cover
Contact Name
Hernadi Sudirman
Contact Email
hernadypratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroekoteknologitropikalembab@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agroekoteknologi Tropika Lembab
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26223570     EISSN : 2621394X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Universitas Mulawarman merupakan media publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas.
Arjuna Subject : -
Articles 171 Documents
Rekomendasi Pemupukan Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) pada Fase Generatif Kepada Petani Binaan PT PKN di Desa Metun Sajau Kecamatan Tanjung Palas Timur Andari, Lusi; Lesmana, Rina
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 1 (2025): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 1 Agustus 2025
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.1.2025.19803.63-69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pemupukan bagi tanaman kakao di Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Sampel tanah diambil menggunakan metode Simple Random Sampling dari 15 titik dengan kedalaman 0-30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesuburan tanah bervariasi di lahan tersebut. Nilai pH tanah berkisar antara 5,05 hingga 5,81 dengan rata-rata 5,38, termasuk kategori masam. Kandungan C-organik tanah bervariasi dari 0,93% hingga 2,24%, dengan rata-rata 1,45%. Rasio C/N tanah berkisar antara 4,08% hingga 12,93%, dengan rata-rata 8,3%. Kandungan nitrogen total berada dalam rentang 0,12% hingga 0,29%, dengan rata-rata 0,19%. Fosfor tersedia berada di antara 6,47 ppm hingga 8,66 ppm, dan kalium berkisar dari 18,99 ppm hingga 28,77 ppm, termasuk kategori sedang. Kapasitas tukar kation tanah berkisar antara 18,21 meq/100g hingga 24,21 meq/100g, dan tekstur tanah bervariasi dari lempung berdebu hingga lempung berliat. Berdasarkan ketersediaan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam tanah, dosis pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman kakao adalah sebagai berikut: Pupuk Urea untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 104,14 - 147,82 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 144,14 - 187,82 gram per pohon. Pupuk NPK 15-15-15 untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 207 - 222 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 208 - 256 gram per pohon. Pupuk TSP untuk tanaman berusia 3-4 tahun dan lebih dari 4 tahun adalah 59,54 - 168,96 gram per pohon. Pupuk KCl untuk tanaman berusia 3-4 tahun adalah 2,19 - 5,51 gram per pohon, dan untuk tanaman berusia lebih dari 4 tahun adalah 37,19 - 40,51 gram per pohon.
Pengkayaan Unsur P Pada Pupuk Organik Limbah Budidaya Jangkrik Untuk Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Putri, Nani Fauziyyah; Subardja, Vera Oktavia; Syah, Bastaman
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.22050.29-37

Abstract

Pemanfaatan limbah budidaya jangkrik sebagai bahan dasar pupuk organik yang diperkaya dengan berbagai sumber unsur hara fosfor (P) agar memenuhi kebutuhan fosfor tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.), sehingga mampu menambah produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh kombinasi pupuk organik limbah buidaya jangkrik dengan berbagai pengkaya unsur P tertinggi untuk tanaman kacang tanah. Penelitian ini terdiri dari perlakuan K1 = SP36, K2 = pupuk organik limbah budidaya jangkrik dosis 20 ton/ha, K3 = pupuk organik limbah budidaya jangkrik dosis 20 ton/ha dengan pengkaya SP36 sebanyak 5%, K4 = pupuk organik limbah budidaya jangkrik dosis 20 ton/ha dengan pengkaya Rock Phosphate sebanyak 5%, dan K5 = pupuk organik limbah budidaya jangkrik dosis 20 ton/ha dengan pengkaya pupuk hayati Pseudomonas dosis 50 ml. Data pengamatan dianalisis mengunakan uji F taraf 5%, apabila terdapat perbedaan nyata akan dilakukan uji pembanding menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Perlakuan K5 menunjukkan respon tertinggi pada variabel tinggi tanaman di seluruh waktu pengamatan, jumlah daun umur 14 hst, lama waktu berbunga, jumlah polong isi, berat polong isi, dan berat biji. Perlakuan K2 menunjukkan respon tertinggi pada jumlah daun dan jumlah cabang umur 21 dan 28 hst.
Penilaian Kesesuaian Lahan Untuk Pengembangan Tanaman Padi Sawah Irigasi (Oryza Sativa L.) di Kota Samarinda Panjaitan, Pranata Halasan; Darma, Surya; Sulistioadi, Yohanes Budi; Zulkarnain, Zulkarnain; Fahrunsyah, Fahrunsyah; Ibrahim, Ibrahim
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21945.76-82

Abstract

Sektor pertanian pada negara-negara berkembang termasuk Indonesia memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan. Namun, pada saat yang sama lahan pertanian semakin tergerus akibat terjadinya alih fungsi lahan. Perubahan ini menyebabkan lahan-lahan sawah produktif berubah yang menuntut penggunaan lahan sawah eksisting digunakan secara intens untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang menyebabkan menurunnya kondisi kesesuaian lahan dan  bervariasinya kemampuan produksi lahan sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan aktual dan potensial tanaman padi sawah di Kota Samarinda dan memberikan arahan untuk mengatasi faktor-faktor pembatas. Penelitian ini menggunakan metode metode matching yaitu mencocokkan karakteristik lahan dengan persyaratan tumbuh tanaman berdasarkan Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Hasil evaluasi kesesuaian lahan aktual komoditas padi di Kota Samarinda secara keseluruhan tergolong kelas S2 (cukup sesuai) berada pada subkelas S2nr,na dan S2nr dengan faktor pembatas KTK, P-Tersedia, KB dan pH tanah. Perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesesuaian lahan yaitu dengan pengapuran tanah, penambahan bahan organik dan pemupukan yang akan meningkatkan kelas kesesuaian lahan potensialnya menjadi S1 (sangat sesuai).
Keanekaragaman Serangga pada Pertanaman Padi Varietas IR-64 dan Ciherang di Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Bantul, Yogyakarta Lestari, Indah Sri; Martono, Edhi
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21605.38-44

Abstract

Varietas unggul merupakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi. Varietas IR-64 dan Ciherang merupakan varietas pilihan masyarakat sekitar di wilayah Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Yogyakarta. Penelitian menggunakan dua perangkap yaitu perangkap sweep net dan perangkap pitfall. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu melihat analisis kestabilan ekosistem arthropoda di pertanaman padi varietas IR-64 dan Ciherang. Analisis yang digunakan adalah indeks Shannon-Wienner untuk keragaman dan analisis menggunakan segitiga fiktorial untuk melihat kestabilan eksositsem pertanaman menggunakan perangkap sweep net dan pitfall. Hasil penelitian mendapatkan rerata Indeks keragaman (Shannon-Wienner) pada perangkap sweep net varietas IR-64 2.78, varietas Ciherang 2.72 dengan kategori sedang. Perangkap pitfall memperoleh indeks keragaman varietas IR-64 2.2 dan varietas Ciherang 2,20 dengan kategori sedang. Titik koordinat segitiga fiktorial memiliki kategori stabil. Kestabilan ekosistem pertanaman padi berdasarkan fungsi dan struktur artropoda pada perangkap sweep net tidak stabil dan pitfall termasuk kategori stabil dengan posisi titik koordinat berada pada titik musuh alami.
Analisis Spasial Status Hara Tanah (N, P, K) dan pH Tanah pada Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Babulu Toyibulah, Yoga; Yudiansyah, Yudiansyah; Jannah, Rabiatul; Mulyadi, Mulyadi
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.19540.45-53

Abstract

Perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Babulu semakin bertambah luas karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pengolahan tanah yang terus-menerus dilakukan dapat menyebabkan unsur hara dalam tanah mengalami penurunan dan ditambah dengan aplikasi pupuk oleh petani. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memetakan status hara tanah (N, P, K, dan pH) pada lahan kelapa sawit di Kecamatan Babulu. Penelitian ini dilaksanakan dengan membuat peta penggunaan lahan kelapa sawit tahun 2024 di Kecamatan Babulu. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel tanah dengan metode purpose random sampling di lahan kelapa sawit di Kecamatan Babulu dan dilakukan analisis N-total, P-tersedia, K-tersedia, dan pH di Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Pemetaan status unsur hara dibuat menggunakan metode interpolasi IDW (Inverse Distance Weighting) yang merupakan metode interpolasi berdasarkan asumsi bahwa nilai titik-titik yang tidak tersampel dapat diprediksi sebagai rata-rata tertimbang dari nilai yang diketahui. Hasil penelitian menunjukan status pH pada lahan kelapa sawit di Kecamatan Babulu terbagi menjadi masam dan sangat masam. Status N-total di Kecamatan Babulu terbagi menjadi sangat rendah, rendah, dan sedang. Status P-tersedia di Kecamatan Babulu terbagi menjadi sangat rendah, rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Status K-tersedia di Kecamatan Babulu terbagi menjadi sedang, tinggi, dan sangat tinggi.
Aplikasi Kombinasi Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) dan Daun Eukaliptus (Eucalyptus pellita) Terhadap Fusarium sp. pada Tanaman Eucalyptus sp. Akhsan, Ni'matuljannah; Amalia, Ayu Nurjannah Putri
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21537.1-8

Abstract

Penyakit bercak daun pada tanaman Eucalyptus sp. disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Pada saat ini hanya menyerang daun tanaman yang berumur di atas satu tahun. Perlu dilakukan penelitian pengendalian penyakit tersebut apabila nantinya terjadi serangan yang di atas ambang ekonomi. Pengendalian dengan menggunakan pestisida sintetis akan berdampak negative terhadap lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian adalah memanfaatkan ekstrak nabati dari kombinasi ekstrak serai (Cymbopogon citratus) dan daun eukaliptus (Eucalyptus pellita). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi ekstrak tersebut menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. (in vitro) dan menentukan konsentrasi yang paling baik untuk mengendalikan penyakit bercak daun (green house). Penelitian dilakukan pada  bulan Mei-Desember 2024, Uji efektivitas secara in vitro dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, dan aplikasi kombinasi ekstrak pada tanaman Eukaliptus dilaksanakan di green house, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu; tanpa pemberian kombinasi ekstrak, konsentrasi 50 mL.L-1, 100 mL.L-1, 150 mL.L-1, 200 mL.L-1, 250 mL.L-1, dan 300 mL.L-1. Analisis data menggunakan sidik ragam dan uji lanjut uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi ekstrak serai (Cymbopogon citratus) dan daun eukaliptus (Eucalyptus pellita) mampu menghambat pertumbuhan miselium jamur Fusarium sp. dan konsentrasi terbaik yaitu 300 mL.L-1 dengan daya hambat sebesar 15,62% (7 HSI) dan tidak berbeda dengan 200 mL.L-1 dan 250 mL.L-1.  Konsentrasi terbaik kombinasi kedua ektrak nabati dapat mengendalikan penyakit bercak daun eukaliptus pada yaitu 300 mL/L dengan insidensi penyakit sebesar 8,33% dan severitas penyakit sebesar 0,09% (30 HSI). 
Pengaruh Perbandingan Campuran Media Tanam dan Interval Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Tahap Pre Nursery Idris, Suria Darma; Syakhril, Syakhril; Saleh, Muhammad; Akbar, Makmun
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21939.54-61

Abstract

Pemilihan media tanam merupakan upaya memperoleh bibit kelapa sawit yang sehat. Pemupukan dapat meningkatkan kualitas bibit. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh perbandingan campuran tanah dan kompos, interval pemupukan NPK, interaksi kedua kedua perlakuan tersebut terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit tahap pre nursery. Penelitian dilakukan pada bulan November 2023 sampai April 2024. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, 4 ulangan. Perlakuan perbandingan tanah dan kompos bokashi (M) terdiri atas 4 taraf yaitu tanah tanpa kompos bokashi (m0), tanah dan kompos bokashi 3:1 (m1), tanah dan kompos bokashi 2:1 (m2), serta tanah dan kompos bokashi 1:1 (m3). Sedangkan perlakuan interval pemupukan NPK (N) terdiri atas 3 taraf yaitu interval 4 minggu (n1), 2 minggu (n2), 1 minggu (n3). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah helai daun, diameter bonggol pelepah, panjang helai daun, dan lebar helai daun. Data dianalisis menggunakan analysis of varians (ANOVA) taraf 5%., dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, perlakuan perbandingan campuran media tanam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit, jumlah helai daun, diameter bonggol pelepah, panjang helai daun, serta lebar helai daun. Perlakuan interval pemupukan NPK berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit, jumlah helai daun, panjang helai daun, serta lebar helai daun. Interaksi perbandingan campuran media tanam dan interval pemupukan NPK berpengaruh nyata pada parameter lebar helai daun, namun tidak berpengaruh pada parameter yang lain. Kombinasi perlakuan campuran media tanam dan kompos bokashi 1:1 (m3) dengan pemupukan NPK interval 1 minggu (n3) memberikan pertumbuhan bibit kelapa sawit terbaik.
Inventarisasi Organisme Pengganggu Tumbuhan pada Tanaman Buah Naga (Hylocereus sp.) di Desa Batuah Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Siwi, Karica; Sopialena, Sopialena; Akhsan, Ni'matuljannah; Saleh, Yumardian
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.20018.9-16

Abstract

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki potensi lahan yang luas, iklim yang sesuai, serta antusiasme petani lokal sebagai daerah penghasil buah naga utama di Kalimantan Timur, bahkan secara nasional. Desa Batuah Kecamatan Loa Janan merupakan salah satu desa produsen buah naga yang cukup tinggi yang dikelola bersama gabungan kelompok tani. Pengolahan dan pemanfaatan buah naga kini dihadapkan dengan masalah budidaya serta hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit dapat menurunkan hasil panen serta menurunkan kualitas dan kuantitas laba, sehingga menjadi hambatan tersendiri dalam produksi buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang buah naga di Desa Batuah. Penelitian inventarisasi ini dilakukan selama 1 bulan di lima kebun buah naga yang berbeda. Pengambilan sampel dilakukan secara acak pada tanaman yang menunjukkan gejala serangan. Identifikasi patogen jamur dilakukan di laboratorium secara morfologi berdasarkan kultur dan pengamatan mikroskopis, sementara identifikasi hama dan nematoda dilakukan di lapangan dan laboratorium melalui pengamatan visual dan morfologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman buah naga di Desa Batuah banyak terserang hama dan penyakit, yang sebagian besar oleh jamur, bakteri, dan lalat buah. Namun, untuk bakteri dapat dilihat hanya dengan gejala dan tanda, sementara nematoda yang ditemukan adalah non parasit. Beberapa tanaman yang diserang oleh jamur diantaranya Fusarium sp, Phytophthora sp. Pythium sp. Botryodiplodia sp. dan Bipolaris sp. Jamur yang banyak didapatkan dalam penelitian ini adalah Fusarium sp. Hama yang banyak ditemui dan merusak buah naga adalah larva lalat buah (Bactrocera sp). Nematoda non parasit yang ditemukan pada tanaman buah naga dalam penelitian ini adalah nematoda Rhabditis sp., Dorylaimus sp., dan Aphelenchus sp.
Preferensi Penggerek Batang Padi Putih Scirphopaga innotata Walker pada Tiga Varietas Padi Irfan, M.; Syarifuddin, Rifni Nikmat; Asra, Reza
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.21361.62-68

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama yang penting karena kandungan karbohidratnya sebagai sumber energi. Permintaan terhadap padi terus meningkat, terutama di kalangan petani Indonesia. Namun, produktivitasnya sering menurun akibat serangan hama, salah satunya Scirpophaga innotata atau penggerek batang padi putih. Hama ini menyebabkan kerusakan serius seperti kematian tunas utama (sundep) dan gangguan pembentukan malai beluk. Secara empiris, peningkatan 1% sundep dapat menurunkan hasil hingga 32,68 kg/1ha, sedangkan beluk 1% menyebabkan kehilangan hasil sekitar 0,9–1%. Oleh karena itu, identifikasi varietas padi tahan hama menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian ramah lingkungan.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi respons tiga varietas padi Ciherang, Mekongga, dan CL 284 terhadap serangan S. innotata, serta mengidentifikasi karakter fenotipik yang mendukung ketahanan alami. Penelitian dilaksanakan di Green House BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) Aneka Tanaman Umbi (ex. Loka Penelitian Penyakit Tungro), Lanrang, Kabupaten Sidenreng Rappang, mulai bulan Februari – Mei 2025. menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 45 unit percobaan. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa imago betina Scirpophaga innotata memiliki variasi preferensi yang berbeda terhadap tiga varietas padi yang di uji yaitu ciherang, mekongga, Cl 284. Varietas Cl 284 secara konsisten menjadi pilihan utama dengan jumlah telur tertinggi baik pada uji bebas memilih inang maupun uji tidak bebas milih inang sebaliknya di susul varietas mekongga dan varietas Ciherang menunjukkan jumlah telur terendah yang mengindikasi tingkat ketahanan yang lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa Ciherang bukan merupakan pilihan utama sebagai tanaman inang oleh hama tersebut.
Analisis Kandungan Logam Berat Pada Tanah Sawah Di Kecamatan Tenggarong Seberang Fitri, Aulia Melyana; Palupi, Nurul Puspita; Kesumaningwati, Roro
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.19822.17-28

Abstract

Pertanian adalah merupakan sektor penting dalam Pembangunan suatu daerah, pada Kawasan Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara ini banyak sekali aktifitas pertambangan yang mencemari lingkungan dan merusak kesehatan tanah yang dapat merugikan industri pertanian. Tujuan penelitian ini menetapkan kawasan desa yang terdampak kontaminasi logam berat dan mendapati nilai batas kritis, pencemaran logam berat yang terjadi ini mengakibatkan berbagai kerugian terhadap manusia dan mahluk hidup lainnya. Dalam pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling dan dilakukan pengujian dengan menggunakan alat AAS (atomic absorption spectrophotometerm) Shimadzu AA7000. nilai logam Fe tertinggi didapati pada Desa Kerta Buana dengan nilai 1552,05 ppm, nilai logam Zn tertinggi pada Desa Bukit Pariaman dengan nilai 52,68 ppm, nilai logam Cd tertinggi terdapat di Desa Separi dengan nilai 0,72 ppm, logam Cu tertinggi terdapat di Desa Separi dengan nilai 19,43 ppm dan nilai Mn tertinggi terdapat pada Desa Buana Jaya dengan nilai 461,48 ppm.