cover
Contact Name
Hana Ike Dameria Br. Purba
Contact Email
purbahana@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmutiarakesmas@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT
ISSN : -     EISSN : 25278185     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang memuat tentang ilmu kesehatan masyarakat serta tulisan-tulisan hasil penelitian terkait administrasi kebijakan Kesehatan, epidemiologi, kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, biostatistik dan promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Terbit dua kali dalam setahun yakni di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 198 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KONSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS SEI TUALANG RASO KOTA TANJUNGBALAI Astuti Tanjung, Meni Fuzi; Siringoringo, Erlina Esther Rotua
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5576

Abstract

Anemia zat besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sehubungan dengan prevalensinya yang tinggi dan dampaknya terhadap kesehatan ibu serta bayinya. Masalah prevalensi gizi merupakan target paling menentukan dari Substainable Devolopment Goals (SDGs) yaitu di bidang kesehatan yang terkait dengan kemiskinan dan kelaparan. Komitmen ini terbukti dari penetapan perbaikan status gizi yang merupakan salah satu prioritas pembangunan kesehatan. Berdasarkan laporan tahunan Puskesmas Sei Tualang Raso tahun 2023, diperoleh data jumlah ibu hamil sebanyak 389 orang, cakupan pemberian tablet zat besi (Fe) 90 tablet sebesar 78,09%.  Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Konsumsi Tablet Fe di Puskesmas Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai tahun 2023 dan Untuk mengetahui Tindakan Konsumsi Tablet Fe di Puskesmas Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai tahun 2023. Tehnik dalam penelitian ini accidental sampling yaitu ibu hamil yang ditemukan pada waktu penelitian dilaksanakan sebanyak 45 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, yang menggunakan pendekatan cross sectional study. Berdasarkan hasil penelitian pada tabel diatas diketahui bahwa mayoritas tindakan Ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe berada pada kategori Ya yaitu sebanyak 26 orang (57,8%). Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,000 (p<0.05), maka terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan Ibu hamil dengan tindakan konsumsi tablet Fe di Puskesmas Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN MEKANISME KOPING PADA MAHASISWA BARU S1 KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI PERKULIAHAN TAHUN PERTAMA DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Rinarta, Adetia Pramesti; Nurmaguphita, Deasti; Mamnuah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5647

Abstract

Latar belakang: Mahasiswa baru sering melakukan penyesuaian terhadap tahun pertama perkuliahan, maka hal ini kemungkinan dapat menimbulkan stres. Tingkat stres yang dialami setiap individu berbeda, tergantung kemampuan individu dalam mengatasi stres. Mekanisme koping merupakan cara untuk mengatasi stres yang akan membantu beradaptasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara tingkat stres dan mekanisme koping pada mahasiswa baru S1 keperawatan dalam menghadapi perkuliahan tahun pertama di Universitas Aisyiyah Yogyakarta Metode: Penelitian deskriptif korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden dipilih dengan teknik simple random sampling dan mendapatkan 145 mahasiswa baru S1 keperawatan yang menghadapi perkuliahan tahun pertama di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji Kendall-Tau. Dalam pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, kuesioner tingkat stres SLSI yang dimodifikasi, dan kuesioner mekanisme koping. Hasil: Sebagian besar responden dalam kondisi stres sedang (58,9%) dengan mekanisme koping adaptif (93,8%). Nilai signifikansi uji Kendall-Tau sebesar 0,720. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan tingkat stres dengan mekanisme koping pada mahasiswa baru S1 keperawatan dalam menghadapi perkuliahan tahun pertama di Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Dalam hal ini, mahasiswa baru disarankan dapat lebih terbuka dalam menghadapi stres akibat tahun pertama perkuliahan agar mendapatkan bantuan atau konseling yang tepat dari pihak universitas, teman, maupun keluarga serta dapat menggunakan dan mempertahankan koping adaptif.
ANALISIS PENGARUH POLA ASUH DAN POLA MAKAN BALITA TERHADAP STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAITNIHUTA TAHUN 2024 Gaol, Crisna Lumban; Purba, Dewi; Debataraja, Fransiska
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5675

Abstract

Status gizi merupakan permasalahan yang sangat penting dalam kesehatan balita. Permasalahan terkait gizi balita yaitu Gizi Buruk sebesar 0,13%, Gizi Kurang sebesar 1,98%, Balita pendek sebesar 2,61% dan Balita Kurus sebesar 2,13%. Kesehatan dan kesejahteraan balita sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan pola makan yang diterapkan oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh pola asuh dan pola makan balita terhadap status gizi balita di Wilaya Kerja Puskesmas Saitnihuta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Wilaya Kerja Puskesmas Saitnihuta pada bulan januari-april 2024. Sampel pada penelitian ini ada sebanyak 134 orang yang dikumpulakan secara accidental sumpling dan cluster sampling dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dan di uji dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dan pola asuh terhadap status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Saitnihuta Tahun 2024, dimana diperoleh nilai p-value masing-masing 0.004 dan 0,008. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pola makan merupakan variabel yang paling mempengaruhi status gizi balita di Wilayah Kerja Puskesmas Saitnihuta Tahun 2024. Dengan nilai Exp (B) sebesar 3,049 maka responden yang memiliki pola makan yang tidak tepat berpeluang 3 kali lebih besar memiliki status gizi kurang. Hasil ini diharapkan akan memberikan kontribusi meningkatkan wawasan dan informasi tentang status gizi balita sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan SDM terkait pelayanan gizi balita.
PENGARUH POS KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN (PKRP) TERHADAP PENGETAHUAN PEKERJA PEREMPUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Girsang, Vierto Irennius; Mendrofa, Priska Helni Swandy; Siregar, Laura Mariati; Sirait, Asima; Purba, Yunita
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5697

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Untuk menjaga dan memelihara kesehatan reproduksi pada perempuan pekerja sangat disarankan setiap tempat kerja mempunyai Pos Kesehatan Reproduksi Perempuan. Pos kesehatan reproduksi perempuan adalah upaya kesehatan berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari oleh untuk dan bersama masyarakat pekerja melalui pemberian pelayanan kesehatan dengan pendekatan utama promotif dan preventif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skor pengetahuan pekerja perempuan tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan Pos Kesehatan Reproduksi Perempuan. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan model One group pretest posttest design yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja perempuan yang bekerja secara rutin di Juragan Dimsum dengan menggunakan metode total sample sehingga sampel berjumlah 30 orang. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian rata-rata pengetahuan responden sebelum intervensi adalah 49,80 dan rata-rata pengetahuan responden sesudah intervensi adalah 71,90 dengan beda rata-rata adalah 22,1 dengan standar deviasi 14,73. Kesimpulan : Maka disimpulkan terdapat perbedaan skor pengetahuan pekerja perempuan tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hal ini menunjukkan bahwa metode Pos Kesehatan Reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan pekerja perempuan. Pelaksanaan PKRP sebaiknya dilakukan dengan membuat kontrak atau kesepakatan jadwal dengan perusahaan supaya Pos Kesehatan Reproduksi Perempuan tidak mengganggu produktivitas pekerja. Selain itu pemeriksaan kesehatan pada meja 2 baiknya ditambah dengan pemeriksaan lainnya seperti pengukuran tinggi badan, dan lain lain yang dirasa perlu.
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI PADA KEHAMILAN Utami, Rina; Susanti; Wari Nurjanah, Fatihah; Sumarni
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5684

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan ibu hamil yang rendah mengenai kesehatan reproduksi akan berakibat tidak mengetahui pentingnya kesehatan reproduksi pada kehamilan. Selama ini sistem informasi kurang dimanfaatkan dalam kesehatan reproduksi pada kehamilan. Sehingga informasi yang didapat simpang siur dan kurang tepat serta dapat berdampak pada janin yang dikandungnya. Perkembangan teknologi digital berpengaruh pada peningkatan kesehatan  reproduksi pada perempuan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan mengenai sistem informasi kesehatan reproduksi pada kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka yang didasarkan pada penelusuran Google Scholar. Tulisan mengevaluasi hasil penelusuran yang memenuhi persyaratan dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang ditentukan oleh penulis. Hasil: Hasil penelusuran literatur review menunjukkan bahwa perkembangan teknologi berupa sistem informasi berkemabang pesat untuk sekarang ini, Sistem informasi ini telah terintegrasi ke dalam beberapa aplikasi seluler yang melayani kebutuhan kesehatan reproduksi ibu hamil, dan dapat berfungsi sebagai media penyebaran informasi yang diperlukan untuk melengkapi sistem informasi kesehatan reproduksi untuk kehamilan secara lebih efisien serta berkelanjutan. Kesimpulan: Untuk membantu meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang, perlu diterapkan sistem informasi kesehatan reproduksi di seluruh masyarakat selama kehamilan. Sistem ini akan mendidik ibu hamil, mengubah sikap dan perilaku mereka, dan mendorong mereka untuk lebih memperhatikan diri sendiri selama kehamilan sehingga mereka dapat memiliki bayi yang sehat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI RS ROYAL PRIMA JAMBI Tisnilawati; Yulidar
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v9i2.5762

Abstract

Diare merupakan salah satu penyebab utama kematian, sebagaimana dibuktikan dengan meningkatnya angka kesakitan yang terkait dengan penyakit diare setiap tahunnya. Menurut temuan dari SKDI pada tahun 2023, angka kejadian diare secara keseluruhan di berbagai kelompok usia mencapai 2%, dengan 4,9% pada balita dan 3,9% pada bayi. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini adalah kurangnya kesadaran tentang diare. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi hubungan antara kesadaran ibu dan terjadinya diare pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Lokasi penelitian adalah Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Penelitian ini melibatkan seluruh ibu yang memiliki anak yang didiagnosis diare, yang berjumlah 18 partisipan. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ditampilkan melalui melalui tabel distribusi frekuensi, kemudian diuji menggunakan analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square untuk menentukan keterkaitan antarvariabel dependen dan independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,289 yang kurang dari 0,05, sehingga hipotesis diterima dan menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya diare antara lain adalah pemahaman ibu dan juga elemen-elemen lain yang mendukung. Pemahaman yang baik tentang penyakit diare dapat menumbuhkan sikap yang konstruktif, yang kemudian dapat menurunkan angka kejadian diare. Sebaliknya, pengetahuan yang tidak memadai dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya diare. Telah diamati bahwa banyak ibu di Rumah Sakit Royal Prima Jambi memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai penyakit diare. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan di rumah sakit memperkuat inisiatif promosi kesehatan mengenai penyakit diare untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
SKEMA REMUNERASI DOKTER DI RUMAH SAKIT DALAM SISTEM ASURANSI KESEHATAN: LITERATURE REVIEW Kundrawan, Raden Chandra Meydia; Ilyas, Yaslis
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v10i1.5962

Abstract

Latar belakang: Remunerasi dokter adalah pemberian apresiasi berupa imbalan atas kontribusi dan kinerja dokter di rumah sakit. Remunerasi dokter di Indonesia sebagian besar menggunakan skema retrospektif yaitu fee for service. Terdapat kesenjangan antara fee for service dengan tarif paket Indonesia Case Based Group (INA-CBG) pada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga menimbulkan ketidakpuasan dokter. Belum ada acuan standar pemberian remunerasi dokter dalam pelayanan pasien JKN. Tujuan: mengetahui skema remunerasi dan imbalan jasa yang diberikan bagi dokter di rumah sakit dalam pelaksanaan asuransi kesehatan dan dampaknya terhadap pelayanan. Metode: Penelitian ini melakukan tinjauan terhadap literatur terkait skema remunerasi dengan melakukan penelusuran pada database PubMed, Scopus dan Sciencedirect dan EBSCO dengan menggunakan kata kunci physician, remuneration, salary, wage, incentive dan health insurance. Metode PRISMA digunakan untuk mendapatkan jurnal berbahasa inggris dan full open access sesuai kriteria inklusi penelitian di rumah sakit dan pembiayaan melalui asuransi kesehatan pada 10 (sepuluh) tahun terakhir. Hasil: Penelusuran menghasilkan 1.387 artikel sesuai kriteria pencarian dengan 11 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dilakukan sintesis data. Skema yang digunakan adalah fee for service, activity based, value based payment, dan pay for performance. Skema pay for performance terbanyak digunakan dan dapat meningkatkan produktivitas dokter tanpa meningkatkan biaya pelayanan kesehatan. Evaluasi kebijakan skema remunerasi dokter di rumah sakit dapat dilakukan seiring kebijakan pembiayaan kesehatan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi pelayanan Kesimpulan: Terdapat berbagai skema remunerasi dokter di rumah sakit dalam memberikan pelayanan pada jaminan kesehatan. Pemilihan skema yang digunakan dapat dari hasil evaluasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan asuransi kesehatan.
HUBUNGAN USIA, MASA KEJA DAN POTENSI BAHAYA ERGONOMI TERHADAP KELUHAN GANGGUAN OTOT RANGKA AKIBAT KERJA (GOTRAK) PADA PEKERJA PT. X Aldawiyah, Kolipatul Koiriyah; Mindiharto, Sestiono
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v10i1.6017

Abstract

Latar belakang: Gangguan Otot dan Rangka Akibat Kerja (GOTRAK) sering terjadi pada pekerjaan manual yang melibatkan aktivitas fisik berat dan gerakan berulang. Hasil pengukuran ergonomi di PT. X tahun 2023 menunjukkan 7 pekerja memiliki risiko ergonomi tinggi, 8 pekerja risiko sedang, dan 3 pekerja risiko rendah. Survei keluhan menunjukkan bagian tubuh yang paling sering terasa nyeri adalah punggung bawah, leher, dan bahu akibat aktivitas manual mengangkat dan memindahkan beban 10–50 kg secara berulang selama 8 jam kerja. Kondisi ini menunjukkan adanya potensi bahaya ergonomi yang signifikan dan perlu diteliti lebih lanjut hubungannya dengan usia, masa kerja, dan keluhan GOTRAK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, masa kerja, dan potensi bahaya ergonomi terhadap keluhan GOTRAK pada pekerja PT. X, sebuah perusahaan manufaktur. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap seluruh pekerja TKBM dan outsourcing di departemen pengolahan tepung gandum, dengan total responden sebanyak 40 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner menggunakan checklist SNI 9011:2021. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan pada tangan (37,5%) dan punggung bawah (47,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, masa kerja, dan potensi bahaya ergonomi terhadap keluhan GOTRAK (p<0,05). Korelasi terkuat ditemukan pada lutut, tangan, dan punggung bawah untuk variabel usia, serta leher dan kaki untuk variabel masa kerja. Simpulan: Usia, masa kerja, dan potensi bahaya ergonomi memiliki hubungan signifikan terhadap keluhan GOTRAK. Diperlukan intervensi ergonomi dan pelatihan teknik kerja untuk menurunkan risiko GOTRAK di lingkungan kerja. Saran: Perusahaan disarankan untuk melakukan evaluasi ergonomi berkala, menyediakan pelatihan pengangkatan beban, serta memperbaiki sistem kerja manual handling guna menekan keluhan GOTRAK.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI GRESIK TAHUN 2025 Mar'atus Sholihah Agustin; Sestiono Mindiharto
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v10i1.6054

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja ialah isu kesehatan yang umum dialami pengemudi ojek online dan dapat menurunkan keselamatan serta produktivitas. Faktor seperti usia, durasi tidur, jam kerja, serta masa kerja diduga berperan dalam hal ini. Tujuan: Studi ini bertujuan guna mengidentifikasi faktor-faktor yang memiliki keterkaitan dengan tingkat kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Kabupaten Gresik tahun 2025. Metode: Studi ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan pada satu waktu tertentu. Sebanyak 100 responden dilibatkan dalam penelitian ini, yang pemilihannya dilakukan secara sengaja melalui pendekatan purposive sampling, yakni metode pemilihan sampel secara sengaja berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner, dan analisis hubungan antar variabel dijalankan menerapkan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden tercatat mengalami kelelahan kerja pada tingkat sedang, ialah sebesar 71%. Berdasarkan hasil analisis statistik, ditemukan adanya hubungan yang bermakna secara signifikan antara variabel durasi tidur (p = 0,046) serta jam kerja (p = 0,041) dengan tingkat kelelahan kerja. Sementara itu, variabel usia (p = 0,186) serta masa kerja (p = 0,591) tidak menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap tingkat kelelahan yang dialami oleh responden. Simpulan: Durasi tidur serta jam kerja ialah faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Perlu upaya edukasi manajemen waktu dan intervensi kebijakan dari aplikator untuk mengurangi risiko kelelahan pada pengemudi ojek online.
HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN DURASI KERJA DENGAN KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PENGEMUDI BUS TRANSJATIM Wardini, Yuliana Kusuma; Inayah, Zufra
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v10i1.6055

Abstract

Latar belakang: Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa MSDs menempati peringkat ke-2 penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia setelah gangguan pernapasan, dengan 52.500 kasus terdaftar dalam periode 2021-2023. Penelitian yang melibatkan 9.482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal (MSDs) merupakan kondisi paling umum dengan proporsi 16%, diikuti oleh penyakit kardiovaskular sebesar 8%, gangguan sistem saraf 5%, gangguan pernapasan 3%, serta penyakit pada telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) sebesar 1,5%. Tujuan: Mengetahui hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan kejadian MSDs. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 54 pengemudi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur keluhan MSDs dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja. Analisis data menggunakan uji Spearman dan Somers’d. Hasil: Mayoritas pengemudi memiliki postur kerja dengan risiko rendah (55,6%) dan durasi kerja lebih dari 10 jam per hari (77,8%). Sebagian besar responden mengalami keluhan MSDs ringan (59,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; ρ = 0,489) dan antara durasi kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; r = 0,524). Simpulan: Postur kerja dan durasi kerja berkontribusi terhadap kejadian MSDs pada pengemudi. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan aspek ergonomi kerja serta manajemen waktu kerja guna mengurangi risiko MSDs