cover
Contact Name
Ari Sunandar
Contact Email
arisunandar031@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bioeducation@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL BIOEDUCATION
ISSN : 23564210     EISSN : 25276522     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bioeducation adalah Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Pontianak yang diterbitkan secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun (Februari dan Agustus) sebagai sarana untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan biologi yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pemikiran, profesi dan praktik pendidikan biologi.
Arjuna Subject : -
Articles 104 Documents
PENGEMBANGAN E-MODULE FUNGI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN MODEL 4D Primadya Anantyarta; Winda Afafa
JURNAL BIOEDUCATION Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v10i2.5681

Abstract

Kebutuhan akan media pembelajaran yang efektif dan efisien serta berpusat pada siswa dapat dipenuhi dengan penggunaan salah satu media berupa E-module berbasis problem based learning (pbl). Penggunaan materi fungi (jamur) dalam pengembangan E-module ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan belajar biologi bagi siswa di era kurikulum merdeka saat ini. Pembelajaran yang masih bepusat pada guru akan menyebabkan kurangnya kemampuan dalam menyelesaikan masalah dalam pembelajaran bagi siswa. E-module bebasis PBL pada materi fungi ini termasuk penelitian dan pengembangan/ research and development yang secara khusus dikembangkan menggunakan model 4D, namun hanya sampai tahap D ke 3 (Define, Design, Development). E-module divalidasi oleh ahli media pembelajaran dan ahli materi untuk mendapatkan nilai persentase yang dapat menyimpulkan tingkat kevalidan media yang dikembangkan. Berdasarkan validasi didapatkan hasil bahwa e-module termasuk dalam kriteria sangat valid karena mendapatkan persentase 96,32% untuk media dan 92,19% untuk isi materi. Untuk penelitian pengembangan dapat dilakukan uji pendahuluan/ analisis kebutuhan media kepada siswa sebelum mengembangkan serta dapat diujikan keterbacaan kepada siswa sebelum dilanjutkan pada tahap D ke 4 yaitu Disseminate (penyebarluasan) agar diketahui seberapa baik suatu media dapat digunakan oleh siswa dalam belajar kedepannya.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN DARING FISIOLOGI TUMBUHAN DENGAN GOOGLE CLASSROOM Maya Pratiwi; Monica Milliani Rizky; Much. Fuad Saifuddin; Destri Ratna Ma'rifah; Elma Nur Azizah; Gusti Anggraini
JURNAL BIOEDUCATION Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v10i2.3608

Abstract

Selama masa pandemi Covid-19 pembelajaran dilakukan secara berani menggunakan berbagai platform . Salah satu platform yang digunakan pada mata kuliah Fisiologi Tumbuhan yaitu Google Classroom. Platform tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang digunakan dalam proses pembelajaran. Maka dari itu diperlukan penelitian terkait dengan persepsi untuk mengoptimalkan kualitas proses pembelajaran Fisiologi Tumbuhan terhadap penggunaan media pembelajaran tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas proses pembelajaran Fisiologi Tumbuhan menggunakan media Google Classroom. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berisi 24 item pernyataan dengan skala seperti rentang 5 skor. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Biologi UAD angkatan 2018 yang berjumlah 98 dengan sampel 79 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase persepsi mahasiswa pada aspek penyajian informasi dan materi di Google Classroom sebesar 58,76% , aspek pengelolaan aktivitas pembelajaran sebesar 53,97%, aspek penugasan sebesar 55,65%, aspek motivasi sebesar 49,4%, dan aspek self-learning sebesar 56,85% hasil keseluruhan memberikan respons yang cukup positif terhadap penggunaan media Google Classroom. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat diperoleh bahwa persepsi mahasiswa yang telah diperoleh dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Fisiologi Tumbuhan yang berani terhadap penggunaan media Google Kelas Kata kunci: Fisiologi Tumbuhan, Google Classroom, Persepsi
PENGEMBANGAN E-MAGAZINE ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN KELAS X SMA Reni Patiola; Hayatul Fajri; Syamswisna Syamswisna
JURNAL BIOEDUCATION Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v10i2.5638

Abstract

           Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari e-magazine dari hasil studi etnobotani tumbuhan obat oleh etnis dayak ahe di Dusun Sumiak Kabupaten Landak. Materi ini memiliki peluang besar dalam menggali potensi lokal, dengan mengetahui manfaat-manfaat dari keanekargaman hayati yang disajikan dalam e-magazine diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap lingkungan yang ada di sekitar. Instrumen penelitian berupa lembar validasi yang terdiri dari format, isi, dan bahasa yang meliputi 12 kriteria. Model penelitian ini yaitu R&D (Research and Development) yang dibuat dalam 3 tahapan yaitu define, design dan develop berdasarkan model 4D dan dilanjutkan dengan uji validitas media oleh lima orang validator. Tahap pertama (difine) dilakukan observasi dan wawancara guru biologi, tahap kedua (design) berupa pembuatan story board, komponen-komponen dalam e-magazine yang disesuaikan dengan hasil studi etnobotani tumbuhan obat dan hal-hal pendukung lainnya. Tahap  ketiga (develop) yaitu pembuatan produk.  Pada hasil uji validitas konten ­e-magazine nilai CVI (Content Validity Indexs) bernilai 0,99 yang menyatakan bahwa media e-magazine pada Submateri Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Kelas X Sekolah Menengah Atas layak digunakan.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS BERBASIS GENDER DAN DIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS ETNOSAINS Ibnu Ubaidillah; Setiono Setiono; Jujun Ratnasari
JURNAL BIOEDUCATION Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v10i2.5577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis berbasis gender dan diferensiasi pada pembelajaran biologi berbasis etnosains. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX dari salah satu SMP di Kabupaten Sukabumi dengan sampel sebanyak 62 peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu atau quasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group. Instrumen yang digunakan adalah soal tes kemampuan berpikir kritis berupa pilihan ganda sebanyak 15 soal dan angket sikap sebanyak 7 soal dengan 5 indikator kemampuan berpikir kritis. Data hasil penelitian menunjukan pembelajaran biologi berbasis etnosains dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang terlihat dari adanya peningkatan dari nilai n-gain pretest dan posttest sebesar 0,58 atau kategori sedang.  Kemampuan berpikir kritis peserta didik laki-laki lebih unggul dibandingkan peserta didik perempuan dan peserta didik kelompok kelas atas lebih tinggi dibandingkan peserta didik kelompok tengah dan bawah. Rata-rata angket sikap kemampuan berpikir kritis sebesar 76,61 atau kategori sangat baik. Hasil uji Korelasi berganda nilai Sig. F Change adalah 0,040 atau <0,05 maka terdapat hubungan antara gender dan diferensiasi terhadap kemampuan berpikir kritis. Simpulan dalam penelitian ini, kemampuan berpikir kritis berbasis gender dan diferensiasi meningkat pada pembelajaran biologi berbasis diferensiasi.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA TERHADAP MATERI BIOLOGI SEMESTER GENAP KELAS VII DI MTs RIADHUL ULUM AMPENAN Syamsuddin Syamsuddin; Umi Ulfa Rozana
JURNAL BIOEDUCATION Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v10i2.5620

Abstract

Misconceptions experienced by students is the lack of skills of students in translating sentences that are contextual into the concept contained in the book or reference. This study aims to analyze of student misconceptions about the concepts of energy on life, the interaction of living things with their environment, the impact of environmental pollution on life, and global warming and its impact on life, and to analyze factors that cause student misconceptions to biological concepts. The study included qualitative research, which describes the location of student misconceptions based on Certainty of Response Index (CRI) in solving multiple choice questions on the biology concept in Madrasah Tsanawiyah (MTs) of Riadhul Ulum Ampenan. The sample numbered 14 students as a subject. The data retrieval procedure was done by using the instrument in the form of multiplechoice diagnostic test to analyze the location of student misconception on every biological concept amounted to 24 questions. Data analysis has been done descriptively by exposing the type of answers, reason and CRI on each question. Most students have misconceptions about the concept of energy as the source of life. The concept of the interaction of living beings with their environment. The concept of the impact of environmental pollution on life. The concept of global warming and its impact on life. In addition, the source of students understanding comes from the books they read, and besides it can be sourced from friends, social media, teachers, and the student. CRI was developed to distinguish between students who had misconceptions, understood concepts and did not understand the concept.
Pengembangan Booklet Digital Keanekaragaman Tumbuhan Obat sebagai Media Pembelajaran Siswa Kelas X SMA
JURNAL BIOEDUCATION Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v11i1.5346

Abstract

Seiring dengan berkembangnya teknologi, media pembelajaran kini tidak hanya terbatas dalam bentuk buku paket saja, ada beberapa media pembelajaran yang dapat dikembangkan oleh pendidik sebagai penunjang media pembelajaran utama. Salah satunya yang dapat digunakan adalah booklet digital. Booklet digital merupakan inovasi baru dalam mengembangkan sebuah media pembelajaran yang memadukan antara media cetak dan teknologi. Tumbuhan obat adalah jenis-jenis tumbuhan yang memiliki fungsi dan berkhasiat menyembuhkan suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media booklet digital keanekaragaman tumbuhan obat  untuk siswa kelas X SMA serta untuk mengetahui kelayakan media Booklet digital keanekaragaman tumbuhan obat yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4-D (Define – Design – Development – Disseminate ) yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, dkk. Hasil uji validasi oleh validator ahli materi dan validator ahli media memperoleh persentase sebesar 90%. Sedangkan uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 89,75% dan hasil uji lapangan oleh guru memperoleh persentase sebesar 82%. Berdasarkan penilaian yang diberikan oleh validator ahli, guru dan peserta didik Booklet digital dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran tambahan pada materi Keanekaragaman Hayati. 
Pengembangan Buku Ilmiah Populer Keanekaragaman Ikan Di Muara Sungai Desa Bumi Pratama Mandira sebagai Bahan untuk Siswa Kelas X SMA/MA
JURNAL BIOEDUCATION Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v11i1.5347

Abstract

Penggunaan media pembelajaran berbasis potensi lokal dapat menjadi pendukung materi yang diajarkan di sekolah selain itu media pembelajaran ini memaksimalkan pemanfaatan lingkungan yang ada disekitar sekolah. Salah satu media pembelajaran yang dapat dikembangkan yaitu buku ilmiah populer yang berisi pengetahuan hasil penelitian yang disajikan dengan format bahasa yang singkat, padat, dan jelas sehingga mudah dipahami oleh guru, siswa, maupun masyarakat umum. Pengembangan buku ilmiah populer memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui respon guru dan siswa terhadap penggunaan media serta tingkat kelayakan buku ilmiah populer. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian buku ilmiah populer yaitu hasil validasi yang dilakukan oleh ahli materi diperoleh persentase sebesar 84% dengan kategori “Sangat Layak”. Dan hasil validasi oleh ahli media diperoleh persentase sebesar 85,3% dengan kategori “Sangat Layak”. Untuk hasil uji coba terhadap respon guru mendapatkan skor 49 dengan persentase 98% termasuk kategori “sangat baik”. Dan hasil uji coba respon sekelompok siswa mendapatkan skor rata-rata 44,5 dengan persentase 89% termasuk kategori “sangat layak”.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis Macromedia flash pada Materi Fungi Kelas X SMA
JURNAL BIOEDUCATION Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v11i1.5534

Abstract

Perkembangan teknologi yang begitu pesat menuntut guru untuk kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Inovasi pembelajaran dapat dilakukan dengan mengembangkan suatu media pembelajaran dengan bantuan software yang mudah ditemukan dan memanfaatkan fasilitas teknologi di sekolah serta sesuai dengan perkembangan siswa sekarang. Salah satunya adalah multimedia interaktif pembelajaran. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengetahui kelayakan multimedia interaktif berbasis Macromedia flash pada materi Fungi dan mengetahui respon peserta didik terhadap multimedia interaktif berbasis Macromedia flash pada materi Fungi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R & D) dengan prosedur pengembangan yang mengacu pada Borg & Gall dengan langkah-langkah yang dibatasi yaitu potensi dan masalah, mengumpulkan informasi, desain produk, validasi desain, perbaikan desain, dan uji coba produk. Uji coba dilakukan pada kelompok terbatas dengan jumlah 12 orang siswa kelas X di SMA Negeri 7 Pontianak. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar validasi multimedia interaktif dan lembar angket respon siswa. Hasil validasi oleh ahli materi mendapatkan nilai koefisien Aikens’s V sebesar 0,93 dengan kategori valid. Hasil validasi oleh ahli media juga mendapatkan nilai koefisiens Aiken’s V sebesar 0,93 dengan kategori valid. Hasil respon siswa mendapatkan nilai sebesar 90% yang termasuk kategori sangat kuat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif berbasis Macromedia flash materi Fungi layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi Fungi dan mendapatkan respon yang positif dari peserta didik.
Korelasi Pengetahuan dan Keterampilan Kognitif dengan Sikap dan Perilaku Literasi Lingkungan
JURNAL BIOEDUCATION Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v11i1.5606

Abstract

Literasi lingkungan adalah kompetensi yang semestinya dimiliki sumberdaya manusia untuk mangadapi abad 21. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui korelasi antara indikator pengetahuan dan keterampilan kognitif dengan indikator sikap dan perilaku literasi lingkungan. Motode penelitian yang diterapkan ialah deskriptif kuantitatif dengan analisis korelasional. Subjek pada penelitian merupakan siswa kelas X MAN 2 Kota Sukabumi yang berjumlah 20 siswa ditentukan dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Instrumen yang dipakai yaitu soal pilihan ganda dan lembar angket skala sikap. Hasil penelitian ini membuktikan indikator pengetahuan dan kognitif dengan indikator sikap dan perilaku literasi lingkungan yang memiliki nilai sig.0,687 dengan person colleration 0,096.  Hasil tersebut menunjukkan tidak memiliki kolerasi yang signifikan antara indikator pengetahuan dan keterampilan kognitif dengan sikap dan perilaku literasi lingkungan siswa serta menunjukkan tingkat hubungan yang sangat rendah.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS PROYEK BERDASARKAN ANALISIS UJI FITOKIMIA DAUN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA
JURNAL BIOEDUCATION Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Bioeduction
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/bioed.v11i1.5929

Abstract

Pemberdayaan keterampilan abad ke-21 bertujuan agar mahasiswa tumbuh menjadi pribadi yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan dapat memecahkan segala permasalahan yang ditemui. Keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan mahasiswa dalam memecahkan suatu permasalahan dalam pembelajaran biologi salah satunya adalah keterampilan berpikir kreatif. Upaya memberdayakan keterampilan berpikir kreatif dapat dilakukan melalui pengembangan modul berdasarkan hasil penelitian analisis uji fitokimia daun. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul berbasis proyek berdasarkan analisis uji fitokimia daun yang memenuhi syarat valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Modul dikembangkan berdasarkan model pengembangan ASIE. Hasil validasi oleh ahli materi dan praktisi lapangan menunjukkan rerata persentase 83% kriteria valid sedangkan oleh ahli media adalah 87% kriteria valid. Hasil kepraktisan modul dinyatakan praktis dengan presentase 83%. Hasil keefektifan modul berdasarkan hasil n-Gain diperoleh 0,44 dengan kriteria cukup efektif dan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Profil keterampilan berpikir kreatif mahasiswa menunjukkan bahwa nilai akhir rata-rata per indikator antara lain: fluency 80, flexibility 80, originality 82 dan elaboration 85. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan memenuhi persyaratan valid, praktis dan efektif yang dapat dibuktikan dengan peningkatan nilai akhir keterampilan berpikir kreatif. Manfaat adanya penelitian ini dapat memberdayakan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa, pemahaman tentang fitokimia daun, keterampilan penelitian, pembelajaran aktif dan kolaboratif.

Page 9 of 11 | Total Record : 104