cover
Contact Name
Hernadi Sudirman
Contact Email
hernadypratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroekoteknologitropikalembab@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agroekoteknologi Tropika Lembab
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26223570     EISSN : 2621394X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Universitas Mulawarman merupakan media publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas.
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
REKOMENDASI PEMUPUKAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA FASE GENERATIF KEPADA PETANI BINAAN PT.PKN DI DESA METUN SAJAU KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR Andari, Lusi; Lesmana, Rina
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 1 (2025): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 1 Agustus 2025
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.1.2025.19803.63-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pemupukan bagi tanaman kakao di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Sampel tanah diambil menggunakan metode Simple Random Sampling dari 15 titik dengan kedalaman 0-30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesuburan tanah bervariasi di lahan tersebut. Nilai pH tanah berkisar antara 5,05 hingga 5,81 dengan rata-rata 5,38, termasuk kategori masam. Kandungan C-organik tanah bervariasi dari 0,93% hingga 2,24%, dengan rata-rata 1,45%. Rasio C/N tanah berkisar antara 4,08% hingga 12,93%, dengan rata-rata 8,3%. Kandungan nitrogen total berada dalam rentang 0,12% hingga 0,29%, dengan rata-rata 0,19%. Fosfor tersedia berada di antara 6,47 ppm hingga 8,66 ppm, dan kalium berkisar dari 18,99 ppm hingga 28,77 ppm, termasuk kategori sedang. Kapasitas tukar kation tanah berkisar antara 18,21 meq/100g hingga 24,21 meq/100g, dan tekstur tanah bervariasi dari lempung berdebu hingga lempung berliat. Berdasarkan ketersediaan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam tanah, dosis pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman kakao adalah sebagai berikut: Pupuk Urea untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 104,14 - 147,82 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 144,14 - 187,82 gram per pohon. Pupuk NPK 15-15-15 untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 207 - 222 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 208 - 256 gram per pohon. Pupuk TSP untuk tanaman berusia 3-4 tahun dan lebih dari 4 tahun adalah 59,54 - 168,96 gram per pohon. Pupuk KCl untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 2,19 - 5,51 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 37,19 - 40,51 gram per pohon.
Pengkayaan Unsur P Pada Pupuk Organik Limbah Budidaya Jangkrik Untuk Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Putri, Nani Fauziyyah; Subardja, Vera Oktavia; Syah, Bastaman
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.22050.29-37

Abstract

The utilization of cricket farming waste as a base material for organic fertilizer enriched with various phosphorus (P)sources aims to fulfill the phosphorus requirements of peanut plants (Arachis hypogaea L.) and thereby enhance crop production.This study aimed to determine the best combination of phosphorus-enriched organic fertilizer based on cricket farming waste forpeanut cultivation. The treatments consisted of: K1 = SP36 fertilizer; K2 = 20 tons/ha of cricket waste organic fertilizer; K3 = 20tons/ha of cricket waste organic fertilizer enriched with 5% SP36; K4 = 20 tons/ha of cricket waste organic fertilizer enrichedwith 5% rock phosphate; and K5 = 20 tons/ha of cricket waste organic fertilizer enriched with 50 ml of Pseudomonas-basedbiofertilizer. The observed data were analyzed using ANOVA at the 5% significance level, and if significant differences werefound, Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level was applied. The K5 treatment produced the highest results inplant height across all observation times, number of leaves at 14 days after planting (dap), flowering duration, number of filledpods, weight of filled pods, and seed weight. The K2 treatment showed the highest number of leaves and branches at 21 and 28days after planting (dap).Keywords: enrichment, cricket farming waste organic fertilizer, rock phosphate, Pseudomonas
Penilaian Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Padi Sawah Irigasi (Oryza Sativa L.) di Kota Samarinda Panjaitan, Pranata Halasan; Darma, Surya; Sulistioadi, Yohanes Budi; Zulkarnain, Zulkarnain; Fahrunsyah, Fahrunsyah; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21945.76-82

Abstract

Sektor pertanian pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan. Namun, pada saat yang sama lahan pertanian semakin tergerus akibat terjadinya alih fungsi lahan. Perubahan ini menyebabkan lahan-lahan sawah produktif berubah yang menuntut penggunaan lahan sawah eksisting digunakan secara intens untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang menyebabkan menurunnya kondisi kesesuaian lahan dan  bervariasinya kemampuan produksi lahan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan aktual dan potensial tanaman padi sawah di Kota Samarinda dan memberikan arahan untuk mengatasi faktor-faktor pembatas. Penelitian ini menggunakan metode metode matching yaitu mencocokkan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman berdasarkan Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Hasil evaluasi kesesuaian lahan aktual komoditas padi di Kota Samarinda secara keseluruhan tergolong kelas S2 (cukup sesuai) berada pada subkelas S2nr,na dan S2nr dengan faktor pembatas KTK, P-Tersedia, KB dan pH tanah. Perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesesuaian lahan yaitu dengan pengapuran tanah, penambahan bahan organik dan pemupukan yang akan meningkatkan kelas kesesuaian lahan potensialnya menjadi S1 (sangat sesuai).
Keanekaragaman Serangga pada Pertanaman Padi Varietas IR-64 dan Ciherang di Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul, Yogyakarta Lestari, Indah Sri; Martono, Edhi
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21605.38-44

Abstract

Varietas unggul merupakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi. Varietas IR-64 dan Ciherang merupakan varietas pilihan masyarakat sekitar di wilayah Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Yogyakarta. Penelitian menggunakan dua perangkap yaitu perangkap sweep net dan perangkap pitfall. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu melihat analisis kestabilan ekosistem arthropoda di pertanaman padi varietas IR-64 dan Ciherang. Analisis yang digunakan adalah indeks Shannon-Wienner untuk keragaman dan analisis menggunakan segitiga fiktorial untuk melihat kestabilan eksositsem pertanaman menggunakan perangkap sweep net dan pitfall. Hasil penelitian mendapatkan rerata Indeks keragaman (Shannon-Wienner) pada perangkap sweep net varietas IR-64 2.78, varietas Ciherang 2.72 dengan kategori sedang. Perangkap pitfall memperoleh indeks keragaman varietas IR-64 2.2 dan varietas Ciherang 2,20 dengan kategori sedang. Titik koordinat segitiga fiktorial memiliki kategori stabil. Kestabilan ekosistem pertanaman padi berdasarkan fungsi dan struktur artropoda pada perangkap sweep net tidak stabil dan pitfall termasuk kategori stabil dengan posisi titik koordinat berada pada titik musuh alami.Kata Kunci: Pitfall, Sweep net, IR-64, Ciherang, Phictorial triangle
Analisis Spasial Status Hara Tanah (N, P, K) dan pH Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Babulu Toyibulah, Yoga; Yudiansyah, Yudiansyah; Jannah, Rabiatul; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.19540.45-53

Abstract

Oil palm plantations in Babulu District are increasing because they have high economic value. Continuous tillage of the soil can cause nutrients in the soil to decrease and be supplemented by fertilizer application by farmers. This research was conducted with the aim of mapping the soil nutrient status (N, P, K, and pH) on oil palm land in Babulu District. This research was carried out by making a map of oil palm land use in 2024 in Babulu District. Furthermore, soil sampling was carried out using the purpose random sampling method in oil palm land in Babulu District and N-total, P-available, K-available, and pH analysis was carried out at the Soil Laboratory, Faculty of Agriculture, Mulawarman University. Nutrient status mapping was made using IDW (Inverse Distance Weighting) metode which is interpolation data based on the assumption that the value of unsampled points can be predicted as a weighted average of known values. The results of the study showed that the pH status of oil palm land in Babulu District was divided into sour and very sour. The N-total status in Babulu District is divided into very low, low, and medium. The P-available status in Babulu District is divided into very low, low, high, and very high. The K-available status in Babulu District is divided into medium, high, and very high.
Aplikasi Kombinasi Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) dan Daun Eukaliptus (Eucalyptus pellita) Terhadap Fusarium sp. pada Tanaman Eucalyptus sp. Akhsan, Ni'matuljannah; Amalia, Ayu Nurjannah Putri
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21537.1-8

Abstract

Penyakit bercak daun pada tanaman Eucalyptus sp. disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Pada saat ini hanya menyerang daun tanaman yang berumur di atas satu tahun. Perlu dilakukan penelitian pengendalian penyakit tersebut apabila nantinya terjadi serangan yang di atas ambang ekonomi. Pengendalian dengan menggunakan pestisida sintetis akan berdampak negative terhadap lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian adalah memanfaatkan ekstrak nabati dari kombinasi ekstrak serai (Cymbopogon citratus) dan daun eukaliptus (Eucalyptus pellita). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi ekstrak tersebut menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. (in vitro) dan menentukan konsentrasi yang paling baik untuk mengendalikan penyakit bercak daun (green house). Penelitian dilakukan pada  bulan Mei-Desember 2024, Uji efektivitas secara in vitro dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, dan aplikasi kombinasi ekstrak pada tanaman Eukaliptus dilaksanakan di green house, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu; tanpa pemberian kombinasi ekstrak, konsentrasi 50 mL.L-1, 100 mL.L-1, 150 mL.L-1, 200 mL.L-1, 250 mL.L-1, dan 300 mL.L-1. Analisis data menggunakan sidik ragam dan uji lanjut uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi ekstrak serai (Cymbopogon citratus) dan daun eukaliptus (Eucalyptus pellita) mampu menghambat pertumbuhan miselium jamur Fusarium sp. dan konsentrasi terbaik yaitu 300 mL.L-1 dengan daya hambat sebesar 15,62% (7 HSI) dan tidak berbeda dengan 200 mL.L-1 dan 250 mL.L-1.  Konsentrasi terbaik kombinasi kedua ektrak nabati dapat mengendalikan penyakit bercak daun eukaliptus pada yaitu 300 mL/L dengan insidensi penyakit sebesar 8,33% dan severitas penyakit sebesar 0,09% (30 HSI). 
Pengaruh Perbandingan Campuran Media Tanam dan Interval Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Tahap Pre Nursery Idris, Suria Darma; Syakhril, Syakhril; Saleh, Muhammad; Akbar, Makmun
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21939.54-61

Abstract

Pemilihan media tanam merupakan upaya memperoleh bibit kelapa sawit yang sehat. Pemupukan dapat meningkatkan kualitas bibit. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh perbandingan campuran tanah dan kompos, interval pemupukan NPK, interaksi kedua kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit tahap pre nursery. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023 sampai April 2024. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, 4 ulangan. Perlakuan perbandingan tanah dan kompos bokashi (M) terdiri atas 4 taraf yaitu tanah tanpa kompos bokashi (m0), tanah dan kompos bokashi 3:1 (m1), tanah dan kompos bokashi 2:1 (m2), serta tanah dan kompos bokashi 1:1 (m3). Sedangkan perlakuan interval pemupukan NPK (N) terdiri atas 3 taraf yaitu interval 4 minggu (n1), 2 minggu (n2), 1 minggu (n3). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter bonggol pelepah, panjang helai daun, dan lebar helai daun. Data dianalisis menggunakan analysis of varians (ANOVA) taraf 5%., dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan perbandingan campuran media tanam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit, jumlah helai daun, diameter bonggol pelepah, panjang helai daun, serta lebar helai daun. Perlakuan interval pemupukan NPK berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit, jumlah helai daun, panjang helai daun, serta lebar helai daun. Interaksi perbandingan campuran media tanam dan interval pemupukan NPK berpengaruh nyata pada parameter lebar helai daun, namun tidak berpengaruh pada parameter yang lain. Kombinasi perlakuan campuran media tanam dan kompos bokashi 1:1 (m3) dengan pemupukan NPK interval 1 minggu (n3) memberikan pertumbuhan bibit kelapa sawit terbaik.
Inventarisasi Organisme Pengganggu Tumbuhan pada Tanaman Buah Naga (Hylocereus sp.) di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Siwi, Karica; Sopialena, Sopialena; Akhsan, Ni'matuljannah; Saleh, Yumardian
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.20018.9-16

Abstract

Kutai Kartanegara (Kukar) Regency has the potential for vast land, a suitable climate, and the enthusiasm of local farmers as a major dragon fruit producing area in East Kalimantan, even nationally. Batuah Village, Loa Janan Sub-district, is one of the villages with a high number of dragon fruit producers managed by a joint farmer group. The development of dragon fruit is now starting to be constrained by problems in cultivation as well as pests and diseases. Pest attacks can reduce the quality and quantity of crop yields, thus becoming a limiting factor in dragon fruit production. This research aims to inventory pests on dragon fruit plants in Batuah Village. This research was conducted for approximately 1 month, starting from research preparation to final identification in 5 (five) different gardens in Batuah Village, Loa Janan District. Observations were made on dragon fruit plants that were attacked by diseases, pests and nematodes. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that dragon fruit plants in Batuah Village are attacked by pests and diseases which are mostly caused by fungi, bacteria and fruit flies. But for bacteria can only be seen based on symptoms and signs, while the nematodes found are non-parasitic nematodes. Fungi that attack dragon fruit plants include Fusarium sp., Phytophthora sp., Pythium sp., Botryodiplodia sp., and Bipolaris sp. The most common fungus found in this study is Fusarium sp. Pests that are commonly found and damage dragon fruit are fruit fly larvae (Bactrocera sp). Non-parasitic nematodes found on dragon fruit plants in this study were Rhabditis sp., Dorylaimus sp., and Aphelenchus sp.
Preferensi Penggerek Batang Padi Putih Scirphopaga innotata Walker pada Tiga Varietas Padi irfan, M.; Syarifuddin, Rifni Nikmat; Asra, Reza
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21361.62-68

Abstract

ABSTRAK. Padi merupakan komoditas pangan utama yang sangat penting bagi sebagian besar umat manusia karena mengandung karbohidrat sebagai sumber energi. Permintaan terhadap padi terus meningkat seiring kebutuhan konsumsi dan ekspor, terutama bagi petani kecil di Indonesia. Namun, produktivitas padi seringkali terhambat oleh serangan hama, salah satunya Scirpophaga innotata, yang dikenal sebagai penggerek batang padi putih. Hama ini merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman (OPT) utama yang menyebabkan kerusakan serius pada titik tumbuh tanaman. Dampaknya adalah kematian tunas utama dan penurunan jumlah anakan (sundep), serta terganggunya pembentukan malai pada fase generatif (beluk). Secara empiris, peningkatan insidensi sundep sebesar 1% dapat menurunkan hasil hingga 32,68 kg per hektar, sementara serangan beluk sebesar 1% dapat menyebabkan kehilangan hasil antara 0,9%–1%. Oleh karena itu, dibutuhkan identifikasi varietas padi yang lebih tahan terhadap hama ini sebagai bagian dari pengendalian berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons tiga varietas padi—Ciherang, Mekongga, dan CL 284—terhadap serangan Scirpophaga innotata, serta mengidentifikasi karakter fenotipik yang berpotensi memberikan ketahanan alami. Penelitian dilakukan di Green House Experimental Farm Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Februari–Mei 2025. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), setiap varietas ditanam tiga tanaman per unit dan diulang lima kali, menghasilkan total 45 unit percobaan. Hasilnya akan disusun menjadi artikel ilmiah untuk publikasi pada jurnal terakreditasi SINTA 4.
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT (Fe, Zn, Cd, Cu, dan Mn) PADA TANAH SAWAH DI KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG Fitri, Aulia Melyana; Palupi, Nurul Puspita; Kesumaningwati, Roro
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.19822.17-28

Abstract

Pertanian adalah merupakan sektor penting dalam Pembangunan suatu daerah, pada Kawasan Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara ini banyak sekali aktifitas pertambangan yang mencemari lingkungan dan merusak kesehatan tanah yang dapat merugikan industri pertanian. Tujuan penelitian ini menetapkan kawasan desa yang terdampak kontaminasi logam berat dan mendapati nilai batas kritis, pencemaran logam berat yang terjadi ini mengakibatkan berbagai kerugian terhadap manusia dan mahluk hidup lainnya. Dalam pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling dan dilakukan pengujian dengan menggunakan alat AAS (atomic absorption spectrophotometerm) Shimadzu AA7000. nilai logam Fe tertinggi didapati pada Desa Kerta Buana dengan nilai 1552,05 ppm, nilai logam Zn tertinggi pada Desa Bukit Pariaman dengan nilai 52,68 ppm, nilai logam Cd tertinggi terdapat di Desa Separi dengan nilai 0,72 ppm, logam Cu tertinggi terdapat di Desa Separi dengan nilai 19,43 ppm dan nilai Mn tertinggi terdapat pada Desa Buana Jaya dengan nilai 461,48 ppm.