cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
prologia@fikom.untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Prologia
ISSN : -     EISSN : 25980777     DOI : -
Prologia (E-ISSN 2598-0777) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Prologia are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Prologia published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 676 Documents
Perilaku FOMO dan Budaya Konsumtif pada Penggemar Stray Kids dalam Pembelian Merchandise Natalie, Cherysa; Utami, Lusia Savitri Setyo
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33175

Abstract

The rapid development of social media in recent years has transformed how individuals interact and access information. This evolution has also contributed to the rise of popular culture phenomena, such as K-Pop. K-Pop fans are known for their high level of loyalty to their idols. They are often willing to set aside personal needs to purchase various products related to their favorite idols. Additionally, fans actively support their idols through social media platforms. However, the prevalence of social media often leads K-Pop fans to spend hours in front of their devices, resulting in a phenomenon known as social media addiction. One of the common issues arising from excessive social media use is the fear of missing out (FOMO), which refers to the anxiety of missing out on trends or specific experiences. The aim of this study is to describe the behavior of fear of missing out (FOMO) within the consumptive culture of Stray Kids fans. Using a qualitative approach and phenomenological method, the study explores the subjective experiences of fans. The results reveal that social media and fan communities play a significant role in creating social pressure to follow trends. Fans experience pressure and encouragement from social media, which triggers FOMO and drives them to engage in consumptive behavior, manifested in impulsive buying, overspending, and seeking pleasure through the purchase of idol merchandise. Perkembangan pesat media sosial pada beberapa tahun terakhir telah mengubah cara individu berinteraksi dan mengakses informasi. Hal ini turut berkontribusi pada munculnya budaya populer, seperti K-Pop. Penggemar K-Pop  dikenal memiliki loyalitas yang tinggi pada idolanya. Mereka bersedia untuk mengesampingkan kebutuhan pribadinya untuk membeli berbagai produk yang berhubungan dengan idolanya. Lalu, penggemar juga aktif mendukung idola yang mereka sukai melalui media sosial. Namun, adanya platform media sosial seringkali membuat penggemar K-Pop menghabiskan waktu berjam-jam di depan perangkat mereka dan menimbulkan fenomena adiksi media sosial. Salah satu fenomena yang kerap muncul karena penggunaan media sosial berlebih adalah fear of missing out atau yang biasa disebut FOMO, yaitu perasaan takut ketinggalan tren atau pengalaman tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku fear of missing out (FOMO) dalam budaya konsumtif pada penggemar Stray Kids. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman subjektif penggemar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dan komunitas penggemar memainkan peran dalam tekanan sosial untuk mengikuti tren. Penggemar merasakan adanya tekanan serta dorongan dari media sosial yang membuat mereka menjadi FOMO dan mendorong penggemar untuk berperilaku konsumtif, yang diwujudkan melalui aspek pembelian impulsif, pemborosan, dan mencari kesenangan dalam membeli merchandise idolanya.
Strategi Marketing Public Relations Parfum Lokal dalam Membangun Brand Awareness Azaria, Gabriella Diva; Rusdi, Farid
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33179

Abstract

The rapid growth of the perfume industry in Indonesia, especially in the local product segment, has created intense competition among business players. Aamodini, as a new brand, had to implement effective strategies to build brand awareness. This research aims to identify the Marketing Public Relations (MPR) strategy used by Aamodini in building brand awareness. The theory used in this research is the MPR Whalen's 7 Step Strategic Planning Process, namely situation analysis, objectives, strategy, targets, messages, tactics and evaluation. The method applied is qualitative with a case study approach, where data is collected through in-depth interviews. The research results show that MPR Aamodini focuses on creating active interactions with consumers, maximizing the use of social media, collaborating with influencers, and participating in offline bazaars. These strategies can build brand awareness, starting from the initial stage where consumers are not familiar with Aamodini to reaching a significant level of recognition in the local perfume market. This research confirms the importance of a planned MPR strategy in facing competitive challenges and building brand awareness. Pesatnya pertumbuhan industri parfum di Indonesia, khususnya di segmen produk lokal, telah menciptakan persaingan yang ketat di kalangan pelaku bisnis. Aamodini, sebagai brand baru, harus menerapkan strategi yang efektif untuk membangun brand awareness. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi Marketing Public Relations (MPR) yang digunakan Aamodini dalam membangun brand awareness. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tahapan MPR Whalen’s 7 Step Strategic Planning Process, yakni analisis situasi, objektif, strategi, sasaran, pesan, taktik, dan evaluasi. Metode yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MPR Aamodini berfokus pada menciptakan interaksi aktif dengan konsumen, memaksimalkan penggunaan media sosial, berkolaborasi dengan influencer, dan berpartisipasi dalam bazaar offline. Strategi-strategi ini dapat membangun kesadaran merek, mulai dari tahap awal di mana konsumen tidak mengenal Aamodini hingga mencapai tingkat pengenalan yang signifikan di pasar parfum lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi MPR yang terencana dalam menghadapi tantangan kompetisi dan membangun brand awareness.
Analisis Regresi Iklan Media Sosial TikTok pada Perilaku Konsumen Produk Kosmetik di Indonesia Khang, Helen; Sari, Wulan Purnama
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33181

Abstract

One of the social media platforms that has grown rapidly and become an effective marketing tool is TikTok. With over 90 million monthly active users in Indonesia, primarily from the 18–35 age group, TikTok has significant reach. This study aims to analyze the influence of TikTok advertisements on consumer behavior regarding Skintific cosmetics. The research adopts advertising communication and consumer behavior theories, focusing on the elements of content creativity, influencer impact, and interactivity level. The research employs a quantitative approach through a survey of 106 TikTok users exposed to Skintific advertisements. Data analysis includes simple linear regression and Pearson correlation tests. The results reveal that TikTok advertisements significantly influence consumer behavior, with content creativity and influencer recommendations serving as the primary factors driving purchase interest. Additionally, high interactivity on the TikTok platform is shown to enhance consumer engagement, ultimately leading to purchase decisions. Based on these findings, it is recommended that Skintific continue to enhance creative content strategies, collaborate with influencers, and utilize TikTok's analytical data for personalized ad campaigns. The conclusion of this study asserts that TikTok advertisements significantly affect consumer behavior regarding Skintific cosmetics. Salah satu platform media sosial yang telah tumbuh pesat dan menjadi alat pemasaran yang efektif adalah TikTok. Lebih dari 90 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia, terutama dari kelompok usia 18-35 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklan di platform TikTok terhadap perilaku konsumen pada kosmetik Skintific. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi iklan dan perilaku konsumen, dengan fokus pada elemen kreativitas konten, pengaruh influencer, serta tingkat interaktivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 106 responden pengguna TikTok yang telah terpapar iklan Skintific. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan TikTok memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumen, dengan kreativitas konten dan rekomendasi influencer menjadi faktor utama yang mendorong minat beli. Selain itu, interaktivitas yang tinggi pada platform TikTok terbukti meningkatkan engagement konsumen, yang berujung pada keputusan pembelian. Berdasarkan hasil temuan, disarankan agar Skintific terus meningkatkan strategi konten kreatif dan kolaborasi dengan influencer, serta memanfaatkan data analitik TikTok untuk personalisasi kampanye iklan. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa iklan TikTok berpengaruh terhadap perilaku konsumen pada kosmetik Skintific.
Pengaruh Terpaan Media dan Celebrity Worship terhadap Tingkat Adiksi Drama Korea pada Dewasa Awal Thing, Yi; Sari, Wulan Purnama; Irena, Lydia
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33209

Abstract

Media exposure plays a significant role in increasing the popularity of Korean dramas. Human life is also greatly influenced by technology and the mass media.  In an effort to find their identity, adolescents often idealize celebrities as perfect role models, a phenomenon commonly known as celebrity worship.  With this background, this study aims to analyze the influence of media and celebrity worship on Korean drama addiction among early adults. A quantitative method with a questionnaire instrument was used, and the multiple linear regression data analysis technique was applied to test the hypothesis. The results of the study found that media exposure had a partial effect on the level of addiction, while the celebrity worship variable did not have a partial effect. This means that the more often someone is exposed to media related to Korean dramas and the higher the level of worship of the actors, the greater the likelihood they will be addicted to watching them. Simultaneously, media exposure and celebrity worship have an influence of 25.3% on the level of Korean drama addiction. In conclusion, this study provides empirical evidence that both media and celebrity worship play a significant role in driving Korean drama addiction among early adults. Terpaan media memainkan peran yang sangat signifikan dalam menaikkan popularitas drama Korea. Kehidupan manusia pun sangat dipengaruhi oleh teknologi dan media massa. Dalam upaya mencari identitas diri, remaja seringkali mengidealkan selebritas sebagai role model yang sempurna, hal ini biasa disebut sebagai celebrity worship. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh media dan celebrity worship terhadap adiksi drama Korea pada kalangan dewasa awal. Metode penelitian kuantitatif dengan instrumen kuesioner digunakan, dan teknik pengolahan data analisis regresi linear berganda diaplikasikan untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian menemukan terpaan media berpengaruh secara parsial terhadap tingkat adiksi, sedangkan variabel celebrity worship secara parsial tidak memiliki pengaruh. Ini berarti, semakin sering seseorang terpapar media terkait drama Korea dan semakin tinggi tingkat pemujaannya terhadap para pemain, maka semakin besar kemungkinan mereka akan kecanduan tontonan tersebut. Secara simultan, terpaan media dan celebrity worship memiliki pengaruh sebesar 25,3% terhadap tingkat adiksi drama Korea. Simpulannya, penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa baik media maupun pemujaan selebriti memiliki peran besar dalam mendorong kecanduan drama Korea pada kalangan dewasa awal.
Optimalisasi Tayangan sebagai Alat Public Relations untuk Membangun Citra Merek iNews TV Pandeleke, Cynthia; Setyanto, Yugih
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33210

Abstract

This study aims to explore iNews TV's Public Relations (PR) efforts in building a brand image through quality broadcasts. Amidst the increasingly fierce competition in the Indonesian television industry, PR plays an important role in strengthening the relationship between organizations and audiences, as well as building a credible image in the eyes of the public. Since its establishment in 2013 under the auspices of the MNC Group, iNews TV has prioritized informative and up-to-date news programs, which have succeeded in gaining high public trust. To achieve this goal, this study uses a qualitative approach involving interviews and observations of the iNews Publicity team. The results of the study show that iNews TV has succeeded in strengthening its brand image through high-quality broadcasts, innovation in branding, and responsive communication management to negative issues that may arise. In addition, diversifying digital platforms is also a key strategy to reach young audiences. Therefore, the role of PR at iNews TV is crucial in building a positive reputation and increasing audience loyalty. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya Public Relations (PR) iNews TV dalam membangun citra merek melalui tayangan berkualitas. Di tengah persaingan ketat yang semakin meningkat di industri televisi Indonesia, PR memegang peranan penting dalam memperkuat hubungan antara organisasi dan audiens, serta membangun citra yang kredibel di mata publik. Sejak didirikan pada tahun 2013 di bawah naungan MNC Group, iNews TV telah mengedepankan program-program berita yang informatif dan aktual, yang berhasil memperoleh kepercayaan publik yang tinggi. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan wawancara dan observasi terhadap tim Publicity iNews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iNews TV berhasil memperkuat citra mereknya melalui kualitas tayangan yang tinggi, inovasi dalam branding, dan pengelolaan komunikasi yang responsif terhadap isu-isu negatif yang mungkin muncul. Selain itu, diversifikasi platform digital juga menjadi strategi utama untuk menjangkau audiens muda. Oleh karena itu, peran PR di iNews TV sangat krusial dalam membangun reputasi positif dan meningkatkan loyalitas audiens.
Strategi Komunikasi Kampanye Budaya Sensor Mandiri Lembaga Sensor Film Republik Indonesia di Media Sosial TikTok Prasetya, Andinar Putri; Loisa, Riris
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33211

Abstract

The Indonesian Film Censorship Board (LSF) plays a crucial role in educating the public about the importance of selecting age-appropriate content through the National Movement for Independent Censorship Culture. This study analyzes LSF's communication strategies in promoting this culture on the social media platform TikTok. Utilizing public communication theory, the research employs a qualitative approach, including in-depth interviews with LSF’s Public Relations team and direct observation. The findings indicate that LSF has successfully implemented an effective communication strategy. The campaign content, which provides information and knowledge about Independent Censorship Culture, has been effective in raising public awareness. Overall, the study concludes that LSF’s campaign on TikTok has made a positive contribution to enhancing the public's understanding of the importance of selecting age-appropriate content in line with classification standards. Lembaga Sensor Film (LSF) RI berperan penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai pemilihan tontonan yang sesuai usia melalui Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri. Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi LSF RI dalam mengkampanyekan budaya tersebut di media sosial TikTok. Menggunakan teori komunikasi publik, penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan wawancara mendalam bersama Tim Publikasi LSF RI dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSF RI berhasil menerapkan strategi komunikasi yang efektif, dengan konten kampanye yang menyajikan informasi dan pengetahuan mengenai Budaya Sensor Mandiri. Konten ini dianggap berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih tontonan yang sesuai dengan klasifikasi usia. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kampanye LSF RI di TikTok memberikan kontribusi positif dalam memperluas pemahaman publik tentang pentingnya sensor film dan pengawasan tontonan berdasarkan usia.
Analisis Strategi Adaptasi Bisnis Agensi Friends:Hub dalam Menghadapi Era Pasca-Pandemi COVID-19 Dardelliana, Cut Nabila; Salman, Doddy
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33213

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a major impact on the creative industry, including the event organizing sector. Many companies operating in the creative industry experience a downturn in the economy, preventing event organizers from being able to hold events offline. This research focuses on analyzing the adaptation strategies implemented by Friends:Hub post-pandemic, using qualitative methods through interviews, observation, documentation. As a result, Friends:Hub focuses on organizing online events, digital innovation, and adapting business models through partnerships and collaboration. Friends:Hub uses marketing communications strategies to utilize digital media to respond to post-pandemic market changes. This research contributes to the development of marketing mix communication strategies in the creative industries in the postpandemic era  Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar pada industri kreatif, termasuk sektor penyelenggaraan acara. Banyak perusahaan,yang bergerak di bidang creative industry mengalami penurunan perekonomian, menghambat pelaku penyelenggara acara sehingga tidak bisa melakukan event secara offline. Penelitian ini berfokus pada menganalisis strategi adaptasi yang diterapkan Friends:Hub pasca-pandemi, menggunakan metode kualitatif melalui wawancara, observasi, dokumentasi. Hasilnya, Friends:Hub fokus pada penyelenggaraan acara daring, inovasi digital, dan penyesuaian model bisnis melalui kemitraan dan kolaborasi. Friends:Hub menggunakan strategi komunikasi pemasaran dalam memanfaatkan media digital merespons perubahan pasar pasca-pandemi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi komunikasi bauran pemsaran di industri kreatif era pasca-pandemi.
Implementasi Brand Activation melalui Konser Musik untuk Membangun Minat Pengunjung PosBloc Hinandra, Alvin Christian; Pandrianto, Nigar
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33215

Abstract

Jakarta, with its long historical background, possesses numerous cultural heritages, including historical buildings such as PosBloc. PosBloc has transformed into a creative hub that integrates art, culture, and entertainment. One of its main strategies is utilizing music concerts as brand activation to attract visitors. This study aims to analyze the role of music concerts as a marketing communication tool in building visitor interest in PosBloc and its contribution to heritage preservation. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies involving visitors, organizers, and relevant practitioners. Analysis was conducted using source triangulation to ensure data validity. The findings indicate that music concerts at PosBloc enhance brand awareness, create emotional engagement, and strengthen visitor loyalty, particularly among younger generations. However, visitor numbers remain limited, and the effectiveness of marketing strategies needs improvement through social media and the integration of cultural elements. This study underscores the importance of cross-sector collaboration to optimize the social, economic, and cultural benefits of PosBloc. Jakarta, dengan usia sejarah panjang, memiliki banyak warisan budaya, termasuk bangunan bersejarah seperti PosBloc. PosBloc telah bertransformasi menjadi pusat ruang kreatif yang menggabungkan seni, budaya, dan hiburan. Salah satu strategi utamanya adalah menggunakan konser musik sebagai brand activation untuk menarik minat pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konser musik sebagai alat komunikasi pemasaran dalam membangun minat pengunjung PosBloc, serta kontribusinya terhadap pelestarian heritage. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dari pengunjung, penyelenggara, dan praktisi terkait. Analisis dilakukan menggunakan triangulasi sumber untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konser musik di PosBloc meningkatkan kesadaran merek, menciptakan keterlibatan emosional, dan memperkuat loyalitas pengunjung, terutama generasi muda. Namun, jumlah pengunjung masih terbatas, dan efektivitas strategi pemasaran perlu ditingkatkan melalui media sosial dan integrasi elemen budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan manfaat sosial, ekonomi, dan kultural PosBloc.
Dampak Electronic Word of Mouth (E-WoM) terhadap Keputusan Pembelian Produk NPURE Pada Generasi Z Az’zahra, Azlina; Aulia, Sisca
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33381

Abstract

Social media makes it easier for consumers to reach information about products and at the same time increases their popularity. This change shows a shift in marketing strategy from conventional media to social media, the majority of users are Generation Z. One effective marketing strategy is Electronic Word of Mouth (E-WOM), where user reviews, recommendations and testimonials are spread online and can be accessed at any time. This research focuses on the impact of Electronic Word of Mouth (E-WOM) on purchasing decisions for NPURE products in Generation Z, with quantitative methods, and using purposive sampling techniques also questionnaires as data collection tools, involving 100 respondents from Generation Z who actively use social media, domiciled in Jabodetabek, and heard or tried NPURE products. The results of this research found a significant positive relationship between Electronic Word of Mouth (E-WOM) and purchasing decisions, with correlation coefficient 0.665, indicating a strong correlation between two variables, while the determination value was 44%. Research shows that Electronic Word of Mouth has a significant impact on purchasing decisions for NPURE products. These findings show the importance of Electronic Word of Mouth as an efficient marketing strategy to create customer trust and encourage purchasing decisions. Media sosial memudahkan konsumen untuk menjangkau informasi mengenai produk dan sekaligus meningkatkan popularitasnya. perubahan ini menunjukkan peralihan strategi pemasaran dari media konvensional ke media sosial, yang sebagian besar penggunanya adalah Generasi Z. Salah satu pendekatan pemasaran yang efektif adalah Electronic Word of Mouth (E-WOM), dimana ulasan, rekomendasi, serta testimoni pengguna tersebar secara online dan dapat diakses kapan saja. Penelitian ini berfokus untuk meneliti dampak Electronic Word of Mouth (E-WOM) terhadap keputusan pembelian produk NPURE pada Generasi Z, memakai metode kuantitatif, serta menerapkan teknik purposive sampling dan kuesioner sebagai alat pengumpulan data, dengan melibatkan 100 responden dari generasi Z yang aktif menggunakan media sosial, berdomisili di Jabodetabek, serta pernah mendengar atau mencoba produk NPURE. Hasil penelitian ini menemukan hubungan positif signifikan antara Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan keputusan pembelian, dengan nilai koefsien korelasi sebesar 0,665, menunjukan korelasi kedua variabel kuat, sementara nilai determinasi sebesar 44%. Penelitian menunjukan Electronic Word of Mouth memiliki dampak signifikan terhadap keputusan pembelian produk NPURE. Temuan tersebut, menegaskan pentingnya Electronic Word of Mouth sebagai strategi promosi yang efisien untuk menciptakan kepercayaan pelanggan serta mendorong keputusan pembelian.
Perbedaan Intensi untuk Melakukan Electronic Word of Mouth pada Program Rumah BUMN Telkom Indonesia Praweswari, Mentari; Hafiar, Hanny; Anisa, Renata
Prologia Vol. 9 No. 1 (2025): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v9i1.33382

Abstract

Telkom Indonesia can leverage e-WOM to enhance its reputation through the Rumah BUMN CSR program. However, there has been a low level of e-WOM activity on Instagram and noticeable differences among MSME-fostered groups members in providing feedback to the company. This study aims to identify whether there are differences in the intention to Electronic Word of Mouth among the members of Telkom's MSME-fostered groups on the Instagram platform @telkomindonesia. This research uses a quantitative method with the Kruskal-Wallis Test to compare e-WOM intentions among the MSME-fostered groups. The findings reveal differences in the intention to engage in Electronic Word of Mouth among the members of Telkom's MSME-fostered groups —Go Modern, Go Digital, Go Online, and Go Global—on the Instagram platform @telkomindonesia in terms of Intensity, Emotional Value, and Content Quality. These results align with the Concept of Individual Differences, which states that each individual has different abilities to respond and react to stimuli. Behavioral intention reflects an individual's attitude that influences their willingness to act, such as sharing positive information through e-WOM. Telkom Indonesia dapat memanfaatkan e-WOM untuk meningkatkan reputasi melalui program CSR Rumah BUMN. Namun, ditemukan adanya e-WOM yang rendah dalam media sosial Instagram serta adanya perbedaan antar anggota kelompok UMKM dalam hal pemberian feedback terhadap perusahaan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada/tidaknya perbedaan intensi untuk melakukan Electronic Word of Mouth di antara anggota kelompok UMKM Binaan Telkom dalam media sosial Instagram @telkomindonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan niat e-WoM di antara anggota kelompok UMKM binaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan intensi untuk melakukan Electronic Word of Mouth di antara anggota kelompok UMKM Binaan Telkom Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global dalam media sosial Instagram @telkomindonesia pada aspek Intensitas, Nilai Emosional, dan Isi Konten. Temuan ini sejalan dengan Konsep Individual Differences, yang menyatakan bahwa Setiap individu memiliki perbedaan dalam kemampuan merespons dan bereaksi terhadap stimulus. Niat berperilaku (behavioral intention) mencerminkan sikap individu yang memengaruhi kemauan seseorang untuk bertindak, misalnya menyebarkan informasi positif melalui e-WoM.