cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Proyek untuk Pengembangan Keterampilan Menulis Cerita Pendek di SMP Berliana Alvionita Pratiwi; Sumiyadi, Sumiyadi; Rudi Adi Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning - PBL) dan diferensiasi dalam konteks penulisan cerita pendek di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Model pembelajaran ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa, mengasah kreativitas, imajinasi, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Pendekatan diferensiasi memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan minat dan kemampuan individu siswa, memastikan partisipasi aktif dan keterlibatan yang lebih tinggi. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi kelas, dan analisis data kualitatif serta kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam model pembelajaran ini mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menulis cerita pendek. Proyek penulisan tidak hanya membantu siswa memahami struktur naratif, penggunaan bahasa, dan teknik-teknik sastra, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan analitis melalui proses revisi dan evaluasi. Selain itu, pendekatan diferensiasi terbukti efektif dalam mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, sehingga setiap siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Penggunaan pembelajaran berbasis proyek juga meningkatkan keterampilan sosial dan kolaboratif siswa, karena mereka sering bekerja dalam kelompok, berbagi ide, dan memberikan serta menerima umpan balik konstruktif. Selain itu, proyek ini mendorong pembelajaran mandiri, membantu siswa mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab atas proses pembelajaran mereka sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran berbasis proyek dan diferensiasi dapat menjadi strategi yang efektif dan holistik dalam meningkatkan keterampilan menulis serta keterampilan penting lainnya yang dibutuhkan siswa di masa depan. Dengan demikian, model ini berpotensi diterapkan secara lebih luas dalam kurikulum pendidikan untuk menghasilkan generasi yang kreatif, kritis, dan mandiri. Kata Kunci : Pembelajaran Diferensiasi, Pembelajaran Berbasis Proyek, Keterampilan Menulis
Integrasi Legenda urban dalam Model Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi di SMP Nabila Nufaiza Yusuf; Sumiyadi, Sumiyadi; Rudi Adi Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran menulis cerita fantasi bermuatan urban legend di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Model ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui integrasi cerita rakyat modern (urban legend) yang kaya akan elemen misteri dan horor. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan dengan budaya lokal siswa. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan siswa dan guru, perancangan model pembelajaran, implementasi di kelas, serta evaluasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tema urban legend dalam pembelajaran menulis cerita fantasi secara signifikan meningkatkan kreativitas, struktur naratif, dan kemampuan penggunaan bahasa siswa. Siswa yang terlibat dalam model pembelajaran ini menunjukkan peningkatan motivasi dan keterlibatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Penggunaan media visual seperti webtoon juga terbukti efektif dalam memperkaya proses pembelajaran dan meningkatkan minat siswa. Tantangan yang dihadapi selama implementasi meliputi perbedaan tingkat keterampilan menulis di antara siswa, keterbatasan waktu, dan sumber daya. Solusi yang diusulkan mencakup penerapan diferensiasi pengajaran, manajemen waktu yang efektif, dan pemanfaatan teknologi digital. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut meliputi peningkatan pelatihan guru, pengembangan materi ajar tambahan, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan penelitian lanjutan untuk evaluasi dampak jangka panjang. Secara keseluruhan, model pembelajaran ini memberikan pendekatan yang inovatif dan efektif untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa, meningkatkan pemahaman budaya lokal, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia digital.
Analisis Penggunaan Sapaan dalam Bahasa Mandar pada Masyarakat Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Sahila, Sahila; Akmal Hamsa; Salam, Salam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4047

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada ruang lingkup jenis-jenis, penggunaan, dan juga fungsi sapaan diantaranya jenis sapaan pronomina persona, sapaan gelar, sapaan jabatan dan pangkat, sapaan kekerabatan, sapaan profesi, sapaan nama diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis sapaan, mengungkapkan penggunaan sapaan, dan mengungkapakan fungsi sapaan dalam bahasa Mandar diantaranya sapaan non kekerabatan dan juga sapaan kekerabatan dalam bahasa Mandar di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan teks percakapan responde. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada beberapa teknik yaitu, teknik cakap (rekam dan catat), teknik wawancara, dan teknik Simak (Simak libat cakap, Simak bebas cakap). Alat penelitian yang digunakan adalah daftar pertanyaan, instrumen pencatatan, alat tulis dan alat merekam. Hasil dari penelitian menyimpulkan terdapat 29 sapaan dalam bahasa Mandar yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden. Sapaan hubungan darah yang tergolong dalam sapaan keluarga inti dan keluarga besar terdapat 13 sapaan diluar sapaan kekerabatan (keturunan bangsawan) diantaranya sapaan kakek (kanne’), nenek (kanne’), bapak (kama’) ibu (kindo’), paman (amanaure), bibi (indonaure), kakak (kaka’), adik (kandi’), sepupu sekali (kali), sepupu duakali (pindu’), sepupu tiga kali (nama diri), cucu (appo). Kemudian sapaan kekerabatan (keturunan bangsawan) terdapat 4 sapaan diantaranya sapaan kakek ( kanne’ puang), nenek (nene’ amma’), ayah (puang), ibu (amma’). Sapaan pronomina persona terdapat 2 sapaan diantaranya orang kedua tunggal/ kamu (puang dan nama diri), orang kedua jamak/ kalian (I’o mie’). Sapaan gelar terdapat 6 sapaan diantaranya dokter (dotter), bidan (bu’ bidang), mantri ( pa’ mantari), ustadz (ustas), guru mengaji (annangguru), imam masjid (pua imang). Sapaan jabatan dan pangkat terdapat 3 sapaan diantaranya kepala desa (pa’ desa), kepala dusun (pa’ dusung), kepala adat (puang), camat ( pa’ cama’). Sapaan profesi terdapat 5 sapaan diantaranya petani (puang dan nama diri), nelayan (puang dan nama diri, tukang ojek (puang), tukang becak (puang), tukang batu (puang). Sapaan nama diri terdapat 2 sapaan diantaranya sapaan pengurangan huruf di awal contohnya nama Nuni menjadi Ni’, kedua penambahan huruf o diawal nama contohnya nama Mila menjadi o Mila. Kemudian juga terdapat beberapa fungsi diantaranya sebagai fungsi sapaan sebagai perhatian dengan lawan bicara seperti (denga orang lebih tua, dengan orang sebaya, dan dengan orang yang lebih muda), fungsi sebagai penghormatan dalam jabatan, fungsi sebagai penghormatan dalam profesi, fungsi sebagai penghormatan dalam gelar, fungsi sebagai penghormatan dan pengakuan, dan fungi sebagai keakraban atau kedekatan.
Analisis Bahasa Gaul dalam Komunikasi di Media Sosial Twitter Nurul Handayani; Muhammad Saleh; Hasriani, Hasriani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan ragam bentuk penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi media sosial Twitter, (2) mendeskripsikan fungsi dari ragam penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi media sosial Twitter. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah ragam bahasa gaul dalam komuniasi media sosial Twitter. Sumber penelitian yakni pengguna media sosial Twitter. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik baca, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Teknik analisis data, (1) reduksi data atau pemilihan data (2) pengelompokkan data, (3) menyajikan, dan (4) kesimpulan akhir. Hasil penelitian ditemukan beberapa bentuk dan fungsi penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi media sosial Twitter. Bentuk bahasa gaul terbagi menjadi bentuk singkatan, bentuk pemenggalan, bentuk kontraksi, dan bentuk akronomi. Sedangkan fungsi bahasa gaul terbagi menjadi fungsi informatif, fungsi direktif, fungsi ekspresif, dan fungsi fatis. Bahasa gaul dapat diartikan sebagai variasi bahasa yang bersifat sementara yang berupa singkatan menggabungkan huruf dengan angka, memperpendek, mencampur huruf kapital dan kecil membentuk sebuah kalimat. Bahasa gaul sering digunakan oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa, yang secara tidak langsung bahasa tersebut menjadi bahasa sehari-hari.
Media Digital Storytelling pada Pembelajaran Menulis Cerpen Siswa SMP di Bandung Mingga Ratih; Sumiyadi, Sumiyadi; Rudi Adi Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4052

Abstract

Media digital storytelling adalah sebuah gabungan berbagai bagian dalam multimedia diantaranya grafik, teks, rekaman, musik dan video melalui seni bercerita untuk menyajikan materi atau poin tertentu dengan durasi waktu tertentu dan dibuat dalam format digital yang menarik. Digital storytelling mampu menyajikan visual materi dan membantu siswa mengidentifikasi suatu obyek yang memerlukan alat peraga. Digital storytelling terbukti memberikan pengaruh yang sangat baik dalam meningkatkan motivasi belajar. Selain itu, teknik ini juga dapat menciptakan suasana kelas yang baik dan kondusif, siswa aktif bertanya dan siswa mampu memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media digital strorytelling dalam pembelajaran menulis cerpen siswa SMP, dan respon guru terhadap penggunaan media digital storytelling dalam pembelajaran menulis cerpen. Metode yang dipakai adalah observasi dan wawancara. Lokasi penelitian ini dilakukan di tiga sekolah yaitu SMP Sumatra 40, SMP Pasundan 3, dan MTs Ibrahim Ulul Azmi Bandung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa digital storytelling ini membantu siswa atau pembelajar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa mereka terutama dalam menulis cerita pendek. Hal ini pula berkaitan dengan critical thinking seseorang. Penggunaan penceritaan digital ini memanfaatkan bakat kreatif siswa saat mereka mulai meneliti dan menceritakan kisah dari pengalaman sendiri, belajar menggunakan perpustakaan dan juga internet untuk meneliti konten secara mendalam juga menganalisis berbagai informasi dan pendapat. Selain hal tersebut, siswa yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan cerita digital dapat mengembangkan keterampilan komunikasi yang ditingkatkan dengan belajar menata ide-ide mereka, mengajukan pertanyaan, mengungkapkan pendapat, dan membangun sebuah teks. Sebagai alat instruksional, guru memiliki pilihan untuk menunjukkan cerita digital yang dibuat sebelumnya kepada siswa mereka untuk memperkenalkan konten dan menarik perhatian siswa saat mempresentasikan ide-ide baru. Sebagai seorang guru dalam hal merancang pembelajaran dapat juga menggunakan media digital storytelling sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan menulis dan menggunakan teknologi. Sehingga guru mampu membuat sebuah pembelajaran berbasis media dan untuk memenuhi kebutuhan di era digital seperti saat ini.
Analisis Kelayak Isi Buku Teks Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas X Terbitan Kemendikbud Tahun 2021 Hartati, Dewi; Desi Sukenti; Nazirun, Nazirun
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4054

Abstract

Pendidikan di Indonesia memiliki beragam kurikulum, kurikulum digunakan sebagai acuan dalam menjalankan suatu program dan perencanaan pembelajaran, beberapa kurikulum di Indonesia telah diimplementasikan seperti halnya kurikulum merdeka yang sedang dianalisis pada bahan ajarnya, bahan ajar tersebut berupa buku teks Bahasa Indonesia kelas X tingkat SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian kelayakan isi pada buku teks Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum Merdeka. Metodologi penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data diperoleh dari buku teks bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas X terbitan Kemendikbud Tahun 2021. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data, menginterpretasikan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mempertimbangkan tiga faktor, yaitu kesesuaian materi dengan CP, aktualitas materi, dan kesesuaian materi dengan IPTEK, buku bahasa Indonesia kelas X SMA Kurikulum Merdeka secara umum memenuhi syarat kesesuaian isi. Hasil analisis isi buku menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan CP yang ditentukan. Buku ini juga memperhatikan keaktualan, dan materi dalam buku ini didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.
Hubungan Perempuan dan Alam dalam Novel Bumi Ayu Karya Restiana Purwaningrum (Kajian Ekofeminisme) Eva Ruwaidah Muyati; Mahmudah, Mahmudah; Muhammad Saleh
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi perempuan dan alam dalam novel Bumi Ayu karya Restiana Purwaningrum dengan menggunakan kajian ekofeminisme yang memiliki perspektif oleh Keren J Warren, Vandana Shiva, dan Maria Mies. Data penelitian ini diperoleh dari kata, frasa, kalimat, ungkapan maupun paragraf yang mengandung relasi perempuan dan alam ekofeminisme. Sumber data yang digunakan ialah novel Bumi Ayu Karya Restiana Purwaningrum cetakan keempat terbitan Oktober tahun 2023. Metode penelitian ini ialah deskripsi kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat bentuk hubungan perempuan dan alam dengan menggunakan kajian ekofeminisme dalam novel Bumi Ayu. Adapun bentuk yang didapatkan ialah bentuk hubungan anatara perempuan dan alam, bentuk hubungan penindasan perempuan dengan alam, serta bentuk perlawanan perempuan dan alam.
Face Threatening-Acts In Indonesia Fourth Vice Presidential Candidate Election Debate (2024): Pragmatics Study Putri Rezkian, Syafira Hasya; Simatupang, Ervina CM
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4057

Abstract

The research investigates face-threatening acts (FTAs) in the fourth vice-presidential election debate in Indonesia, applying a pragmatic approach to analyze how strategies and acts used impact the candidates’ electability and credibility. This study also focused on the word choices during the debate that can be considered rude or put the other candidates in an uncomfortable situation and how this affects the flow of debate. Qualitative procedures including display data, quoting, and authentication were used in the data analysis process. By applying the politeness theory of Brown and Levinson, the study classifies and divides the FTAs into positive and negative faces. According to the study, the three candidates regularly use strategies meant to harm the public perceptions of their opponents in order to influence voter opinions and affect election results. The research offers insights into the purpose of communication tactics in political debates and their broader impact on political discourse and election outcomes by comprehending the dynamics of FTAs in this high-stakes environment.
The View of Slang Words in the Movie “No Hard Feelings” (2023) Ramadhan, Hafsha Fauzia; Simatupang, Ervina CM
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4058

Abstract

This paper explores the types of slang words in the movie "No Hard Feelings," (2023) and analyses the significance within the context of the movie and contemporary Sociolinguistics. By analyzing the dialogue, the research highlights how slang words enhance character development, drives narrative progression, and reflects cultural authenticity. The research delves into the sociolinguistic implications of movie slang, examining its role in mirroring and shaping real-world language trends. The findings suggest that the strategic use of slang in the movie not only enriches the film’s realism but also influences audience perceptions and everyday communication patterns. This study contributes to a deeper understanding of the dynamic relationship between film dialogue and sociolinguistic evolution, emphasizing the cultural resonance of cinematic language choices. In conclusion, the strategic use of different types of slang in "No Hard Feelings" demonstrates the power of language to convey character, context, and culture. It underscores the film's commitment to capturing the nuances of modern life, making the characters' interactions both believable and compelling
Register in Reviewing Indonesian Food in Marina Tasha’s YouTube Vlog: Sociolinguistics Study Azzahra, Salsabila Shafa; Simatupang, Ervina CM
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4059

Abstract

This research, titled "Register Reviewing Indonesian Food in Marina Tasha’s YouTube Vlog: A Sociolinguistic Study," aims to identify and classify the registers used in food reviews in Bandung, as well as analyze the variation of language and linguistic forms of these registers. The theories employed in this study are those of Martin Joos (1968) on language variation, and George Yule (2006) on linguistic forms. Additionally, the research utilizes a descriptive methodology. This research focuses on the analysis of registers used in food reviews presented in a popular YouTube vlog hosted by Marina Tasha. The study aims to (1) identify the various registers employed by the vlogger when reviewing Indonesian cuisine, and (2) examine how these registers differ in terms of linguistic forms and language variation. The primary data source for this descriptive qualitative research is the script and transcripts of selected food review segments from Marina Tasha's YouTube channel. The data for this study were collected from food review vlog video published on YouTube. The result is revealed 25 words that exhibited variations in language and linguistic forms within registers. The language variations found in the register words in food reviews are formal (5 words, 20%), consultative (6 words, 24%), casual (13 words, 52%), and intimate registers (1 word, 4%). The most dominat register in Indonesian Food in Marina Tasha Youtube is casual.