cover
Contact Name
Sefriyono
Contact Email
sefriyono@uinib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@uinib.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Gedung Rektorat Kampus III Universitas Islam Negeri Imam Bonjol
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian
ISSN : 23546735     EISSN : 26853329     DOI : https://doi.org/10.15548/turast
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, is published by the Institute for Research and Community Service, Imam Bonjol Padang State Islamic University. This journal is published twice a year January-June and July-December. Turast publishes the results of research and community service in various fields of science such as Sociology, Anthropology, Education, Psychology, Islamic Studies, Economics, Law, Politics, Mathematics, Physics, Chemistry, Sharia, Religious Studies, and others.
Articles 192 Documents
PARADE IKLAN POLITIK DI TAHUN POLITIK: Polarisasi Penggunaan Iklan Untuk Membangun Citra Menuju Pemilu 2014 Firdaus, Firdaus
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.036 KB) | DOI: 10.15548/turast.v1i1.475

Abstract

2013-2014 is known as the political years. The program to power transition—general election—will be heldin these years. For various political parties and politicians, the period is used to promote their political image.Advertisement is a choice essentially used to build their political branding. Political Advertisement is functionedto influence the constituent—to vote the political parties or politicians. The research concerns to certaintlyexamine the pattern of polarization of political campaign—advertisement—to build a political image in 2014.
KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT HASAN LANGGULUNG DAN RELEVANSINYA DENGAN PENGEMBANGAN KESEHATAN MENTAL KELUARGA Harahap, Ahmad Muda
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.978 KB) | DOI: 10.15548/turast.v6i1.695

Abstract

This article aims to describe and analyze the concept of family education according to Hasan Langgulung and its relevance to the development of family mental health. This study uses a character research method using descriptive qualitative approach. Hasan Lagulung’ concept is as data in this research. The results of the study shows that the six aspects of family education namely physical education and health, intellectual education, emotional education, religious education social education aspects can develop children's potential on cognitive, affective, psychomotor, and spiritual. It is concluded that the development of this potential impacts on family mental health. It implies that if the first aspect does not work well, it impacts on other aspects.
INFILTRASI GERAKAN HIZBUT TAHRIR: Studi Terhadap Gerakan Hizbut Tahrir di Yogyakarta Zulfadli, Zulfadli
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.95 KB) | DOI: 10.15548/turast.v1i1.470

Abstract

The paper examines the infiltration of Hizbut Tahrir Indonesia’s movement. In the fact, HTI is one of movementswhich is regularly to establish the shariah as legal system of Indonesia. In addition, HTI has also been known asradical organization to establish it. In this context, the research concerns in understanding that pattern. Withqualitative method—descriptive analysis—the research can be expected to gather the data comprehensively. Onother hands, the study is located in D.I. Yogyakarta with some argumentations. Yogyakarta is a famous citywhich have number of huge students and HTI establish there massively. Essentially, the research shown thatHTI can be analyzed through some social theories like social movement, arena and symbolic power theories. Itcan be understood that HTI uses the politics opportunity—reformation moment—to finish the undergroundof movement; Next, mobilizing structure—internatal and external mobilization. Finally, managing themovement process—against the westernization.
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN BERNUANSA SURAU DAN BUDAYA MINANGKABAU Afridinata, Heri; Samad, Duski; Kosim, Muhammad
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.843 KB) | DOI: 10.15548/turast.v6i1.687

Abstract

This study aims to describe and analyze the application of the character education program based surau and the Minangkabau culture strengthening program in intracurricular, extracurricular activities; and through school culture. This study used a qualitative approach and interviews, observation and documentation use to collect the data. Some teachers are respondents of the research. The results showed that the implementation of the Minangkabau culture and character education program in intracuricular activities were carried out by the subject teacher by incorporating the values of the Minangkabau nuanced character and culture into each learning. Character values were embedded in learning tools such as prayer and reading the Al- Qur’an before and after learning activities. Whereas the implementation of the character education program and the Minangkabau culture in extracurricular activities was carried out through the integration of the values of the character and the Minangkabau culture in various extra-curricular activities such as muhadarah, An Nisa forum, Ar Rijal forum (studying Islamic sciences with the halaqah method), pesantren , and pray. While strengthening the values of Minangkabau cultural character can be seen in randai activities, traditional speeches, and Minangkabau cuisine. The results also showed that the development of school culture was carried out through strengthening the character of students such as Adiwiyata School, Healthy and Smoke-Free School Program. It is concluded that character education based surau and Minangkabau culture had helped educators more easily to develop students' character. The implication is that educators need to develop teaching materials that can help students improve their character.
ISHMAH NABI MUHAMMAD SAW. (Telaah Penafsiran Fakhr Al-Dîn Al-Râzî) Johari Jamal
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian VOL 7, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.786 KB) | DOI: 10.15548/turast.v7i2.1299

Abstract

Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menemukan dan mendapatkan pemahaman yang konfrehensif terkait dengan penafsiran al-Râzî terhadap ‘Ishmah Nabi Muhammad Saw. Untuk mencapai tujuan pembahasan ini, penulis melakukan penelitian kepustakaan (library research), dengan pendekatan tafsir maudhû’i. Sejauh penelitian yang penulis lakukan terhadap penafsiran al-Râzî, maka penulis berkesimpulan bahwa dalam pemahamannya, ‘Ishmah Nabi Muhammad Saw merupakan terpeliharanya seorang nabi yang tidak hanya selamat dari kematian atau ancaman para musuh-musuhnya dalam menyampaikan risalah, melainkan lebih dari itu, seperti terpelihara dari melakukan perbuatan-perbuatan salah, tercela yang berujung kepada sebuah dosa, baik dosa yang tergolong kecil maupun dosa besar.  Setelah dikritisi lebih dalam, yang menjadi keistimewaan al-Râzî dalam hal ini adalah, mengemukan sisi negatif yang dituduhkan kepada Nabi Muhammad Saw, kemudian menjawabnya sesuai dengan porsi tuduhan tersebut, al-Râzî  memberi solusi dari setiap tuduhan tersebut.
PARENTING DAN KETERAMPILAN MENDONGENG BAGI GURU TAMAN KANAK-KANAK Salmi Wati; Zulvia Trinova
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian VOL 7, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.227 KB) | DOI: 10.15548/turast.v7i2.1314

Abstract

Anak usia dini berada pada masa emas yang sangat penting dalam tumbuh kembang seluruh aspek perkembangan. Di tangan guru TK yang berkompeten, potensi anak dapat berkembang secara optimal. Pertumbuhan Lembaga PAUD di Indonesia saat ini sedang berada pada posisi yang sangat tinggi. Masyarakat semakin menyadari pentingnya pendidikan sejak dini bagi anak sehingga menjadikan wadah bagi pembentukan pembiasaan dan pengembangan potensi anak. Pemerintah menetapkan standar kualifikasi pendidikan minimal untuk pendidik PAUD adalah strata-1 atau sarjana  jurusan PG PAUD, PGTK, atau PGRA. Hal ini bertujuan agar pendidik PAUD betul-betul profesional di bidangnya. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan melalui wawancara penulis dengan ketua IGTK se-kecamatan Pangkalan Koto Baru Limapuluh Kota ternyata dari 70 orang guru TK di kecamatan ini, kurang dari 40% yang mempunyai latar belakang pendidikan PGPAUD, PGTK, atau PGRA, sedangkan selebihnya mempunyai latar belakang yang tidak sesuai dengan persyaratan di atas. Hal ini tentu berdampak kepada tingkat keprofesionalan guru dalam memberikan layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan peserta didik. Untuk itu diadakan pelatihan parenting dan keterampilan mendongeng terutama bagi guru TK yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan yang linier. Cara meningkatkan kemampuan mendongeng guru TK di Kecamatan Pangkalan adalah dengan pelatihan mendongeng yang di dalamnya diberikan pengetahuan tentang teori mendongeng dan praktik cara penerapan masing-masing jenis mendongeng. Secara sederhana, pelatihan dilaksanakan dengan mendatangkan narasumber dan model pendongeng yang lebih berkompeten sehingga model pendongeng tersebut dapat dijadikan acuan oleh guru TK dalam menyampaikan dongeng kepada anak-anak didik mereka dengan menerapkan jenis-jenis mendongeng yang telah mereka kuasai. Di samping pelatihan mendongeng, kemampuan mendongeng guru dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan latih dasar, meliputi: olah vokal, olah tubuh (gesture), olah rasa, dan konsentrasi, secara mandiri dan dilakukan setiap saat.Di antara hambatan yang dapat diidentifikasi yaitu lokasi pengabdian yang jauh, waktu pelaksanaan pengabdian yang terbatas yang hanya bisa dilaksanakan hanya dua kali pertemuan, dan alokasi dana yang minim. Alokasi waktu dan dana yang minim mengakibatkan kegiatan pengabdian ini tidak ada follow up setelah berakhirnya kegiatan ini.
TRADISI INTELEKTUAL PESANTREN; Mempertahankan Tradisi ditengah Modernitas Rengga Satria
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian VOL 7, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.452 KB) | DOI: 10.15548/turast.v7i2.1301

Abstract

Penelitian ini menemukan pesantren sebagai lembaga pendidikan indegious di Indonesia yang tetap mampu bertahan dalam menghadapi benturan modernitas. Pesantren yang dikenal dengan tradisi intelektualnya yang sangat khas, tetap menjaga jati dirinya di tengah pembaruan yang tidak bisa dihindari dalam dunia pendidikan. Selain mempertahankan tradisi intelektual yang sudah ada, pesantren juga harus mampu mangakomodir tantangan modernitas. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dan tergolong dalam penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini mengumpulkan, mengolah dan menganalisis  data-data, menelaah buku-buku dan literatur terkait topik pembahasan
EKSISTENSI DAN PENCITRAAN POLITIKUS DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI BETUNG BEDARAH TEBO ILIR PROVINSI JAMBI undang sakti rangkuti; Silfia hanani; Mimi Lasmita; Rara Anggraini
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian VOL 7, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.805 KB) | DOI: 10.15548/turast.v7i2.1096

Abstract

Desa Betung Bedarah Barat merupakan salah satu wilayah yang ada di kabupaten Tebo kecamatan Tebo Ilir provinsi Jambi. Kawasan ini berada diantara Sungai Batanghari dan sawah-sawah masyarakat setempat, wilayah ini juga merupakan daerah yang rawan akan bencana banjir pada tiap tahunnya, apalagi ketika musim hujan tiba. Namun, masyarakat belum mempunyai rasa yang kuat akan pentingnya kesadaran bencana. Apabila kondisi seperti ini masih terus berlangsung, maka diperkirakan masyarakat dikawasan tersebut akan rawan terhadap resiko dari bencana tersebut. Pada saat terjadinya bencana di kawasan Sungai Batanghari ini dimanfaatkan oleh para politikus untuk mencari eksistensi dan pencitraan diri mereka, dengan berbagai cara mereka lakukan untuk mengambil hati masyarakat seperti memberikan harapan-harapan palsu yang sampai saat ini pun masih banyak dari harapan itu yang masih belum terlaksana. Seperti perencanaan pembangunan bendungan yang akan dibuat di kawasan Sungai Batangari tersebut. Ada beberapa yang telah dilakukan oleh para politikus dalam mengatasi mitigasi bencana banjir, misalnya saja memberikan sumbangan berupa material makanan, pakaian dan juga kesehatan masyarakat setempat yang terkena bencana banjir.
PENGARUH PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI RIAU Arifin Arifin
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian VOL 7, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.866 KB) | DOI: 10.15548/turast.v7i2.1300

Abstract

Keberhasilan suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sendiri erat kaitannya dengan faktor pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana, yaitu analisis yang digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen yaitu, pendidikan yang diproxy dengan Angka Melek Huruf (AMH) terhadap variabel dependen yaitu pertumbuhan ekonomi yang di proxy dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Riau selama periode 2009-2012. Tes asumsi klasik dilakukan sebelum menjalankan model analisis regresi linier berganda.Tes diagnostik  dijalankan melalui tes CUSUM dan CUSUM (of square) untuk melihat data yang digunakan dalam keadaan stabil atau tidak. Berdasarkan hasil penelitian ini, variabel pendidikan yang di proxy dengan Angka Melek Huruf (AMH) berpengaruh secara signifikan dan berhubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang di proxy dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau. 
PENYESUAIAN DIRI ANAK ANGKAT SETELAH MENGETAHUI STATUS SEBAGAI ANAK ADOPSI Wike Wahyu Safitri; Wanda Fitri; Zainal Zainal
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian VOL 7, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.903 KB) | DOI: 10.15548/turast.v7i2.1316

Abstract

Pengangkatan anak (adopsi) merupakan hal yang biasa dan sah secara hukum. Namun seringkali masalah timbul pasca pengangkatan terutama ketika anak angkat tersebut mengetahui status adopsi mereka. Biasanya anak angkat susah untuk menerima keadaan status diri mereka sebagai anak angkat.Namun dalam faktanya banyak  anak angkat yang sukses dalam menyesuaikan diri dan kehidupan sosial mereka. Penelitian ini ingin melihat bagaimana bentuk penyesuaian diri anak angkatpasca mengetahui status pengangkatannya.Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling dengan jumlah subjek penelitian yang menjadi informan sebanyak empat orang anak angkat yang telah mengetahui status pengangkatannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model analisis interaktif yang menggunakan tiga komponen utama, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penyesuaian diri dari aspek penyesuaian pribadi. Pada umumnya informan  cenderung tidak mempermasalahkan status pengangkatan mereka yang tampak melalui sikap yang terbuka, percaya diri, tidak minder (malu) dengan status mereka sebagai anak angkat. 2) Penyesuaian diri dari aspek penyesuaian sosial, hampir semua informan terlihat mampu bersosialisasi dengan baik, menjadi bagian dari anggota kelompok, menghargai dan menghormati orang lain, suka bergaul, memiliki jiwa sosial yang tinggi, ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial, sopan dan aktif dalam berbagai kegiatan yang diadakan di lingkungan sosial.

Page 11 of 20 | Total Record : 192