cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalhumanus@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat Pusat Kajian Humaniora Gedung Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Indonesia 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora
ISSN : 14108062     EISSN : 25283936     DOI : https://doi.org/10.24036/humanus.v21i2
Core Subject : Humanities, Art,
Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora (P-ISSN 1410-8062, E-ISSN 2528-3936) is an international journal devoted to the publication of original papers published by Center for Humanities Studies of FBS Universitas Negeri Padang. It is a peer-reviewed and open access journal of humanity studies, including linguistics, literature, philosophy, and cultural studies. Humanus accept manuscript in English, Indonesian, and Malay.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2018)" : 7 Documents clear
CHARACTERISTIC OF WONG CILIK ON WAYANG KULIT WANDA OF PANAKAWAN FIGURES Pramudiyanto, Ahmad; Supana, Supana; Rohmadi, Muhammad
Humanus Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.324 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v17i2.100683

Abstract

This study aims to interpret the meaning of wayang kulit wanda of Panakawan figures. The wanda analyzed is wanda of wayang kulit based Surakarta model. The method of study was descriptive qualitative. The research object was the signs on wayang kulit wanda of Panakawan figures. This signs was examined its meaning by the employment of semiotic theories. Technique of data collection used interview and documentation. Data validity was triangulation of data source. Data from one source compared with other sources to test the validity of a data. The result of this research found that the meaning behind wayang kulit wanda of Panakawan figures. Those meaning are the reflection of wong cilik characteristic. Semar shows that wong cilik has religious character. Gareng describes that wong cilik has an honest and careful character. Petruk shows the character of wong cilik is hardworking. The last, Bagong describes the characteristics of innocent people who say what they are.Keywords: wanda, Panakawan, shadow puppet, wong cilik, semioticsKARAKTERISTIK WONG CILIK PADA WANDA WAYANG KULIT TOKOH PANAKAWAN AbstrakPenelitian ini bertujuan menginterpretasikan makna pada wanda wayang kulit tokoh Panakawan. Wanda yang dikaji pada penelitian ini adalah wanda wayang kulit model Surakarta. Metode penelitian ini adalah deskripti kualitatif. Objek penelitian ini adalah tanda pada wanda wayang kulit tokoh Panakawan. Tanda pada wanda tersebut dikaji maknanya menggunakan teori semiotik. Teknik pengumpulan data adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Validasi data yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi sumber data. Data dari sumber satu dibandingkan dengan sumber yang lain untuk menguji validitas sebuah data. Hasil dari penelitian ini adalah makna dibalik wanda wayang kulit tokoh Panakawan. Makna dari wanda tersebut merupakan cerminan dari karakteristik wong cilik. Semar menunjukkan bahwa wong cilik memiliki karakter religius. Gareng menggambarkan bahwa wong cilik memiliki karakter jujur dan berhati-hati. Petruk menunjukkan karakter wong cilik yang pekerja keras. Terakhir, yaitu Bagong menggambarkan karakteristik wong cilik yang lugu berkata apa adanya.Kata kunci: wanda, Panakawan, wayang kulit, wong cilik, semiotik
ECRANISATION STUDY: FROM NOVEL TO FILM DILAN 1990 Widhayani, Arrie; Suwandi, Sarwiji; Winarni, Retno
Humanus Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.444 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v17i2.100389

Abstract

The purpose of this study was to describe the form of ecranitation of novels into films the Dilan 1990 by Pidi Baiq and Fajar Bustami. Ecranisation is a study in the form of transfer of vehicles or transformation from a work of art into film. The transformation in this study is different from the form of presentation. This research used qualitative using the method of content analysis. The analysis of the research was carried out in an ecranisation approach. Data were collected through library studies and sources of data from Dilan 1990 novels and films. The result of the study showed the realization of ecranisation novel and film in the 190 Dilan with new shortcomings additions and variation from the content of the story and the constituent elements of the story.Keyword: Ecranisation, Dilan 1990, Literature, film, novel  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud ekranisasi dalam novel ke film Dilan 1990 karya Pidi Paiq dan Fajar Bustami. Ekranisasi merupakan kajian yang berupa alih wahana atau transformasi dari sebuah karya seni ke dalam bentuk film. Transformasi dalam kajian ini berbeda bentuk penyajiannya. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Analisis penelitian dilakukan pendekatan ekranisasi. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, dan sumber data dari novel dan film Dilan 1990. Hasil penelitian menunjukkan wujud ekranisasi novel ke film Dilan 1990 adanya penciutan, penambahan, dan variasi baru baik dari isi cerita maupun unsur pembentuk ceritanya.Kata kunci: Ekranisasi, Dilan 1990, Sastra, film, novel
GENDER EQUALITY AND WOMEN’S POWER IN AMERICAN INDIAN TRADITIONAL CULTURE IN ZITKALA-SA'S SHORT STORIES Rorintulus, Olga Anneke
Humanus Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.212 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v17i2.100625

Abstract

This article intends to reveal gender equality and women’s power in American Indian traditional culture before they were assimilated in white American society in the late nineteenth century as reflected in Zitkala-Sa’s short stories, Impressions of an Indian Childhood, The Soft Hearted Sioux and A Warrior Daughter. This study is a qualitative research that applies feminist literary approach which uses liberal feminist theory for the data analysis. This study shows that American Indian women enjoyed gender equality in traditional American Indian culture that had complementary gender relation. American Indian women had power and equal rights to be warriors and leaders in their society.Keywords: gender role, American Indian women, complimentary relation.KESETARAAN GENDER DAN KUASA PEREMPUAN DALAM BUDAYA TRADISIONAL INDIAN AMERIKA DALAM CERITA-CERITA PENDEK ZITKALA-SA AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mengungkapkan kesetaraan gender dan kuasa perempuan Indian Amerika dalam budaya tradisional masyarakat Indian Amerika sebelum mereka mengalami program asimilasi yang bertujuan untuk menyatukan masyarakat Indian Amerika dengan masyarakat kulit putih di akhir abad ke-19 seperti yang terefleksi dalam cerita pendek Zitkala-Sa, Impressions of an Indian Childhood,The Soft Hearted Sioux  dan A Warrior Daughter. Artikel ini ditulis dengan mengunakan metode kualitatif dan menerapkan pendekatan kajian feminisme sastra dengan teori feminisme liberal. Hasil dari analisa ini menunjukkan bahwa perempuan Indian Amerika telah menikmati kesetaraan gender dalam budaya tradisional Indian Amerika yang memiliki relasi gender yang saling melengkapi dan mereka memiliki kuasa dan hak yang setara dengan laki laki Indian Amerika untuk menjadi prajurit dan pemimpin dalam masyarakat Indian Amerika.Kata kunci: peran gender, Perempuan Indian Amerika, relasi setara
REPRESENTATION OF MOTHER’S PARENTING PATTERN IN KABA CINDUA MATO BY SYAMSUDDIN ST. RAJO ENDAH Karillah, Alfusyukrinalias; Thahar, Harris Effendi; Abdurahman, Abdurahman
Humanus Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.436 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v17i2.10687

Abstract

This study was aimed to (1) describe and interpret the representation of mother's parenting pattern in kaba Cindua Mato by Syamsuddin St. Rajo Endah, (2) describe the impact of mother's parenting pattern on children's behavior in kaba Cindua Mato by Syamsuddin St. Rajo Endah, and (3) find factors influencing mother's parenting pattern in kaba Cindua Mato by Syamsuddin St. Rajo Endah.This study type was qualitative by using descriptive analysis method. The data source of this study was kaba Cindua Mato by Syamsuddin St. Rajo Endah. Collecting data technique was done by (1) reading kaba Cindua Mato by Syamsuddin St. Rajo Endah, (2) translating kaba Cindua Mato by Syamsuddin St. Rajo Endah, and (3) identifying and classifying data related to mother’s parenting pattern, such as (a) the type of parenting pattern, (b) the impact of parenting pattern, and (c) factor affecting parenting pattern. Based on the data analysis, the results of the study were concluded as follows. Mother's parenting pattern showed that the democratic parenting style made the children able to communicate well in expressing his opinion. The impact of democratic upbringing made the children able to (1) respect the opinions of others, (2) respect differences of opinion, and (3) promote tolerance. Environmental factor affected children behavior. Environmental factor encouraged the children to understand about the environment. On cultural factor, the children learned about Minangkabau culture. Keywords: Mother’s Parenting Pattern, Kaba, Cindua MatoREPRESENTASI POLA ASUH IBU DALAM KABA CINDUA MATO KARYA SYAMSUDDIN ST. RAJO ENDAHAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk, (1) mendeskripsikan dan menginterpretasikan representasi pola asuh ibu dalam kaba Cindua Mato karya Syamsuddin St. Rajo Endah, (2) dampak pola asuh ibu terhadap perilaku anak dalam kaba Cindua Mato karya Syamsuddin St. Rajo Endah, dan (3) menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh ibu dalam kaba Cindua Mato karya Syamsuddin St. Rajo Endah. Jenis penelitian ini adalah kulitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Sumber data penelitian ini adalah kaba Cindua Mato karya Syamsuddin St. Rajo Endah. Teknik pengumpulan data dengan cara (1) membaca kaba Cindua Mato karya Syamsuddin St. Rajo Endah, (2) menerjemahkan kaba Cindua Mato karya Syamsuddin St. Rajo Endah, dan (3) mengidentifikasi dan mengklasifikasi data yang berhubungan dengan pola asuh ibu, seperti (a) jenis pola asuh, (b) dampak pola asuh, dan (c) faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh. Berdasarkan analisis data disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, pola asuh ibu menunjukkan bahwa pola asuh demokratis membuat anak dapat berkomunikasi dengan baik dalam menyampaikan pendapatnya. Dampak pola asuh demokratis membuat anak dapat (1) menghargai pendapat orang lain, (2) menghormati perbedaan pendapat, dan (3) mengedepankan sikap tenggang rasa. faktor lingkungan mempengaruhi sikap si anak. Faktor lingkungan mendorong si anak agar dapat memahami tentang lingkungannya. Pada faktor budaya, si anak belajar mengenai budaya Minangkabau.Kata kunci: Pola Asuh Ibu, Kaba, Cindua Mato
SPACE AND TIME: ANALYZING COMIC PANELS ON KOMIKALISASI HUJAN BULAN JUNI Faisal, Dini; Pramesti, Utami Dewi; Rasyid, yulianti
Humanus Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1641.969 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v17i2.8044

Abstract

Hujan Bulan Juni is a short comic illustrated by Mansjur Darman. It is a modified form of literary works from poetry text into comic. Converting the written language into a visual language can provide different understanding and reading experience because the visual language uses its own distinct and interesting "language system" which appealing to study. For example, the use of comic element such as panel that communicate ideas or stories. The panel is a space-time element which described the dimension of space and time as the actual concept that we know of. The panel also creates the illusion of invisible elements such as sounds. This paper examines 1) the use of visual language, especially panel representation on time and space on Hujan Bulan Juni short comic; 2) the aesthetic and atmosphere created by comic panels. This paper use qualitative descriptive approach by conducting literature study with the help of data analyses table. Findings indicate the overall use of panels on comic Hujan Bulan Juni depicted monotonously so that the space and time that the reader perceived of the story happened in one place and on the same time. In addition, the panels used in the comic produce a calm and gentle atmosphere. This is evident from the constant use of panels with no variation as well as time and timing impression of slow paced storytelling.Keyword: Hujan bulan juni, visual language, comic panels, atmosphereMEMBACA RUANG-WAKTU (SPACE-TIME) PANEL KOMIKALISASI PUISI HUJAN BULAN JUNIAbstrakKomik Hujan Bulan Juni yang diilustrasikan oleh Mansjur Darman merupakan pengubahbentukan karya sastra berupa teks ke dalam media komik. Pengubahbentukan dari bahasa tulisan menjadi bahasa visual dapat memberikan pemahaman dan pengalaman membaca yang berbeda karena bahasa visual menggunakan “sistem bahasa” tersendiri yang kompleks dan menarik untuk diteliti. Sistem bahasa dalam komik dapat ditelusuri dari penggambaran panel dan imaji yang merupakan representasi ruang-waktu (space-time). Adapun tujuan penelitian adalah untuk 1) melihat bagaimana penggambaran bahasa visual komik (ruang dan waktu) pada panel komikalisasi Hujan Bulan Juni; 2) serta pengalaman estetis (atmosfer dan emosi) yang muncul dari penggunaan panel tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan melakukan studi pustaka dengan bantuan tabel analisis data. Temuan dari penelitian ini yaitu secara keseluruhan penggunaan panel pada komikalisasi puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djokodamono yang diubah bentuk oleh komikus Mansjur Darman digambarkan secara monoton sehingga ruang dan waktu yang dipersepsi pembaca yaitu cerita terjadi pada satu tempat dan satu waktu yang sama. Selain itu, penggunaan panel komik menghasilkan atmosfer tenang dan lembut. Hal ini terlihat dari penggunaan panel yang konstan, tidak variatif, serta penggambaran waktu (time) dan timing yang berkesan lambat dan tidak tergesa-gesa.Kata kunci: komik hujan bulan juni, bahasa visual, panel komik, atmosfer
TRANSLATION TECHNIQUES AND THEIR IMPACT ON THE READABILITY OF TRANSLATED BIBLE STORIES FOR CHILDREN Nababan, Herianto; Nababan, Mangatur Rudolf; Santosa, Riyadi
Humanus Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.612 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v17i2.102729

Abstract

Literatures for children are regarded as fictions. Research on translation of literatures for children ranging from comics and fairytales to short stories has much been done. Meanwhile, research on translation of bible stories for children, which are listed in the non-fictions and belong to sensitive texts has not so far been conducted. This research aims at investigating the impact of translation techniques on the readability of 43 translated bible stories for children. It employed the qualitative research method. Content analysis, focus group discussion, and questionnaire were used to collect its data. The data were qualitatively analyzed. The research findings show that the translator tended to use translation techniques oriented to target language (TL), indicating that the translator strives to domesticate the translations so ideologically that they are high readable. The dominance of established equivalent, explicitation, variation, transposition translation techniques is proof to the high readability of the translations. However, few of the data did not have a high readability due to the use of technical terms and new vocabulary. Thus, prior to publication of a translation work, it should be read by ideal target readers as to deal with the two factors and other inhibiting ones.Keywords: Translated bible stories for children, translation technique, translation method, translation ideology, readabilityTEKNIK PENERJEMAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KETERBACAAN TERJEMAHAN CERITA ALKITAB ANAKAbstrakKarya sastra anak digolongkan sebagai cerita fiksi Penelitian terjemahan karya sastra anak seperti komik, legenda, dan cerita pendek telah banyak dilakukan. Sementara itu, penelitian terjemahan cerita alkitab anak yang digolongkan dalam cerita non-fiksi dan teks sensitif sejauh ini belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak teknik penerjemahan pada keterbacaan 43 cerita alkitab anak. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui analisis isi, fokus group discussion, dan kuesioner. Data dianalisis secara kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerjemah cenderung menggunakan teknik penerjemahan yang dekat dengan bahasa sasaran, artinya penerjemah berusaha membuat terjemahan secara ideologi penerjemahan terdomestikasi dengan tujuan keterbacaannya tinggi. Dominasi teknik penerjemahan padanan lazim, eksplisitasi, variasi, dan transposisi merupakan bukti tingginya keterbacaan terjemahan itu. Namun demikian, ada beberapa data cerita tidak memiliki keterbacaan yang tinggi karena penggunaan istilah dan kosa kata baru. Oleh karena itu, sebelum karya terjemahan diedarkan, karya itu sebaiknya dibaca oleh pembaca target yang ideal dalam rangka mengatasi kedua faktor itu dan faktor penghambat lainnya.Kata Kunci: Cerita alkitab anak terjemahan, teknik penerjemahan, metode penerjemahan, ideologi penerjemahan, dan keterbcaan
POWER, ORIENTATION, AND STRATEGY OF POSITIVE POLITENESS USED BY CHILDREN AT THE AGE OF ELEMENTARY SCHOOL WITH JAVANESE CULTURAL BACKGROUND Prayitno, Harun Joko; Ngalim, Abdul; Sutopo, Anam; Rohmadi, Muhammad; Yuniawan, Tommi
Humanus Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.218 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v17i2.101371

Abstract

Politeness strategies in primary school is the foundation of character building. This study aims to identify the power and orientation of positive politeness strategies used by the children at the age of elementary school as the character of Indonesian. This study applies qualitative research with single-case study strategy. The data source consists of all elementary school teachers and students in Surakarta and Yogyakarta. The data were collected by using active observation and focus group discussion.  The data are in the forms of  teaching materials. The data were analyzed using heuristic model proposed by Grice & Leech by applying the principles of reconciliation, cultural and social harmony. The result shows that the elementary school teachers and students having the Javanese cultural background indicated by (a) building the nature of psychological as the core of positive politeness and nation character by improving the empathy feeling, looking for the agreement, giving respect,  appreciating the achievement, and giving the profit to another; (b) prioritizing the duty instead of the rights; (c) creating the wise of directive act strategyby positioning the listener ; (d) respecting others to show the suavity and politeness. Therefore, the Javanese society in line with directive politeness action always put the environment society to keep its social-societal relationship. Keywords: directive politeness, harmony principle, javanese cultural,positive politeness, socio-societal AbstrakStrategi kesantunan di sekolah dasar adalah fondasi pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan orientasi strategi kesantunan positif anak-anak di usia sekolah dasar sebagai karakter bangsa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus tunggal. Sumber data terdiri dari semua guru sekolah dasar dan anak-anak usia SD di Surakarta dan Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi aktif dan diskusi kelompok fokus. Data tersebut berupa bahan ajar. Data dianalisis menggunakan model heuristik yang diajukan oleh Grice & Leech dengan menerapkan prinsip rekonsiliasi, budaya dan keharmonisan sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa guru sekolah dasar dan anak-anak usia SD yang memiliki latar belakang budaya Jawa ditunjukkan dengan (a) membangun sifat psikologis sebagai inti dari kesantunan positif dan karakter bangsa dengan meningkatkan perasaan empati, mencari kesepakatan, memberikan rasa hormat, menghargai pencapaian, dan memberikan keuntungan kepada yang lain; (b) memprioritaskan tugas dan bukan hak; (c) menciptakan strategi tindakan yang efektif dengan memposisikan pendengar; (D) menghormati orang lain untuk menunjukkan kesantunan. Oleh karena itu, masyarakat Jawa sejalan dengan tindakan kesopanan direktif selalu menempatkan masyarakat lingkungan untuk menjaga hubungan sosial-kemasyarakatannya.Kata Kunci: kesantunan direktif, prinsip harmoni, budaya jawa, kesantunan positif, sosio-sosietal.

Page 1 of 1 | Total Record : 7