cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
PERSEPSI CALON AYAH TERHADAP PERAN JENDER ANAK Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 2 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.754 KB)

Abstract

Understanding of the concept of androgyny and gender -free parenting should be developed by the candidate 's father as one of the important aspect of life for the children they will have in the future. Androgin integrating gender roles gender roles usually done by women (feminine ) or male ( masculine ). Androgin individuals will behave according to the situation rather than be limited by cultural rules about men or women so that more adaptive in a variety of social conditions ( Unger Crawford , 2000). Therefore, research on the understanding of gender roles is necessary. This study uses incidental sampling technique, where as many as 34 subjects prospective father of the young adult age groups were asked to complete the MF Scale (Scale Masculine - Feminine) which has been adapted from the BSRI (Bem Sex Role Inventory) creation Bem (1974 ) for the category " girls " and " boy ". X2 test results indicate a difference in the perception of gender roles prospective father against son. Boys perceived masculine gender role while girls androgyn or feminine gender role. Parents should stimulate the development of insight knowledge of the child in a way to stimulate a more "rich" and diverse. Psychoeducation programs should focus on the importance of understanding personality types androgin for boys, while the scientific discussion on the topic of parenting and gender, including the implications of gender bias being applied in the development of adverse parenting girls and boys need to be frequently held. Keywords : gender roles, perceptions, future father.
Peningkatan Motivasi Belajar Peserta Didik Menggunakan Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Client Centered Nico Etiyan Darmawan; Muswardi Rosra; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 5 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.314 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in learning motivation through client centered group counseling services in class VIII students of SMP Negeri 27 Bandar Lampung. The problem with this research is low learning motivation. This study uses a pre-experimental method with one group pretest-posttest design. Research subjects were 6 students who had low motivation to learn. Data collection techniques using a scale of learning motivation. The results of data analysis with the Wilcoxon test, z count = -2,205 z table = 1,645, then Ho is rejected and Ha is accepted. The conclusion is that the client centered group approach counseling service can increase learning motivation in grade VIII students of SMP Negeri 27 Bandar LampungrTujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar melalui layanan konseling kelompok pendekatan client centered pada siswa kelas VIII SMP Negeri 27 Bandar Lampung. Masalah penelitian ini adalah motivasi belajar yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar. Hasil analisis data dengan uji Wilcoxon, z hitung = -2.205 z tabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah layanan konseling kelompok pendekatan client centered dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 27 Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan konseling, client centered, motivasi belajar
Penggunaan Layanan Konseling Kelompok teknik REBT untuk Mengurangi Perilaku Agresif Pada Siswa Kelas VII Rian Affandi; Yusmansyah Yusmansyah; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 4 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.328 KB)

Abstract

The objective of the research was to decrease students aggressive behavior by using group counseling. It was a quasi experimental in form of one group pretest-posttest, and the data statistically by using the non-parametric Wilcoxon test. The subjects were 5 students of seventh grade of seventh grade of SMP N 2 Kotagajah who had high aggressive behavior. The result of data analysis showed that with = -2,366 = 0,018, p = 0,018 0,05, that mean Ho was rejected and Ha was accepted, and the data analysis showed that there was a significant improvement of aggressive behavior with the score 20,44%. Students aggressive behavior could be decreased by using group counseling services in class at Seventh Grade Of SMP N 2 Kotagajah Central Lampung In Academic Year of 2016/2017Tujuan penelitian adalah mengetahui penurunan perilaku agresif pada siswa menggunakan layanan konseling kelompok teknik REBT. Metode penelitian yang digunakan quasi experimental dengan desain one group pretest-posttest, dianalisis dengan uji Wilcoxon. Subyek penelitian sebanyak 5 orang siswa yang memiliki perilaku agresif tinggi. Hasil analisis statistik menunjukkan = -2,366 = 0,018, p = 0,018 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat penurunan yang signifikan perilaku agresif siswa sebelum dan setelah diberikan layanan konseling kelompok teknik REBT setara dengan 20,44%. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku agresif siswa dapat dikurangi melalui layanan konseling kelompok teknik REBT pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kotagajah Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata kunci: perilaku agresif, konseling kelompok, bimbingan dan konseling
Peningkatan Penerimaan Diri Dengan Layanan Bimbingan Kelompok Ratu Zhafira Fajri; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.239 KB)

Abstract

The problem of  this research  was the students who had low self-acceptance. This research aimed to find out whether there was an improvement of the students’s self-acceptance through group guidance services of the eleventh grade students in SMAN 3 Kotabumi academic year 2017/2018. The method of this research was pre-experimental class, and the design was one group pretest-posstest design. The subject of this research was 6 students at the eleventh grade who had low, medium, and high self acceptance. The self acceptance scale was used to collect the data. Different test of Wilcoxon was used to analyze the data. The result showed that the probability value was less than 0.05 (0.0280.05). It could be seen that Ho was rejected and Ha was accepted. It meant that there was a significant improvement of the student’s self-accepted before and after the implementation of group guidance services. It indicated that group guidance services facilitates eleventh grade student’s of SMAN 3 Kotabumi academic year 2017/2018 to improve their self-acceptance.Permasalahan penelitian adalah “Apakah penerimaan diri dapat meningkat melalui layanan bimbingan kelompok”. Tujuan penelitian untuk mengetahui bahwa adanya peningkatan penerimaan diri melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Kotabumi Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode penelitian ini adalah metode pre eksperiment dengan desain one-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa SMA yang memiliki penerimaan diri rendah, sedang dan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala penerimaan diri. Hasil analisis data menggunakan uji beda Wilcoxon, diperoleh angka probabilitas kurang dari 0,05 (0,028 0,05) maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat peningkatan yang signifikan pada penerimaan diri antara sebelum dengan setelah diberi layanan bimbingan kelompok. Kesimpulannya adalah penerimaan diri dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa SMAN 3 Kotabumi Tahun Pelajaran 2017/2018.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, penerimaan diri
MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA DENGAN MENGGUNAKAN KONSELING KELOMPOK Annike Veranitha; Giyono Giyono; Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 2 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.826 KB)

Abstract

The aim of this study is to determine the increasement of Student’s social interactionusing group counseling. The problem of this study is Students low learning independence. method used  quasi-experimental one-group pretest-posttest design. Subjects were six students who have low social interaction. Technique to gaindata is by using Sosiometriand Observation. The result shows that the studens’social interaction can be enhanced by using group counseling, as evidenced from the analysis of the data by using the Wilcoxon test different, from the pretest and posttest results Obtained Zoutput Ztabel (-2201 0) then Ha is accepted, it means that Social of studentinteraction can be enhanced by using group counseling services.Conclusion of this research is Social of student interactioncan increase by using counselling group of the students grade X SMA Negeri1PagelaranAcademic Year 2012/2013.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan interaksisosialdengan menggunakan konseling kelompok.Masalah dalam penelitian ini adalah interaksisosialrendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini Quasi eksperimen dengan one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian sebanyak enam siswa yang memiliki interaksi sosial rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan Sosiometri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan konseling kelompok, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji beda wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh zoutput ztabel(-2,201 0) maka Ha diterima, artinya interaksi sosial siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling kelompok.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah interaksi sosial dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling kelompok pada siswa kelas X SMA Negeri 1 PagelaranTahun Pelajaran 2012/2013. Kata kunci : bimbingan konseling,interaksi sosial, konseling kelompok.
PELAKSANAAN BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR Rohmah, Arlia; Yusmansyah, Yusmansyah; Mayasari, Shinta
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to find the description of the implementation in guidance learning for overcoming students’ learning difficulties of grade IV and V students at SDIT Harapan Bangsa. The method is descriptive method. The data collection technic used is questionnaire of the implementation in guidance learning for overcoming students’ learning difficulties of grade IV and V.  The population of this research is 90 students and the sampling is 30 students. The result of this research described the implementation of guidance learning for overcome study difficulties in includes good category, but there are needed some remedial aspects. The suggestions in this research are given to 1) Guidance and conselling teachers are prospected in doing study guidance can consider the school condition and situation,  house environment and play spot and should participate the members of school. 2) For school is hoped can do good cooperation with guidance and counselling teacher  in helping guidance and counselling services. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan bimbingan belajar dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa kelas IV dan V di SDIT Harapan Bangsa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan angket pelaksanaan bimbingan belajar dalam mengatasi kesulitan belajar pada siswa kelas IV dan V. Populasi dalam penelitian ini 90 siswa dengan sampel 30 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan belajar dalam mengatasi kesulitan belajar cukup baik meskipun perlu perbaikan pada beberapa aspek. Saran dalam penelitian ini ditujukan; (1) kepada Guru bimbingan dan konseling agar memperhatikan kondisi dan situasi sekolah, lingkungan rumah, dan tempat bermain serta mengikutsertakan personil sekolah. (2) Kepada Pihak sekolah, diharapkan dapat menjalin kerja sama yang baik dengan guru bimbingan dan konseling dalam membantu melaksanakan layanan bimbingan dan konseling.Kata kunci: bimbingan belajar, bimbingan konseling, kesulitan belajar
PENINGKATAN KEMANDIRIAN DENGAN MENGGUNAKAN TOKEN ECONOMY PADA ANAK USIA DINI Siska Liana; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.113 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the increasing independence of young children using token economy in early childhood. The method used in this study is quasi experimental method with design Time Series. Subject of this study were six children who are less independent. Data collection techniques using observation. Results obtained in this study indicate that there is an increased independence after using token economy in children. Based on calculations of Wilcoxon test obtained p= 0.027; α=0.05 as the probability value alpha, thus the Ha Ho accepted and rejected, which means there is an increase independence by using token economy in early childhood. Conclusions of this research were significant independence increased after token economy given in early childhood.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemandirian dengan menggunakan token economy pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperiment dengan desain Time Series. Subjek penelitian sebanyak enam orang anak yang kurang mandiri. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada peningkatan kemandirian setelah dilakukan token economy pada anak. Berdasarkan hasil perhitungan dari Wilcoxon diperoleh nilai p=0,027; α=0,05 karena nilai probabilitas alpha, dengan demikian maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terjadi peningkatan kemandirian dengan menggunakan token economy pada anak usia dini.  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan kemandirian yang signifikan setelah diberikan token economy pada anak usia dini.Kata kunci : bimbingan dan konseling, kemandirian, token economy.
Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Siswa SMP Linda Lestari; Muswardi Rosra; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 5 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.687 KB)

Abstract

The problem in this research is the low of students interpesonal communication. The purpose of this study  to determine the correlation of self confidence with interpersonal communication in class VIII students at SMP Negeri 9 Bandar Lampung. This research is quantitative descriptive. The population in this study amounted to 288 students with a sample of 158 students obtained through simple random sampling techniquest. The data collection techniques using a scale interpersonal communication and scale self confidence. The data analysis techniques using Product Moment Correlation. The research results obtained value r count = 0,414 r table = 0,159 then Ho is rejected and Ha is accepted, which means there is a positive and significant correlation of self confidence with interpersonal communication. If the students self confidence is high then students interpersonal communication will also be high.Masalah dalam penelitian ini adalah komunikasi interpersonal siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Bandar Lampung. Peneitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 288 siswa dengan sampel 158 siswa yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala komunikasi interpersonal dan skala kepercayaan diri. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian diperoleh r hitung = 0,414 r tabel = 0,159, Ho ditolak dan Ha diterma, yang artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan komunikasi interpersonal. Jika kepercayaan diri siswa tinggi maka akan diikuti komunikasi interpersonal siswa yang tinggi pula.Kata kunci: hubungan, kepercayaan diri, komunikasi interpersonal
Upaya Meningkatkan Percaya Diri Dalam Belajar Melalui Layanan Konseling Kelompok Teknik Gestalt Sueb Aliansyah; Muswardi Muswardi; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 3 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.736 KB)

Abstract

The problem in this study was the low learning confidence. The problem in this study was "whether the learning confidence in student can be improved by using Gestalt group counseling techniques?". The purpose of this study was to determine the increase in Learning confidence through Gestalt group counseling services services in students of class X SMA Negeri 2 Tulang Bawang Udik Lesson 2015/2016. This research used Pre-Experimental method with One Group Pretest-Posttest. Research subjects were 8 students with low learning confidence. Data collection techniques used a learning confident. Result by using Wilcoxon test obtained, z count = -2.552 z table = 1,645, then Ho rejected and Ha accepted. An increase of 76.20%. The conclusion was Gestalt group counseling services can improve the learning confidence in students the class X SMA Negeri 2 Tulang Bawang Udik in the Academic Year 2015/2016.Masalah dalam penelitian ini adalah rasa percaya diri dalam belajar rendah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah rasa percaya diri dalam belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan konseling kelompok teknik gestalt?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan rasa percaya diri dalam belajar melalui layanan konseling kelompok teknik gestalt pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Tulang Bawang Udik Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki rasa percaya diri rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala percaya diri. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon diperoleh, z hitung = -2.552 z tabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Terjadi peningkatan sebesar 76,20%. Kesimpulannya adalah layanan konseling kelompok dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas X SMA Negeri 2 Tulang Bawang Udik Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata kunci: bimbingan dan konseling, konseling kelompok, percaya diri
Penggunaan Layanan Konseling Kelompok Teknik Assertive Training Dalam Meningkatkan Self Esteen Siswa Refiyana Refiyana; Yusmansyah Yusmansyah; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 4 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.202 KB)

Abstract

The problem of this research was the low of students self esteem. The aims of this study was to find out whether the use group counseling service assertive training technique improves the students self esteem on class VIII SMP Negeri 22 Bandar Lampung in academic year 2017/2018. This research method was pre-experimental with time series design. The subjects in this research were 8 students. The data collecting technique was using self esteem scale. The results of the data were analyzed from pretest and posttest of self esteem using wilcoxon test. The result of statistics analysis show that  the value of Zcount = -2,521 Ztable = 1,645, so it can be concluded  that Ho was rejected and Ha was accepted. It means that group counseling service assertive training technique can be used to improve students self esteem.Masalah penelitian ini adalah self esteem siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan layanan konseling kelompok teknik assertive training dapat meningkatkan self esteem pada siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2017/2018. Metode penelitian ini adalah pre-experimental dengan time series design. Subyek penelitian sebanyak 8 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self esteem. Hasil analisis data dari pretest dan posttest self esteem menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis statistik menunjukan nilai Zhitung = -2,521 Ztabel = 1,645, maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Ini artinya layanan konseling kelompok teknik assertive training dapat digunakan untuk meningkatkan self esteem siswa.Kata kunci: assertive training, konseling kelompok, self esteem