cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Pandangan Dunia Pengarang Tentang Romantisme dalam Novel Rindu Karya Tere Liye Ihda Putri Handayani; Teguh Supriyanto; Yusro Edy Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5238

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu (1) mengungkapkan sentimentalisme dalam romantisme novel Rindu karya Tere Liye (2) mengungkapkan kembali ke alam dalam romantisme novel Rindu karya Tere Liye (3) mengungkapkan sentimentalisme dan kembali ke alam dalam pandangan dunia pengarang novel Rindu karya Tere Liye. Manfaatnya agar penulis muda mengetahui cara mengarang Tere Liye dan mengeksplorasi romantisme untuk menjadi bahan penulisan karya sastra berikutnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Teori yang digunakan yaitu struktural genetik Lucian Goldmann fokus penelitiannya pada romantisme tokoh. Sumber data dari penelitian ini Novel Rindu karya Tere Liye terbitan tahun 2014. Datanya berupa peristiwa yang mengandung romantisme yang diungkapkan dalam cerita menggunakan satuan naratif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk romantisme dalam novel Rindu karya Tere Liye dengan ungkapan sentimentalisme yang dominan dengan melibatkan perasaan tokoh utama Gurutta, Ambo Uleng, Daeng Andipati, Bonda Upe, Anna, Elsa, dan tokoh lainnya disampaikan dengan perasaan sedang jatuh cinta dan perasaan menyenangkan menyedihkan lainnya. Sepertinya pengarang Tere Liye sangat peka terhadap perasaan perempuan walaupun beliau laki-laki pilihan katanya yang bagus membuat novel ini diminati dibaca oleh banyak orang. Terkumpul 43 data untuk sentimentalis dan 33 data kembali ke alam.
Perbandingan Model Problem Based Learning dan Project Based Learning dalam Pembelajaran Menulis Teks Cerpen Siswa Kelas XI SMAN 4 Makassar Fitriyani Fitriyani; Nensilianti Nensilianti; Ambo Dalle
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5243

Abstract

Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk membandingkan tingkat efektivitas antara model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) dalam mengembangkan keterampilan menulis teks cerpen. Data yang digunakan berupa angka dan hasil penghitungan, yang mendukung pendekatan kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI di SMAN 4 Makassar dalam pembelajaran menulis teks cerpen dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL); (2) mendeskripsikan tingkat keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran menulis teks cerpen; serta (3) membuktikan perbedaan signifikan dalam keterampilan menulis cerpen antara siswa yang diajar menggunakan model PBL dan PjBL. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Makassar dengan fokus pada siswa kelas XI, bertujuan memberikan analisis yang menyeluruh terkait efektivitas kedua model pembelajaran tersebut dalam mengembangkan keterampilan menulis teks cerpen. Metode yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, dan tes tertulis sebagai alat pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan pendekatan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI.2 yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL mengalami peningkatan, dari nilai rata-rata awal 63,75 (kategori rendah) menjadi 80,69 (kategori sedang) setelah penerapan model pembelajaran tersebut serta keaktifan siswa dalam proses pembelajaran mencapai nilai sebesar 80,93% dan berada dalam kategori sangat baik; (2) keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI.8 yang diajar menggunakan model PjBL juga meningkat, dari nilai rata-rata 61,81 (kategori rendah) menjadi 79,58 (kategori sedang) setelah perlakuan serta keaktifan siswa dalam proses pembelajaran mencapai nilai sebesar 80,20% dan berada dalam kategori sangat baik; dan (3) hasil uji independent sample test menunjukkan nilai t-hitung sebesar 0,694, sedangkan t-tabel pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan derajat kebebasan (df) = 70 adalah 1,666. Karena t-hitung (0,694) lebih kecil daripada t-tabel (1,666), maka H₀ diterima. Dengan demikian, hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan menulis teks cerpen siswa kelas XI di SMAN 4 Makassar. Berdasarkan hasil uji t dan analisis nilai probabilitas, kedua model pembelajaran memberikan pengaruh yang serupa dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa.
Representasi Nilai Bahasa, Sastra dan Politik dalam Definisi Wilayah Sengketa Palestina-Israel (Kajian Poskolonialisme) Mohamad Ramdon Dasuki
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5284

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan posmodernisme dan poskolonialisme dalam perspektif bahasa, sastra, dan politik. Sebagaimana posmodernisme dan poskolonialisme bertujuan untuk menghasilkan sebuah penelaahan dan pemahaman dari karya bahasa, sastra, politik yang lebih utuh, dan tidak terikat lagi oleh struktur teks. Sementara metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis isi. Dengan asumsi yang demikian itu, maka baik posmodernisme maupun poskolonialisme lebih berusaha untuk melihat sebuah karya bahasa, sastra, dan politik dari berbagai sisi yang ada. Hasilnya; Posmodernisme dengan keras menolak segala penjelasan apa pun yang harmonis, universal dan konsisten, sebagaimana yang menjadi semangat kabur dalam semangat modernitas. Adapun simpulannya kajian dalam bidang poskolonialisme mencakup seluruh khazanah tekstual, khususnya karya bahasa, sastra, dan politik yang pernah mengalami kekuasaan imperial sejak awal kolonisasi hingga sekarang seperti persoalan definisi wilayah sengketa antara Palestina dengan Israel.
Cross-Cultural Pragmatics: An Investigation into Speech Act Realization on The Ship Sunarlia Limbong; Novianty Palayukan; Ade Chandra; Retno Dwi Jayanti; Willyam Raimond Riwu
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4492

Abstract

This study, titled "Cross-Cultural Pragmatics: An Investigation into Speech Act Realization on the Ship," aims to explore the influence of cultural backgrounds on the realization of speech acts among crew members in the Indonesian maritime industry. Specifically, it identifies the patterns and challenges associated with cross-cultural pragmatics on ships. Utilizing a descriptive qualitative design, the research was conducted on KM Lambelu, employing field notes, interviews, and observations as data collection instruments. The findings reveal that cultural backgrounds significantly influence how speech acts are realized by crew members, particularly regarding politeness, directness, and respect for hierarchy. The study highlights that while cultural diversity enriches interactions among crew members, it can also create communication barriers if not properly managed. The research further emphasizes that politeness strategies are deeply rooted in cultural norms, with a strong emphasis on seniority in hierarchical maritime settings.
The Students’ Productive Skills through TRB Test to Support SMCP Implementation Novianty Palayukan; Sunarlia Limbong; Auliyanti Sahril Nurfadilah; Nurul Hatiffah; Mutmainnah Hasyari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4522

Abstract

This research aimed to investigate the assessment of students’ productive skills (speaking and writing skills) through the Training Record Book (TRB) test in support of the implementation of Standard Marine Communication Phrases (SMCP). This research applied descriptive qualitative research. It was calculated first based on the aspects score of cadets’ speaking and writing skills, then described them in words qualitatively. The assessment Rubric by Brown (2004) and the semi-structured interview were applied in gathering the data which was conducted by cadets from Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar. The speaking aspects overwhelmed grammar, vocabulary, pronunciation, and fluency. Meanwhile, the writing aspects involved organization, content, coherence, diction, grammar, and mechanics. The score range of each aspect was 1 to 4 with the score 1 being the lowest and the score 4 being the highest with their description. Then, a semi-structured interview was used in the research to obtain more data. In applying this type, the researchers provided a recorder, notes, and definitely some questions to ask, but remained flexibility so that other information could arise. Semi-structured interviews guided the researchers to investigate the cadets’ view of what was typically lacking and strong aspects of cadets' speaking and writing performance through the TRB test. The result of the research revealed that grammar is the lacking aspect for the cadets in both speaking and writing, while vocabulary and pronunciation were relatively stronger in speaking skills and the organization aspect was much stronger in writing skills. The research identified some reasons for this weaknesses including maladaptive language habits among seafarers, resistance to grammar learning, lack of motivation, student reluctance, and non-compliant speakers in speaking skills and students’ reluctance and Grammar resistance in the writing skills. This research revealed the crucial of concerning these weaknesses to improve the cadets’ ability to be able to communicate effectively so that it can lead to safety and operational efficiency.
Expresive Illocutionary Acts in Disney + Luca Film : A Pragmatic Analysis Cep Ruly M Cahyana; Ervina CM Simatupang
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.3966

Abstract

This pragmatic study investigates the importance of expressive illocutionary acts in character and plot development in the movie Luca from Disney+. By analyzing dialogue from the movie, this study identifies and examines various instances of expressive illocutionary acts, including thanking, praising, complaining, apologizing, and blaming. Using the descriptive-qualitative method, a total of expressive illocutionary acts are identified, which include 5 examples of thanking, 1 example of praising, 1 example of complaining, 1 example of apologizing, and 1 example of blaming. These speech acts were further analyzed for their underlying functions, ranging from competitive purposes to friendly, collaborative, and conflictual purposes. The objective of this research is to explore how expressive illocutionary acts contribute to the emotional depth of the characters and to the resolution of conflicts within the plot. Through this classification, we gain a deeper understanding of how these communicative acts function to reinforce social norms, negotiate conflict, and shape the overall storyline
Pertarungan Simbolik dan Ideologi dalam Slogan Pilkada Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan Tahun 2024 Model Pierre Bourdieu Asmawati Asmawati; Jufri Jufri; Mahmudah Mahmudah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4191

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dikaji melalui teori analisis wacana kritis dengan tujuan: (1) mengklasifikasi dan mengeksplanasi representasi pertarungan simbolik melalui eufemisasi dalam slogan pilkada Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan tahun 2024. (2) mengklasifikasi dan mengeksplanasi representasi pertarungan simbolik melalui sensorisasi dalam slogan pilkada Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan tahun 2024. Penelitian ini berfokus pada kutipan kata, frasa, klausa, atau kalimat yang mengandung unsur eufemisasi dan sensorisasi dalam slogan pilkada di Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan tahun 2024. Data dalam penelitian ini berupa kutipan langsung dari slogan yang terdapat pada spanduk, banner, baliho, dan stiker kampanye yang digunakan oleh kandidat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, representasi eufemisasi ditemukan dalam tiga klasifikasi yaitu, (1) penggunaan kata-kata persuasif yang menciptakan citra positif, (2) penggambaran visi dan misi calon melalui simbol-simbol yang mengundang kedamaian, dan (3) simbolisasi modernitas yang menarik perhatian pemilih. Kedua, representasi sensorisasi ditemukan dalam dua klasifikasi yaitu (1) penghilangan atau pembatasan informasi yang dianggap kontroversial, dan (2) penggunaan kata-kata yang menghindari konfrontasi atau ketegangan, berfokus pada harmoni dan kesejahteraan.
Redesigning The Esp Course For Architecture Major At Multimedia Nusantara University Emanuella Christine Natalia Mau
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.4312

Abstract

The article discusses the redesign of the English for Specific Purposes (ESP) course, employing a conceptual framework to elaborate on and design effective teaching strategies and materials for Architecture Major Students. This approach addresses challenges in English Language Teaching (ELT) for non-English department students at Multimedia Nusantara University. The redesign utilizes Evidence-Centered Design (ECD) and Task-Based Language Teaching (TBLT) within a Flipped Classroom course structure to enhance the ESP course.
Kajian Marxisme pada Novel Kemolekan Landak Karya Muriel Barbery Lisa Elviana; Harsia Harsia; Vera Pebriana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4629

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena novel ini mendapat perhatian khusus masyarakat sebab memiliki tema yang mengangkat tentang ideologi, kesadaran kelas dan konflik pribadi. Kemolekan Landak berkisah tentang masyarkat borjuis dan proletar yang saat ini memiliki kesamaan dengan kondisi masyarakat Indonesia dewasa ini, baik kondisi sosial maupun ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk Marxisme yang terdapat pada novel Kemolekan Landak karya Muriel Barbery. Pendekatan digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik membaca dan mencatat. Hasil penelitian menunjukkan dalam novel Kemolekan Landak karya Muriel Barbery terdapat 21 data yang termasuk dalam bentuk kelas sosial, 2 data yang termasuk dalam bentuk ideologi, dan 4 data yang termasuk dalam bentuk hegemoni.
Peran Bahasa dalam Interaksi Manusia dan Artificial Intelligence pada Terapi Kesehatan Mental Jatmika Nurhadi; Undang Sudana; Yostiani Noor Asmi Harini; Sri Wiyanti; Atika Rahma Amalia; Helda Nur Azizah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi bahasa yang digunakan oleh Artificial Intelligence (AI) dalam terapi kesehatan mental serta dampaknya terhadap pengalaman terapi pasien. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana AI membangun interaksi kebahasaan dengan pasien dalam konteks terapi kesehatan mental di Indonesia ketika stigma terhadap gangguan psikologis masih menjadi tantangan utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pemanfaatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki peran penting dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental, terutama bagi individu yang memiliki keterbatasan dalam mengakses terapis manusia. AI terbukti dapat membantu mengidentifikasi pola perilaku pasien, memberikan umpan balik terkait kondisi psikologis, dan menawarkan strategi manajemen stres yang berbasis kognitif-perilaku. Namun, penelitian juga menemukan bahwa keterbatasan AI dalam mengekspresikan empati dan membangun koneksi emosional dengan pasien menjadi kendala utama dalam efektivitas terapi berbasis AI. Selain itu, tantangan terkait infrastruktur teknologi yang belum merata dan rendahnya literasi digital masih menghambat pemanfaatan AI secara optimal di berbagai wilayah, terutama di Indonesia.

Page 82 of 178 | Total Record : 1779