Articles
138 Documents
MEMBENTUK NILAI-NILAI KEBERAGAMAN MELALUI KULTUR MADRASAH INKLUSI
Arif Widodo;
Umar Umar
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v3i2.743
Madrasah inklusi identik dengan siswa yang beragam. Madrasah inklusi tidak hanya tempat belajar bagi siswa yang normal, tetapi juga untuk anak berkebutuhan khusus dari berbagai jenis. Keberagaman di dalam lembaga pendidikan inklusif tidak jarang menimbulkan sikap diskriminasi. Menghargai perbedaan karena keragaman masih menjadi tantangan bagi penyelenggara pendidikan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penanaman nilai-nilai keberagaman di madrasah inklusi. Lokasi penelitian di MI NW Tanak Beak. Penelitian didesain dalam bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Masalah yang dikaji adalah bagaimana proses pembentukan nilai-nilai keberagaman di madrasah inklusi? Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai keberagaman diinternalisaikan melalui pendekatan kultur madrasah. Elemen kultur madrasah dikembangkan melalui pemodelan/keteladanan, kegiatan rutin madrasah, kegiatan eventual/momen, nilai-nilai madrasah, artefak madrasah, budaya belajar, budaya tutur, pengondisian, dan penguatan nilai keberagaman di madrasah. Melalui implementasi nilai-nilai keberagaman tersebut diharapkan masing-masing siswa dapat menghargai dan menghormati perbedaan, serta dapat memahami kelebihan dan kekurangan yang dimiliki tiap individu.
PROSES PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Rahmat rahmat;
Mujahidin Almubarak
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v4i1.927
ABSTRACT: This article aims to study the theoretical process of developing the Islamic Education Curriculum as well as to what extent is the curriculum with Islamic education in the process, while in the process it takes a long time to perfect the curriculum with Islamic religious education, while curriculum development is designed with ideas and programs, The idea is in the form of a document in the form of a syllabus, then with the process of development will be developed and socialization of the community and educational institutions. The process of this educational curriculum can be developed by designing, implementing, and perfecting the Islamic religious education curriculum. in the form of curriculum there are four dimensions, namely the idea of design, implementation, and the results are involved by extracurricular and curricular.
PENGEMBANGAN MEDIA AJAR VISUAL MEME BERBASIS MODERASI ISLAM PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VIII
NUR MAULIDA MARTHANDINI;
SHOLIHUL ANSHORI
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v3i1.369
Penelitian ini tujuan untuk mengetahuai tentang keefektifan penggunaan media ajar visual meme berbasis moderasi Islam pada mata pelajaran Fiqih kelas VIII di MTs. Salafiyah Syafiiyah Seblak. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) dengan model pengembangan Dick and Carey dengan mengambil 9 langkah yang diringkas menjadi 4 tahapan, diantaranya tahap analisis kebutuhan, tahap desain produk hasil, tahap validasi dan evaluasi, dan tahap produk akhir. Berdasarkan penilaian produk diperoleh hasil validasi dari 5 validator ahli, yaitu ahli desain media pembelajaran, ahli materi, ahli bahasa, ahli moderasi Islam, dan ahli pembelajaran dengan persentase sebesar 84,2% dengan kategori sangat valid. Sedangkan dalam uji coba kelas besar mendapat hasil 89,06%. Termasuk kategori sangat baik. Adapun efektifitas produk sebesar 12,73%, dengan kategori sangat efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media ajar visual meme Berbasis moderasi Islam dan sangat efektif dalam proses pembelajaran.
PENGARUH MATERI PEMBELAJARAN AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL MAHASISWA INSTITUTE TEKNOLOGI DAN BISNIS AHMAD DAHLAN JAKARTA
Gusneli Gusneli;
Imal Istimal;
Tito Siswanto
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v4i2.806
Sejarah hidup manusia sebelum abad ke-21 memandang kemampuan IQ (Intelligence Quotient) sebagai satu-satunya kecerdasan yang mempengaruhi kesuksesan seseorang. Sementara penelitian Goleman menyatakan bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan seseorang selain faktor IQ (Intelligence Quotient), dalam penelitiannya disebutkan bahwa IQ hanya mempengarusi sebesar 20%, sedangkan 80% dipengaruhi oleh faktor lain termasuk didalamnya kecerdasan spiritual (SQ).Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Al-Islam dan kemuhammadiyahan terhadap kecerdasan spiritual mahasiswa ITB Ahmad Dahlan Jakarta dengan sampel sebanyak 107 mahasiswa. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis Struktural Equation Modeling (SEM)Hasil analisis indek jawaban menunjukan pemahaman mahasiswa terhadap variabel pembelajaran AIK sebesar 90,8. Semengtara itu, indek jawaban responden atas variabel kecerdasan spiritual menunjukan nilai indek dengan rata-rata 95,7. Hasil pengujian hipotetsis menunjukan adanya pengaruh variabel pembelajaran Al-Islam dan kemuhammadiyahan terhadap variabel kecerdasan spiritual mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta.
KREATIVITAS GURU PAI DALAM MEMANFAATKAN MEDIA PEMBELAJARAN
Masrion Tahawali;
Hasrat A Aimang
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v4i2.1201
Proses aktivitas belajar mengajar yang menyenangkan tentunya tidak tercipta begitu saja, akan tetapi pengelolaannya dirancang oleh guru dengan merancang fasilitas belajar melalui media. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi kreativitas guru Pendidikan Agama Islam dalam memanfaatkan media pembelajaran di SMP Muhammadiyah Luwuk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Data dalam penelitian diperoleh melalui dua cara, yaitu wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam di SMP Muhammadiyah Luwuk dapat melakukan kreatif dalam penggunaan media. meskipun sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah belum lengkap. Karena kreatif itu tidak harus selalu menggunakan alat-alat pembelajaran terbaru, tetapi bagaimana seorang guru Pendidikan Agama Islam dapat mengembangkan kemampuan guru dalam proses belajar mengajar. penerapkan media pembelajaran dengan melihat kondisi peserta didik serta disesuaikan dengan kemampuan siswa agar tercapai tujuan pembelajaran tersebut.
IMPLEMENTASI SIMPLYFICATION BLENDED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Siti Qomariah;
Hammam Hammam
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v4i2.1262
Pembelajaran dimasa pandemi menjadikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam kurang efektif sehingga berdampak pada nilai peserta didik di SMP Negeri 3 Getasan menurun, untuk itu sekolah menyusun sistem pembelajaran yang berbasis simplification blended learning sebagai sarana untuk mengoptimalkan pembelajaran di masa pandemi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan simplification blended learning dalam pembelajaran PAI serta hambatan dan solusinya di SMP Negeri 3 Getasan Kabupaten Semarang dalam masa pandemi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di lapangan (field research). Dalam teknik pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, serta peneliti melakukan analisis data melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini berupa strategi sekolah dalam menerapkan simplificstion blended learning sebagai sistem pembelajaran di masa pandemi. Dalam penerapannya sekolah menggabungkan dua metode pembelajaran baik secara daring maupun secara luring. Pembelajaran secara daring dilaksanakan melalui media whattsapp dan google classroom sedangkan pembelajaran secara luring dilaksanakan melalui tatap muka dan pengambilan tugas. Hasil pencapainya, simplification blended learning dapat menjadikan pembelajaran PAI di masa pandemi tetap efektif dan dapat memutus dampak learning loss dalam pendidikan.
HUBUNGAN KEGIATAN KEAGAMAAN DAN MOTIVASI RELIGIUSITAS TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANGGOTA MAJELIS TAKLIM NURUL HIDAYAH
NALI NALI;
BENNY PRASETIYA;
HERI RIFHAN HALILI
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v4i2.1251
Kehidupan masyarakat di Desa Legundi sebelum terbentuknya Majelis Taklim bisa dikatakan buta akan nilai-nilai keagamaan sehingga sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga yang menimbulkan tidak sedikit ibu rumah tangga mengalami gangguan pada kesehatan mental. Penelitian kali ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari Kegiatan Keagamaan dan Motivasi Religiusitas sebagai terhadap Kesehatan Mental dengan sampel sebanyak 39 orang anggota Majelis Taklim. Hasil penelitian memperlihatkan pengaruh adanya kegiatan keagamaan dan dorongan sikap religiusitas sebesar 77,3% terhadap kesehatan mental. Dorongan Religiusitas melalui kegiatan keagamaan memiliki pengaruh terhadap berkurangya kekerasan-kekerasan serta kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Legundi, menjadikan masyarakat taat kepada Allah,menjadikan masyarakat mempunyai rasa optimis untuk menyongsong masa depan, menentramkan hati dan pikiran, serta mendorong masyarakat kuat menghadapi permasalahan dalam kehidupan dengan hati yang tenang, sabar dan tabah. Penelitian dilakukan memakai metode kuantitatif yang mengumpulkan data melalui angka-angka dari hasil survei angket yang disebarkan melalui via google form kemudian dianalisis menggunakan SPSS 21.
PELAKSANAAN KEGIATAN JUM’AT TAQWA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK
Yudi Pratama;
Egi Septian
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v4i2.992
Kegiatan Jum’at Taqwa merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap hari jum’at pagi yang bergerak dibidang keagamaan.Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa tentang ajaran agama.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sedangkan teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif yairu mendeskripsikan data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, angket, serta dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah 4 orang guru sebagai informan dan 45 siswa sebagai respoden angket.Kegiatan Jum’at Taqwa di SMP Seri Tanjung, sudah dilaksanakan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari jadwal kegiatan jum’at taqwa yang sudah berjalan rutin yakni setiap hari jum’at.Kegiatan ini dapat memberi dampak positif bagi siswa diantaranya siswa dapat memperlancar bacaan surah yasin,siswa dapat membaca dzikir dan siswa mendapat nasihat agama.faktor yang menghambat pada kegiatan ini yakni kurangnya kapasitas tempat pelaksanaan, dan masih ada siswa yang belum lancar membaca surah yasin.Namun Usaha terus dibenahi untuk mengatasi permasalahan faktor penghambat tersebut.
KEPEMIMPINAN KONTIGENSI DAN IMPLEMENTASINYA DI LEMBAGA PENDIDIKAN
Natacia Mujahidah;
Novita Wulansari
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v4i2.1166
Kontigensi adalah suatu teori tentang menemukan pemimpin dengan situasi yang tepat. Kepemimpinan kontigensi menganggap bahwa kefeketifan kepemimpinan ditentukan oleh cocok atau tidaknya seorang pemimpin dengan situasi lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi kepemimpinan kontigensi di lembaga pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library reserch dimana peneliti mengkaji dan menelaah berbagai sumber yang ada untuk dijadikan kajian dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah setiap pemimpin akan memimpin dengan cara yang berbeda sesuai situasi dan kondisi yang ada. namun ada tiga hal penting yang tetap harus diterapkan oleh pemimpin yaitu hubungan pemimpin dengan anggota, susuan tugas pemimpin untuk dikerjakan para anggota, dan yang terakhir adalah kekuatan jabatan. Ketiga hal tersebut adalah hal yang harus dimiliki pemimpin.
Pemikiran Pendidikan Islam Prof. H. Muzayyin Arifin, M.Ed dan Relevansinya di Era Modern
Siti Rodhiatun Faizah
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL-ILMI Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Luwuk
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32529/al-ilmi.v4i2.1271
The study explains the Islamic education thinking of Prof. H. Muzayyin Arifin, M.ED. and its relevance in the modern age. His goal is to know the biography of Prof. H. Muzayyin Arifin, M.ED, Islamic education thinking Prof. H. Muzayyin Arifin, M.ED., dan its relevance in the modern age. The study uses library research methods with a descriptive approach. The study of Muzayyin Arifin’s thinking on Islamic education was that the correct science in his view was that it benefited many fields of modern life, both theoretical and practical. The ultimate goal of Islamic education is to achieve happiness in the world and the afterlife. The curriculum is viewed as both comprehensive and integrated with the purpose of Islamic education, as well as covering general and religious science. Educators should use principled methods of education in child-centered, that learners are more important than the educators themselves. The evaluation in Islamic education is the assessment technique on the behavior of learners based on comprehensive standards of accounting for all aspects of both religion and psychological life. The relevance of Islamic education thinking Muzayyin Arifin is in harmony with Indonesia’s rules of education.