cover
Contact Name
Mieke
Contact Email
mieke@esaunggul.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
inohim.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM)
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 23548932     EISSN : 26559129     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) is a scientific publication devoted to disseminate all information contributing to the understanding and development of Health Information management, Health Informatics and Health Information Management System.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2024): INOHIM" : 8 Documents clear
Tinjauan Aspek Keamanan dan Kerahasiaan Rekam Medis di Ruang Penyimpanan Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru Tahun 2024 Nurjanah, Ana; Trisna, Wen Via
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.639

Abstract

AbstractThe medical record storage room must comply with applicable standards to ensure the security and confidentiality of medical records. At Bina Kasih Hospital, there are still issues with security, such as staff eating and drinking in the storage room, inadequate lighting, and dusty medical records. This study aims to assess the security and confidentiality of medical records in the storage room of Bina Kasih Hospital in Pekanbaru, Riau. The method used is a qualitative approach with a descriptive design. Three informants participated in this study: one head of medical records and two medical record staff. Data were collected through interviews and observation techniques. The study's results showed that, from the physical aspect, the humidity in the storage room was around 50%, and the temperature was around 25˚C, measured using a thermohygrometer. However, the lighting in the room was insufficient due to overcrowded racks, preventing light from spreading correctly. The light intensity was measured at 39 lux near the storage racks and 65 lux near the medical record staff's desk. From the chemical aspect, staff were still eating and drinking in the room. From the biological aspect, some medical records were damaged by termite bites. Regarding the confidentiality of medical records, the storage room door was secured with a fingerprint code that only medical record staff knew, preventing unauthorized personnel from entering without permission. The study concluded that the lighting in the room remains inadequate, staff still eat and drink in the room, and termites damaged some medical records. However, the confidentiality of medical records is well-maintained. It is recommended to add more lighting to the storage room, install "no eating and drinking" signs, and implement insect control every six months.Keywords: security, confidentiality, medical records, storage room AbstrakRuang penyimpanan rekam medis harus sesuai dengan standar yang berlaku guna memastikan keamanan dan kerahasiaan rekam medis tetap terjamin. Rumah Sakit Bina Kasih dari aspek keamanan masih ada petugas makan dan minum dalam ruang penyimpanan, pencahayaan kurang dan rekam medis berdebu. Tujuan penelitian untuk mengetahui keamanan dan kerahasiaan rekam medis di ruang penyimpanan Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru Riau. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Tiga informan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari 1 kepala rekam medis dan 2 petugas rekam medis. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan aspek fisik kelembaban di ruang penyimpanan berkisar 50% suhu berkisar 25˚C dengan menggunakan alat bantu pengukur kelembaban dan suhu yaitu thermohygrometer, sedangkan pencahayaan di ruangan masih kurang karena rak-rak yang ada di dalam ruangan terlalu padat, sehingga cahaya tidak dapat menyebar dengan baik. Intesitas cahaya 39 lux dekat rak penyimpanan dan 65 lux dekat meja petugas rekam medis. Aspek kimawi, masih ada petugas rekam medis makan dan minum dalam ruangan. Aspek biologis, terdapat rekam medis terkena gigitan rayap. Kerahasiaan rekam medis, pintu ruang penyimpanan sudah menggunakan kode finger print yang hanya diketahui oleh petugas rekam medis sehingga petugas lain tidak bisa masuk tanpa seizin petugas rekam medis. Kesimpulan penelitian penerangan dalam ruangan masih kurang, petugas rekam medis masih makan dan minum dalam ruangan, terdapat rekam medis terkena gigitan rayap, kerahasiaan rekam medis sudah baik. Sebaiknya, ditambahkan lampu dalam ruang penyimpanan, dibuat tulisan dilarang makan dan minum, dilakukan pengendalian serangga 6 bulan sekali.Kata Kunci: keamanan, kerahasiaan, rekam medis, ruang penyimpanan 
Perancangan Telegram Chatbot untuk Mendukung Proses Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum pada Puskesmas Sedong Kabupaten Cirebon Nugraha, Perdana Wira; Muhammad, Maula Ismail; Karmanto, Bambang; Khasanah, Lina
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.566

Abstract

AbstractHealthcare facilities continue to develop the implementation of Electronic Medical Records (EMR), including patient registration systems, to improve service efficiency. Puskesmas Sedong has adopted the Mobile JKN application for outpatient registration of BPJS patients. However, general patient registration still requires on-site registration, which is considered less effective. This study aims to design a Telegram Chatbot system to support electronic registration for general patients. The method used is black box testing, with testing conducted on three visitors to the Puskesmas selected randomly to evaluate the system's functionality and effectiveness. The results indicate that the Telegram Chatbot system operates effectively, meeting user needs and enabling a faster, more efficient outpatient registration process for general patients. The system also reduces waiting times and minimizes the need for direct interaction, offering a more practical solution for patients. This study concludes that the Telegram Chatbot system has significant potential to replace the less practical manual registration method with a more effective digital approach. Broader implementation and further testing are recommended to optimize the system and support digital transformation in healthcare services, particularly in Puskesmas. Keyword: registration, outpatient, online, telegram, chatbot  AbstrakFasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terus mengembangkan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME), termasuk sistem registrasi pasien, untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Puskesmas Sedong telah menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk pendaftaran rawat jalan pasien BPJS, tetapi pendaftaran pasien umum masih dilakukan secara langsung di lokasi, yang dinilai kurang efektif. Penelitian ini bertujuan merancang sistem Telegram Chatbot untuk mendukung pendaftaran pasien umum secara elektronik. Metode yang digunakan adalah black box testing, dengan pengujian dilakukan oleh tiga pengunjung Puskesmas yang dipilih secara acak untuk mengevaluasi fungsionalitas dan efektivitas sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem Telegram Chatbot berfungsi dengan baik dan sesuai kebutuhan, sehingga mampu membuat proses pendaftaran pasien umum menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. Sistem ini juga dinilai dapat mengurangi waktu tunggu dan meminimalkan interaksi langsung, memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi pasien umum. Dengan hasil ini, penelitian menyimpulkan bahwa sistem Telegram Chatbot memiliki potensi besar untuk menggantikan metode pendaftaran langsung yang kurang praktis dengan pendekatan digital yang lebih efektif. Implementasi sistem secara lebih luas serta pengujian tambahan direkomendasikan untuk memastikan optimalisasi dan mendukung transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas. Kata Kunci: pendaftaran, rawat jalan, online, telegram, chatbot
Tingkat Penggunaan Rekam Medis Elektronik dengan Metode Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya Andriyana, Alma; Astuti, Widi; Faida, Eka Wilda; Apriliansyah, Udin
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.586

Abstract

AbstractUndaan Eye Hospital Surabaya is a type B speciality eye hospital. Undaan Eye Hospital Surabaya has used Electronic Medical Records but is still in the transitional stage. Based on observations and interviews during the internship, it was found that in practice, the officer had to work twice because medical records were still hybrid, namely with manual medical records and electronic medical records. Therefore, this study aims to determine the level of use of Electronic Medical Records using the UTAUT method. The type of research used is descriptive qualitative. The sampling technique used total sampling, which comprised 22 medical record officers. The variables studied were aspects of the UTAUT method, namely performance expectations, effort expectations, facility conditions, and social influence, which were limited to indicators. This research instrument uses observation, interviews, and closed questionnaires with a Likert scale. The results obtained the level of use of RME based on the performance expectation variable with an average of 30.2 included in the sufficient category. On the variable business expectations, an average of 11 is included in the moderate category. On the variable facility conditions, an average of 18.2 was included in the moderate category. The social influence variable was obtained from interviews with two medical record officers, who are included in the good category. So, the level of use of RME based on the UTAUT method at Undaan Eye Hospital Surabaya shows a sufficient category.Keyword: level of use, electronic medical records, UTAUT, hospital  AbstrakRumah Sakit Mata Undaan Surabaya merupakan rumah sakit khusus mata tipe B. Pada saat ini Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya sudah menggunakan Rekam Medis Elektronik, namun masih dalam tahap peralihan. Berdasarkan observasi dan wawancara saat magang didapatkan bahwa pada pelaksanaannya petugas harus bekerja dua kali karena penggunaan rekam medis masih secara hybrid yaitu dengan rekam medis manual dan rekam medis elektronik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan Rekam Medis Elektronik dengan metode UTAUT. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yang berjumlaah 22 petugas rekam medis. Variabel yang diteliti adalah aspek dari metode UTAUT yaitu ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi fasilitas, dan pengaruh sosial dengan dibatasi pada indikator. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner tertutup dengan skala Likert. Hasil penelitian diperoleh tingkat penggunaan RME berdasarkan variabel ekspektasi kinerja dengan rata-rata 30,2 termasuk dalam kategori cukup. Pada variabel ekspektasi usaha dengan rata-rata 11 termasuk dalam kategori cukup. Pada variabel kondisi fasilitas dengan rata-rata 18,2 termasuk dalam kategori cukup. Pada variabel pengaruh sosial didapatkan dari hasil wawancara kepada 2 petugas rekam medis yang termasuk dalam kategori baik. Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat penggunaan RME berdasarkan metode UTAUT di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya secara keseluruhan menunjukkan kategori cukup.Kata Kunci: tingkat penggunaan, rekam medis elektronik, UTAUT, rumah sakit
Peran Dokumen Penunjang dan Konsistensi Resume Medis dalam Meningkatkan Akurasi Pengkodean Diagnosa di RS X (Studi Kasus Diagnosa ISK) Sukmasari, Kinasih Putri; Amalia, Rizkiyatul
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.565

Abstract

AbstractDiscrepancies in supporting documents and errors in coding Urinary Tract Infection (UTI) diagnoses are the main causes of BPJS Health claim rejections at Hospital X. Pending claims due to diagnostic coding errors account for 7.2% of all cases, with 4.5% specifically related to UTI diagnosis coding errors. This study aims to analyze the causes of pending BPJS Health claims related to UTI diagnostic codes by examining supporting documents and medical resumes. A qualitative approach was employed using interviews with four respondents, observations of the coding process to claim submission for inpatient BPJS Health patients and a document review of four claim files. The results reveal that 75% of UTI diagnoses showed discrepancies between supporting documents and medical resumes, while only 25% were consistent. These inconsistencies led to removing several UTI diagnoses from medical resumes, rendering the claims invalid. This study concludes that the accuracy of supporting documents and consistency in medical resume preparation significantly impact the precision of UTI diagnosis coding and the smooth processing of BPJS Health claims. Enhancing coding accuracy and validating supporting documents are recommended to reduce pending claims.Keyword: BPJS, diagnosis, UTI, ICD-10 code, pending claim AbstrakKetidaksesuaian dokumen penunjang dan kesalahan pengkodean diagnosa Infeksi Saluran Kemih (ISK) menjadi penyebab utama pengembalian berkas klaim BPJS Kesehatan di RS X. Persentase klaim pending akibat kesalahan kode diagnosa secara keseluruhan mencapai 7,2%, dengan 4,5% di antaranya disebabkan oleh kesalahan pengkodean pada diagnosa ISK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab pending klaim BPJS Kesehatan berdasarkan pengkodean diagnosa ISK dengan meninjau dokumen penunjang dan resume medis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara dengan empat responden, observasi proses pengkodean hingga pengiriman klaim pasien rawat inap, serta studi dokumentasi terhadap empat berkas klaim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% diagnosa ISK tidak sesuai antara dokumen penunjang dan resume medis, sementara hanya 25% yang sesuai. Ketidaksesuaian ini menyebabkan beberapa diagnosa ISK pada resume medis dihapuskan, mengakibatkan klaim tidak valid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kesesuaian dokumen penunjang dan kekonsistenan dalam penyusunan resume medis sangat mempengaruhi ketepatan pengkodean diagnosa ISK dan kelancaran proses klaim BPJS Kesehatan. Peningkatan akurasi pengkodean dan validasi dokumen pendukung direkomendasikan untuk mengurangi pending klaim.Kata Kunci: BPJS, diagnose, ISK, kode ICD-10, pending klaim
Evaluasi Aplikasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Online Dengan Technology Acceptance Model di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan Adi Putra, I Putu Agus Gangga; Karsana, I Wayan Widi; Wasita, Rai Riska Resty
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.609

Abstract

AbstractRSUD (Regional General Hospital) Tabanan has implemented online outpatient registration via the WhatsApp application, but there are still various obstacles, and from July to October 2023, only 0.22% of patients registered online, resulting in suboptimal services. The Technology Acceptance Model (TAM) is divided into five components: perceived ease of use (PEOU), perceived usefulness (PU), attitudes toward using (ATU), behavioral intention to use (BIU), and actual technology use (AU). These levels must be considered when evaluating the application. This research design utilizes a combination of case studies and narratives. There were a total of 6,395 patients. The quantitative analysis sample contained 380 patients, and the qualitative analysis sample included 9 respondents. It used techniques including observation checklists, questionnaires, and interview drafts. The study included both simple and multivariate linear regression techniques. The results showed that the PEOU variable had a positive effect on the PU, the PEOU variable had a positive effect on the ATU, the PU variable had a positive effect on the ATU, the PU variable had a positive effect on the BIU, the ATU variable had a positive effect on the BIU, the PU variable had no effect on the AU, and the BIU variable had a positive effect on the AU. There is no influence between PU variables on AU because there are still several obstacles, so even though the application is useful, it does not affect the real conditions in its use. Hospitals should be encouraged to evaluate procedures and improve the quality of online registration applications. Future researchers can use other analytical methods and a larger number of samples to make suggestions. Keywords: evaluation, online patient registration, WhatsApp, TAM  AbstrakRSUD Tabanan sudah menerapkan pendaftaran pasien rawat jalan online melalui aplikasi WhatsApp, akan tetapi masih terdapat beberapa hambatan dan selama bulan Juli - Oktober 2023 hanya 0,22% pasien yang melakukan pendaftaran secara online, sehingga pelayanan yang diberikan menjadi kurang optimal. Maka dari itu, perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui penerimaan aplikasi oleh pengguna dengan Technology Acceptance Model (TAM), yang terdiri dari persepsi kemudahan pengguna (PEOU), persepsi kegunaan (PU), sikap dalam penggunaan teknologi (ATU), minat perilaku menggunakan teknologi (BIU) dan penggunaan teknologi sesungguhnya (AU). Rancangan penelitian ini menggunakan mix method studi kasus dan naratif. Jumlah populasi sebanyak 6.395 pasien. Sampel analisis kuantitatif sebanyak 380 pasien dan sampel analisis kualitatif sebanyak 9 orang responden. Menggunakan instrumen checklist observasi, kuesioner dan draft wawancara. Analisis yang digunakan adalah regresi linear sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel PEOU berpengaruh positif terhadap PU, variabel PEOU berpengaruh positif terhadap ATU, variabel PU berpengaruh positif terhadap ATU, variabel PU berpengaruh positif terhadap BIU, variabel ATU berpengaruh positif terhadap BIU, variabel PU tidak berpengaruh terhadap AU, serta variabel BIU berpengaruh positif terhadap AU. Tidak adanya pengaruh antara variabel PU terhadap AU karena masih terdapat beberapa kendala, sehingga walaupun aplikasi berguna, tetapi tidak mempengaruhi kondisi nyata dalam penggunaannya. Saran bagi rumah sakit yaitu dilakukan evaluasi prosedur serta peningkatan mutu dan kualitas aplikasi pendaftaran online. Saran bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode analisis lain dan menggunakan ukuran sampel yang lebih banyak.Kata Kunci: evaluasi, pendaftaran pasien online, WhatsApp, TAM
Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Rekam Medis Pasca Pandemi Sevilla, Flavia; Rumana, Nanda Aula; Sonia, Dina; Putra, Daniel Happy
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.584

Abstract

AbstractMotivation is a movement within a person, one of which is learning. High motivation will create good results, too. This research aims to determine the description of learning motivation in students of the Medical Records and Health Information study program at Esa Unggul University in the post-pandemic period through six indicators, namely intrinsic, extrinsic, task value, learning control, self-efficacy, and anxiety. This research uses a descriptive method with a quantitative approach. The research sample consisted of 82 students from three different classes. The results of this research show that based on intrinsic indicators 75.2%, extrinsic 81.4%, task value 76.5%, learning control 76.5%, self-efficacy 80.3%, and anxiety 73.4%), the results obtained that post-pandemic medical records students' learning motivation was 51.2% high motivation and 48.8% low motivation.Keyword: medical record students, learning motivation, MSLQ  AbstrakMotivasi merupakan gerakan dalam diri seseorang salah satunya dalam belajar. Motivasi yang tinggi akan menciptakan hasil yang baik juga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran motivasi belajar pada mahasiswa Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Universitas Esa Unggul di pasca pandemi melalui enam indikator yakni intrinsik, ekstrinsik, nilai tugas, pengendalian pembelajaran, efikasi diri, dan kecemasan. Penelitian ini memakai metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah 82 mahasiswa dengan tiga angkatan berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan berdasarkan indikator intrinsik 75,2%, ekstrinsik 81,4%, nilai tugas 76,5%, pengendalian pembelajaran 76,5%, efikasi diri 80,3%, dan kecemasan 73,4%, sehingga didapatkan hasil bahwa motivasi belajar mahasiswa rekam medis di pasca pandemi 51,2% motivasi tinggi dan 48,8% motivasi rendah.Kata Kunci: mahasiswa rekam medis, motivasi belajar, MSLQ
Analisis Penerapan Rekam Medis Elektronik Berdasarkan Kebijakan Permenkes No. 24 Tahun 2022 di RS Bantuan 05.08.03 Sidoarjo Pribadi, Maylina Surya Wirawati; Masyfufah, Lilis; Astuti, Widi; Ajrina, Arij
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.575

Abstract

AbstractThe advancement of science and technology has significantly improved and streamlined the work of healthcare professionals. One example of this progress is the transition from manual medical records to Electronic Medical Records (EMR). At Bantuan 05.08.03 Hospital in Sidoarjo, the implementation of EMR remains in a hybrid system, combining manual and electronic methods, which does not align with Minister of Health Regulation Number 24 of 2022. This research aimed to analyze the implementation of EMR at the hospital based on the specified regulation. A qualitative descriptive method was employed, with observations conducted using a checklist to evaluate the Medify application. Research subjects included doctors, nurses, nutritionists, IT personnel, and medical record staff, each represented by one participant. The results revealed that clinical information entry, data input for financing claims, and EMR storage processes met the required standards. However, inconsistencies were identified in patient registration, data distribution, information processing, quality assurance, and content transfer. These discrepancies indicate that the hospital's EMR implementation is not fully compliant with the regulation. Addressing these gaps requires focused efforts to enhance technical systems and staff training, ensuring full compliance with the regulation and optimizing EMR functionality.Keyword: conformity, confirmation, observation AbstrakKemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah secara signifikan meningkatkan dan mempermudah pekerjaan para profesional kesehatan. Salah satu contohnya adalah transisi dari rekam medis manual ke Rekam Medis Elektronik (RME). Di Rumah Sakit Bantuan 05.08.03 Sidoarjo, penerapan RME masih menggunakan sistem hybrid yang menggabungkan metode manual dan elektronik, sehingga belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan RME di rumah sakit tersebut berdasarkan peraturan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan observasi yang dilakukan menggunakan lembar cek untuk mengevaluasi aplikasi Medify. Subjek penelitian meliputi dokter, perawat, ahli gizi, petugas IT, dan petugas rekam medis, masing-masing diwakili oleh satu peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengisian informasi klinis, input data untuk klaim pembiayaan, dan penyimpanan RME sudah sesuai dengan standar yang ditentukan. Namun, ditemukan ketidaksesuaian dalam proses pendaftaran pasien, distribusi data RME, pengolahan informasi, jaminan mutu, dan transfer isi RME. Ketidaksesuaian ini menunjukkan bahwa implementasi RME di rumah sakit tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan peraturan. Untuk mengatasi kesenjangan ini, diperlukan upaya khusus untuk meningkatkan sistem teknis dan pelatihan staf, sehingga dapat memastikan kepatuhan penuh terhadap peraturan dan mengoptimalkan fungsi RME.Kata Kunci: kesesuaian, konfirmasi, observasi
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Dengan Metode Hot-Fit di Rumah Sakit Dharma Kerti Prapti Wujani, Ni Luh Gede; Karma Maha Wirajaya, Made; Ayu Laksmini, Putu; Tunas, I Ketut
Indonesian of Health Information Management Journal (INOHIM) Vol 12, No 2 (2024): INOHIM
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/inohim.v12i2.621

Abstract

AbstractDharma Kerti Hospital is one of the hospitals located in Tabanan Regency, Bali. The hospital has implemented SIMRS to support the service process. However, observations show that the system's performance is often slow, experiencing errors and exiting automatically. In addition, the system has never been evaluated since its implementation. This study aims to evaluate SIMRS using the Hot-Fit method at Dharma Kerti Hospital. The type of research is observational, using a quantitative descriptive method. Sampling research using a proportional random sampling technique, with a total sample of 61 people who operate SIMRS at Dharma Kerti Hospital. The evaluation results of the four components are classified as good categories, where the human component obtained a score of 3.04, the organization component obtained a score of 3.08, the technology component obtained a score of 3.00, and the net benefit component obtained a score of 3.07. It can be concluded that the evaluation of SIMRS using the Hot-Fit method is categorized as good from all aspects of the assessment. This shows that, overall, the performance of SIMRS supports the health service process and can increase the productivity and efficiency of patient services. The results of this study can be a reference for the development of studies and policies related to the evaluation and improvement of SIMRS performance to support the efficiency of health services.Keywords: Evaluation, SIMRS, Hot-Fit AbstrakRumah Sakit Dharma Kerti merupakan salah satu rumah sakit yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali. Rumah sakit ini telah menerapkan SIMRS untuk mendukung proses pelayanan. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa kinerja sistem sering lambat, mengalami error, dan keluar secara otomatis. Selain itu, evaluasi sistem belum pernah dilakukan sejak penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi SIMRS dengan metode Hot-Fit di Rumah Sakit Dharma Kerti. Jenis penelitian adalah observasional menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik proportional random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 61 orang yang mengoperasikan SIMRS di Rumah Sakit Dharma Kerti. Hasil evaluasi keempat komponen tergolong kategori baik, dimana komponen human diperoleh skor 3,04, komponen organization diperoleh skor 3,08, komponen technology diperoleh skor 3,00 dan komponen net benefit diperoleh skor 3,07. Dapat disimpulkan bahwa evaluasi SIMRS menggunakan metode Hot-Fit yang dilakukan dikategorikan sudah baik dari semua aspek penilaian. Hal tersebut menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kinerja SIMRS sudah baik untuk mendukung proses pelayanan kesehatan serta dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pelayanan pasien. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan studi dan kebijakan terkait evaluasi serta peningkatan kinerja SIMRS untuk mendukung efisiensi pelayanan kesehatan.Kata Kunci: Evaluasi, SIMRS, Hot-Fit

Page 1 of 1 | Total Record : 8