cover
Contact Name
Muhammad Zukhrufuz Zaman
Contact Email
m_zukhruf@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalthp_uns@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : 19790309     EISSN : 26147920     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal “Teknologi Hasil Pertanian”, publishes original articles, review articles, and short communications on the fundamentals, applications and management of Agricultural Product Technology areas. The journal's aim is to offer scientist, researchers and other related professionals the opportunity to share their finding and disseminate knowledge in all the related topics of biotechnology, quality management, and technologies associated with production or product development.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SNACKBARS DENGAN BAHAN DASAR TEPUNG TEMPE DAN BUAH NANGKA KERING SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN CFGF (CASEIN FREE GLUTEN FREE) Nur Her Riyadi Parnanto; Rohula Utami; Rizki Amalia
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.244 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13596

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensori (penerimaan konsumen)snackbars dengan bahan dasar tepung tempe dan buah nangka kering dengan tiga variasi perbandinganpenggunaan tepung tempe dan buah nangka kering yaitu 40:60, 50:50, dan 60:40. Karakteristik fisikokimia yangdiuji meliputi tekstur, kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, serat pangan, total fenol, aktivitas antioksidandan total kalori. Karakteristik sensori yang diuji meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dan keseluruhan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa semakin banyak penggunaan tepung tempenya maka tekstur snackbars akansemakin kompak (keras) dan kadar abu, protein, lemak, serat pangan, total fenol, aktivitas antioksidan dan totalkalorinya semakin meningkat sedangkan kadar air dan kadar karbohidratnya semakin menurun. Sedangkan padakarakter sensori, semakin banyak penggunaan tepung tempenya maka warna, aroma, rasa, tekstur dankeseluruhannya semakin tidak disukai.
PENGARUH PERENDAMAN DALAM EKSTRAK TEH HIJAU TERHADAP UMUR SIMPAN TELUR ASIN Lia Umi Khasanah; R. Baskara Katri Anandito; Bayu Aji Saputro
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.903 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13640

Abstract

Telur merupakan salah satu produk hewani yang digunakan sebagai bahan pangan sumber protein, lemakdan vitamin yang dibutuhkan tubuh manusia untuk pertumbuhan. Telur dapat mudah rusak dan busuk. Olehkarena itu perlu penanganan yang cermat. Untuk memperkecil kerusakan pada telur perlu dilakukan suatu caraagar telur tersebut dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama yaitu dengan cara pengawetan. Pengawetantelur yang paling mudah dan umum dilakukan masyarakat adalah dengan pengasinan atau pembuatan telur asin.Selain dengan cara pengasinan ada juga salah satu cara untuk mengawetkan telur yaitu dengan pengasinan dandilakukan perendaman dalam ekstrak teh hijau. Dengan cara ini maka telur akan semakin awet dan memilikidaya simpan yang lebih lama jika dibandingkan dengan cara pengasinan saja. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh perendaman terhadap sifat sensoris telur asin, mengetahui indikator kerusakan,mengetahui kinetika kemunduran mutu dan untuk mengetahui umur simpan telur asin. Pada penelitian inidilakukan 3 variasi perlakuan pendahuluan yaitu perendaman ekstrak teh 0 hari, 3 hari dan 5 hari. Sedangkansuhu penyimpanan yang digunakan suhu 300C, 400C dan 500C. Untuk menentukan umur simpan telur asindilakukan dengan pendekatan metode Accelerated Shelf Life Test (ASLT), kemudian dilakukan juga analisasensori untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen. Uji sensori ini meliputi parameter rasa, tekstur, aromadan warna telur asin. Data yang diperoleh dari hasil penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan metodeANOVA. Jika ada beda nyata maka dilanjutkan uji beda nyata dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT)pada taraf signifikansi α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman ekstrak tehhijau tidak berpengaruh terhadap sifat sensori telur asin. Indikator kerusakan telur asin terdapat pada parameteraroma. Telur asin dengan perendaman ekstrak teh hijau selama 5 hari memiliki umur simpan yang paling lamabila dibandingkan telur asin yang dibuat dengan perendaman ekstrak teh hijau selama 3 hari dan biladibandingkan dengan telur asin yang direndam ekstrak teh hijau selama 0 hari. Sedangkan suhu penyimpanantelur asin yang baik adalah suhu 4ºC dengan umur simpan 29 hari.
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, DAN SENSORIS FLAKES PISANG KEPOK SAMARINDA (Musa paradisiaca balbisiana) DENGAN SUBSTITUSI PATI GARUT Nur Aini Mahmudah; Bambang Sigit Amanto; Esti Widowati
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.534 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i1.17490

Abstract

Banana-based flakes has a  foible properties of less crunchy texture. The level of crispness in the products is affected by the amylose content in its material. Substitution of arrowroot starch which has relative high amylose content is expected to improve the texture and product characteristics of banana flakes. The experimental design in this study used completely randomized design (CRD) by one factor, namely the variation of substitution of arrowroot starch with comparison banana’s flour: arrowroot starch are F1 (100%:0%), F2 (95%:5%), F3 (90%:10%), F4 (85%:15%). Sensory analysis was conducted using preference test (scoring) and also ranking. The data was analyzed by One-way ANOVA method and continued with Duncan Multiple Range Test Analysis if there is a significant difference (at significance level α = 0.05). Based on the results of sensory analysis, F4 formula is a formula of the most preferred by consumers from the aspect of color, flavor, texture (crispness), and overall. Physical analysis flakes shows that F4 has the lowest hardness value (27.07 N), a maximum resistance crunchy time in milk of 5.88 minutes and the greatest water absorption 133.05%. Chemical analysis F4 flakes with composition 85% of banana flour and 15% of arrowroot starch has moisture content (wb) 3.13%, ash content (wb) 2.25%, fat content (wb) 6.84%, protein content (wb) 0.57%, carbohydrate content (wb) 87.19%, starch content 72,46%, amylose and amylopectin content of 14.01% and 1.86%, crude fiber content 1.86%.
KARAKTERISTIK FISIK MIKROKAPSUL FIKOSIANIN SPIRULINA PADA KONSENTRASI BAHAN PENYALUT YANG BERBEDA Lukita Purnamayati; Eko Nurcahya Dewi; Retno Ayu Kurniasih
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.82 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.12844

Abstract

Fikosianin merupakan pigmen biru Spirulina sp. Mikroenkapsulasi dapat melindungi fikosianin dari pengaruh lingkungan seperti suhu, cahaya, dan pH. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik mikrokapsul fikosianin menggunakan maltodekstrin dan karagenan sebagai bahan penyalut. Mikrokapsul fikosianin dibuat dengan lima variasi konsentrasi maltodekstrin dan karagenan yaitu 10% : 0%; 9,75% : 0,25%; 9,5% : 0,5%; 9,25% : 0,75%; dan 9% : 1% (b/b). Hasil menyatakan bahwa mikrokapsul fikosianin dengan perbandingan bahan penyalut maltodekstrin dan karagenan 9% : 1% (b/b) menghasilkan warna yang paling biru, zat padat terlarut yang paling
STUDI KARAKTERISTIK FISIK DAN MEKANIK EDIBLE FILM PATI UBI JALAR UNGU DENGAN PENAMBAHAN KITOSAN Dhita Ekariski; Basito Basito; Bara Yudhistira
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.652 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i2.29080

Abstract

Edible film is one of alternative packaging which can consume and still protect product from losing nutrition, appearance, flavor, dehydrate and deteriorate at storage and isn’t damage environment. More research using local starch from sweet potato (Ipomea batatas L. poir) was studied. But, characteristic from sweet potato starch shows poor in quality. So, mixing starch with chitosan studied to make characteristic of edible film more useable for wide area. This research to know how is characteristic of edible film starchchitosan. One edible film use 0,8 mL glycerol or 20% (v/w) and chitosan’s soluble 1% acetate acid. One factor uses in this research is amount of chitosan with 3 level 0,5 gram; 1,0 gram; and 1,5 gram. Then, edible film analyzed physical (thickness, solubility and permeability) and mechanic (tensile strength and elongation). Result of research show more chitosan add significantly increased thickness and tensile strength of edible film and significantly decrease solubility and elongation of edible film. But, edible film show no significantly decrease of permeability. Adding more chitosan in edible film starch-glycerol increase edible film thickness to 0,13 –1,90 mm and decrease solubility to 66,87–58,20%. Tensile strength show increase to 1,27–6,90 MPa and elongation decrease to 79,71–46,98%. And for permeability of edible film decrease to 12,40–9,97 (g/ hour m2).
UJI POTENSI ANTIDIARE Lactobacillus sp INDIGENOUS SEBAGAI KULTUR STARTER PADA YOGURT DENGAN SUPLEMENTASI EKSTRAK UBI JALAR UNGU Intan Niken Tari; Catur Budi Handayani
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.521 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12890

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan melihat trend sifat anti diare baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif dari   BAL pada yogurt dengan suplementasi ubi jalar ungu selama satu minggu penyimpanan. Adapun perlakuan tersebut sebagai berikut : S0= Kontrol ( berupa kultur komersial St dan Lb, S1= Kultur komersial + probiotik Lactobacillus plantarum Dad 13, yaitu St :  Lb : Dad 13= 1:1:0.5, S2= Kultur komersial + probiotik  Lactobacillus plantarum Mut7, yaitu St : Lb : Mut7 = 1:1:0.5, S3= Kultur komersial+ probiotik Lactobacillus acidophilus SNP-2 yaitu St : Lb : SNP-2 = 1:1:0.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas antidiare secara kualitatif lactobacillus sp indigenous terhadap EPEC ATCC 35281  terbesar terjadi  pada perlakuan Y1 (yogurt dengan probiotik  lactobacillus plantarum Dad 13 dan  suplementasi ekstrak ubi jalar ungu)  dengan diameter zona hambat sebesar 12, 8 mm.  Aktifitas antidiare secara kuantitatif lactobacillus plantarum sp indigenous terhadap EPEC ATCC 35281  selama 1minggu penyimpanan  terbesar, juga terjadi  pada perlakuan Y1 (yogurt dengan probiotik Llactobacillus plantarum Dad 13 dan  suplementasi ekstrak ubi jalar ungu)  dengan kemampuan penurunan jumlah koloni EPEC ATCC 35281  sebesar 5 log cycle (dari mula-mula 1,05. 107 CFU/ml menjadi 8,5. 102 CFU/ml)
KARAKTERISASI KARBON AKTIF KULIT SINGKONG (Manihot utilissima) DENGAN VARIASI JENIS AKTIVATOR Anugrah Rizqi Permatasari; Lia Umi Khasanah; Esti Widowati
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.164 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13004

Abstract

Kulit singkong yang merupakan limbah dari UKM dan industri yang berbahan baku singkong selama ini belum termanfaatkan, karena hanya sebagian kecil digunakan sebagai campuran pakan ternak dan selebihnya dibuang. Kulit singkong bagian dalam mengandung hampir 60% karbon. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui pengaruh jenis aktivator dan mencari aktivator terbaik terhadap karakteristik karbon aktif kulit singkong. Penelitian ini dilaksanakan di Sub Lab Kimia Laboratorium Pusat Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor yaitu jenis aktivator Asam Fosfat (H3PO4), Potasium Hidroksida (KOH), dan Natrium Klorida (NaCl) dengan dua kali ulangan sampel dan dua kali ulangan analisis. Analisis data menggunakan uji analisis one way ANOVA dilanjutkan uji DMRT pada taraf 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan jenis aktivator yang berbeda memberikan pengaruh pada karakteristik karbon aktif kulit singkong yaitu kadar air, kadar zat terbang (bagian yang hilang pada pemanasan) dan kadar karbon namun tidak memberikan pengaruh untuk karakteristikrendemen, kadar abu, dan daya serap terhadap Iod. Karbon aktif yang baik adalah karbon aktif yang telah memenuhi standar atau persyaratan yang ditetapkan, yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI). SNI yang digunakan adalah SNI 06-3730-1995 untuk arang aktif teknis. Aktivator terpilih yang memberikan hasil karakteristik karbon aktif terbaik adalah natrium klorida (NaCl). Hal ini karena karbon aktif yang diaktivasi NaCl memberikan hasil karakteristik yang sudah memenuhi standar mutu karbon aktif lebih banyak daripada kedua jenis aktivator yang lain.Kata kunci: aktivasi kimia, karbon aktif, karbonisasi, limbah kulit singkong 
PENGARUH PENGGUNAAN UBI JALAR UNTUK SUBSTITUSI TERIGU YANG DIFORTIFIKASI DENGAN TEPUNG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L. DC) DALAM PEMBUATAN MIE KERING Achmad Ridwan Ariyantono; Sri Handajani; Nur Her Riyadi Parnanto
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.262 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13514

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh substitusi ubi jalar dan pengayaan tepung koro pedangterhadap tepung terigu pada kandungan kimia dan sifat sensoris mie kering. Perlakuan pada penelitian ini adalahvariasi penggunaan ubi jalar kukus (0 %, 5 %, 10 % dan 15 %) terhadap tepung terigu dan konsentrasi tepungkoro pedang (0 %, 5 %, 10 % dan 15 %) dari tepung campuran. Analisis kimia meliputi kadar air, abu danprotein serta uji sensoris (warna, rasa, aroma, elastisitas dan keseluruhan) mie kering. Penelitian inimenggunakan rancangan faktorial dan selanjutnya data dianalisis secara statistik dengan Anova dan DMRT.Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi penambahan ubi jalar kukus, maka semakin tinggi kadar air dankadar abu mie kering, tetapi semakin rendah kadar protein mie kering serta semakin menurunkan penilaianpanelis terhadap warna, rasa, aroma, elastisitas dan keseluruhan mie kering. Semakin tinggi penambahan tepungkoro pedang yang digunakan, maka semakin tinggi kadar protein dan kadar abu mie kering, tetapi semakinrendah kadar air mie kering serta semakin menurunkan penilaian penelis terhadap warna, rasa, aroma, elastisitasdan keseluruhan mie kering. Mie kering yang terdiri dari 100 % tepung terigu, 0 % ubi jalar kukus dan 5 %tepung koro pedang (T0K1) tidak berbeda nyata dengan kontrol (100 % tepung terigu) dan mie kering yangterdiri dari 95 % tepung terigu, 5 % ubi jalar kukus dan 0 % tepung koro pedang (T1K0) juga tidak berbedanyata dengan kontrol dari segi penilaian keseluruhan. Mie kering tersebut memenuhi syarat mutu mie keringsesuai dengan SNI 1992. Untuk T0K1 mempunyai kadar air sebesar 10,412 % bk, kadar abu sebesar 1,430 % bk,dan kadar protein sebesar 16,222 % bk, sedangkan T1K0 mempunyai kadar air sebesar 10,795 % bk, kadar abusebesar 1,209 % bk, dan kadar protein sebesar 16,801 % bk.
KAJIAN KARAKTERISTIK SENSORI DAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN FUNGSIONAL BEKATUL BERAS HITAM DENGAN PENAMBAHAN JAHE (Zingiber officinale) DAN KENCUR (Kamferia galanga L.) Basito Basito
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.716 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13548

Abstract

Bekatul beras hitam merupakan sumber antioksidan alami yang murah dan mudah didapat. Bekatul berashitam dapat dimanfaatkan sebagai minuman fungsional dengan menambahkan bahan pencita rasa yaitu dari jahe(Zingiber officinale) dan kencur (Kamferia galanga L.). Jahe dan kencur mengandung nutrisi yang cukuplengkap untuk kesehatan. Jahe dan kencur mempunyai flavor yang khas dan kuat yang diharapkan mampumenutup flavor langu dari bekatul beras hitam. Minuman fungsional bekatul beras hitam ini diharapkan dapatdijadikan sebagai alternatif minuman fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sensoriminuman fungsional bekatul beras hitam dengan penambahan jahe (Zingiber officinale) dan kencur (Kamferiagalanga L.) berbagai formulasi, menentukan kapasitas antioksidan yaitu total fenol, total antosianin dan aktivitasantioksidan minuman fungsional bekatul beras hitam dengan penambahan jahe (Zingiber officinale) dan kencur(Kamferia galanga L.) dari berbagai formulasi yang disukai. Rancangan penelitian ini menggunakan RancanganAcak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 faktor yaitu bekatul beras hitam, jahe dan kencur dengan variasiformulasi yang digunakan. Hasil uji karakteristik sensoris menunjukkan bahwa yang disukai panelis adalahminuman dengan formula (bekatul : jahe : kencur) 70:15:15 dan 70:20:10 dari semua formulasi. Pada formula70:15:15 menunjukkan kadar total fenol sebesar 705,99 mg/100ml, kadar total antosianin sebesar 133,97mg/100ml dan aktivitas antioksidan sebesar 54,36%. Sedangkan formula 70:20:10 kadar total fenolnya sebesar654,18 mg/100ml, kadar total antosianin 118,23 mg/100ml dan aktivitas antioksidan sebesar 41,81 %.
KAJIAN EFEK SINERGISTIK ANTARA CHITO-OLIGOSAKARIDA (COS) DAN PROBIOTIK (Lactobacillus acidophilus FNCC 0051) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL SECARA in vivo Agnes Sri Harti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.224 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13586

Abstract

Chitooligosakarida (COS) merupakan senyawa kompleks golongan glikoprotein yang memiliki ikatan 1,4glukosamin, hasil proses deasetilasi kitin dan sebagai oligosakarida yang berasal dari hewani dari limbah kulitkepiting yang sangat potensial dan berlimpah di Indonesia. Konsep sinergistik yaitu campuran COS sebagaiprebiotik alami hewani dengan probiotik (Bakteri Asam Laktat) diharapkan dapat digunakan sebagai sebagaisatu bahan yang berpotensi sebagai food additive, antibiotik alternatif, imunostimulan penurun kolesterol yangbersifat ekonomis, multiguna khususnya di bidang kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengkaji efek sinergistikChitooligosakarida dan Lactobacillus acidophilus FNCC 0051 terhadap penurunan kadar kolesterol secara invivo. Analisis mutu meliputi rendemen, kelarutan, derajat deasetilasi, viskositas serta pengkajian efek sinergistiksinbiotik secara in vitro meliputi pengukuran pertumbuhan probiotik dalam media kultur. Analisis datamenggunakan analisis varian general linier models univariate. Hasil penelitian diperoleh sintesis dan analisismutu COS dari kulit kepiting meliputi rendemen 51,36%, kelarutan 58,59%, derajat deasetilasi 88,76% danviskositas 122 cp. Adanya efek sinergistik Chitooligosakarida dan Lactobacillus acidophilus FNCC 0051 COSterhadap penurunan kadar kolesterol secara signifikan.

Page 6 of 23 | Total Record : 221