cover
Contact Name
Khambali
Contact Email
khambali1989@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
goldenagejournal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 25498371     EISSN : 25805843     DOI : -
Core Subject : Education,
This journal is managed by the Early Childhood Education Teacher Education Study Program which focuses on research results related to early childhood education. This journal is published 2 (two) times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Model Pembelajaran Tari Kreatif untuk Meningkatkan Percaya Diri Anak Usia Taman Kanak-Kanak I Gusti Komang Aryaprasta; Arie Rakhmat Riyadi
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2018): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v2i1.3864

Abstract

AbstractThis research is motivated by the need for the stimulation of early childhood development. Various aspects of child development, including social-emotional learning methods that are appropriate to the characteristics of child development. Confidence in children is an integral part of primary education, especially early childhood education. Various learning approaches should be able to boost it to increase optimally developed. Dance learning that has been identical to train the things that are physiological was identified to have advantages regarding the formation of the child's personality. The purpose of this study is to develop creative dance learning tools that are expected to increase the confidence of children, especially children of kindergarten age (TK). Research method using action research/action research as much as three cycles. Research subjects are kindergarten children consisting of two kindergartens, the kindergarten Labschool UPI and Kartika Candra Gegerkalong Kindergarten. The results of this study in addition to creative dance learning devices are tested, also proves creative dance learning can increase the confidence of kindergarten children.Keywords: Dance, Creative, Creativity, Confidence, Learning, And Kindergarten Children. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan stimulasi perkembangan anak usia dini. Beragam aspek perkembangan anak termasuk sosial-emosional memerlukan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Rasa percaya diri pada anak merupakan bagian penting dalam pendidikan dasar, khususnya pendidikan usia dini. Beragam pendekatan pembelajaran harus mampu mengdongkrak hal tersebut agar meningkat ditumbuh-kembangkan secara optimal. Pembelajaran tari yang selama ini identik melatih hal-hal yang bersifat fisiologis ternyata diidentifikasi memiliki kelebihan dalam hal pembentukan kepribadian anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran tari kreatif yang diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri anak, khususnya anak usia taman kanak-kanak (TK). Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan/ action research sebanyak 3 siklus. Subjek penelitian adalah anak TK Labschool UPI. Hasil penelitian ini selain perangkat pembelajaran tari kreatif yang teruji, juga membuktikan pembelajaran tari kreatif dapat meningkatkan percaya diri anak usia TK. Kata Kunci: tari, kreatif, kreativitas, percaya diri, pembelajaran, dan anak TK.
Peran Guru dalam Menumbuhkan Literasi Melalui Bermain Pada Anak Usia Dini Dianti Yunia Sari
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2017): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v1i2.3316

Abstract

AbstractGrowing literacy in early childhood is strongly influenced by the surrounding environment. Teachers have an important role in growing the literacy in children according to the age stage of its development. Through methods and media in accordance with the literacy, it is expected the child is ready to read and become the figure of active readers in the future. Playing is the most fun and appropriate activity for children to gain experience. The existing phenomenon based on observation, understanding, and knowledge of teachers, in general, is not sufficient in learning literacy and progress of literacy skills development of students. So the impact is the child gets an inappropriate word understanding. Therefore, teachers as teachers, mentors, motivators, facilitators, and mediators should be able to provide full support for the growth and development of literacy in children from an early age.Keywords: Teachers, Literacy, and Early Childhood. AbstrakMenumbuhkan literasi pada anak usia dini sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Guru mempunyai peran penting dalam menumbuhkan literasi pada anak sesuai tahapan usia perkembangannya. Melalui metode dan media yang sesuai dengan literasi, maka diharapkan anak siap untuk membaca dan menjadi sosok pembaca aktif di masa depannya. Bermain merupakan kegiatan yang paling menyenangkan dan sesuai bagi anak dalam memperoleh berbagai pengalaman.  Fenomena yang ada dilapangan berdasarkan observasi, pemahaman dan pengetahuan guru pada umumnya belum mencukupi dalam pembelajaran literasi dan progres pengembangan kemampuan literasi anak didiknya. Sehingga dampaknya adalah anak mendapat pemahaman kata yang tidak tepat. Oleh sebab itu, guru sebagai pengajar, pembimbing, motivator, fasilitator maupun mediator hendaknya dapat memberikan dukungan penuh bagi pertumbuhan dan perkembangan literasi pada anak sejak dini. Kata Kunci:  Guru, Literasi dan Anak usia dini
Penggunaan Lembar Kerja KWL pada Pembelajaran Tematik Terpadu Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Informasi Siswa Kelas 5 SD di Kabupaten Bandung Indonesia Ryan Dwi Puspita; Rully Agung Yudiantara
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2017): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v1i1.2684

Abstract

Abstract This study discusses KWL (Know, Want to know, Learned) worksheets applied in an integrated thematic learning to improve informational text reading comprehension (ITRC) of 5th grade elementary school. The purpose of this study was to examine the effect of the use of KWL worksheets in boosting ITRC of 5th grade when dealing with infomational text. This study applied quasi-eksperiment method. To answer the research question, this study collected data through observation, interviews, parent questionnaires, pre-test and post-test. Sample of 86 students from two elementary schools involved in this study. Findings indicated that there was significant influence on the use of KWL worksheets on ITRC of 5th grade. Statistical result showed that t test of gain of ITRC ability between experiment class and control class at level of significance 0,05 obtained sig = 0,000. The increased performance of experiment classes were supported by many factors namely: teacher intervention, students’ prior knowledge which was related to the topic, students’ process of understanding the text, availability of supporting books related to the topic and the degree of difficulty of the informational text.  Keywords: Elementary School, Informational text, Know, want to know, Learned (KWL) worksheet, Reading comprehension, 5th Grade  Abstrak Penelitian ini membahas tentang lembar kerja KWL pada pembelajaran tematik terpadu untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks informasi. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh penggunaan lembar kerja KWL pada pembelajaran tematik terpadu untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks informasi siswa kelas 5 sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket orang tua, pra tes dan pasca tes. Penelitian ini menggunakan sampel 86 siswa kelas 5 di dua sekolah dasar. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan penggunaan lembar kerja KWL pada pembelajaran tematik terpadu untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks informasi siswa kelas 5 sekolah dasar. Terbukti dengan hasil uji t gain kemampuan membaca pemahaman kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf signifikasi 0,05 diperoleh sig=0,000. Peningkatan yang dihasilkan variatif karena faktor intervensi guru dalam membangun pemahaman siswa terhadap teks, pengetahuan awal siswa terkait dengan tema, ketersediaan buku-buku penunjang terkait dengan tema, dan tingkat kesukaran teks informasi. Kata Kunci: Lembar kerja KWL, membaca pemahaman, siswa kelas 5 sekolah dasar, teks informasi.
Implementasi Strategi Branding Enterpreneur di TK Khalifah Sewon Yogyakarta Ahmad Mushlih
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2018): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v2i2.4292

Abstract

This research was distributed by the large number of schools which are experiencing a shortage of protégé and even to roll the mat so that it needed a strategy to lure the consumers or the public. Education as an effort to educate the nation and also prepare to meet in a mental maturity protégé, it needs to be fed by skills (soft skills), one of which, namely entrepreneurship. This research uses qualitative research type by using the validity of data triangulation technique. As for the results of studies on the implementation of the branding strategy enterpreneur in Sewon Bantul Yogyakarta Caliph Kindergarten: first Brand Positioning (Excellence-excellence as a criterion with other schools, one example i.e. enterpreneur), second, brand identity (including name, logo, jingle, endorser, design, color, web/social media, characters and slogan and tagline), and the third, brand personality (through the figure of the famous people at the same time the founder of Kindergarten Khalifa i.e. Ippo Santoso) Keywords: Branding Strategy, and Enterpreneur. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sekolah yang mengalami kekurangan anak didik dan bahkan sampai gulung tikar sehingga diperlukan strategi untuk memikat hati para konsumen atau masyarakat. Pendidikan sebagai usaha untuk mencerdaskan bangsa dan juga menyiapkan mental dalam menyongsong kedewasaan anak didik, maka perlu dibekali oleh keterampilan (soft skill), salah satunya yaitu kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan keabsahan data triangulasi teknik. Adapun hasil penelitian tentang implementasi strategi branding enterpreneur di TK Khalifah Sewon Bantul Yogyakarta yaitu pertama Brand Positioning (keunggulan-keunggulan sebagai pembeda dengan sekolah lain, salah satu contoh yaitu enterpreneur), kedua, brand identity (meliputi nama, logo, jingle,endorser, desain, warna, web/sosial media, karakter serta slogan dan tagline), dan ketiga, brand personality (melalui sosok tokoh terkenal sekaligus pendiri Tk Khalifa yaitu Ippo Santoso). Kata Kunci: Strategi Branding, dan Enterpreneur.
Perbedaan Pendapat Pembelajaran Prabaca, Pratulis dan Prahitung Bagi Anak Usia Dini Masnipal Masnipal; Arif Hakim
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2018): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v2i1.3855

Abstract

AbstractToday, differences of opinion about learning to read, write, and count for early childhood still occur by many parties. This study aims to obtain an overview of how the opinions and attitudes of principals and kindergarten teachers and RA about reading, writing, and arithmetic learning. This research uses descriptive methods, and data collection is done through interviews and questionnaires. The results of the study indicate (1) the Education Office or Ministry of Religion does not require reading, writing, and arithmetic learning; (2) Most TK and RA carry out reading, writing, and numeracy learning and some others do not implement it; (3) the provision of reading, writing and counting activities in kindergarten and RA is based on the request of parents of students; (4) reading, writing and counting activities in kindergarten and RA are conducted outside of school hours and are private; (5) the implementation of reading, writing and counting activities in kindergarten and RA is carried out by the teacher.Keywords: Opinion, Reading, Writing, and Counting. AbstrakDewasa ini, perbedaan pendapat tentang pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung bagi anak usia dini masih terjadi oleh banyak pihak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana pendapat dan sikap kepala sekolah dan guru taman kanak-kanak dan Raudhatul Atfhal tentang pembelajaran baca, tulis, dan hitung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan (1) Dinas Pendidikan atau Kementrian Agama tidak mewajibkan pembelajaran baca, tulis, dan hitung; (2) Sebagian besar TK dan RA melaksanakan pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung dan sebagian yang lain tidak melaksanakan; (3) pemberian kegiatan baca, tulis, dan hitung di TK dan RA lebih didasarkan atas pemintaan orangtua siswa; (4) kegiatan baca, tulis, dan hitung di TK dan RA dilaksanakan di luar jam pelajaran dan berbentuk privat; (5) pelaksanaan kegiatan baca, tulis, dan hitung di TK dan RA dilakukan oleh guru. Kata Kunci: Pendapat, Prabaca, Pratulis, dan Prahitung
Penggunaan Media Timbangan dalam Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika pada Materi Perkalian Di Kelas II Sekolah Dasar Hani Handayani; Septian Alamsyah
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2017): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v1i2.3384

Abstract

AbstractProblems in this research are low activity and result of student learning. The purpose of this study is to improve student activity and the result of student learning through intermediaries scale on multiplication materials in class II SDN Sukanagara Darmaraja Sumedang District. The research method used is a classroom action research with two cycles of action. In this study, the instrument used is a test with the type of stuffing questions that have been tested for validation and reliability and observation sheet to observe student learning activities. Based on the result of the research, the students' learning activity in cycle I was 73,5% with sufficient criteria and the increase of student learning activity in cycle II was 79,48% with good criterion with a difference of increase that is 5,98%. Similarly, the average learning outcomes of student learning outcomes from the initial data reached in cycle I 62.27 and the second cycle reached 80.58. Keywords: Learning activity, the result of student learning, intermediaries scale. AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa  melalui media timbangan pada materi perkalian di kelas II SDN Sukanagara Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan tindakan sebanyak dua siklus. Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah tes dengan jenis soal isian yang telah diuji validasi dan reliabilitasnya dan lembar observasi untuk mengobservasi aktivitas belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 73,5% dengan kriteria cukup dan terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus II sebesar 79,48% dengan kriteria baik dengan selisih peningkatannya yaitu 5,98%. Begitu pula dengan hasil belajar rata-rata hasil belajar siswa dari data awal mencapai pada siklus I 62,27 dan siklus II mencapai 80,58.Kata Kunci: Aktivitas belajar, hasil belajar, media timbangan. 
Optimalisasi Potensi Perkembangan Anak Usia Dini Melalui Metode Baby Led Weaning (BLW) Ega Asnatasia Maharani; Maulida Maulida
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2017): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v1i1.2682

Abstract

Abstract Baby-Led Weaning (BLW) is an alternative method to introduce complementary foods to infants in which the infant feeds themselves hand-held foods instead of being spoon-fed by an adult. This method has been used widely over the last few years especially in developing countries because the benefits are enormous. A baby whom given a chance to eat from their own hand shows independence, curiosity, and ability to have self-control in which they learn in a fun way. The use of BLW from early stage of life is expected to overcome various behaviour problems in children as well as instill a variety of positive character especially in three domain of human development: cognitive, affective, and psychomotor. However, further research is needed to evaluate the use of BLW method among Indonesian parents. Keywords: Baby-Led Weaning, Early Childhood, and Development  Abstrak Baby-Led Weaning (BLW) merupakan metode alternatif memperkenalkan bayi pada makanan padat dengan cara makan sendiri, alih-alih menggunakan metode tradisional dengan disuapi orang dewasa. Metode ini telah banyak digunakan selama beberapa tahun terakhir terutama di negara-negara berkembang karena memberi manfaat yang sangat luas. Bayi yang diberi kesempatan untuk makan dari tangannya sendiri memiliki pengalaman awal yang berbeda dibanding bayi yang diberi makan dengan cara konvensional. Kemandirian, keingintahuan, hingga kemampuan mengenali dan mengontrol dirinya sendiri adalah ketrampilan yang muncul karena orangtua memberi kebebasan pada bayi untuk mengeksplorasi makanannya sendiri dengan cara yang menyenangkan. Penggunaan BLW sejak dini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai problem perilaku pada anak, sekaligus menanamkan berbagai karakter positif terutama pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotornya. Tulisan ini dimaksudkan memberikan pemahaman lebih komprehensif mengenai BLW, dan mengeksplorasi berbagai bukti ilmiah yang dapat memberikan pengetahuan logis bagi para praktisi, orangtua, maupun guru.  Kata Kunci: Baby-Led Weaning, Anak Usia Dini, dan Perkembangan.
Analisis Kebijakan Pemerintah Purwakarta tentang Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Purwakarta Helmi Aziz
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2018): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v2i1.4167

Abstract

AbstractThe gap between the community and the world of education requires educational reform from time to time without stopping, which is directed at strengthening local values. The purpose of this study was to analyze the regent of Purwakarta's policy regarding the application of local wisdom-based character education in Purwakarta Regency and analyze the social impact of the application of local wisdom-based education in Purwakarta Regency. The research method used is content analysis with a qualitative approach. The results showed that the application of Purwakarta regent's policy on local wisdom-based character education in Purwakarta Regency that was applied in formal educational institutions with special seven-day programs that were well programmed through formal education institutions was able to shape students' character and student life skills.Keywords: Policy, Character Education, Local Wisdom. AbstrakAdanya kesenjangan antara masyarakat dengan dunia pendidikan memerlukan reformasi pendidikan dari waktu ke waktu tanpa henti, yang diarahkan pada penguatan nilai-nilai lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan bupati purwakarta mengenai penerapan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Kabupaten Purwakarta, dan menganalisis dampak sosial penerapan pendidikan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah content analysis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kebijakan bupati Purwakarta tentang pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di Kabupaten Purwakarta yang diterapkan dalam lembaga pendidikan formal dengan program tujuh hari istimewa yang terprogram dengan baik melalui lembaga pendidikan formal, mampu membentuk karakter siswa dan kecakapan hidup siswa.Kata Kunci: Kebijakan, Pendidikan karakter, Kearifan Lokal.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Pendidikan Seksual pada Anak Usia Dini di Sekolah Dasar Kartika VIII-5 Jakarta Selatan Tahun 2014 Legina Anggraeni
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 2 (2017): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v1i2.3383

Abstract

AbstractThere are a few people, especially parents, who care about the sex education of children. They assumed that sex education is prohibited to be taught to children. Even though, early childhood sex education introduces the body parts and their functions to the children and able to prevent them from the crimes of sexual. This study aims to seek the factors associated with the level of parents knowledge of early sex education to the children at Kartika VIII-5 Elementary School, South Jakarta, in 2014. The result indicates that there is a significant relationship between education, social and cultural value, and exposure of information with the level of parents knowledge of sex education. Whereas, the occupation, age, and experience have no significant relationship with the level of parents knowledge of early sex education to the children.Keywords: knowledge, sexual education, children, and parents. AbstrakSedikit sekali masyarakat terutama orang tua yang peduli akan pendidikan seksual pada anak dan beranggapan bahwa pendidikan seksual merupakan hal yang tabu untuk diberikan kepada anak. Padahal pendidikan seksual secara dini bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak anggota tubuh yang dimiliki beserta dengan fungsi-fungsinya. Selain itu, pendidikan seksual juga bertujuan untuk menghindarkan anak dari tindak kejahatan penyimpangan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan orang tua terhadap pendidikan seksual secara dini pada anak di Sekolah Dasar Kartika VIII-5 Jakarta Selatan tahun 2014. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan, nilai sosial budaya dan keterpaparan informasi dengan tingkat penegtahuan orang tua terhadap pendidikan seksual pada anak. Sedangkan pekerjaan, umur, dan pengalaman pendidikan seksual yang pernah diterima oleh orang tua pada masa anak-anak tidak mempunyai hubungan yang bermakna.Kata Kunci : pengetahuan, pendidikan seksual, anak, dan orang tua.
Persepsi Guru tentang Membaca, Menulis, dan Berhitung pada Anak Usia Dini Lutfatulatifah Lutfatulatifah; Slamet Wahyudi Yuliyanto
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 1 (2017): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga.v1i1.2766

Abstract

Abstract There is a huge amount of early childhood education institutions which implement the reading, writing, and counting learning. Their activities are event dominated by the students’ work sheets or the students’work books. The children learning principle, playing while learning or learning while playing, is declined. This study is focused on understanding the teachers’ perceptions toward  reading, writing, and counting learning for early childhood education. The method used in this study was phenomenology. To collect the data, this study employed a semi-structural interview technique. The collected data were then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). It is revealed that there are two kinds of teachers’ perceptions upon the reading, writing, and counting learning in early childhood education, namely the urgency of  reading, writing, and counting, learning which is the reason why teachers implement such learning for early children. Additionally, the teachers hold their own understanding about the achievement of the reading, writing, and counting learning for different groups of age. The learning of reading, writing, and counting is identical with the learning which is academic-oriented and neglects the concept of playing for children. As a consequence, the playing and learning seem two different and separate concepts. Keywords: Reading, Writing, counting, early childhood education, Perception   Abstrak Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menerapkan pembelajaran membaca, menulis dan berhitung tidak sedikit jumlahnya. Bahkan kegiatan didominasi dengan lembar kerja siswa atau buku kerja siswa. Prinsip belajar anak yang bermain sambil belajar atau belajar seraya bermain menjadi terenggut dengan paksa. Fokus penelitian ini untuk memahami persepsi guru tentang pembelajaran membaca, menulis dan berhitung (calistung) pada anak usia dini. Sehingga untuk memahaminya penelitian ini menggunakan metode fenomenologi. Dimana peneliti menggunakan teknik wawancara untuk mengumpulkan data. Peneliti sudah menyiapkan serangkaian pertanyaan namun terbuka, dimana pertanyaan tidak harus berurutan dan dapat dimodifikasi selama wawancara. Setelah data terkumpul, peneliti menganalisis dengan menggunakan Analisis Fenomenologi Interpretatif (AFI). Yang kemudian peneliti menemukan bahwa adanya dua bentuk pemahaman guru terkait pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung dilembaga  PAUD, yakni urgensi membaca, menulis, dan berhitung yang merupakan alasan guru menerapkan pembelajaran calistung pada anak usia dini, serta bagaimana bentuk pembelajaran yang dilakukan pada anak usia dini. Disamping itu guru juga memiliki pemahaman tersendiri terkait pencapain pembelajaran calistung pada kelompok usia yang berbeda. calistung sudah identik dengan pembelajaran yang berorientasi akademik dan malah menghilangkan konsep bermain untuk anak. seolah-olah bermain dan belajar merupakan dua konsep yang berbeda dan terpisahkan. Kata Kunci: Membaca, Menulis, Berhitung,PAUD, Guru, Persepsi. 

Page 2 of 20 | Total Record : 200