cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
The Effectiveness of Gratitude Training to Improve the Subjective Well-Being of Broken Home Adolescents in The Child Care Community (KOPA) Medan Elvinawanty, Rianda; Jasmine, Jasmine; Harefa, Lidia Permata; Tanujaya, Marcell; Theresia, Jesslyn
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i2.7713

Abstract

In this modern area, internet is very easy to be accessed, most of adolescents like to compare themselves with others. Because of comparing themselves, they are less gratitude and have low subjective well-being. The aim of this research is to prove whether gratitude training can increase the subjective well-being of broken home adolescents in the Childcare Community (KOPA) Medan. This research is experimental research with non equivalent control group design. Shapiro Wilk is used as normality test. Scale is used for data collection techniques. There are thirty adolescents who joined pre-test to see their level of subjective well-being dan it shows that 28 of adolescents have low and medium subjective well-being. Analysis technique in this research is quantitative research. The quantitative research uses non-parametric test which is Mann Whitney U Test with the help of SPSS (Statistical Product dan Service Solution) Program version of 25. The result of statistical test for Mann Whitney U Test and Wilcoxon shows that this research has Sig. value 0.002. In statistic, if Sig. value <0.05, hypothesis is accepted. Because of that, in conclusion, gratitude training has effect in increasing the subjective well-being of broken-home adolescents in Childcare Community (KOPA) in Medan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk melihat apakah pelatihan kebersyukuran memiliki dampak untuk meningkatkan subjective well-being remaja broken home di Komunitas Peduli Anak (KOPA) Medan. Hipotesa pertama dalam penelitian ini adanya perbedaan yang signifikan pada subjective well-being remaja broken home sebelum dan sesudah diberikan pelatihan kebersyukuran, dengan asumsi subjective well-being meningkat setelah diberikan pelatihan kebersyukuran. Hipotesa kedua yaitu subjective well-being pada kelompok yang diberikan pelatihan kebersyukuran akan lebih tinggi daripada yang tidak mendapatkan pelatihan kebersyukuran pada remaja broken home di Komunitas Peduli Anak (KOPA) Medan. Penelitian ini ialah jenis penelitian eksperimen dengan non equivalent control group design. Data diperoleh melalui uji normalitas Shapiro Wilk. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji non parametris yaitu teknik analisis Mann Whitney U Test dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) versi 25. Hasil dari uji statistik Mann Whitney U Test dan uji Wilcoxon yang telah digunakan pada penelitian ini memperoleh nilai Sig. sebesar 0.002. Secara statistik, jika nilai Sig.<0.05 maka hipotesa diterima. Oleh karena itu, berdasarkan hasil analisa tersebut kesimpulan yang diambil adalah bahwa pelatihan kebersyukuran berpengaruh untuk meningkatkan subjective well-being pada remaja broken home di Komunitas Peduli Anak (KOPA) Medan
The Dynamics Of Aging Process Adaptation From the Late Adulthood To the Elderly in Panti Werdha X Putri, Jelite Prenggo; Natalia, Johanna
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.8461

Abstract

Elderly refers to individuals aged 60 years and over. The aging process in the elderly occurs with a gradual decline in the ability and function of organs. This study aims to determine the dynamics of adaptation to the aging process from late adulthood to old age in the elderly at the Panti Werdha X nursing home. This study only used one participant with purposive sampling method criteria. This research is a case study that is assessed using the methods of observation, interviews, and psychological tests. The results showed that there was a decrease in cognitive function and stress that caused the delay in the aging adaptation process from late adulthood to the elderly. Suggestions are given to improve the welfare of the elderly in terms of physical and psychological. So that it can help the elderly reduce the stress experienced in the elderly phase because they do not have activities or busyness and can achieve happiness in the elderly. In addition, it can help the elderly reduce the stress experienced in the elderly phase because they do not have activities or busyness and can achieve happiness in the elderly. Lansia mengacu pada individu berusia 60 tahun ke atas. Proses penuaan pada orang tua terjadi dengan penurunan bertahap dalam kemampuan dan fungsi organ. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika adaptasi terhadap proses penuaan dari akhir masa dewasa hingga usia tua pada lansia di panti werdha X panti jompo. Penelitian ini hanya menggunakan satu peserta dengan kriteria metode purposive sampling. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dinilai dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan tes psikologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan fungsi kognitif dan stres yang menyebabkan keterlambatan proses adaptasi penuaan dari akhir masa dewasa hingga lansia. Saran diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dalam hal fisik dan psikologis. Sehingga dapat membantu lansia mengurangi stres yang dialami pada fase lansia karena tidak memiliki aktivitas atau kesibukan serta dapat mencapai kebahagiaan pada lansia. Selain itu, dapat membantu lansia mengurangi stres yang dialami pada fase lansia karena tidak memiliki aktivitas atau kesibukan serta dapat mencapai kebahagiaan pada lansia.
Play Therapy “Beat The Clock” (Mengalahkan Waktu)” untuk Meningkatkan Atensi Pada Anak Dengan Masalah Innatention Yulilla, Difiana; Cahyono, Rudi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7714

Abstract

Children with attention deficit symptom are generally difficult to have focus and centering their attention on long period of time, especially on completing school assignments process. Children with attention-centered symptom are easier to be distracted with many things around whether it is sounds, lights and noises. They also easily nodded and hardly focus on the assignment given. Therefore, there is an intervention to improve children attention and concentration. One of the techniques is play therapy called "Beat the Clock" which designed for children with attention-centered symptom. The objective of this research was to observe the effectivity of this play therapy called "Beat the Clock" in improving inattention children attention duration. The participant was six years old kindergarten. This research used single case experiment with data interview, observation and DSM V checklis method to ADHD inattention. The result of this research showed that play therapy called "Beat the Clock" had improved the participant's attention duration and concentration power although it was not improved drastically but there was an improvement from baseline phase and follow-up.Anak-anak dengan gejala pemusatan perhatian biasaya sulit untuk fokus dan memusatkan perhatiannya pada jangka waktu yang lama, terlebih lagi saat proses penyelesaian tugas di sekolah. Anak dengan gejala pemusatan perhatian akan mudah terdistraksi dengan berbagai hal yang berada di sekitar lingkungannya baik itu suara, cahaya dan bunyi-bunyian. Mereka juga mudah berpaling dan tidak mudah fokus dengan tugas yang diberikan. Oleh sebab itu terdapat sebuah intervensi untuk meningkatkan atensi dan konsentrasi anak salah satu tekhnik tersebut ialah play therapy “Beat the Clock” (Mengalahkan Waktu) yang dimana tekhnik ini didesain untuk anak-anak dengan gejala pemusatan perhatian. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat efektivitas play therapy “Beat the Clock” (Mengalahkan Waktu) dalam meningkatkan durasi atensi anak dengan gejala innatention. Partisipasi merupakan anak laki-laki berusia 6 tahun yang masih duduk dibangku TK. Penelitian ini menggunakan single case experiment dengan pengumpulan data dan dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan checklis DSM V terkait ADHD innatention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik play therapy “Beat the Clock” memiliki pengaruh untuk meningkatkan durasi atensi serta daya konsentrasi subjek meskipun durasi atensi yang ditunjukkan tidak meningkat secara drastis, namun terjadi peningkatkan dari fase baseline dan follow up.
Pengaruh Pelatihan Self-Compassion Terhadap Kontrol Diri Anak yang Berkonflik Dengan Hukum I Kadek Darmo Suputra; Yusti Probowati Rahayu; Ktut Dianovinina
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.8218

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of self-compassion training on self control in students at Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. The research method used in this study is a combined method (mix method) between quantitative and also qualitative. The research participants were two people aged 15 years and 17 years with cases of violence and murder at the Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Data collection is done by interviewing, observing, and also self-report through filling in the self-control scale and self-compassion scale. This study uses the experimental design of single case experiment design. Quantitative data analysis in this study uses trend analysis. Analysis of qualitative data is carried out in several stages such as data reduction, presentation, data, and verification. The results of data analysis showed that self-compassion training had different effects on both participants. Self-compassion training can improve self control in one participant. The implication of this study is that forensic psychologists should provide self-compassion training with a longer duration for students at Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. In addition, forensic psychologists should combine self-compassion training with other interventions according to the characteristics of participants. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan self-compassion terhadap kontrol diri pada anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan (mix method) antara kuantitatif dan juga kualitatif. Partisipan penelitian berjumlah dua orang yang berusia 15 tahun dan 17 tahun dengan kasus kekerasan dan pembunuhan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan juga self-report melalui pengisian skala kontrol diri dan skala self-compassion. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen single case experiment design. Analisis data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan trend analysis. Analisis data kualitatif dilakukan dengan beberapa tahapan seperti reduksi data, penyajian, data, dan verifikasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pelatihan self-compassion memiliki pengaruh yang berbeda pada kedua partisipan. Pelatihan self-compassion mampu meningkatkan kontrol diri pada salah satu partisipan. Implikasi dari penelitian ini yaitu psikolog forensik sebaiknya memberikan pelatihan self-compassion dengan durasi waktu yang lebih lama untuk anak didik di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar. Selain itu, psikolog forensik sebaiknya mengkombinasikan pelatihan self-compassion dengan intervensi lain sesuai dengan karakteristik partisipan.
Psikoedukasi untuk Meningkatkan Pemahaman Terkait Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pada Guru TK Inklusi ‘X’ Denpasar Anak Agung Ayumas Pradnyaswari; Dewi Retno Suminar; Adijanti Marheni
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.8318

Abstract

To reach their full potential, children with special needs require special education and related services. One of educational services that are currently still a challenge is inclusive education services. Particularly in Indonesia, the implementation of inclusive schools has not gone well or in accordance with relevant theories and principles. Constraints were faced such as the limited number of special education teachers and infrastructure. This study aims to increase kindergarten teachers’ understanding of special needs and educational services for them, namely inclusive education. It is hoped that with adequate understanding, teachers can carry out inclusive education optimally. The study used an action research design with lecture methods, video screenings, discussions, and questions and answers. Evaluation using pre-test and post-test values tested using Wilcoxon. The significance level is 0.018 (p<0.05), indicating that there is a statistically significant difference between teachers’ comprehension before and after receiving psychoeducation. The result shows that psychoeducation can improve kindergarten teachers’ understanding of special needs and educational services for special needs students. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) membutuhkan pendidikan khusus dan pelayanan terkait, untuk mencapai potensinya secara maksimal. Salah satu layanan pendidikan yang saat ini masih merupakan suatu tantangan ialah layanan pendidikan inklusif. Pelaksanaan sekolah inklusif khususnya di Indonesia belum berjalan dengan optimal atau belum sesuai dengan konsep dan pedoman yang berlaku. Kendala yang dihadapi seperti terbatasnya guru berlatar belakang pendidikan luar biasa dan keterbatasan sarana prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru TK terkait ABK dan layanan pendidikan untuk ABK yaitu pendidikan inklusif. Sehingga diharapkan dengan pemahaman yang memadai guru dapat melaksanakan pendidikan inklusif dengan optimal. Penelitian menggunakan rancangan penelitian tindakan dengan metode ceramah, pemutaran video, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi menggunakan pre-test post-test kemudian diuji menggunakan uji Wilcoxon. Angka signifikansi adalah 0.018 (p<0.05) yang dapat diartikan terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman guru TK inklusi sebelum diberikan psikoedukasi dan setelah diberikan psikoedukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat meningkatkan pemahaman terkait ABK dan layanan pendidikan bagi ABK pada guru TK inklusif.
Integrasi Psikoedukasi dan Flashcards untuk Melatih Komunikasi Pada Anak Autism Spectrum Disorder Christina Albertina Ludwinia Parung; Lena Nessyana Pandjaitan
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7751

Abstract

Parents with kids who have Autism Spectrum Disorder (ASD) usually will do extra activities regarding child care. Many of them have inadequate knowledge of caring kids with ASD properly, and the lack of information results mistreatments. These inadequate treatments given to kids with ASD will impact on the kids’ ASD symptoms and problems. This study aims to investigate the need of integrative intervention that will bring important changes to kids with ASD. This study also suggests to integrate intervention to parents and intervention to kids with ASD. The study is exploratory study in nature, with observations and interviews as instruments. The results of this study give empirical knowledge regarding impact of integrated intervention on ASD. The result of the intervention shows that psycho-education therapy to parents and communication therapy to kids that are done effectively and efficiently proven to be effective. This also proves that intervention that is done consistently can help kids to grow. The limitation of this study is it cannot be used generally as only one subject taken as study sample. Hence, further study needs to be done regarding intervention in bigger scope for proposition testing. Orangtua yang memiliki anak Autism Spectrum Disorder (ASD) pada umumnya akan melakukan aktivitas ekstra dalam penanganan. Banyak dari mereka tidak memahami betul penanganan yang tepat untuk anak-anak mereka. Banyak orangtua yang melakukan tindakan yang tidak memadai karena kekurangan informasi mengenai penyebab dan langkah apa yang harus dilakukan sebagai orang tua. Perlakuan orangtua yang kurang memahami penanganan ASD akan berdampak pada peningkatan masalah simtom-simtom yang terjadi pada anak ASD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan intervensi integratif untuk membawa perubahan penting pada anak-anak dengan gangguan ASD. Intervensi integratif berupa intervensi langsung kepada orangtua dan intervensi kepada anak dengan gangguan ASD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Hasil intervensi menunjukkan bahwa terapi psiko-edukasi kepada orangtua dan terapi komunikasi dengan flashcard kepada anak yang sesuai kebutuhan dan kompetensi anak terbukti efektif. Hal ini juga menjadi bukti bahwa intervensi dengan konsisten dapat membantu anak menjadi fungsional dan berkembang. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu belum bisa digunakan untuk generalisasi secara luas karena pendekatan yang diambil hanya pada satu subjek. Oleh karena itu, makalah ini menyarankan intervensi dalam ruang lingkup yang lebih luas untuk menguji proposisi.
Bagaimana Peran Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Resiliensi Terhadap Burnout yang Diakibatkan Tuntutan Kerja Kuantitatif Marua, Sarah; Radikun, Tulus Budi Sulistyo
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.8240

Abstract

Along with the increasing workload of employees, the higher the risk that employees will experience job stress and eventually become burnout. Job demands that are too high can cause burnout in employees. Therefore, high job demands need to be balanced with the availability of work resources that can help employees carry out their work well to reduce job stress, ultimately preventing burnout in employees. This study aims to determine whether job resources in the form of transformational leadership styles and personal resources in the form of resilience could buffer the negative effects of quantitative job demands so that employees could avoid burnout. This research is survey research by distributing online questionnaires through social media. With a convenient sampling technique, 131 participants were obtained as employees working in Serang, Banten Province. The results of moderated regression analysis using the Macro Process Hayes model 1 in the SPSS program showed that neither transformational leadership styles nor resilience could reduce the harmful effects of quantitative work demands to prevent employee burnout. Therefore, to avoid burnout in employees, quantitative job demands must be maintained or limited so that they are not too high beyond the employee's capacity. Seiring dengan meningkatnya beban kerja karyawan, semakin tinggi resiko karyawan akan mengalami stres pekerjaan yang akhirnya menjadi burnout. Tuntutan kerja yang terlalu tinggi dapat menimbulkan burnout pada karyawan. Oleh karena itu, tuntutan kerja yang tinggi  perlu diimbangi dengan tersedianya sumberdaya kerja yang dapat membantu karyawan melaksanakan pekerjaannya dengan baik sehingga dapat mengurangi stres pekerjaan yang akhirnya dapat mencegah timbulnya burnout pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sumberdaya kerja berupa gaya kepemimpinan transformasional dan sumberdaya pribadi berupa resiliensi dapat menjadi buffer efek negatif dari tuntutan kerja kuantitatif sehingga karyawan terhindar dari burnout. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menyebarkan kuesioner secara daring melalui media sosial. Dengan teknik convenient sampling diperoleh partisipan sebanyak 131 orang yang bekerja di Serang, Provinsi Banten. Dengan analisis regresi moderasi menggunakan Macro Process Hayes model 1 dalam program SPSS, hasil analisis menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional maupun resiliensi tidak dapat mengurangi efek negatif dari tuntutan kerja kuantitatif untuk mencegah timbulnya burnout pada karyawan. Implikasi studi ini adalah untuk mencegah timbulnya burnout pada karyawan, maka tuntutan kerja kuantitatif perlu dijaga atau dibatasi agar tidak terlalu tinggi melebihi kapasitas karyawan sehingga karyawan tidak menjadi terlalu stres dalam bekerja yang pada akhirnya burnout dapat dicegah.
Pentingnya Perencanaan Karier Terhadap Pengambilan Keputusan Karier Ayu, Maria Ni Komang; Widarnandana, I Gde Dhika; Retnoningtias, Diah Widiawati
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7021

Abstract

The results of previous studies have shown that career planning has proven effective in improving career decision-making in vocational, junior high, and age students, but there has been no research that examines the relationship between career planning and career decision making in high school students. This study aims to determine the relationship between career planning and career decision making for high school students. The type of research used is quantitative research. The study population is students of class XII and aged from 17-19 years. The sampling technique used is a sampling quota with a total sample of 170 high school students. Data collection uses online media (google form) because the research was conducted during the Covid-19 pandemic. The career decision-making gauge consists of three aspects and 20 items with reliability is 0.974. The career planning measuring instrument consists of five aspects and 55 items with reliability is 0.938. Data analysis was performed with Pearson Correlation. The results of this study show that there is a strong and positive correlation between career planning and career decision making with the influence of career planning of 43.3%. That is, when students have good career planning, they will be able to make career decisions well. The results of this study can be a reference for the school to equip students with career planning programs, as well as a reference for students to prepare themselves with various information related to career planning. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perencanaan karir terbukti efektif meningkatkan pengambilan keputusan karir pada siswa SMK, SMP, dan usia pencari kerja, namun belum ada penelitian yang mengkaji hubungan antara perencanaan karir dan pengambilan keputusan karir pada siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perencanaan karier dengan pengambilan keputusan karir siswa SMA. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII dan berusia dari 17-19 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah kuota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 170 orang siswa SMA. Pengumpulan data menggunakan media online (google form) karena penelitian dilakukan selama masa pandemi Covid-19. Alat ukur pengambilan keputusan karir terdiri dari tiga aspek dan 20 item dengan reliabilitas adalah 0,974. Alat ukur perencanaan karier terdiri dari lima aspek dan 55 item dengan reliabilitas adalah 0,938. Analisa data dilakukan dengan Pearson Correlation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang kuat dan positif antara perencanaan karier dengan pengambilan keputusan karier dengan pengaruh dari perencanaan karier sebesar 43.3%. Artinya, ketika siswa memiliki perencanaan karir yang baik, maka akan dapat mengambil keputusan karir dengan baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pihak sekolah untuk membekali siswa dengan program perencanaan karir, serta menjadi rujukan bagi siswa untuk mempersiapkan diri nya dengan berbagai informasi yang berkaitan dengan perencanaan karir.
Pendekatan Proses Internal dalam Menganalisa Efektivitas Organisasi pada Perusahaan Outsourcing Security Pertiwi, Nisa Indah; Batubara, Megawati; Harding, Diana
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.8720

Abstract

Effectiveness is needed by the company in order to run its business processes optimally. However, a company can be hampered in achieving its goals due to conditions that occur within the company. Outsourcing security companies are responsible for preparing and managing security personnel to work in client companies that are users, where the processes that occur within the company are an important aspect for outsourcing security companies. This study aimed analyze the organizational effectiveness of security outsourcing company viewed from the internal process approach. This research is qualitative research conducted at a security outsourcing company in West Java. This study used interview to key persons in the company and observation. The results of this study showed that the outsourcing security company classified as effective with note as an organization according to the internal process approach. Human resource management, especially training, is a critical area that hinders the effectiveness of the company. The training aspect can be the focus of organizational development goal to improve the performance of security personnel who can contribute to the effectiveness of the company. Efektivitas dibutuhkan oleh perusahaan agar dapat menjalankan proses bisnis secara optimal. Namun, sebuah perusahaan dapat terhambat dalam mencapai tujuannya dikarenakan kondisi yang terjadi di dalam perusahaan. Perusahaan outsourcing security bertanggung jawab menyiapkan dan mengelola personel satpam untuk bekerja di perusahaan klien yang menjadi pengguna, dimana proses yang terjadi di dalam perusahaan merupakan aspek penting bagi perusahaan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efektivitas perusahaan outsourcing security ditinjau dari pendekatan proses internal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan pada sebuah perusahaan outsourcing security di Jawa Barat. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara kepada key person di perusahaan dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perusahaan outsourcing security tergolong efektif dengan catatan sebagai sebuah organisasi menurut pendekatan proses internal. Pengelolaan sumber daya manusia khususnya pelatihan menjadi area kritis yang menghambat efektivitas perusahaan. Aspek pelatihan dapat menjadi fokus sasaran pengembangan organisasi untuk meningkatkan performa karyawan personel satpam yang dapat berkontribusi pada efektivitas perusahaan.
"Positive Learning Attitude" Training to Improve Vocational High School Students' Understanding of Academic Cyberslacking Simanjuntak, Ermida; Apsari, Yuni; Engry, Agustina
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7874

Abstract

Online learning at home for vocational high school students triggers several problems, including academic cyberslacking. Academic cyberslacking is defined as students' internet access to things unrelated to the course materials during the class. Referring to this condition, vocational high school students need to have a better understanding of academic cyberslacking through training so that the students can control the emergence of academic cyberslacking during the class. This study explores the effect of positive learning attitude training on increasing the understanding of vocational high school students in academic cyberslacking. The participants of this study were 187 vocational high school students who participated in a positive learning attitude training. The results showed a value of Z = -3,306, p = 0.001 (p<0.05), so it can be concluded that there is a significant difference in the understanding of academic cyberslacking before and after participating in positive learning attitude training of the vocational high school students. Students understand better the academic cyberslacking phenomenon after receiving positive learning attitude training.Situasi belajar daring di rumah pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan memicu beberapa permasalahan salah satunya adalah cyberslacking akademik. Cyberslacking akademik didefinisikan sebagai akses internet pada hal-hal tidak berhubungan dengan materi pelajaran yang sedang diikuti oleh siswa. Merujuk pada kondisi ini maka siswa Sekolah Menengah Kejuruan perlu mendapatkan pemahaman mengenai cyberslacking akademik melalui suatu training sehingga siswa dapat mengendalikan kemunculan cyberslacking akademik saat mengikuti pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh training positive learning attitude pada peningkatan pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan pada cyberslacking akademik. Subjek penelitian adalah 187 siswa Sekolah Menengah Kejuruan yang mengikuti training positive learning attitude. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z = -3.306, p = 0.001 (p<0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada pemahaman siswa Sekolah Menengah Kejuruan pada cyberslacking akademik sebelum dan sesudah mengikuti training positive learning attitude. Pemahaman siswa pada fenomena cyberslacking akademik meningkat setelah mendapatkan training positive learning attitude.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue