Articles
337 Documents
PENINGKATAN PERCAYA DIRI SISWA MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Rini Larassati;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 3 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (60.095 KB)
This research aimed to know the increasing of students self confidence usinggroup guidance service. The research problem was found that there are studentswho had low self confidence. The research method was quasy experiment by usingnonequivalent control group design. The research subjects were 10 students whohad low self confidence. The data analysis was using wilcoxon test. It showed thatstudents self confidence increased 22,5% with Sig. = (0,000 0,05)so Ha wasreceived, it means that students self confidence can be increased by using groupguidance services.There are some suggestions that we can get from the researchin SMK Penerbangan year 2015/2016 (1) To the councelling teacher, she shouldhold guidance group service by tasking technique for increasing students selfconfidence as one of main program at school; (2) To the next researcher, sheshould do the same research with different subjects.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan percaya dirimenggunakan layanan bimbingan kelompok. Masalah penelitian ini kurangpercaya diri. Metode penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimen denganmenggunakan Nonequevalent control group design. Subjek penelitian sebanyak10 siswa yang kurang percaya diri. Analisis data dengan menggunakan ujiwilcoxon menunjukkan peningkatan percaya diri sebesar 22,5% dan diketahuibahwa sig. = 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapatpeningkatan percaya diri siswa setelah pengunaan layanan bimbingan kelompok.Adapun saran yang dapat dikemukakan dari penelitian yang telah dilakukan diSMK Penerbangan Bandar Lampung Tahun Ajaran 2015/2016 adalah : (1)Kepada guru Bimbingan dan Konseling dapat mengadakan layanan bimbingankelompok dengan menggunakan teknik penugasan untuk meningkatkan percayadiri siswa, sebagai salah satu program unggulan di sekolah; (2)Kepada Penelitiselanjutnya, dapat melakukan penelitian mengenai masalah yang sama dengansubjek yang berbeda.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, percaya diri
Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Permainan untuk Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi Siswa
Evriyen Tri Utomo;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 3 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.268 KB)
The research problem was to investigate whether game technique of group guidance could be used to improve the students’ emotion regulation ability. This research aimed to find out the use of game technique of group guidance to improve the students’ emotion regulation ability at Class X MIA of SMA Muhammadiyah 1 Way Jepara Lampung Timur Academic Year 2017/2018. Quasi experimental class was used in this research, and the design of this research was time series design. The subject of this research ware eight students who had lack of emotion regulation ability. The data were obtained by using emotion regulation scale. The Wilcoxon Matched Pairs Test was used in this research to calculate the data. The result showed that z-value = -2.527 z-table = 1.645, it meant that Ho was rejected and Ha was accepted. It couls be concluded that game technique of group guidance could be used to improve the students’ ability in emotion regulation.Permasalahan penelitian adalah Apakah layanan bimbingan kelompok teknik permainan dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui layanan bimbingan kelompok teknik permainan dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa pada kelas X MIA SMA Muhammadiyah 1Way Jepara Lampung Timur tahun pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperiment dengan time series design. Subjek penelitian ini sebanyak 8 siswa yang memiliki kemampuan regulasi emosi rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala regulasi emosi. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan dengan menggunakan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test, diperoleh zhitung= -2,527ztabel = 1,645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian adalah layanan bimbingan kelompok teknik permainan dapat dipergunakan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada siswa.Kata kunci: bimbingan konseling, regulasi emosi, teknik permainan
Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Kelas VIII
Nurman Musa;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.852 KB)
The purpose of this study was to find out whether social interaction can be improved through Guidance Group services in class VIII Bina Mulya Junior High School Bandar Lampung. This study used Quasi experimental method with the design of one group pretest-posttest design. The research subjects were 8 students who had low social interactions, data collection techniques using scale. The results showed an increase in social interaction after being given group guidance services, this was shown from the results of analysis of pretest and posttest data of students' social interactions using the Wilcoxon test, based on the gain score obtained Z count = -2.455 Z table = 1.645 then, H0 was rejected and Ha was accepted. The conclusion in this study is the use of Guidance Group services can improve Social Interaction in class VIII Bina Mulya Bandar LampungTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah interaksi sosial dapat ditingkatkan melalui layanan Bimbingan Kelompok pada siswa kelas VIII SMP Bina Mulya Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Quasi exsperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki interaksi sosial rendah, Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan interaksi sosial setelah diberikan layanan bimbingan kelompok, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data pretest dan posttest interaksi sosial siswa dengan menggunakan uji wilcoxon, berdasarkan gain score diperoleh Z hitung = -2,455 Z tabel = 1,645 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan layanan Bimbingan Kelompok dapat meningkatkan Interaksi Sosial pada siswa kelas VIII SMP Bina Mulya Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, interaksi sosial
Relationship Self Regulation Learning With Interpersonal Comunication In Students
Muhammad Andhika Saputra;
Muswardi Rosra;
Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 3 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (338.005 KB)
The study population was 140 students and the research sample was taken by 70 students taken by purposive sampling technique. Data collection techniques used the scale of self regulation learning and scale of interpersonal comunication. Data analysis technique used Product Moment conversion. The results showed that there was a significant positive relationship between self regulation learning with interpersonal comunication with a ratio of r count = 0.256 and significance level p = 0.274 then Ho was rejected and Ha was accepted. Populasi penelitian sebanyak 175 siswa dan sampel penelitian berjumlah 35 siswa diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri dalam belajar dan skala komunikasi interpersonal. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara regulasi diri dalam belajar dengan komunikasi interpersonal siswa, rhitung= 0,256 rtabel= 0,274 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang tidak signifikan antara regulasi diri dalam belajar dengan komunikasi interpersonal siswa kelas XI di SMA Negeri 6 Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan dan konseling, regulasi diri dalam belajar, komunikasi interpersonal
MENINGKATKAN PERCAYA DIRI DALAM BELAJAR MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA SMA
Fatwa Mustika Adji;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (128.618 KB)
The objective of this research was to find out the increase of the students self-confident in learning through group guidance service. The problem in this research was the students self-confident in learning. This study is quasi-experimental research, with non equivalent control group design. The subject in this research were 24 students. Data collection technique used observation. The result showed the students self-confident in learning increased, using the wilcoxon test, the result of probability experiment group 0,002sig. 0,05. Therefore Ha1 was accepted, it mean that the students self-confident in learning could be increased through group guidance service. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan percaya diri dalam belajar pada siswa melalui layanan bimbingan kelompok. Masalah dalam penelitian ini percaya diri dalam belajar siswa. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis nonequievalent control group design. Subjek penelitian sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percaya diri dalam belajar pada kelompok eksperimen meningkat, hal ini terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji wilcoxon, nilai probabilitas pada kelompok eksperimen menunjukkan 0,002 sig.0,05. Sehingga Ha1 diterima, maka percaya diri dalam belajar pada siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, percaya diri dalam belajar
Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa SMP Negeri 1 Sukadana Kabupaten Lampung Timur
Sefti Firna Sari;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 6 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (560.553 KB)
The problem in this research is low students learning achievement. The problem in this research was was there a correlation betwen students learning motivation and the student achievement. The purpose of this study to determine the relationship of the students learning motivation with the students achievement. The method used in this research is quantitative method. data analysis techniques using product moment correlation. Taken with simple random sampling. The sample in this research was fifty five.The results showed that there was a relationship between students learning motivation with students achievement of results the analysis data correlation product moment. From the data processing seen that the value of rcount r table 0.742 0.260 so Ho rejected and Ha accepted.In conclusion is there are positive relationships between learning motivation and students achievement. State SMP Negeri 1 Sukadana Lampung Timur.Masalah dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa rendah. Permasalahan penelitian ini apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar siswa.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada siswa SMP Negeri 1 Sukadana.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Yang diambil dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian sebanyak lima puluh lima.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa terbukti dari hasil analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Dari hasil yang di peroleh nilai yaitu 0,742 0,260 sehingga Ho di tolak dan Ha diterima.Kesimpulnnya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa SMP Negeri 1 Sukadana Lampung Timur.Kata kunci: belajar, motivasi, prestasi
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Yuda Pratama;
Giyono Giyono;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 1 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (139.729 KB)
The purpose of this research was to improve students' motivation using group guidance services. The method used was pre-experimental with one-group pretest-posttest design. Subjects were eight students who had low learning motivation. Data collection techniques use Motivation Scale Learning. The results showed that students' motivation could be enhanced by using group guidance services. The analysis of the data using different Wilcoxon test, from the pretest and posttest results obtained z output z tabel (-2.530 1,960) Ha was accepted, and Ho was rejected. The conclusion of this research is the motivation to learn could be improved by using group guidance services for students of eleventh grade SMK Waskita Bekri Academic Year 2012/2013. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar siswa menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini pre-eksperimental dengan one-group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian sebanyak delapan siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Motivasi Belajar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest diperoleh z output z tabel (-2,530 1,960) maka Ha diterima, dan Ho ditolak. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas XI SMK Waskita Bekri Tahun Ajaran 2012/2013. Kata kunci : bimbingan kelompok, bimbingan konseling, motivasi belajar.
Penggunaan Bimbingan Kelompok Teknik Informasi Dalam Meningkatkan Kemantapan Rencana Karir
Martha Shinta Damai;
Muswardi Rosra;
Citra Abriani Maharani
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (680.036 KB)
The problem of the researchwas whetherinformation technique of group guidance could be used to increase the stability of the student's career plan. The objective of this study was to find out the improvement in career plan stability by using the information technique of group guidance services for the ninth grade students of SMPN 22 Bandar Lampung in the academic year 2018/2019. The method in this study was pre-experimental. The research subjects were 8 students who had low career plan stability. The results of data analysis used the Wilcoxon Matched Pairs Test which gained = -2.521 = 1.645. It meant Ho was rejected and Ha was accepted. Briefly, it could be concluded that the information technique of group guidance could be implemented to increase the consistency of the career plan for the grade ninth students of SMPN 22 Bandar Lampung in the academic year 2018/2019.Permasalahan penelitian adalah apakah bimbingan kelompok teknik informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemantapan rencana karir siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemantapan rencana karir dengan layanan bimbingan kelompok teknik informasi pada siswa kelas sembilan SMPN 22 Bandar Lampung tahun pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Eksperiment. Subjek penelitian sebanyak 8 orang siswa yang memiliki kemantapan rencana karir yang rendah.. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs Test, diperoleh = -2.521 = 1.645 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitan adalah bimbingan kelompok teknik informasi dapat digunakan untuk meningkatkan kemantapan rencana karir pada siswa kelas sembilan SMPN 22 Bandar Lampung Tahun ajaran 2018/2019.Kata kunci: bimbingan konseling, teknik informasi, kemantapan rencana karir
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI MENGGUNAKAN TEKNIK REINFORCEMENT POSITIF SISWA KELAS 1 SD
Wiwit Wiarti;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.754 KB)
The purpose in this studi was to investigate the improvement of student adjustment at school by using positive reinforcement technique. The method used in this research was quasi experimental design with one-group pretest-posttest. Data collection techniques in this study was using research sheet instrument. Subjects of this study were six students of class 1 who has not been able to adjust. Based on the result of research there is significant difference in students who has not been able to adjust before and after implementation of positive reinforcement technique. Thus Ha is accepted, which means that the student who has not been able to adjust can be reduced by positive reinforcement technique. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa di sekolah menggunakan teknik reinforcement positif. Penelitian ini menggunakan metode quai eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Subjek penelitian sebanyak enam siswa yang memiliki kemampuan penyesuaian diri rendah . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa dengan menggunakan teknik reinforcement positif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa, hal ini membuktikan bahwa adanya peningkatan kemampuan penyesuaian diri siswa setelah pemberian teknik reinforcement positif.Kata kunci : teknik reinforcement positif, penyesuain diri, siswa
Peningkatan Self Regulation dalam Belajar Menggunakan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Diskusi
Dinny Suryani;
Yusmansyah Yusmansyah;
Citra Abriani Maharani
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.582 KB)
The problem of this research was students who had low self regulation. The research aimed to know the increase of self regulation in learning by using discussion technique of counseling group service for tenth grade students of SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung in academic year 2019/2020. The method of the research applied a pre-experimental with one group pretest and posttest design. Sample of this research used purposive sampling technique. The total of research subjects was ten students from X IPS 2 who had low, medium, and high level self regulation in learning. Data collection technique used a self regulation scale in learning. The data analysis used Wilcoxon test. It indicated that there was an increase of self regulation in learning. Based on the pretest and the posttest result of self regulation, it showed that Zscore = -2,805 Ztabel = 1,645,so Ho was rejected and Ha was accepted. It could be concluded that the self regulation could be improved by using discussion techinque of counseling group service for tenth grade students of SMA Al Azhar 3 Bandar Lampung in academic year 2019/2020.Permasalahan dalam penelitian ini adalah self regulation siswa yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan self regulation dalam belajar menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi pada siswa kelas X SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2019/2020. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan one group pretest and posttest design. Sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 10 siswa kelas X IPS 2 yang memiliki regulasi diri dalam belajar rendah, sedang, dan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self regulation dalam belajar. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan self regulation dalam belajar siswa berdasarkan hasil pretest dan posttest self regulation dalam belajar diperoleh bahwa Zhitung = -2,805 Ztabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah self regulation dalam belajar dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok teknik diskusi pada siswa kelas X SMA Al-Azhar 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2019/2020.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan dan konseling diskusi kelompok, self regulation dalam belajar