cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Analisis Pandemic Fatigue Melalui Gratitude Training Service Pada Tenaga Kesehatan Puskesmas Kalasan Selama Pandemi Covid-19 Erwan Syah, Muhammad; Suwarno, Suwarno
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7817

Abstract

The COVID-19 pandemic has had an impact in various aspects including mental health. As the frontline handling of covid-19, health workers are vulnerable to psychological impacts due to longer working hours than usual, the risk of exposure to the virus, and the existence of a double job desk during the pandemic, making them vulnerable to burnout which results in psychological problems. In order for health workers to be able to manage psychological problems so that their feelings become more positive in receiving various stimuli, then training in diversity may be a solution. The purpose of this study is to analyze pandemic fatigue in health workers through the Gratitude Training Service Program. This research method is action research with an experimental type with One Group Pretest-Posttest and a research sample of 20 people. Data collection was carried out using the PANAS (Positive Affect Negative Affect Schedule) scale and analyzed with a paired sample t-test. The results showed that after training there was a decrease in the size of the negative affect to be low and very low with a p value of 0.000. There were significant differences related to the decrease in negative affect in respondents before and after treatment. Pandemi covid-19 memberikan dampak di berbagai aspek termasuk kesehatan mental. Sebagai garda terdepan penangan covid-19, tenaga kesehatan menjadi rentan terkena dampak psikologis akibat jam kerja yang lebih panjang dari biasanya, resiko terpapar virus, dan adanya double job desk selama pandemi, sehingga rentan mengalami burnout yang mengakibatkan timbulnya permasalahan psikologis. Agar nakes mampu mengelola permasalahan psikologis sehingga perasaannya menjadi lebih positif dalam menerima berbagai stimulus, maka pelatihan kebersyukuran mungkin menjadi solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisa pandemic fatigue pada tenaga kesehatan melalui Gratitude Training Service Program. Metode Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) dengan jenis eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest dan sampel penelitian berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala PANAS (Positive Affect Negative Affect Schedule) dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah pelatihan terjadi penurunan kebersyukuran afek negative sedang menjadi rendah dan sangat rendah dengan p value 0.000. Ada perbedeaan yang signifikan terkait penurunan afek negatif pada responden sebelum dan setelah perlakuan.
The Contribution of Openness to Experience in Establishing Pro-Environmental Behavior Ariana, Yudi; Satwika, Pratista Arya
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7362

Abstract

The impact of harmful human behavior on the environment is an important issue. Therefore, it is essential to discuss how humans behave towards their environment. This research objective was to examine the relationship between openness to experience and pro-environmental behavior in students and to see the description of pro-environmental behavior in students. Furthermore, the research subjects comprised 216 undergraduate students, including 58 males (26.85%) and 158 females (73.15%) with an age range of 17 to 24 years old at a university. This research used a convenience sampling technique, and the data collection tools were scales. Besides, this research used two scales: the pro-environment scale and the openness to experience personality scale. The data analysis in this research used Kendall's Tau, resulting in a correlation between openness to experience and pro-environmental behavior in students (p<0.01). It meant that the higher the level of undergraduate students' openness to experience, the higher the pro-environmental behavior they had. In addition, it was also found that the frequency distribution of pro-environment behavior data was mainly in the moderate (88.9%) categorization.Dampak dari perilaku manusia yang merugikan terhadap lingkungan merupakan isu yang penting sehingga penting untuk membahas bagaimana perilaku manusia terhadap lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterkaitan hubungan openness to experience dengan perilaku pro lingkungan pada mahasiswa dan melihat gambaran perilaku pro lingkungan pada mahasiswa. Sebanyak 216 mahasiswa yang terdiri dari 58 laki laki (26,85%) dan 158 perempuan (73,15%) dengan rentang usia 17 sampai 24 Tahun di sebuah universitas menjadi subjek penelitian ini. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dan skala sebagai alat pengumpul data. Terdapat dua skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala pro lingkungan dan skala kepribadian openness to experience. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kendall’s tau dan memberikan hasil bahwa terdapat korelasi antara openness to experience dan perilaku pro lingkungan pada mahasiswa (p<0,01). Artinya semakin tinggi tingkat openness to experience mahasiswa maka semakin tinggi perilaku pro lingkungan yang dimilikinya. Selain itu, juga ditemukan bahwa sebaran frekuensi data perilaku pro lingkungan mayoritas subjek berada pada kategorisasi sedang (88,9%).
Pelatihan Job Crafting Sebagai Solusi Meningkatkan Keterikatan Kerja Karyawan Perusahaan Finansial Teknologi Aprilinda, Lia; Sahrah, Alimatus
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.8345

Abstract

Employees are expected to have work engagement to be able to increase good work productivity and be able to compete. This study aims to determine the effect of job crafting training to increase work engagement on employees of PT. STI. The subjects of this study were 20 employees divided by 10 employees in the experimental group and 10 employees in the control group randomly. The research method uses a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. Job engagement was measured using the Utrecht Work Engagement Scale (UWES) and the Job Crafting Scale. The data analysis technique used independent sample t test and paired sample t test. From the results of the independent sample t test analysis, the t value was -3.227 (p <0.05) between the posttest average results of the experimental group of 56.9 and the control group's mean of 47.6. While the results of the analysis of the paired sample t test with a t value of -7.271 (p <0.05) with a pretest of 44.9 and a posttest of 56.9. This indicates that there is a significant difference in the scores between the pretest and posttest of the experimental group. This means that job crafting training is effective in increasing employee engagement. Karyawan diharapkan memiliki keterikatan kerja untuk dapat meningkatkan produktivitas kerja yang baik dan mampu bersaing. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelatihan job crafting untuk meningkatkan keterikatan kerja pada karyawan PT. STI. Subjek penelitian ini berjumlah 20 karyawan yang dibagi secara random dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain pretes-posttest control group design. Keterikatan kerja diukur menggunakan Utrecht Work Engagement Scale (UWES) dan Job Crafting Scale. Teknik analisis data menggunakan independent sample t test dan paired sample t test. Dari hasil anlisis independent sample t test didapatkan nilai t sebesar -3,227 (p<0,05) antara hasil rerata posttest kelompok eksperimen sebesar 56,9 dengan rerata kelompok kontrol sebesar 47,6. Sedangkan hasil analisis paired sample t test dengan nilai t sebesar -7,271 (p<0,05) dengan pretest sebesar 44,9 dan posttest sebesar 56,9. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai yang signifikan antara pretest dan posttest kelompok eksperimen. Hal ini berarti bahwa bahwa pelatihan job crafting efektif untuk meningkatkan keterikatan kerja karyawan.
Lingkungan Kerja Psikososial dan Kinerja Pegawai Non-Swasta di Masa Pandemi Covid-19 Anissa, Ananda Ajeng; Soetjiningsih, Christiana Hari
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i3.7896

Abstract

The psychosocial work environment in an institution is one of the determining factors for employee performance in the institution. The purpose of this study is to determine the relation between the psychosocial work environment and the performance of BKPSDM Salatiga employees. The hypothesis in this study is that there is a positive relation between the psychosocial work environment and performance of BKPSDM Salatiga employees. The subject of the study was the BKPSDM Salatiga employees who when the research was carried out were actively working in the office during the Covid-19 pandemic, namely as many as 38 people. Sampling technique using saturated sampling. Data collection used 2 scales, the COPSOQ III scale for psychosocial work environment variables and the IWPQ 1.0 scale for performance variables. The collected data were analyzed with Pearson Correlation to prove the research hypothesis. The results of this study showed a positive relation between the psychosocial work environment and performance in BKPSDM Salatiga employees and it was seen that the contribution of the psychosocial work environment to performance was 61%. Based on this research, institution needs to provide a good quality psychosocial work environment so that employees feel comfortable and can produce good performance as well. Lingkungan kerja psikososial yang ada di dalam sebuah instansi menjadi salah satu faktor penentu kinerja pegawai pada instansi tersebut. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui adanya hubungan antara lingkungan kerja psikososial dengan kinerja pegawai BKPSDM Kota Salatiga. Hipotesis pada penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara lingkungan kerja psikososial dengan kinerja pada pegawai BKPSDM Kota Salatiga. Subjek penelitian tentunya pegawai BKPSDM Kota Salatiga yang saat penelitian dilakukan sedang aktif bekerja di kantor pada masa pandemi Covid-19 yakni sebanyak 38 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan 2 skala yakni skala COPSOQ III untuk variabel lingkungan kerja psikososial dan skala IWPQ 1.0 untuk variabel kinerja. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan korelasi pearson untuk membuktikan hipotesis penelitian. Hasil pada penelitian ini adalah menunjukkan adanya hubungan positif antara lingkungan kerja psikososial dan kinerja pada pegawai BKPSDM Kota Salatiga serta terlihat sumbangan lingkungan kerja psikososial terhadap kinerja adalah sebesar 61%. Maka berdasarkan penelitian ini, instansi perlu menciptakan lingkungan kerja psikososial yang berkualitas baik agar pegawai merasa nyaman dan dapat menghasilkan kinerja yang baik pula. 
Pengaruh Teknik Behavior Contract Terhadap Peningkatan Kemandirian Pada Anak Oktaviana, Rina; Patmawati, Siti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8706

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the behavior contract technique on increasing independence in class B1 TK Aisyiyah 9 Palembang. The research subjects were children aged 5-6 years or children of class B1 TK Aisyiyah 9 Palembang which consisted of 2 classes, namely B1 and B2 as many as 32 children. Researchers took class B1 with a total of 16 children consisting of 10 boys and 6 girls, with the characteristics of the value of independence being less (characteristics of not being independent). Data collection techniques using documentation, and observation checklist with a total of 8 indicators. The data analysis method in this study is the normality test and the Wilcoxon test. The results showed an increase in children's independence, in the pretest results obtained 8 children still have not emerged (BM) independence and for 2 children have started to appear (MM), after doing treatment. Then the results of the posttest, which were obtained were 7 children had often appeared (SM) their independence, and 3 children were consistent (K). So it can be concluded that there is an effect of the behavior contract technique on increasing independence in children, the actions given using the behavior contract technique include conveying the importance of independence to children, explaining the behavior contract rules that must be carried out by children using pictures of independence behavior, and providing reinforcement to strengthen child behavior.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik behavior contract terhadap peningkatan kemandirian pada anak kelas B1 TK Aisyiyah 9 Palembang. Subjek penelitian adalah anak berusia 5 – 6 tahun atau anak kelas B1 TK Aisyiyah 9 Palembang yang terdiri dari 2 kelas yaitu B1 dan B2 sebanyak 32 orang anak. Peneliti mengambil kelas B1 dengan jumlah 16 orang anak yang terdiri dari 10 orang anak laki – laki dan 6 orang anak perempuan, dengan karakteristik nilai kemandiriannya kurang (Ciri – ciri tidak mandiri). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi, dan observasi checklist dengan berjumlah 8 indikator. Metode analisis data pada penelitian ini adalah uji normalitas dan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemandirian anak, pada hasil pretest diperoleh 8 orang anak masih belum muncul (BM) kemandiriannya dan untuk 2 orang anak sudah mulai muncul (MM), setelah melakukan treatment. Maka hasil posttest, yang didapatkan adalah 7 orang anak sudah sering muncul (SM) kemandiriannya, dan 3 orang anak konsisten (K). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh teknik behavior contract terhadap peningkatan kemandirian pada anak, tindakan yang diberikan dengan menggunakan teknik behavior contract meliputi menyampaikan pentingnya kemandirian kepada anak, menjelaskan aturan behavior contract yang harus dilakukan oleh anak menggunakan gambar perilaku kemandirian, dan memberikan penguatan untuk memperkuat perilaku anak.
Body Dissatisfaction Pada Wanita Masa Emerging Adulthood: Bagaimana Peranan Social Comparison dan Perfeksionisme Ananta, Aliffia; Suhadianto, Suhadianto
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8853

Abstract

Women in emerging adulthood experience a variety of physical and psychological changes and developmental tasks. The existence of various exposures to the mass media, environment, and family makes women compare themselves with others and socially. Doing social comparisons and perfectionism has the risk of making individuals experience body dissatisfaction. This study aims to determine the relationship between social comparison and perfectionism with body dissatisfaction. The participants of this study were 350 women in emerging adulthood who were taken using Conveniance Sampling. This research instrument was adapted from the Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (α=0.909), Frost Multidimensional Perfectionism Scale (α=0.857), and body dissatisfaction scale (α=0.911) compiled by researchers based on the theory of Rosen & Reiter (1995). The data analysis technique in this study used multiple regression with the JASP program. Simultaneously, social comparison and perfectionism had a very significant directional correlation with body dissatisfaction (F=56,412; p<0.01). The effective contribution of the two variables is 24.5%. Partially, there is a very significant negative correlation between social comparison and body dissatisfaction (t=-6.097; p<0.01) and a very significant positive correlation between perfectionism and body dissatisfaction (t=6.782; p<0.01).Wanita pada masa emerging adulthood mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis serta tugas perkembangan. Adanya berbagai paparan dengan media masa, lingkungan, dan keluarga membuat wanita membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain dan secara sosial. Melakukan perbandingan sosial dan perfeksionisme memiliki resiko membuat individu mengalami body dissatisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social comparison dan perfeksionisme dengan body dissatisfaction. Partisipan penelitian ini adalah 350 wanita pada masa emerging adulthood diambil menggunakan Conveniance Sampling. Instrumen penelitian ini mengadaptasi dari skala the Lowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (α=0,909), Frost Multidimensional Perfectionism Scale (α=0,857), dan skala body dissatisfaction (α=0,911) yang disusun peneliti berdasarkan teori Rosen & Reiter (1995). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi ganda dengan program JASP. Secara simultan social comparison dan perfeksionisme memiliki hubungan berarah yang sangat signifikan dengan body dissatisfaction (F=56,412; p<0,01). Sumbangan efektif kedua variabel adalah 24,5%. Secara parsial dapat diketahui ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara social comparison dengan body dissatisfaction (t=-6,097; p<0,01) dan hubungan positif yang sangat signifikan antara Perfeksionisme dengan body dissatisfaction (t=6,782; p<0,01).
Pengalaman Kesepian Pada Mahasiswa Rantau Selama Pandemi Covid-19 Muttaqin, Virlie Andalia; Hidayati, Isnaya Arina
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8846

Abstract

The covid-19 pandemic has made a change in social life, especially for foreign students. It makes it difficult for foreign students to meet their closest people and the reduced intensity of social interactions can cause foreign students to feel lonely. This study aims to describe the experience of loneliness experienced by foreign students during the Covid-19 pandemic, the factors that influence loneliness, and how foreign students overcome loneliness. This research is qualitative research with a descriptive approach. The data collection technique used a semi-structured interview method with descriptive data analysis. The research subjects were foreign students, aged 18-25 years who were selected using the snowball sampling technique. The results showed that the experience of the loneliness felt by the informants tended to appear only at certain times and not continuously. The experience of loneliness has had a positive impact (the formation of a more mature mindset, doing lots of positive things, and self-introspection) and a negative impact (having feelings such as sadness, feeling alienated and rejected by others, lack of self-confidence, boredom, and anger at others). The factor that causes loneliness is the lack of intimate social relationships. The strategy used to overcome loneliness is to do positive activities as a form of diversion from loneliness, such as running a hobby, opening social media, and communicating virtually with the closest people. This research can be used as a reference for society, especially students to be able to maintain emotional stability and do a lot of productive activities, considering the many negative impacts found when psychologically disturbed, in this case when experiencing loneliness. Pandemi Covid-19 membuat perubahan pada kehidupan sosial terutama mahasiswa rantau. Hal ini membuat mahasiswa rantau sulit untuk bertemu dengan orang terdekat, serta berkurangnya intensitas interaksi sosial yang dapat menyebabkan mahasiswa rantau mengalami kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman kesepian yang dialami mahasiswa rantau selama pandemi Covid-19, faktor-faktor yang mempengaruhi rasa kesepian, dan cara mahasiswa rantau mengatasi rasa kesepian. Penelitian ini merupakan penelitian  kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara semi terstruktur dengan analisis data deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa rantau, berusia 18-25 tahun yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman kesepian yang dirasakan informan cenderung muncul hanya diwaktu tertentu dan tidak terus-menerus. Pengalaman kesepian telah memberikan dampak positif (terbentuknya pola pikir yang lebih dewasa, banyak melakukan hal-hal positif serta intropeksi diri) dan dampak negatif (memiliki perasaan seperti kesedihan, rasa terasing dan penolakan oleh orang lain, kurangnya kepercayaan diri, kebosanan, dan kemarahan pada orang lain). Faktor yang menyebabkan kesepian adalah kurang intimnya hubungan sosial yang terjalin. Adapun strategi yang dilakukan untuk mengatasi kesepian adalah dengan melakukan kegiatan positif  sebagai bentuk pengalihan rasa kesepian, seperti menjalankan hobi, membuka sosial media, hingga melakukan komunikasi secara virtual bersama orang terdekat. Penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi masyarakat khususnya mahasiswa agar mampu menjaga stabilitas emosi, banyak melakukan kegiatan produktif, mengingat banyaknya dampak negatif yang ditemukan ketika psikis terganggu, dalam hal ini ketika mengalami kesepian.
Bagaimana Gambaran Proses Regulasi Emosi Pada Anak Yatim Mirza, Rina; Sitorus, Try Yanti; Sitorus, Riris Anjelina; Retta, Cynthia Tio; Tarigan, Novilenta Br; Nurhayani, Nurhayani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9077

Abstract

This study aims to determine how to describe emotions and the process of regulating their emotions as orphans. The subjects used in this study found 12 characteristics including (1) male and female who were orphans (2) Minimum age 20 years (3) Students and workers. The approach taken is an approach with the sampling method used in this study is the purposive sampling method. The results of this study indicate that there are various things that the subject feels when he loses his father's emotions such as feeling disappointed, unstable, thinking about suicide, saying that God is evil, thinking not to think, not believing, feeling sad, crying, anxious, feelings of anger, sadness, and loss. But behind the negative emotions that exist in the subject, there is aprocess of emotional regulation carried out by the subject such as, getting closer to God, being grateful, praying, worshiping, rising from circumstances, positive thinking, changing mindsets and looking for busyness.Penelitian ini bertujuan untuk untuk memahami cara subjek menggambarkan emosi dan proses meregulasikan emosi mereka sebagai anak yatim. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang dengan karakteristik diantaranya (1) Laki-laki maupun perempuan yang berstatus anak yatim (2) Berusia minimal 20 tahun (3) Mahasiswa maupun pekerja. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif dengan metode pengambilan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya berbagai macam emosi negatif yang dirasakan subjek saat kehilangan seorang ayah seperti, merasa kecewa, emosi tidak stabil, berpikir untuk bunuh diri, berkata bahwa Tuhan jahat, berpikir untuk putus sekolah, tidak terima dan tidak menyangka, tidak percaya, merasa sedih, menangis, cemas, perasaan marah, perasaan hancur, dan kehilangan. Namun dibalik adanya emosi negatif yang ada dalam diri subjek, adanya proses regulasi emosi yang dilakukan oleh subjek seperti, mendekatkan diri kepada Tuhan, bersyukur, berdoa, beribadah, bangkit dari keadaan, berpikir positif, mengubah pola pikir maupun mencari kesibukan.
Job Insecurity dan Employee Well-Being : Studi Korelasional pada Karyawan Kontrak di Masa Pandemi Rahmadhanty, Shiva; Wibowo, Doddy Hendro
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8913

Abstract

Adanya pandemi telah berimbas di berbagai sektor industri di Indonesia terutama pada karyawan kontrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job insecurity dengan employee well-being pada karyawan kontrak PT X di masa pandemi. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak PT X, sejumlah 97 orang. Responden dipilih secara purposive dengan pertimbangan karyawan kontrak tersebut berusia ≥ 25 tahun dan telah bekerja selama minimal 2 tahun.  Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala job insecurity dan skala employee well-being. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan antara job insecurity dan employee well-being pada karyawan kontrak, dengan r = -0,822 (p < 0,05). Dari hasil tersebut, dapat diartikan bahwa semakin tinggi job insecurity, maka akan semakin rendah employee well-being karyawan kontrak tersebut. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi karyawan kontrak untuk dapat menggunakan manajemen emosi sebagai reaksi perilaku terhadap job insecurity.
Efektifitas Terapi Kognitif Behavior untuk Menurunkan Tingkat Stres Mahasiswa Penerima Beasiswa Tingkat Akhir Dalam Mengerjakan Skripsi Awek, Letrince Paula; Kurniawan, Afif
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.8996

Abstract

Final year students in doing thesis often experiences stress. Stress is a condition that cannot be separated when taking higher education. The burden of being a scholarship recipient is also a problem because they must meet graduation strandards which often experience difficulties. This training is carried out using cognitive-behavioral therapy to help change mindsets and behaviors to become more positive to reduce stress levels in the process of working on the thesis. The design of this research is one group pretest and posttest, quasi-experimental. The number of participants who took part in the entire training process was 4 people. The results of the different test showed a significance of 0.018 (p > 0.05), which means that there was a significant difference in stress levels after the training. Meanwhile, stress factors can come from internal and external. Internal includes individual abilities and struggles, external includes campus demands, allowance demands scholarship, family, and environment. Mahasiswa tingkat akhir dalam mengerjakan skripsi tidak jarang mengenalami stres. Stress merupakan suatu keadaan yang tidak dapat dipisahkan saat menempuh pendidikan diperguruan tinggi. Beban menjadi mahasiswa penerima beasiswa juga menjadi suatu permasalahan karena harus memenuhi standar kelulusan yang tidak jarang mengalami kesulitan.  Pelatihan ini dilakukan menggunakan terapi kognitif-perlaku untuk membantu mengubah pola pikir dan perilaku agar menjadi lebih positif sehingga dapat mengurangi tingkat stres dalam proses mengerjakan skripsi. Desain penelitian ini adalah one group pretest and posttest, kuasi eksperimen. Jumlah peserta yang mengikuti keseluruhan proses pelatihan yaitu sebanyak 4 orang. Hasil uji beda menunjukkan signifikansi 0.018 (p > 0.05) yang berarti ada perbedaan tingkat stress yang signifikan setelah dilakukan pelatihan.  Sementara itu, faktor stress dapat berasal dari internal dan eksternal. Internal meliputi kemampuan dan perjuangan individu, eksternal meliputi tuntutan kampus, tuntutan tunjangan beasiswa, keluarga, dan lingkungan.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue