cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research on Mathematics Eduacation (JARME)
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 26557762     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) ISSN: 2655-7762 (online) diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
UPAYA PENINGKATAN SELF EFFICACY MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRY Suci Dahlya Narpila
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peningkatan kemampuan self efficacy matematis siswa setelah menerapkan pembelajaran inquiry. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan sampel peneltian sebanyak 69 siswa dengan 35 siswa sebagai kelas eksperimen dan 34 siswa sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data kemampuan self efficacy matematis siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut adalah angket self efficacy matematis. Data yang dikumpulkan tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan anava satu jalur pada program SPSS 16. Dari hasil SPPS diperoleh data , yaitu  dan Sig. 0,05 yaitu 0,018 0,05. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan self efficacy matematis siswa yang mendapat pembelajaran inquiry lebih tinggi daripada peningkatan kemampuan self efficacy matematis siswa yang mendapat pembelajaran biasa.
PENGEMBANGAN MEDIA GRAPERTALIBRA DENGAN PENDEKATAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA Fairus Fairus; Riezky Purnama Sari
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui media GRAPERTALIBRA yang dikembangkan berbasis model Discovery Learning di kelas X SMK N 1 Langsa valid, praktis dan efektif; Mengetahui pemahaman konsep melalui penggunan media GRAPERTALIBRA dapat meningkat; dan Mengetahui apakah keterampilan sosial melalui penggunan media GRAPERTALIBRA dapat meningkat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel, yaitu model 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Tahap dissaminate dilakukan dengan disain quasi eksperimen one group pre-test post-tes dengan teknik analisis data statistik kuantitatif uji t. Subjek dalam penelitian ini adalah ahli, guru, dan siswa kelas  X SMKN 1 Langsa. Validitas media GRAPERTALIBRA didasarkan atas pendapat validator. Kepraktisan didasarkan pada keterlaksanaan media GRAPERTALIBRA, respons guru dan  respon siswa. Keefektifan didasarkan pada: (1) Ketuntasan minimal pemahaman konsep dan keterampilan sosial, (2) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran, dan (3) aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media GRAPERTALIBRA valid, praktis, dan efektif. Media GRAPERTALIBRA yang dikembangkan dalam penelitian ini masih dapat implementasi secara luas. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan bahwa media GRAPERTALIBRA yang dikembangkan adalah layak untuk digunakan. Kata Kunci: Media GRAPERTALIBRA, Pemahaman Konsep, Keterampilan Sosial, Geoebra.
PROSES BERPIKIR DIVERGEN PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIK DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN MYER BRIGGS Yudi Hamdan Dardiri; Supratman Supratman; Nani Ratnaningsih
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir divergen peserta didik dalam memecahkan masalah matematik ditinjau dari tipe kepribadian Myer Briggs. Jenis penelitian ini termasuk kualitatif dengan metode eksplorasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode think aloud saat peserta didik mengerjakan soal test berpikir divergen. Subjek penelitian sebanyak 13 orang diambil dari peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Talaga tahun ajaran 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak delapan peserta didik dapat melengkapi ukuran bangun yang terdapat pada soal nomor satu (aspek elaboration), lima peserta didik dapat membuat dua pertanyaan dengan jawaban tepat dari masalah yang disajikan (aspek flexibility), delapan peserta didik dapat membuat dua pertanyaan matematis dari permasalahan beserta jawabannya (aspek fluency), dan empat peserta didik dapat menghitung luas bangun yang tidak diarsir untuk permasalahan nomor dua dengan caranya sendiri (aspek originality).
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK PESERTA DIDIK DITINJAU DARI TINGKAT KREATIVITAS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TRIGONOMETRI Maya Mulyani; Aripin Aripin; Ebih Abdul Rachim Arhasy
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1723

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari strategi pembelajaran Heuristik dengan pendekatan Metakognitif dan Investigasi terhadap kemampuan koneksi matematik peserta didik dan interaksinya terhadap kreativitas peserta didik pada materi Trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian seluruh kelas X di SMA Al Muttaqin dan SMA Negeri 1 Tasikmalaya semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, sehingga jumlah sampel penelitian 120 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan angket. Tes berupa soal esai mengenai kemampuan koneksi matematika dan tes kreativitas. Uji analisis hipotesis yang digunakan adalah analisis varian dua arah dengan sel tidak sama. Dengan menggunakan α = 0,05 dapat disimpulkan bahwa: (1) Pendekatan pembelajaran metakognitif pada strategi heuristik menghasilkan kemampuan koneksi matematik yang tidak lebih baik dari pada pendekatan pembelajaran Investigasi atau sebaliknya, (2) Peserta didik yang memiliki kreativitas tinggi mempunyai kemampuan koneksi matematik yang lebih baik daripada peserta didik yang memiliki kreativitas sedang maupun rendah, dan peserta didik yang memiliki kreativitas sedang mempunyai kemampuan koneksi matematik yang lebih baik daripada peserta didik yang memiliki kreativitas rendah, (3) Pada peserta didik yang diberikan dengan pendekatan pembelajaran Metakognitif maupun Investigasi, peserta didik dengan kreativitas tinggi mempunyai kemampuan koneksi matematik yang lebih baik daripada peserta didik dengan kreativitas sedang maupun rendah, dan (4) Pada kategori tingkat kreativitas tinggi dan rendah, peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan Metakognitif memiliki kemampuan koneksi matematik yang lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan Investigasi.
PROSES BERPIKIR KREATIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI DOMINASI OTAK SEIMBANG SISWA Bayu Sukmaangara; Ebih AR Arhasy; Sri Tirto Madawistama
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1739

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran proses berpikir kreatif matematis siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tahapan Wallas yang ditinjau dari dominasi otak seimbang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif – eksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berpikir kreatif matematis, tes dominasi otak, dan wawancara tidak terstruktur. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan bantuan instrumen lainnya berupa soal tes berpikir kreatif matematis dan tes dominasi otak. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: siswa berdominasi otak seimbang dapat memecahkan masalah matematis melalui tahapan Wallas. Tahap persiapan siswa membaca soal kemudian bertanya kepada siswa lainnya. Tahap persiapan mampu dilalui dengan berpikir konvergen dan respon berupa respon verbal. Tahap inkubasi siswa merenung untuk mencari ide atau gagasan dan tahap iluminasi siswa menuliskan konsep yang akan digunakan. Tahap inkubasi dan tahap iluminasi mampu dilalui dengan berpikir divergen. Tahap verifikasi siswa menyelesaikan soal dengan dua cara yaitu menggunakan volume kubus dan volume balok. Tahap verifikasi mampu dilalui dengan berpikir konvergen dan respon verbal yang merupakan ciri belahan otak kiri, serta berpikir divergen, berpikir sintesis, dan berpikir holistik yang merupakan belahan otak kanan. Siswa mampu menyelesaikan masalah dengan merespon secara verbal ketika mendapatkan kendala, sedangkan proses pengerjaan dihitung dengan berpikir sintesis dan berpikir holistik. siswa juga melakukan proses berpikir konvergen dan berpikir divergen dalam memecahkan masalah. Siswa melakukan proses berpikir konvergen dan berpikir divergen secara bergantian sehingga jumlah berpikir konvergen dan berpikir divergen dilakukan dengan jumlah yang sama.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DITINJAU DARI KEMATANGAN BERPIKIR MATEMATIS Dodi Fermansyah; Aripin Aripin; Supratman Supratman
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1656

Abstract

Kematangan berpikir matematis adalah suatu proses yang terus tumbuh dan berkembang dari setiap pribadi seseorang. Kematangan berpikir matematis ini dapat dilihat dari kemampuan logika matematika yang kuat, tahu bagaimana membaca, menganalisis, dan mempelajari argumen yang tepat, serta tahu bagaimana menyusun dan menulis argumen yang tepat. Dan kemampuan inilah sebenarnya yang menjadi indikator sejauh mana tingkat kematangan dalam berpikir matematis yang dimiliki seseorang. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana sebenarnya kematangan berpikir matematika seorang siswa hubungannya dengan kemampuan dalam melakukan pemecahan masalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII di salah satu SMK di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki 7 paket keahlian. Dimana pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dimana pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan hasil belajar pada semester sebelumnya dan pertimbangan dari guru yang mengajar di kelas bersangkutan.Hasil yang didapat menunjukkan kematangan berpikir matematis siswa dapat dilihat dari bagaimana siswa menyelesaikan suatu masalah serta siswa yang memiliki kematangan berpikir matematis yang baik memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik pula.
PERANAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK MELALUI MATEMATISASI PROGRESIF TERHADAP PENCAPAIAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA SMP Warsito Warsito; Dedi Muhtadi; Sukirwan Sukirwan
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peranan matematisasi progresif terhadap pencapaian kemampuan representasi matematis siswa SMP. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain non equavalen kontrol grup.  Penelitian dilakukan di dua sekolah dengan peringkat yang berbeda, yakni SMPN 2 Kota Tangerang sebagai peringkat sedang dan SMPN 16 Kota Tangerang sebagai peringkat rendah. Pada tiap-tiap sekolah dipilih 2 kelas, masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan matematisasi progresif, sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang mendapatkan pembelajaran matematika biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pencapaian kemampuan representasi matematis siswa pada kelas matematisasi progresif lebih baik dibandingkan dengan kelas pembelajaran matematika biasa, dan (2) pencapaian kemampuan representasi matematis siswa pada pengetahuan awal matematis kategori tinggi lebih baik daripada siswa pada pengetahuan awal matematis kategori sedang, maupun rendah.
ANALISIS KESALAHAN SISWA MENURUT TAHAPAN NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERBANTUAN SCAFFOLDING Rio Regi Pratama Cipta; Nani Ratnaningsih; Dedi Muhtadi
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1722

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal masalah matematika dan gambaran scaffolding yang diberikan untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif – eksploratif. Subjek penelitian berjumlah 9 peserta didik Kelas VI salah satu Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri sebagai intrumen utama dan instrumen bantuan berupa soal penyelesaian masalah matematika serta pedoman wawancara. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) umumnya peserta didik mengalami kesalahan pada tahapan pemahaman, transformasi, keterampilan proses, dan pengkodean; (2) terdapat keterkaitan antara kesalahan dan kesulitan peserta didik dalam penyelesaian masalah matematika; dan (3) scaffolding yang diberikan memudahkan peserta didik dalam menyelesaikan soal masalah matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR GREGORC Fanny Ahmad Fauzi; Nani Ratnaningsih; Ratna Rustina; Khomsatun Nimah
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik ditinjau dari gaya berpikir sekuensial konkret, sekuensial abstrak, acak konkret dan acak abstrak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes gaya berpikir, tes kemampuan berpikir kritis matematik dan wawancara. Instrumen utama penelitian yaitu peneliti sendiri (human instrument) dan instrumen bantu yakni tes gaya berpikir, soal tes kemampuan berpikir kritis matematik, dan pedoman wawancara dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 4 peserta didik. Data hasil penelitian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peserta didik dengan gaya berpikir sekuensial konkret, memiliki kemampuan berpikir kritis matematik pada semua indikator yaitu memeriksa kebenaran argumen, pernyataan dan proses solusi; menyusun menyusun pertanyaan disertai alasan; mengidentifikasi data relevan dan tidak relevan suatu masalah matematika; dan mengidentifikasi asumsi dan menyusun jawaban atau menyelesaikan masalah matematika disertai alasan. Peserta didik dengan gaya berpkir sekuensial abstrak dan acak konkrit tidak mampu mengidentifikasi asumsi, tetapi mampu pada indikator yang lainnya. Sedangkan peserta didik dengan gaya berpikir sekuensial abstrak dan acak abstrak tidak mampu menyusun pertanyaan disertai alasan, tetapi mampu pada indikator lainnya.
ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PEMECAHAN MASALAH MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL BERDASARKAN NEWMAN Sinta Silvia; Supratman Supratman; Sri Tirto Madawistama
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1748

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita pemecahan masalah materi sistem persamaan linear dua variabel berdasarkan Newman.  Metode  penelitian yang  digunakan  adalah  eksplorasi.  Penelitian  ini mendeskripsikan kesalahan  peserta  didik  dan  penyebab  terjadinya kesalahan  tersebut.  Subjek  penelitian  sebanyak  3 orang  dipilih  secara  purposive berdasarkan pertimbangan hasil tes peserta didik yang melakukan kesalahan dalam mengerjakan soal cerita pemecahan masalah materi sistem persamaan linear dua variabel.  Pengumpulan data yang  digunakan berupa soal cerita pemecahan masalah dan  wawancara  dengan  teknik  think aloud.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa peserta didik melakukan kesalahan pada tahap memahami masalah,  penyebabnya yaitu kurangnya kemampuan dalam memahami masalah yang pertama kali ditemui, mengabaikan menuliskan unsur-unsur yang diketahui dan ditanyakan dalam soal. Peserta didik melakukan kesalahan pada tahap transformasi,  penyebabnya yaitu kurangnya pemahaman mengenai model matematika, tidak terbiasa membuat model matematika dari kalimat yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, tidak teliti dalam membuat persamaan, bingung untuk membuat pemisalan ke dalam bentuk variabel, kurang memahami soal, kurang belajar dan kurang menangkap informasi dari guru. Peserta didik melakukan kesalahan pada tahap keterampilan proses, penyebabnya yaitu tidak tahu langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan, tidak mampu menggunakan langkah-langkah penyelesaian dengan tepat, kurangnya pemahaman mengenai materi, kurang berlatih menyelesaikan soal cerita. Peserta didik melakukan kesalahan pada tahap penarikan kesimpulan, penyebabnya yaitu tergesagesa ingin mengumpulkan jawaban, kurang teliti, tidak menemukan hasil akhir, dan kurang menangkap informasi dari guru, kesimpulan akhir tidak tepat karena melakukan kesalahan pada langkah sebelumnya, dan tidak mampu menunjukan jawaban akhir dari penyelesaian soal. Kata Kunci: Kesalahan Peserta didik, Pemecahan Masalah, Analisis Newman

Page 1 of 1 | Total Record : 10