee Live can bring a new lifestyle of shopping through Shopee Live for young adults. This research uses several supporting concepts, namely Marketing Communication, Uses and Gratification Theory, E-commerce and Shoppertainment. The author uses a case study method by looking at what happens directly in the field. The subjects of this research are young adults who do shoppertainment as a means of entertainment and shopping through live shopping, while the object of this research is live shopping activities through Shopee. The data that the author used in the research was through interviews, observation, documentation and literature study. The research results show that with the development of modern technology, young adults are using new styles to support their daily needs, namely using the online shopping media Shopee with new developments such as Shopee Live which has become a means of entertainment and a new shopping style, namely Shoppertainment. Adanya kemajuan teknologi yang semakin cepat khususnya pada bidang pemasaran membawa gaya hidup baru bagi dewasa muda dalam memuaskan kebutuhan sehari – hari. Para pengguna aktif media khususnya dewasa muda memiliki peran aktif dalam memilih media yang paling memiliki pengaruh sebagai pemuas kebutuhan oleh karena itu penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis adanya Shopee Live dapat membawa gaya hidup baru berbelanja melalui Shopee Live bagi dewasa muda. Penelitian ini menggunakan beberapa konsep penunjang yaitu Komunikasi Pemasaran, Teori Uses and Gratificaton, E–commerce dan Shoppertainment. Penulis menggunakan metode studi kasus dengan melihat apa yang terjadi secara langsung di lapangan. Subjek penelitian ini adalah para dewasa muda yang melakukan Shoppertainment sebagai sarana hiburan dan belanja melalui live shopping sedangkan untuk objek dari penelitian ini adalah kegiatan live shopping melalui Shopee. Data yang penulis lakukan dalam penelitian melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya perkembangan teknologi yang modern, membuat dewasa muda menggunakan gaya baru dalam menunjang kebutuhan sehari – hari yaitu menggunakan media belanja online Shopee dengan perkembangan baru seperti Shopee Live yang menjadikan sebagai sarana hiburan dan gaya belanja baru yaitu Shoppertainment.
Efektivitas Kampanye Clean & Clear “Bangga dengan Warna Kulitmu” dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Remaja Putri Nainggolan, Herti Yuliana; Erdiansyah, Rezi
Prologia Vol. 8 No. 2 (2024): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v8i2.27629

Abstract

Representation of women's beauty with white skin has become the minimum standard that must be possessed by every woman in Indonesia, especially young women. However, unfortunately there are still many women in Indonesia who still agree and admit that beauty must be white. Clean & Clear then responded to the news representation by creating a campaign with the aim of changing the mindset of young women in Indonesia through the concept of self-confidence. The campaign carries the concept of "Proud of Your Skin Color" to emphasize that being beautiful does not mean having to have white skin. This research was conducted to assess whether the effectiveness of the Clean & Clear campaign had an effect on the concept of self-confidence among young women. The method used in this research is quantitative, with data collection through questionnaires distributed to young women aged 10 to 22 years in accordance with the teenage age classification proposed by Santrock. The results of this research show that the research hypothesis in the analysis of the coefficient of determination is 76.3%. This shows that the campaign carried out by Clean & Clear has had quite a big influence on the concept of self-confidence among young women. Representasi kecantikan perempuan dengan kulit putih sudah menjadi standar minimal yang perlu dimiliki setiap perempuan di Indonesia terutama oleh remaja putri. Namun sayangnya masih banyak perempuan di Indonesia yang masih menyetujui serta mengakui bahwa cantik memang harus putih. Clean & Clear kemudian merespons representasi pemberitaan tersebut dengan membuat kampanye dengan tujuan untuk mengubah pola pikir remaja putri di Indonesia melalui konsep kepercayaan diri. Kampanye tersebut mengusung konsep “Bangga Dengan Warna Kulitmu” untuk menekankan bahwa cantik tidak berarti harus memiliki kulit putih. Penelitian ini dilakukan untuk menilai apakah efektivitas kampanye Clean & Clear berpengaruh terhadap kepercayaan diri remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengumpulkan data dengan menyebarkan kuesioner kepada remaja putri yang berusia antara 10 dan 22 tahun sesuai dengan klasifikasi usia remaja yang dikemukakan oleh Santrock. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat keakuratan hipotesis penelitian pada analisis koefiesien determinasi yaitu 76,3%. Hal tersebut menunjukkan bahwa kampanye yang dilakukan oleh Clean & Clear memberikan pengaruh cukup besar terhadap konsep kepercayaan diri remaja putri.