cover
Contact Name
Syarief Fajaruddin
Contact Email
syarief.rieffa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ari.setiawan@ustjogja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 23383372     EISSN : 26559269     DOI : -
Core Subject : Education,
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan publishes high-quality manuscripts of evaluation, assessment, and measurement in varied instructional settings, including economics, mathematics, physics, vocation, engineering, and linguistics with their own particular phenomena, and significant studies that address issues of current education concern. The journal seeks high-quality research on how evaluation, measurement, and assessment can improve educational outcomes; research on how different disciplines can inform theoretical, practical, and political perspectives at the local, provincial, regional and international levels, with an effect on elementary, secondary and tertiary education stages.
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
Pengembangan assesment pembelajaran berbasis wondershare quiz qreator dalam evaluasi perkuliahan materi pembelajaran Bahasa Sastra Indonesia Nurjanah Nurjanah; Nurfitriani Nurfitriani
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v8i1.8486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Assesment serta menelaah respon mahasiswa terhadap Assesment Pembelajaran berbasis Wondershare Quiz Creator. Pendekatan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) Borg & Gall dengan pengembangan model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement Evaluate). Tahap pengembangan Assesment Pembelajaran berbasis Wondershare Quiz Creator dilakukan dengan langkah-langkah pengembangan desain seperti pembuatan cover, pembuatan template, penyusunan butir soal, pengaturan soal dan publiaksi. Tahap implementasi dilakukan dengan menguji kelayakan dan keefektifan serta kepraktisan penggunannya melalui angket respon sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengembangan Assesment Pembelajaran berbasis Wondershare Quiz Creator dalam evaluasi perkuliahan Materi Pembelajaran Bahasa Sastra Indonesia dikembangkan melalui lima tahapan yaitu (a) Analisis (Analysis), b) Desain (Design), c) Pengembangan (Development) d) Impelementasi (Implementation) dan e) Evaluasi (Evaluation); (2) tingkat kelayakan media Assesment Pembelajaran berbasis Wondershare Quiz Creator berdasarkan penilaian ahli materi diperoleh persentase 74, 29 % pada interval 60%<𝑥≤80%  yang termasuk dalam kategori layak, ahli media diperoleh persentase 76% pada interval 60%<𝑥≤80%  yang termasuk dalam kategori layak; (3) Kelayakan dan keefektifan melalui respon mahasiswa diperoleh persentase 81, 44%,  berada pada interval 80%<𝑥≤100% dengan kualifikasi sangat layak digunakan sebagai media evaluasi pembelajaran.AbstractThis study aims to develop an assessment and examine student responses to the Wondershare Quiz Creator-based Learning Assessment. The approach used is the Borg & Gall Research and Development (R&D) with the development of the ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement Evaluate) model. The development phase of Wondershare Quiz Creator-based Learning Assessment is carried out by developing design steps such as making covers, making templates, compiling items, arranging questions and publishing. The implementation stage is carried out by testing the feasibility and effectiveness as well as the practicality of its use through a response questionnaire of 20 respondents. The results showed that (1) Development of Learning Assessment based on Wondershare Quiz Creator in the evaluation of Indonesian Literature Language Learning Materials was developed through five stages, namely (a) Analysis, b) Design, c) Development (Development) d) Implementation (Implementation) and e) Evaluation (Evaluation); (2) the feasibility level of the Wondershare Quiz Creator-based Learning Assessment media based on material expert judgment obtained a percentage of 74.29% at 60% <interval≤80% intervals which are included in the feasible category, media experts obtained a percentage of 76% at 60% intervals <𝑥≤ 80% are in the feasible category; (3) Feasibility and effectiveness through student responses obtained a percentage of 72, 39%, in the 60% interval <𝑥≤80% with qualifications worthy of being used as a learning evaluation media.
Self-esteem: Faktor-faktor yang mempengaruhinya Udik Yudiono; Sulistyo Sulistyo
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v8i2.8736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi self-esteem siswa. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi self-esteem pada siswa. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan IPS SMA Negeri 6 Kota Malang dengan sampel sejumlah 84 siswa dari populasi sejumlah 200 siswa. Dimensi-dimensi yang diukur meliputi motivasi, lingkungan belajar, apresiasi, kerjasama, komunikasi, psikomotorik, kognitif, afektif, tantangan, dan improvemen. Disimpulkan bahwa faktor afektif siswa merupakan faktor yang paling dominan dalam pembentukan self-esteem siswa dalam menghadapi ujian. Selanjutnya faktor kemampuan berfikir dan pengembangan diri serta faktor lingkungan belajar dan kemampuan siswa dalam berinteraksi dengan sesama siswa dan gurunya. Self-esteem: The influence factors  Abstract: This study aims to describe the factors that affect students' self-esteem. This research is a survey research with a quantitative descriptive approach that explains the factors that influence student self-esteem. The subjects of this study were students of class XI majoring in social studies at SMA Negeri 6 Malang with a sample of 84 students from a population of 200 students. The dimensions measured include motivation, learning environment, appreciation, cooperation, communication, psychomotor, cognitive, affective, challenge, and improvement. It is concluded that the student affective factor is the most dominant factor in the formation of students' self-esteem in facing exams. Furthermore, the factor of thinking ability and self-development as well as learning environment factors and students' ability to interact with fellow students and teachers.
Pengembangan instrumen pengukuran sikap nasionalisme Tri Wahyu Widyaningsih; Yuli Prihatni; Rahayu Retnaningsih
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v9i1.12056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengembangkan instrumen pengukuran nasionalisme siswa kelas V Sekolah Dasar dan mengetahui kualitas instrumen penilaian yang dikembangkan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian dan pengembangan (research and development/ R&D). Penelitian dilakukan di SD di Gugus Sedayu. Subjek penelitian untuk ujicoba terbatas adalah 30 siswa dan uji coba luas 125 siswa. Sebelum di ujicobakan, Instrumen telah di uji kelayakan dengan validitas isi yang dianalisis menggunakan V-aiken. Penelitian berhasil mengembangkan insrtumen pengukuran sikap nasionalisme sebanyak 48 item yang terdiri atas data valensi dan faktual. Hasil analisis data menunjukkan angka KMO dan Bartlet’s test adalah 0,880. Angka tersebut lebih besar dari 0,5 dan signifikansi yang dihasilkan dibawah 0,05. Berdasarkan hasil analisis pengujian MSA ( Measure of Sampling) diperoleh hasil bahwa keseluruhan item memenuh kriteria yaitu > 0,5. Pengujian reliabilitas berdasarkan hasil analisis data yang sudah diketahui bahwa masing-masing item nilai Cronbach’ Alpha secara keseluruhan > 0,80. Hasil pengukuran sikap nasionalisme menggunakan sampel 125 siswa kelas V SD Gugus Sedayu. Indikator pertama adalah persatuan bangsa dengan rata-rata skor jawaban adalah 4 yang masuk dalam kategori sangat tinggi. Indikator cinta tanah air dengan skor rata-rata 3 masuk dalam kategori tinggi. Indikator ketiga adalah sikap yang mencerminkan nasionalisme dengan skor rata-rata 4 masuk dalam kategori sangat tinggi. Indikator terakhir adalah menghargai symbol-symbol nasionalisme dengan skoe 2 yang masuk dalam kategori rendah. Development of instruments for measuring nationalism attitudes Abstract: This study aims to develop an instrument for measuring nationalism for fifth-grade elementary school students and determine the quality of the assessment instrument developed. This research is included in the type of research and development (R&D). The research was conducted in an elementary school in the Sedayu cluster. The research subjects for the limited trial were 30 students and the broad trial 125 students. Before being tested, the instrument has been tested for feasibility with content validity which was analyzed using V-aiken. The research succeeded in developing 48 items of nationalism attitude measurement instrument consisting of valence and factual data. The results of data analysis show the KMO and Bartlet's test numbers are 0.880. This figure is greater than 0.5 and the resulting significance is below 0.05. Based on the results of the MSA (Measure of Sampling) test analysis, it was found that all items met the criteria, namely > 0.5. Reliability testing is based on the results of data analysis which is already known that each item Cronbach's Alpha value as a whole > 0.80. The results of measuring the attitude of nationalism using a sample of 125 fifth grade students of SD Gugus Sedayu. The first indicator is national unity with an average answer score of 4 which is in the very high category. The indicator of love for the homeland with an average score of 3 is in the high category. The third indicator is an attitude that reflects nationalism with an average score of 4 in the very high category. The last indicator is appreciating the symbols of nationalism with a score of 2 which is in the low category.
Students’ perception towards android as an instructional media Yari Dwikurnaningsih; Bambang Suteng Sulasmono
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v9i1.12057

Abstract

This study aimed at describing the perception of vocational high school students towards Android-based mobile learning including the display, accessibility, and benefit of instructional media that had evidently improved their learning outcomes. The research sample was taken purposively, which was an experiment class consisting of 37 students. The data-gathering technique employed the questionnaire of media perception developed according to Lewis’s perception theory. The research result showed that the students had a positive perception towards mobile learning on its display, accessibility, and benefit.
Korelasi kebiasaan sarapan pagi dengan hasil belajar siswa kelas IV SDN Gedong 01 Joseph Windu Sonno
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v7i1.2495

Abstract

Sarapan merupakan aktivitas penting sebelum melakukan aktivitas fisik. Sarapan sehat harus mengandung empat unsur sehat lima sempurna. Ini berarti bahwa kami benar-benar mempersiapkan diri untuk semua kegiatan. Dengan sarapan diharapkan konsentrasi siswa dapat meningkat sehingga akan berdampak pada hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan dan menjelaskan ada tidaknya hubungan antara sarapan dengan hasil belajar siswa kelas IV, SD N Gedong 01, Banyubiru. Penelitian ini bersifat explanatory dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dengan menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa, terdiri dari 4 pria dan 4 wanita. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif. Setelah menganalisis data korelasi, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara kebiasaan sarapan dan hasil belajar siswa.   Correlation of breakfast habits with elementary school students' learning outcomes   Abstract: Breakfast is an important activity before doing physical activity. A healthy breakfast should contain four healthy elements of five perfect. This means that we are really preparing ourselves for all activities. With the breakfast is expected to concentrate, students can increase so, which will impact student learning outcomes. This study aims to prove and explain the presence or absence of the relationship between breakfast with the results of student learning grade IV, SD N Gedong 01, Banyubiru. This research is explanatory by using a quantitative research type. Data collection in this study was conducted by means of observation using questionnaires. The sample in this study amounted to 8 students, consisting of 4 men and four women. Data analysis in this research uses the descriptive statistic method. After analyzing correlation data, this research shows that there is no influence between breakfast habits and student learning outcomes.
Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas III Ahmad Kharis
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v8i2.2531

Abstract

Motivasi belajar merupakan sebuah faktor penting yang dapat memberikan pengaruh proses belajar setiap orang terhadap prestasi yang dicapainya. Bagi sebagian besar orang yang memiliki motivasi belajar akan lebih cenderung memiliki rasa pengungkapan segala kemampuannya untuk menghasilkan hasil belajar yang optimal sesuai dengan hasil belajar yang diinginkannya. Semakin tinggi motivasi yang dimiliki oleh seeorang, maka akan semakin besar pula rasa yang dimiliki seseorang tersebut untuk lebih merasa bergairah dan giat dalam belajar. Teknik pengumpulan data dilakukan dari hasil angket yang dibagikan kepada siswa dan mengambil nilai harian siswa kelas III di SD Negeri Bener 02 Kab. Semarang. Dengan memperoleh data nilai Sig = ,349 dengan correlation is significant pada <0.05, yang bahwa korelasi antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajarnya tidak signifikan.   The effect of learning motivation on student learning outcomes at Bener 02 State Elementary School, Semarang Regency   Abstract: Learning motivation is an important factor that can influence the learning process of each person towards the achievement they have achieved. Most people who have the motivation to learn, are more likely to have a sense of disclosure of all their abilities to produce optimal learning outcomes in accordance with the learning outcomes they want. The higher the motivation possessed by someone, the greater the sense that someone has to feel more passionate and active in learning. Data collection techniques were carried out from the results of questionnaires that were distributed to students and took daily grades of third-grade students at Bener State Elementary School 02 Kab. Semarang. By obtaining the data Sig = 0.349 with a significant correlation at <0.05, which is that the correlation between student motivation and learning outcomes is not significant.
Penerapan Teknik ECOLA (Extending Concept through Language Activities) untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa Nurhidayati Nurhidayati; Pardimin Pardimin
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v9i1.2652

Abstract

Penelitian yang menggunakan teknik ECOLA (Extending Concept through Language Activities) ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Teknik ini terdiri atas lima tahap, yakni (1) menentukan tujuan membaca yang komunikatif; (2) membaca dalam hati untuk sebuah tujuan; (3) mewujudkan pemahaman melalui aktivitas menulis; (4) melaksanakan diskusi dan klarifikasi; dan (5) menulis dan membandingkan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket minat baca. Butir-butir pernyataan dalam angket dikembangkan dari enam indikator minat baca. Keenam indikator minat baca yang dimaksud adalah perasaan senang, pemusatan perhatian, penggunaan waktu, motivasi untuk membaca, emosi dalam membaca, dan usaha untuk membaca. Hasil penelitian ini menunjukkan minat baca siswa meningkat sesuai kriteria yang telah ditetapkan oleh peneliti. Pada pascatindakan siklus II sebanyak 28 siswa atau 87,5% siswa mengalami peningkatan skor minat baca dibanding skor minat baca pratindakan. Simpulan dari penelitian ini adalah teknik ECOLA (Extending Concept through Language Activities) dapat meningkatkan minat baca siswa.   The application of the ECOLA technique (Extending Concept through Language Activities) to increase the reading interest of the students   Abstract: The research which uses ECOLA (Extending Concept through Language Activities) technique has the purpose to increase students' interest in reading. The technique consists of five steps, namely (1) to determine the purpose of communicative reading; (2) to read silently for a certain purpose; (3) to actualize an understanding through a writing activity; (4) to do a discussion and a clarification; and (5) to write and to compare. The data collected in the research uses reading interest questionnaires. Each question in the questionnaire is developed by six indicators of reading interest. The recent six indicators of reading interest is a feeling of happiness, focusing, time use, motivation to read, and an effort to read. The result of the research shows that the student’s reading interest increases in line with the criteria determined by the researcher. In circle II of the post-action, there are 28 or 87,5% of the students have an increase in reading interest compared to the score of the pre-action reading interest. The conclusion of the research is that ECOLA (Extending Concept through Language Activities) technique is able to increase the student’s reading interest.
METODE MIND MAPPING SALAH SATU CARA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA SMP Nur Rahayu
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v9i2.2686

Abstract

Guru harus pandai mengatasi permasalahan yang ada dikelasnya. Kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Sleman memiliki masalah yaitu nilai rata-rata pelajaran IPA rendah. Metode Mind Mapping diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil Belajar IPA. Tulisan ini memberikan kajian metode Mind Mapping dapat dijadikan variasi pembelajaran IPA terutama untuk materi yang bersifat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Sleman. Penelitian ini merupakan PTK yang dilatar belakangi rendahnya nilai rata-rata IPA di kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Sleman yaitu sebesar 58. Setelah Penerapan metode Mind Mapping dengan dua siklus penelitian diperoleh peningkatan hasil belajar IPA yaitu sebesar 14,50 yaitu nilai rata-rata pada siklus pertama nilai  menjadi 72,50. Pada siklus kedua juga terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 1,88 yaitu nilai rata-ratanya menjadi 74,38 . Penerapan metode Mind Mapping pada kelas VIII B SMP Muhammadiyah 1 Sleman Juga dapat meningkatkan ketuntasan belajar.Pada siklus pertama nilai ketuntasan belajarnya 87,50 % dan pada Siklus kedua meningkat menjadi 90,63%.   Mind mapping method to improve science learning outcomes for junior high school students   Abstract: Teachers must be good at overcoming the problems that exist in the class. Class VIII B SMP Muhammadiyah 1 Sleman has a problem that is the average value of science lessons. The mind Mapping method is expected to be a solution to improve the results of Science Learning. This paper provides a review of methods of Mind Mapping that can be used as variations of science learning, especially for materials that are knowledge. This study aims to describe the application of the Mind Mapping method that can improve the learning outcomes of science students of grade VIII B SMP Muhammadiyah 1 Sleman. This research is a Class Action Research background of low-grade average IPA in class VIII B SMP Muhammadiyah 1 Sleman that is equal to 58.  After the application of the Mind Mapping method with two research cycles obtained an increase in science learning outcome of 14.50 which is the average value in the first cycle of the value to 72.50. The second cycle also increased the learning outcome by 1.88 ie the average value to 74.38. Implementation of the Mind Mapping method in class VIII B SMP Muhammadiyah 1 Sleman Also can improve mastery learning. In the first cycle, the learning comprehension value was 87.50% and in the second cycle increased to 90.63%.
Upaya menumbuhkembangkan permainan tradisional bakiak dan egrang Budi Istiningtyas; Ari Setiawan
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v8i2.3695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan program, perencanaan, pelaksanaan, keberhasilan, dan pengelolaan upaya menumbuh kembangkan olahraga permainan tradisional bakiak dan egrang di SD Negeri Jumeneng Lor, Sumberadi, Mlati, Sleman 2017. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif penelitian ini dilakukan menggunakan studi kasus dengan dengan memfokuskan pada upaya menumbuh kembangkan olahraga permainan tradisional bakiak dan egrang di SD Negeri Jumeneng Lor. Data penelitian ini dapat digali dengan wawancara  dengan nara sumber sebagai informan, baik dari stakeholder di dalam sekolah, pengawas sekolah, maupun dari masyarakat sekitar sekolah dan wali murid. Pada pengamatan  dikembangkan dengan menggunakan trianggulasi data diperkuat dengan hasil observasi dan telaah dokumen yang ada. Dari data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa upaya menumbuh kembangkan olahraga tradisional bakiak dan egrang diadakan berdasarkan potensi sekolah ditunjang stakeholder yang kompak.  Dengan kejelian, kegigihan, dan semangat kepala sekolah beserta jajarannya untuk membekali siswanya supaya menumbuh kembangkan olahraga permainan tradisional bakiak dan egrang berhasil.   An effort to develop traditional sports egrang and bakiak   Abstract: The purpose of this study is to discover the reason for determination from the program, implementation, factors that make the program will be succeeded, and effort management to develop the traditional sport, bakiak and egrang in Jumeneng Lor elementary school.2017. This research was conducted using a qualitative descriptive approach using a case study focusing on efforts to develop traditional sports, bakiak and egrang in Jumeneng Lor Elementary School. Interviews collect the research data from stakeholders in the school, school supervisors, the community around the school, and student guardian. The process of data analysis is developed using data triangulation reinforced with the results of observations and a review of existing documents. From data that is collected shows that the efforts to develop traditional sports are carried out based on the right potential of the school and support by adequate stakeholders, especially carefulness, perseverance and enthusiasm of school principals and staff to increase the student's knowledge to develop traditional sports bakiak and egrang will be a success.
Improving The Creative Thinking Skill and Learning Achievement result through Scientific Inquiry Model of Student of Class XI MIPA-1 of SMAN 1 Bantul Yogyakarta Sumarsih Sumarsih; Supriyoko Supriyoko
Wiyata Dharma: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/wd.v8i2.3716

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui peningkatan ketrampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar melalui model Penelitian Ilmiah (scientific inquiry model) serta hambatan-hambatan yang dihadapi dan alternatif solusinya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam2 siklus yang terdiri dari planing, acting, observing dan reflecting dengan model Lewin yang ditafsirkan oleh Kemmis. Setiap siklus terdiri dari 5 kali pertemuan dengan durasi waktu 2x 45 menit pada setiap pertemuannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2017 bertempat di SMAN 1 Bantul Yogyakarta. Data yang diukur adalah keterampilan kreatif dan prestasi belajar. Model pembelajaran Penelitian Ilmiah (scientific inquiry model) dikatakan dapat meningkatkan ketrampilan kreatif  jika tingkat kemampuan berpikir kreatif mencapai 70-80 (Baik) dan mencapai prosentase 85% tuntas belajar (>75). Hasil dari penelitian ini adalah  hasil tes ulangan harian siswa pada Sistem Respirasi (Siklus I) dan Sistem Ekskresi (Siklus II) mengalami peningkatan dari 81.00 menjadi 87.32. Kemampuan kreatif siswa pada siklus I dan II mengalami peningkatan yang cukup pesat. Pada siklus I terdapat 45 % siswa mempunyai ketrampilan kretaif sangat baik, 50 % siswa baik dan 5% cukup. Pada siklus II sudah tidak terdapat lagi katagori ketrampilan kreatif cukup. Yang terjadi pada siklus II adalah ketrampilan kreatif sangat baik sebanyak 90% dan 10 % untuk katagori baik. Hambatan yang dialami siswa dalam tahap menyusun kerangka pikir untuk menentukan hipotesis penelitian (tahap Iluminasi). Solusi yang diberikan adalah dengan memberikan bimbingan intensif di luar jam pembelajaran.   Improving the creative thinking skill and learning achievement results through the scientific inquiry model   Abstract: The objective of the research is to know the increase in creative thinking skills and learning achievement results from the scientific inquiry model and the obstacle faced and alternative solutions. This research is a classroom action research which is done in 2 cycles consisting of planning, acting, observing and reflecting using the Lewin model translated by Kemmis. Each cycle consists of 5 meetings per per-meeting is 90 minutes long. The Research is carried out in Februari and March 2017 in SMAN 1 Bantul Yogyakarta. Data measured is a creative skill and learning achievement. The scientific inquiry model enables to improve the creative skills if the level of creative thinking ability reaches 70-80 and getting the percentage of 85% learning pass from 75. The result of the research is the formative test of the cycle I (respiratory system) and cycle II (excretory system) which is increasing from 81.00 to 87,32. The creative thinking ability of students in cycles I and II also show an increase sharply. In cycle I, 45 % of students have a very good creative ability, 50% of students gain good and 5% get enough. In cycle II there is not any student at the level of sufficient. What really happens is there are 90% of students reach the level of very good creative ability and 10% get good. The hindrance experienced by students is the time of arranging thinking-frame to decide the research hypothesis. The solution is given by guiding them intensively outside the class meeting.