cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Pengembangan dan Validasi Skala Keberfungsian Keluarga Menggunakan Analisis Faktor Konfirmatori Apriliawati, Denisa; Saputro, Muhammad Riski; Fadhilah, Inayatul; Putra, Megantara; Ashary, Aisyah Ihza; Vebryana, Lukluk Chaeratunnisya
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8264

Abstract

Family functioning is a pivotal factor influencing child’s problems including mental, behavioral, and developmental disorder. This study aimed to assemble and validate family functioning scale using confirmatory factor analysis. The research was done on 134 late adolescences, age ranges were between 18-22 y.o. Family functioning scale was developed from the process model of family functioning which has seven components i.e., task accomplishment, role performance, communication, affective expression, affective involvement, control, and value and norm. The result shows that all components have significant factor loadings, and the scale is reliable. However, the data has shown that the model is not fit enough indicated by underperformed CFI. TLI, and RMSEA. Suggestions for future development were discussed.Keberfungsian keluarga merupakan faktor penting dalam mengatasi permasalahan-permasalahan anak seperti gangguan mental, perilaku, dan perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan memvalidasi skala keberfungsian keluarga menggunakan analisis faktor konfirmatori. Penelitian dilakukan terhadap 134 remaja akhir dengan rentang usia 18-22 tahun. Instrumen skala keberfungsian keluarga dikembangkan berdasarkan teori proses keberfungsian keluarga yang memiliki tujuh komponen yaitu pencapaian tugas, kinerja peran, komunikasi, ekspresi afektif, keterlibatan afektif, kontrol, dan nilai serta norma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua komponen memiliki Factor Loading yang signifikan dan skala bersifat sangat reliabel. Hanya saja, skala belum menunjukkan model fit yang cukup karena nilai CFI, TLI, dan RMSEA yang belum mencapai standar. Saran untuk perkembangan penelitian ini telah didiskusikan.
Efektifitas Social Skills Training (SST) Untuk Mengurangi Intensitas Bullying Pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Rianda Elvinawanty; Yesika Situmorang; Fransiscus Fery Anto Silaen; Martogi Maristella Enjeli Naibaho; My Dora Sinambela; Fernanda Advenlia Samosir
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8834

Abstract

The study had a goal to see if a social skills training training had an impact to reduce the intensity of the bullying on the privately-jambi students. This research is a type of experimental experimental research. Data obtained through Shapiro wilk's normality test. The technical analysis of this research is quantitative. Quantitative analysis USES non-parametris test technical mann Whitney u test which is used to measure whether there is an average value difference between two independent sample groups and wilcoxon test, to test the differences in the distribution of two separate sample groups in pairs. With the help of the SPSS program (statistical product and service solution) version 25. Based on the research that has been done, the results show that social skills training can effectively reduce bullying behavior in the experimental group rather than the control. There is a significant difference in scores in the pretest and posttest the experimental group and the control group. The experimental group realized that bullying behavior could be avoided by expressing feelings openly, controlling emotions and giving good responses.Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk melihat apakah pelatihan social skills training memiliki dampak untuk mengurangi intensitas bullying pada siswa SMK Swasta Jambi Medan. Penelitian ini ialah jenis penelitian eksperimen dengan true-eksperimental design. Data diperoleh melalui uji normalitas Shapiro Wilk. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji non parametris yaitu teknis analisis Mann Whitney U Test yang digunakan untuk mengukur ada tidaknya perbedaan nilai rata-rata dua kelompok sampel yang saling independent, dan Wilcoxon test, untuk menguji perbedaan distribusi dua kelompok sampel yang berpasangan. Dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 25. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa pelatihan social skills training secara efektif dapat menurunkan perilaku bullying pada kelompok eksperimen daripada kontrol. Terdapat perbedaan skor yang signifikan pada pretest dan posttest kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menyadari bahwa perilaku bullying dapat dihindari dengan menyampaikan perasaan secara terbuka, mengontrol emosi dan memberi respon yang baik.
Analisis School Well Being Pada Remaja di Lokasi Pengungsian Kabupaten Lumajang Melalui Logoanalis Pasca Erupsi Gunung Semeru Ferianto, Ferianto; Erwan Syah, Muhammad; Suwarno, Suwarno
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9204

Abstract

As a result of the Mount Semeru eruption disaster, disaster victims experience a crisis of the meaning of life for adolescents while taking meaningful learning and affecting their level of spirituality. The meaning of life alone makes a significant contribution to adolescent spirituality. Learning from experience in the form of the psychospiritual impact of the disaster, it is necessary to make efforts to reduce the bad risks due to disasters, especially those that are preventive in nature, namely the logoanalysis program. The purpose of this research is to analyze school wellbeing in youth staff through logoanalysis. This research method is action research with an experimental type with One Group Pretest-Posttest and a research sample of 30 people. Data collection was carried out using the Psychological Preparedness Scale for Disasters and analyzed using the paired sample t-test. The results showed that after the training the average score of positive affect level of School Well Being in Adolescents at the Lumajang Regency Refugee Site after the treatment had increased from 18.70 to 23.10. The conclusion is that there is a significant difference regarding the decrease in negative affect on respondents before and after treatment.Akibat dari bencana erupsi Gunung Semeru telah membuat korban bencana mengalami krisis makna hidup bagi remaja saat menempuh belajar yang berarti serta mempengaruhi tingkat spiritualitas yang dimiliki. Makna hidup sendiri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap spiritualitas remaja. Belajar dari pengalaman berupa dampak psikospiritual dari bencana tersebut, perlu dilakukan usaha-usaha untuk mengurangi resiko buruk akibat bencana terutama yang bersifat preventif yaitu program logoanalisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisa school wellbeing pada tenaga remaja melalui logoanalisis. Metode Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) dengan jenis eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest dan sampel penelitian berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Kesiapan Psikologis terhadap Bencana dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah pelatihan terjadi skor rata-rata tingkat afek positif School Well Being Pada Remaja di Lokasi Pengungsian Kabupaten Lumajang setelah dilakukan perlakuan mengalami kenaikan dari 18.70 menjadi 23.10. Ada perbedeaan yang signifikan terkait penurunan afek negatif pada responden sebelum dan setelah perlakuan.
9 Box Model Talent Management: Potential Review Assessment on Bank Employees Widnyanadita, Ketut Ayu Pratithi; Syarifah, Dewi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.9559

Abstract

Potential review individual assessment research is carried out as a form of talent management activity to obtain a comprehensive picture of the subject's potential and what competencies that still need to be developed. The tool used to determine potential competencies and their current and long-term contribution to the organization is the 9-box model. The subjects in this study were 1 person who was an employee at PT Bank X. The subject had just served as a Corporate Culture Supervisor. This study used two data collection methods, the test method (psychological test kits and work samples) and non-test (interview). Data were analyzed using descriptive analysis and qualitative analysis. The results of the study show that in the 9-box model analysis, the subject is included in the "future star" category, which is in the range of moderate performers and high potential in the talent pool of PT Bank X. This proves that the subject is a potential cadre to occupy the position of Corporate Culture Supervisor at PT Bank X. Penelitian asesmen individu potential review dilakukan sebagai bentuk kegiatan talent management untuk memperoleh gambaran secara komprehensif mengenai potensi yang dimiliki oleh subjek serta kompetensi apa yang masih perlu untuk dikembangkan. Tools yang digunakan untuk menentukan potensi kompetensi dan kontribusi mereka saat ini dan jangka panjang bagi organisasi adalah 9-box model. Subjek pada penelitian ini sebanyak 1 orang yang merupakan karyawan pada PT Bank X. Subjek baru saja menjabat sebagai Penyelia Corporate Culture. Penelitian ini menggunakan dua metode pengumpulan data, yaitu metode tes (alat tes psikologi dan work sample) dan non tes (wawancara). Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam analisis 9-box model, subjek termasuk dalam kategori “future star”, yang berada pada rentang moderate performer dan high potential dalam talent pool PT Bank X. Hal tersebut membuktikan bahwa subjek termasuk kader potensial untuk menduduki jabatan Penyelia Corporate Culture pada PT Bank X.
Improving the Ability to Wear Socks in Autistic Children Through Behavior Modification Interventions Hutomo, Lysandra; Wulandari, Primatia Yogi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.9332

Abstract

Self-care, cleaning, dressing, and eating skills are the basic skills needed by autistic individuals to achieve independence and improve the quality of life. Apart from focusing on improving certain behaviors, interventions for autistic children also have an impact on stress disorders for both autistic children and their families. This study aims to improve the ability to wear socks in autistic children through behavior modification interventions. The subject of this study was a six-year-old boy who was diagnosed with autism. This type of research used Single Subject Research (SSR) with an A-B-A design consisting of baseline 1, intervention, and baseline 2. The techniques of behavior modification intervention used were forward chaining, prompting, and positive reinforcement. The intervention lasted for nine sessions with five trials in each session. The intervention began with two baseline 1 sessions, five intervention sessions, and ended with two baseline 2 sessions. The results showed an increase in the ability to wear socks independently in autistic children through behavior modification interventions. Keterampilan perawatan diri, kebersihan, berpakaian dan makan merupakan seperangkat keterampilan dasar yang dibutuhkan individu autisme untuk mencapai kemandirian dan meningkatkan kualitas hidup. Selain berfokus pada peningkatan perilaku tertentu, intervensi pada anak autis pun berdampak pada pengurangan stress baik bagi anak autis hingga keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memakai kaos kaki pada anak autis melalui intervensi modifikasi perilaku. Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak laki-laki berusia enam tahun yang didiagnosis autis. Jenis penelitian ini menggunakan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A yang terdiri dari baseline 1, intervensi, dan baseline 2. Teknik dari intervensi modifikasi perilaku yang digunakan adalah forward chaining, prompting, dan positive reinforcement. Intervensi berlangsung selama sembilan sesi dengan lima kali percobaan di setiap sesinya. Intervensi diawali dengan dua sesi baseline 1, lima sesi intervensi, dan diakhiri dengan dua sesi baseline 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan memakai kaos kaki secara mandiri pada anak autis melalui intervensi modifikasi perilaku.
Fast Tempo Increases Attention: The Effect of Music Tempo on Attention Aulia Diaz Kinanti; Chyntia Maharani; Dyah Anggi Syahputri; Aditya Yogiswara; Ellyana Dwi Farisandy
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.8924

Abstract

Music is an inseparable part of daily activities, one of which is student activities. Attention is an effort in mental processes to focus and pay attention to a particular object effectively and selectively. This study aims to see how fast and slow music tempos can affect students' attention, especially during this pandemic. This study used a between-subject design with three groups; One control group and two experimental groups. A total of 36 participants are students. The Concentration Grid Test is used as the measuring instrument. The results of the Kruskal-Wallis test showed a value of p = 0.040, p <0.05. The post-hoc analysis results showed that participants who listened to pop instrumental music with a fast tempo had a significantly higher score than those without music (p=0.042, MD=-1.083) and with a slow tempo (p=0.007, MD=1.583). There was no significant difference between no music with a slow tempo (p=0,229, MD=0,500). This result shows that the music tempo is not distracting and can increase students' attention.Musik menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, salah satunya dalam kegiatan yang dilakukan mahasiswa. Atensi merupakan usaha dalam proses mental yang dilakukan untuk memfokuskan dan memperhatikan suatu objek tertentu secara efektif dan selektif.  Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana musik dengan tempo cepat dan lambat mampu memengaruhi atensi mahasiswa, terutama selama masa pandemik. Penelitian ini menggunakan desain between subject dengan tiga kelompok, satu kelompok kontrol dan dua kelompok eksperimen. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 36 mahasiswa dan alat ukur yang digunakan adalah Concentration Grid Test. Hasil uji beda pada perhitungan Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p = 0,040, p < 0,05. Hasil analisis post-hoc menunjukkan bahwa partisipan yang mendengarkan musik pop instrumental dengan tempo cepat memiliki skor yang secara signifikan lebih tinggi daripada tanpa musik (p=0,042, MD=-1.083) dan tempo lambat (p=0.007, MD=1,583), tetapi antara tanpa musik dengan tempo lambat tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,229, MD=0,500). Hasil ini menunjukkan bahwa tempo musik tidak menjadi sebuah distraksi, melainkan mampu meningkatkan atensi mahasiswa saat melakukan kegiatan kognitif.
Designing Competency-Based Career Paths: Organizational Strategies for Retaining High-Performing Employees Mushthofa, Muhammad Abduh; Handoyo, Seger
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.9643

Abstract

It is very important for organizations today to acquire and retain high performing employees. This is because the knowledge and competence they have is the capital for the organization to maintain a competitive advantage. PT. MPM, a distributor company for Honda motorcycles, is currently facing a situation where employees who resign complain that the company's career development policies are unclear. This research is an organizational development assessment and intervention. The method used in this study is the research and development method in which organizations produce products to improve organizational performance. In this research, the resulting product is a competency-based career path. This competency-based career path is expected to answer the employee's need for a transparent career development policy. On the other hand, this career path can also be the basis for organizations in implementing the competency development required by a position.Sangat penting bagi organisasi di masa ini untuk memperoleh dan mempertahankan karyawan dengan kinerja yang tinggi. Hal ini dikarenakan pengetahuan dan kompetensi yang mereka miliki merupakan modal bagi organisasi untuk mempertahankan keunggulan kompetitif. PT. MPM sebuah perusahaan distributor motor merk Honda saat ini menghadapi situasi di mana karyawan yang resign mengeluhkan kebijakan pengembangan karir di perusahaan yang dirasa tidak jelas. Penelitian ini merupakan asesmen dan intervensi pengembangan organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode research and development di mana organisasi menghasilkan produk untuk peningkatan kinerja organisasi. Dalam penelirtian ini, produk yang dihasilkan berupa jalur karir berbasis kompetensi. Jalur karir berbasis kompetensi ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan karyawan akan kebijakan pengembangan karir yang transparan. Di sisi lain, jalur karir ini juga dapat menjadi dasar bagi organisasi dalam implementasi pengembangan kompetensi yang dibutuhkan oleh sebuah jabatan.
Women's Career Challenges: Work-Family Balance and Turnover Intentions in Working Women Putro, Taufik Achmad Dwi; Agnesia, Tenya Ika; Qomariyah, Oom
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.9333

Abstract

This study aims to examine the role of work-family balance on turnover intentions in working women. The Work-Family Balance Scale and Turnover Intention Scale were used to obtain data from 102 female participants who worked in the formal sector and were married. The data were then analyzed using the linear regression method. The results showed that the value of F = 20,044 with p<0.001, so it can be interpreted that work-family balance significantly affects turnover intention in working women. The coefficient of determination (R2) produced is 0.167, which means that the effective contribution of work-family balance to the turnover intention of working women is 16,7%, while the relationship between work-family balance and turnover intention among working women is negative. Based on the results of this study, companies that have woman employees are advised to provide flexibility and comfort so that they can balance their roles at work and in the family well to reduce their turnover intention. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran work-family balance terhadap intensi turnover pada wanita bekerja. Skala Work-Family Balance dan Skala Intensi Turnover digunakan untuk mendapatkan data dari 102 partisipan wanita yang bekerja di sektor formal dan sudah atau pernah menikah. Data tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan metode regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F = 20,044 dengan p<0.001 sehingga dapat diartikan bahwa work-family balance memiliki peran yang signifikan terhadap intensi turnover pada wanita bekerja. Koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan adalah sebesar 0,167 yang berarti bahwa kontribusi work-family balance terhadap intensi turnover sebesar 16,7%. Sementara itu, hubungan antara work-family balance terhadap intensi turnover wanita bekerja adalah negatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, perusahaan yang memiliki karyawan wanita disarankan untuk memberikan keleluasaan dan kenyamanan pada karyawannya agar dapat menyeimbangkan peran mereka di tempat kerja dan dalam keluarga dengan baik untuk mengurangi intensi turnover.
Prejudice and the Child in Conflict with the Law: The Role of the Authoritarian Personality Septianeke, Ocha Ayu; Rahayu, Yusti Probowati; Ayuni, Ayuni
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.8951

Abstract

The purpose of this research was to explore the relationships between authoritarian personality and prejudice toward juvenile offender. The participant selection using purposive sampling with participant’s criterian was middle adulthood who lived in Mojongapit Indah Jombang (n = 66). Those location was selected with the consideration that it is located in the same area as the Rumah Hati shelter, a mentoring house for juvenile offender. Data then collected using authoritarian personality and prejudice toward juvenile offender questionnaires designed by researchers based on Altemeyers right-wing authoritarian theory and prejudice by Myers. The results of analysis using Pearson Product-Moment Correlation indicate that there is a relationship between authoritarian personality and prejudice towards Juvenile Offender (r = 0.421; 0.000; p <0.05). These results indicate that the higher the authoritarian personality possessed by participants, the higher the prejudice that participants have towards Juvenile Offender. Therefore, reducing the level of authoritarian personality needs to be done so that prejudice against Juvenile Offender also decreases. This can be done by reducing the use of strict rules by parents or to teach that the world is a dangerous place. Thus, can higher the authoritarian personality within the child and create hostility or rejection to those who are different from him. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepribadian otoritarian dengan prasangka terhadap Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria subjek, yakni laki-laki dan perempuan yang termasuk dalam dewasa madya, yakni berusia 40 – 65 tahun (n = 66) dan bertempat tinggal di Perumahan Mojongapit Indah Jombang. Hal ini dikarenakan daerah tersebut berlokasi sama dengan shelter Rumah Hati yang merupakan rumah pendampingan bagi ABH.  Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner kepribadian otoritarian dan prasangka terhadap ABH yang dirancang oleh peneliti berdasarkan teori right-wing authoritarian Altemeyer dan teori prasangka oleh Myers. Hasil analisis menggunakan Pearson Product-Moment Correlation menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepribadian otoritarian dengan prasangka terhadap ABH (r = 0.421; 0.000; p < 0.05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kepribadian otoritarian yang dimiliki oleh subjek, maka semakin tinggi pula prasangka terhadap ABH. Oleh karena itu, menurunkan tingkat kepribadian otoritarian perlu dilakukan agar prasangka terhadap ABH juga mengalami penurunan. Hal tersebut dapat dilakukan oleh para orangtua dengan tidak menerapkan pola asuh yang kaku dalam penerapan aturan maupun menanamkan kepercayaan bahwa dunia adalah tempat berbahaya. Jika kepribadian otoritarian tinggi maka akan muncul sikap permusuhan atau penolakan kepada mereka yang berbeda dengan dirinya.
Antisocial Personality Disorder: Psychological Dynamics of Inmates in Murder Cases Widhigdo, Jessica Christina
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v12i1.9739

Abstract

Antisocial Personality Disorder (ASPD) is one of the personality disorders that cause individuals to take actions that violate and are not following the environment, norms, and laws. One indicator of ASPD is impulsivity and aggressive behavior. ASPD is often associated with urges and other crimes. Currently, in Indonesia, the number of prisoners in prisons has increased. Cases of violence and murder are associated with ASPD. This study aims to describe the psychological dynamics of homicide cases with ASPD who has borderline intelligence. This study also aims to analyze the various factors that cause individuals with ASPD and lead to crime or murder. Data collection method using interviews, observation, and a series of psychological measurements. The participants included in this study were one murder case with sentence of 13 years in prison. The findings in this study are that various factors cause individuals with ASDP and lead to deviant actions, namely family functioning, impulsivity, and empathy. Social factors can make an individual with borderline intelligence show aggressive behavior, crime, or murder.Antisocial Personality Disorder (ASPD) termasuk dalam gangguan kepribadian yang menyebabkan individu dapat melakukan tindakan yang melanggar dan tidak sesuai dengan lingkungan, norma, dan hukum yang berlaku. Salah satu indikator ASPD adalah impulsivitas dan perilaku agresi sehingga ASPD sering dihubungkan dengan narapidana dan tindak kejahatan yang lain. Saat ini, di Indonesia, jumlah narapidana di rutan dan lapas mengalami peningkatan. Kasus kekerasan dan pembunuhan marak dikaitkan dengan ASPD. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dinamika psikologis narapidana kasus pembunuhan dengan ASPD yang memiliki taraf inteligensi borderline. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa berbagai faktor yang menyebabkan individu dapat mengalami ASPD dan berujung pada tindak kejahatan atau kriminalitas. Metode penggalian data menggunakan wawancara, observasi, dan rangkaian pengukuran psikologis. Partisipan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah satu narapidana kasus pembunuhan dengan masa hukuman 13 tahun penjara. Temuan dalam penelitian ini adalah terdapat berbagai faktor yang menyebabkan individu mengalami ASDP dan berujung pada tindakan menyimpang yaitu keberfungsia keluarga, impulsifitas, dan empati. Individu dengan IQ borderline dapat memunuclkan perilaku menyimpang karena dipengaruhi oleh faktor sosial yaitu lingkungan.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue