cover
Contact Name
Sinta Paramita
Contact Email
sintap@fikom.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Koneksi@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Koneksi
ISSN : -     EISSN : 25980785     DOI : -
Koneksi (E-ISSN : 2598 - 0785) is a national journal, which all articles contain student's writing, are published by Faculty of Communication Universitas Tarumanagara. Scientific articles published in Koneksi are result from research and scientific studies conduct by Faculty of Communication students in communication field. Koneksi published twice a year.
Arjuna Subject : -
Articles 670 Documents
Analisis Semiotika Makna Ketersinggungan terhadap Agama dan Unsur Politik dalam Stand Up Comedy Adriaansz, Raykhel Hardian Yehezkiel; Paramita, Sinta
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27616

Abstract

This research discusses how the interpretation of offense is conveyed through Stand Up Comedy. Stand Up Comedy itself is a form of solo comedian art performed by an individual known as a comedian or comic. Stand Up Comedy often touches on the consequences of meaning or content embedded in comedic material. Pandji Pragiwaksono is one of the comedians who frequently presents comedy material derived from a social issue or problem, often resulting in criticism or offense to certain parties. This research uses a qualitative research approach to interpret offense in a humorous context. The purpose of this research is to examine how the portrayal of meaning in offense is conveyed through Stand Up Comedy. The method and theory used in this research is Roland Barthes' semiotic analysis technique which interprets a sign from the presence of a signifier and a sign that is present as an element that regulates the process of creating a meaning, which can be explained further into the meaning of denotation, connotation and myth. The findings from this research are how Pandji Pragiwaksono conveys offense through a Stand-Up Comedy show, which is packaged in the form of comedy material that contains a humorous message that focuses on three aspects, namely race, religion, and political elements. Penelitian ini membahas tentang bagaimana pemaknaan ketersinggungan yang disampaikan melalui Stand Up Comedy. Stand Up Comedy sendiri merupakan seni lawakan tunggal yang dibawakan oleh satu orang yang biasa dikenal sebagai comika atau comic. Sebuah Stand Up Comedy kerap kali menyinggung akibat dari suatu makna atau isi yang terkandung di dalam suatu materi komedi. Pandji Pragiwaksono merupakan salah satu comika yang kerap kali membawakan materi komedi yang berasal dari suatu isu atau masalah sosial yang sedang terjadi, yang berujung pada sebuah celaan atau menyinggung beberapa pihak. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dalam memaknai ketersinggungan dalam humor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggambaran suatu makna ketersinggungan yang disampaikan melalui Stand Up Comedy. Metode dan teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis semiotika Roland Barthes yang memaknai sebuah tanda dari adanya sebuah penanda dan pertanda yang hadir sebagai elemen yang mengatur proses terciptanya suatu makna, yang dapat dijelaskan lebih jauh ke dalam sebuah makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil temuan dari penelitian ini adalah bagaimana Pandji Pragiwaksono menyampaikan suatu ketersinggungan melalui sebuah show Stand Up Comedy yang dikemas dalam bentuk materi komedi yang berisikan pesan humor di dalamnya, yang berfokus kepada tiga aspek, yaitu ras, agama, dan unsur politik.
Komunikasi Tokoh Politik dan Kesadaran Berpolitik Generasi Z Tanuja, Vico; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27622

Abstract

This research explores the political awareness of the youth in DKI Jakarta, focusing on the impact of exposure to corruption news on their political perceptions. The younger generation tends to rely on social media platforms, such as Instagram and TikTok, as their primary sources of political information. Regular exposure to corruption news leads to negative perceptions of politics and a decline in trust in government institutions. Politicians perceived rigid and sensitive political communication also contributes to the youth's apathy towards politics. Despite being seen as a breath of fresh air, concerns exist regarding the lack of experience and adequate representation among the younger generation. Political participation varies, with some participants engaging only formally. There is also a debate regarding priorities between political awareness and political participation. In conclusion, the political awareness of the youth is susceptible to being low due to exposure to corruption news, impacting their political participation. Improved political communication and adequate representation are necessary to encourage active involvement of the younger generation in politics. Penelitian ini mengeksplorasi kesadaran berpolitik generasi muda di DKI Jakarta, di tengah paparan berita korupsi, khususnya terkait persepsi politik mereka. Generasi muda cenderung mengandalkan media sosial, seperti Instagram dan TikTok, sebagai sumber utama informasi politik. Paparan berita korupsi secara rutin menyebabkan persepsi negatif terhadap politik dan penurunan kepercayaan pada lembaga pemerintahan. Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Massa, Teori Kultivasi dan Teori Komunikasi Politik, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Didapatkan hasil bahwa komunikasi politik yang dianggap kaku dan sensitif oleh tokoh politik juga berkontribusi pada apatis generasi muda terhadap politik. Meskipun generasi muda dianggap membawa angin segar, ada kekhawatiran terkait pengalaman dan representasi yang kurang. Partisipasi politik bervariasi, dengan beberapa informan hanya berpartisipasi secara formalitas. Terdapat juga perdebatan seputar prioritas antara kesadaran berpolitik dan partisipasi politik. Kesimpulannya, kesadaran berpolitik generasi muda rentan rendah akibat paparan berita korupsi, memengaruhi partisipasi politik mereka. Komunikasi politik yang lebih baik dan representasi yang memadai diperlukan untuk mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam dunia politik.
The Sun Vs The Guardian (Framing Berita The 1975 di Malaysia) Evan, Evan; Yoedtadi, Moehammad Gafar
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27623

Abstract

The 1975 is a music group with an alternative rock or indie rock genre based in Manchester, England. In July 2023, the band The 1975 has just been involved in a case involving the vocalist of the band The 1975, Matty Healy, who violated the LGBT law in Malaysia. In this research, the author will analyze the news about the band The 1975 in two different media, namely The Sun media (Malaysia) and The Guardian media (England). This research aims to explain the framing of news about The 1975's appearance in Malaysia in The Sun and The Guardian media. This research uses several supporting theories, namely the reality theory of media construction, framing theory and journalism. This research uses a qualitative approach with the framing analysis method of Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. Research data was obtained through analysis of subjects and objects based on theoretical foundations and previous research and supported by data validity techniques by journalism experts. The research results show that in fact the two media do not side with any particular person. However, there are differences in reporting in the two media, this is due to differences in background and ideology between the two media. The 1975 merupakan grup musik yang mempunyai genre rock alternatif atau indie rock yang berbasis di Manchester, Inggris. Pada bulan Juli 2023, Band The 1975 baru saja tersandung kasus yang dilakukan oleh vokalis Band The 1975 yaitu Matty Healy yang melanggar hukum LGBT di Malaysia. Pada penelitian kali ini, penulis menganalisis pemberitaan terhadap Band The 1975 pada dua media yang berbeda yaitu media The Sun (Malaysia) dan media The Guardian (Inggris). Penelitian ini bertujuan menjelaskan framing dari berita penampilan The 1975 di Malaysia pada media The Sun dan The Guardian. Penelitian ini menggunakan beberapa penunjang teori yaitu Teori Realitas Konstruksi Media, Teori Framing Media dan jurnalistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing milik Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Data penelitian diperoleh melalui analisis terhadap subjek dan objek penelitian berdasarkan landasan teori dan penelitian terdahulu serta didukung dengan teknik keabsahan data oleh ahli jurnalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebetulnya kedua media tersebut tidak memihak kepada suatu oknum tertentu. Tetapi adanya perbedaan pemberitaan pada dua media tersebut, hal itu dikarenakan adanya perbedaan latar belakang dan ideologi antara kedua media tersebut.
Komunikasi Lintas Budaya di Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Yogyakarta Prameswari, Darlyss Charolina Eva; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27626

Abstract

Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran Catholic Church (HKTY Ganjuran Church) is a Catholic church located in Ganjuran Hamlet, Sumbermulyo Village, Bambanglipuro Sub-district, Bantul, Yogyakarta, which is part of the Archdiocese of Semarang. The church is designated as a cultural heritage site due to its strong connection to Javanese culture and historical value. This research aims to explore the acculturation that occurs between Javanese culture and the Catholic Church through cross-cultural communication at the HKTY Ganjuran Church and to identify the forms of Javanese cultural acculturation that take place at the HKTY Ganjuran Church. The theoretical frameworks employed in this study are integrative communication theory and cultural acculturation theory. The research adopts a qualitative descriptive approach with an ethnographic method. Data is collected through interviews, observations, documentation, literature reviews, and online data searches. The conclusion of this research is that Javanese cultural acculturation at the HKTY Ganjuran Church occurs through cross-cultural communication and cultural adaptation processes facilitated by integrative communication influenced by personal communication factors, host social communication, and the environment. The acculturation model in the HKTY Ganjuran Church involves integration with various forms of acculturation between Javanese culture and the Catholic Church, encompassing language, arts, customs, as well as the church's architecture and ornaments. Gereja Katolik Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran (Gereja HKTY Ganjuran) merupakan gereja Katolik yang berlokasi di Dusun Ganjuran, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Yogyakarta yang merupakan bagian dari Keuskupan Agung Semarang. Gereja tersebut dijadikan sebagai salah satu cagar budaya karena lekat akan kebudayaan Jawa serta memiliki nilai historis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akulturasi yang terjadi pada budaya Jawa dengan Gereja Katolik karena komunikasi lintas budaya yang terjadi di Gereja HKTY Ganjuran dan untuk mengetahui bentuk-bentuk akulturasi budaya Jawa yang terjadi pada Gereja HKTY Ganjuran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Integrative Communication Theory dan Teori Akulturasi Budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, studi pustaka dan penelusuran data online. Kesimpulan dari penelitian ini adalah akulturasi budaya Jawa di Gereja HKTY Ganjuran dapat terjadi karena terjalinnya komunikasi lintas budaya melalui proses adaptasi budaya melalui integrative communication yang dipengaruhi oleh faktor personal communication, host social communication dan environment. Model akulturasi yang terjadi di Gereja HKTY Ganjuran adalah integrasi dengan bentuk-bentuk akulturasi antara budaya Jawa dan gereja Katolik yang meliputi bahasa, kesenian, adat istiadat serta bangunan dan ornamen gereja.
Ungkapan Komunikasi Pengendara Motor Vespa Klasik untuk Memperkuat Solidaritas Natalia, Marcella; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27627

Abstract

This research was conducted to determine whether there are expressions of communication between classic Vespa motorbike riders to strengthen solidarity. Vespa motorbike riders' communication expressions are formed due to non-verbal communication. The use of communication expressions greatly influences the sense of solidarity that exists among Vespa motorbike riders, so it can be formulated in this research that how Vespa motorbike riders use communication expressions to strengthen their sense of solidarity. There are things that made the author interested in making this research based on the results of interviews with classic Vespa motorbike riders and making direct observations by observing the communication expressions used by Vespa motorbike riders. The research method used by the author is a descriptive qualitative research method in which there are phenomena and by carrying out library study data collection techniques as well as conducting interviews, observations and online data. The results of research conducted by the author show that there is non-verbal communication and symbolic interaction that exists among Vespa motorbike riders. The results of this research show that there is an important influence in using communication expressions on Vespa motorbike riders. Using communication expressions can form a sense of solidarity that has been formed long ago. A sense of solidarity among Vespa motorbike riders is formed because of the symbolic interactions that occur. In this case it can be seen from the results of interviews and observations. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui adanya ungkapan komunikasi pengendara motor Vespa klasik untuk memperkuat solidaritas. Ungkapan komunikasi pengendara motor Vespa terbentuk karena adanya komunikasi nonverbal. Pemakaian ungkapan komunikasi sangat memengaruhi rasa solidaritas yang ada pada pengendara motor Vespa sehingga dapat dirumuskan dalam penelitian ini bahwa bagaimana para pengendara motor Vespa menggunakan ungkapan komunikasi untuk memperkuat rasa solidaritas. Terdapat hal yang membuat penulis tertarik untuk membuat penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dengan para pengendara motor Vespa klasik dan melakukan observasi secara langsung dengan mengamati ungkapan komunikasi para pengendara motor Vespa yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah pendekatan peneltian kualitatif deskriptif yang di dalamnya terdapat fenomena-fenomena dan dengan melakukan teknik pengumpulan data studi kepustakaan serta melakukan wawancara, observasi dan data online. Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan adanya komunikasi non erbal dan interaksi simbolik yang ada pada pengendara motor Vespa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh penting dalam memakai ungkapan komunikasi pada pengendara motor Vespa dengan memakai ungkapan komunikasi dapat membentuk rasa solidaritas yang sudah terbentuk dari dahulu. Rasa solidaritas pada pengendara motor Vespa terbentuk karena adanya interaksi simbolik yang terjadi.
Strategi Kreatif Windah Basudara dalam Membangun Personal Branding melalui Youtube Junius, Ivan; Sukendro, Gregorius Genep
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27634

Abstract

YouTuber is someone who creates, edits and creates videos that will be uploaded to a digital platform called YouTube. Windah Basudara is a YouTuber who comes from Manado, Indonesia and has quite high popularity among children and adults. This research discusses the implementation of Windah Basudara's creative strategy in building personal branding via YouTube. The purpose of this study is to find out the application of Windah Basudara's creative strategy. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. The results of this research show that creative strategies play an important role in building Windah Basudara's personal branding as a gaming YouTuber, this is an attraction for every content viewer to continue listening to the content presented by Windah, creative strategies in the form of gimmicks, interactions and drama have stuck and become self image. These things are the originality of Windah Basudara's character because many people try to apply these things but cannot replace his figure in the eyes of the audience. Youtuber merupakan seseorang yang membuat, mengedit, dan menciptakan video yang akan diunggah ke platform digital yang disebut Youtube. Windah Basudara merupakan seorang youtuber yang berasal dari Manado, Indonesia dan memiliki popularitas yang cukup tinggi dikalangan anak-anak hingga orang dewasa. Penelitian ini membahas terkait penerapan strategi kreatif Windah Basudara dalam membangun personal branding melalui Youtube. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan strategi kreatif Windah Basudara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kreatif berperan penting dalam membangun personal branding Windah Basudara sebagai youtuber gaming, hal tersebut menjadi daya tarik bagi setiap penikmat kontennya untuk terus menyimak konten yang disajikan oleh Windah, strategi kreatif berupa gimmick, interaksi, dan drama telah melekat dan menjadi citra diri. Hal-hal tersebut merupakan orisinalitas pembawaan dari Windah Basudara karena banyak orang yang mencoba menerapkan hal tersebut tetapi tidak dapat menggantikan sosoknya di mata para penonton.
Tinjauan Semiotis terhadap Pemaknaan Feminisme dalam Karakter Film “Barbie” Salsabila, Naura Alfira; Pandrianto, Nigar
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27642

Abstract

The Barbie movie is not just about a toy, but also a subject in media production that can have a significant impact on views regarding feminism and the role of women in society. This research employs semiotic analysis techniques to explore the meanings of feminism within the Barbie movie characters. Through the semiotic analysis techniques developed by Roland Barthes, the study explores signs and symbols in visual, narrative, and linguistic elements that reveal hidden messages related to feminism issus, such as gender inequality. It provides a deep understanding of how the character images reflect and critique social norms surroundings gender roles. The research findings indicate that Barbie films explore gender inequality issues from two perspectives, depicting patriarchy in the real world and gender stereotypes in the fictional Barbie Land. This analysis summarizes feminism messages with a positive and inclusive potrayal, demonstrating the efforts to address gender inequality in society. It contributes to a broader understanding of feminism representation in the media, particularly in the context of Barbie films. Film “Barbie” bukan sekadar soal sebuah mainan, melainkan juga subjek dalam produksi media yang dapat menjadi dampak besar terhadap pandangan feminisme dan peran perempuan dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika untuk meneliti pemaknaan feminisme dalam karakter film “Barbie”. Melalui teknik analisis semiotika yang dikembangkan oleh Roland Barthes, penelitian ini mengeksplorasi tanda-tanda dan simbol-simbol dari elemen visual, naratif, dan bahasa yang mengungkapkan pesan tersembunyi yang terkait dengan isu feminisme yaitu ketidaksetaraan gender, memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana citra karakter mencerminkan dan mengkritisi norma sosial seputar peran gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Barbie” menyelidiki isu-isu ketidaksetaraan gender dari dua perspektif, menggambarkan patriarki dalam dunia nyata dan stereotip gender di dunia fiksi Barbie Land. Analisis ini merangkum pesan feminisme dengan gambaran positif dan inklusif dalam menunjukkan upaya untuk mengatasi ketidaksetaraan gender dalam masyarakat, memberikan kontribusi pada pemahaman lebih luas mengenai representasi feminisme dalam media secara umum, khususnya dalam konteks film Barbie.
Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Komunikasi Koersid Ibu pada Anak dalam Drama Korea The Good Bad Mother Viona, Viona; Azeharie, Suzy
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27644

Abstract

Korean dramas are television dramas produced in South Korea in short series film format that tell stories of human life. Korean dramas can be accessed via paid online streaming platforms, one of which is Netflix, which makes it easy for users to watch television shows and films from various corners of the world. Netflix presents a Korean drama entitled The Good Bad Mother which tells the story of the relationship between mother and child as the main theme. In the drama there is a single mother who takes care of and raises her child alone. A mother who has a harsh educational style is different from other parents and chooses to be a bad mother to her child. Thanks to discipline, the child finally succeeded in becoming a prosecutor who was respected by many people because he had an indifferent and cold personality. This study aims to know and describe the representation of coercive communication that occurs between mother and child in the Korean drama The Good Bad Mother supported by coercive communication theory and descriptive qualitative research approach using Roland Barthes' semiotic analysis method which consists of three components, namely denotation, connotation and myth. This study produced findings in the form of signs and meanings depicted through coercive communication scenes in the Korean drama The Good Bad Mother. Drama Korea merupakan drama televisi yang di produksi Korea Selatan dalam format film seri pendek yang mengangkat kisah-kisah kehidupan manusia. Drama Korea dapat diakses melalui platfrom streaming online berbayar salah satunya yaitu Netflix, yang memudahkan penggunanya menonton acara televisi dan film dari berbagai penjuru dunia. Netflix menghadirkan salah satu drama korea yang berjudul The Good Bad Mother yang menceritakan tentang hubungan ibu dan anak sebagai tema utamanya. Dalam drama tersebut ada seorang ibu tunggal yang merawat dan membesarkan anaknya seorang diri. Seorang ibu yang memiliki gaya mendidik yang keras berbeda dengan orang tua lainnya dan memilih menjadi ibu yang buruk kepada anaknya. Berkat dari didikan disiplin, akhirnya anak sukses menjadi seorang jaksa yang disegani banyak orang karena memiliki kepribadian yang cuek dan dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan representasi komunikasi koersif yang terjadi antara ibu dan anak dalam drama korea The Good Bad Mother didukung dengan Teori Komunikasi Koersif dan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes yang terdiri dari tiga komponen yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa tanda dan makna yang digambarkan melalui adegan-adegan komunikasi koersif dalam drama korea The Good Bad Mother.
Pemaknaan Standar Kecantikan Remaja di Jakarta pada Drama Korea Mask Girl Caroline, Caroline; Winduwati, Septia
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27645

Abstract

The popularity of the Korean drama "Mask Girl" has secured its position as the 2nd most popular series globally on Netflix as of August 21, 2023. "Mask Girl" narrates the story of Kim Mo Mi, who faces social pressure due to her appearance being deemed inconsistent with Korean beauty standards. This research aims to identify the interpretation of beauty standards in the drama among teenagers in Jakarta using mass communication theory and Stuart Hall's Semiotics. The approach employed in this study is qualitative, utilizing in-depth interviews as the data collection technique. The research findings indicate that the interpretation of beauty standards among Jakarta teenagers, as portrayed in the Korean drama "Mask Girl," consists of dominant, negotiated, and oppositional positions as postulated by Stuart Hall. Informant 1 takes a negotiated position, considering plastic surgery not strange and not harmful to others. Informant 2 holds a dominant position, agreeing with someone undergoing plastic surgery as long as it helps them become the best version of themselves. In contrast, Informant 3 adopts an oppositional position, disagreeing with someone undergoing plastic surgery, emphasizing the importance of self-love and acceptance. Popularitas drama Korea membuat drama Korea “Mask Girl” menempati posisi serial terpopuler nomor dua secara global di Netflix pada tanggal 21 Agustus 2023. Drama Korea “Mask Girl” menceritakan tentang Kim Mo Mi yang menghadapi tekanan sosial karena penampilannya yang dianggap tidak sesuai standar kecantikan di Korea Selatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemaknaan standar kecantikan dalam drama tersebut pada kalangan remaja di Jakarta menggunakan Teori Komunikasi Massa dan Pemaknaan menurut Stuart Hall. Pendekatan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian pada penelitian ini menunjukkan bahwa pemaknaan remaja di Jakarta terhadap standar kecantikan yang ditampilkan dalam drama Korea Mask Girl ini terdiri dari posisi dominan, posisi negosiasi, dan posisi oposisi yang dikemukakan oleh Stuart Hall. Informan 1 berada di posisi negosiasi karena mengganggap operasi plastik bukan hal yang aneh dan tidak merugikan orang lain, informan 2 berada di posisi dominan yaitu setuju sengan seseorang yang melakukan operasi plastik selama hal tersebut dapat membuat dia menjadi versi yang terbaik dalam dirinya, berbeda dengan informan 3 yang berada pada posisi oposisi yaitu tidak setuju dengan seseorang melakukan operasi plastik karena harus mencintai diri apa adanya dan menerima diri sendiri sebagaimana mestinya.
Komunikasi Intrapersonal dan Gambaran Diri Remaja (Studi pada Remaja yang Memiliki Adiksi Game Dota 2) Rosario, Fernando; Sari, Wulan Purnama
Koneksi Vol. 8 No. 2 (2024): Koneksi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/kn.v8i2.27648

Abstract

In this modern era, technology has developed greatly, one of which is the use of the internet. The internet itself is not only used to communicate but can also be used to play online games. DOTA 2 is a Multiplayer online battle arena type game, DOTA 2 is very popular with teenagers. The aim of this research is to identify what is gained from the positive and negative sides due to addiction to the DOTA 2 game. In this research the researcher used quantitative methods with a descriptive approach. The data collection technique in this research used a purposive sampling technique. The results of this research are the self-image of teenagers who are addicted to DOTA 2, that is, the self-image of teenagers tends to be negative, because as a result of being addicted to DOTA 2, teenagers do not implement a good learning system, which affects their education, teenagers also create bad habits such as wasting money. Use money to buy items in the game. But teenagers also get several positive things such as being able to get to know other cultures, knowing the strengths and weaknesses of teenagers and expanding their friendships. Di era serba teknologi ini banyaknya inovasi berkembang, salah satunya adalah penggunaan Internet. Internet sendiri bukan hanya sebagai alat berkomunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk bermain permainan daring. DOTA 2 merupakan permainan yang berjenis multiplayer online battle arena, DOTA 2 sangat digemari oleh para remaja. Penelitian bertujuan mengindentifikasi sisi positif dan negatif akibat kecanduan game DOTA 2. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah gambaran diri remaja yang memiliki kecanduan DOTA 2 yaitu cenderung ke arah negatif, karena akibat kecanduan DOTA 2 para remaja tidak menerapkan sistem belajar yang baik sehingga memengaruhi pendidikan remaja. Para remaja juga menciptakan kebiasaan yang buruk seperti pemborosan uang untuk membeli barang di dalam game tersebut. Tetapi para remaja juga mendapatkan beberapa hal positif seperti dapat mengenal budaya lain, mengetahui kelebihan dan kekurangan para remaja dan memperluas pertemanan.