cover
Contact Name
Aji Mulyana
Contact Email
ajimulyana@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ajimulyana@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
JE (Journal of Empowerment)
ISSN : 25800620     EISSN : 25979809     DOI : -
JE (Journal of Empowerment) was formed based on the results of Suryakancana University Leaders Meeting on January 28, 2017, and was approved on April 8, 2017 in accordance with the Rector Decree Number 11 / SK / REK / UG / IV / 2017 regarding Appointment of Journal Manager of Community Service at Suryakancana University. The name of the Journal of Community Service is JE (Journal of Empowerment). JE (Journal of Empowerment), is a mean of developing science and technology in the exact and non-exact field through the publication of writing based on the results of community service (original). JE (Journal of Empowerment), is a periodic scientific journal published by Institute of Research and Community Service of Suryakancana University (LPPM UNSUR) twice a year in June and December. JE (Journal of Empowerment), has registered number ISSN 2580-0620 (print), and ISSN 2597-9809 (online). The first edition is Volume 1, Number. 1, June 2017. JE (Journal of Empowerment), has the vision to become Scientific journal with National and International standard in disseminating and developing the results of conceptual.
Arjuna Subject : -
Articles 133 Documents
Meningkatkan Motivasi dan Kemampuan Bahasa Siswa SMK melalui Pembelajaran Berbasis Permainan Reza Anggriyashati Adara; Winda Primasari; Siti Khadijah; Miftakhudin; Tin Hartini
JE (Journal of Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v7i1.6177

Abstract

Kemampuan berbicara bahasa Inggris memberikan nilai tambah bagi generasi muda, terutama pada dunia perkuliahan dan dunia kerja. Namun, rendahnya motivasi belajar dan keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris masih menjadi hambatan utama bagi siswa sekolah menengah kejuruan. Pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) dipandang sebagai salah satu pendekatan yang mampu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan minat siswa dalam belajar bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan motivasi dan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa melalui penerapan game-based learning yang dipadukan dengan sesi berbagi pengalaman dari praktisi. Kegiatan dilaksanakan di SMK Karya Guna 2 Bekasi pada 3 Agustus 2024 dengan melibatkan 72 siswa dari beberapa SMK dan SMA di Kota Bekasi sebagai mitra. Metode yang digunakan meliputi permainan bahasa, diskusi, praktik langsung, dan wawancara. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner berskala Likert yang terdiri atas lima butir serta wawancara singkat dengan peserta. Hasil evaluasi menunjukkan respons positif peserta berkisar antara 80% hingga 100%, dengan penilaian tertinggi pada kejelasan penyampaian materi dan 80% peserta menyatakan minat untuk terus belajar bahasa Inggris setelah kegiatan. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar bahasa Inggris siswa sekaligus menjadi model pelatihan yang dapat direplikasi pada sekolah menengah kejuruan lain untuk meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja.
Sosialisasi tentang Perjanjian dalam Transaksi Jual Beli melalui E-commerce bagi Pelajar SMA Teguh Rama Prasja; Wina Diana Sari; Anggraini Dwi Milandry; Evi Yanti; Heni Susanti; Nando Nugroho
JE (Journal of Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v7i1.6206

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan pengabdian ini adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap aspek hukum perjanjian dalam transaksi e-commerce, khususnya mengenai mekanisme transaksi dan perlindungan konsumen. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi hukum siswa dalam menghadapi risiko transaksi elektronik. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 2 Tambang, Kabupaten Kampar, bersama 50 siswa sebagai mitra melalui penyuluhan hukum dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Materi mencakup pengertian dan syarat sah perjanjian elektronik berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, hak dan kewajiban para pihak, kekuatan hukum kontrak elektronik menurut Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta upaya hukum yang dapat ditempuh apabila pelaku usaha melakukan wanprestasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif terhadap keterlibatan peserta serta kuis pada akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta, ditandai dengan sekitar 80% peserta mampu menjawab pertanyaan kuis dengan benar dan meningkatnya keaktifan dalam sesi diskusi. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran hukum siswa sebagai konsumen digital dalam transaksi e-commerce.
Edukasi Parenting untuk Mendukung Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Siti Nurhayati; Nia Kurniawati; Iis Ristiani
JE (Journal of Empowerment) Vol. 7 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v7i1.6455

Abstract

Kurangnya pemahaman guru dan orang tua mengenai strategi pembentukan kebiasaan positif pada anak usia dini menjadi salah satu kendala dalam penguatan pendidikan karakter. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas guru, orang tua, dan masyarakat dalam mengimplementasikan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Agustus 2025 di Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, dengan melibatkan 45 peserta yang terdiri atas 10 guru TK/PAUD, 15 orang tua peserta didik, dan 20 perwakilan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi survei awal, analisis kebutuhan, seminar interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta evaluasi melalui observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur. Materi mencakup konsep habit loop, pendidikan karakter, pengelolaan screen time, pola hidup sehat, dan kualitas tidur anak. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat pemahaman peserta berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata capaian 91,1%, tertinggi pada aspek kolaborasi sekolah-keluarga (95,6%) dan terendah pada aspek pengelolaan screen time (86,7%). Selain peningkatan pemahaman, kegiatan ini mendorong kesiapan guru dan orang tua menerapkan tujuh kebiasaan tersebut di lingkungan keluarga dan sekolah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pembentukan karakter anak.