cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 885 Documents
PENGARUH KOMPETENSI LITERASI DIGITAL MAHASISWA PGSD DALAM MEMANFAATKAN GOOGLE APPS TERHADAP PERILAKU CONTEN EVALUATION Gilang Mas Ramadhan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 4, No 6 (2021)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan IPTEK yang berkembang pesat telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktifitas manusia pada umumnya. teknologi informasi memberikan dampak bagi tersedianya berbagai sumber daya informasi yang diperoleh secara digital (digital native). Literasi media digital merupakan suatu kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital. Namun hal tersebut belum terlalu dimanfatkan secara maksimal oleh mahasiswa PGSD STKIP Bina Mutiara dalam usahanya untuk memiliki kompetensi literasi digital. Terlebih pada asepk kurangnya kemampuan dalam mengakses informasi, pemahaman yang kurang mengenai konten suatu website, kurangnya kemampuan membuktikan kebenaran berita yang beredar di internet, serta kurangnya menyusun pengetahuan baru dengan informasi yang didapatkan melalui internet. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi literasi digital mahasiswa dalam memanfaatan google apps terhadap perilaku conten evaluation. Dalam konteks literasi digital, setiap orang dituntut memiliki kemampuan untuk bisa mengakses, menganalis, mencipta, melakukan refleksi, dan bertindak menggunakan beraneka ragam perangkat digital, berbagai bentuk ekspresi, dan strategi dalam komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Jumlah Subjek penelitian adalah 59 orang mahasiswa, Instrumen yang digunakan berupa angket kompetensi literasi digital dan kuesioner perilaku conten evaluation. Dengan teknik analisis data menggunakan regresi korelasional. Adapun data hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan kompetensi literasi digital mahasiswa dalam memanfaatan google apps terhadap perilaku conten evaluation.
PENANAMAN KARAKTER MELALUI KESANTUNAN BERBAHASA Rina Andriani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman karakter sangat penting dalam membentuk seseorang menjadi mahluk sosial yang bermoral. Hal ini bukan hanya tanggung jawab orang tua tetapi juga seluruh pihak yang terkait dengan kehidupan manusia, sekolah, masyarakat, juga negara. Karakter adalah sekumpulan sifat individu yang selalu dikagumi sebagai tanda kebaikan, keutamaan, dan kedewasaan moral seseorang sekaligus di dalamnya mengandung nilai-nilai yang melandasi perilaku individu yang tidak melanggar norma keagamaan, kebudayaan, hukum, adat istiadat. Penanaman karakter dapat dilakukan melalui kesantunan berbahasa sebagai bagian etika atau sopan santun. Kesantunan berbahasa adalah tatacara atau adat istiadat yang berlaku, diakui, dan ditetapkan  oleh masyarakat pengguna bahasa tersebut sekaligus sebagai prasyarat dalam berperilaku sosial.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI SEKOLAH DASAR Yunita Dwi Tamara; M. Anas Thohir
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya pembelajaran jarak jauh mendorong guru untuk memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi, salah satunya yaitu media video Youtube. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan Youtube sebagai media pembelajaran jarak jauh di sekolah dasar. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Penelitian ini melibatkan 24 siswa dan 1 guru di salah satu sekolah dasar yang ada di Kabupaten Nganjuk. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposeful Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Youtube dapat menarik minat siswa, mampu memperjelas materi, dan dapat memotivasi siswa untuk belajar serta mampu meningkatkan hasil belajar  sehingga penggunaan Youtube dapat membuat proses pembelajaran jarak jauh menjadi lebih efektif.Kata Kunci: Youtube, Pembelajaran Jarak Jauh, Sekolah Dasar 
PEMBELAJARAN ONLINE MENGGUNAKAN APLIKASI WHATSAPP (WA) MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MATERI MENYAJIKAN RINGKASAN TEKS EKSPLANASI DI KELAS 5 SD DALAM MASA PANDEMI COVID 19 Verawati Harahap; Deden Herdiana Altaftazani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In online learning there are problems including problems with teachers, students, and parents of students. The objectives of this study include knowing the online learning scenario using the WhatsApp (WA) application, knowing the difficulties and obstacles faced by teachers and students, knowing the responses of teachers and students, knowing the teaching materials, lks, and assignments given, knowing what efforts the teacher should do so that online learning using the WhatsApp (WA) application can run more effectively. The WhatsApp (WA) application is a social media application for communicating, users can receive and send messages, photos, videos and files. During the Covid 19 pandemic, the WhatsApp (WA) application is very suitable for use in online learning. The subjects of this study were 12 grade students from 2 schools. The first school is at SDN 065 Cihampelas in Bandung City and the second is at SDN 031 Pelesiran Kota Bandung. The results of the problems found in online-based learning on explanatory text learning materials, students find it difficult to consult with the teacher, because the explanatory text requires clear explanations to find out the parts of the structure and the kinds of linguistic rules contained in the explanatory text. The conclusion of the success of this online learning requires full help and support from parents. The solution that can be done with online learning is collaboration between teachers, parents, and students. keywords: online learningusing the WhatsApp (WA) application, presents a summary of the explanatory text
Online Learning of Diversity Theme in 4th Grade During The COVID-19 Pandemic Rachmalia Fitriani Saleh; Anugrah Ramadhan Firdaus
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the change in the learning process from face-to-face in class to online learning due to the covid-19 pandemic. This study aims to obtain an overview of the implementation of online learning and  the difficulties faced by teachers and students as well as the teaching materials used during online learning. The research method used in this research is descriptive qualitative method. In this research, the subjects of the research were teachers and 4th grade  students from two schools. A sample of six students was taken from each school. The instrument used in this research was the interview sheet for teachers and students. Data analysis was done qualitatively, taken from the results of interviews. Based on the research, it was found that the teachers had made learning scenarios in such a way that students could still learn effectively. The main difficulties faced by teachers and students are due to the limited internet that students have with a percentage of 91.7% and the lack of interaction between teachers and students which causes less effective online learning. For teaching materials, the teacher has made their own teaching materials so that students can better understand the material being taught.
PENGARUH MODEL PROJECT-BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SD Muhamad Furqon Al Hadiq; Gilang Mas Ramadhan; Devi Sri Rahayu
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif bagi siswa saat ini merupakan kebutuhan demi menjawab tuntutan dinamika di abadi 21. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat kemampuan berpikir kreatif siswa menggunakan model project-based learning pada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian berjenis pre-experimental dengan desain one group pretest-postest. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar berjumlah 26 orang. Hasil menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum menggunakan model project-based learning memiliki nilai rata- rata 60,96, kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum menggunakan model project-based learning memiliki nilai rata- rata sebesar 85,38. Penelitan ini berkesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan anatara kemampuan berpikir kreatif siswa setelah model project-based learning. 
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMPERTAHANKAN NILAI LUHUR KEBUDAYAAN BANGSA INDONESIA Agung Rozali; Tatang Muhtar
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi beserta fasilitas dalam pendidikan semakin mudah untuk dicari dan digunakan, baik itu oleh guru mau pun oleh siswa itu sendiri. Derasnya ombak globalisasi memberikan kita semua perubahan yang memang ditunggu dan dinanti-nanti atau bahkan perubahan yang tidak diinginkan, dalam hal ini suatu bangsa harus siap untuk menghadapi segala sesuatu yang masuk ke dalam negaranya dalam bentuk budaya, nilai, pemahaman dan lainnya. Pendidikan karakter menjadi sebuah solusi alternatif yang harus semakin diperdalam untuk memperkuat nilai-nilai luhur kebudayaan suatu bangsa agar tidak hilang dan tidak tergeserkan oleh nilai-nilai baru dari luar kebangsaannya. Tujuan penulisan artikel ilmiah ini untuk memberikan penguatan serta penegasan terhadap pentingnya pendidikan karakter untuk menjaga nilai-nilai luhur kebudayaan Bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan desain penelitian kualitatif analisis deskriptif. Hasil kajian menegaskan bahwa pendidikan karakter diperlukan agar menjaga perubahan-perubahan yang tidak diinginkan dapat terhindar dan juga pendidikan karakter diperkuat melalui berbagai macam kajian dan juga cara agar selalu fleksibel terhadap permasalahan yang akan dihadapi di masa depan.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE ARTIKULASI PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Apriliyanti Barki; Fadly Pratama
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pembelajaran Kenampakan alam dan sosial budaya pada siswa kelas IV dengan model pembelajaran Cooperative Learning tipe artikulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 188 Kota Bandung dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang yang terdiri dari 13 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, soal evaluasi, serta angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kualitas pembelajaran setelah menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe artikulasi. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai rata-rata hsil belajar siswa sebesar 80,77 yang tergolong dalam kategori baik, nilai tertinggi siswa sebesar 100 dan nilai terendah sebesar 60. Ketuntasan belajar siswa menunjukan 92,3% siswa mendapatkan nilai diatas kriteria ketuntasan minimum dan 7,7% masih mendapat nilai dibawah nilai kriteria ketuntasan minimum
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPTIF PADA SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TWO STAY TWO STRAY Elli Marlina
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research is based on the low score of the results of learning to write descriptions or has not met the KKM, as well as the learning process. The learning process of writing descriptions by the teacher still uses conventional methods. To increase interest in learning and activate students in participating in Indonesian language learning, researchers here use the Two Stay Two Stray (TS-TS) type of cooperative learning model. This research is a qualitative descriptive study using interview, observation, documentation and test techniques. The subjects in this study were 30 students. The results of this study indicate that learning descriptive writing skills includes planning, implementation and evaluation. The results of descriptive writing using the Cooperative Learning learning model type two stay two stray with the category (very good), this shows that the indicators of success have been achieved, because overall student scores are in the range 80% - 100% experiencing success, namely 87%. Meanwhile, the student and teacher responses were positive and very good. Keywords: Descriptive Writing, Cooperative type Two Stay Two Stray (TS-TS) AbstrakPenelitian ini di latar belakangi dari nilai hasil pembelajaran menulis deskripsi masih rendah atau belum memenuhi KKM, begitu pula proses pembelajarannya. Proses pembelajaran menulis deskripsi yang dilakukan guru masih menggunakan metode konvensional. Untuk meningkatkan minat belajar dan mengaktifkan siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia, peneliti di sini menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TS-TS) dalam pembelajaran keterampilan menulis deskriptif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Subjek pada penelitian ini siswa berjumlah 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan menulis deskriptif meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil menulis deskriptif menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe two stay two stray dengan kategori (sangat baik), Hal ini menunjukkan bahwa  indikator keberhasilan sudah tercapai, karena secara keseluruhan nilai siswa berada  pada rentang  80% - 100 % mengalami keberhasilan yaitu 87%. Sedangkan untuk respon siswa dan guru positif dan sangat baik.Kata Kunci : Menulis Deskriptif, Kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS)  
IMPLEMENTASI MODEL EVALUASI CIPP PADA PEMBELAJARAN DARING SDIT ADZKIA 2 SUKABUMI Ardi Cahyadireja; Esmi Tsalsa Sofiawati; Ratnasari Ratnasari
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, dan Product) sebagai alat melakukan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu riset-evaluasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data pada penelitian evaluasi ini yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru, wali kelas, staff TU, staff kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan, program pembelajaran daring di SDIT Adzkia 2 Sukabumi telah mencapai hasil yang baik dalam pelaksanaannya. Hal itu dapat dilihat dari kesesuaian indikator yang dinilai dengan 4 komponen evaluasi CIPP yaitu pada komponen context terdapat landasan hukum dan tujuan dilaksanakannya program, pada komponen input, terdapat sumber daya manusia, sasaran dan sarana prasarana dalam pelaksanaan program, pada komponen process terdapat proses perencanaan, sosialisasi program dan proses monitoring, pada komponen product terdapat laporan hasil program dan ketercapaian tujuan program. Secara keseluruhan pelaksanaan program pembelajaran daring di SDIT Adzkia 2 Sukabumi dapat dikatakan telah efektif karena telah memenuhi standar kriteria yang telah ditentukan. Namun, terdapat beberapa fokus yang perlu ditingkatkan diantaranya, 1) memperbanyak program tambahan untuk mengisi waktu luang para peserta didik selama belajar di rumah, 2) kepala sekolah untuk lebih intens melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan orang tua siswa, 3) guru untuk lebih banyak memberikan variasi dalam media pembelajaran