cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 6 (2024)" : 25 Documents clear
Pembelajaran daring matematika materi pecahan kelas III sekolah dasar menggunakan model pembelajaran kontekstual Winingsih, Wiwin; Wardani, Duhita Savira
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.8625

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui dan mengimplemantasi pembelajaran online dirumah pada peserta didik SD akibad dari adanya pandemic Covid-19, dan dilatar belakangi oleh pentingnya pembelajaran daring dimasa pandemi covid 19 khususnya pada pembelajaran daring matematika materi pecahan kelas 3 sekolah dasar menggunakan model pembelajaran kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Purwakarta yang terdiri dari 10 orang siswa perempuan dan 10 orang siswa laki-laki. Informasi penelitian berasal dari tanya jawab, daftar pertanyaan verifikasi ahli, daftar pertanyaan guru dan magang, dan tes kemampuan ekspresi matematis siswa. Para ahli percaya bahwa pembelajaran situasional dan pengembangan alat pembelajaran efektif, dan guru serta siswa menganggapnya praktis. Hasil uji survey menunjukkan bahwa siswa yang memakai CTL mempunyai nilai lebih dibanding yang tidak mendapatkan. Ada juga jawaban positif dalam matematika. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kondisi siswa yang menggunakan model pembelajaran kontekstual rata-rata lebih baik daripada siswa yang tidak mendapatkan pembelajaran kontekstual. Selain itu, ada reaksi positif terhadap matematika. Hasil pengkajian menunjukkan penggunaan model pembelajaran kontekstual dengan buku ajar pecahan bisa meningkatnya kreatifitas belajar dan hasil belajar peserta didik.
Pembelajaran daring materi ruas garis bangun datar dan bangun ruang pada siswa kelas 2 SDN 243 Cicabe dengan pendekatan realistik berbantuan video Herlina, Elin; Kelana, Jajang Bayu
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.8905

Abstract

This study aims to examine the online learning about two dimentional and three dimentional shapes for second grades of SDN 243 Cicabe, using a realistic approach with video assistent. The method for this study is descriptive qualitative. Subjects of this study is 2nd grade students from SDN 243 Cicabe Bandung with a total of 25 students consisting with 14 male students and 11 female students. The instruments for this study is using abservation sheets, question about two dimentional and three dimentional shapes, and interview questionaries for students. The result show there was an increase for the quality of learning when was realistic approach were used. Its shown with the average point of two dimentional and three dimentional shapes material is 73 and its classified as good the higest is 95, and the lowest is 40. The completion for the test show 72% student get a score above the minimum criteria, and 28% student still get bellow the minimum criteria.
Penggunaan model pembelajaran think pair share untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis IPS pada siswa kelas V sekolah dasar Nuraeni, Nuraeni; Rahayu, Galih Dani Septyan; Nurfurqon, Faridillah Fahmi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.18373

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian mix method yang dilakukan di SDN Pasiripis Lembang. Penelitian ini dilakukan pada siswa dari dua kelas yang memiliki kemampuan setara dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbeda. Kelompok eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif think pair share. Sedangkan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dengan pembelajaran kooperatif think pair share dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan design pretest-posttest control group. Partisipasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD dengan jumlah siswa kelas eksperimen 14 orang dan kelas kontrol 15 orang. Instrumen yang digunakan berupa soal uraian sebanyak 5 soal, untuk mendapatkan data kemampuan berpikir kritis IPS. Hasil analisis data diperoleh: (1) rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dikelas eksperimen sebesar 88,04. Sedangkan rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas kontrol sebesar 23,93 (2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggukan model pembelajaran think pair share dan pembelajaran konvensional.
Penggunaan model pembelajaran problem based learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA pada siswa kelas V SD Lutpiah, Siti; Pratama, D. Fadly; Wulandari, Medita Ayu
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.19598

Abstract

Abstract Students' lack of activeness in expressing their opinions is the background of research on concept understanding in science learning in grade V elementary school. The research objectives were to investigate and analyze: (1) Knowing the improvement of the concept understanding ability of fifth grade elementary school students through the use of the Problem Based Learning learning model, (2) knowing the difficulties of fifth grade students in improving the ability to understand science concepts, (3) knowing the difficulties of teachers in improving the ability to understand concepts by applying the Problem Based Learning learning model. The research method used is mix method with sequential explanatory design. The sample of this study was fifth grade students of SDN 1 Karangtanjung, which amounted to 25 students and consisted of 7 male students and 18 female students. The instrument used in the research was 15 questions, and non-test instruments in the form of surveys, observations, and interviews. Analyze data taken from pretest, posttest and N-gain scores which are then processed using SPSS 16 and Microsoft Excel. The results showed an improved ability to comprehend students' concepts after being used the Problem Based Learning model. Keyword: Concepts Understanding Ability, Model Problem Based Learning Abstrak Kurangnya keaktifan siswa dalam menyampaikan pendapatnya melatarbelakangi penelitian mengenai pemahaman konsep IPA di kelas V SD. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menelaah: (1) Mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa kelas V SD melalui penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning, (2) mengetahui kesulitan siswa kelas V dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep IPA, (3) mengetahui kesulitan guru dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah mix methode dengan desain sequential explanatory. Sampel penelitian ini merupakan siswa di kelas V SDN 1 Karangtanjung yang berjumlah 25 orang siswa dan terdiri dari 7 orang siswa laki-laki serta 18 orang siswa perempuan. Instrumen tes digunakan dalam penelitian berupa 15 soal uran, serta instrumen non-tes berupa angket, observasi, dan wawancara. Analis data diambil dari skor pretest, posttest serta N-gain yang lalu diolah menggunnakan SPSS 16 dan microsoft excel. Kesimpulan dari hasil analisis yang diperoleh adalah terdapatnya peningkatan kemampuan pemahaman konsep dasar siswa dengan menggunakan model Problem Based Learning. Kata Kunci: Kemampuan Pemahaman Konsep, Model Problem Based Learning
Penerapan model visual auditori kinestetik (VAK) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dalam seni tari pada siswa kelas V sekolah dasar Sumarna, Nana; Siti Ruqoyyah; Uus Kuswendi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.19971

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pengetahuan siswa pada muatan seni budaya dan prakarya (SBdP) khususnya seni tari dan hasil praktek menari siswa belum sepenuhnya terampil dalam menciptakan pola lantai yang sesuai pada tari kreasi daerah serta belum sepenuhnya terampil dalam membuat properti tari kreasi daerah serta guru menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran seni tari dan hanya menggunakan buku tematik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil peningkatan kemampuan berpikir kreatif dalam seni tari siswa kelas V sekolah dasar, kesulitan siswa kelas V sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dalam seni tari, dan kesulitan guru dalam penerapan model visual auditori kinestetik (VAK) yang digunakan dalam penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method dengan desain sequential explanatory design. Lokasi penelitian dilaksanakan di SDN Margaluyu. Subjek penelitian adalah siswa kelas V Ssekolah dasar sebanyak 15 siswa. Data-data diperoleh dari tes (pretest dan posttest), lembar angket, observasi dan wawancara. Dari data kuantitatif yang diperoleh menunjukkan ada peningkatan kemampuan berpikir kreatif dalam seni tari pada siswa kelas V dengan nilai rata-rata awal 49 menjadi 85. Adapun dari data kualitatif diperoleh hasil, dimana kesulitan yang dihadapi siswa adalah sulitnya siswa menciptakan gerak dengan tempo cepat. Untuk kegiatan pembelajaran berdasarkan hasil observasi guru menunjukkan hasil yang baik, meski masih ada beberapa kesulitan yang dihadapi yaitu guru masih kurang dalam pengorganisasian kelas secara aktif. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Visual Auditori Kinestetik dan Seni Tari.
Penggunaan metode mind mapping dalam keterampilan menulis teks eksplanasi di SD Siti Megayati; Indihadi, Dian; Saputra, Erwin Rahayu
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20033

Abstract

Writing is an activity that can explore one's thoughts and feelings about an object, choose what to write and write it down so that the reader will understand clearly. Writing can be said as one of the 4 aspects of language including listening, speaking, reading, and writing. According to Susanto (2013: 241) stated, language skills performed by humans in the form of listening, speaking, reading, and writing are capitalized by vocabulary, namely intellectual activity, the work of an educated human brain. Writing is the skill of a person (individual) communicating messages in a piece of writing. In accordance with the opinion of Susanto (2013: 248) stated "writing skills are activities of expressing ideas or ideas that are in our minds, pouring out our hearts through written language so that others can read and understand it. Judging from the opinion above, it can be found that writing skills are skills in expressing or expressing ideas or ideas in the form of written language so that other people can read and understand the intent of the writing. According to Kosasih (2019, p. 114) "explanatory text is a text that explains an event, be it a natural event, social and cultural event, or personal event". Based on these problems, the researcher has an alternative for fifth grade elementary school students, especially in Indonesian language lessons with material for writing explanatory texts. Researchers are interested in using the mind mapping learning method, to help and find out learning outcomes in the material of writing explanatory texts. Keywords: writing skills, explanatory text, mind mapping method
Pengaruh model pembelajaran group investigation terhadap pemahaman konsep matematis siswa SD Hartiani, Devi; Eka Putri, Hafiziani; Iskandar, Sofyan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20087

Abstract

The importance of understanding the concept because understanding is a fundamental ability that students must have to learn more advanced concepts, so that students can develop their abilities. The purpose of this study was to determine the effect of the Investigation learning model on elementary students' understanding of mathematical concepts. This research is included in the quasi-experimental research with nonequivalent control group design. This design divides into two classes, namely the experimental class and the control class. Based on the research results, there is a significant influence from the use of the Group Investigation learning model of 71.6%. So that the Group Investigation learning model has an influence on students' understanding of mathematical concepts. This can be seen from the average n-gain score in the experimental class of 0.601 while the average n-gain in the control class is 0.442. In the interpretation of the average n-gain of the two classes it has moderate criteria, but the average score of the experimental class is higher than that of the control class. So that students' understanding of mathematical concepts using the Group Investigation learning model is better than students using conventional learning models.
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa kelas I: Penelitian Tindakan Kelas pada Pembelajaran Matematika di Kelas I SDN 6 Nagrikaler Yulianti, Yena; Putri, Hafiziani Eka; Nuraeni, Fitri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20089

Abstract

This research was motivated by the low mathematical connection ability of the first-grade students’ at SDN 6 Nagrikaler. Cooperative learning model Teams Games Tournament type is one model that can be applied to improve students’ mathematical connection abilities through games, tournaments, and group collaboration. This study aims to determine the initial conditions of students’ mathematical connection abilities, teacher and student activities during learning, and to determine the increase in students’ mathematical connection abilities after applying cooperative learning model Teams Games Tournament type. This research is Classroom Action Research (PTK) using the Kemmis and Taggart designs for 2 cycles, which contain aspects of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 29 students. The research instruments used were observation sheets and tests. The results showed an increase in teacher activity and student learning activity when applying cooperative learning model Teams Games Tournament type. In first cycle, teacher activity reached an average percentage of 64.28% and increased in second cycle to 78.57%. Student learning activities in first cycle reached an average percentage of 67.50% and increased in second cycle to 82.50%. Students’ mathematical connection ability also increases. The results of the students’ mathematical connection ability test before implementing cooperative learning model Teams Games Tournament type obtained an average score of 59.31. In first cycle, the average class value was 69.65 and increased in second cycle to 83.44. Based on the research results, it can be concluded that the application of the cooperative learning model Teams Games Tournament type can be an alternative to increase students’ mathematical connection abilities. Keywords: Cooperative Learning Model, Teams Games Tournament, Mathematical Connection Ability
Pembelajaran mandiri melalui model flipped classroom berbantuan google sites pada materi kenampakan alam kelas V sekolah dasar Fadhilah S.R, Shifa; Lidinillah, Dindin Abdul Muiz; Nuryadin, Asep
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan rancangan pengembangan Google Sites yang digunakan sebagai platform Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) untuk mengorganisir dan menyajikan materi pembelajaran yang sudah dibuat. Penggunaan Google Sites sebagai aplikasi pengembang, dikarenakan mudah diakses tanpa memerlukan bahasa pemograman untuk membuatnya serta tidak memerlukan penyimpanan perangkat karena mengandalkan web browser untuk mengaksesnya, selain itu materi dapat diperbaharui sesuai dengan kebutuhan sehingga pembelajaran menjadi kompleks untuk dipelajari.Penelitian ini melibatkan peserta didik kelas V sebagai pengguna pada produk yang sudah dikembangkan. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mendorong kemandirian peserta didik dalam belajar dengan adanya pemisahan waktu dalam menyampaikan materi, sehingga saat di dalam kelas dapat dimanfaatkan untuk diskusi mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah Design and Development menggunakan model ADDIE dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan penyebaran angket. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan model Miles & Huberman. Perancangan Google Sites dimulai dengan menganalisis kebutuhan lapangan,menentukan aplikasi yang dibutuhkan,dan menyusun Storyboard pada setiap halaman pada Google Sites. Tujuannya untuk memberikan implikasi praktis bagi pengembangan pembelajaran di sekolah dasar dengan memanfaatkan teknologi dan membantu peserta didik dalam memahami materi kenampakan alam. Bahan ajar ini diharapkan mampu mendorong kemandirian peserta didik dalam belajar serta memberikan kontribusi pada pemahaman tentang integrasi pembelajaran mandiri Kata Kunci: Bahan Ajar, Pembelajaran Mandiri, Kenampakan Alam.
Penguatan gerakan literasi sekolah melalui program pembiasaan one day one book di sekolah dasar Amalia Rahmatika; Hidayat, Syarip; Alia, Dwi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20441

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat baca masyarakat Indonesia khususnya dikalangan pelajar yang makin memprihatinkan. Gerakan literasi merupakan sarana yang dikeluarkan Pemerintah guna menunjang minat baca generasi muda, namun dalam pelaksanaannya belum mendapatkan hasil yang maksimal sehingga perlu adanya terobosan baru dalam penguatan gerakan literasi. Program one day one book menjadi salah satu upaya dalam memfasilitasi siswanya menumbuhkan minat baca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan, hasil, faktor pendukung dan faktor penghambat penguatan gerakan literasi sekolah melalui program one day one book. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perencanaan program one day one book telah sesuai dengan pedoman yang ada dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 dan kurikulum yang telah disesuaikan dengan kemampuan siswa. Pelaksanaan program pembiasaan one day one book terbagi dalam tiga fase yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Hasil yang didapatkan selama kegiatan berlangsung cukup efektif dalam menumbuhkan minat membaca siswa. Siswa sudah mulai terbiasa untuk membaca buku dan sudah mulai terlatih dalam membuat resensi dari buku yang dibacanya sehingga siswa mampu menamatkan 6 buku dalam satu minggu. Kata Kunci: Gerakan literasi, karakter gemar membaca, pembiasaan one day one book, sekolah dasar

Page 1 of 3 | Total Record : 25