cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Penggunaan Bahasa Gaul di Kalangan Remaja terhadap Kelestarian Bahasa Indonesia di Era Digital Ahmad Ahmad; Aswadi Ramli; Hajerah Hajerah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5018

Abstract

ekspresi diri, alat komunikasi, serta pengaruhnya terhadap identitas sosial remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian hal ini ialah metode kualitatif, melalui studi pustaka melalui berbagai media sosial contohnya, Tiktok, Instagram, Facebook, dan Twitter. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukka bahwa media sosial sangat dalam menyebarkan istilah baru khususnya pada di kalangan remaja. terdapat empat bentuk dalam penggunaan bahasa gaul oleh , yaitu: akronim, penggunaan frasa dari bahasa asing, singkatan kata, serta penciptaan istilah baru. Kemudian fungsi penggunaan bahasa gaul sebagai sarana untuk mengekspresikan diri, menjalin komunikasi, memperkuat integrasi serta adaptasi sosial, dan sebagai alat untuk pengendalian sosial. Penelitian ini juga memfokuskan pada pengaruh bahasa gaul terhadap identitas kebahasaan di era digital.
Pemertahanan Kearifan Lingkungan dalam Novel Indonesia Arisa Arisa; Muhammad Arafah; Andi Srimularahma
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5027

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan pemertahanan kearifan lingkungan dalam novel Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan teknik dokumen dan studi pustaka melalui tiga tahapan (1) pembacaan terhadap novel; (2) menandai kutipan yang terpilih sebagai data dan; (3) melakukan pencacatan serta inventaris data yang dianggap sesuai dengan fokus penelitian. Untuk menganalisis data, cara yang dilakukan (1) mereduksi data; (2) menyajikan data, dan (3) melakukan penarikan simpulan. Dalam penelitian ini, data adalah kutipan yang terdapat dalm novel Indonesia. Sedangkan sumber data penelitian terdiri atas novel Api Awan Asap (2015) karya Korrie Layun Rampan, Partikel (2012) karya Dee Lestari, dan Novel Tanah Tabu (2009) karya Aninditas S. Thayf. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini (1) sikap hormat manusia terhadap alam, memberikan ruang bagi seluruh mahkluk untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara alamiah sesuai kodrat penciptaannya; (2) sikap tidak merugikan alam dengan cara dikeramatkan, disakralkan, dan tidak menebang pohon sembarangan; (3) sikap tanggung jawab terhadap alam ditunjukkan dengan mengingatkan, melarang, dan menghukum siapa saja yang merusak ekosistem; (4) sikap hidup sederhana dan selaras dengan alam dengan memanfaatkan alam sesuai kebutuhan, tidak rakus, dan melakukan eksploitasi secara besar-besaran; (5) kasih sayang; dan (6) kepedulian terhadap alam.
Tindak Tutur Direktif dalam Film Induk Gajah the Series Season 2 Hilmi Wahyuni; Martutik Martutik; Gatut Susanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk tindak tutur direktif dan mendeskripsikan fungsinya melalui teori yang dikemukakan oleh Searle dalam dialog film Induk Gajah the Series Season 2. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa tuturan pada dialog yang diucapkan oleh tokoh yang ada dalam film Induk Gajah the Series Season 2 (2024). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik simak dan catat. Penelitian menemukan 8 bentuk tindak tutur direktif dalam dialog film, yaitu perintah, suruhan, anjuran, larangan, nasihat, saran, harapan, dan desakan. Terdapat 19 tuturan yang mewakili berbagai bentuk tindak tutur direktif, yang melibatkan karakter-karakter seperti Ira, Marsel, Om Rahan, Tante Mona, Mamak Uli, dan lain-lain. Selanjutnya, dalam pembahasan, peneliti mendeskripsikan fungsi dari bentuk tindak tutur direktif dan ditemukan bentuk direktif yang paling banyak digunakan dalam film ini adalah direktif perintah sedangkan yang paling sedikit adalah direktif nasihat.
Leksikon Fauna dalam Peribahasa Banjar Kalimantan Selatan dalam Perspektif Ekologi Linguistik Lili Agustina; Isna Kasmilawati; Nana Suciati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5043

Abstract

Masyarakat Banjar memiliki potensi alam yang melimpah. Hal ini terlihat dari beragamnya fauna yang terdapat di Kalimantan Selatan. Dengan hal ini menunjukan bahwa masyarakat Banjar kaya akan leksikon fauna. Bahasa Banjar sebagai salah satu kekayaan budaya Banjar saat ini mulai tergerus dengan perkembangan zaman. Banyaknya kosakata yang terancam hilang, punah dan tidak digunakan lagi oleh masyarakat Banjar. Kosakata yang terancam hilang dan punah adalah leksikon fauna. Hal ini berimplikasi bahwa bahasa yang terancam punah berkaitan dengan keterancaman spesias yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendokumentasikan keragaman leksikon fauna sebagai kekayaan alam Kalimantan Selatan dalam peribahasa Banjar Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena penelitian ini akan memberikan informasi mengenai leksikon fauna dalam peribahasa Banjar Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan model analisis bahasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa leksikon fauna yang ditemukan dalam peribahasa Banjar, yakni iwak, ular, minjangan, macan, halilipan, hadupan, hulat, buhaya, siput, burung, hundang, warik, cacing, itik, kuduk, lalat, kalambuai, landak, harimau, kucing, naga, hadangan, kararawai, tungai, dan hayam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam mempertahankan Bahasa Banjar Kalimantan Selatan dengan menggunakan perspektif ekologi dan linguistik. Oleh sebab itu, dengan adanya penelitian ini dapat mempertahankan kosakata bahasa Banjar dari keterancaman dan kepunahan khususnya leksikon fauna.
Aspek Hidrologis serta Falsafah dalam Babasan dan Paribasa Sunda, Kajian Struktur dan Leksikosemantik Nia Kurniasih; Yayat Sudaryat
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5057

Abstract

Artikel ini membahas aspek hidrologis dan falsafah yang terkandung dalam beberapa babasan dan paribasa Sunda, dengan fokus pada kajian struktur dan leksiko semantik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis ungkapan-ungkapan yang berhubungan dengan unsur hidrologi seperti air, sungai, hujan, dan danau dalam bahasa Sunda, beserta falsafahnya dalam kehidupan, serta bagaimana makna tersebut diungkapkan secara leksikal dan semantis dalam kebudayaan Sunda. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis struktur dan makna dari babasan dan paribasa yang berhubungan dengan hidrologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis struktur gramatikalnya ditemukan; dua pola struktur babasan yang terbentuk dari kata majemuk, dua pola struktur babasan yang terbentuk dari frasa. Dan terdapat dua pola struktur paribasa yang terdiri dari kalimat tunggal (satu klausa), satu pola struktur paribasa yang terdiri dari kalimat majemuk bertingkat (dua klausa), serta dua pola struktur paribasa yang terdiri dari kalimat majemuk setara (dua klausa). Dari hasil analisis leksikal semantiknya ditemukan tujuh babasan yang mengandung keterkaitan dengan aspek hidrologis secara tidak langsung, tiga babasan yang mengandung keterkaitan dengan aspek hidrologis secara langsung. Serta ditemukan tiga paribasa yang mengandung keterkaitan dengan aspek hidrologis secara tidak langsung dan tujuh paribasa yang mengandung keterkaitan dengan aspek hidrologis secara langsung. Unsur hidrologis dalam babasan dan paribasa Sunda tidak hanya mencerminkan kondisi geografis dan lingkungan masyarakat Sunda, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang mendalam tentang kehidupan dan keseimbangan alam. Dengan demikian, babasan dan paribasa tersebut menjadi bagian penting dari kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Aceh as The Role Model of Democratic Management Success: Critical Discourses Analysis Chairuddin Chairuddin; M Manugeren; Jumino Suhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5059

Abstract

This study analyzes the news narrative “Aceh Tak Masuk Daerah Rawan Pilkada Serentak, Lima Provinsi Memiliki Potensi Tinggi” using Van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA) model to explore Aceh’s portrayal as a role model of democratic success. The research aims to uncover how this narrative influences perceptions of Aceh’s stability among local and national audiences, particularly in contrast to its historical association with conflict. This study adopts a qualitative approach, employing Van Dijk’s CDA framework, which consists of three dimensions: textual analysis, social cognition, and sociopolitical context. The data were collected through a textual analysis of media discourse and audience surveys involving 47 respondents (37 from Aceh and 10 from outside Aceh). The textual analysis focuses on the structural composition of the news, while the audience survey examines how different groups perceive the narrative. The results indicate that 72.73% of local respondents express pride in Aceh’s depiction as a safe and stable region, yet 43.24% remain neutral about its relevance to current realities. Among national respondents, 100% perceive the narrative positively, with 50% strongly agreeing that Aceh serves as a model for democratic management. These findings demonstrate that media discourse effectively challenges stereotypes and promotes a positive image of Aceh, particularly to national audiences. However, local acceptance requires narratives grounded in authentic experiences. This study contributes to discourse analysis by showing how positive discourse can transform public perception, highlighting its potential to promote post-conflict regions as examples of democratic success.
Representasi Konflik Sosial Dalam Novel “Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan” Karya Amalia Yunus (Kajian Sosiologi Sastra) Paramita Candra Dewi; Sugiarti Sugiarti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik sosial yang tercermin dalam novel Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan karya Amalia Yunus, dengan pendekatan psikologi sastra dan sosiologi sastra. Fokus utama penelitian ini adalah perjuangan psikologis dan sosial yang dialami oleh tokoh utama akibat obesitas, serta dampak dari tekanan sosial yang memaksakan standar kecantikan fisik yang tidak realistis. Melalui teori sosiologi sastra Alan Swingewood, novel ini dianalisis sebagai cerminan ketegangan antara individu dan struktur sosial yang lebih besar, di mana tokoh utama merasa terasingkan dari masyarakat dan dirinya sendiri. Konflik internal, seperti perasaan malu dan rendah diri, serta konflik eksternal, seperti tekanan dari keluarga dan masyarakat, diungkapkan sebagai respons terhadap diskriminasi sosial yang masih ada. Selain itu, pendekatan psikologi sastra, khususnya teori Sigmund Freud, digunakan untuk menganalisis mekanisme pertahanan diri yang muncul, seperti represi dan sublimasi, yang berperan dalam proses pencarian identitas dan penerimaan diri tokoh utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel ini tidak hanya menggambarkan perjuangan individu dalam menghadapi tekanan sosial, tetapi juga memberikan kritik terhadap norma-norma sosial yang membatasi kebebasan dan penerimaan diri, serta mengungkapkan dampak psikologis yang timbul akibat ketidakmampuan untuk memenuhi harapan sosial.
Korelasi antara Kompetensi Diksi Kemaritiman dengan Performansi Menulis Teks pada Mahasiswa Politeknik Pelayaran Makassar Syahriaty Syahriaty; Mantasiah R.; Juanda Juanda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara kompetensi diksi kemaritiman dengan performansi penulisan teks pada mahasiswa Politeknik Pelayaran Makassar. Kompetensi diksi merupakan elemen penting dalam penguasaan keterampilan menulis, terutama dalam konteks pendidikan vokasi seperti Politeknik Pelayaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi diksi dan penilaian performansi penulisan teks, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kompetensi diksi kemaritiman dan performansi penulisan teks dengan nilai koefisien korelasi (Pearson's r) sebesar 0,869. Nilai p-value<0,001 mengindikasikan bahwa hubungan ini signifikan pada tingkat kepercayaan 99,9% (p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetensi diksi kemaritiman seorang mahasiswa, semakin baik pula performansi mahasiswa dalam menulis teks berbasis konteks kemaritiman. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguasaan diksi kemaritiman secara langsung berkontribusi terhadap kualitas tulisan mahasiswa, terutama dalam aspek struktur, penggunaan bukti, dan keakuratan bahasa. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pembelajaran diksi berbasis konteks kemaritiman sebagai bagian integral dari pengembangan kemampuan literasi mahasiswa vokasional.
Inovasi Pembelajaran Kontekstual pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Permainan Tradisional Congklak Pintar Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Niswatus Sa'idah Niswatus Sa'idah; Tri Mulya; Laminah Laminah; Siska Mutia; Surmayeni Surmayeni; Nur Salim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5092

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan tradisional "Congklak Pintar" sebagai inovasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD/MI pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Permainan tradisional yang mulai ditinggalkan di era digital ini diintegrasikan dalam pembelajaran untuk melestarikan budaya sekaligus meningkatkan efektivitas belajar. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pre-test Post-test. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas V di empat sekolah di Provinsi Riau yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes pre-test dan post-test, serta dianalisis menggunakan uji t-test dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah penggunaan media pembelajaran "Congklak Pintar". Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar (mean) pada pre-test sebesar 52,71. Sementara itu, rata-rata hasil belajar pada post-test mencapai 94,43. Dengan demikian, secara deskriptif terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar yang signifikan antara pre-test dan post-test, di mana rata-rata pada post-test lebih tinggi daripada pre-test. Rata-rata nilai post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test, yang didukung oleh nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis permainan tradisional efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Media ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual, serta dapat melestarikan budaya lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi alternatif inovasi pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat dasar
Negosiasi Makna dalam Pemerolehan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Kedua: Studi Kasus Penutur Asal Taiwan Gigih Caesar Wahyu P; Nurhadi Nurhadi; Roekhan Roekhan; Maslakhatu Nurul Ummah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5109

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk serta penggunaan negosiasi makna dalam pemerolehan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua oleh penutur asal Taiwan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui transkrip video percakapan antara penutur Taiwan dan penutur asli Indonesia. Hasil analisis menunjukkan enam bentuk negosiasi makna, yaitu klarifikasi, konfirmasi ulang, umpan balik, alih kode (code switching), pengulangan, dan penambahan informasi. Bentuk klarifikasi dan alih kode ditemukan sebagai strategi yang paling dominan digunakan. Proses negosiasi makna tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman linguistik, tetapi juga memfasilitasi proses akuisisi bahasa melalui interaksi yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa negosiasi makna merupakan strategi esensial dalam pemerolehan bahasa kedua. Sehingga hal ini mampu memberikan wawasan penting bagi pembelajar dan pengajar bahasa, khususnya dalam konteks pembelajaran lintas budaya.

Page 84 of 178 | Total Record : 1779