cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,015 Documents
Strukturalisme Genetik dalam Novel Kambing dan Hujan Karya Mahfud Ikhwan (Kajian Sosiologi Sastra) Andi Muhammad Aqshal; Andi Karman; Aslan Abidin; Ogareet Khoury
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/r4wgcd33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan dengan menggunakan teori strukturalisme genetik kajian sosiologi sastra. Novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan dianalisis berdasarkan fakta kemanusiaan, subjek kolektif dan juga pandangan dunia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan alur analisis, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penyimpulan. Proses analisis dilakukan dengan menghimpun data temuan berupa kata, frasa, klausa, kalimat dan paragraf yang terdapat pada objek penelitian. Pada penelitian ini ditemukan fakta kemanusiaan, subjek kolektif, dan pandangan dunia yang terdapat pada novel Kambinng dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Fakta kemanusiaan yang ditemukan berupa serangkaian perilaku yang sifatnya individual dan juga sosial. Kemudian subjek kolektif tergambarkan pada perilaku individu sebagai sebuah kolektivitas yang saling berkaitan. Sedangkan pandangan dunia menjelaskan mengenai kemiripan stigma dan cara berpikir masyarakat pada novel Kaambing dan Hujan dengan realitas sosial yang terjadi di dunia nyata.
Analisis Tugas Reflektif Berbasis Kasus PPG UNM Daljab IV Kemenag 2025 untuk Pengajaran Bahasa Indonesia: Implikasi terhadap Pengembangan Guru Madrasah Idawati Idawati; Fadilah Neyarasmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/7f5zb367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tugas reflektif berbasis kasus dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) UNM Daljab IV Kemenag 2025 untuk pengajaran bahasa Indonesia serta implikasinya terhadap pengembangan profesional guru madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, dengan sumber data berupa dokumen tugas reflektif mahasiswa. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan pembelajaran secara kontekstual, seperti rendahnya partisipasi siswa, penggunaan LKPD yang kurang efektif, serta dominasi metode ceramah dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Mahasiswa juga telah menerapkan berbagai strategi perbaikan, seperti pengembangan LKPD, pembelajaran berbasis proyek, dan penggunaan media digital, yang berdampak positif terhadap keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Namun demikian, kualitas refleksi yang dihasilkan masih berada pada level deskriptif dan analitis, serta belum mencapai refleksi kritis. Selain itu, evaluasi pembelajaran belum sepenuhnya didukung oleh data yang terukur. Dengan demikian, tugas reflektif berbasis kasus memiliki potensi dalam mengembangkan profesionalisme guru madrasah, namun perlu didukung oleh penguatan kemampuan refleksi kritis dan evaluasi berbasis data dalam pengajaran bahasa Indonesia.
Campur Kode Bahasa Bali dalam Kumpulan Cerpen Mulih Karya I Nyoman Agus Sudipta Krisna Permana Putra; I Made Wiradnyana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/nkkmfs33

Abstract

Bali sebagai daerah pariwisata tidak terlepas dari pengaruh globalisasi. Adanya pengaruh globalisasi ini juga mempengaruhi penggunaan bahasa Bali. Adanya campur kode bukan hanya mempengaruhi komunikasi berupa lisan saja, akan tetapi campur kode juga mempengaruhi karya sastra Bali. Salah satu karya sastra Bali yang terkena pengaruh campur kode adalah kumpulan cerpen Mulih karya I Nyoman Agus Sudipta. Penelitian ini mengkaji campur kode bahasa Bali dalam perspektif sosiolinguistik dengan tujuan: 1) mengidentifikasi faktor yang menyebabkan adanya campur kode bahasa Bali dalam kumpulan cerpen Mulih karya I Nyoman Agus Sudipta, 2) menganalisis dampak campur kode bahasa Bali dalam kumpulan cerpen Mulih karya I Nyoman Agus Sudipta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui studi dokumen, wawancara, serta kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode bahasa Bali dalam kumpulan cerpen Mulih dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama, faktor intralinguistik, yaitu keterbatasan kosakata bahasa Bali yang mendorong penggunaan bahasa Indonesia dan Inggris. Kedua, faktor ekstralinguistik yang meliputi penutur, tujuan, situasi atau tempat, dan perkembangan zaman. Dalam kajian sosiolinguistik, fenomena tersebut menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan bahasa dan perubahan sosial masyarakat modern. Campur kode dalam cerpen Mulih juga memiliki dampak positif dan negatif. Secara positif, campur kode membantu menambah kosakata, mempermudah penyampaian ide, membuat bahasa lebih komunikatif, serta memberi kesan modern dan menarik. Namun, di sisi lain, campur kode dapat menggeser penggunaan bahasa Bali, menurunkan minat pemakaiannya, dan memengaruhi kemampuan berbahasa Bali yang baik dan benar.
Implementasi Strategi Sekolah Membangun Budaya Literasi dalam Meningkatkan Minat Baca Tulis Siswa Mira Septiani Syaf; Kusdianto Kusdianto; Indah S. Budiarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/73w2a411

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi strategi sekolah yang bertujuan menumbuhkan budaya literasi untuk meningkatkan minat siswa dalam membaca dan menulis di SD Inpres 57 Warbefor, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Dengan menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa sekolah menerapkan strategi literasi di tiga dimensi utama: (1) membangun lingkungan fisik yang ramah literasi melalui pojok baca, pajangan karya siswa, dan beragam bahan bacaan; (2) membina lingkungan sosial dan afektif melalui komunikasi yang harmonis dan keterlibatan orang tua; dan (3) mempromosikan lingkungan akademik yang melek huruf melalui kebijakan program literasi, rutinitas membaca 15 menit sebelum pelajaran, dan pengawasan rutin. Faktor pendukung meliputi kebijakan kepala sekolah, ketersediaan fasilitas, pemantauan rutin, dan komunikasi yang efektif. Sebaliknya, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, motivasi siswa yang rendah, pemahaman guru yang kurang optimal, dan dukungan orang tua yang tidak memadai. Dampaknya meliputi peningkatan minat siswa dalam membaca dan menulis, peningkatan partisipasi literasi, dan penguatan kolaborasi sekolah-orang tua. Skor kompetensi membaca siswa meningkat dari di bawah 40% (buruk) pada tahun 2024 menjadi 63,64% (sedang) pada tahun 2025.
Atribusi Paralinguistik dalam Komunikasi Instruksional pada Diskusi Percakapan Perkuliahan Mahasiswa berdasarkan Teori Atribusi Fritz Heider Rachmat Barung; Nurfadhilah Salahuddin; A. Muh. Ayyub Ht; Syahril Syahril
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/mvnsv626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribusi paralinguistik dalam komunikasi instruksional pada diskusi percakapan perkuliahan mahasiswa berdasarkan perspektif teori atribusi yang dikemukakan oleh Fritz Heider. Fokus penelitian mencakup beberapa aspek utama, yaitu perasaan, emosi, pemikiran, ide, atensi, kenyamanan, dan rasa ingin tahu mahasiswa dalam proses interaksi akademik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis melalui identifikasi unsur-unsur paralinguistik seperti intonasi, tekanan suara, jeda, dan ekspresi nonverbal yang menyertai komunikasi verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek afektif dan kognitif mahasiswa memiliki pengaruh signifikan terhadap munculnya atribusi paralinguistik. Perasaan dan emosi tercermin melalui variasi intonasi dan ekspresi, atensi terlihat dari respons aktif dan kesesuaian komunikasi, kenyamanan memengaruhi kelancaran penyampaian pesan, sedangkan rasa ingin tahu mendorong partisipasi yang lebih dinamis dalam diskusi. Mahasiswa cenderung mengatribusikan perilaku komunikasi lawan bicara berdasarkan indikator paralinguistik tersebut sebagai representasi faktor internal seperti motivasi, kepercayaan diri, dan pemahaman materi. Penelitian ini menunjukkan bahwa atribusi paralinguistik merupakan komponen penting dalam komunikasi instruksional yang tidak hanya memengaruhi penyampaian pesan, tetapi juga proses interpretasi dan penilaian antarindividu dalam diskusi perkuliahan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap aspek paralinguistik dapat meningkatkan efektivitas interaksi akademik dan kualitas pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa keberhasilan komunikasi dalam diskusi perkuliahan tidak hanya ditentukan oleh isi pesan verbal, tetapi juga oleh unsur-unsur nonverbal dan paralinguistik yang memengaruhi cara peserta memberikan atribusi terhadap perilaku komunikatif yang muncul selama proses interaksi akademik.
Realisasi Valensi Verba Bivalen dalam Novel Le Petit Prince Mahdalena Yudiastin; Aisyiah Al Adawiyah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/wrjw4w70

Abstract

Studi ini meneliti penggunaan kata verba bivalen dalam novel Le Petit Prince karya Antoine de Saint-Exupéry. Kata kerja bivalen tidak hanya menunjukkan hubungan antara aspek semantik dan sintaksis, tetapi juga memberikan teori yang dapat digunakan untuk menganalisis struktur kalimat dalam karya sastra. Tujuan studi ini adalah untuk memahami secara komprehensif konsep dan realisasi kata kerja bivalen dalam karya sastra klasik Prancis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi untuk pengumpulan data dan analisis distribusional dipadukan dengan Baumdiagramm untuk memetakan struktur sintaksis dan peran aktan. Analisis ini mengidentifikasi 29 data kalimat yang mengandung kata kerja bivalen dengan 2 aktan inti, yaitu subjek dan objek yang muncul dalam bentuk sintaksis berupa complément d’objet direct (COD) dan sebagai complément d’agent. Analisis ini juga memperhatikan keberadaan circonstants yang bersifat opsional dan tidak mengubah status bivalensi verba. Data yang diperoleh dari analisis terbatas karena sebagian besar isi novel berupa ujaran dan tidak memenuhi persyaratan valensi kata kerja bivalen. Studi ini menyoroti pentingnya valensi kata kerja bivalen dalam menciptakan makna naratif dan memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi pengajaran bahasa Prancis. Dengan demikian, penelitian lebih lanjut dapat memperluas kajian pada jenis valensi verba lainnya untuk memberikan representasi komprehensif dari berbagai pola sintaksis dan semantis dalam bahasa Prancis.
Transformasi Representasi Subjektivitas Perempuan dalam Adaptasi Serial Gadis Kretek (2023) Delistavia Indiaza Putri; Suma Riella Rusdiarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/dw1bmw14

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi representasi subjektivitas perempuan dalam adaptasi Gadis Kretek dari novel Ratih Kumala (2012) ke serial Netflix karya Kamila Andini dan Ifa Isfansyah (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan naratif dan karakterisasi serta dampaknya terhadap representasi subjektivitas perempuan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis tekstual komparatif, menggunakan teori adaptasi Linda Hutcheon dan feminisme eksistensialisme Simone de Beauvoir. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran fokus naratif dari kisah keluarga dan bisnis kretek dalam novel menuju pengalaman personal Jeng Yah dalam serial. Perubahan ini ditandai oleh penggunaan sudut pandang yang lebih berpusat pada Jeng Yah serta teknik monolog internal dan voice-over yang menampilkan pengalaman hidup dan resistensinya secara lebih eksplisit. Secara ideologis, serial memperkuat representasi subjektivitas perempuan melalui resistensi terhadap struktur patriarki. Namun, subjektivitas tersebut belum sepenuhnya otonom karena masih dibingkai oleh perspektif laki-laki. Dengan demikian, adaptasi ini bersifat progresif, tetapi belum sepenuhnya radikal.
Pengayaan Strategi Positive Politeness Brown & Levinson dalam Diskursus Politik Indonesia Kontemporer: Studi Kasus Dialog Rocky Gerung–Mahfud Md Ridwan Ridwan; Junaib Umar; A. Muh. Ayyub Ht.; Akhiruddin Akhiruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/bw2aqr39

Abstract

Studi ini menganalisis strategi kesopanan positif dalam ujaran yang dipertukarkan antara Rocky Gerung dan Mahfud MD dengan menggunakan kerangka teori Brown dan Levinson (1987), yang selanjutnya diteliti melalui variabel P–D–R: Kekuasaan, Jarak, dan Peringkat Pemaksaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pragmatis dengan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus khusus pada teori kesopanan Brown dan Levinson (1987). Data penelitian terdiri dari data percakapan antara Rocky Gerung dan Mahfud MD, sedangkan sumber data diperoleh dari rekaman video percakapan mereka yang tersedia untuk umum yang diunggah ke YouTube pada tahun 2025. Data dianalisis melalui beberapa tahapan, yaitu transkripsi, identifikasi strategi, klasifikasi tambahan, interpretasi kontekstual, dan penyajian temuan. Temuan menunjukkan bahwa, selain strategi kesopanan positif yang dirumuskan dalam teori yang ada, dua strategi baru yang muncul secara kontekstual diidentifikasi: Strategi Klarifikasi Rasional dan Strategi Membangun Kredibilitas Moral. Strategi Klarifikasi Rasional ditunjukkan ketika pembicara menekankan bahwa kritik keras tidak dimaksudkan sebagai serangan pribadi, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan publik. Sementara itu, Strategi Membangun Kredibilitas Moral tercermin dalam ungkapan yang menyoroti integritas dan hati nurani lawan bicara, sehingga menjaga hubungan harmonis di tengah kritik. Kedua temuan ini menunjukkan dinamika baru dalam praktik kesopanan politik di Indonesia, di mana kesopanan tidak hanya berfungsi untuk menjaga muka individu, tetapi juga untuk memperkuat dimensi moral dan legitimasi wacana.
Resepsi Pembaca terhadap Representasi Kekerasan Masyarakat Adat Kajang dalam Novel Kalihara: Perspektif Teori Johan Galtung Aswati Asri; Hajrah Hajrah; Fitriansal Fitriansal; Andi fatimah Yunus
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/n5p92b27

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan resepsi pembaca terhadap representasi kekerasan pada masyarakat adat Kajang dalam novel Kalihara karya Jusiman Dessirua berdasarkan teori kekerasan Johan Galtung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Data berupa kutipan naratif novel dan respons tertulis pembaca terhadap kekerasan, trauma, resistensi, serta relasi agama, adat, dan identitas. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, pembacaan cermat, dan kuesioner terbuka, lalu dianalisis berdasarkan kategori kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca meresepsi kekerasan dalam Kalihara sebagai kekerasan berlapis. Kekerasan langsung tampak melalui pembantaian, penembakan, pemerkosaan, pembakaran, dan pembunuhan. Kekerasan struktural dipahami melalui kerentanan masyarakat Kajang akibat ketimpangan kuasa dan lemahnya perlindungan terhadap adat, tanah, dan hutan. Kekerasan kultural dimaknai melalui fanatisme, pemaksaan keyakinan, dan delegitimasi budaya lokal. Novel ini memperluas kesadaran pembaca tentang trauma kolektif, martabat masyarakat adat, toleransi, dan keberagaman.
The Effectiveness of the Quantum Learning Model in Improving Students' Speaking Skills at SMKN 1 Palopo Aliyah Warda; Rahmawati Upa'; Andi Mangnguntungi Sudirman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/4vnavv66

Abstract

This study investigated the effectiveness of the Quantum Learning model in improving eleventh-grade students' speaking skills at SMKN 1 Palopo. The research used a quantitative pre-experimental design involving one group that received a pre-test, four treatment meetings, and a post-test. The population consisted of 527 students, while the sample comprised 29 students of class XI AKL 3 selected through random sampling. The research instrument was an oral speaking test assessed through three indicators: pronunciation, comprehension, and fluency. During the treatment, the Quantum Learning model was implemented through the TANDUR framework: Grow, Experience, Name, Demonstrate, Repeat, and Celebrate. Learning activities focused on descriptive text, particularly describing tourist attractions and performing as a tour guide. The data were analyzed using descriptive statistics, normality testing, and a paired sample t-test with SPSS version 26. The results showed that the students' mean score increased from 44.69 in the pre-test to 61.79 in the post-test. The paired sample t-test showed a mean difference of -17.103, t = -4.816, df = 28, and Sig. (2-tailed) = 0.000, which was lower than 0.05. These findings indicate a significant improvement in students' speaking skills after the implementation of the Quantum Learning model. The treatment also encouraged students to become more confident, focused, creative, and active in speaking activities. Therefore, the Quantum Learning model can be considered an effective alternative for improving students' speaking skills in English language learning.