cover
Contact Name
Muhammad Zukhrufuz Zaman
Contact Email
m_zukhruf@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalthp_uns@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : 19790309     EISSN : 26147920     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal “Teknologi Hasil Pertanian”, publishes original articles, review articles, and short communications on the fundamentals, applications and management of Agricultural Product Technology areas. The journal's aim is to offer scientist, researchers and other related professionals the opportunity to share their finding and disseminate knowledge in all the related topics of biotechnology, quality management, and technologies associated with production or product development.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
KAJIAN MIKROSTRUKTUR, KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORIS ES KRIM DENGAN PENGGUNAAN GELATIN TULANG IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus sp.) SEBAGAI STABILIZER Hidayah, Ulfa Nurul; Affandi, Dian Rachmawanti; Sari, Ardhea Mustika
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.009 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i2.29070

Abstract

PENGARUH SUHU DISTILASI DAN TINGKAT KONDENSOR TERHADAP SIFAT SENSORIS DISTILAT ASAP CAIR Muhammad, Dimas Rahadian Aji; Darmadji, Purnama; Pranoto, Yudi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.902 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13574

Abstract

Modifikasi alat distilasi asap cair dengan tiga tingkat kondensor dilakukan untuk mencegah terjadinyacarry over benzo[a]piren dan tar selama proses. Modifikasi alat tersebut diperkirakan akan berpengaruh padasifat sensoris masing-masing fraksi distilat asap cair. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh suhu distilasi dan tingkat kondensor terhadap sifat sensoris masing-masing fraksi asap cair. Suhu yangdigunakan untuk proses distilasi adalah 90-100oC, 100-110oC, dan 110-120oC. Distilat dihasilkan dari 4 tingkat,yaitu tingkat pre-kondensasi, tingkat 1, tingkat 2, dan tingkat 3. Hasil penelitian menunjukkan masing-masingfraksi mempunyai komponen kimia dan sifat sensoris yang berbeda.
PENGARUH VARIETAS DAN PERBANDINGAN PELARUT PADA EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI JAHE (Zingiber officinale Roscoe) Basito, Basito
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.924 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13618

Abstract

Jahe (Zingiber officinale Roscoe) termasuk komoditas pertanian berupa tanaman rempah yang mempunyai nilaisosial dan nilai ekonomis cukup tinggi. Produk jahe telah dijadikan salah satu komoditas ekspor, bahkantermasuk dalam sembilan besar rempah-rempah yang diperdagangkan di dunia. Kelebihan pengunaan minyakatsiri jahe dibanding jahe adalah pengunaan yang lebih sedikit sehingga akan semakin tidak mempengaruhiwarna, mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dan mempunyai umur simpan lebih lama serta lebih praktisRancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Sebagai kelompok adalah varietasjahe meliputi, varietas jahe emprit, jahe sunti dan jahe gajah. Sebagai perlakuan adalah perbandingan jahe danair dalam ekstraksi yang terdiri dari 4 level yaitu perbandingan bahan dan air 1: 10, 1: 15, 1: 20, 1: 25.Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa varietas jahe berpengaruh terhadap penurunan kadar cineol, indeksbias dan rendemen tetapi tidak berpengaruh terhadap penurunan berat jenis minyak atsiri jahe yang dihasilkan.Perbandingan jahe:air yang semakin besar akan mempengaruhi kenaikkan indeks bias dan rendemen, namuntidak akan mempengaruhi kenaikan kadar cineol dan berat jenis minyak atsiri jahe yang dihasilkan. Dariparameter kimia dan fisik ekstraksi yang paling optimal terjadi dengan varietas jahe emprit denganperbandingan air dan jahe 1:20 dan minyak atsiri jahe yang dihasilkan mempunyai kadar air 64,08 %, beratjenis 0.929, indeks bias 1.47 dan rendemen 2,12 %.
PEMANFAATAN BEKATUL DAN AMPAS WORTEL (Daucus carota) DALAM PEMBUATAN COOKIES Kurniawati, Linda
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.97 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13642

Abstract

Bekatul merupakan hasil dari proses penggilingan padi menjadi beras. Namun sebagai hasil sampingpengolahan,bekatul memiliki kandungan gizi yang cukup baik untuk kesehatan. Kandungan bekatul tersebutyaitu serat, karbohidrat dan vitamin B kompleks serta protein. Saat ini banyak produsen makanan ringan yangkurang memperhatikan nilai gizi produk demi kepentingan ekonomis, karena mahalnya bahan baku yangberkualitas. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian pembuatan cookies yang diperkaya denganbekatul dan ampas wortel. Bekatul dipilih karena nilai ekonomisnya rendah tetapi nilai gizinya tinggi. Demikianpula dengan ampas wortel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorialyang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama yaitu perbandingan tepung komposit (tepung terigu dengan bekatul)(70%:30%, 60%:40% dan 50%:50%). Faktor kedua yaitu substitusi tepung ampas wortel (0%, 10%, dan 20%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies bekatul yang berkualitas menurut standar cookies, disukai olehpanelis dan dengan biaya pengolahan yang ekonomis adalah cookies dengan substitusi bekatul 40% dan tepungampas wortel 10%. Cookies tersebut mempunyai kadar air 2,8662%; kadar abu 2,5217%; kadar protein terlarut2,1552%; kadar serat kasar 4,2113%; kadar β-karoten 0,0149µg/g; volume pengembangan 1,1303%; teksturagak keras, tidak terasa wortel, flavor bekatul agak terasa.
PENGARUH PENGEMASAN VAKUM TERHADAP KUALITAS BANDENG PRESTO SELAMA PENYIMPANAN Purnamayati, Lukita; Wijayanti, Ima; Dwi Anggo, Apri; Amalia, Ulfah; Sumardianto, Sumardianto
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 11, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.939 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v11i2.29052

Abstract

Softbone milkfish is a fishery product that easily damaged during storage. One of the efforts to inhibit thedamage of softbone milkfish was using vacuum packaging. The purpose of this study was to determine thechanges quality of softbone milkfish which were vacuum packed during storage at room temperature. Freshmilkfish was heating with high pressure by using a pressure cooker. Softbone milkfish was then stored at roomtemperature for six days. Analysis was carried out every three days for the parameters of free fatty acids, TVBN,and organoleptics. The results showed that the number of free fatty acids and TVBN increased during storage.Free fatty acids and TVBN of softbone milkfish with vacuum packaging after sixth days of storage were 2.95%and 15.95 mgN/100g, respectively. This value was lower than the non-vacuum softbone milkfish. Based onorganoleptic analysis, softbone milkfish with vacuum packaging was still suitable for consumption until the thirdday of storage. This showed that vacuum packaging can extend the shelf life of softbone milkfish.
PENGARUH PALM SUGAR SEBAGAI PENGGANTI SUKROSA TERHADAP KARAKTERISTIK SNACK BAR TEPUNG KOMPOSIT (UBI UNGU, JAGUNG KUNING DAN KACANG TUNGGAK) SEBAGAI SNACK RENDAH KALORI Listyaningrum, Christi Eva; Affandi, Dian Rachmawanti; Zaman, M. Zukhrufuz
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 11, No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.293 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v11i1.29096

Abstract

Trend snack which circulate in sociate contain sugar content, salt and high calories. This has resulted in adverse effects on public health, such as increased degenerative diseases such as diabetes mellitus and increased obesity due to the high number of calories and sugar content in snacks which was consumed daily. The aim of this researchto investigate the effect of palm sugar on the physical, chemical and sensory characteristics snackbar of composite flour (sweet potato, y and cowpea) as an alternative to natural sweetener substitute which has low calories sugar and safe for the body on snacks ) that can be consumed by the community in the long-term The experimental design in this study used Completely Randomized Design (CAD) with one factor in the different concentrations of palm sugar and refined sugar (15%: 0%, 10%: 5%, 5%: 10% and 0%: 15%). The data was processed statistically using One Way Anova with significance level of 5%. The result of this research showed that variation of usage palm sugar take an effect to physical, chemical and sensory characteristic snackbar of composite flour which was resulted snackbar F1 (15% palm sugar) has a low calories (3.98 Kkal/g) than F2, F3 and F4 with variation of usage palm sugar and refined sugar has 4.17 Kkal/g.
APLIKASI MADU SEBAGAI PENGAWET DAGING SAPI GILING SEGAR SELAMA PROSES PENYIMPANAN Atmaka, Windi; Utami, Rohula; Raharjo, Sigit
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.079 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan madu terhadap karakteristikmikrobiologis, kimia, dan fisik daging sapi giling segar selama proses penyimpanan serta mengetahuikonsentrasi madu yang memberikan efek penghambatan pembusukan daging sapi yang baik untuk pengawetandaging sapi giling segar berdasarkan karakteristik mikrobiologis, kimia, dan fisik daging sapi giling segar selamaproses penyimpanan. Penelitian ini menggunakan enam macam analisis. Diantaranya adalah Total Plate Pount(TPC), Total Volatile Bases (TVB), Thiobarbituric Acid (TBA), aw, pH, dan warna. Penelitian ini menggunakanrancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan berdasar perbedaan konsentrasi madu yang digunakan. Padapenelitian ini digunakan 5 perlakuan dengan penambahan konsentrasi madu yang berbeda yaitu 0% (kontrol),5%, 10%, 15% dan 20%. Dilakukan pengamatan pada hari ke-0, hari ke-1, hari ke-3 dan hari ke-5. Data yangdidapat dianalisis dengan ANOVA dengan alfa 0,05. Percobaan ini dilakukan dengan 2 kali ulangan. Hasilanalisis menunjukkan bahwa penambahan madu pada daging sapi giling segar berpengaruh terhadap nilai TotalMikroba, TBA, TVB, aw, pH, dan warna. Penambahan madu dapat mengurangi jumlah mikroba total yangterdapat dalam daging sapi giling segar. Semakin tinggi konsentrasi madu maka nilai TVB yang dihasilkansemakin rendah. Semakin tinggi konsentrasi madu maka semakin rendah nilai aw dan pH daging. Semakin tinggikonsentrasi madu maka kecerahan warna daging semakin menurun, tetapi tingkat penurunannya lebih rendah.Konsentrasi madu yang memberikan efek penghambatan pembusukan daging sapi yang baik untuk pengawetandaging sapi giling segar berdasarkan karakteristik mikrobiologis, kimia, dan fisik daging sapi giling segar selamaproses penyimpanan adalah 10%.
KAJIAN SIFAT FISIK, KIMIA DAN SENSORIS CRACKERS SUBSTITUSI TEPUNG SUKUN (Artocarpus communis) TERMODIFIKASI ASAM ASETAT DENGAN PENAMBAHAN SARI DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius) Astuti, Dwi; Kawiji, Kawiji; Nurhartadi, Edhi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 11, No 1 (2018): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.14 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v11i1.29086

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of substitution of acetic acid modified breadfruit flour with the addition of pandan leaves extract against physic, chemical and sensory characteristic of crackers and determine their antioxidant activity on crackers. This study uses a Completely Randomized Design (CRD) with one factor substitution of acetic acid modified breadfruit flour. Sensory data were analyzed by one-way ANOVA, if there is a difference it was followed with significance test using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at significance level of 0,05. The results showed that substitution of acetic acid modified breadfruit flour did not significantly affect the physical characteristic (hardness), chemical characteristics such as moisture content, ash, protein, carbohydrate and antioxidant activity of crackers. However, the substitution of acetic acid modified breadfruit flour affected the levels of fat, crude fiber, sensory characteristics (colour, flavor, taste, texture and overall) of crackers. The antioxidant activity of crackers is about 3.27%-4.16%.
SIFAT FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK PADA PEMBUATAN DODOL YANG DISUBSTITUSI DENGAN WORTEL (Daucus carota, Linn) Basito, Basito
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.927 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13588

Abstract

Dodol merupakan makanan semi basah yang pembuatannya dari tepung beras ketan, santan kelapa, dangula dengan atau tanpa penambahan bahan makanan dan bahan tambahan makanan lain yang diijinkan. Untukmemperbaiki nilai gizi pada dodol dapat dilakukan dengan menambah bahan – bahan lain sebagai sumbervitamin salah satunya adalah wortel. Umbi wortel mengandung karoten dalam jumlah yang tinggi, sehinggaberpotensi sebagai sumber vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi worteldalam pembuatan dodol terhadap sifat kimia, fisik dan organoleptik dodol.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 3 kali ulangan. Ada 2 variabeldalam rancangan penelitian ini yaitu variabel tetap dan variabel tidak tetap. Variabel tetap dalam penelitian iniadalah variasi bentuk penambahan wortel (bubur wortel dan tepung wortel) dan variasi konsentrasi wortel dantepung beras ketan (40:60, 30:70, 20:80, dan 0:100 (kontrol)). Sedangkan variabel tidak tetap yang diamatiadalah sifat kimia meliputi: kadar air, karoten dan sifat fisik meliputi: tekstur, serta sifat organoleptik (warna,aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Metode Univariatekemudian dilanjutkan dengan menggunakan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikasi 5%.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa substitusi wortel dalam bentuk bubur maupun tepungwortel pada pembuatan dodol dengan variasi konsentrasi wortel dan tepung ketan berpengaruh terhadap kadarair, karoten dan tekstur dodol yang dihasilkan. Pada uji organoleptik menunjukkan bahwa dodol yang disukaiadalah dodol dengan penambahan wortel dalam bentuk bubur wortel dengan konsentrasi bubur wortel dantepung ketan 30:70. Dodol tersebut mengandung air 17,57%, karoten 9,26 µg/g, dan memiliki tingkat kekerasan2,24 N serta tingkat elastisitas 6,16 mm.
KAJIAN KANDUNGAN PROTEIN, SENYAWA ANTINUTRISI, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN SIFAT SENSORIS TEMPE KORO BABI (Vicia faba L.) DENGAN VARIASI PENGECILAN UKURAN Affandi, Dian Rachmawanti; Handajani, Sri; Utami, Rohula
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.417 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13632

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein, senyawa antinutrisi, aktivitas antioksidan,dan sifat sensoris tempe koro babi (Vicia faba L.) dengan variasi pengecilan ukuran, sebagai alternatif penggantitempe kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pengecilan ukuran berpengaruh terhadap semuakandungan protein, senyawa antinutrisi, aktivitas antioksidan, dan sifat sensoris tempe koro babi (Vicia faba L.).Semakin lama waktu fermentasi dan semakin kecil ukuran biji maka jumlah protein terdegradasi semakin besar.Kandungan protein terlarut terbesar pada tempe perlakuan cacah, lama fermentasi 48 jam yaitu sebesar 5,450%.Semakin lama waktu fermentasi dan semakin kecil ukuran biji maka kadar asam fitat semakin kecil. Kadar asamfitat paling rendah pada perlakuan tempe koro babi cacah dengan lama fermentasi 48 jam sebesar 0,087%.Semakin lama waktu fermentasi dan semakin kecil ukuran biji maka kadar HCN semakin kecil. Semakin lamawaktu fermentasi dan semakin kecil ukuran biji maka aktivitas antioksidan semakin besar. Tempe koro babiyang disukai adalah tempe dengan perlakuan rajang, lama fermentasi 30 jam.

Page 6 of 20 | Total Record : 191