cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Applying Whispering Game in Developing Listening Comprehension of Grade Eleven Students of SMAN 7 Palu Ewis Febriani; Sudarkam R. Mertosono; Desrin Lebagi; Mukrim Mukrim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4004

Abstract

This purpose of this research is to investigate the effectiveness of using the whispering game in developing listening comprehension of grade eleven students of SMAN 7 Palu. This research applied a pre-experimental research approach. The population for this research was the eleventh grade students at SMAN 7 Palu, which consisted of ten classes, with 36 students picked from class XI 3 using purposive sampling. The instrument used in this research was a listening test with audio. Researchers employed pre-test and post-test methods to collect data. The collected data was analyzed using SPSS Version 23. The results showed that the mean score of the pre-test was (61.30) and post-test was (77.59). According to the findings of the t-test simple independence test, the sig (2 tailed) (0.000) value is lower than 0.05. This demonstrates that the alternative hypothesis is accepted. As a result, the whispering game is effective in developing listening comprehension of grade eleven students of SMAN 7 Palu.
Pengembangan Media Digital Storytelling dalam Pembelajaran Menulis Cerpen pada Siswa SMA Vivi Andreanty Andreanty; Hary Soedarto Harjono; Priyanto Priyanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat, fokus, serta motivasi siswa dalam pembelajaran cerpen di SMA. Penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan literasi digital siswa dengan menjadikan Digital Storytelling sebagai proyek siswa. Siswa memiliki minat yang rendah terhadap materi menulis cerpen sehingga siswa cenderung kurang aktif dalam pembelajaran, hal ini menjadi permasalahan dalam mencapai tujuan pembelajaran menulis cerpen. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE namun karena adanya keterbatasan waktu dan sumber daya maka hanya menerapkan tiga tahapan saja yakni Analyze, Design, dan Development. Penelitian ini melibatkan validator ahli media dan ahli materi untuk menilai validitas media sebeloum diuji coba pada siswa dalam dua tahap yakni kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa meningkat saat media Digital Storytelling digunakan dalam pembelajaran cerpen. Serta dengan adanya proyek Digital Storytelling meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa dalam menulis cerpen dan meningkatkan literasi digital siswa terkait pengoperasian aplikasi yang digunakan dalam proses pengerjaan proyek.
Pengembangan Media Kamus Digital berbasis Android untuk Fase B Maudy Putri Alamanda; Dadan Djuanda; Prana Dwija Iswara
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4018

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik pada Fase B kurang memiliki pemahaman kosakata dan tidak memanfaatkan media pembelajaran digital secara optimal saat proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran digital sangat dibutuhkan untuk menambah rasa antusias dalam belajar dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Peneliti mendesain media kamus digital pada mata pelajaran bahasa Indonesia fase B oleh peserta didik Kelas III dan kelas IV di tiga buah sekolah dasar negeri di Kabupaten Subang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan suatu media pembelajaran berbentuk aplikasi kamus digital yang layak digunakan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode D&D (design and development) dengan desain alur pengembangan memakai model ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Hasil penelitian ini menunjukkan kelayakan media kamus digital “Kosakata Bahasa Indonesia Sesuai Abjad” disingkat SAKABISA yang dikembangkan menjadi aplikasi dengan bantuan web Kodular. Penilaian ahli bahasa dan ahli media menghasilkan skor persentase 97,2% dan 95,8% (kategori sangat layak). Respon guru dan peserta didik menghasilkan skor persentase 95,53% (kategori sangat baik). Penelitian ini membuktikan bahwa guru dan peserta didik menyukai aplikasi digital dalam pembelajaran dan mengembangkan pembelajaran mandiri (self-regulated learning). Temuan ini menguatkan fakta bahwa masyarakat Indonesia tergolong literat dalam teknologi digital
Tindak Tutur Ilokusi dalam Wacana Pro dan Kontra Media Sosial pada Platform Instagram dan Youtube Arnovlin Evilin Pali'; Syamsudduha Syamsudduha; Sultan Sultan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4023

Abstract

Pragmatik merupakan aktivitas bertutur tidak hanya terbatas pada penuturan sesuatu, tetapi juga melakukan sesuatu atas dasar tuturan itu. Austin dalam Rusminto (2009:74) mengemukakan bahwa aktivitas bertutur tidak hanya terbatas pada penuturan sesuatu, tetapi juga melakukan sesuatu atas dasar tuturan itu. Pendapat Austin ini didukung oleh Searle menyatakan bahwa unit terkecil komunikasi bukanlah kalimat, melainkan tindakan tertentu, seperti membuat pernyataan, pertanyaan, peritah, dan permintaan Media sosial merupakan media komunikasi yang efektif, tranparasi dan efisien serta memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan pembaharuan. Penggunaan media sosial merupakan sebuah jembatan penghubung yang bisa membantu semua kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, sebagai proses mengalihkan pandangan masyarakat dari tradisional ke pandangan masyarakat modern. Dengan menganalisis wacana pro dan kontra media sosial pada platform Instagram dan Youtube. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif analisis. Adapun bentuk tindak tutur ilokusi: 5 kutipan, jenis tindak tutur ilokusi; Asertif: 4 kutipan, Direktif: 1 kutipan, Komisif: 1 kutipan, Ekspresif: 3 kutipan, dan Deklaratif: 1 kutipan.
Markedness Model dalam Interaksi Antarpeserta Pemilih pada TPS Lingkungan Bonto Puasa Kabupaten Maros: Kajian Bilingualisme Bugis-Indonesia M. Fachmy Achdan Kadir; Anshari Anshari; Agussalim Aj
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis dan menginterpretasi Marked Choice dalam percakapan antarpemilih di TPS Bonto Puasa Kabupaten Maros; (2) Menganalisis dan menginterpretasi Unmarked Choice dalam percakapan antarpemilih di TPS Bonto Puasa Kabupaten Maros. (3) Menganalisis dan menginterpretasi bentuk dan fungsi alih kode yang terjadi pada Markedness Model dalam percakapan antarpemilih di TPS Bonto Puasa Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatis dengan desain penelitian studi kasus. Data dalam penelitian ini adalah alih kode yang terjadi dalam interaksi di lingkungan TPS Bonto Puasa Kabupaten Maros dengan sumber data dari peserta pemilih yang ada di lingkungan TPS Bonto Puasa Kabupaten Maros. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori Markedness Model oleh Myerss Scotton dan teori bentuk dan fungsi alih kode Chaer dan Agustina. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan penutur dalam menegosiasi set Right and Obligation dalam suatu interaksi sehingga menciptakan perubahan dalam konteks percakapan antara penutur dan lawan tutur dan membentuk pola alih kode Marked Choice. (2) Kemampuan lawan tutur menyesuaikan diri dalam indeks Right and Obligation dan mampu memahami maksud dari penutur sehingga membentuk pola alih kode Unmarked Choice. (3) Variasi penutur dalam melakukan komunikasi membebaskan penutur untuk menggunakan kode yang dikuasainya dengan tiap perubahan kode memiliki fungsi yang berbeda mulai dari fungsi ekspresif, sosial, dan pragmatis.
The Use of Jigsaw Technique to Improve Reading Comprehension of The Eighth Grade Students of SMP Negeri 12 Palu Dinah Aprilia; Darmawan Darmawan; Anjar Kusuma Dewi; Nur Sehang Thamrin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4029

Abstract

This research aims to find out the use of Jigsaw Technique to Teach Reading Comprehension of the Eight-Grade students of SMP Negeri 12 Palu. This research used a quasi experimental design consisting of experimental and control classes. The sample of this research was two classes of eight-grade students, with the amount 51 students of VIII A and VIII B. This research used a total sampling technique. In the process of collecting the data, the researcher used an instrument which contains of multiple choice and essay test. The result of the data analysis shows that the mean score of the experimental class significantly increased from 57.78 to 77.78, while the mean score of the control class increased from 60.36 to 69.52. The researcher found that the t-counted was higher than the t-table (4.65>1.678). It means that the hypothesis was accepted. In conclusion, the use of Jigsaw Technique can be applied by teachers in teaching and learning process as one of effective technique to improve Student’s reading comprehension.
Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Proyek untuk Pengembangan Keterampilan Menulis Cerita Pendek di SMP Berliana Alvionita Pratiwi; Sumiyadi Sumiyadi; Rudi Adi Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning - PBL) dan diferensiasi dalam konteks penulisan cerita pendek di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Model pembelajaran ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa, mengasah kreativitas, imajinasi, serta kemampuan berpikir kritis dan analitis. Pendekatan diferensiasi memungkinkan pembelajaran disesuaikan dengan minat dan kemampuan individu siswa, memastikan partisipasi aktif dan keterlibatan yang lebih tinggi. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi kelas, dan analisis data kualitatif serta kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam model pembelajaran ini mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menulis cerita pendek. Proyek penulisan tidak hanya membantu siswa memahami struktur naratif, penggunaan bahasa, dan teknik-teknik sastra, tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan analitis melalui proses revisi dan evaluasi. Selain itu, pendekatan diferensiasi terbukti efektif dalam mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, sehingga setiap siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Penggunaan pembelajaran berbasis proyek juga meningkatkan keterampilan sosial dan kolaboratif siswa, karena mereka sering bekerja dalam kelompok, berbagi ide, dan memberikan serta menerima umpan balik konstruktif. Selain itu, proyek ini mendorong pembelajaran mandiri, membantu siswa mengembangkan inisiatif dan tanggung jawab atas proses pembelajaran mereka sendiri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran berbasis proyek dan diferensiasi dapat menjadi strategi yang efektif dan holistik dalam meningkatkan keterampilan menulis serta keterampilan penting lainnya yang dibutuhkan siswa di masa depan. Dengan demikian, model ini berpotensi diterapkan secara lebih luas dalam kurikulum pendidikan untuk menghasilkan generasi yang kreatif, kritis, dan mandiri. Kata Kunci : Pembelajaran Diferensiasi, Pembelajaran Berbasis Proyek, Keterampilan Menulis
Integrasi Legenda urban dalam Model Pembelajaran Menulis Cerita Fantasi di SMP Nabila Nufaiza Yusuf; Sumiyadi Sumiyadi; Rudi Adi Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran menulis cerita fantasi bermuatan urban legend di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Model ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa melalui integrasi cerita rakyat modern (urban legend) yang kaya akan elemen misteri dan horor. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan dengan budaya lokal siswa. Metode penelitian yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan siswa dan guru, perancangan model pembelajaran, implementasi di kelas, serta evaluasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tema urban legend dalam pembelajaran menulis cerita fantasi secara signifikan meningkatkan kreativitas, struktur naratif, dan kemampuan penggunaan bahasa siswa. Siswa yang terlibat dalam model pembelajaran ini menunjukkan peningkatan motivasi dan keterlibatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Penggunaan media visual seperti webtoon juga terbukti efektif dalam memperkaya proses pembelajaran dan meningkatkan minat siswa. Tantangan yang dihadapi selama implementasi meliputi perbedaan tingkat keterampilan menulis di antara siswa, keterbatasan waktu, dan sumber daya. Solusi yang diusulkan mencakup penerapan diferensiasi pengajaran, manajemen waktu yang efektif, dan pemanfaatan teknologi digital. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut meliputi peningkatan pelatihan guru, pengembangan materi ajar tambahan, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan penelitian lanjutan untuk evaluasi dampak jangka panjang. Secara keseluruhan, model pembelajaran ini memberikan pendekatan yang inovatif dan efektif untuk mengembangkan keterampilan menulis siswa, meningkatkan pemahaman budaya lokal, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia digital.
Analisis Penggunaan Sapaan dalam Bahasa Mandar pada Masyarakat Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat Sahila Sahila; Akmal Hamsa; Salam Salam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4047

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada ruang lingkup jenis-jenis, penggunaan, dan juga fungsi sapaan diantaranya jenis sapaan pronomina persona, sapaan gelar, sapaan jabatan dan pangkat, sapaan kekerabatan, sapaan profesi, sapaan nama diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis sapaan, mengungkapkan penggunaan sapaan, dan mengungkapakan fungsi sapaan dalam bahasa Mandar diantaranya sapaan non kekerabatan dan juga sapaan kekerabatan dalam bahasa Mandar di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan teks percakapan responde. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada beberapa teknik yaitu, teknik cakap (rekam dan catat), teknik wawancara, dan teknik Simak (Simak libat cakap, Simak bebas cakap). Alat penelitian yang digunakan adalah daftar pertanyaan, instrumen pencatatan, alat tulis dan alat merekam. Hasil dari penelitian menyimpulkan terdapat 29 sapaan dalam bahasa Mandar yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden. Sapaan hubungan darah yang tergolong dalam sapaan keluarga inti dan keluarga besar terdapat 13 sapaan diluar sapaan kekerabatan (keturunan bangsawan) diantaranya sapaan kakek (kanne’), nenek (kanne’), bapak (kama’) ibu (kindo’), paman (amanaure), bibi (indonaure), kakak (kaka’), adik (kandi’), sepupu sekali (kali), sepupu duakali (pindu’), sepupu tiga kali (nama diri), cucu (appo). Kemudian sapaan kekerabatan (keturunan bangsawan) terdapat 4 sapaan diantaranya sapaan kakek ( kanne’ puang), nenek (nene’ amma’), ayah (puang), ibu (amma’). Sapaan pronomina persona terdapat 2 sapaan diantaranya orang kedua tunggal/ kamu (puang dan nama diri), orang kedua jamak/ kalian (I’o mie’). Sapaan gelar terdapat 6 sapaan diantaranya dokter (dotter), bidan (bu’ bidang), mantri ( pa’ mantari), ustadz (ustas), guru mengaji (annangguru), imam masjid (pua imang). Sapaan jabatan dan pangkat terdapat 3 sapaan diantaranya kepala desa (pa’ desa), kepala dusun (pa’ dusung), kepala adat (puang), camat ( pa’ cama’). Sapaan profesi terdapat 5 sapaan diantaranya petani (puang dan nama diri), nelayan (puang dan nama diri, tukang ojek (puang), tukang becak (puang), tukang batu (puang). Sapaan nama diri terdapat 2 sapaan diantaranya sapaan pengurangan huruf di awal contohnya nama Nuni menjadi Ni’, kedua penambahan huruf o diawal nama contohnya nama Mila menjadi o Mila. Kemudian juga terdapat beberapa fungsi diantaranya sebagai fungsi sapaan sebagai perhatian dengan lawan bicara seperti (denga orang lebih tua, dengan orang sebaya, dan dengan orang yang lebih muda), fungsi sebagai penghormatan dalam jabatan, fungsi sebagai penghormatan dalam profesi, fungsi sebagai penghormatan dalam gelar, fungsi sebagai penghormatan dan pengakuan, dan fungi sebagai keakraban atau kedekatan.
Analisis Bahasa Gaul dalam Komunikasi di Media Sosial Twitter Nurul Handayani; Muhammad Saleh; Hasriani Hasriani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4050

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan ragam bentuk penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi media sosial Twitter, (2) mendeskripsikan fungsi dari ragam penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi media sosial Twitter. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah ragam bahasa gaul dalam komuniasi media sosial Twitter. Sumber penelitian yakni pengguna media sosial Twitter. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, teknik baca, teknik dokumentasi, dan teknik catat. Teknik analisis data, (1) reduksi data atau pemilihan data (2) pengelompokkan data, (3) menyajikan, dan (4) kesimpulan akhir. Hasil penelitian ditemukan beberapa bentuk dan fungsi penggunaan bahasa gaul dalam komunikasi media sosial Twitter. Bentuk bahasa gaul terbagi menjadi bentuk singkatan, bentuk pemenggalan, bentuk kontraksi, dan bentuk akronomi. Sedangkan fungsi bahasa gaul terbagi menjadi fungsi informatif, fungsi direktif, fungsi ekspresif, dan fungsi fatis. Bahasa gaul dapat diartikan sebagai variasi bahasa yang bersifat sementara yang berupa singkatan menggabungkan huruf dengan angka, memperpendek, mencampur huruf kapital dan kecil membentuk sebuah kalimat. Bahasa gaul sering digunakan oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa, yang secara tidak langsung bahasa tersebut menjadi bahasa sehari-hari.

Page 63 of 178 | Total Record : 1779