cover
Contact Name
Muhammad Zukhrufuz Zaman
Contact Email
m_zukhruf@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalthp_uns@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : 19790309     EISSN : 26147920     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal “Teknologi Hasil Pertanian”, publishes original articles, review articles, and short communications on the fundamentals, applications and management of Agricultural Product Technology areas. The journal's aim is to offer scientist, researchers and other related professionals the opportunity to share their finding and disseminate knowledge in all the related topics of biotechnology, quality management, and technologies associated with production or product development.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
KARAKTERISTIK CURD BERBAHAN DASAR EKSTRAK KACANG HIJAU (Vigna radiata) dengan WHEY TAHU KEDELAI (Glycine max) SEBAGAI BAHAN PENGGUMPAL Yudhistira Denta Elygio; Anang Mohamad Legowo; Ahmad Ni’matullah Al-Baarri*
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.03 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.17462

Abstract

This research aims to determine the total rendement, moisture content, protein content, as well as curd texture from green beans by using soy whey as coagulant. The study was conducted using 1% citric acid and the variation of whey soybean with the concentration of 2, 4, 6, 8% (v/v). The use of whey tofu as a coagulant indicates the effect that causes increased total rendement, levels, protein content, and curd texture. The best treatment in this study was on the administration of 2% whey soybeans as coagulant. Treatment with 2% whey soybeans can be regarded as the best treatment because it has the best test results with the highest total yield, low water content, the highest protein content, and the highest texture of hardness. It can be said that making curd using whey tofu soy as a coagulant is a good thing to do.
PENGARUH PENAMBAHAN TOMAT TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORIS SELAI SEMANGKA (Citrullus vulgaris, Schrad) Rakhmi Habibah; Windi Atmaka; Choirul Anam
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.718 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi buah tomat terhadap sifat fisikokimia (TPT, viskositas, pH, kadar vitamin C, kadar air dan aktivitas antioksidan ) dan sensori selai semangka. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasiperlakuan penambahan tomat pada selai buah semangka (70%:30%; 65%:35%, 60%:40%, 55%:45%, 50%:50%). Untuk melihat beda nyata antar perlakuan, dianalisis secara statistik menggunakan oneway ANOVA pada taraf α 0,05 dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf α 0,05. Penambahan tomat pada konsentrasi berbeda tidak berpengaruh terhadap total padatan terlarut (TPT), viskositas dan sensori (warna, aroma, rasa, kemudahan oles, overall), tetapi berpengaruh terhadap pH, kadar vitamin C,kadar air, aktivitas antioksidan dan sensori (tekstur) selai semangka. Nilai TPT selai semangka meningkat kemudian turun diatas penambahan tomat 35%, sedangkan nilai viskositasnya hampir sama pada semua sampel. Nilai TPT semua sampel sudah memenuhi persyaratan SNI. Nilai pada kadar vitamin C, kadar air dan aktivitas antioksidan meningkat, berbanding terbalik dengan pH. Nilai pH terendah (3,79), kadar vitamin C tertinggi (27,64mg/100gr), dan aktivitas antioksidan terbesar (6,013%DPPH/mg) didapatkan dari perbandingan semangka tomat 50%:50%. Perbandingan selai semangka dan tomat yang memiliki nilai sensori tertinggi adalah 60%:40%. Kata Kunci : aktivitas antioksidan, likopen, tomat, semangka
KAJIAN MIKROSTRUKTUR, KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORIS ES KRIM DENGAN PENGGUNAAN GELATIN TULANG IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus sp.) SEBAGAI STABILIZER Ulfa Nurul Hidayah; Dian Rachmawanti Affandi; Ardhea Mustika Sari
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.009 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i2.29070

Abstract

SIFAT SENSORIS GEPLAK ROSELA (Hibiscus sabdariffa) Yustina Wuri Wulandari; Indrias Tri Purwanti; Akhmad Mustofa
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.031 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12874

Abstract

Rosella (Hibiscus sabdariffa) adalah salah satu tanaman hortikultura. Kualitas khusus rosella dari Jelok adalah merupakan produk organic. Diversifikasi penanganan rosella diperlukan pada pascapanen. Geplak merupakan salah satu makanan tradisional dari Bantul, Yogyakarta. Rosella memiliki efek potensial pada kesehatan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan formula geplak rosella dan untuk menganalisis sifat sensoris geplak rosella. Kata kunci : geplak, rosella, sensoris
PERBEDAAN POLA PENGAMBILAN ENZIM LAKTOPEROKSIDASE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI N. Hidayah; A. N. Al-Baarri; C. Budiarti
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.744 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12912

Abstract

KAJIAN PENINGKATAN MUTU BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA DENGAN ALAT PENGERING TIPE RAK BERBAHAN BAKAR BIOMASSA Dimas Rahardian Aji Muhammad; Nur Her Riyadi Parnanto; Fanny Widadie
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.463 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13500

Abstract

Briket arang tempurung kelapa merupakan salah satu sumber energi alternatif yang diminati oleh pasarekspor. Sebagai komoditas ekspor, mutu briket arang harus stabil dan dapat memenuhi persyaratan mutu pasaryang dituju. Implementasi alat pengering tipe rak berbahan bakar biomassa diperlukan untuk menghasilkanbriket arang dengan kadar air yang konstan dan memenuhi persyaratan mutu pasar. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat pengering tipe rak berbahan biomassa terhadap briket arangdibandingkan dengan pengeringan matahari. Analisa yang dilakukan meliputi kadar air, kadar abu, dan kadarkarbon terikat. Hasil analisa menunjukkan bahwa aplikasi alat pengering dapat meningkatkan mutu briket arangapabila dibandingkan dengan pengeringan matahari.
KAJIAN SUBSTITUSI BEKATUL BERAS MERAH DAN BERAS HITAM TERHADAP SIFAT SENSORIS DAN FISIKOKIMIA PADA PEMBUATAN ROTI TAWAR Basito Basito
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.762 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13536

Abstract

Roti gandum bukan hanya sekedar memiliki kandungan serat tinggi saja, tetapi juga anthosianin danvitamin E yang banyak dimanfaatkan sebagai antioksidan. Kandungan senyawa fungsional yang ada pada rotigandum, didapatkan dari kulit ari gandum. Bekatul, sebagai hasil samping penggilingan padi merupakan lapisanluar karyopsis beras yang diketahui memiliki kadar serat pangan dan aktivitas antioksidan. Penelitian inibertujuan untuk mengembangkan roti tawar bekatul sebagai pangan fungsional kaya serat dan antioksidan.bekatul beras hitam sebagai substitusi terigu dalam pembuatan roti tawar diharapkan mampu menambah sifatfungsional yang dimiliki roti tawar. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) formulasi roti tawar dengan variasiproporsi bekatul yang ditambahkan. Formula yang dipilih berdasarkan tingkat penerimaan panelis terhadap rotitawar yang diujikan. (2) untuk mengetahui pengaruh penambahan bekatul beras merah dan bekatul beras hitamterhadap kapasitas antioksidan dan kadar serat pangan pada roti tawar bekatul. Kapasitas antioksidan ditentukandengan pengukuran kadar total fenol (Metode Follin Ciocalteau) dan aktivitas antiradikal (Metode DPPH).Kadar serat pangan meliputi serat pangan total, serat pangan larut dan serat pangan tak larut ditentukan denganmetode AOAC. Roti tawar dengan penambahan 5% bekatul beras merah dan 10% bekatul beras hitammemperlihatkan kualitas warna, aroma, rasa, tekstur dan overall terbaik. Kedua roti tawar bekatul ini selanjutnyaditentukan kapasitas antioksidan dan kadar serat pangannya. Kapasitas antioksidan tertinggi terdapat pada rotitawar dengan penambahan bekatul beras hitam. Sedangkan kadar serat pangan tak larut tertinggi terdapat padaroti tawar dengan penambahan bekatul beras merah, dan kadar serat pangan larut tertinggi terdapat pada bekatulberas hitam.
PENGARUH SUHU DISTILASI DAN TINGKAT KONDENSOR TERHADAP SIFAT SENSORIS DISTILAT ASAP CAIR Dimas Rahadian Aji Muhammad; Purnama Darmadji; Yudi Pranoto
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.902 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13574

Abstract

Modifikasi alat distilasi asap cair dengan tiga tingkat kondensor dilakukan untuk mencegah terjadinyacarry over benzo[a]piren dan tar selama proses. Modifikasi alat tersebut diperkirakan akan berpengaruh padasifat sensoris masing-masing fraksi distilat asap cair. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh suhu distilasi dan tingkat kondensor terhadap sifat sensoris masing-masing fraksi asap cair. Suhu yangdigunakan untuk proses distilasi adalah 90-100oC, 100-110oC, dan 110-120oC. Distilat dihasilkan dari 4 tingkat,yaitu tingkat pre-kondensasi, tingkat 1, tingkat 2, dan tingkat 3. Hasil penelitian menunjukkan masing-masingfraksi mempunyai komponen kimia dan sifat sensoris yang berbeda.
PENGARUH VARIETAS DAN PERBANDINGAN PELARUT PADA EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI JAHE (Zingiber officinale Roscoe) Basito Basito
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.924 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13618

Abstract

Jahe (Zingiber officinale Roscoe) termasuk komoditas pertanian berupa tanaman rempah yang mempunyai nilaisosial dan nilai ekonomis cukup tinggi. Produk jahe telah dijadikan salah satu komoditas ekspor, bahkantermasuk dalam sembilan besar rempah-rempah yang diperdagangkan di dunia. Kelebihan pengunaan minyakatsiri jahe dibanding jahe adalah pengunaan yang lebih sedikit sehingga akan semakin tidak mempengaruhiwarna, mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dan mempunyai umur simpan lebih lama serta lebih praktisRancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Sebagai kelompok adalah varietasjahe meliputi, varietas jahe emprit, jahe sunti dan jahe gajah. Sebagai perlakuan adalah perbandingan jahe danair dalam ekstraksi yang terdiri dari 4 level yaitu perbandingan bahan dan air 1: 10, 1: 15, 1: 20, 1: 25.Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa varietas jahe berpengaruh terhadap penurunan kadar cineol, indeksbias dan rendemen tetapi tidak berpengaruh terhadap penurunan berat jenis minyak atsiri jahe yang dihasilkan.Perbandingan jahe:air yang semakin besar akan mempengaruhi kenaikkan indeks bias dan rendemen, namuntidak akan mempengaruhi kenaikan kadar cineol dan berat jenis minyak atsiri jahe yang dihasilkan. Dariparameter kimia dan fisik ekstraksi yang paling optimal terjadi dengan varietas jahe emprit denganperbandingan air dan jahe 1:20 dan minyak atsiri jahe yang dihasilkan mempunyai kadar air 64,08 %, beratjenis 0.929, indeks bias 1.47 dan rendemen 2,12 %.
PEMANFAATAN BEKATUL DAN AMPAS WORTEL (Daucus carota) DALAM PEMBUATAN COOKIES Linda Kurniawati
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.97 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13642

Abstract

Bekatul merupakan hasil dari proses penggilingan padi menjadi beras. Namun sebagai hasil sampingpengolahan,bekatul memiliki kandungan gizi yang cukup baik untuk kesehatan. Kandungan bekatul tersebutyaitu serat, karbohidrat dan vitamin B kompleks serta protein. Saat ini banyak produsen makanan ringan yangkurang memperhatikan nilai gizi produk demi kepentingan ekonomis, karena mahalnya bahan baku yangberkualitas. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan penelitian pembuatan cookies yang diperkaya denganbekatul dan ampas wortel. Bekatul dipilih karena nilai ekonomisnya rendah tetapi nilai gizinya tinggi. Demikianpula dengan ampas wortel. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorialyang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama yaitu perbandingan tepung komposit (tepung terigu dengan bekatul)(70%:30%, 60%:40% dan 50%:50%). Faktor kedua yaitu substitusi tepung ampas wortel (0%, 10%, dan 20%).Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies bekatul yang berkualitas menurut standar cookies, disukai olehpanelis dan dengan biaya pengolahan yang ekonomis adalah cookies dengan substitusi bekatul 40% dan tepungampas wortel 10%. Cookies tersebut mempunyai kadar air 2,8662%; kadar abu 2,5217%; kadar protein terlarut2,1552%; kadar serat kasar 4,2113%; kadar β-karoten 0,0149µg/g; volume pengembangan 1,1303%; teksturagak keras, tidak terasa wortel, flavor bekatul agak terasa.

Page 7 of 23 | Total Record : 221