Articles
337 Documents
Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Siswa
Sintia Handayani;
Yusmansyah Yusmansyah;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 3 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.95 KB)
The purpose of this study was to determine the correlation of self concept with interpersonal communication in class VIII SMP Negeri 24 Bandar Lampung 2017/2018 academic year. This study is a correlational quantitative descriptive study. The study population amounted to 230 students with a sample of 63 students obtained through simple random sampling technique. Data collection techniques use the scale of self concept and scale of interpersonal communication. The data analysis technique uses product moment correlation. The results showed that between self concept and interpersonal communication there is a positive and significant correlation, this is evidenced by the data analysis obtained by the value of r count = 0.382 r table = 0.254 with p 0.005. Then Ho is rejected and Ha accepted. The conclusion of the study is that there is a positive and significant the correlation of self concept with interpersonal communicationTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal pada siswa kelas VIII SMP Negeri 24 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 230 siswa dengan sampel 63 siswa diperoleh melalui teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala konsep diri dan skala komunikasi interpersonal. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal terdapat hubungan positif dan signifikan, hal ini dibuktikan dengan analisis data di peroleh nilai r hitung=0,382 r tabel= 0,254 dengan p0,005. Maka Ho di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan komunikasi interpersonal.Kata kunci: konsep diri, komunikasi interpersonal, bimbingan konseling
PENGGUNAAN TEKNIK MODELING DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN BELAJAR PADA SISWA
Natalia Devi Sylviana;
Muswardi Rosra;
Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.595 KB)
The purpose of this study is to determine the use of modeling techniques in group counseling which can improve study habits. The problem in this research is the students who have low learning habits. This study is a quasi-experimental design with types One-group pretest-posttest design. Research subjects were 11 students who have poor study habits. Data collection technique used scale study habits. The results showed that 36.81% increase learning habits that Zcount Ztable (-2,938 11), then Ha received means then use of modeling techniques in group counseling can improve study habits with a significance level of 5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar. Masalah dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental design dengan jenis One-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 11 siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kebiasaan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan belajar meningkat 36,81% bahwa Zhitung Ztabel (-2,93811) maka Ha diterima artinya penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar yang baik dengan taraf signifikansi 5%.Kata kunci: kebiasaan belajar, konseling kelompok, teknik modeling
Hubungan Regulasi Diri Dengan Perencanaan Karir Siswa
Annisa Anggrayani Nurjanah;
Syarifuddin Dahlan;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 5 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (619.126 KB)
Problems in this study was the low carrier plan of students . The purpose of this reasearch was to know the correlation between self-regulation with students carier plan. Metod used in this reasearch is quantitatif describtion. Data analysis used product moment correlation. The sample were as many as 70 students in SMA Negeri 1 Seputih Agung acaemic tear at 2016/2017. The data collecting technique used the self-regulation scale and the carrier plan scale. The result of this reasearch was there was positif and significant relationship between self-regulation to student carrier plan with index ? = 0,000 ? = 0,05; Then Ho was rejected and Ha accepted with the value of correlation coefficient rcount 0,558 rtable 0,235. Conclusion the study was correlation between self regMasalah dalam penelitian ini adalah rendahnya perencanaan karier siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan regulasi diri dengan perencanaan karier siswa. Metode penelitian yang digunkan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data dalam penelitian adalah korelasi product moment. Sampel penelitian sebanyak 70 orang siswa di SMA Negeri 1 Seputih Agung Tahun Pelajaran 2016/2017. Teknik pengumpulan data menggunakan skala regulasi diri dan skala perencanaan karier. Berdasarkan analisis data korelasi product moment menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara regulasi diri dengan perencanaan karier siswa. Signifikan dengan indeks ? = 0,000 ? = 0,05; maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan nilai koefisien korelasi rhitung0,558 rtabel 0,235. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah regulasi diri memiliki hubunganpositif yang signifikan dengan perencanaan karier siswa.Kata kunci: bimbingan konseling, perencanaan karier, regulasi diri
KENDALA PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Noprita Noprita;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.33 KB)
The purpose of this research was to determine the constraints in the implementation of guidance and counseling in SMAN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Problem in this research was an obstancle in the implementation. The method used in this research was descriptive method. The data collection technique was using interview, questionnaire and documentation. The population in this study was 5 guidance and counseling teachers at SMAN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat year of 2013/2014. These results indicated that (1) lack of control of services by teacher guidance and counseling (2) lack tools and equipment and the limited budget available (3) cooperation beetween school and guidance and counseling teacher were not yet fully effective and also the school cant provide effective scheduling for the implementation of BK in the school. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan Kegiaatan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Masalah dalam penelitian ini adalah kendala pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket/koesioner dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan kepada 5 orang guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat sekaligus menjadi populasi dan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Minimnya penguasaan layanan yang ada oleh tenaga guru bimbingan dan konseling (2) Kurangnya alat perlengkapan dan terbatasnya anggaran dana (3) Kerjasama antara pihak sekolah dengan guru bimbingan dan konseling yang belum sepenuhnya berjalan efektif dan juga pihak sekolah belum bisa memberikan penjadwalan yang efektif untuk pelaksanan BK di sekolah.Kata kunci: bimbingan dan konseling, kendala, kegiatan bimbingan dan konseling
FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Esty Ratna Sari;
Giyono Giyono;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 4 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.798 KB)
The purpose of this study was to determine the factors inhibiting the implementation of a guidance and counseling program. The method used in this research is descriptive method. Data collecting techniques use questionnaires implementation guidance and counseling services. The samples in this study were 22 teachers guidance and counseling. The research problem is the implementation of the guidance and counseling program is not optimal. The issue is whether the limiting factor in the implementation of guidance and counseling programs in high schools in the Metro city. These results indicate that there are several factors that inhibiting guidance and counseling program implementation: (1)preparation and counseling program is not in accordance with the basic aspects of guidance and counseling program. (2)educational background does not fit with the profession as a teacher guidance and counseling. (3)Facilities and infrastructure are the most dominant factors inhibiting the implementation of the service is to be guidance and counseling. (4)Lack of cooperation between service delivery personnel guidance and counseling school.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan program bimbingan dan konseling (BK). Masalah dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program BK belum optimal. Adapun permasalahannya adalah apakah faktor penghambat pelaksanaan program BK pada SMA Negeri se-Kota Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sampel dalam penelitian ini adalah 22 guru BK. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa faktor yang menjadi penghambat pelaksanan program BK, yaitu; (1)Penyusunan program BK belum sesuai dengan aspek-aspek dasar penyusunan program BK. (2)Latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan profesi sebagai guru BK. (3)Sarana dan prasarana adalah faktor dominan yang menjadi penghambat pelaksanaan layanan BK. (4)Kurangnya kerja sama antar personalia pelaksanaan layanan BK disekolah.Kata kunci : bimbingan konseling, faktor penghambat, pelaksanaan program.
Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Interaksi Sosial Kelas VIII
Nurman Musa;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.852 KB)
The problem of this study "the low social interaction in students." The purpose of this study was to find out whether social interaction can be improved through Guidance Group services in class VIII Bina Mulya Junior High School Bandar Lampung. This study used Quasi experimental method with the design of one group pretest-posttest design. The research subjects were 8 students who had low social interactions, data collection techniques using scale. The results showed an increase in social interaction after being given group guidance services, this was shown from the results of analysis of pretest and posttest data of students' social interactions using the Wilcoxon test, based on the gain score obtained Z count = -2.455 Z table = 1.645 then, H0 was rejected and Ha was accepted. The conclusion in this study is the use of Guidance Group services can improve Social Interaction in class VIII Bina Mulya Bandar Lampung.Permasalahan penelitian ini adalah “rendahnya interaksi sosial pada siswa.” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah interaksi sosial dapat ditingkatkan melalui layanan Bimbingan Kelompok pada siswa kelas VIII SMP Bina Mulya Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode Quasi exsperimental dengan desain one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8 siswa yang memiliki interaksi sosial rendah, Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan interaksi sosial setelah diberikan layanan bimbingan kelompok, hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data pretest dan posttest interaksi sosial siswa dengan menggunakan uji wilcoxon, berdasarkan gain score diperoleh Z hitung = -2,455 Z tabel = 1,645 maka, H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah penggunaan layanan Bimbingan Kelompok dapat meningkatkan Interaksi Sosial pada siswa kelas VIII SMP Bina Mulya Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, interaksi sosial.
Penggunaan Layanan Konseling Kelompok Teknik Role Play Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Pada Siswa
Riska Apriyanti;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 4 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (609.081 KB)
The problem of this research was the lowness of the student assertive behavior. The objective was research to the increase in assertive behavior in students using role play technique. The research method used quasi experimental with one group pretest posttest design, then analyzed with a using the wilcoxon test. Data was collected with assertive behavior scale. The subject of the study were 7 students. who had assertive behavior was low. The results of statistical analysis showed they Zart = -2,366Ztab = 0,018, it meant Ho was rejected and Ha accepted and the results of the analysis showed that the assertive behavior of the students there was an increase for 55%. This meant that there was a significant difference between assertive behavior before and after the group group counseling services. The counslusion of this research was that students assertive behavior couldbe in creased by using group counseling services in class X Madrassah Daarul Maarif Natar South LampungMasalah dalam penelitian ini adalah perilaku asertif siswa yang rendah. Tujuan penelitian adalah mengetahui peningkatan perilaku asertif pada siswa dengan teknik role play. Metode penelitian menggunakan quasi experimental dengan teknik analisis one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data adalah skala perilaku asertif. Subyek penelitian sebanyak 7 orang yang memiliki perilaku asertif rendah. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil analisis statistik menunjukkan Zhit = -2,366Ztab = 0,018, maka Ho ditolak dan Ha diterima Artinya terdapat peningkatan yang signifikan antara perilaku asertif sebelum dan setelah diberikan layanan konseling kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku asertif siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok pada siswa kelas X di Madrasah Daarul Maarif Natar Lampung SelatanKata kunci: konseling kelompok, bimbingan dan konseling dan perilaku asertif
Peningkatan Kedisiplinan di Sekolah Menggunakan Layanan Konseling Kelompok Teknik Percontohan
Akmal Syarif;
Syarifuddin Dahlan;
Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (559.299 KB)
The problem of the research is the student’s dicipline in the school. The set of the problem of the research is what group counseling exampling technique. The purpose of the research is to know the use of group counseling exampling technique in improving the student’s dicipline in the school. The research using the quasi experiment method with pretest posttest design. The subjects of the research as much 21 students who have diverse the dicipline. The data collecting technique of the research using observation. The data analysis of the research using paired sample t test. The result of the research showing that the group counseling exampling technique can using to improve the student’s dicipline. It’s show from improving the student’s dicipline in the school amounting to 45.28 % and the result of data analysis with using paired sample t-test, obtained tcount ttable (22.267 2.086). So, Ho was rejected and Ha was accepted. The conclusion of the research is the group counseling exampling technique can using to improving the student’s dicipline class X SMA Negeri 6 Bandar Lampung in academic year 2017/2018.Masalah penelitian ini adalah kedisiplinan siswa di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan konseling kelompok teknik percontohan dalam meningkatan kedisiplinan siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest posttest design. Subjek penelitian sebanyak 21 siswa yang memiliki kedisiplinan beragam. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok teknik percontohan dapat digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah. Ini ditunjukkan dari peningkatan kedisiplinan siswa di sekolah sebesar 45.28% dan hasil analisis data dengan menggunakan paired sample t-test, diperoleh thitung ttabel (22.267 2.086) maka, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah konseling kelompok teknik percontohan dapat digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas X SMA Negeri 6 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2017/2018.Kata kunci: disiplin siswa, konseling kelompok, teknik percontohan
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENGGUNAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
R.A Syifa Miftahul H;
Syaifuddin Latif;
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 2 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.953 KB)
The purpose of this study was to determine whether the motivation to learn on the subject of Mathematics can be enhanced with the use of group guidance services to students in class X SMA Negeri 1 Kotagajah. The problem in this study low student motivation to learn mathematics. The research problem is the motivation to learn on the subject of Mathematics can be enhanced with the use of group guidance services to students in class X SMA Negeri 1 Kotagajah.. The method used in this study pre-experimental method to design one-group pretest-posttest, and analyzed statistically using the non-parametric Wilcoxon test.The results obtained in the study show the motivation to learn mathematics has increased significantly after the administration of guidance services group. It is shown from the results obtained pretest and posttest zhitung = -2.521 and ztabel 0.05 = 4. Because zhitung ztabel then, Ho is rejected and Ha is accepted, it means there is a significant difference between the 5% level of motivation to learn mathematics scores before and after a given treatment is given to the treatment group guidance services to research subjects.Keywords: Group Counseling Services, Learning Mathematics Motivation
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI DI SEKOLAH MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA
Tio Yolanda;
Syarifuddin Dahlan;
Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 2 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (115.324 KB)
The aim of this study was to know whether self adjustment of students can be increased by using group counseling with sociosdrama techniques.The method used in this research was quasi experimental one group pretest-posttest design, and stastiscally analyzed by non-parametric T- test.The subjects of this study were 30 students, who had low self adjustment in school. The results in research showed that self adjustment of students increased significantly after being given group counseling sociodramas techniques. It was shown from the pretest and posstest results which obtained t output= 15,87 and t table 0,5=2,042. Because t output ≤ t table, then Ho was ignored and Ha was accepted.It meant that there was significant increases betweenself adjustment of students before and after being given grouf counseling of sociodramas techniques. The conclusion was that self adjustment of students could be increased by using group counseling techniques sociosdrama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penyesuaian diri siswa dapat ditingkatkan melalui bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama.Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperimen one group pretest-posttest, dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji t.Sampel penelitian ini tiga puluh orang siswa kelas VII E.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penyesuaian diri siswa mengalami peningkatansignifikan setelah pemberianbimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama.Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleht hitung = 15,87 dan t tabel = 2,042. Karena t hitung ≥ t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara penyesuaian diri siswa sebelum dan setelah diberikan bimbingan kelompok teknik sosiodrama.Kesimpulan, penyesuaian diri siswa dapatditingkatkan melalui bimbingan kelompok teknik sosiodrama. Kata kunci: bimbingan dan konseling, penyesuaian diri, sosiodrama.