cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
lppm@helvetia.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
duniafarmasi@helvetia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dunia Farmasi
ISSN : -     EISSN : 25483560     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Dunia Farmasi secara resmi yang dikelola oleh Program Studi S1 Farmasi Institut Kesehatan Helvetia (IKH) yang artikelnya dapat diakses dan unduh secara online oleh publik. Jurnal ini adalah jurnal review nasional, yang terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada bulan Desember, April dan Agustus dengan topik-topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktek kefarmasian, pengobatan masyarakat, teknologi kefarmasian serta disiplin ilmu kesehatan yang terkait erat. Jurnal ini memfokuskan pada tema meliputi Farmasi Klinis, Farmasi Komunitas, Farmasetika, Kimia Farmasi, Farmakognosi, Fitokimia.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Review Artikel: Aktivitas Antibakteri dari Ekstrak Biji Mangga Arumanis (Mangifera indica L. Var. Arumanis) Nur Khasanah; Desy Nawangsari; Sunarti Sunarti
Jurnal Dunia Farmasi Vol 5, No 1 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v5i1.4704

Abstract

Pendahuluan: Tingginya masalah resistensi antibiotik di indonesia disebabkan karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional sehingga diperlukan adanya antibakteri dari bahan alam yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan minimal efek samping. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai antibakteri yaitu biji mangga arumanis (Mangifera indica L.Var. Arumanis).Sifat antibakteri pada biji mangga arumanis (Mangifera indica L.Var. Arumanis) disebabkan karena adanya senyawa fenolik berupa flavonoid, alkaloid, tanin, terpenoid, saponin, dan juga senyawa gallotanin.Tujuan:Untuk mengetahui aktifitas antibakteri ekstrak biji mangga arumanis dan bakteri apa saja yang dapat dihambat dengan mengetahui nilai MIC. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode PICO. Hasil: Dari literatur review biji mangga arumanis (Mangifera indica L.Var. Arumanis) terbukti dapat menghambat bakteri gram positif dan negatif dengan penghambatan lebih besar pada bakteri positif. Dengan nilai MIC sebesar 0.03mg/mL yang terbukti dapat menghambat bakteri Methicillin Resistan Staphylococcu aureus.Kesimpulan:Ekstrak biji mangga arumanis dapat menghambat bakteri gram positif dan negatif dengan nilai MIC dimulai dari 0.03mg/mL.
Pengujian Antioksidan Serbuk Effervescent Sari Buah Pepino (Solanum Muricatum Ait.) Siti Fatimah Hanum; Hendri Faisal
Jurnal Dunia Farmasi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v6i1.5070

Abstract

Pendahuluan : Sediaan effervescent yaitu campuran senyawa asam dan basa bila ditambahkan air akan bereaksi membebaskan karbondioksida, sehingga menghasilkan buih. Antioksidan adalah zat yang pada konsentrasi rendah dapat menunda atau mencengah terjadinya reaksi oksidasi biomolekul yang mudah teroksidasi seperti lipid, protein, dan DNA. Buah pepino memiliki kandungan protein, vit C, B kompleks, asam amino yang bermanfaat sebagai antioksidan. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh serbuk effervescent sari buah pepino (Solanum muricatum Ait.) dalam sediaan serbuk effervescent dan aktivitas antioksidan. Metode : Metode :Menggunakan metode penelitian eksperimental,evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan uji organoleptis, uji waktu alir, uji pH, uji kecepatan larut, uji kadar air, uji hedonik, uji antioksidan dengan metode DPPH dan nilai IC50. Hasil : Menunjukkan sediaan effervescent berbentuk serbuk, bau khas, warna putih, rasa sedikit manis, uji waktu alir memenuhi syarat, uji pH bersifat asam pada pH 3-4, uji kecepatan larut memenuhi syarat kurang lebih dari 3 %, uji kadar air memenuhi syarat tidak lebih dari 3%, uji hedonik, uji antioksidan kuat dengan nilai IC50 yaitu 50,337 ppm. Kesimpulan: Formulasi minuman serbuk effervescent sari buah pepino (Solanum muricatum Ait.) dapat diformulasi dalam serbuk effervescent dan memiliki antioksidan yang kuat 50-100 ppm.
Review Artikel: Pengaruh Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Malassezia furfur Penyebab Penyakit Panu (Tinea versicolor) Hepni Hepni
Jurnal Dunia Farmasi Vol 5, No 1 (2020): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v5i1.4761

Abstract

Bawang putih selain dikenal sebagai salah satu bumbu dapur dan dipercaya juga sebagai antibiotik dan antifungi. Khasiat ini disebabkan oleh zat allicin yang kandungannya mampu membunuh jamur dan bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi ekstrak bawang putih terhadap zona hambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur penyebab penyakit panu (Tinea versicolor), dengan menggunakan metode studi literatur. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dan memperoleh 2 sampel yaitu berupa jurnal dan Karya Tulis Ilmiah yang membahas tentang pengaruh bawang putih dalam mengatasi penyakit panu. Senyawa yang ada pada bawang putih adalah allicinn yang didapatkan dari ekstrak bawang putih yang mempunyai aktivitas dan daya hambat terhadap jamur Malassezia furfur penyebab penyakit panu. Dengan hasil yang didapatkan semakin tinggi konsentrasi ekstrak bawang putih maka semakin luas zona hambat pertumbuhan jamur penyebab panu.
Uji Efektivitas Gel Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Penyembuhan Luka Sayat yang Terinfeksi Bakteri Staphylococcus aureus pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Pricella Aqwilla Ginting; Hendri Faisal; Siti Fatimah Hanum; Rini Wulan Dari
Jurnal Dunia Farmasi Vol 4, No 3 (2020): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v4i3.4645

Abstract

Pendahuluan: Daun  Binahong adalah salah satu tanaman obat yang memiliki kandungan alkaloid, saponin dan flavonoid yang berperan langsung sebagai antibiotik, pada konsentrasi 20% dan 40 % ekstrak daun binahong terbukti memberikan efek pada penyembuhan luka. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas gel ekstrak daun Binahong dengan variasi konsentrasi dalam menyembuhkan luka sayat yang terinfeksi bakteri Staphylococcus aureus Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental dengan pengambilan sampel secara purposive. Hasil:  Uji organoleptis sediaan gel memenuhi syarat bentuk, warna dan bau dan tidak terdapat butiran-butiran kasar pada kaca. Uji pH memenuhi syarat pH kulit 4,5-6,5. Uji efektivitas gel ekstrak 1% pada H13 menghasilkan luka sayat yang tertutup sempurna, sementara gel ekstrak 5% dan 7% pada H10 luka sayat tertutup sempurna. Hasil uji statistik ANOVA nilai signifikan P = 0,885 0,05. Kesimpulan: Konsentrasi gel ekstrak binahong 7% memiliki efektivitas penyembuhan paling baikterhadap luka sayat terinfeksi  Staphylococcus aureus.
Penetapan Kapasitas Penetralan Asam Tablet Antasida (Aluminium Hidroksida dan Magnesium Hidroksida) dengan Metode Titrasi Balik Agus Adi Purnama Putra; Kadek Sutri Ariyanthini
Jurnal Dunia Farmasi Vol 6, No 1 (2021): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v6i1.5034

Abstract

Pendahuluan: Penyakit asam lambung atau GERD (Gastrophageal Reflux Disease) merupakan penyakit yang disebabkan oleh peningkatan produksi asam lambung akibat kerja lambung yang tidak baik. Antasida mengandung kombinasi zat aktif magnesium hidroksida (Mg(OH)2) dan aluminium hidroksida (Al(OH)3) yang memiliki aktivitas dalam menetralisir kelebihan asam lambung. Tujuan: Untuk mengatahui kapasitas penetralan asam dari tablet antasida guna melihat efektivitasnya sebagai obat penetralisir asam lambung. Metode: Pengujian kapasitas penetralan asam tablet antasida dilakukan dengan metode titrasi balik, dimana kelebihan asan klorida dititrasi dengan natrium hidroksida 0,5 N LV dalam waktu tidak lebih dari 5 menit sampai dicapai pH 3,5 yang stabil (selarna 10 detik sampai 15 detik). Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan, kapasitas penetralan asan tablet antasida sebesar 8,15371 mEq. Kesimpulan: Kapasitas penetralan asam tablet antasida yang diuji sudah memenuhi syarat yang tertera dalam Farmakope Indonesia V yaitu asam yang digunakan pada dosis tunggal minimum tidak kurang dari 5 mEq, sehingga tablet antasida efektif digunakan sebagai obat penetralisir asam lambung.
Review: Senyawa Penyusun Minyak Atsiri Kulit Jeruk Bali (Citrus Maxima) dan Aktivitas Farmakologinya Nurina Barqy
Jurnal Dunia Farmasi Vol 5, No 2 (2021): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v5i2.4837

Abstract

Pendahuluan: Jeruk Bali merupakan jenis tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara dan banyak dibudidayakan di beberapa wilayah dan dapat digunakan sebagai tanaman herbal untuk menghindari resistensi dari obat kimia. Tujuan: Untuk mengetahui kandungan senyawa dan aktivitas farmakologi kulit jeruk Bali. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu studi literatur secara online terhadap jurnal-jurnal yang telah diterbitkan pada tingkat nasional maupun internasional. Hasil: Jeruk Bali tumbuh subur di bawah sinar matahari dengan iklim tropis, kelembaban rata-rata pada suhu 25-32ᴼC, dan curah hujan 1.500-2.500 mm. Jeruk Bali tersusun atas bagian flavedo, albedo, dan endocarp. Senyawa limonen adalah senyawa utama penyusun minyak atsiri kulit jeruk Bali dengan persentase 94,96%. Senyawa lainnya terdiri dari mircen (2,48%), β-asaron (1,09%), germacrene D (1,01%), dan α-pinen (0,46%). Senyawa-senyawa yang terdapat pada jeruk Bali memiliki khasiat sebagai antioksidan, antimikroba, dan penurun kadar glukosa. Kesimpulan: Minyak atsiri kulit jeruk Bali memiliki berbagai senyawa penyusun dengan kandungan utama berupa senyawa limonen dan memiliki berbagai aktivitas farmakologi.
Profil Penggunaan Obat, Suplemen dan Bahan Alam pada Masyarakat Kecamatan Danau Sipin di Masa Covid-19 Jelly Permatasari; Indri Meirista; Priska Rahmatillah
Jurnal Dunia Farmasi Vol 6, No 2 (2022): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v6i2.5128

Abstract

Pendahuluan: Corona Virus Diseases2019(COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV2). Virus tersebut merupakan virus jenis baru dari keluarga Corona virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada sistem pernapasan mulai dari gejala ringan hingga berat. Covid-19 pertama kali melanda negara Cina dan menyebar ke seluruh Negara termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, virus ini pertama kali terdeteksi pada tanggal 11 Maret 2020 yang mana telah ditetapkan oleh WHO bahwa Covid-19 telah menjadi pandemi baru di seluruh dunia. Seiring dengan meningkatnya kasus ini, banyak upaya yang dilakukan masyarakat untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini, beberapa di antaranya adalah dengan menggunakan obat-obatan, suplemen kesehatan, dan bahan alam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat, suplemen kesehatan, dan bahan alam yang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Danau Sipin Jambi di masa pandemi Covid-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional deskriptif melalui lembar kuesioner yang berisi daftar pertanyaan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan 397 responden diketahui sebanyak 15,5% responden menggunakan obat, sedangkan untuk suplemen kesehatan sebanyak 21,4%, dan bahan alam sebanyak 25,1%. Kesimpulan: Berdasarkan data penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Kecamatan Danau Sipin Jambi lebih memilih menggunakan bahan alam dibandingkan obat dan suplemen kesehatan di masa pandemi Covid-19, karena masyarakat menganggap bahan alam lebih aman dan minim efek samping.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Krim Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus Indica L.) dengan Menggunaan Metode DPPH Muhammad Andry; Hendri Faisal
Jurnal Dunia Farmasi Vol 6, No 2 (2022): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v6i2.5183

Abstract

Latar belakang :Antioksidan merupakan suatu senyawa pemberi elektron (reduktor) yang dapat menetralkan radikal bebas dengan cara mengorbankan dirinya teroksidasi menstabilkan atom atau molekul radikal bebas.Krim anti-aging atau anti penuaan adalah kosmetik yang memiliki bioaktivitas yang mampu mencegah atau memperbaiki tanda-tanda penuaan.Daun asam jawa(Tamarindus indica L.) memiliki banyak kandungan, yaitu lemak, protein, serat, asam tatrat, juga metabolit sekunder seperti alkaloid, tannin, saponin, dan flavonoid. Tujuan penelitian untuk mengetahui formulasi dan uji aktivitas antioksidan sediaan krim ekstrak etanol daunasamjawa (Tamarindus indica L.) dengan menggunakan metode DPPH. Metode penelitian secara eksperimental. Prosedur penelitian meliputi pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, formulasi sediaan krim, pembuatan sediaan krim, pemeriksaan sediaan krim dan uji aktivitas antioksidan krim.Hasil penelitian dari ke empat formula sedian  krim dengan  konsentrasi F0 (blanko), FI (1%), FII (2%), dan FIII (3%) berdasarkan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH didapat serapan maksimum pada panjang gelombang 516 nm, terdapat penurunan absorbansi menunjukkan peningkatan kemampuan perendaman radikal bebas DPPH, hasil analisis IC50terendah dari sampel yang diuji adalah krim FIII dengan konsentrasi ekstrak 3% memiliki nilai IC50 162,21(µg/ml), FII memiliki nilai IC50 163,35 (µg/ml), FI memiliki nilai IC50 165,21(µg/ml) dan F0 memiliki nilai IC50 243,36 (µg/ml). Dapat disimpulkan krim dengan penambahan ekstrak daun asam jawa memiliki rentang 150 (µg/ml) yang berarti memiliki antioksidan lemah. Kesimpulan ekstrak etanol asam jawa dapat diformulasikan dalam sediaan krim sebagai antioksidan, sediaan krim memiliki aktivitas antioksidan, dan nilai IC50 memiliki antioksidan lemah (IC50 – 151-200 ppm)
Penentuan Kadar Flavonoid Total Daun Saputangan (Maniltoa Grandiflora (A.Gray) Scheff) dan Kemampuannya sebagai Antioksidan Jhon Patar Sinurat; Reh Malem Br Karo
Jurnal Dunia Farmasi Vol 6, No 2 (2022): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v6i2.5143

Abstract

Pendahuluan: Tumbuhan Saputangan biasanya hanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Kenyataannya, daun saputangan mengandung senyawa flavonoid berdasarkan hasil skrining fitokimia yang dilakukan. Senyawa flavonoid memiliki aktivitas antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari serangan radikal bebas dan dapat memperlambat munculnya penyakit kronis. Maka diperlukan untuk menentukan kadar senyawa flavonoid total di dalam daun saputangan dan mengukur aktivitas antioksidannya. Tujuan: Penentuan kadar flavonoid total menggunakan metode Spektrofotometri UV-Visibel dan mengukur IC50 sebagai antioksidan daun saputangan menggunakan metode DPPH (Diphenyl Picryl Hidrazil). Metode: Skrining menggunakan FeCl3, NH3, Alkali dan Pb(CH3COO)2. Proses maserasi dilakukan menggunakan etanol dan direndam dalam maserator selama lebih dari 24 jam. Pengukuran kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometer UV-Visibel pada panjang gelombang kuersetin maksimum yaitu 442 nm. Hasil: Persamaan regresi linier untuk kurva kalibrasi quercetin yang dihasilkan adalah persamaan y = 0,0155x + 0,0387 dengan nilai korelasi (R2) sebesar 0,9943. Regresi linier antioksidan daun saputangan terhadap persentase hambatan adalah y = 0.6899x + 1.5616 dengan korelasi (R2) sebesar 0.9895. Daun Saputangan mengandung senyawa flavonoid yang terbukti berdasarkan hasil skrining. Sedangkan berat ekstrak setelah dipartisi menggunakan etil asetat dan n-heksana adalah 50 gr. Kadar flavonoid total pada daun saputangan adalah 33,87 mg QE/g ekstrak atau 33,87%. Nilai IC50 sebesar 70,2108 ppm yang dikategorikan sebagai antioksidan pada tingkat sedang. Kesimpulan: Kandungan flavonoid total adalah 3,87 mg QE/g ekstrak atau 33,87% dan dikategorikan sebagai antioksidan pada tingkat sedang.
Penentuan Kadar Vitamin C dalam Buah Pepaya dan Uji Antioksidan terhadap Vitamin C Buah Pepaya (Carica Pappaya L) Fahma Shufyani; Jhon Patar Sinurat
Jurnal Dunia Farmasi Vol 6, No 2 (2022): Edisi April
Publisher : Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v6i2.5144

Abstract

Pendahuluan: Buah pepaya memiliki banyak keunggulan selain rasanya yang enak juga kaya akan vitamin C dan antioksidan. Kedua hal tersebut merupakan suatu kajian yang menarik bagi peneliti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan dari buah tersebut. Metode: Kandungan vitamin C dapat dibuktikan berdasarkan hasil skrining menggunakan pereaksi Metilen Biru yang menghasilkan warna Biru – Memudar, pada uji NaOH + FeSO4 menghasilkan warna kuning dan pada penambahan reagen KMnO4 menghasilkan warna ungu memudar, sedangkan untuk penentuan kadar vitamin C dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan analisis aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH. Pengukuran kadar vitamin C dimulai dengan penentuan panjang gelombang maksimum asam askorbat yaitu sebesar 263 nm. Larutan pembanding asam askorbat diukur absorbansinya pada lamda 263 nm yang menunjukkan peningkatan konsentrasi berbanding lurus dengan absorbansi yang dihasilkan. Hasil: Persamaan regresi linear untuk kurva kalibrasi asam askorbat yang dihasilkan yaitu persamaan y = 0.0165x + 0.0813 dengan nilai korelasi (R2) sebesar 0.9869. Hasil yang diperoleh pada penentuan kadar vitamin C ialah sebesar 113.33 mg/mL. Persamaan regresi linear yang dihasilkan berdasarkan data konsentrasi buah pepaya terhadap % inhibisi yaitu y = 0.8994x + 8.8905 dengan korelasi (R2) sebesar 0.9703. Sementara hasil pengukuran antioksidan dari buah pepaya dalam meredam DPPH menghasilkan nilai IC50 sebesar 45.7077 yang dikategorikan termasuk antioksidan level kuat. Kesimpulan: Kadar vitamin C sebesar 113.33 mg/mL dan nilai IC50 adalah 45.7077 merupakan antioksidan kuat.

Page 10 of 15 | Total Record : 150