cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
redaksi.jsgp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jsgp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 26546477     DOI : https://doi.org/10.30605/jsgp
Core Subject : Education,
JSGP (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, ISSN 2654-6477) is an academic publication media managed by the Faculty of Teacher Training and Education and published by Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Publishing research results and theoretical studies in the field of education, JSGP is a reference source as well as a means of publication for teachers, lecturers, students, school supervisors, policymakers, and education observers.
Articles 728 Documents
Implementation of Read Aloud Feature from Microsoft Edge to Increase Pronunciation Ability Student’s Aldio Muhammad Farhan; Muhamad Sofian Hadi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.2963

Abstract

The aim of this research is to measure the effectiveness of learning media for students' pronunciation skills, which currently has a lot of misunderstanding regarding information about English pronunciation for students who are not native speakers of English. With this feature, it is certainly hoped that it will help in solving problems, and the Read Aloud feature from Microsoft Edge can be an alternative learning method. This research is specifically designed to improve students' abilities in English pronunciation, which makes the Read Aloud feature a learning medium. This research uses a qualitative method with a pre-experimental design. This research was conducted at SMPN 9 Tangerang Selatan involving 38 students from grade 7. The data used was taken from the pre-test and post-test. The data used is taken from the pre-test and post-test, based on the results taken from the t-test, Sig, 2 tail shows a result of 0.00, which is <0.05, therefore, there is a significant change from pre-test to post-test that affects student scores, therefore, the H0 hypothesis is rejected and H1 can be accepted. The results can be seen from the pre-test and post-test scores that show significant differences after being given treatment with the read feature aloud. The research results showed that the pre-test and post-test scores were (-19.21053) and the standard deviation was (6.52711). The mean standard error is 1,05884. The 95% confidence interval shows that the lower difference is (- 21.35593), while the upper difference is (-17.06512). The T-test result is (- 18.143) with df 37, and the two-sided test significance is 0.000 < 0.05.
Elevating Student Engagement through Active Learning Strategy: An Exploratory Study of Instructional Management in State Islamic Junior High School Muhammad Jikri; Najminnur Hasanatun Nida; Agustian Ramadana Putera
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2023): September - Desember 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.6.3.2023.2966

Abstract

Many people assume that Islamic subjects are boring because the stereotype of Islamic education always emphasizes memorisation. This research aims to find out the stages of learning management in Islamic subjects using Active Learning Strategy (ALS) to stimulate student involvement in the classroom. The data collection methods used are observation of teachers to observe how the ALS process is implemented in the classroom, interviews with teachers regarding learning management, and documentation by looking at lesson plans that have been made by teachers. The study of MTsN 4 Barito Kuala in South Kalimantan province where this school has successfully integrated Islamic subjects, student involvement, and ALS. The results of this study are: 1) We can track all the teachers' planning through the lesson plan they made and the document stated clearly they stimulate students to be active. 2) Teachers have implemented various ALS methods such as Everyone Is A Teacher Here, Index Card Match, and Team Quiz so that the atmosphere created is fun, warm, and enthusiastic. 3) To appreciate as well as encourage students to be engaged, teachers do not only assess the cognitive aspects of students but extend the range of evaluation to the affective and psychomotor domains using Behaviour-based Evaluation so that all processes are taken into account.
Implementasi Hipnoterapi Self Talking dengan Inovasi Reward ASYIK Meningkatkan Percaya Diri Anak Usia Dini Ratu Romdhonah; Sri Watini
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.2974

Abstract

Hipnoterapi adalah jenis terapi yang melibatkan Guru dan Anak, yang kemudian digunakan untuk mengubah pola pikir atau perilaku yang tidak diinginkan. Selftalking adalah teknik yang digunakan untuk membantu seseorang mengubah pola pikir atau perilaku dengan cara mengucapkan kata-kata positif kepada dirinya sendiri. Dalam hipnoterapi, anak dipandu memasuki keadaan tenang dan nyaman, di mana pikiran dan tubuhnya menjadi lebih santai dan terbuka terhadap sugesti positif yang diberikan oleh Guru. Sugesti digunakan untuk mengubah pola pikir anak, dengan memberikan pernyataan positif menggunakan Reward Asyik diawali dengan kegiatan relaksasi, dengan menyayikan lagu yang disukai oleh anak. Menggunakan hipnoterapi selftalking anak belajar menanamkan pola pikir positif dan memperkuat keyakinan terhadap dirinya sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi Reward Asyik yang diimplementasikan pada hipnoterapi selftalking dapat meningkatkan percaya diri anak usia dini. Peningkatan tersebut terlihat dari peningkatan partisipasi dan antusiasme anak dalam belajar, dan kepercayaan diri saat berbicara di depan orang lain. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa inovasi Reward Asyik pada implementasi hipnoterapi selftalking dapat meningkatkan percaya diri anak usia dini. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di TK, metode ini dapat dijadikan alternatif yang efektif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Strategi Membangun Kedisiplinan Melalui Implementasi Reward ASYIK Esih Sutarsih; Sri Watini
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.2980

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan strategi membangun kedisiplinan melalui Reward ASYIK bagi kedisiplinan belajar peserta didik kelas B TK Negeri Pembina Kecamatan Cibaliung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu penyajian data yang dapat dilakukan menggunakan uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchat dan sejenisnya. Tempat penelitian dilakukan di kelas B TKN Pembina Cibaliung, Di kelas B TKN Pembina Cibaliung ditemukan beberapa permasalahan disiplin belajar yang ditunjukan peserta didik seperti datang kesekolah tidak tepat waktu, tidak bisa menyelesaikan tugas tepat waktu, dan lain sebagainya, maka perlu strategi membangun kedisiplinan yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan pengamatan empiris di lapangan peneliti menemukan bahwa penerapan pemberian hadiah lucu mudah dilakukan oleh para guru dan diterima dengan baik oleh anak. Salah satu pendekatan potensial melibatkan proses bernyanyi dan yel-yel, dimana anak secara berulang-ulang terlibat dalam tindakan menyuarakan kata “ASYIK” Hal ini dilakukan untuk mengetahui penerapan strategi belajar dalam upaya menumbuhkan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan pada anak selama proses pembelajaran. Sebagai persyaratan dasar bagi anak, untuk membentuk dan membina karakter sebagai persiapan generasi muda dimasa yang akan datang yang kreatif dan dinamis. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas B yang ditunjuk memaparkan berbagai variabel penyebab menurunnya disiplin akademik anak. Unsur-unsur tersebut meliputi kesiapan anak dalam belajar, kejenuhan dalam belajar dan kurangnya variasi belajar. Unsur tersebut akan menghambat pada tumbuhnya kedisiplinan pada anak. Hal tersebut dapat digunakan untuk mengetahui potensi dampak penerapan intensif yang menyenangkan terhadap disiplin belajar anak kelas B. Hasil penelitian menyatakan bahwa Reward ASYIK yang digunakan guru untuk membangun peserta didik untuk patuh dan taat kepada peraturan yang diterapkan di sekolah dalam rangka membangun dan membentuk kedisiplinan belajar. Dengan menggunakan Reward ASYIK ini mampu memberikan peningkatan peserta didik kelas B terhadap ketaatan dan kepatuhan peraturan yang ada di sekolah sehingga peserta didik disiplin belajar dalam belajar.
Adversity Quotient (Ketahanmalangan) Siswa Madrasah Tsanawiyah Ditinjau dari Tinggal Asrama dan Non Asrama Andi Ahsanul Padli; Siti Marwiyah; Haris Kulle
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.3044

Abstract

Ketika seseorang tangguh dalam menghadapi kesulitan, ia mampu mengubah cara pandangnya terhadap tantangan, kesulitan, dan masalah serta melihatnya sebagai peluang untuk berprestasi. Argumen ini didasarkan pada gagasan bahwa seseorang yang menggunakan ketahanan secara maksimal akan mampu menghadapi tantangan apa pun yang mereka hadapi dalam hidup tanpa pernah menyerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan resiliensi anak asrama dan non-asrama. Penulis menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif berdasarkan jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini. Sampel penelitiannya adalah 30 santri asrama dan 30 santri hari. alat penelitian yang mencakup kuesioner. Analisis data dengan menggunakan analisis komparatif menggunakan SPSS versi 23. Dengan jumlah peserta belajar 16 orang dan persentase hasil 53%, ketahanan siswa Madrasah Tsanawiyah DDI Masamba masuk dalam kategori sangat baik. Hasil tipikalnya adalah 89.3000. Dengan jumlah peserta penelitian 14 orang dan hasil persentase 47%, maka resiliensi siswa masuk dalam kategori “cukup baik”. Hasil tipikalnya adalah 82.5667. Nilai taraf signifikansi sebesar 0,000 (p=0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan resiliensi siswa asrama dan non-asrama di Madrasah Tsanawiyah DDI Masamba. Selain itu terlihat pada nilai hitungannya. Terdapat selisih antara kedua sampel jika t hitung melebihi t tabel. Dari tabel berikut terlihat jelas mengapa thitung (4,147) melebihi ttabel (2,00172). Hal ini juga ditunjukkan oleh hasil rata-rata sampel kedua yang menunjukkan bahwa anak yang tinggal di asrama mempunyai rata-rata ketahanan terhadap kesulitan sebesar 89,3000, sedangkan siswa yang tidak tinggal di asrama mempunyai rata-rata ketahanan terhadap kesulitan sebesar 82,5667. Hal ini menunjukkan bahwa siswa DDI Masamba lebih tangguh dibandingkan anak yang bersekolah di pesantren.
Pengaruh Achievement Motivation, Locus of Control, dan Study Habits terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Dessy Rahmawati; Suciati Suciati
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2023): September - Desember 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.6.3.2023.3080

Abstract

The study aims to analyze whether achievement motivation, internal locus of control, and study habits influence the learning outcomes of grade 7 students in four regions in Indonesia, namely Sumatera, Java, and Papua. Several experts and previous studies have shown that achievement motivation, locus of control, and study habits can be used as predictors and improve students’ mathematics learning outcomes. This research is a survey with a quantitative approach and was conducted at four schools in the XYZ Foundation. Data collection techniques using questionnaires distributed through Google Form link to measure students' achievement motivations, internal locus of control, and study habits on mathematics learning outcomes of 7th grade students. Data was collected from 183 respondents. Data analysis techniques used descriptive analysis and multiple linear regression with the IBM SPSS 25 application. Based on the result of the data analysis, the regression equation for students' achievement motivation, locus of control, and study habits on mathematics learning outcomes of 7th grade students is . Furthermore, based on the t-test result, achievement motivation with a t count of 3.961, internal locus of control with a t count of -2.994, and study habits with a t count of 1.424 are obtained. The conclusions are achievement motivation and internal locus of control partially have a positive influence and study habits do not affect the learning outcomes of grade 7 mathematics. Based on the value of , as much as 15.9% of independent variables are achievement motivation, internal locus of control, and study habits that simultaneously influence the mathematics learning outcomes of 7th grade students. Theoretical implications and implications of the research are discussed.
Pengembangan Buku Pedoman Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Karakter Keadilan Anak Usia 10-12 Tahun Scholastica Irene Ratri Primativa; Gregorius Ari Nugrahanta
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2023): September - Desember 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.6.3.2023.3085

Abstract

Penelitian ini berakar dari tingkat keadilan yang rendah pada anak sebagai latar belakangnya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengembangkan sebuah buku pedoman permainan tradisional yang dirancang untuk meningkatkan karakter keadilan pada anak-anak yang berusia antara 10 hingga 12 tahun. Penelitian ini dijalankan dengan menerapkan metode penelitian dan pengembangan Research dan Development (R&D). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Dalam penelitian ini, sepuluh guru yang telah memperoleh sertifikasi sebagai guru profesional terlibat dalam analisis kebutuhan, sementara sepuluh validator dengan latar belakang yang beragam serta delapan anak ikut serta dalam penerapan buku pedoman permainan tradisional. Instrumen yang digunakan untuk analisis kebutuhan menggunakan kuesioner tertutup dan terbuka. Kemudian untuk mengetahui kualitas buku pedoman permainan tradisional digunakan alat instrumen berupa lembar validasi yang diberikan kepada sepuluh ahli dari berbagai latar belakang. Validasi ini meliputi: isi buku, kualitasnya, dan kriteria buku. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Buku pedoman permainan tradisional yang bertujuan untuk mengembangkan karakter keadilan pada anak-anak berusia 10-12 tahun telah dibuat menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate), 2) Kualitas buku pedoman permainan tradisional dinilai “Sangat baik” dengan skor 3,75 dan saran “Tidak perlu revisi”, 3) Hasil uji signifikansi, t(7) = 17,648; p < 0,05 menunjukkan bahwa buku pedoman permainan tradisional berpengaruh besar terhadap perkembangan karakter keadilan anak. Dampak intervensi buku pedoman permainan ini mampu mencapai nilai r = 0,98 atau 97,80% dan tergolong “efek besar”. Hal ini menunjukkan bahwa hingga 97,80% perubahan karakter keadilan anak dapat dijelaskan oleh buku pedoman permainan tradisional. Tingkat efektifitasnya ditentukan dengan menggunakan uji N-Gain Score yang menghasilkan skor 87,53% yang termasuk dalam kelompok efektivitas “Tinggi”. Hal ini menunjukkan bahwa buku pedoman permainan tradisional telah berhasil secara efektif dalam meningkatkan karakter keadilan anak.
Pengaruh Pembelajaran Etnopedagogi untuk Aksara Jawa Berbasis Metode Montessori terhadap Karakter Kecerdasan Sosial Siswa Sekolah Dasar Gregorius Ari Nugrahanta; Eko Hari Parmadi; Fransiska Tjandrasih Adji; Hilary Relita Vertikasari Sekarningrum
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.3089

Abstract

Concern about the low level of social intelligence among elementary school students is something that needs to be addressed immediately. Efforts to foster social intelligence at SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta are still carried out through habituation activities at school that are not carried out every day. However, SD Kanisius Sorowajan has not implemented efforts to improve the character of social intelligence by integrating learning in the classroom using innovative learning methods and adapted to local culture. The purpose of this study was to determine the effect of ethnopedagogical learning for Javanese script using the Montessori method on the social intelligence character of elementary school students. For this reason, one group pretest-posttest design was used as the research method. A total of 20 children of class IVA at SD Kanisius Sorowajan, Yogyakarta, were involved as subjects in this study. The research instrument used in this study was a multiple-choice test instrument with 10 questions according to the indicators of social intelligence. The data obtained were then analysed using the IBM Statistics version 26 for windows program to calculate the effect and effectiveness with a 95% confidence level and with a two-tailed test. The research findings showed that ethnopedagogical learning for Javanese characters using the Montessori method had an effect on children's social intelligence characters (p < 0.05). The effect size was categorised as large (r = 0.8896 or equivalent to 79.14%). The learning effectiveness level is included in the high effectiveness level (N-gain score 82.52%). The results of semantic analysis show a dynamic pattern of social intelligence characters that can be classified into three dimensions, namely 1) moral knowledge, which is expressed by indicators of skill evaluation, social relationships, understanding expressions, managing emotions, 2) moral feelings, which are expressed by indicators of empathy, emotional turmoil, understanding feelings, assessing motivation, and 3) moral action, which is indicated by indicators of building relationships and good cooperation.
Curriculum Management in Deep Work Model at English Education Department Universitas Panca Sakti Bekasi Rita Aryani; Leroy Holman Siahaan
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2024): January - April 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.1.2024.3104

Abstract

The problem that often occurs in this era of technological progress is gadget addiction, a student cannot be separated from a gadget and is always spoiled with features/applications on the gadget, making it difficult for many students to concentrate, and their thinking is not critical like the young people of old. Indonesia's educational needs in terms of increasing excellent graduates needed by developing a Deep Work model curriculum is the goal of this research. This Deep Work model curriculum refers to how students can work focused by avoiding distractions around them. In this Deep Work model curriculum, students are expected to have high skills according to their ability to produce new values ​​in higher education, especially English Education. In this study, researchers used the Research and Development (R&D) method, which refers to the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate). This method is expected to produce a product, namely the In-depth Work Model Curriculum. The instruments used in this study were validation instruments, student response questionnaires before and after using the module, observation sheets, and test questions to determine students' abilities and focus tests. From the 4 stages carried out, the results obtained were 72.5%, it was stated that the Deep Work curriculum had a high success rate in increasing graduation in English education study programs.
Implementasi Media Audiovisual dalam Mengembangkan Minat Berkreasi Pada Anak Usia Dini Ninik Hariyanti; Nita Priyanti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Mei - Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.2.2024.3141

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan perilaku minat kreatif pada siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Batam setelah penggunaan media audiovisual. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan memfasilitasi pembelajaran berdasarkan minat bebas berkreasi dengan menggunakan media audiovisual. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yaitu (1) Cara memfasilitasi pembelajaran berdasarkan minat kreativitas anak adalah dengan memberikan kebebasan kepada anak dalam memilih penampilan kegiatan seni pertunjukan, memotivasi anak untuk mengikuti kegiatan pelatihan persiapan pertunjukan seni agar anak semangat mengikuti kegiatan pertunjukan seni, karena cocok penampilan yang mereka pilih sendiri, (2) Mengetahui media audiovisual sebagai sarana untuk mengembangkan minat berkreasi anak yaitu dengan menggunakan LCD proyektor pada saat anak berlatih lantunan, menari, senam dan kegiatan lainnya di pusat kebudayaan dalam rangka persiapan pertunjukan seni, (3) Mengetahui pelaksanaannya mengembangkan minat kreativitas anak, yaitu dengan kegiatan pertunjukan seni ini anak-anak senang dan berani tampil di panggung sampai akhir serta menunjukkan ekspresi baik gerak maupun wajahnya. Terdapat perubahan perkembangan anak setelah mengikuti kegiatan seni pertunjukan yaitu minat anak datang ke sekolah, keberanian berkreasi, mengemukakan pendapat, bercerita di depan kelas dan kemandirian anak.