cover
Contact Name
Hana Ike Dameria Br. Purba
Contact Email
purbahana@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmutiarakesmas@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT
ISSN : -     EISSN : 25278185     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang memuat tentang ilmu kesehatan masyarakat serta tulisan-tulisan hasil penelitian terkait administrasi kebijakan Kesehatan, epidemiologi, kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, biostatistik dan promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Terbit dua kali dalam setahun yakni di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 198 Documents
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN ANAK DENGAN TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI DI PUSKESMAS BATOH BANDA ACEH Keumala, Cut Ratna; Siva, Wildatus
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i1.5121

Abstract

Kecemasan anak atas ekstraksi gigi menyebabkan anak tidak kooperatif sehingga menunda ekstraksi gigi yang dapat mengurangi efesien, efektifitas pelayanan kesehatan gigi. Observasi awal di Poli gigi Puskesmas Batoh, 10 anak yang melakukan tindakan ekstraksi gigi, berhasil 7 anak, tidak berhasil 3 anak, dari 10 anak yang mengalami tingkat kecemasan berat 6 anak, kecemasan sedang 2 anak, kecemasan ringan 2 anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan pasien anak dengan tindakan ekstraksi gigi di Poli gigi Puskesmas Batoh Banda Aceh. Metode penelitian bersifat deskriptif, dilaksanakan padafebruari  2024 dengan observasi analitik menggunakan lembar check list Facial Image Scale.Sampel menggunakan accidental sampling yaitu 30 anak. Hasil penelitian memperlihatka kategori sangat tidak cemas berhasil 1 anak (3,3%). Kategori tidak cemas berhasil 1 anak (3,3%). Kategori kecemasan ringan berhasil 4 anak (13,3%). Kategori kecemasan sedang berhasil 7 anak (23,3%). Kategori kecemasan berat berhasil 4 anak (23,5%) tidak berhasil 13 anak (43,3%). Kesimpulan Ada hubungan tingkat kecemasan pasien anak dengan tindakan ekstraksi gigi di Puskesmas Batoh, nilai p-value 0,002 (p<0,05). Dianjurkan Kepada orang tua dan tenaga kesehatan dapat memberi edukasi, memotivasi anak saat melakukan pencabutan gigi.
HYGIENE SANITASI DAN PENGETAHUAN SISWA SD TENTANG SANITASI MAKANAN JAJANAN Barus, Darwita Juniwati; Bangun , Henny Arwina; Sembiring , Evarina; P, Sartana
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i1.5140

Abstract

Makanan jajanan sekolah dapat membahayakan kesehatan, jadi orang tua, pendidik, dan pengelola sekolah harus memperhatikan masalah ini. Mengkonsumsi makanan yang tidak sehat dapat menyebabkan diare, masalah pencernaan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang higienis dan sanitasi makanan jajanan. Studi ini adalah kuantitatif. Di lokasi penelitian adalah SD Negeri 026147 Tunggurono Kecamatan Binjai Timur. Penelitian ini melibatkan 276 subjek, dan 54 sampel dikumpulkan. Tabel distribusi frekuensi digunakan untuk menunjukkan deskripsi analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan pedagang di SD Negeri 026147 Tunggurono Kecamatan Binjai Timur sebanyak 50,0% memenuhi syarat untuk kebersihan makanan dan jajanan, sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 50,0%. Pengetahuan siswa tentang makanan jajanan di SD Negeri 026147 Tunggurono rata-rata cukup (48,1%), dan minoritas cukup (13,0%). Jumlah responden yang kurang berpengetahuan adalah 38,9 persen. Disarankan kepada guru-guru yang ada di SD Negeri 026147 Tunggurono Kecamatan Binjai Timur untuk memberikan informasi tentang makanan jajanan sehat selama proses belajar mengajar, seperti dalam mata pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes), IPA, IPS, dan sebagainya.
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELELAHAN KERJA (Studi kasus: Pekerja Produksi di PT. Petrokimia Kayaku) Sari, Ardillia Pramesti Septiya Anjar; Inayah, Zufra
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i1.5141

Abstract

Kelelahan kerja dapat menurunkan performa sebagai reaksi tubuh terhadap aktivitas selama jam kerja, terutama jika melebihi 8 jam maka tubuh berisiko kelelahan. Beban kerja sebagai sebuah aspek utama yang menyebabkan kelelahan kerja, maka persoalan ini perlu diselaraskan atas keahlian pekerja guna mencegah cacat atau penyakit. Tujuan penelitian ini menganalisis kaitan antar beban kerja fisik serta kelelahan kerja terhadap pekerja di sektor packing dalam proses produksi di PT. Petrokimia Kayaku. Pengkajian ini bermetode observasional analitik secara berdesain cross-sectional, serta strategi pengukuranya memakai Cardiovascular Load (%CVL) melalui alat pulse oximeter, sedangkan kelelahan kerja dengan instrumen kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Populasi penelitian melibatkan pekerja di bagian packing dalam proses produksi di PT. Petrokimia Kayaku, dengan sampel sebanyak 80 pekerja keseluruhan usia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling kuota terkendali. Hasil penelitian perolehan pengujian statistik Spearman bernilai p=0,000 serta koefisien korelasi (r) sejumlah 0,628. Kesimpualan penelitian ada kaitan signifikan antar beban kerja fisik pada kelelahan kerja terhadap pekerja di bagian packing diproses produksi di PT. Petrokimia Kayaku. Saran perbaikan yang diberikan dilakukan evaluasi guna menyelaraskan beban kerja pada keahlian sumber daya manusia, serta menerapkan rotasi pekerja atau menyediakan poster untuk mengurangi kelelahan kerja.
PENGALAMAN RELAWAN PERAWAT KREKI DALAM INOVASI SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU (SPGDT) DI KOTA MEDAN TAHUN 2024 Hutajulu, Johansen; Octavia, Yunida Turisna; Ompusunggu, Tanti Y.
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i1.5220

Abstract

Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) merupakan komunitas relawan tanggap darurat kesehatan berbasis teknologi informasi. Tujuan KREKI adalah membantu program Sistem Tanggap Darurat Terpadu (SPGDT) dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan pertolongan pertama bagi masyarakat dan orang terdekat dalam keadaan darurat dengan menggunakan aplikasi IT. Anggota KREKI meliputi tenaga kesehatan dan masyarakat umum (individu dan komunitas) yang peduli terhadap keadaan darurat kesehatan. KREKI didirikan di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 5 Desember 2018, bertepatan dengan Hari Relawan Sedunia. KREKI dirancang untuk bekerja dengan program Sistem Tanggap Darurat Terpadu (SPGDT) untuk mempercepat dan meningkatkan pertolongan pertama darurat. Dalam situasi darurat, faktor yang paling penting adalah waktu. Kecelakaan, penyakit akibat gaya hidup tidak sehat, dan bencana alam merupakan contoh situasi darurat yang dapat ditangani oleh KREKI. Keadaan tersebut dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif dengan pendekatan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat relawan yang termasuk kedalam komunitas KREKI di Kota Medan yaitu sebanyak 22 orang dan jumlah Perawat sebanyak 6 orang. Berdasarkan hasil uji Nvivo 12 Plus di dapatkan 4 tema yaitu penggunaan aplikasi kreki, pelaksanaan kreki, program dan pengembangan kreki dan sistem spgdt. Tema pertama memiliki 3 subtema, tema kedua memiliki 3 subtema, tema ketiga memiliki 3 subtema dan tema ke empat memiliki 2 subtema. Saran dapat mengembangkan riset keperawatan dimana data yang di temukan dalam penelitian ini dapat di gunakan sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya.
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR BARAT Ni Made Puspita Ningrum; Made Rismawan; Ni Kadek Sriasih
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5316

Abstract

Latar belakang: Kejadian stunting masih ditemukan sampai saat ini. Stunting berhubungan dengan pola makan tetapi masih ditemukan adanya pola makan yang tidak tepat khususnya pada anak usia 6-24 bulan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan Desain deskritif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat pada bulan April 2024. Dimana populasi sebanyak 417 anak dan sampel 224 responden dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola makan dan pengukuran antropometri. Analisa data dengan uji Chi-Square serta penelitian ini telah mendapat surat etik penelitian Hasil: Didapatkan hasil bahwa sebanyak 180 responden (80,4%) sudah menerapkan pola makan tepat, dan sebanyak 195 responden (87,1%) tidak mengalami stunting. Didapatkan p-value 0,807 (>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas 1 Denpasar Barat Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini bahwa selain pola makan ada faktor lain yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak sehingga pada penelitian selanjutnya sebaiknya menambahkan faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak.
HUBUNGAN USIA, MASA KERJA, DAN SHIFT KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA DI PT. TPC INDO PLASTIC AND CHEMICALS GRESIK Firmansyah, Ferry; Pasca Budiono, Nugrahadi Dwi
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5427

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja dalam sektor industri menjadi salah satu masalah penting dikarenakan dapat mengakibatkan turunnya konsentrasi baik pekerjaan maupun terhdap faktor keselamatan yang dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja. Masa kerja, usia, bahkan shift kerja yang belum memenuhi standar menjadi salah satu faktor kelelahan kerja. Tujuan: Penelitian di PT. TPC Indo Plastic and Chemicals dengan tujuan menganalisis pengaruh masa kerja, usia, dan shift kerja terhadap kelelahan kerja. Metode: Pendekatan yang bersifat kuantitatif melalui metode observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilakukan di PT. TPC Indo Plastic and Chemicals Gresik pada bulan November 2023 hingga April 2024. Populasi penelitian sebanyak 84 pekerja, sampel yang digunakan sebanyak 70 pekerja dengan teknik simple random sampling. Kelelahan kerja sebagai variabel dependen shift kerja, usia, serta masa kerja sebagai variabel independen. Instrumen penelitian dengan kuesioner dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis data dengan uji Rank Spearman dan uji Chi-Square tabel kontingensi 2 x 3. Hasil: diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan kelelahan kerja (p=0,051) dan masa kerja dengan kelelahan kerja (nilai p=1,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan kelelahan kerja (nilai p=0,037), menunjukkan bahwa shift kerja berperan dalam mempengaruhi tingkat kelelahan pekerja. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara usia, masa kerja dengan kelelahan kerja dan ada hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja. Saran penelitian ini yaitu menyediakan tempat khusus untuk istirahat dan menambah program olahraga untuk meningkatkan kebugaran fisik pekerja.
PENGARUH TANAMAN SANSEVIERIA TERHADAP INDOOR AIR QUALITY (IAQ) DI RUANG COPY CENTER UNIVERSITAS XYZ Sahuri; Husen; Rudyarti, Edwina; Arjuni, Defi; Hendrawati, Lulus Suci; Saepudin, Abdul Fallah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5443

Abstract

Latar belakang: Mayoritas individu menghabiskan waktu di dalam bangunan, membuat kualitas udara dalam ruangan sangat berpengaruh bagi kesehatan. Ruang copy center di Universitas XYZ , yang sering digunakan oleh mahasiswa dan staf, berpotensi mengalami polusi udara tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanaman sansevieria terhadap Indoor Air Quality (IAQ) di ruang Copy Center Universitas XYZ. Metode: Metode: Penelitian ini menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest. Pengukuran kualitas udara dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan menempatkan tanaman Sansevieria di ruang copy center. Parameter yang diukur meliputi suhu, kelembaban, formaldehida (HCHO), partikulat (PM2,5), TVOC, CO, dan CO2. Hasil: asil menunjukkan penurunan pada kualitas udara setelah intervensi dengan Sansevieria. AQI turun dari 87 (serius) menjadi 33 (ringan). Kadar HCHO, PM2,5, dan TVOC menurun konsisten, sementara kadar CO2 juga menurun meskipun tidak sebesar polutan gas lainnya. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa tanaman Sansevieria dapat menurunkan kadar HCHO, PM2,5, dan TVOC, serta memperbaiki Air Quality Index di ruang copy center Universitas XYZ, meskipun ada variabel eksternal seperti aktivitas merokok.
INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KAMPUNG KB Pramono, Dimas Budi; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah; Marlenywati
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5444

Abstract

Latar belakang: Stunting pada balita di Indonesia disebabkan oleh kekurangan gizi dan lingkungan yang tidak sehat. Perilaku hidup bersih dan tidak sehat seperti akses sanitasi dan praktik cuci tangan, penting dalam memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada orang tua guna meningkatkan kesehatan keluarga dan mencegah stunting. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Kampung KB. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu 208 balita dengan sampel 69 balita berisiko stunting di Kampung KB. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas meliputi ketersediaan jamban sehat, air bersih, praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS), kondisi fisik rumah, dan riwayat penyakit infeksi. Variabel terikat yaitu kejadian stunting pada balita. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi ke rumah responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat. Hasil: Ditemukan 27,5% balita mengalami stunting. 81,2% responden memiliki jamban kurang baik dan 73,9% tidak memenuhi syarat untuk sumber air MCK. Penerapan CTPS sebanyak 97,1%, sebanyak 26,1% rumah tidak memenuhi syarat dan 47,8% responden memiliki riwayat infeksi. Kesimpulan: Sanitasi buruk dan penyakit infeksi berkontribusi pada stunting di Kampung KB, meskipun ibu sudah menerapkan CTPS dengan baik. Peningkatan akses sanitasi dan pendidikan kebersihan penting untuk menurunkan stunting, dengan penelitian lanjutan untuk intervensi yang lebih spesifik
HUBUNGAN FAKTOR MATERNAL TINGGI BADAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 25-59 BULAN Rahmawati, Isabella; Khoirunnisa, Endang; Pratiwi, Kurniasari
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5548

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi global yang mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak, serta meningkatkan risiko penyakit di masa depan. Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling signifikan di dunia. Di tingkat global, sekitar 22% anak di bawah lima tahun (balita) mengalami stunting. Penyebab utama stunting sangat kompleks, melibatkan faktor gizi yang tidak memadai pada ibu hamil dan balita, sanitasi yang buruk, serta kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 25- 59 bulan di Posyandu desa Panggungharjo. Metode: Penelitian kuantitatif observasional dengan desain case control. Dilakukan pengukuran variabel terikat yaitu stunting, dan variabel bebas (Tinggi Badan ibu) dicari secara retrospektif. Populasi dalam penelitian ini  adalah balita usia 25- 59 bulan di Posyandu desa Panggungharjo Sampel menggunakan simple rundom sampling.sebanyak 120 orang yaitu 60 ibu sebagai kelompok kontrol dan 60 ibu sebagai kelompok kasus. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan p-value 0,001 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tinggi badan ibu dengan kejadian stunting. Stunting berpeluang 4,692 kali (95% ci 1,142-20,186) pada balita yang lahir dari ibu dengan tinggi badan kurang dari 145cm dibanding balita yang lahir dari ibu dengan tinggi lebih dari 145cm. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan bermakna antara tinggi badan ibu dengan kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan.
DELAPAN FUNGSI KELUARGA DAN PERILAKU CEGAH GERAKAN TUTUP MULUT DENGAN STUNTING DI DAS Oktaviana, Nur Ayu; Marlenywati Marlenywati; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5553

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah hambatan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada anak-anak akibat gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar yang ditetapkan oleh lembaga yang mengawasi kesehatan. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 menunjukan prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 21,6%. Prevalensi balita stunting di Provinsi Kalimantan Barat sebesar 27,8%. Prevalensi balita stunting di Kota Pontianak sebesar 19,7%. Tujuan: menganalisis hubungan antara 8 Fungsi Keluarga dan Perilaku Cegah GTM dengan Kejadian Stunting di Daerah Aliran Sungai.. Metode: desain cross sectional dengan populasi sebanyak 640 ibu yang memiliki balita berusia 24-59 bulan yang tinggal di daerah aliran Sungai Kapuas. Sampel penelitian sebanyak 119 ibu balita. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling dengan kriteria inklusi. Kriteria inklusi penelitian diantaranya ibu yang memiliki balita dan tinggal di daerah aliran Sungai Kapuas. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, mulai Juni-Juli 2024 di DAS Kapuas. Variabel dalam penelitian ini yaitu 8 Fungsi Keluarga dan Perilaku Cegah GTM. Hasil: menunjukan ada hubungan signifikan antara 8 fungsi keluarga (nilai p=0,000; PR=9,115; 95% CI 4,242-19,584) dan perilaku cegah GTM (nilai p = 0,000; PR=8,478; 95% CI 4,197-17,124) dengan kejadian stunting di daerah aliran sungai. Kesimpulan:    menunjukkan 8 fungsi keluarga dan perilaku Gerakan Tutup Mulut (GTM) dengan kejadian Stunting pada Balita di daerah aliran sungai. Keluarga memiliki peran penting dalam pencegahan stunting..