cover
Contact Name
Hernadi Sudirman
Contact Email
hernadypratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroekoteknologitropikalembab@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agroekoteknologi Tropika Lembab
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26223570     EISSN : 2621394X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Universitas Mulawarman merupakan media publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
Respons Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Limbah Kulit Pisang dan Biochar Idris, Suria Darma; Elidar, Yetti; Napitu, Deardo
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 6, No 2 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 6 Nomor 2 Februari 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.6.2.2024.14089.23-28

Abstract

Selada (Lactuva sativa L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mengandung gizi yang bermanfaat meningkatkan kesehatan jantung, dan mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik limbah kulit pisang dan biochar yang dapat menstimulasi respons pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 hingga Februari 2022, bertempat di Para-para Laboratorium OECF Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur. Penelitian faktorial ini, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan lima ulangan. Faktor pertama dosis pupuk organik limbah kulit pisang (P) yang terdiri atas 3 taraf, yaitu 200 g (p1), 250 g (p2), dan 300 g (p3). Faktor kedua adalah dosis biochar (R) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu 0 g (r0), 15 g (r1), 30 g (r2), dan 45 g (r4). Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik limbah kulit pisang dan biochar menunjukkan berbeda tidak nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, dan berat kering akar. Pemberian pupuk organik limbah kulit pisang menunjukkan beda nyata pada jumlah daun umur 4 MST dengan perlakuan terbaik pada 250 g (p2). Pemberian Biochar terhadap tanaman selada menunjukkan tidak beda nyata terhadap seluruh variabel pengamatan.
Komposisi Kombinasi Bahan Perekat Alami pada Kompos Pellet Limbah Ikan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy Juwaningsih, Eko H Agustin; Pandjaitan, Chatlynbi T. Br.
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 7, No 1 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 7 Nomor 1 Agustus 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.7.1.2024.14713.48-54

Abstract

Kompos limbah ikan (berupa tulang, kulit, sirip, kepala, sisik dan jeroan) dibuat dalam bentuk pellet sehingga sangat efisien dan efektif dalam penggunaan dan pengangkutan. Kompos pellet limbah ikan mengandung hara yang lengkap tetapi dalam pembuatannya diperlukan perekat. Perekat alami yang digunakan adalah limbah kulit pisang dan kulit ubi kayu. Penggunaan perekat antara 10-30%. Limbah kulit pisang dan ubi kayu diharapkan mampu menggantikan perekat alami dari tepung tapioka. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh dan mendapatkan satu komposisi perekat alami yang tepat untuk dapat digunakan dalam pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Kegiatan penelitian dilakukan, mulai bulan Juli hingga Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok 1 faktor, yaitu komposisi kombinasi antara limbah ikan + perekat kulit pisang + ubi kayu. Perlakuan tersebut adalah: 90% + 5% + 5%;, 85% + 5% + 10%; 85% + 10% + 5%; 80% + 10% + 10%; 75% + 10% + 15%; 75% + 15% + 10%; 70% + 15% + 15%. Variabel yang diamati: analisis kimia (pH, kandungan hara C-organik, N, P, dan K), tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar tanaman. Hasil penelitian: perlakuan limbah ikan 80% + kulit pisang 10% + kulit ubi kayu 10% merupakan perlakuan dengan komposisi perekat pada kompos pellet limbah ikan terbaik pada tinggi tanaman (22,19 cm), jumlah daun (16,94 helai) dan bobot basah (335,50 g). Kata kunci: limbah ikan, kompos pellet, perekat alami, komposisi limbah kulit pisang, hasil pakcoy.
Respon Pertumbuhan Bibit Anggrek Dendrobium (Dendrobium Ira Veronica) terhadap Penambahan Pupuk Daun dan Pupuk Organik Pada Komposisi Pemupukan Sulichantini, Ellok Dwi; Primawati, Azzahra Qolbi
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 6, No 2 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 6 Nomor 2 Februari 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.6.2.2024.14057.45-53

Abstract

Anggrek Dendrobium Ira Veronika merupakan hasil silangan antara Dendrobium gouldii x Dendrobium helix. Anggrek seperti tanaman jenis lain memerlukan pupuk untuk pertumbuhannya. Pertumbuhan tanaman yang optimal dapat dihasilkan apabila diberikan komposisi pemupukan yang tepat. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan bibit anggrek Dendrobium Ira Veronica terhadap pemberian pupuk daun Gaviota, emulsi ikan, pupuk organik cair (POC) kecambah, dan pupuk organik cair (POC) limbah sayur dan buah. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas p0 (kontrol), p1 (pupuk daun Gaviota 1 g L-1), p2 (pupuk daun Gaviota 1 g L-1 + emulsi ikan1 mL L-1), p3 (pupuk Gaviota 1 g L-1 + Emulsi ikan 1 mL L-1 + POC kecambah 100 mL L-1), p4 (pupuk Gaviota 1 mL L-1 + emulsi ikan 1 mL L-1 + POC kecambah 100 mL L-1 + POC limbah sayur dan buah 100 mL L-1). Data dianalisis menggunakan sidik ragam, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) pada taraf 5%. Pupuk diberikan dua kali seminggu dengan dosis 50 mL per tanaman dengan cara penyemprotan pada seluruh bagian tanaman dan media tanam. Hasil penelitian menunjukkan komposisi pupuk memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah tunas, pertambahan diameter batang, pertambahan jumlah daun, pertambahan lebar daun, dan pertambahan panjang daun. Perlakuan p3 (pupuk Gaviota 1 mL L-1 + emulsi ikan 1 mL L-1 + POC kecambah 100 mL L-1) dan p4 (pupuk Gaviota 1 mL L-1 + emulsi ikan 1 mL L-1 + POC kecambah 100 mL L-1 + POC limbah sayur dan buah 100 mL L-1) merupakan dua komposisi pupuk yang menghasilkan pertumbuhan anggrek yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuam p0, p1 dan p2. Komposisi pupuk terbaik terdiri atas campuran pupuk Gaviota 1 g L-1 + emulsi ikan 1 mL L-1 + POC kecambah100 mL L-1 + POC limbah sayur buah 100 mL L-1 menghasilkan pertambahan tinggi 2,18 cm, pertambahan diameter batang 0, 19 cm, pertambahan lebar daun 1,09 cm, dan pertambahan panjang daun 1,76 cm.
Uji Daya Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Lokal Merah Sigi dengan Pemberian Beberapa Zat Pengatur Tumbuh Sari, Anis Widya; Pranoto, Hadi; Eliyani, Eliyani; Pujowati, Penny
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 7, No 1 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 7 Nomor 1 Agustus 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.7.1.2024.15635.71-77

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan utama kedua setelah padi. Jagung Merah Sigi (Mesi) berasal dari Sigi, Sulawesi Tengah. Jagung Mesi memiliki penampilan yang menarik, rasa manis, dan aroma khas. Upaya memperoleh hasil optimal budidaya jagung Mesi adalah dengan pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). ZPT berperan dalam merangsang maupun menghambat pertumbuhan tanaman. ZPT yang terkandung dalam Bioaktivator yaitu 5,029 mg L-1 Indole Acetic Acid, 9,819 mg L-1 Giberelin, 1,603 mg L-1 Zeatin dan 0,933 mg L-1 Kinetin. Kandungan ZPT dalam Booster yaitu senyawa asam laktat, asam amino, dan Lactobacillus. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya hasil tanaman jagung Merah Sigi dengan pemberian beberapa ZPT. Penelitian dilaksanakan di Taman Teknologi Pertanian Bangun Rejo, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dari April hingga Juli 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial, terdiri atas 4 perlakuan yang diulang 8 kali, yaitu tanpa pemberian Bioaktivator dan Booster (kontrol), 7 mL L-1 Bioaktivator, 7 mL L-1 Booster, kombinasi antara 3,5 mL L-1 Bioaktivator dan 3,5 mL L-1 Booster. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemberian Bioaktivator, Booster dan kombinasinya berpengaruh tidak nyata pada semua parameter. Perlakuan 7 mL L-1 Booster menghasilkan rata-rata bobot 100 butir jagung sebesar 23,70 g, hanya mampu meningkatkan sebesar 4,64% dibandingkan dengan kontrol. Hasil bobot 100 butir jagung Merah Sigi masih sesuai dengan potensi bobot 100 butir jagung pada deskripsi yaitu 23,01 g. Kombinasi 3,5 mL L-1 Bioaktivator dan 3,5 mL L-1 Booster memberikan rata-rata berat pipilan kering per petak sebesar 1,18 kg.
Pemetaan Kualitas Tanah Menurut Tipe Penggunaan Lahan di Desa Tepian Baru Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur Dhonanto, Donny; Fahrunsyah, Fahrunsyah; Iswahyudi, Muhammad Bayu
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 6, No 2 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 6 Nomor 2 Februari 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.6.2.2024.14090.36-44

Abstract

Kualitas tanah adalah kemampuan tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman, mengatur air, dan menyokong lingkungan, memainkan peran penting dalam produktivitas pertanian dan keseimbangan ekosistem. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas tanah menurut tipe penggunaan lahan. Penelitian ini dilakukan di Desa Tepian Baru Kecamatan Bengalon serta analisis tanah dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dari bulan Maret sampai Juni 2021. Survei dan pengambilan sampel lapangan dilakukan setelah mendapatkan peta pemanfaatan lahan yang dibuat berdasarkan hasil perekaman citra satelit tahun 2020 dan 2021. Pengambilan sampel dilakuakan secara acak yang telah ditentukan berdasarkan pertimbangan kelas lereng, sampel dianalisis di Laboratorium Tanah Faperta Unmul. Analisis data menggunakan metode komparatif dengan tabel penilaian faktor pembatas dan bobot relatif Minimum Data Set. Hasil interpretasi citra satelit Desa Tepian Baru memiliki 8 tipe penggunaan lahan, namun hannya 7 pemanfaatan lahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Pemanfaatan lahan tersebut adalah pemukiman, daerah aliran sungai, hutan sekunder, perkebunan karet, perkebunan kelapa sawit, kebun campuran, lahan terbuka, dan semak belukar. Penelitian ini menunjukkan, berdasarkan pembobotan pada semua parameter minimum data set nilai kumulatif menunjukkan kualitas tanah buruk ada pada pemanfaatan lahan hutan sekunder, lahan terbuka, dan semak belukar. Untuk kualitas tanah sedang berada pada pemanfaatan lahan pemukiman, perkebunan karet, dan kebun campuran. Sedangkan untuk kualitas tanah baik berada pada pemanfaatan lahan perkebunan kelapa sawit.
Beberapa Catatan Pengaruh Ageratum conyzoides pada Beberapa Kultivar Padi Gogo Lokal Syaifudin, Encik Akhmad; Mirza, Muhammad Alexander; Suwarno, Suwarno
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 6, No 2 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 6 Nomor 2 Februari 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.6.2.2024.14051.1-5

Abstract

Suatu Percobaan untuk mengetahui pengaruh Ageratum conyzoides terhadap beberapa kultivar padi (O. sativa) lokal gogo, serta untuk mengetahui toleransi padi (O.sativa) lokal gogo terhadap pengaruh A. conyzoides telah dilakukan dengan sepuluh perlakuan kultivar padi gogo lokal, dan tiga ulangan berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan tersebut adalah 060 (Jambu Putih), 077 (Sangkit Merah), 102 (Rumbia), 160 (Sanuk), 170 (Pandan Wangi), 172 (Pora), 002 (Serkap Putih), 164 (Tiloi), 141 (Pandan Putih), dan juga 121 (Terang Bulan). Setiap kultivar dikompetisikan dengan A. conyzoides. Kultivar 164 (Tiloi) dan 170 (Pandan Wangi) masing-masing tercatat sebagai tinggi tanaman tertinggi dan terendah. Produksi tertinggi dicapai oleh kultivar 170 (Pandan Wangi), serta 172 (Pora), dan terendah dihasilkan oleh kultivar 002 (Serkap putih). Analisis klaster berdasarkan produksi padi menunjukkan bahwa terdapat empat kelompok padi toleran yang bersaing dengan A. conyzoides. Yang pertama adalah (060) Jambu Putih, (077) Sangkit Merah, (102) Rumbia, (160) Sanuk, (002) Serkap Putih, (164) Tiloi, (141) Pandan Putih, (121) Terang Bulan, Kelompok yang kedua adalah (172) Pora, dan (170) Pandan Wangi. Kelompok yang ketiga adalah (102) Rumbia, (160) Sanuk, (141) Pandan Putih, dan (164) Tiloi, dan kelompok yang keempat berturut-turut adalah (077) Sangkit Merah, (060) Jambu Putih, (002) Serkap putih, dan (121) Terang bulan.
Eksplorasi Jamur Endofit Pada Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) dan Potensinya Sebagai Jamur Entomopatogen Annisyah, Marwah Nur; Akhyar, Muhammad; Rosfiansyah, Rosfiansyah
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 7, No 1 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 7 Nomor 1 Agustus 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.7.1.2024.12828.65-70

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomis cukup tinggi dan menjadi sumber pangan karbohidrat kedua setelah beras. Serangan hama dan patogen pada budidaya jagung menyebabkan penurunan produktivitas tanaman. Untuk mengendalikan serangan hama dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemampuan antagonisme dari jamur endofit pada tanaman jagung manis.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yaitu dengan cara mengidentifikasi jamur endofit yang terdapat pada bagian tanaman jagung manis dan menguji potensinya sebagai jamur entomopatogen terhadap ulat grayak (Spodoptera litura). Untuk menguji kebenaran potensi tersebut maka dilakukan Uji Postulat Koch terhadap larva mati yang telah ditularkan jamur endofit.Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 5 isolat jamur endofit yang ditemukan pada tanaman jagung manis terdiri dari genus Trichoderma sp., Aspergillus sp., Gliocladium sp., Cladosporium sp. dan Rhizoctonia sp. Hasil uji jamur endofit terhadap ulat grayak (Spodoptera litura) menunjukkan kelima isolat tersebut dapat mematikan larva secara fisik yang mengalami perubahan warna tubuh dan mengering. Pada uji postulat koch dibuktikan bahwa kelima isolat tersebut tidak berpotensi sebagai jamur entomopatogen. Kata kunci : jamur endofit, entomopatogen, Spodoptera litura, Zea mays saccharata L.
Analysis of Land Capability for Direction of Agricultural Land Use on Ex-Mining Land in Batu Butok Village, Muara Komam, Paser Regency Toyibulah, Yoga; Fahrunsyah, Fahrunsyah
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 6, No 2 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 6 Nomor 2 Februari 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.6.2.2024.14058.54-60

Abstract

Lahan bekas tambang emas dan batu bara di Desa Batu Botuk Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser masih berupa lahan urugan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi lahan bekas tambang dapat diketahui dengan melakukan analisis kemampuan lahan serta dapat digunakan untuk meminimalisir risiko kesalahan pengelolaan lahan. Hasil analisis kemampuan lahan diharapkan dapat menjadi pedoman untuk pemangku kebijakan dalam mengolah lahan bekas tambang secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan lahan bekas tambang dan rekomendasi arahan penggunaan lahan berdasarkan kondisi kemampuan lahan eksisting pada daerah penelitian, peraturan daerah yang berlaku, serta hasil FGD. Pedoman analisis kemampuan lahan dalam penelitian ini mengacu kepada Arsyad (2010) dan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 tahun 2009 Tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kelas kemampuan lahan pada daerah penelitian adalah kelas II dan kelas III. Kemampuan lahan kelas II terdapat pada unit lahan 2 dan unit lahan 3. Kemampuan lahan kelas III terdapat pada unit lahan 1 dan unit lahan 4; 2) arahan penggunaan lahan didasarkan oleh jenis tanaman domestik yang biasanya dibudidayakan oleh masyarakat sekitar, hasil studi literatur, RTRW Kabupaten Paser Tahun 2015 – 2035, dan hasil FGD. Pada lahan kelas II-III yang belum sesuai penggunaannya atau belum dimanfaatkan secara optimal, pilihan penggunaan lahan yang dapat dilakukan yaitu 1) tanaman semusim; 2) tanaman perkebunan; 3) hutan produksi; 4) penggunaan nonpertanian. Berdasarkan hasil FGD bersama penduduk dan pemangku jabatan di Desa Butok maka dihasilkan keputusan bahwa lahan bekas tambang akan ditanami tanaman semusim dan tanaman perkebunan dengan sistem pertanian terpadu. Sisa lahan lainnya berupa danau akan digunakan untuk perikanan dan pariwisata.
Antagonist Test of Trichoderma sp and Gliocladium sp Againts Fungal Pathogens That Cause Diseases on Tomato Plant Sopialena, Sopialena; Arwita, Nanda Nadira Putri; Suyadi, Suyadi
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 7, No 1 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 7 Nomor 1 Agustus 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.7.1.2024.15636.78-84

Abstract

Tomatoes (Solanum lycopersicum) are one of the widely cultivated crops consumed by people worldwide, including Indonesia. Tomato farming often faces various challenges that result in reduced tomato productivity. One of the challenges is the presence of diseases that affect tomatoes, leading to crop failure for farmers. Some important diseases that commonly affect tomato plants include Fusarium wilt and anthracnose. Most farmer use chemical fungicides to control the diseases. These methods have greater negative impacts on both plants and the surrounding environment. One alternative control technique that can be used is the use of biological agents with antagonistic properties, such as Trichoderma sp. and Gliocladium sp. This research aims to assess antagonistic abilities of endophytic fungi Trichoderma sp. and Gliocladium sp. againts the pathogens responsible for suppresing the growth of these disease-causing phatogens in tomato plants. in the Laboratory of Plant Pest and Disease Science, OECF Building, Faculty of Agriculture, Universitas Mulawarman. The experiment was designed using a completely randomized single-factor design with four treatments and five replications. The data obtained were analyzed using Analysis of Variance and the least significant difference test at a 5% significance level. The research results indicate that the antagonistic tests of Trichoderma sp. and Gliocladium sp. in vitro significantly differ againts the pathogenic fungi Fusarium sp. and Colletotrichum sp. Furthermore, it was found that the antagonistic fungus Gliocladium sp. is the best fungus capable of suppressing the growth of important pathogenic fungi in tomato plants.Keyword: Gliocladium sp., Trichoderma sp., Fusarium sp., Colletotrichum sp. and Tomato (Solanum lycopersicum)
AGRONOMIC AND ECONOMIC ANALYSIS OF LOWLAND RICE CULTIVATION USING THE INTEGRATED CROP AND LAND MANAGEMENT APPROACH Munawwarah, Tarbiyatul -
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 7, No 1 (2024): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 7 Nomor 1 Agustus 2024
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.7.1.2024.13802.1-12

Abstract

The research investigated the implementation of Integrated Crops and Land Management (ICLM) model, a holistic farming approach combining various technological elements to enhance productivity. Conducted from April to September 2022 in Bhuana Jaya Village, Tenggarong Seberang Sub-District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province, on an 8-hectare site, the research focused on key components: utilization of superior rice varieties (Mekongga, Cakrabuana Agritan, and Ciherang Janger), spaced planting methodology (Jajar Legowo), and a balanced fertilization approach encompassing chemical, organic, soil conditioner, and biological fertilizers (50 kg Urea, 300 kg NPK Phonska, 400 kg Petroganik, 10 kg Antazam, and 10 kg Petrobio ha-1, respectively). Liquid Organic Biofertilizer (LOB) were introduced at a rate of 10-20 liters ha-1. The research assessed vital parameters such as plant height, tiller count, panicle length, branch number per panicle, panicle weight, and rice productivity. Statistical analyses included t-tests for plant response and F-tests to evaluate the model's impact on productivity. Economic viability was gauged using the Benefit-Cost (B/C) ratio. The findings revealed substantial productivity gains: 4.13-6.03 t MDG ha-1 (Mekongga), 7.02 t MDG ha-1 (Cakrabuana Agritan), and 7.85 t MDG ha-1 (Ciherang Janger). Moreover, the economic analysis resulted in a favorable ratio of 2.15, indicating the model's financial viability or increased by 69-73%.