cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Dukungan Sosial yang Didapatkan Kaum Gay melalui Aplikasi Blued/Walla Widiasih, Vania Kinanthi; Prasetya, Berta Esti Ari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9046

Abstract

Gay is a sexual orientation which is defined as a man who is physically and emotionally attracted to other men. The rejection that occurred in Indonesia, make gay people have their own communities, especially for special gay matchmaking application called Blued/Walla. The purpose of this study is to understand the form of social support that obtained through the Blued/Walla application. This qualitative research uses a phenomenological approach with data retrieval techniques using one-on-one interviews and questions complied based on four aspects of social support from Sarafino and Smith (2012). The interviews were analyzed by using the coding techniques. The participant of this study were three individuals with gay sexual orientation and actively using the Blued/Walla application who were students at one of the universities in Salatiga. The results of the study suggest that the form of social support obtained by gai people through the Blued/Walla application can be in the form of motivational messages, gift, and advice obtained online or offline. Positive relations were also obtained by participants so that is also had a positive effect on participants. Gay merupakan salah satu orientasi seksual yang diartikan sebagai seorang laki-laki yang memiliki ketertarikan baik secara fisik dan emosional kepada laki-laki lainnya. Penolakan yang terjadi di Indonesia turut membuat para kaum gay memiliki komunitasnya sendiri, salah satunya adalah aplikasi pencari jodoh khusus gay yaitu Blued/Walla. Tujuan penelitian ini untuk memahami bentuk dukungan sosial yang diperoleh kaum gay melalui aplikasi Blued/Walla. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan teknik penggalian data melalui wawancara tipe on-on-one interview dan pertanyaan yang disusun berdasarkan empat aspek dukungan sosial dari Sarafino dan Smith (2012). Analisis data dilakukan dengan menganalisis transkrip wawancara menggunakan teknik coding. Partisipan penelitian ini sebanyak tiga individu dengan orientasi seksual gay dan aktif menggunakan aplikasi Blued/Walla yang juga merupakan mahasiswa pada salah satu Universitas di Salatiga. Hasil penelitian mengemukakan bahwa bentuk dukungan sosial yang diperoleh kaum gay melalui aplikasi Blued/Walla dapat berupa pesan motivasi, pemberian barang, serta nasihat yang diperoleh partisipan secara online mau pun offline. Relasi positif juga diperoleh oleh partisipan sehingga memberikan efek positif pula bagi partisipan. 
Metode Fernald untuk Siswa Lamban Belajar, Apakah Dapat Meningkatkan Kemampuan Membacanya? Claranita, Riskya Prima; Suprapti, Veronika
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8658

Abstract

Reading is important ability that must be mastered by students to be able understand all lessons in school. However, not all students can master reading ability quickly, especially slow learners who have limitation in intellectual capacity, memory skills, and concentration. The purpose of this study was to examine the effect of Fernald Method to improve of reading ability in junior high school students who are slow learners and have early reading problem. The instrument of data collectionwas BINET and informal reading inventory. The methodology of this research is to use single subject experiment and analyze the data using visual graph analysis techniques of pretest and post-test scores.  Fernald method is conducted as many as 6 sessions. The result of the study showed an increase reading ability after being given the intervention. It can be concluded that the Fernald method can be used to improve reading ability in junior high school student with slow learner.Membaca merupakan kemampuan penting yang harus dapat dikuasai siswa agar dapat memahami seluruh pelajaran di sekolah. Namun, tidak semua siswa dapat menguasai kemampuan membaca dengan cepat khususnya siswa lamban belajar yang memiliki keterbatasan dalam kapasitas intelektual, daya ingat, dan konsentrasi. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh dari metode fernald dalam meningkatkan kemampuan membaca pada anak dengan lamban belajar dan memiliki permasalahan pada kemampuan membaca awal. Subjek pada penelitian ini ialah siswa SMP X dengan lamban belajar dan memiliki permasalahan pada kemampuan membaca awal. Metode penelitian ialah single-subject experiment dan teknik analisis menggunakan analisis grafik skor pretest dan post-test. Instrumen pengumpulan data yang digunakan ialah BINET dan tes informal membaca. Metode fernald diberikan sebanyak 6 sesi. Hasil dari penelitian menunjukan terjadi peningkatan kemampuan membaca  setelah diberikan intervensi. Dapat disimpulkan bahwa metode fernald dapat meningkatkan kemampuan membaca pada siswa SMP dengan lamban belajar.
Work Engagement Petugas Laboratorium Kesehatan Putri, Vania Sayyidah Wahyu Adib; Batubara, Megawati
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9058

Abstract

Findings suggested that health laboratory workers were faced with quite high job demands but still felt a positive situation related to their welfare at work during the pandemic. This condition refers to the concept of work engagement. Thus, this study aims to examine the level of work engagement of laboratory workers during Covid-19 pandemic. A descriptive study was conducted on a random sample of 33 laboratory workers who are included in the Covid-19 team. Data were collected via online self-administered questionnaire using the Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17). Results showed that generally laboratory workers (60.6%) had a very high level of work engagement (M = 78.21). Based on the dimension of work engagement, the highest average score was vigor (M = 27.09), compared to dedication (M = 25.64) and absorption (M = 25.49). It is concluded that laboratory workers are very engaged in their work by having a positive perception of their work with a very high energy level, dedication, and involvement in work. Salah satu tenaga kesehatan yaitu petugas laboratorium kesehatan dihadapkan dengan tuntutan pekerjaan yang cukup tinggi namun masih merasakan keadaan positif yang berhubungan dengan kesejahteraannya dalam bekerja selama masa pandemi. Kondisi ini mengacu pada konsep work engagement. Penelitian ini berbentuk penelitian non-eksperimental deskriptif kuantitatif untuk melihat gambaran work engagement petugas laboratorium kesehatan. Penelitian ini dilakukan terhadap 33 petugas laboratorium kesehatan yang termasuk dalam Tim Covid-19 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring dengan alat ukur Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17). Hasil penelitian menunjukkan secara umum petugas laboratorium kesehatan (60,6%) memiliki tingkat work engagement yang sangat tinggi (M = 78,21) selama pandemi Covid-19. Berdasarkan dimensinya, skor rata-rata paling tinggi adalah dimensi vigor (M = 27,09) dibandingkan dengan dimensi dedication (M = 25,64) dan absorption (M = 25,49). Penelitian ini menyimpulkan bahwa petugas laboratorium kesehatan memiliki keterikatan yang sangat tinggi dengan pekerjaan mereka dengan memiliki persepsi yang positif dengan pekerjaannya dengan energi, dedikasi, dan keterlibatan terhadap pekerjaan yang sangat tinggi.
Pemulihan Hidup Mantan Pecandu Narkoba: Studi Resiliensi dengan Penyesuaian Diri Tiara Natania Rantelaen; Arthur Huwae
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8324

Abstract

Adjustment is the ability to plan and organize responses in such a way that one can control or respond to all kinds of conflicts, life difficulties, and frustrations efficiently. To continue to adapt, it takes the ability to survive in difficult circumstances. Individuals who can stay in the face of adversity are resilient. Resilience is very much needed in former drug addicts so that they can help them adjust to their new environment, and not slump and cause depression, prolonged sadness, and even suicide. This study aims to determine the relationship between resilience and personal adjustment among former drug addicts. The method used is correlational quantitative. A total of 34 former drug addicts became participants using the snowball sampling technique. The scale used consists of two scales, namely, the resilience scale (α = 0.903) and the personal adjustment scale (α = 0.910). The study's results prove that there is a significant positive relationship between resilience and personal adjustment with a value of r = 0.866 and a significance of 0.000 (p < 0.01). These results indicate that resilience is one of the factors associated with the increased personal adjustment of former drug addicts. Penyesuaian diri merupakan kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisir respon-respon sedemikian rupa, sehingga bisa menguasai atau menanggapi segala macam konflik, kesulitan masalah hidup, dan frustasi-frustasi dengan cara yang efisien. Untuk dapat terus menyesuaikan diri, diperlukan kemampuan untuk bertahan hidup dalam keadaan yang sulit. Individu yang dapat bertahan menghadapi kesulitan adalah individu yang resilien. Resiliensi sangat dibutuhkan pada mantan pecandu narkoba agar dapat membantunya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, tidak terpuruk dan mengakibatkan depresi, sedih berkepanjangan, dan sampai menuju tindakan bunuh diri. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan penyesuaian diri pada mantan pecandu narkoba. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Sebanyak 34 orang mantan pecandu narkoba yang menjadi partisipan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Skala yang digunakan terdiri dari dua skala yaitu, skala resiliensi (α = 0,903) dan skala penyesuaian diri (α = 0,910). Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif signifikan antara resiliensi dengan penyesuaian diri dengan nilai r = 0,866 dan signifikansi 0,000 (p < 0,01). Hasil ini mengindikasikan bahwa resiliensi menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya kemampuan penyesuaian diri dari mantan pecandu narkoba.
Adaptasi Alat Ukur Parental Authority Questionnaire Revised (PAQ-R) untuk Orang Tua Dengan Anak Usia 2-18 Tahun Darmagita, Shadira Fianni; Susanto, Hery
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8676

Abstract

Parenting is still an essential discussion for parents. Each parent has their own way of carrying out their children. This study aims to adapt the Parental Authority Questionnaire Revised (PAQ-R) measurement tool into the Indonesian version. PAQ-R is a measuring tool developed based on Baumrind's theory of parenting which consists of three dimensions, namely authoritarian, permissive, and authoritative with a total of 30 items. Participants in this study involved 262 parents, 104 fathers and 158 mothers. Participants were selected using the snowball sampling technique. The reliability of the instrument was estimated using Cronbach's Alpha which was  0.70, indicating good internal consistencyThe method of factor analysis used in this research is confirmatory factor analysis (CFA) through the lisrel 8.80 program. Based on calculations using the CFA method, it concluded that all dimensions require modification of the measurement model to obtain a fit value. Pengasuhan masih menjadi pembahasan yang esensial bagi para orang tua. Setiap orang tua memiliki caranya masing-masing dalam menjalankan pengasuhan anak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi alat ukur Parental Authority Questionnaire Revised (PAQ-R) ke dalam versi Bahasa Indonesia. PAQ-R merupakan alat ukur yang dikembangkan berdasarkan teori dari Baumrind mengenai pola asuh orang tua yang terdiri dari tiga dimensi, yaitu authoritarian, permissive, dan authoritative dengan jumlah total sebanyak 30 items. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan 262 orang tua, 104 ayah dan 158 ibu. Pemilihan partisipan menggunakan teknik snowball sampling. Reliabilitas alat ukur dihitung melalui Cronbach’s Alpha menghasilkan nilai sebesar 0.70, menunjukkan konsistensi internal yang baik Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah confirmatory factor analysis (CFA) melalui program lisrel 8.80. Berdasarkan perhitungan dengan metode CFA dapat disimpulkan bahwa semua dimensi memerlukan modifikasi model pengukuran untuk dapat memperoleh nilai fit.
Dukungan Keluarga dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Aulia, Lailatuzzahro Al-Akhda; Kelly, Estalita; Zuhri, Ahmad Sarifudin
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8558

Abstract

Education has a very important role for the advancement of a nation. The pandemic period that occurred had an impact on all aspects of life, one of them in education. It is undeniable that the online learning system implemented has an impact on student learning motivation. Learning motivation will provide enthusiasm so the student will be know the direction of learning. The phenomenon of low learning motivation which is increasing during pandemic has finally become important to discuss. The purpose of this research is to determine the role of family support on student’s learning motivation during pandemic. The research method is quantitative method. The research variables were measured using psychological scale, there is learning motivation scale consists of 26  items with a reliability coefficient of  0,743 and family support scale consists of 30 items with a reliability of 0,880. The research subjects were 75 respondents who were taken using the accidental sampling technique. The data obtained were analyzed using simple regression analysis. Data analysis results showed F = 14,339 with p = 0,00 which means that there is a role of family support on students’ learning motivation, with a contribution of 16,4%. Coefficient of regression is positive, so it can be concluded that family support has a positive effect on increasing learning motivation.Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Masa pandemi yang terjadi memberikan dampak pada seluruh aspek kehidupan, salah satunya dalam pendidikan. Tidak dapat dipungkiri jika sistem pembelajaran daring yang diterapkan memberikan dampak kepada motivasi belajar siswa. Adanya motivasi akan memberikan semangat sehingga siswa akan mengetahui arah belajar. Fenomena motivasi belajar rendah yang semakin meningkat di masa pandemi ini pada akhirnya menjadi penting untuk dibahas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peran dukungan keluarga terhadap motivasi belajar siswa di masa pademi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Variabel penelitian diukur dengan menggunakan skala psikologi yaitu skala motivasi belajar yang berjumlah 26 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,743 dan skala dukungan keluarga yang berjumlah 30 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,880. Subjek penelitian adalah 75 responden yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil analisa data menunjukkan F = 14,339 dengan p = 0,000, artinya ada peran dukungan keluarga dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, dengan sumbangan sebesar 16,4%. Koefisien korelasi bernilai positif, dapat disimpulkan jika dukungan keluarga memberikan pengaruh secara positif dalam meningkatkan motivasi belajar.
Are Team Building Interventions Still Relevant? Perwira, Luqman Tifa; Widarnandana, I Gde Dhika
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8723

Abstract

Team building intervention is one form of intervention that is very popular in the world of organizational development practice. But unfortunately, empirically reported results often show inconsistency. This is because team building does not yet have a widely agreed theoretical construct. The inconsistency of the theoretical constructs that underlie the preparation of the modules used makes it difficult for researchers to evaluate the effectiveness of this intervention. This article attempts to offer a theoretical study of the formulation of team building and team training based on previously written articles. The formulation of the development intervention team described in this article is expected to be the theoretical basis for team development interventions in the next practical realm so that they can be more accountable in terms of concepts and methods to be able to provide more consistent results. Furthermore, it is necessary to prove empirically whether this formulation can be proven to improve various components of the team effectiveness indicators in field studies. Intervensi team building merupakan salah satu bentuk intervensi yang sangat popular dalam dunia praktek pengembangan organsasi. Namun sayangnya, secara empiris hasil yang dilaporkan kerap menunjukkan ketidakkonsistenan. Hal tersebut disebabkan team building belum memiliki konstruk teoritik yang disepakati secara meluas. Ketidakkonsistenan konstruk teoritik yang melandasi penyusunan modul yang digunakan menyebabkan sulit bagi peneliti untuk mengevaluasi efektivitas intervensi ini. Artikel ini berusaha untuk menawarkan studi teoritis mengenai rumusan team building dan team training yang didasarkan pada artikel-artikel yang telah dituliskan sebelumnya. Rumusan team development intervention yang dipaparkan dalam artikel ini diharapkan dapat menjadi  dasar teoritik bagi intervensi-intervensi pengembangan tim di ranah praktis berikutnya agar dapat lebih dipertanggungjawabkan secara konsep maupun dan metode sehingga mampu memberikan hasil yang lebih konsisten. Selanjutnya, perlu pembuktian secara empiris apakah rumusan ini dapat terbukti meningkatkan berbagai komponen indikator efektivitas tim dalam studi lapangan.
Urutan Kelahiran dan Bullying Lutfi Arya; Andi Maulida Rahmania
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8809

Abstract

Bullying between students that occurs in schools is a very worrying phenomenon for psychologists, teachers and families in many countries including Indonesia. This study aims to find out differences in bullying behavior in adolescents in terms of birth order. According to Adler, birth order and interactions within the family are related to a variety of psychological and social factors. The research subjects were 96 adolescents who had birth order as the eldest child, middle child, youngest child and only child, using purposive sampling technique. The scale used is adolescent peer relations from Parada, to measure the frequency of bullying. The data analysis technique used the Mann Whitney u-test. The results showed that there was no difference in the average bullying behavior of the eldest child and middle child (sig 0.341 < 0.05), the eldest child and youngest child (sig 0.277 < 0.05), the eldest child and only child (sig 0.330). < 0.05), middle child with youngest child (sig 0.077 < 0.05), youngest child with only child (sig 0.901 < 0.05). Meanwhile, in middle and only children, there was a difference in average bullying behavior (sig 0.043 < 0.05). The results of this study can be used as a basis for designing bullying prevention programs based on birth order. Bullying antarsiswa yang terjadi di sekolah merupakan fenomena yang sangat mengkhawatirkan psikolog, guru dan keluarga di banyak negara termasuk di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku bullying pada remaja ditinjau dari urutan kelahiran. Menurut Adler, urutan kelahiran dan interaksi dalam keluarga berkaitan dengan berbagai faktor psikologis dan sosial. Subjek penelitian berjumlah 96 remaja yang memiliki urutan kelahiran sebagai anak sulung, anak tengah, anak bungsu dan anak tunggal, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Skala yang digunakan adalah adolescent peer relation dari Parada, untuk mengukur frekuensi bullying. Teknik analisis data menggunakan mann whitney  u-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata perilaku bullying pada remaja anak sulung dengan anak tengah (sig 0,341 < 0,05), anak sulung dengan anak bungsu (sig 0,277 < 0,05), anak sulung dengan anak tunggal (sig 0,330 < 0,05), anak tengah dengan anak bungsu (sig 0,077 < 0,05), anak bungsu dengan anak tunggal (sig 0,901 < 0,05). Sedangkan pada remaja anak tengah dan anak tunggal, terdapat perbedaan rata-rata perilaku bullying (sig 0,043 < 0,05). Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar perancangan program prevensi bullying berdasarkan urutan kelahiran
Penganiayaan Masa Kecil dan Gangguan Stress Pasca Trauma Pada Perempuan Dewasa Imanina, Rizikita; Surjaningrum, Endang Retno
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9564

Abstract

Post-traumatic stress disorder (PTSD) is a chronic disorder that harms individuals psychologically and physically. 38% of PTSD onset in girls occurs in childhood before the age of 12 years, most of them develop PTSD symptoms after experiencing domestic violence and/or sexual violence. This article aims to describe PTSD’s case in TR, adult, women, aged 21 years, by interviews, observations, and psychological tests i.e graphic test (DAP, BAUM & HTP), The Thematic Apperception Test (TAT), Sacks Sentence Completion Test (SSCT), and informal test. The result showed that PTSD criteria on TR met the criteria based on the DSM-5. Childhood maltreatment occurs during parenting from the mother, as well as the experience of sexual violence by her brother, develop negative self-worth and insecurity that impact self-appreciation. TR’s condition develops the discrepancy between ideal self and real self, that impact on TR’s daily functions. Gangguan stres pasca trauma (PTSD) merupakan gangguan kerusakan kronik yang membahayakan individu secara psikologis dan fisik. 38% onset PTSD pada perempuan terjadi pada masa kanak-kanak sebelum usia 12 tahun, sebagian besar mengembangkan simtom PTSD setelah mengalami kekerasan domestik dan atau kekerasan seksual. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kasus PTSD pada TR, dewasa, perempuan, usia 21 tahun, mulai dari wawancara, observasi dan tes psikologi yang terdiri dari tes grafis (DAP, BAUM & HTP), The Thematic Apperception Test (TAT), Sacks Sentence Completion Test (SSCT), dan tes informal. Hasil menunjukkan bahwa TR memenuhi kriteria PTSD berdasarkan DSM-5. Kekerasan yang terjadi selama pengasuhan dari ibu, serta pengalaman pelecehan seksual yang dilakukan oleh kakak kandung, mengembangkan rasa ketidakberhargaan diri serta rasa aman yang memengaruhi penghayatan kehidupan diri pada TR di usia dewasa. Kondisi ini kemudian memengaruhi pembentukan konsep diri yang negatif, kesenjangan antara diri yang ideal dengan diri yang sesungguhnya, yang berdampak pada keberfungsian TR sehari-hari.
Implementasi Pelatihan Konseling Sebaya dalam Meningkatkan Empati Remaja Calon Konselor Panti Asuhan Aisyiyah Sari, Mery Retrofita; Hartini, Nurul
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9592

Abstract

Teenagers at orphanages have a greater risk of psychological problems than teenagers who live at home. Orphanage youth tend to harbor their problems and prefer to tell stories with their peers rather than with caregivers. So, it is necessary for teenagers to train themselves so they can become counselors who can help each other and themselves. This study aims to see the effectiveness of peer counselor training to increase empathy for peer counselor candidates. This research was quasi-experimental research by measuring pre-post by using one group. The number of participants in this study were 4 people where the selection of subjects used purposive sampling based on the characteristics of adolescents. The instrument used was the Interpersonal Reactivity Index. The results showed that there was no significant difference in the results of peer counseling training between before and after the experiment was conducted, pre (M= 82.5, SD= 3.32) and post (M= 86.5, SD= 2.62), p = 0.098 (p<0.05). However, based on the results of observations, it shows that their skills have increased in effective listening skills, and developing emotional literacy. Para remaja panti asuhan memiliki resiko permasalahan psikologis lebih besar dibandingkan dengan remaja yang tinggal dirumah. Para remaja panti asuhan cenderung memendam permasalahan mereka dan lebih suka bercerita dengan sebaya mereka dibandingkan dengan para pengasuh. Sehingga perlu untuk para remaja melatih diri agar dapat menjadi konselor yang nantinya dapat membantu satu sama lain dan dirinya sendiri. Penelitian  ini bertujuan untuk melihat efektivitas dari pelatihan konselor sebaya untuk meningkatkan empati para calon konselor sebaya. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi dengan mengukur pre-pos dengan menggunakan satu kelompok. Jumlah peserta pada penelitian ini adalah 4 orang dimana pemilihan subjek menggunakan purposive sampling berdasarkan karakteristik usia remaja. Instrumen yang digunakan adalah Interpersonal Reactivity Index. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan hasil pelatihan konseling sebaya antara sebelum dan sesudah eksperimen dilakukan, pre (M= 82.5, SD= 3.32) dengan hasil post (M= 86.5, SD= 2.62), p = 0.098 (p<0.05). Namun, berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa ketrampilan mereka mengalami peningkatan pada ketrampilan mendengarkan efektif dan mengembangkan literasi emosional. 

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue