cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Strategi Digital Branding @kwala.id di Instagram Hertanto, Danessa Valerie; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33395

Abstract

In today’s digital era, digital branding plays a significant role in creating a strong brand image. The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of Kwala’s digital branding strategy on Instagram. Theories used in this research are theory of digital branding strategy and new media theory. This research uses a qualitative approach, with case study method. Primary data are obtained from interviews with two key informants and three supporting informants, and also through participatory observation. Meanwhile secondary data is acquired through library research from journals, articles, and books.  The results of this research shows that Kwala’s digital branding strategy on Instagram has proven to be effective in creating a positive brand image and earning customer’s trust as a brand that helps everyone to sleep better and solve their sleep problems.Through elements of digital branding, Kwala has shown a great success in it’s effort to create a positive brand positioning, brand personality, and brand identity. However, there is still room for improvement in Kwala’s digital branding strategy to increase their audience reach, positioning Kwala as a top-of-mind brand in the sleep industry. Dalam era digital yang berkembang pesat, digital branding menjadi elemen penting dalam membangun citra merek yang kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan strategi digital branding yang diterapkan oleh Kwala melalui Instagram. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori strategi digital branding dan teori media baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dalam penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara dengan dua orang key informants, dan tiga orang informan pendukung, serta observasi partisipatif. Sementara data sekunder diperoleh dari hasil studi kepustakaan melalui jurnal, artikel, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digital branding Kwala di Instagram telah berhasil menciptakan citra merek dan loyalitas pelanggan yang kuat, sehingga Kwala telah mendapatkan kepercayaan dari konsumen sebagai merek solusi untuk semua permasalahan tidur. Hal ini juga dikarenakan penerapan elemen digital branding yang baik dalam melakukan strategi digital branding. Secara keseluruhan, Kwala berhasil mengembangkan elemen brand positioning, brand identity, dan brand personality yang cukup baik, namun Kwala tetap dapat memaksimalkan lebih strategi digital branding yang telah dilakukan dengan memperluas jangkauan audiens dan target pasar, sehingga dapat menjadi merek top-of-mind di industri perlengkapan tidur.
Motif Gen Z Mengonsumsi Konten Makeup Beauty Influencer di Media Sosial: Pendekatan Teori Kegunaan dan Gratifikasi Angeline, Daniella; Pribadi, Muhammad Adi
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33396

Abstract

This study aims to analyze Gen Z's motives in consuming makeup content from beauty influencer Tasya Farasya on TikTok using the Uses and Gratifications Theory approach. This motive is based on five needs satisfied by media, as stated by Katz, Gurevitch, and Haas, which are analyzed in the Uses and Gratifications Theory. The five needs include cognitive needs, affective needs, personal integration needs, social integration needs, and stress relief needs. This study will be conducted using a qualitative approach using the phenomenological method, as well as in-depth interviews with Gen Z as the main data collection technique. The results of the study indicate that the main motive for Gen Z to consume Tasya Farasya's makeup content on TikTok is driven by cognitive needs, while affective needs, personal integration needs, social integration needs, and stress relief needs are not the main motives for Gen Z in consuming Tasya Farasya's makeup content on TikTok. This study provides insight into how TikTok content, especially from beauty influencer Tasya Farasya, fulfills Gen Z's media needs motives in the context of makeup content consumption. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif Gen Z dalam mengonsumsi konten makeup dari beauty influencer Tasya Farasya di TikTok dengan pendekatan Teori Kegunaan dan Gratifikasi. Motif ini didasarkan pada lima kebutuhan yang dipuaskan oleh media, sebagaimana dikemukakan oleh Katz, Gurevitch, dan Haas, yang dianalisis dalam Teori Kegunaan dan Gratifikasi. Lima kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan kognitif, kebutuhan afektif, kebutuhan integrasi pribadi, kebutuhan integrasi sosial, serta kebutuhan pelepasan ketegangan. Penelitian ini akan dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode fenomenologi, serta wawancara mendalam dengan Gen Z sebagai teknik utama pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif utama Gen Z konsumsi konten makeup Tasya Farasya di TikTok didorong oleh kebutuhan kognitif, sedangkan kebutuhan afektif, kebutuhan integrasi pribadi, kebutuhan integrasi sosial dan kebutuhan pelepasan ketegangan tidak menjadi motif utama bagi Gen Z dalam mengonsumsi konten makeup Tasya Farasya di TikTok. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana konten TikTok, khususnya dari beauty influencer Tasya Farasya, memenuhi motif kebutuhan media Gen Z dalam konteks konsumsi konten makeup.
Pemanfaatan Aplikasi Mamikos sebagai Sarana Strategi Komunikasi Pemasaran Cokelat Residence Ardiana, Engei; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33398

Abstract

The development of communication media in Indonesia is growing very rapidly. With the growth of people's needs in Indonesia, there has also been an increase in communication media created according to people's needs. Not only is it used to ask for news, but many communication media have emerged, especially media used to communicate and promote and buy and sell residences such as apartments and boarding houses to make it easier for people to meet their needs without having to communicate and transact face to face. This research aims to find out how applications are used as a means of marketing communication strategy. This research uses marketing communication theory and in analyzing the data obtained, the SOSTAC model is used. Apart from observing and documenting, the researcher also conducted interviews with the boarding house owner and two boarding house tenants. From this research, it was found that several strategies were carried out by Cokelat Residence, namely conducting research on things that are often asked by prospective tenants at Mamikos to be used as content for messages that will be shared during broadcasts, including the availability of rooms with a higher number, increasing advertisements for available rooms at Mamikos and others Perkembangan media komunikasi di Indonesia berkembang sangat pesat. Dengan adanya pertumbuhan kebutuhan masyarakat di Indonesia, maka bertambah juga media komunikasi yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Tak hanya digunakan untuk bertanya kabar, tetapi sudah banyak media komunikasi yang bermunculan terutama media yang digunakan untuk berkomunikasi dan mempromosikan hingga memperjual-belikan tempat tinggal seperti apartemen hingga rumah kos guna mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya tanpa harus berkomunikasi dan bertransaksi secara langsung. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisi dan mengetahui bagaimana pemanfaatan aplikasi sebagai sarana strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini juga memanfaatkan teori komunikasi pemasaran dan dalam menganalisis data yang diperoleh, digunakan model SOSTAC. Selain melakukan observasi dan dokumentasi, peneliti juga melakukan wawancara dengan pemilik rumah kos dan dua orang penyewa rumah kos tersebut. Dari penelitian ini ditemukan beberapa strategi yang dilakukan oleh Cokelat Residence yaitu Melakukan riset mengenai hal yang sering ditanyakan oleh calon penyewa di Mamikos untuk dijadikan isi pesan yang akan dibagikan saat broadcast, mencantumkan ketersediaan kamar dengan jumlah lebih tinggi, Menaikkan iklan pada kamar yang tersedia di Mamikos dan lainnya
Analisis Resepsi Konten Berbagi Uang di Akun TikTok @Williesalim Jacobus, Gabrielle Angelica; Candraningrum, Diah Ayu
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33403

Abstract

In Indonesia, social media penetration is very significant, with 76.8% of the internet user population using social media, or equivalent to 202.35 million users. One of the most widely used platforms is TikTok, making Indonesia the second country with the largest active users in the world with 99.1 million users in 2022. One interesting phenomenon on TikTok is the trend of money-sharing content. This kind of content often attracts attention because of the element of surprise, strong emotions, and inspirational values ​​conveyed. This study analyzes audience perceptions of the quality of money-sharing content on the TikTok account @Williesalim. A qualitative approach was used to analyze how audiences assess the elements of authenticity, credibility, interactivity, visual appeal, and script of money-sharing content. The results show differences in reception, some audiences appreciate transparency and emotional responses, while others criticize the content as manipulative. These findings reveal that content quality is analyzed based on audience perceptions of the credibility and moral values ​​conveyed, providing guidance for content creators to create more meaningful content. Di Indonesia, penetrasi media sosial sangat signifikan, dengan 76,8% dari populasi pengguna internet menggunakan media sosial, atau setara dengan 202,35 juta pengguna. Salah satu platform yang paling banyak digunakan adalah TikTok, menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan pengguna aktif terbesar di dunia sebanyak 99,1 juta pengguna pada 2022. Salah satu fenomena yang menarik di TikTok adalah tren konten berbagi uang. Konten seperti ini sering menarik perhatian karena unsur kejutan, emosi yang kuat, dan nilai inspiratif yang disampaikan. Penelitian ini menganalisis persepsi audiens terhadap kualitas konten berbagi uang di akun TikTok @Williesalim. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis bagaimana audiens menilai elemen keaslian, kredibilitas, interaktivitas, daya tarik visual, dan naskah konten berbagi uang. Hasil menunjukkan adanya perbedaan resepsi, sebagian audiens mengapresiasi transparansi dan respon emosional, sementara lainnya mengkritik konten sebagai manipulatif. Temuan ini mengungkap bahwa kualitas konten dianalisis berdasarkan persepsi audiens terhadap kredibilitas dan nilai moral yang disampaikan, memberikan panduan bagi kreator konten untuk menciptakan konten yang lebih bermakna.
Pola Komunikasi dalam Mempertahankan Hubungan Jarak Jauh di Kalangan Mahasiswa Kedinasan Poltekip melalui Media Whatsapp Nathali, Gisela Anastasia; Winduwati, Septia
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33407

Abstract

This study explores the communication patterns between service students and their partners in maintaining long-distance romantic relationships, using interpersonal communication theory and communication patterns as the theoretical framework. The study was conducted among social science polytechnic service students, employing qualitative methods with data collection through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings reveal that the communication process occurred in three stages: secondary, linear, and circular patterns. In long-distance relationships, communication primarily relies on technology, such as WhatsApp, to maximize time together and discuss external issues. In the linear pattern, problem-solving differed between informants: two pairs of informants resolved issues immediately with their partners, while one pair needed more time, leading to a one-way communication flow. Lastly, the circular pattern was marked by effective communication and interpersonal traits like openness, support, empathy, and equality, which fostered relationship growth. Two informants demonstrated a circular communication pattern, engaging in feedback-driven interactions with their partners. Penelitian ini membahas pola komunikasi yang terjadi pada mahasiswa kedinasan dengan pasangannya dalam mempertahankan hubungan pacaran jarak jauh. Teori yang diterapkan adalah teori komunikasi interpersonal dan pola komunikasi. Peneliti mengambil studi pada mahasiswa kedinasan politeknik ilmu permasyarakatan. Metodologi yang diterapkan  metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Setelah melakukan penelitian, peneliti menarik kesimpulan bahwa proses komunikasi mahasiswa kedinasan dan pasangannya berlangsung secara 3 tahap yaitu pola sekunder, linear dan sirkular. Substansi pesan komunikasi dalam hubungan jarak jauh antara mahasiswa kedinasan dan pasangannya mengandalkan teknologi, seperti WhatsApp dengan memanfaatkan waktu bersama dan berbicara masalah di luar hubungan. Selain itu juga melakukan aktivitas virtual bersama. Tahap berikutnya, pola linear, dalam pola ini penyelesaian masalah antara informan berbeda-beda. Dua pasang informan memilih untuk segera menyelesaikan masalah bersama pasangannya, sementara satu pasang informan membutuhkan waktu untuk menyelesaikan. Hal ini menciptakan pola komunikasi linear, di mana komunikasi berlangsung satu arah tanpa respon dari pasangan. Terakhir, pola sirkular dalam hubungan romantis ditandai komunikasi yang baik dan karakteristik interpersonal seperti keterbukaan, sikap positif, dukungan, kesetaraan, dan empati menjadi dasar perkembangan hubungan informan. Dua informan menerapkan pola komunikasi sirkular, yang melibatkan feedback dalam interaksi mereka dengan pasangan. 
Pengaruh Kampanye Boikot melalui Media Sosial X terhadap Keputusan Pembelian Produk M Hermawan, Jessica; Junaidi, Ahmad
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33408

Abstract

The boycott campaign targeting the American fast-food chain M has become a trending topic on the social media platform X due to allegations of its support for Israel in the Israel-Palestine conflict. The boycott campaign on X aims to influence users to refrain from purchasing or consuming M products based on widely spread information. This study was conducted to determine whether the boycott campaign on X affects purchasing decisions regarding M products. The research employs a mixed-method approach by combining both quantitative and qualitative methods. The population for the quantitative method consists of 118,118 individuals, with a minimum sample size of 100 respondents. Quantitative data analysis is facilitated using SPSS software version 27. Meanwhile, the qualitative method involves conducting in-depth interviews with two key informants who are deemed capable of providing accurate information. The research findings indicate that the boycott campaign on X has a simultaneous influence on the purchasing decisions of M products among Gen Z in Jakarta. Kampanye boikot yang menargetkan restoran cepat saji asal Amerika Serikat yaitu M telah menjadi topik perbincangan di media sosial X karena dugaan telah memberikan dukungan kepada Israel dalam isu konflik Israel-Palestina. Kampanye boikot produk M melalui media sosial X dilakukan guna mempengaruhi para penggunanya untuk tidak membeli dan mengonsumsi brand terkait berdasarkan informasi yang tersebar secara massal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kampanye boikot melalui media sosial X mempengaruhi keputusan pembelian produk M. Metodologi penelitian kombinasi atau mixed method digunakan pada penelitian ini dengan menggabungkan dua metode penelitian kuantitatif dengan kualitatif. Jumlah populasi pada penelitian metode kuantitatif sebesar 118.118 dengan sampel minimal 100 responden. Pengujian pada penelitian kuantitatif akan dibantu menggunakan perangkat lunak SPPS versi 27. Metode penelitian kuantitatif dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap dua informan yang dianggap mampu memberikan informasi sebenar-benarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye boikot melalui media sosial X secara simultan berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk M di kalangan Gen Z Jakarta.  
Penggunaan Teknologi Artificial Intelligence dalam Kinerja Praktisi Public Relations Riwanda, Josephine Kayla; Yoetadi, Moehammad Gafar
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33409

Abstract

Artificial Intelligence (AI) is increasingly adopted by Public Relations (PR) practitioners to enhance performance. AI technologies, such as ChatGPT (OpenAI), are utilized in various aspects, including data analysis, personalization, and automation of routine tasks. This study aims to examine the impact of Artificial Intelligence (AI) utilization on the performance of Public Relations (PR) practitioners. The respondents for this research consist of 100 PR practitioners from diverse backgrounds, including state-owned enterprises, private companies, and Public Relations (PR) agencies. The research employs a quantitative approach using purposive sampling techniques, with questionnaires as the primary data collection tool. The findings reveal a significant positive influence of Artificial Intelligence (AI) adoption on the performance of Public Relations (PR) practitioners. The correlation coefficient test yields a value of 0.745, indicating a very strong relationship between the two variables. Additionally, the determination test shows a value of 55.5%, suggesting that Artificial Intelligence (AI) technology significantly impacts Public Relations (PR) performance. This demonstrates that the use of Artificial Intelligence (AI) improves work quality optimization, resource utilization, proficiency, accuracy, and overall work outcomes for Public Relations (PR) practitioners. Therefore, this study recommends a broader adoption of Artificial Intelligence (AI) technology to support the professionalism of Public Relations (PR) practitioners. Artificial Intelligence (AI) saat ini semakin banyak diadopsi oleh praktisi Public Relations (PR) untuk meningkatkan kinerja. Teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti ChatGPT (OpenAI) digunakan dalam berbagai aspek, seperti analisis data, personalisasi, dan otomatisasi tugas rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap kinerja praktisi Public Relations (PR). Responden penelitian ini adalah 100 praktisi Public Relations (PR) dengan latar belakang yang beragam, meliputi perusahaan BUMN, swasta, dan agensi Public Relations (PR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan instrumen kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan antara penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan kinerja praktisi Public Relations (PR). Uji koefisien korelasi menghasilkan nilai 0,745, yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel. Selain itu, uji determinasi menunjukkan angka 55,5% yang menunjukan adanya pengaruh teknologi Artificial Intelligence (AI) terhadap kinerja Public Relations (PR). Hal ini membuktikan bahwa penggunaan Artificial Intelligence (AI) mampu meningkatkan pengoptimalan kualitas kerja, pemanfaatan sumber daya, kecakapan dan ketelitian, serta capaian hasil kerja praktisi Public Relations (PR). Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) secara lebih luas untuk mendukung profesionalisme praktisi Public Relations (PR).
Analisis Kualitatif Persepsi Konsumen terhadap Iklan Berbasis Selebriti: Studi Kasus Tokopedia dan BTS Mariah, Sri Lusiana; Sukendro, Gregorius Genep
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33420

Abstract

Tokopedia announced South Korean boyband BTS as advertising stars, will help develop Tokopedia into a Marketplace that grows worldwide and registers IPOs worldwide. The purpose of this study is to see how consumers view advertisements on Tokopedia before and after using BTS. With the increasing number of internet users in Indonesia, e-commerce, especially Tokopedia, is experiencing rapid growth which requires effective marketing strategies. This research used a qualitative case study methodology and involved BTS fans and Tokopedia users as subjects. Data was collected through observation, interviews, literature study and internet sources. The interview results showed that Tokopedia's advertisements before using BTS were considered ordinary and uninteresting. However, consumer perception changed significantly after using BTS. The ads became more interesting, lively and relevant, especially for K-Pop fans. Ads starring BTS not only make the ads more interesting, but BTS also makes the Tokopedia brand look better in the eyes of users, especially the younger generation. This study found that the significant use of celebrities can increase consumer engagement and awareness of the brand. Tokopedia mengumumkan BTS boyband asal Korea Selatan sebagai bintang iklan, akan membantu mengembangkan Tokopedia menjadi Marketplace yang berkembang di seluruh dunia dan mendaftarkan IPO di seluruh dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana konsumen melihat iklan di Tokopedia sebelum dan sesudah menggunakan BTS. Dengan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia, e-commerce, terutama Tokopedia, mengalami pertumbuhan pesat yang membutuhkan strategi pemasaran yang efektif. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus kualitatif dan melibatkan penggemar BTS dan pengguna Tokopedia sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi kepustakaan dan sumber internet. Hasil wawancara menunjukkan bahwa iklan Tokopedia sebelum menggunakan BTS dianggap biasa dan tidak menarik. Namun, persepsi konsumen berubah secara signifikan setelah menggunakan BTS. Iklan menjadi lebih menarik, hidup dan relevan, terutama bagi penggemar K-Pop. Iklan yang dibintangi oleh BTS tidak hanya membuat iklan lebih menarik, tetapi BTS juga membuat merek Tokopedia terlihat lebih baik di mata pengguna, terutama generasi muda. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan selebriti yang signifikan dapat meningkatkan keterlibatan dan kesadaran konsumen terhadap merek.
Eksplorasi Karakteristik Konten Online Brand Advocacy di Media Sosial (Studi AIESEC in Indonesia) Manuputty, Audrey; Hafiar, Hanny; Dewi, Retasari
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33538

Abstract

Social media has become a key platform in brand advocacy strategies, with Online Brand Advocacy (OBA) serving as an effective form of communication, especially in non-profit organizations like AIESEC. This study aims to explore and identify the characteristics of Online Brand Advocacy (OBA) content created by AIESEC in Indonesia members during the 'join aiesec' recruitment period in 2023. AIESEC in Indonesia was chosen as the research subject because the organization has a large member base and is active on social media, particularly TikTok, allowing for a comprehensive analysis of the OBA strategies implemented. This study uses a qualitative descriptive method to analyze OBA content shared by AIESEC in Indonesia members. The research focuses on three main characteristics of OBA: cognitive, affective, and virtual visual. Data collection included interviews with six informants and observation of OBA posts. Findings show that affective characteristics are considered crucial by content creators. There are differing opinions on the importance of cognitive and visual virtual characteristics, which are adjusted based on the creators' objectives. The study expands current Online Brand Advocacy research and provides theoretical and managerial implications for public relations and marketing practices. Media sosial telah menjadi sarana utama dalam strategi advokasi merek, dengan Online Brand Advocacy (OBA) sebagai bentuk komunikasi yang efektif, terutama dalam organisasi non-profit seperti AIESEC. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengidentifikasi karakteristik konten Online Brand Advocacy (OBA) yang dibuat oleh anggota AIESEC in Indonesia selama masa perekrutan 'join aiesec' pada tahun 2023. AIESEC in Indonesia dipilih sebagai subjek penelitian karena organisasi ini memiliki basis anggota yang besar dan aktif di media sosial, khususnya TikTok, sehingga memungkinkan analisis yang komprehensif terhadap strategi OBA yang diterapkan. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis konten OBA yang dibagikan oleh anggota AIESEC in Indonesia di TikTok. Penelitian ini berfokus pada tiga karakteristik utama OBA: kognitif, afektif, dan visual virtual. Pengumpulan data meliputi wawancara dengan enam informan dan observasi postingan OBA. Temuan menunjukkan bahwa karakteristik afektif dianggap penting dan krusial oleh para pembuat konten. Terdapat perbedaan pendapat mengenai pentingnya elemen-elemen dalam karakteristik kognitif dan visual virtual, yang disesuaikan dengan tujuan para pembuat konten OBA. Penelitian ini memperluas studi mengenai Online Brand Advocacy dan memberikan implikasi teoritis serta manajerial bagi praktik hubungan masyarakat dan pemasaran.
Strategi Kampanye Digital Urgensi Sertifikasi Kompetensi melalui Media Instagram @geti.incubator Firmansyah, Heri; Widodo, Aan
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33572

Abstract

This study aims to understand the digital campaign strategy of PT. Global Edukasi Talenta Incubator through Instagram (@geti.incubator) in raising awareness about the importance of competency certification. Using a descriptive qualitative method, data is collected through observation, interviews, and documentation with three informants. Data analysis is conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the digital campaign is carried out through videos, posters, and carousels with educational, entertaining, and inspirational content. The campaign identity features neon green for a modern and dynamic impression and black for professionalism. The tagline #DimulaiDariKamu encourages young people to enhance their competencies. The campaign strategy are including planning, audience identification, platform selection, creative and relevant content creation, and campaign evaluation. Although digital campaigns effectively increase public understanding, challenges the remain in expanding to reach and participation. Optimization strategies are needed to broaden public awareness of the importance of competency certification. Di era digital saat ini, sertifikasi kompetensi menjadi hal krusial dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin ketat. Sertifikasi tidak hanya membuktikan keahlian seseorang, tetapi juga meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja. Namun, kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya sertifikasi masih tergolong rendah. Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai lembaga mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye. Salah satunya adalah PT. Global Edukasi Talenta Incubator (GETI) yang memanfaatkan Instagram (@geti.incubator) untuk menyampaikan pesan-pesan strategi terkait pengembangan kompetensi. Penelitian ini bertujuan memahami strategi kampanye digital PT. Global Edukasi Talenta Incubator melalui Instagram (@geti.incubator) dalam membangun kesadaran akan pentingnya sertifikasi kompetensi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan tiga informan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai strategi kampanye yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampanye digital dilakukan melalui video, poster, dan carousel dengan konten edukatif, hiburan, dan kisah inspiratif yang disesuaikan dengan karakteristik audiens.. Strategi kampanye meliputi perencanaan, identifikasi audiens, pemilihan platform, pembuatan konten kreatif dan relevan, serta evaluasi kampanye guna meningkatkan efektivitasnya. Meskipun kampanye digital efektif meningkatkan pemahaman publik, tantangan tetap ada dalam memperluas jangkauan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat.